The Last Nikuya Clan
Genre : Adventure, Fantasy, Friendship, Romance, and Supernatural
Pairing : Naruto x ?
Disclaimed : Naruto & High School DxD bukan punya saya.
Summary : Naruto Nikuya, sosok terakhir penghuni dari klan Nikuya, hatinya tersakiti, dikhianati…dengan sifat kekanak-kanakannya, ia mencoba menutupi sakit hatinya.
Warning: Abal, Gaje, Miss Typo (Bertebaran), Semi-Canon, OC, OOC, SMA (Sistem Mikir Acak-acakkan) And Etc.
Chapter 2.
Sosok pirang ini duduk dengan santai di ayunan yang berada di taman belakang, sembari matanya mengawasi dua Phenex yang berada di dalam ruangan tingkat dua dalam gedung yang berada di depannya.
(Di dalam Klub)
Mungkin kalau ada kata yang cocok untuk keadaan saat ini, mungkin lebih baik kalau dikatakan…tegang, dan sarat akan emosi.
Rias Gremory dengan segala ego yang dimilikinya mencoba menolak untuk menjadi istri dari pemuda pirang di depannya. Menjadi istri pemuda yang bersandangkan nama 'Phenex' ini sama saja terjun ke dalam Neraka terdalam, ia akan berakhir menjadi cangkang kosong yang ditinggalkan oleh pemiliknya.
Bicara tentang cangkang kosong, gad—wanita berambut putih itu hanya diam tak bersuara. Kalau boleh ia jujur, ia ingin pergi dari drama siang yang telah dirancang oleh daun takdir dari sebuah pohon yang berisikan data tentang kehidupan dan kematian seorang, pemandangan di depannya ini begitu menusuk relung jiwa rapuhnya. Melihat Rias yang seperti ini mengingatkannya saat pemuda pirang penyandang Nikuya ini mengisi hari-harinya.
Dan bicara soal Nikuya, gadis berambut pirang yang bersandangkan nama Phenex ini tak sengaja menangkap pemandangan luar biasa hebat dan langkanya. Sosok seorang pemuda—sebut saja begitu!—tak sengaja bermain mata dengannya, mata biru indah itu menatap lembut ke arah matanya. Rambut pirang cerah milik sang pemuda seperti api terang nan adam bagi hatinya.
Sosok tersebut begitu mirip dengan figura sebuah lukisan keluarga di dalam istananya. Sosok yang sangat mirip dengan…
"Naruto-nii" kita panggil saja dia Ravel!—gadis cilik ini berujar dan membuat suasana yang tadinya bersitegang menjadi diam, tenang, dan damai. Mata violet milik wanita berambut putih ini melebar mendengar nama dari sosok pengisi kehampaan hatinya, Issei yang memiliki kekuatan dari naga merah pembawa keberuntunga dan kesialan—menurut kepercayanan orang China—mengkerutkan dahinya, heran.
Namun saat mereka melihat Ravel yang melihat ke luar jendela, membuat hati mereka dag-dig-sug-der ingin melihat sosok yang di lihat oleh Ravel.
Gadis dengan surai pirang dan gayanya yang mirip bor ini melihat pemuda pirang itu melambaikan tangan kanan kepada gadis ngebor ini—sebelum menghilang dari hadapan matanya dan hanya meninggalkan api hitam sekelam malam tampa bintang dan bulan.
Bibir merah muda miliknya mengulas sebuah senyuman—walaupun sekilas, tapi setidaknya ia bisa melihat sang kakak angkat yang sangat ia kagumi. Yah~walaupun ada perasaan kecewa dihatinya sih—tapi ia yakin, jika Naruto Nikuya menampakkan wajahnya pasti tidak lama lagi mereka akan bertemu. Pasti!.
Grayfia dan yang lainnya hanya melihat ayunan kosong yang bergerak sendiri—tapi jika mereka bukan iblis yang memiliki pemandangan yang tajam, pasti mereka tidak akan melihat sebuah liontin yang tertinggal di bawah ayunan tersebut, dengan warna perak sianat-?- dan dilapisi oleh Kristal-kristal permata shappire yang indah.
Ravel dan Raiser terbang dengan sayap api mereka, lalu mengambil liontin tersebut. Membuka benda bundar tersebut dan melihat isinya…
"…"
Yang ada di dalam liontin tersebut hanyalah sebuah kaca dan secarik kertas yang berbunyi :
'Untuk kalian adik yang belum pernah kutemui, aku meminta maaf!. Banyak hal yang harus kulakukan di dunia manusia ini—bermain, bertengekar, dan sesuatu yang belum pernah kulakukan di dunia bawah bisa kulakukan di dunia manusia.
Maaf jika pertemuan kali ini aku undur—aku berjanji tidak lama lagi kita akan bertemu!'
PS : Apa hadiah yang kuberikan ada pada kalian?
Naruto N.
Tangan mereka dengan cepat bergerak memegang saku celana, mengambil sebuah benda yang berbentuk hati dengan warna emas yang berada di tangan Raiser dan biru shappire yang indah berada di tangan mungil milik Ravel. Benda bundar yang sering disebut dengan nama liontin ini memancarkan cahaya terang dari setiap warnanya, pertanda bahwa sang empunya benda tersebut berada di dekat mereka, mengawasi mereka dengan seksama, sebelum sinar tersebut mulai padam-pertanda bahwa kakak angkat mereka tidak berada lagi di sekitar mereka.
