Naruto The Next Poseidon

Disclaimer :: Naruto & Highschool DxD

Naruto [Masashi Kishimoto] & Highschool DxD [Ichie Ishibumi]

Pair : Naruto.U X ...

Warning : AU, OOC, abal, gaje, typo, Ngayal Dsb

DONT LIKE DONT READ


.

.

.

Namikaze Naruto sang Renkarnasi dari putra Poseidon dan Athena sedang menjalankan tugas dari sang Lucifer di dunia manusia yaitu untuk mengawasi adik dari sang Lucifer yaitu Rias Greamory. dan Naruto kini sedang mengawasi Rias dan para Peragenya yang sedang berlatih demi memenangkan Rating game dengan keturunan ketiga dari keluaraga phoenix dan ini sudah hari ketiga Naruto mengawasi Rias dan Pearagenya

"Sakiryuutei? hmmm menarik. Kita lihat saja kau bisa menang melawan burung itu atau tidak" ucap Naruto dan kemudian menghilang dalam lingkaran sihir bewarna biru khas Keluarga Namikaze

dan kini Naruto sudah berada di hadapan sang lucifer untuk melaporkan hasil pengamatannya selama ini

"bagaimana Naruto?" tanya sang lucifer itu dengan nada penasaran

"tidak ada yang menarik, hanya mereka berlatih untuk menghadapi Rating game itu dan kalau di amati mereka kemungkinan besar akan kalah dalam Rating game itu" ujar Naruto kepada Lucifer

"sesuai dugaanku, jadi saat pesta pertunangan nanti kau harus melawan Raiser" Ujar Lucifer dengan tersenyum jahil dan itu sukses membuat putra Poseidon itu melotot ke arah sang Lucifer

"untuk apa aku melawan burung itu, itu hanya akan merepotkanku Sirzech-sama" Ujar Naruto yang terdengar dengan nada keberatan

"aku tidak terima penolakan" Balas sang lucifer tak mau tahu

"sialan kau Sirzech, tapi baiklah aku akan memberi pelajaran kepada burung itu" Ujar Naruto

"dan tunggu saja kejutan dariku Naruto' Batin Sirzech dengan tersenyum jahat dengan rencana yang akan dilakukannya pada Naruto sedangkan Naruto sendiri yang melihat senyuman sirzech yang aneh merasakan sebuah firasat buruk yang akan menimpanya

"bagus, karena keluarha phoenix memintaku untuk memberi pelajaran kepada Raiser atas sikap arogannya" Ujar Sirzech dengan nada senang

.

TIME SKIP ESOKNYA DALAM RATING GAME

Kini Raiser sedang membuat bola api besar dan akan di lancarkan kepada Sakiryuutei

Greebb...

Sebuah pelukan menghentikan aksi Raiser seketika. Menatap siapa yang memeluknya, seketika membuat seringai lebar tercetak diwajah Raiser. Dan menatap Issei dia bisa melihat raut wajah kecewa yang jelas.

"Sudah cukup... " Rias masih memluk Raiser dari belakang. "... aku menyerah"

Kata-kata itu, kata-kata yang mengakhiri Rating Game ini seketika. Dan sebuah kata yang menyatakan kekalahan kelompok Gremory.

Berbalik arah Raiser kemudian memeluk Rias dengan erat. Sengaja menunjukan kemesraan paksa didepan Issei yang terlihat kecewa. Kecewa dengan kekuatannya. Kecewa dengan yang terjadi. Kecewa dengan perjuangan semua anggota keluarganya yang pada akhirnya berujung pada kekalahan.

Dan yang terpenting masih merasa lemah... apa dia memang selemah ini.

