Kesempatan ke dua?—andai ia benar-benar bisa mendapatkannya…tapi apakah makhluk yang ada di hadapannya ini berkata benar?
"Kau ingin memperbaiki hubunganmu dengan Naruto Nikuya'kan?—aku akan dengan senang hati untuk menolongmu mendapatkan kesempatan tersebut, tapi dengan syarat…jangan pernah mengianatinya lagi!" memang benar ia ingin memperbaiki hubungannya dengan Naruto, tapi bagaimana caranya?—apa hubungan orang di depannya ini dengan Naruto?—dan anggap saja apa yang diucapkan makhluk di depannya ini benar maka, IA—Grayfia—TAK AKAN PERNAH MENGHIANATI NARUTO!.
"Tapi…apa yang telah kau alami sekarang hanya bagaikan mimpi!—ingatanmu hanya akan samar-samar—tubuhmu akan kembali suci, walaupun itu terdengar mustahil karna kau ini iblis. Apa kau mau menerima penawaranku?"
"Tak masalah untukku—aku hanya ingin Naruto di sampingku!—aku tak membutuhkan semua hal di dunia ini—aku hanya menginginkan Naruto!—tapi bagaimana caranya?"
"Hanya satu—kembali ke masa lalu dan memulainya dari..NOL" dan selanjutnya yang dirasakan oleh Grayfia adalah tubuhnya kepanasan.
"AARGGGGHHHH"
The Last Nikuya Clan
Genre : Adventure, Fantasy, Friendship, Romance, and Supernatural
Pairing : Naruto Uzumaki x Grayfia Luficuge.
Disclaimed : Naruto & High School DxD bukan punya saya.
Summary : Naruto Nikuya, sosok terakhir penghuni dari klan Nikuya, hatinya tersakiti, dikhianati…dengan sifat kekanak-kanakannya, ia mencoba menutupi sakit hatinya.
Warning: Abal, Gaje, Miss Typo (Bertebaran), Semi-Canon, OC, OOC, SMA (Sistem Mikir Acak-acakkan) And Etc.
Chapter 3 : Kesempatan ke- 2.
"UWAHHH!" gadis cilik ini terbangun dari 'mimpi' buruk yang menghantuinya—tapi apa benar semua itu mimpi?—sakit yang ia rasakan, rasa bersalah yang ia rasakan, semua itu bagaikan nyata di dalam hatinya.
Naruto Nikuya
Nama itu…semua hal yang ia rasakan berhubungan dengan Nama tersebut. Nama dari pemuda yang menjadi awal dari mimpi buruk berkepanjangannya—tapi kalau hal yang selama ini ia rasakan memang mimpi, kenapa ia masih merasakan sakit yang luar biasa?
Dan lagi umurnya baru menginjak 12 tahun, kenapa ia seperti orang dewasa saja?—apa ia kembali ke masa lalu?—mana mungkin!—hal tersebut tidak mungkin terjadi di dunia ini, tapi…bisa jadi'kan?—tidak ada hal yang mustahil di dunia ini, tuhan saja mati maka kembali ke masa lalu bukan hal yang tabu.
"Ahhh~~~" ia mendesah menyerah pada keadaannya sekarang, biarlah hal tersebut hanya menjadi mimpi buruknya.
"Naruto Nikuya, siapa kau sebenarnya?"
…
…
Pagi ini sama seperti kemarin, ia memulai harinya dengan mandi, lalu menyiram tanaman yang ada di taman belakang istana tempat ia tinggal. Grayfia Lucifuge, siapa yang tak kenal nama tersebut?—ia adalah anak dari kepala pelayan keluarga Lucifer, memiliki kepribadian yang baik, cantik, dan mudah bergaul, walaupun ia sangat jarang menggunakan expressi yang berlebihan, tidak seperti…
…
Naruto Nikuya, bocah yang menginjak fase remaja ini juga melakukan rutinitasnya sehari-hari—ia sadar bahwa ia bukan dari keluarga Phenex, tetapi karna keluarga Phenex senang dengan perangainya yang bisa membuat hati yang sedih menjadi senang, membuatnya mendapatkan julukan [Devil Sun], senyumannya yang cerah, matanya yang jernih membuat beberapa makhluk bahwa Naruto cocok menjadi malaikat dibandingkan iblis.
