Lime/lemon. Beware!
Happy reading and love ItaSasu as always.
.
.
.
Beberapa hari lalu, Itachi sempat menelepon dokter kandungan dan sedikit berkonsultasi tentang hubungan intim selama hamil, karena ia benar-benar merasa frustrasi dan membutuhkan hubungan seksual. Bersyukur jawaban yang didapatkan memang sedikit melegakan. Diperbolehkan hanya harus lebih hati-hati terlebih kehamilan Sasuke masih terhitung muda, rentan terjadi abortus spontan atau kontraksi yang berlebihan.
"Sasuke.." Bisik Itachi.
Kali ini Itachi tak menindih Sasuke hanya berada diatas tubuh sang adik dengan menahan tubuhnya sendiri dengan kedua tangan dan kakinya. Ia memandang adiknya dengan nanar dan lapar. Itachi benar-benar sudah frustrasi berat. Baru kali ini ia merasa tersiksa yang luar biasa. Kini ia mengerti kebutuhan biologis itu ternyata berpengaruh besar pada kestabilan emosi.
Sejak berciuman di sofa tadi, celana Itachi sudah mengetat, penisnya menegang sempurna hingga perutnya terasa sakit. Kembali melumat leher dan telinga Sasuke, Itachi menurunkan pinggulnya hingga celananya menempel di celana Sasuke dan menggesekkannya pelan. Sambil membuatkan banyak tanda cinta di leher Sasuke, tangannya merayap ke dalam baju sang adik dan meraba tubuhnya dengan sedikit ganas.
Sasuke juga merasa ada yang sedikit berbeda dari Itachi, biasanya ia memperlakukan dirinya dengan luar biasa lembut, kali ini Itachi sedikit lebih kasar. Namun, ia tetap menyambut kakaknya dengan melingkarkan tangannya ke tengkuk Itachi dan mencondongkan badannya ke dada Itachi. ia menekuk kakinya dan melebarkannya agar kakaknya lebih mudah melakukan kegiatannya.
"Nii—mmnn…. Hhh… " Rintih Sasuke saat ia merasakan sesuatu yang tegang menggesek di penisnya.
Kontan, birahinya terbakar, erotis sekali, Itachi yang sedikit kasar ternyata membawa sensasi tersendiri, Sasuke mulai ikut menggoyangkan pinggulnya sendiri menyesuaikan geraknya dengan Itachi, kini mereka saling berpandangan sambil terus berfokus penggesekkan kemaluan mereka berdua.
"Ohhh.. Sasuke.. Haahhh…" Desah Itachi.
Sasuke merinding mendengar desahan kakaknya, selama ini ia tak pernah menaruh perhatian pada reaksi Itachi, biasanya ia yang 'ribut' sendiri selama sesi bercinta, ternyata desahan Itachi terdengar begitu erotis ditelinganya. Ditambah dengan mata sang kakak yang lurus menatap dirinya, membuat atmosfir disekeliling mereka semakin panas.
"Nii-san… Ahh... Hmmhhh…"
Gerakan Itachi semakin cepat, seolah ia lupa bahwa mereka berdua masih berbalut celana. Sementara Sasuke semakin melebarkan kakinya menerima serangan Itachi. Sungguh merangsang. Pemanasan seperti ini baru pertama kali dilaukan Itachi. Keringat Itachi menetes ke kening Sasuke dan nafasnya kian memburu. Sesekali Itachi menabrakkan penisnya agak keras ke penis Sasuke.
Celana mereka berdua mulai membuat bercak basah, tanda cairan precum mereka sudah meleleh. Sasuke merasa begitu frustrasi, ia ingin penisnya segera di bebaskan. Namun, tangannya sulit meraih celana Itachi apalagi menariknya karena gerakan Itachi yang begitu cepat. Rasa geli yang menyiksa semakin intens. Sasuke tak tahan lagi.
"Nii-san.. Ssshh.. Na-nanti.. mnnnhh… Keluar.. Di…Aahhhh… Celana…" Sasuke bermaksud memperingatkan.
Seolah tersadar dengan apa yang mereka lakukan, Itachi menghentikan serangannya setelah menekan kuat penisnya di penis Sasuke. Ia menarik nafas panjang dan mengangkat tubuhnya dari atas tubuh Sasuke lalu duduk menyender ke sandaran tempat tidur dan menarik adiknya dengan lembut ke dadanya. Ia kembali mengulum mulut Sasuke dengan penuh gairah sambil menurunkan celana sang adik. Penis Sasuke yang melompat keluar dari sangkarnya, langsung di tangkap oleh tangan Itachi dan mengocoknya perlahan. Mengolesi cairan precum nya ke seluruh bagian penisnya agar memudahkan Itachi merangsang adiknya.