"Rias Ojou-sama menyerah dengan begitu artinya Rating game ini dimenangkan oleh Raiser Phoenix sama" Ujar Grayfia terhadap para penonton. Dan seminggu dari sekarang pesta pertunangan antara Rias dan Raiser akan di laksanakan dan setelah itu dimensi yang di buat untuk rating game kemudian menghilang

"membosankan, seperti yang aku duga dari awal" ujar Naruto

"ahahaha... kau memang hebat dalam menganalisis sobat, jadi bersiap-siaplah untuk menggu depan" Ujar Sirzech kepada Naruto

"hah... baiklah aku akan mempersiapkan siri untuk melawan burung itu" Ujar Naruto dan kemudian menghilang dalam lingkaran sihir

0.0

Kini Naruto berada di sebuah tempat yang di sebuatnya rumah yaitu mansion Namikaze dan dia masih merenungkan tentang pertarungan yang akan terjadi semingu dari sekarang

"hah apa aku harus mengeluarkan kekuatanku yang sebenarnya mengingat aku sulit menang jika harus menggunakan kecepatan terus" ujar Naruto

"gunakanlah nak ini sudah waktunya untuk kemunculan lagi sang pangeran laut"

"Ayah?" Ujar Naruto yang mendengar suara familiar ayahnya tepatnya adalah Poseidon

"baiklah ayah jika ini sudah waktunya aku akan melakukannya"

0.0

Dan kini tiba saatnya pertunagan Raiser dan Rias atau bisa disebut pertarungan Raiser dan sang putra Dewa laut Naruto

"sepertinya hari ini akan menarik, dan akan ku buat burung iru tidak bisa bernafas" Gumam Naruto

- Sedangkan Di Pesta pertunangan -

Di sebuat ruangan megah tepatnya aula bernuansa putih tanda akan di adakannya sebuah ikatan suci antara keluarga Gremory dan Phoenix tengah berdatangan para tamu undangan yang cukup banyak, melihat karna acara tersebut adalah acara pertunangan 2 clan dari 72 pilar iblis yang tersisa dan juga mempelai wanita adalah adik dari raja iblis Lucifer yang sekarang,jadi tidak heran kalau pesta tersebut mengundang banyak tamu dari iblis kelas bawah maupun kelas atas.

Tapi nampaknya acara tersebut tidak mendapat respon bagus dari mempelai wanita karna sang mempelai wanita yaitu Rias tidak mencintai sang mempelai pria dan dia terpaksa melakukan pertunangan ini karna desakan dari kedua belah pihak keluarga juga karna dia kalah dalam Rating game.

"issei!"ucap Rias lirih saat menatap penampilannya di hadapan cermin besar. Dalam hatinya dia berharap bahwa dia menikah dengan pria yang dicintainya bukan pria arogant seperti Raiser itu.

"andai saja aku tidak egois" lanjutnya saat dia mengingat kejadian akhir di Rating game. Dengan gagah berani sang Pawn Issei mati-matian bertarung melawan Riser yang jelas-jelas kekuatanya diatas Issei tapi tetap saja Issei melawannya walaupun harus membahayakan pada akhirnya Issei kalah karna dirinya menyerah untuk menyelamatkan nyawa Issei budak yang berharga.

Setitik liquit bening mengalir dari kedua iris green and blue-nya saat mengingat ke jadian tersebut dan itu pula karna pria yang merebut hatinya kini terbaring dalam kondisi penyembuhan. "Rias Ojou-sama waktunya telah tiba"ucap salah satu maid mengingatkan kepadanya.

"baiklah" jawab Rias dengan senyum palsu untuk menutupi rasa sedih yang menghiasi wajah ayunya dan dia beranjak keluar dari kamarnya untuk menuju aula tempat acara yang akan di mulai.

"selamat datang para bangsawan dari dunia Iblis. Keluarga Phoenix merasa terhormat atas kehadiran kalian malam ini. Kami mengundang kalian untuk mengumumkan secara resmi bahwa aku Raiser Phoenix dan Rias Gremory, pewaris dari keluarga Gremory akan segera menikah." Ucap raiser yang ada di tengah-tengah pesta.