…
"Hontou?—ne ne, apa yang kau katakana itu benar aka-chan?—apa kau tak berncanda?—kau tahu'kan kalau aku ini tidak suka dibohongi?" remaja labil yang memilki rambut pirang cerah ini melebarkan senyuman mendengar sahabat berambut merahnya menyampaikan pesan yang sangat ia harapkan.
"Hm…aku dengar kalau di reruntuhan klan Nikuya terdapat segel yang sangat sulit, sehingga orang-orang tidak dapat membukannya—tapi menurutku itu adalah blood seal dan hanya yang memiliki darah klan Nikuya yang dapat membukanya, aku mendengarnya dari Prof. Ajuka" remaja berambut merah ini menyengir lebar melihat expresi senang Naruto Nikuya.
"Baiklah, mau'kah kau menemaniku ke sana?"
"Gomen, sebentar lagi aku harus latihan dengan Otou-sama, jadi aku tak bisa menemanimu" expresi kekecewaan terlihat jelas di raut wajahnya yang biasa ceria.
"Ahhh~~kau tak asik Sirzech, tapi sankyu, aku pergi dulu ya, jaa" dan dengan melompati rumah satu persatu, Naruto sudah tidak lerlihat lagi di mata blue-greennya.
"Aku penasaran bagaimana bentuk sayap Naruto ya?"
…
…
Satu per satu pohon ia lompati, tujuannya hanya satu…reruntuhan kaln Nikuya—ia tidak sabar untuk mengetahui rahasia klan Nikuya, ada banyak informasi yang ingin ia ketahui, salah satunya adalah…kenapa klan Nikuya tidak memiliki sayap?
Mata birunya dengan lincah mengamati setiap jalur jalannya, sampai matanya melihat seorang iblis berambut putih salju sedang dikelilingi oleh sekelompok chimera dan minatory di sebuah taman yang sudah tidak dikunjungi lagi.
BLUS
Naruto dengan cepat mengganti jalurnya, menuju arah gadis yang membutuhkan pertolongan.
…
"Oh shit!—bagaimana caranya aku kabur?—kekuatanku belum cukup melawan sekumpulan makhluk ini" sebuah pukulan yang berasal dari Minator berahsil ia hindari, tapi cakar dari seekor chimera berhasil mengenai punggungnya.
CREESSS
"AARGGHHH"
Grayfia menciptakan sebuah tombak es, lalu ia lemparkan ke arah seekor Minator yang hendak menyerangnya, tetapi karna kulit Monator yang terkenal dengan kekerasannya, maka serangan Grayfia hanya seperti gigitan senyum di kulit bajanya.
Ia hanya bisa pasrah, apapun yang ia keluarkan bisa dengan mudah di tangkis oleh kumpulan monter di depannya. Ia menutup matanya, menanti rasa sakit yang akan menyerangnya.
Tapi kenapa?—kenapa rasa sakit itu tak kunjung datang?
Ia kembali membuka matanya, dan yang ada dihadapannya sekarang hanyalah tumpukan monter yang tadi menyerangnya sudah tergeletak tak berdaya dengan darah yang keluar dari mulut mereka.
"Daijobu?" suara ini. Entah kenapa ia sangat merinduakn suara yang seperti ini, terdengar polos, tetapi menyimpan kehangatan yang mendalam.
Ia melihat ke arah samping kanannya.
Mata.
Rambut.
Expresi.
Dan…
Senyuman.
Kenapa semua yang ada pada remaja labil di depannya ini mengingatkannya dengan…Naruto Nikuya?—pemuda yang telah ia khianati di dalam mimpinya?—apa mimpi tersebut bisa menjadi nyata?—bukankah mimpi hanyalah bunga tidur?
"Ha'i"
"Oh…Gomen, aku harus pergi dulu, ada yang harus ku lakukan, Jaa Yuki-Onna"
"Cott—" kenapa ia tak bisa menggerakkan mulutnya?—ia sangat ingin tahu nama remaja yang telah menyelamatkan hidupnya.
Liquid bening mengalir dari mata violet indah milik seorang Yuki-Onna, perasaan bersalah kembali menyelimuti—entah karna apa alasannya.
…
…
Naruto, remaja berambut pirang cerah ini sedang berhadapan dengan sebuah reruntuhan bangunan yang sangat ia yakini kalau reruntuhan tersebut adalah…tempat kelahirannya, tepatnya tempat di mana ia ditemukan oleh keluarga phenex.