"Kau juga tak tahan, Sasuke?" Goda Itachi panas.
"Hmnn… Nghhh… Nii—aammhh…" Jawaban Sasuke hanyalah erangan dalam kuluman ganas Itachi.
Tangan yang satunya menggoda puting susu Sasuke. Mencubit gemas dan memilinnya dengan erotis, kadang meremas dada Sasuke dengan sedikit kasar, membuat adiknya yang manis ini menggelinjang nikmat dan meminta lebih. Sasuke yang bersandar di dada Itachi hanya bisa menjambak rambut panjang nan halus sang kakak menahan gejolak yang begitu menderanya.
"Tunggu sebentar, Sasuke – " Tiba-tiba Itachi menghentikan kembali serangannya dan memberi isyarat agar Sasuke beranjak dari sandarannya.
Tak mengerti maksud kakaknya, ia hanya patuh dan sedikit menjauhkan dirinya dari Itachi, yang dilihatnya adalah Itachi yang membuka bajunya sendiri dan menurunkan celananya hingga penisnya yang besar dan panjang itu terlihat berdiri kokoh diantara kedua pahanya. Dengan tenang, ia merebahkan tubuhnya kembali.
"Kemari, Sasuke.. Merangkaklah.." Perintah Itachi lembut.
Lagi-lagi ia hanya bisa patuh pada kakaknya dan berjalan merangkak ke atas tubuh sang kakak, sambil tersenyum, Itachi merengkuh tengkuk Sasuke dan menariknya mendekat ke mukanya, lalu menciumnya lagi. Sasuke tak pernah bosan dengan ciuman kakaknya yang begitu menyenangkan. Dua tangan Itachi meremas bongkahan pantat Sasuke sambil terus memakan mulut adiknya, kadang melebarkannya lalu menutupnya kembali, pantat yang kenyal itu selalu membuat Itachi gemas dan lapar.
"Aku tak mungkin memasukimu kali ini, aku masih takut.." Bisik Itachi diantara ciuman mereka yang terjeda. "Karena itu berbaliklah.." Perintah Itachi lagi.
Sasuke memandang Itachi dengan tatapan bingung, ia tak mengerti posisi yang diminta Itachi.
"Menungginglah menghadap mukaku,,"
Seketika muka Sasuke kembali merona padam. Yang benar saja ia harus memposisikan dirinya seperti itu, sangat memalukan.
"Ka-kau bercanda, Kuso Aniki.. Itu tidak mungkin.." Tolak Sasuke malu.
Itachi tersenyum dan membelai pipi Sasuke dengan sayang.
"Hanya itu cara yang bisa kita lakukan untuk melegakan hasrat kita, Sasuke – aku tak ingin membahayakan kehamilanmu.. sementara waktu jalani seperti ini saja.." Jawab Itachi.
Sasuke masih merasa malu dan mengerlingkan matanya menghindari tatapan Itachi, namun akhirnya mengangguk pelan. Setelah mendapat ciuman terima kasih dari Itachi di bibirnya, Sasuke memutar badannya seratus delapan puluh derajat masih tetap dalam keadaan merangkak.
Kini di depan mukanya berdiri tegak penis sang kakak yang sudah membengkak ingin segera mendapat perhatian, sementara ia mulai merasakan hembusan nafas kakaknya di bagian belakang tubuhnya. Ini memalukan, Sasuke ingin kabur dari situ. Belum selesai Sasuke menyesuaikan diri dengan rasa malunya, tiba-tiba dirasakan lagi olehnya tangan Itachi melebarkan bongkahan pantatnya dan sesuatu yang basah mendarat di lubang anusnya.
Sasuke tersentak kaget dan spontan memajukan bokongnya menghindari sentuhan Itachi. Ini keterlaluan, Itachi menjilat lubang anusnya. Itu gila.
"Hmghh.. Nii-san… Jangan, itu kotor.. "
Itachi mendengus geli dan menahan pinggang Sasuke lalu menariknya lagi mendekatkan pantat putih, mulus dan kenyal itu kembali ke depan wajahnya. Kemudian dengan kedua ibu jarinya, ia membuka bongkahan lezat itu lagi, memperlihatkan lubang mungil berwarna merah jambu yang berkerut dan berkedut nikmat.