"langsung saja aku perkenalkan calon istriku, Rias Gremory…." Lalu selanjutnya muncul lingkaran sihir keluarga Gremory dan menampakkan Rias dengan baju pengantin berwarna putih.

"Tunggu Raiser" Ucap sesorang yang memakai Zirah dan memiliki Rambut berwarna crimson

"ada apa Sirzech-sama?" tanya Raiser penasaran

"sebelum kau melakukan pertunanganmu dengan Rias, ada yang ingin melawanmu dan anggap ini sebagai tes" Ujar Sirzech kepada Raiser

'Ingin? bukankan kau yang menyuruhku seenakmu? dasar licik' pikir Naruto

"sebanyak apapun tes yang kau berikan pasti bisa melakukannya" ujar Raiser sombong

"baiklah jika yang memenangkan pertandingan ini maka akan langsung menikah dengan Rias, tapi jika kau kalah pertunangan ini di batalkan dan yang menantangmu adalah Namikaze Naruto" Ujar Sirzech

"hanya dengan dia? aku bisa menang dalam 10 detik" Ujar Raiser sombong sedangkan Naruto tidak peduli sedangkan Rias menatap Naruto soalah bertanya "siapa kau?"

"lebih baik kita mulai pertarungannya" Ujar Naruto

"baiklah Grayfia, bawa mereka ke arena" perintah Sirzech.

"Ha'i Sirzech-sama" jawabnya.

Setelah itu Naruto dan Raiser dipindahkan ke sebuah arena pertarungan. Sementara Sirzech dan para tamu yang lain menonton dari tribun yang telah disediakan.

"Baiklah jika kalian sudah siap pertarungan dimulai", ucap Grayfia memulai pertarungan.

0.0

Kini pertarungan mereka dalam beberapa saat hanya di warnai dengan keheningan pasalnya tidak ada yang menyerang terlebih dahulu padahal pertandingan sudah di mulai dari beberapa menit yang lalu

"Nii-san kenapa mereka tidak menyerang" tanya Rias kepada Sirzech

"aku juga tidak tahu mengapa mereka hanya saling memandang" jawab Sirzech yang melihat belum terjadi pertarungan di antara mereka

tapi kemudian suara dari Naruto membuat Raiser marah dan ingin membunuh Naruto

"Raiser aku memberimu kesempatan menyerangku selama 2 menit, tanpa aku beranjak dari tempatku" Ujar Naruto santai dengan tangan di masukkan di dalam saku celananya

"sialan kau Namikaze, aku akan membakarmu" Ujar Raiser yang kini kedua tangannya terdapat bola api dan ia lemparkan k arah Naruto dan terjadi ledakan kecil

"hanya segitu kemampuanmu sungguh memalukan untuk iblis murni" Ujar Raiser somong sedangkan Rias menatap tak percaya orang itu karena dalam satu serangan langsung kalah dan kemudian sebuah pemandangan membuat matanya terkejut bahkan Sirzech sekalipun yang sudah kenal dengan Naruto

"kau terlalu tinggi mengambil kesimpulan Raiser" balas Naruto

"bagaimana bisa dia menghindari serangan Raiser?" tanya Rias kepada kakaknya

"aku juga tidak tahu, seperti biasa Naruto sosok yang penuh dengan kejutan" ujar Sirzech dan Rias hanya mangut-mangut

dan Raiser yang melihat itu kemuddian memunculkan sayap api dan menyerang Naruto dengan bola api di kedua tangannya secara membabi buta dan merasa yakin bahwa Namikaze menyebalkan itu sudah mati tapi pemikiran itu tiba-tiba hilang saat mendengar suara sosok yang menjadi lawannya"

"waktu 2 menitmu sudah habis dan sebelum aku mengakhiri pertarungan ini aku ingin memberitahummu satu hal" ujar Naruto sedangkan Raiser hanya memandang dengan perasaan campur aduk antara tak percaya, bingung, kesal, dan marah