"Satte-satte…mari kita lihat apa saja rahasia yang ada pada klan Nikuya!" dia menggigit ibu jarinya, lalu mengoleskan darahnya tepat di sebuah segel yang berbentuk pusaran air. Segel tersebut merespon apa darah milik Naruto Nikuya, perlahan segel tersebut berputar kebalikan dari arah jarum jam.
Dan sekarang!—sebuah pintu muncul dari segel yang telah ia buka.
…
Putar ke kiri.
Putar ke kanan.
Bangun.
Lalu keluar.
"ahh~~kenapa aku tak bisa melupakan dia?" Grayfia menyentuh dada kirinya yang terasa sakit.
"Aku harus tahu siapa namanya!—harus!" ia menutup mata mencoba untuk menikmati waktu istirahatnya, tetapi…
"AHHHH" dengan kasar ia bangun dari tidurnya lalu pergi untuk mencari udara segar, siapa tahu ia mendapat keberuntungan yang tidak terduga.
…
…
Naruto Nikuya, remaja berambut pirang cerah ini berjalan di tengah malam gelap gulita, sembari tangannya membaca sebuah buku dengan motif aneh pada bagian covernya, dan matanya dengan lincah membaca setiap huruf-huruf yang ada pada tiap halaman buku tersebut.
"Oh~~…Nikuya ternyata mempunyai nama lain…Uzumaki ya?—hm hm" tangannya membalik halaman selanjutnya, halamat tersebut berkata :
Nikuya adalah klan iblis yang tercipta dari keturunan seekor yokai dengan manusia yang memiliki 4 tangan. Seorang Nikuya akan memiliki umur abadi ketika dia benar-benar bisa mengendalikan ke-4 tangannya, jika seorang Nikuya berhasil membuka batasannya maka dunia ini berada dalam genggamannya.
"Melewati batasan?—bagaimana caranya?—apa aku harus bertarung mati-matian untuk bisa melewati batasanku ini?—mati kita lihat halaman selanjutnya!"
Yang ditakuti oleh Nikuya bukan musuh, sahabat, keluarga, tuhan, malaikat, iblis, tetapi seorang Nikuya sangat menakuti dirinya sendiri—jika seorang Nikuya gagal membuka batasanya, maka Nikuya tersebut akan menjadi gila dan akhirnya…mati.
"Bahaya!—kalau begitu aku tidak boleh gagal!—aku masih mau menikmati masa muda yang indah"
Jika kau seorang Nikuya dan ingin melewati batasanmu, maka carilah tempat yang bernama Dark Hole, lalu temukan sesuatu yang identik denganmu dan jika kau berhasil menguasainya, maka kau telah melewati batasanmu.
"Dark Hole?— Aku tak pernah dengan sebelumnya, kurasa aku harus bertanya ke Prof. Aju nantinya"
Tangannya menutup buku yang ia temuakn di reruntuhan tersebut, dan ia menyimpulkan jika Nikuya tidak sepenuhnya iblis karna : Nikuya keturuan dari Yokai dan wanita yang memiliki empat tangan, Nikuya hanya memiliki sedikit aura iblis dan selebihnya aura seekor siluman, Nikuya tidak memiliki sayap, melainkan empat tangan, dan yang terpenting ; seorang Nikuya memiliki hati sesuci malaikat—entah apa itu benar atau salah.
"Terima kasih"
"Eh?" remaja pirang ini mendengar suara halus dari arah belakangnya, lalu dengan cepat kepala berputar 270 derajat dan ia melihat gadis berambut putih salju sedang berdiri di depannya dengan gaya berkacak pinggang.
"Untuk apa?"
"Untuk yang tadi—terima kasih sudah menyelamatkanku dari para mekhluk itu"
"Ah~~bukan masalah, Yuki-Onna"
"Namaku Bukan Yuki-Onna, namaku…"
Dan yang akan ia ucapkan selanjutnya harus gagal ketika dua orang iblis ibu datang dan langsung menghentikan aksinya untuk berkenalan.
"Oi Kiiroi!—apa kau berhasil mendapatkannya?"
"Hm..aku berhasil mendapatkannya Aka-chan" balasnya Naruto sambil memperlihatkan buku yang ia temukan di reruntuhan klan Nikuya.
"Ah..kebetulan sekali Prof. Aju di sini. Hei Prof, apa kau tahu sebuah tempat yang dinamakan [Dark Hole]?"