"Sudah ku bilang, Otouto – tak ada yang kotor dalam dirimu.." Jawab Itachi sambil mencium bongkahan pantat Sasuke bergantian.
Sasuke masih menegangkan tubuhnya, sementara Itachi sudah mulai menjalankan aksinya lagi, tangan kanannya mengocok penis Sasuke pelan dan berirama, sementara lidahnya masih menjilat dan menggelitik bagian luar anus Sasuke. Itachi dengan sabar menunggu Sasuke menyesuaikan dirinya dari rasa malu yang menderanya.
"Ah.. Hmmnn.. Nii-saa.. nnhh.."
Merasa posisi ini begitu memalukan sekaligus erotis, tubuh Sasuke melems dan kepalanya terjatuh tepat disamping penis Itachi yang sedang berdiri gagah dengan cairan bening kental yang keluar dari lubang kecil diatasnya. Sasuke memejamkan matanya malu, namun matanya kembali terbelalak ketika dirasakannya lidah Itachi mulai mendorong masuk ke dalam lubangnya.
"Nii-san.. Hhaahh.. ahnghh.. Jangan.. Lepas.. Kotor.. "
Tak ada reaksi dari kakaknya dan sosok yang dikagumi Sasuke itu malah semakin asyik dengan kegiatannya, Sasuke pun mulai berinisiatif ingin memuaskan kakaknya. Dengan sedikit ragu, ia menggenggam penis Itachi dan mendaratkan lidahnya di ujung kepala penis yang gagah itu, lalu menjilatnya ringan. Mengecap cairan pelumas milik kakaknya.
"Pintar, Sasuke… Teruskan.."
Mendengar kakaknya merespon tindakannya, mendadak Sasuke merasa bersemangat, ternyata membuat kakaknya bereaksi seperti itu menyenangkan juga. Terlebih merasakan lidah Itachi yang benar-benar sudah masuk kedalam anusnya, Sasuke benar-benar terangsang dan senang dengan sensasi barunya ini. Tanpa sadar, ia mendorong pantatnya mundur ke arah Itachi seolah ingin lidah kakaknya masuk semakin dalam.
"Hmmmhh.. Mmphh.. Nnnhh.." Erang Sasuke tertahan.
Kini, penis Itachi sudah masuk sepenuhnya ke dalam mulut Sasuke, dengan ganas Sasuke menghisap batang daging yang keras itu, menjilatnya penuh nafsu seolah sedang menjilat sebuah eskrim yang lezat, air liur sudah meleleh ke pinggir bibir Sasuke bahkan ada yang menetes di simfisis Itachi. Sasuke mulai menggerakkan kepalanya naik turun dengan tempo yang sedikit lambat sambil terus memutar lidahnya di sepanjang organ intim kakaknya.
"Ssshh.. Sasuke.. Ahhh… Nikmat, Otouto.. Ohhh.." Desah Itachi menikmati tiap gerakan adiknya di penisnya.
Perlahan, Itachi mengangkat bokong Sasuke agak lebih ke atas, mengarahkan penis Sasuke ke mulutnya, dan tanpa berlama-lama Itachi langsung melahap penis Sasuke yang sudah banjir dengan cairan pelumasnya.
"Aaahh… Nii-saaannn… Haahhh…" Seru Sasuke spontan melepas kulumannya di penis Itachi dan langsung mendongakkan kepalanya saat mulut panas Itachi menyelimuti penisnya.
Mata Sasuke terpejam kuat, rasa geli dan panas menyeruak di area pribadi dan selangkangannya, kaki yang menyangga tubuhnya mulai gemetar, mulut Itachi menjepit penisnya dengan kuat, itu sudah cukup membuatn tubuhnya bergetar, bagaimana jika Itachi sudah menggunakan lidahnya dan menghisap penisnya, mungkin Sasuke akan terbang ke surga.
Teringat bahwa pekerjaannya tertunda, Sasuke menarik nafas panjang dan kembali membuka matanya, lalu meraih penis Itachi dan memasukkannya lagi ke dalam mulutnya, meniru aksi kakaknya, ia pun menjepit penis Itachi dengan bibirnya dengan kuat, di tambah dengan lidahnya yang menyapu dan menggelitik kejantanan milik sang kakak.
"Sasuke – Ohh… Ssshh… Terus, Sasuke… Aaahh…"
Bahkan seorang Uchiha Itachi pun tak sanggup menahan desahannya akibat serangan adiknya yang cukup liar, baiklah, Itachi pun tak pernah menyangka adiknya bisa sepintar ini. Si sulung yang tampan ini ikut menggerakkan pinggulnya ke arah yang berlawanan dengan gerakan kepala Sasuke, namun tetap menjaga agar adiknya ini tidak tersedak.
