DICLAMER

HIRO MASHIMA

span lang="hi-IN" /spanPAIRING Natsu and Lucy (Forever)

Rating: T

Hurt/Conford: Romace & Drama

Warning: GJ Typoo dmna mana dll

By: KelvinKLR

Happy Reading :+)

Flash Back ON

Daaar Daar Suara ceteluh timah panas yang keluar dari segenggam pistol hitam yang digunakan untuk mengancam yang empunya rumah

Seorang anak mengentip lewat pintu yang tergeser sedikit dengan mata sayunya ia mengamati dalam cemas

"Apah inih ada apah denganmu ?" tanya seorang pria paruh bawah dengan rambut berwarna merah

"Aku kesinih akan membunuhmu Dragneel !" celoteh sang lawan pria dengan setelah jasnya

"Tapi apa yang terjadi padamu ?"
"Dendamku padamu aku kubalas" "Apa maksudmu sebenarnya ?" Cakap mereka satu sama lain dengan nada keras

Pria berjas itu menodongkan pistol kedepan pria yang tersungkur dilantai "Kau yang membunuh saudaraku akan kubalaskan dendamnya hari ini"

Kemudian muncul istri si pria dengan rambut merah dan menggenggam lengan suaminya

Sedangkan Natsu hanya memfokuskan pembicaraan dan gerakan orang tuanya dan pria berjas tersebut

Rembulan menembus jendela rumah suasana yang sunyi dibius menjadi ketegangan pertaruhan nyawa

Desah desuh nafas yang mencari oksigen Natsu masih terus mengamati ketiga orang itu

Sesekali ia menundukan kepalanya dan menaikannya kembali . Rasa kantuk yang berat telah memenuhi pikiran dan kekuatannya

Ketiga orang itu masih berbincang-bincang sampai sipria berjas ingin menarik pelatuknya Natsu keluar dari tempat persembunyiannya

"Ayah Ibu" teriak Natsu yang muncul dari lemari dan ia terjatuh saat berlari yang membuatnya tidak bisa mendekati kedua orang tuanya

"Natsu cepat pergi kau harus pergi cepat Natsu" teriak Ibunya yang memaksa Natsu pergi

"Jadi inih anakmu ia mirip denganmu Dragneel" celoteh si pria yang masih menodong pistolnya kearah Ayah Natsu

"Tolong jangan apa-apakan dia jika kau ingin membunuhku bunuh saja aku..." "kau tidak boleh membunuhnya kumohon" pinta kedua pasang keluarga

"Tenanglah aku tidak akan membunuh anak kecil ini tapi aku akan membunuh kalian" jawabnya ditambah senyuman puas

Natsu mengekspos wajah pria tersebut tampangnya tak asing tapi diingatannya samar-samar

"Tapi kau harus beraumpah agar melindungi dan menjaganya kumohon" pinta sang pria pada orang berjas itu

"Jika itu permohonan terakhirmu maka akan kukabulkan" dan Daaar Daaar sepasang timah panas keluar secara bergantian

Natsu tercenganng melihat pria tersebut menembak Ayah dan Ibunya badannya gemetar gertakan giginya semakin kencang

Tanpa sadar pria itu melirik Natsu dengan ekpresi hasrat yang terpuaskan "Natsu pergi...pergilah sa.. sayang" ucap Ibunya yang tidak bicara lagi

"Pergilah nak atau kubunuh kau" Ancam pria berjas yang menodongkan pistolnya pada Natsu

Natsu hanya terfokus pada pistol didepannya ia berusaha menegakan tubuhnya yang menegang dan ia berlari keluar dari rumahnya

Lari Natsu sangat kencang air mata yang bercucuran dari iris matanya mengalir deras

Hatinya hancur ia seperti orang yang tak punya hari esok ia terua berlari meninggalkan rumahnya

Ia berlari terus dan berhenti disebuah taman yang jaraknya 1 km dari rumahnya Natsu terengah - engah saat bernafas

Sungguh sesak paru-parunya badannya masih merinding dan hanya ada ingatan kedua orang tuanya yang ditembak hanya itu