Mata violet itu melebar, manampakkan cairan bening yang melambangkan ribuat emosi yang selama seratus tahun ini ia pendam. Sungguh-jika ia diberi kesempatan lagi, ia tak akan menyiakannya dan itu pasti!. Ia rela mengikuti Naruto kemanapun pemuda pirang ini pergi, bahkan ke Surga'pun ia rela, asalkan bisa bersama dengan pemuda pirang ini lagi.
Bahunya bergetar menahan isakan yang tak lama lagi akan keluar-tanpa membuat suara, Grayfia membuat lingkaran sihir, meninggalkan iblis muda yang masih bingung dan senang bukan main.
...
...
Sihir teleportasi muncul di sebuah taman yang sudah agak hancur, taman di mana ia pertama kali bertemu dengan pemuda yang memiliki aura sehangat matahari dan mata yang bisa menenangkan jiwa yang gundah gulana. Namun sekarang yang tinggal hanyalah sebuah kenangan manis yang dibumbui dengan pahatan relief para dewa dengan keindahan yang luar biasa. Jika dulu keindahan tersebut bisa ia rasakan, tetapi sekang keindahan tersebut hanya menjadi hantu yang sangat ia takuti—bahkan ia pernah berharap agar tidak bertemu dengan Naruto Nikuya, jika pada akhirnya ia malah menghianati cinta tulus yang diberikan pemuda tampat tersebut.
Tapi mengapa? Mengapa wanita ini sangat sulit untuk melupakan senyuman yang selalu mampir di wajah pemuda terebut? Mengapa takdir kejam sangat sulit ia lupakan?.
Memikirkan hal-hal tersebut membuat jantungnya berdetak dengan cepat, sangat cepat sehingga membuat wanita ini sesak nafas karnanya hingga pada puncaknya kegelapan datang menjemputnya.
...
Dengan tanpa suara yang bisa merusak nyanyian alam, sebuah benda mendarat di taman tempat di mana wanita berambut putih ini tertidur dengan isakan pilu yang bisa membuat hati makhluk yang mendengarnya teriris, wanita ini sekarang menampakkan sisi lemahnya di hadapan publik.
Tangan tan ini dibawa menuju kepala silver milik iblis pengendali es ini, walaupun hatinya sakit, tetapi setidaknya ia sangat merindukan masa-masa di mana ia dan wanita mamadu cinta yang penuh akan keromantisan-yah walaupun itu versi Naruto sendiri.
Tangan miliknya mengelus lembut rambut salju milik Grayfia, mengelus selembut mungkin agar tidak membangunkan putri tidur ini.
"Naru...gomen" tangannya terhenti sesaat, sebelum mulai bergerak kembali mengelus surai putih salju milik Grayfia.
"Kamu tahu'kan sifat alami seorang Nikuya?—tak mungkin dan mustahil untuk seorang Nikuya membenci sesuatu yang pernah ia sukai" Naruto membawa kepalanya untuk mengecup kening putri tidur ini, lalu pergi meninggalkan Grayfia yang tertidur pulas dengan senyuman yang tak tahu kenapa bertengger di mulutnya setelah 100 tahun tidak pernah muncul.
...
Mata milik sang putri tidur ini terbuka saat matahari buatan dunia tempat para iblis bersemayam akan berganti dengan bulan buatan salah satu karya Moau Ajuka Beelzebub yang terkenal akan kecerdasannya. Ia memegang keningnya yang entah kenapa membuat dia tersenyum sendiri. Namun senyuman tersebut kembali luntur, hilang kandas dihajar oleh badai kesedihan yang kembali menderanya.
Kalau Naruto melihatnya seperti ini, apa yang akan dilakukan pemuda itu ya? Mengejeknya? Menghiburnya? Atau..tidak-tidak-tidak!-ia tak boleh memikirkan hal tersebut, lagi pula dengan semua yang dilakukannya kepada pemuda tersebut, apa pemuda itu akan memaafkannya? Tentunya tidak kan?-karna bagaimanapun dosanya adalah Surga baginya.
Namun pikirannya melayang kebeberapa saat yang lalu...Naruto Nikuya telah kembali dan memulai pergerakkannya untuk melindungi yang berarti baginya karna itulah sifat seorang Naruto Nikuya dan tidak akan pernah berubah walaupun badai kesedihan dan penderitaan datang menghadangnya, tetapi apa sekarang masih seperti dulu?—100 tahun telah terlewat dan keberadaan Naruto Nikuya tidak ada yang mengetahuinya dan sekarang apa pemuda hyper itu akan datang dan menawarkan perlindungan kepadanya?—entahlah.
Dan kenapa?—kenapa ide untuk menambah ini word sangat sulit di dapatkan?—padahal cerita ini sudah tertunda satu bulan lebih?—kenapa?—kenapa Naruto memaafkan Grayfia?—kenapa Naruto Nikuya sangat sulit untuk membenci hal yang pernah ia sukai?—kenapa?—kenapa reader-san sangat sulit memberi masukan ke saya?—KENAPAAAAA?
Saksikan kelanjutan ceritanya di chapter yang mendatang!^^a.
Sebagai tambahan saya punya project fic baru...dengan judul...
The Game.
Summari : Semua Naruto meninggal dari fic ciptaan saya, dan sebagai author yang baik saya membuat cerita ini berdasarkan ilmu pengetahuan dan beberapa mitos yang ada di penjuru dunia. Jadi nikmatilah!