"cih... apa itu?" tanya Raiser dengan arogant sedangkan Naruto yang melihat itu membatin 'tetap sombong padahal tak bisa berbuat apa-apa'

"aku akan memberitahumu satu hal, api tidak akan pernah bisa memusnahkan air." ujar Naruto dan membuat semuanya terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Naruto bahkan para Mou sekalipun

'Apa maksud dari Naruto?' pikir para Mou

"apa maksudmu brengsek" teriak Raiser pada Naruto

"aku akan memberitahumu..." ucapan Naruto menggantung

"trident water"

dan kemudian muncul sebuah Trisula yang terbuat dari air dan trisula itu membuat semua orang terkejut bahkan tak percaya dengan apa yang dilihatnya

'Tidak mungkin itu adalah Trisula Poseidon' Pikir para Iblis yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya

"Buchou memangnya itu apa? kenapa semuanya jadi terkejut setelah melihat senajata itu?" tanya Issei kepada Rias yang memang tidak mengerti tentang senjata itu

"itu adalah senjata Trisula air milik Poseidon salah satu dewa pengghuni Olympus dan aku tidak menyangka bahwa salah satu anggota Klan Namikaze bisa menggunakannya" Jelas Rias kepada Issei sedangkan Issei terkejut sama seperti ekspresi yang lainnya

'Seperti aku memilih orang yang tepat' Pikir Sirzech tersenyum

"Raiser terimalah akhirmu" ujar Naruto dan kemudian melempar trisula itu kearah Raiser dan mengenai lehernya setelah itu menancap di tanah sedangkan Raiser yang mencoba untuk melepaskan Trisula itu tidak pernah bisa

"lepaskan aku brengsek" teriak Raiser yang sudah tidak bisa bergerak lagi kerana lehernya terkunci

"masih saja sombong walau kau sudah tidak bisa berbuat apa-apa" ujar Naruto dan kemudian membentangkan kedua tangannya

" water waves"

dan kemudian muncul gelombang air dari pinggiran Arena yang membentang dan kemudian Naruto mengarahkan tangannya kearah Raiser dan air bah itu langsung meerjang kearah Raiser yang sekarang sudah gelagapan karena tidak bisa berbuat apa-apa karena apinya tidak bisa muncul di dalam air. dan merasa sudah cukup Naruto merentangkan kedua tangannya kembali dan air itu sudah meminggir kearah pinggriran arena dan kemudian menghilang bak di telan bumi dan terlihat kondisi raiser yang sudah tidak bergerak dan tak lama kemudian mucul sosok gadis dengan sayap api membawa Raiser dan sebelum membawa Raiser, ia sempat menayakan sesuatu kepada Naruto

"apa yang kau lakukan kepada Nii-sanku?" tanya revel kepada Naruto

"aku hanya membuatnya tidak bisa bernafas, tidak lebih tidak kurang" ujar Naruto dan kemudian meninggalkan arena dan kemudian datang kearah Sirzech berniat ingin pergi karena urusannya sudah selesai

"Sirzech aku sudah selesai dengan urusanku bolehkan aku pergi sekarang?" tanya Naruto kepada Sirzech

"siapa bilang urusanmu sudah selesai?" ujar Sirzech dan membuat Naruto bingung

"apa maksudmu?" tanya Naruto yang semakin bingung

"apa kau melupakan kata-kataku tadi Naruto?" tanya Sirzech dan kemudian Naruto masuk dalam pose bepikir sedangkan Sirzech terus tersenyum licik, dan betapa terkejutnya Naruto setelah mengingat kata-kata Sirzech saat sebelum dirinya melawab raiser 'baiklah jika yang memenangkan pertandingan ini maka akan langsung menikah dengan Rias, tapi jika kau kalah pertunangan ini di batalkan dan yang menantangmu adalah Namikaze Naruto'