Sambil menikmati penisnya yang sedang dimanja oleh sang adik, dan tentu saja ia pun memanjakan milik adiknya, kini, Itachi maju ke tahap selanjutnya. Anus Sasuke yang sudah basah karena air liurnya tadi, mulai dipijat lembut oleh jarinya, digerakkannya jarinya di permukaan lubang bulat dan berkerut itu, menekan halus dan sedikit memasukkannya lalu dikeluarkan lagi.
"Nii— Aahh… Ma-masukkan… Hmmmpp…" Erang Sasuke seraya mendorong bokongnya ke arah jari Itachi yang tadi menggoda lubangnya.
Senang dengan reaksi spontan Sasuke itu, Itachi tak ingin berlama-lama, ia pun langsung melesakkan jarinya ke lubang sempit adiknya, sementara mulutnya masih sibuk memanjakan kejantanan sang adik. Jari telunjuknya yang sudah masuk secara keseluruhan, mulai digerakkannya secara memutar dengan perlahan dan hati-hati.
"Hmmpp… Mmmpphh.. Hmnnn… "
Sasuke merasakan kenikmatan yang luar biasa dengan ide baru kakaknya ini, benar-benar memberinya warna. Tak menyesal ia mematuhi apa yang diperintahkan Itachi sebelumnya. Ternyata kakaknya ingin memberikan suasana baru dalam bercinta untuknya, terlebih Itachi sekaligus ingin menjaga kehamilannya. Luar biasa. Sasuke merasa bahagia—jauh dilubuk hatinya. Ia semakin terdorong ingin memuaskan kakaknya juga. Ia ingin tak ingin mengecewakan kakak tercintanya.
Tangan Sasuke mulai beraksi, kelima jarinya bergerak ke tempat dimana dua buah bola kembar dibawah batang kemaluan Itachi itu berada. Sambil mengelus lembut belahan selangkangan Itachi dan meremas paha sang kakak, tangan Sasuke mulai jahil menarik lembut rambut kemaluan Itachi yang mengitari benda yang merupakan sumber kenikmatan surgawi itu.
Masih tetap dengan gerakan naik turun di penis Itachi, tangannya kini meraih bola kembar tersebut dan menggenggamnya dengan lembut, sementara lidahnya, ia arahkan ke lubang kecil di ujung kepala penis Itachi dan menusuknya bersamaan dengan diremasnya gemas buah yang menggantung dibawahnya.
Itachi tersentak akibat ulah Sasuke, ia menghentakkan pinggulnya ke atas.
"Sasuke! Ohhh… Luar biasa… Aaaahh…"
Senang dengan reaksi Itachi dan ia ingin mendengar lagi suara desahan penuh nikmat kakaknya ini, ia mengulang kegiatannya, meremas dan memutar buah kembar tersebut dengan lidah yang menggelitik sekeliling organ intim sang kakak dengan sesekali memijat paha Itachi serta menarik-narik halus rambut kemaluan Itachi. Sasuke menyenangi 'tugas' nya ini.
"Ssshhhh…. Haaahhh…. Sasuke, kau nakal .. Ahhh… Ohhh…"
Itachi mati-matian menahan dirinya agar tidak klimaks mendahului sang adik, dan sebagai timbal baliknya, Itachi ingin adiknya segera mencapai klimaks karena ia sendiri tak tahu kapan puncak kenikmatan akan diraihnya. Menghindari klimaks duluan, serangan Itachi mengganas, kuluman di penis Sasuke di ganti dengan kocokan di tangannya.
"Jangan ditahan, Sasuke – Kakak tahu kau sudah mencapai batasmu.."
Kocokan tangan Itachi di penis Sasuke kian cepat, dan jari yang tadi di dalam anus Sasuke, juga digerakkan keluar masuk dengan tempo yang cepat, bokong sang adik menggelinjang sebagai respon dari tindakannya.
"Kakak.. Ahhh …. Mmmnnhh… Aahhhh…"
Tak mau kalah, Sasuke pun ikut memperganas serangannya, gerakan kepalanya naik turun semakin cepat, dan remasan di skrotum Itachi semakin erotis bahkan sesekali jari telunjuknya ikut menggelitik dan memijat perineum sang kakak untuk menambah keerotisan dalam sentuhannya.