Kemudian ia berjalan kembali kerumahnya ia tak terima Ayah dan Ibunya meninggal ia berlari kencang kerumahnya sangat kencang

Saat sudah sampai didepan rumahnya seperti tadi dirinya tekekspos untuk bernafas ia perlahan membuka pintu depan

Ia menelusuri setiap dwtail rumahnya yang telah hancur seperti kapal pecah

Ia tercengan bukan main melihat kedua orang tuanya yang tergeletak di lantai , darah berceceran dan mengalir deras

Natsu berjalan pelan dan ia tersungkur didepan jasad orang tuanya Natsu menggenggam tangannya kuat

"Ayah Ibu jangan tinggalkan aku" teriaknya dikamar yang hanya ada lilin menyala dengan cahaya rembulan mengekpresikan gunanya

"Natsu ... Natsu apa itu kau nak ?" tanya kedua orang yang berlumuran darah

"Ayah Ibu jangan tinggalkan aku aku mohon bangun cepat bangun !" paksa Natsu

"Nak tetaplah hidup" "Ya sayang tetaplah hidup" "Gapailah mimpumu nak capailah cita-citamu" "Jangan lupa carilah pasangan yang kau cintai dan juga mencintaimu sayang" ucap Ayah dan Ibu Natsu bergantian

"Hiks... Hiksss.. Hikss... Aku pasti akan tetap hidup" "Ya kau harus hidup sebagai penerus keluarga Dragneel" "tapi ada hal lain kau jangan balas dendam sayang berusahala agar selalu berguna" ucap mereka bertiga yang diawali tangisan Natsu

"Ayah Ibu aku hikss.. Aku hikss... Mencintai kalian" ucap Natsu sembari berusaha menahan tangisannya

"Kami juga mencintaimu sayang carilah cinta sejatimu Kami pasti mendulung pilihanmu" ucap mereka berdua pada anak tercintanya yang berusia 4 tahun

Kemudian mereka tak mengeluarkan sepatah kata lagi dan Natsu menggoyang goyangkan badan mereka satu persatu

Ia berteriak memanggil orang yang telah tiada ia terus menggerang dengan tangisannya

Kemudian Natsu tahu bahwa kedua orang tuanya telah tiada iapun menggenggam darah Ayah dan Ibunya

Kemudia Natsu mengolesinya pada wajahnya dan mulai berkata "Ayah Ibu aku akan tetap hidup seperti perintah kalian aku juga akan menemukan cintaku doakan aku saat sudah disorga"

Ucap Natsu dengan mata elangnya yang tiba tiba muncul sambil menggenggam darah kedua orang tuanya yang dicampur dan diangkat sejajar dengan hidungnya

Natsu berdiri dan mengambil syal rajutan ibunya serta sepasang kalung bertemakan sisik naga sepasang cincin berlian putih dan hitam

Natsu tersenyum lebar dan mengatakan kata terakhir pada orang tuanya yang telah tiada

"Sampai Jumpa Ayah Ibu aku akan menjalankan perintah kalian dan aku mencintai kalian" kemudian Natsu berjalan pelan dengan tangannya yang meneteskan darah orang tuanya

Flash Back OFF "Tidak" teriak Natsu saat ia terbangun dari tidurnya

"Mimpi itu lagi" kemudian ia pergi kelemari dan membuka kotak dan melihat detail isinya

"Aku mencintai kalian Ayah Ibu" ucapnya pada Kalung dan Cincin peninggalan kedua orang tuanya

Rutinitas pagi hari sebelum sekolah adalah hal yang tak terlewatkan bagi Natsu

Ia teringat pada serang yang ia cintai bahkan lebih ya sosok Lucy Heartfilia yang muncul dalam pikirannya

Mereka berdua telah berpacaran 1 bulan 4 hari waktu yang masih singkat bagi keduanya

Ia tersenyum sendiri sembari memakan rotinya dan setelah habis ia pergi berangkat kesekolahnya dan menemui pacar tercintanya

Lucy POV "Heeem" itulah suara pertama saat bangun tidur ia kembali pada rutinitas paginya dan setelah persiapan selesai ia melangkah turun dari tangga