"[Dark Hole]?—hm…ya aku pernah mendengar tentang tempat tersebut, tapi aku lupa di mana lokasi tepatnya, tapi kaua kau mau tahu sekarang, aku bisa melihatkan buku yang menyebutkan tempat tersebut untukmu"
"Hontou?—baiklah…kita ke rumahmu dulu, Prof!" mereka yang dari tadi asik bicara tidak memperdulikan Grayfia yang tengah menahan kesal.
"Ah~~aku lupa memperkenalkannya kepada kalian—perkenalkan namanya adalah…" Naruto menujuk Grayfia, lalu ia memeringakn kepalanya bingung. Oh!—dia lupa kalau mereka belum berkenalan.
"Grayfia. Grayfia Lucifuge"
"Oh…namanya Grayfia Lucifuge, Ne Yuki-Onna…yang merah itu bernama…"
"Sirzech, Sirzech Gremory" remaja berambut merah ini mengulurkan tangannya untuk berkenalan, dan disambut oleh tangan mulus milik Grayfia…Sirzech memerah, ia sekarang merasakan yang namanya…Love at first sight.
"—dan yang hijau ini bernama bernama Ajuka Astaroth, tapi kami lebih sering memanggilnya Prof. Ajuka, karna dia lebih pintar dari kami"
"Yoroshiku"
"Lalu namaku adalah—"
DUARHHHH
Sebuah ledakan terjadi di udara, menandakan perang telah di mulai—perang kali ini adalah perang antara dua fraksi yang sedang berseteru belakangan ini—Akuma dan Da-tenshi.
"Cih… perang ya?—aku sangat membenci perang, Ajuka, sekarang kita ke rumahmu!" Ajuka hanya mengaggunk dan menyetujui ajakan Naruto—lalu ia membuat sebuah sihir teleportasi untuk mengirim mereka ke kediaman Astaroth.
"Jaa Yuki-Onna, kami pergi dulu ya!" dengan sebuah lambaian dan senyuman lebar miliknya, Naruto menghilang dari hadapan gadis berambut putih tersebut.
"AHHHH~~~Lagi-lagi gagal mendapatkan namanya!—lain kali pasti berhasil!"
…
…
Sekarang Naruto berhadapan dengan satu battalion malaikat jatuh yang menghalangi jalannya menuju tempat yang ia yakini adalah [Dark Hole].
"Lebih baik kau menyerah dengan damai iblis dan kami akan berjanji untuk tidak menyakitimu terlalu berlebihan"
"Akan?—maaf saja, aku adalah iblis dan tentunya kalian tahu iblis adalah makhluk yang memiliki ego yang tinggi—dan karna hal itu aku tidak akan menyerah dengan mudah pada para pendosa seperti kalian"
Muak dengan ucapan Naruto yang merendahkan mereka, seorang malaikat jatuh menciptakan sebuah tombak yang berasal dari cahaya, lalu ia lemparkan ke arah Naruto.
BLUSH
Dan tombak cahaya tersebut berhenti tepat satu centi sebelum tepat menyetuh kepala pirang miliknya.
"Maaf saja, aku ada keperluan lain—jadi aku tak bisa melayani kalian, Jaa!"
Dan dengan sebuah lompatan super, Naruto meninggalkan para malaikat hitam yang masih syok!.
TBC
Hahahaha…Yah beginilah cara kita untuk melakukan pendekatan ulang antara Naruto dan Grayfia…jujur untuk chapter kali dan seterusnya saya terinspirasi dari fic milik PEREMPUAN PEMBURU BINTANG yang THE TIME TRAVEL.
Maaf kalau chapter fic ini selalu pendek, karna bagaimanapun tangan saya tidak bisa mengetik sesuai kata-kata yang sduah disipakan oleh otak saya, dan hasilnya jadi begini deh.
Dan untuk siapa yang memberikan Grayfia kesempatan ke-2 ini akan terjawab di chapi-chapi mendatang.
Dan karna fic ini telah update, maka dengan sah saya mengucapkan…POLLING UNTUK PEMBUATAN PROGRES FIC BARU SAYA, RESMI DITUTUP.
Dan untuk update selanjutnya adalah fic baru tersebut…
Jaa Next Fanfic!
P.S : Fic ini akan benar-benar berbeda dengan fic di mana Naruto dikhianati Grayfia, lalu mencari wanita lain atau menjadi Dark, jika kalian membaca dengan cermat chapter kali ini maka kalian akan menemukan problema untuk ke depannya.