"Sasuke… Ssshhh… Ooohh… Ohh….. "
Desahan dan erangan terus meluncur dari mulut kedua kakak beradik itu, keduanya mendekati klimaks. Sasuke mendorong pantatnya ke belakang agar jari Itachi menyentuh titik kenikmatan di dalam lubangnya, sementara Itachi sendiri semakin melebarkan kakinya dan menggerakkan pinggulnya seirama dengan kepala Sasuke yang naik turun dengan cepat.
Hingga akhirnya ..
"Aaaarrgghhh… " Jerit mereka berdua bersamaan.
Cairan sperma Sasuke tumpah ke mulut, dagu, dan leher Itachi, dan begitu juga benih cinta Itachi muncrat dengan bebasnya ke muka sang adik. Mereka klimaks bersamaan. Tubuh mereka mengejang, Itachi dan Sasuke sama-sama menghentikan kegiatannya dan menikmati sesi relaksasi mereka masing-masing.
Dengan sisa tenaga, Sasuke membalikkan kembali tubuhnya menghadap sang kakak dan akhirnya ia pun jatuh di dada Itachi dengan nafas yang masih terengah. Itachi merengkuh tubuh Sasuke dan satu tangannya membelai kepala adiknya sambil sesekali mencium puncak kepala sang adik dengan sayang. Ia mencintai Sasuke. Sangat.
"Aishiteru, Otouto…" Bisiknya hangat.
Perlahan, Itachi merebahkan tubuh Sasuke disampingnya, dan menyeka keringat adiknya yang membasahi seluruh tubuhnya. Berhenti di perut Sasuke, ia mencium perut sang adik. Seolah mencium malaikat kecilnya yang masih tertidur didalam sana.
"Aku juga mencintaimu, malaikat kecilku.." Bisik Itachi diatas perut Sasuke.
Sasuke membuka matanya mendengar suara sang kakak dan melihat Itachi yang sedang 'mengurusnya' , senyum tipis terukir di bibirnya, walaupun Itachi tak melihatnya. Hatinya terasa hangat dan lembut. Ia merasa nyaman dalam cinta yang di berikan Itachi. Kakak yang sejak kecil selalu dikaguminya, kakak yang selalu memanjakannya. Ia tak ingin kehilangan Itachi.
Dengan gerakan yang masih lemah, Sasuke menarik tangan Itachi dan menaruhnya di pipinya lalu mencium telapak tangan sang kakak. Itachi sedikit heran dengan ulah adiknya kali ini, bagaimanapun Sasuke adalah makhluk unik yang super jarang menunjukkan perasaannya, khususnya perasaan cinta.
"Nii-san – Suki.." Bisik Sasuke.
Senyum Itachi merekah mendengar bisikan adiknya yang pelan tersebut. ia kembali berbaring miring di samping Sasuke dan memandang lembut adiknya, lalu mencium keningnya, kedua matanya, hidung dan bibirnya. Itachi tahu ini adalah sebagian efek dari mood swing Sasuke, tapi tentu saja efek yang seperti ini Itachi menyukainya. Ah, seandainya saja, ia selalu bisa bertemu Sasuke dengan mood swing seperti ini. Pasti membahagiakan.
"Ore mo suki da yo, Sasuke.."
Itachi menarik selimut dan menutupi tubuh telanjang Sasuke, biarlah seperti ini, ia tak tega jika harus menyuruh Sasuke memakai bajunya terlebih dahulu karena dilihatnya sang adik begitu kelelahan dan mengantuk, Matanya yang terpejam itu seolah menggambarkan bahwa adiknya berada dalam kedamaian, Itachi ingin membiarkan Sasuke beristirahat, mengistirahatkan pikirannya yang sejak awal hamil dulu begitu tertekan dan lelah. Juga fisiknya yang beberapa waktu ke belakang mengalami penurunan stamina yang drastis.
Entah apa lagi yang akan terjadi di usia kehamilan selanjutnya dan selanjutnya. Apa saja yang harus dipersiapkannya, bagaimana ia harus menjaga Sasuke dan buah hatinya, menghadapi persalinan Sasuke nanti, apakah harus persalinan secara normal atau melalui sectio, Ah – begitu panjang perjalanannya. Itachi tersenyum sendiri membayangkannya. Hubungan penuh dosa ini masih tersisa secercah cahaya kebahagiaan.
Itachi bersyukur, dan masih tenggelam dalam khayalan tingkat tingginya, akhirnya ia mengantuk dan tertidur disamping adik tercintanya.
.
.
.
.
TBC
Thanks for reading.
Please leave your review.
Best regards.