"sial Sirzech benar-benar licik aku sampai terjebak, menyesal aku tidak mendengarkan ucapannua tadi' Pikir Naruto

tapi saat Naruto ingin melontarkan kata-kata kepada Sirzech muncul dua sosok yang tak lain tidak bukan adalah Lucius Gremory dan Venelana Gremory yang tak lain adalah orang tua dari Rias dan Sirzech yang sedang menatap Naruto dengan tatapan berbinar terutama Venelana

"jadi ini mantuku, Naruto bersiaplah pesta pernikahan akan dilakukan 10 menit lagi" ujar Lucius yang masih tersenyum

"jangan tegang begitu Naruto-kun, santai saja" ujar Venelana yang juga tersenyum kearah Naruto tapi Naruto hanya mendesah dan hanya menerima keadaannya yang sekarang

"tenang saja, kau pasti menyukainya adik ipar" bisk Sirzech kepada Naruto

"kau sialan Sirzech, kau menjebakku dan bermain dengan kata-kata" balas Naruto kepaada Sirzech seraya memberikan Deathlare

"terimakasih adik ipar" balas Sirzech dan kemudian menghilang dari hadapannya dengan lingkaran sihir, tak lama kemudian Issei medatangi Naruto

"Naruto-san aku serahkan Buchou padamu dan tolong jaga dia, aku rela jika Buchou menikah denganmu karena kau lebih baik daripada Raiser dan aku rasa kau adalah orang yang baik, dan perkanalkan namaku adalah Hyoodo Issei" ucap Issei dan kemudian mejabat tangan Naruto dan Naruto dengan senang hati berteman dengan Issei, dan beberapa saat kemudian Rias medatangi Naruto

"Naruto-san maafkan kakakku, sebenarnya aku sudah tahu tentang rencana Nii-san tapi aku tidak tahu jika aku harus menikah denganmu" ucap Rias kepada Naruto dengan menunduk seperti merasa menyesal

"tak apa Rias, dan panggil aku Naruto aku tidak suka formalitas. yah aku juga tidak tahu sampai seperti ini tapi aku akan berusaha menjalankan apa yang sudah di tetapkan kepadaku" ujar Naruto pasrah dan Rias yang melihat itu tersenyum karena Naruto dengan lapang dada menerima pernikahan ini

"Baiklah Naruto, kurasa pernikahan sebentar lagi akan dimulai, jadi lebih baik kita segera kesana" Ujar Rias dan mendapat anggukan dari Naruto kemudian menghilang dalam lingkaran sihir masing-masing

[TIME SKIP]

Kini Naruto dan Rias sudah menjalankan prosesi pernikahan dan mengucapkan janji dan salah satu Iblis menjadi penghulu mereka kemudian mengucapkan kata yang membuat mata mereka membulat

"... baiklah kalian diperkenankan mencium pasangan kalian" ujar penghulu itu dan kemudian Naruto dan Rias berpandangan beberapa saat dan tanpa sadar mereka memajuka wajah mereka

CUP

dan bibir mereka bertemu, mereka melakukan ciuman beberapa menit kemudian melepasnya karena kebutuhan oksigen dari mereka dan para Mou memberikan selamat kepada Naruto dan Rias

"selamat Naruto-san, Rias" ujar Seraffal kepada Naruto kemudian Falbium yang mendekat kearah mereka

"Selamat kalian berdua, dan semoga kalian bahagia" ucap Falbium setelah itu giliran ajuka dan kemudia Sirzech

"selamat untuk kelian adik-adikku dan semoga kalian bahagia" ucap Sirzech searay tersenyum licik sedangkan Naruto yang melihat itu mendengus, dan sekarang giliran untul Lucius dan dan Venelana Gremory yang memberikan selamat kepada mereka

"selamat untuk kebahaigian kalian berdua nak, dan lebih baik Rias setelah ini kamu masuk dalam Evil Pieces Naruto" ucap Lord Gremory sedangkan Rias hanya mengangguk

"dan aku ingin cepat menimang cucu dari kalian" ucap Venelana sembari terus tersenyum sedangkan Naruto wajahnya memucat

~-TBC-~