"Ohayou Gozaimasu Lucy"
"Ohayou Lucy" salam hangat kedua orang tuanya

"Ohayou" balas Lucy yang kemudian duduk dan memakan roti dan meminum susu yang telah dipersiapkan ibunya

"Oh iya Lucy waktu itu kau ingin membicarakan apa ?" tanya Ibunya dengan ekpresi mencurigai

"Oh itu ... Ano waktu aku pertama masuk sekolah Ano aku bertemu dia Bu" balasnya dengan ronah merah

"Siapa itu .. Jangan-jangan Natsu Dragneel ya" goda Ayahnya yang bergabung pada percakapan keluarga yang dirindukan Lucy

"Ee ee dari manah Ayah tahu ?" tanya Lucy dengan wajah yang masih merona

"Bagaimana tak tahu waktu kita masih di Fiore kau selalu mengayal ngayal berpacaran dengannya bahkan mengangap ia suamimu" godanya dengan mata yang disipitkan

"Ahh Ayah jangan katakan itu lagi aku malu lah" "Tapi benarkan kau mencintainya .. Atau kau sudah pacaran dengannya" goda kembali Ayah Lucy

"Apaan sih Ayah inih" Gerutu Lucy yang langsung pergi keluar dan berangkat sekolah tanpa mengatakan sepatah katapun dengan cemberut

"Lucy Lucy dasar anak itu" guman Ibu Lucy "Tapi apakah Lucy tahu kehidupan awal Natsu ya Layla ?"

"Sepertinya tidak tapi aku pastikan bahwa ia akan mencari tahu sendiri" "Ya kau benar dan mungkin Natsu yang akan menjelaskannya" cakap mereka

"Bener aku merestui hubungan mereka , bagaimana denganmu Jude ?" "Tentu saja dan jika aku melihat Natsu aku pasti teringat oleh Ayahnya" tanya jawab suami istri didapur

Normal POV Waktu berjalan dan bel pun telah berbunyi seperti biasa kelas yang mulanya ramai tiba-tiba menjadi sepi

Namun ada yang aneh hari inih ya itu Natsu ia tak berbicara sepatah katapun ia tak energik seperti biasanya

Lucy bertanya-tanya dalam hatinya kenapa Natsu seperti itu apah ada yang salah oleh Lucy

Namun ia tambah menyalahkan dirinya ia tak menyapa dan mengajak bicara Natsu seperti biasanya

"Natsu heyy Natsu" panggil Lucy "Oh Luce ada apah apa kau membutuhkan bantuan ?" tanyanya

"Kau kenapa jadi pendiam seperti itu apa kau marah padaku ?" "Aku tidak marah kok lagi pula emang kenapa kalau aku diam ?" mereka saling menanya

"Baka Baka . Oh iya Natsu apah kau hari minggu ada waktu ?" tanya Lucy dengan semangat

"Hari minggu ya sepertinya ada Luce maaf ya" "Kau ada urusan apa emangnya ?" "Atau jangan - jangan kau kencan dengan wanita lain ya ?" ucapnya menanyakan

"Siapa yang selingkuh dan urusanku inih urusan pribadi sayang jadi kau tak perlu khawatir" "Tapi kenapa kalau aku tak boleh ikut bukannya lebih baik aku ikut" cakap mereka

"Jika aku ikut kau bisa mengenalkanku pada orang tuamu" perintahnya namun ada ekspresi aneh pada Natsu

Matanya menutup sedikit dengan wajah yang frustasi setelah mendengar kata Lucy tadi

"Natsu apa aku salah ?" tanyanya bingung "Tidak kau tidak salah itu ide bagus kok sayang" jawabnya tambah grins

"Tapi jika mereka masih ada aku akan mengenalkannya padamu Luce" tambahnya yang kemudian menfokuskan matanya pada papan tulis

Lucy kaget mendengar ucapan Natsu tadi ia tidak tahu bahwa kedua orang tua natsu sudah

"Natsu maaf ya , aku juga turut berbela sungkawa" ucapnya namun tidak digubris oleh Natsu

Ia hanya diam dan diam mulai dari istirahat sampai pelajaran selesai bahkan saat berjalan bersama ia tak mengatakan sepatah katapun

Hari minggu dimanah Lucy akan mengikuti urusan Natsu tanda Natsu sadari

Kemudian Lucy mengganti bajunya ia berdandan secantik-cantiknya dan ia telah mempersiapkan tempat yang dimanah Natsu pasti akan datang

Flash Back On "Ano Ayah Ibu apakah kalian tahu makam Orang tua Natsu ?" tanyanya malu-malu

"Memang kau ingin melakukan apah Lucy ?" tanya Ibunya

"Tadi aku mengajak Natsu pergi tadi ia menolak dan ia bilang ada urusan pribadi begitu" jelasnya

"Jadi kalian sudah pacaran ya ? Tapi jika kau ingin menemani Natsu kemakam ibunya inih alamat TPUnya semoga sukses" godanya

Kemudian Lucy mengambil secarik kertas yang bertuliskan alamat TPU yang akan ia datangi

Ia melihat dan membacanya ia sedikit kaget melihat daerah makam orang tua pacarnya yang jauh

Tapi Lucy sangat senang dan ia akan memberikan kejutan bagi Natsu

Flash Back OFF

Lucy berjalan dan menunggu ditempat duduk dibawah rindangnya pohon yang menghalangi cahaya matahari

Tiba-tiba datang seorang yang ia tunggu dari tadi ia tak langsung menyapa tapi malah mengumpet

Ya karna ingin memberi kejutwn juga sih jadi ngumpet

"Jadi itu makam orang tua Natsu" ucap Lucy

Natsupun sampai didepan makam Ayah dan Ibunya ian segera menaruh bunga dan mulai berdoa

"Ayah lihatlah aku sekarang" "Aku sudah besar dan sudah punya pacar yang sangat kucinta begitu sebaliknya" "dan jangan lupa dadanya besar serta badannya sexy sekali Ayah"

Ucapnya pada makam Ayahnya setelah berdoa

"Ibu sekarang aku menemukan cinta sejatiku Ibu" "Anakmu sekarang sudah dewasa dan bisa mengurus dirinya sendiri"

Ucapnya sekarang pada makam Ibunya kemudian ia mundur selangkah

Air mata bercucuran deras dari matanya

"Ayah Ibu sekarang aku masih hidup ,aku sangat gembira karna kalian menyemangatiku disaat terakhir"

"Hiks... Walaupun sekarang kalian tiada aku tetap bahagia karna aku sekarang menemukan cintaku"

"Dialah Lucy Hearfilia gadis cantik dengan ciri fisik rambut pirang ,mata karamel ,dada besar ,dan ia sangat sexy" ucapnya diakhir tawa sambil menangis

Kemudian Natsu memberi hormat dan memalingkan badannya yang ia terkejut melihat sosok yang dibicarakan

"Luce sedang apa kau disinih ?" tanyanya

"Hiks... Hiks... Hiks... Hiks..." hanya suara tangis yang terdengar yang kemudian Natsu berjalan dan memeluk Lucy

"Kau kenapa sayang dan kenapa kau disinih ?"

"Hiks.. Baka Baka Baka" jawabnya sambil memukul pelan dada Natsu

"Kenapa Kenapa kau menyembunyikan penderitaanmu kenapa sayang ?" teriaknya

"Kenapa kau menangis kan aku yang menderita bukan kau" ucap Natsu

"Jadi kenaps kau tidak memberitahuku Natsu aku sangat kecewa atad diriku sendiri" gumannya

"kecewa kenapa ?" tanya Natsu

"Aku tak bisa menemanimu disaat kau membutuhkan maaf maafkan aku maaf"

"Aku memang tak berguna aku selalu meledak orang tuamu padahal mereka sudah ..."

"Baka...Baka gomennasai gomen"
Ucapnya diakhiri nada pelan

Namun air mata yang terus berjatuhan membuat Natsu kesal

Kemudian ia memeluknya erat dan malah menangis

"Luce aku tidak mau kau merasakan penderitaanku karna alu tidak ingin kau terluka"

"Aku takut kau pergi dan meninggalkanku dan biarlah beban ini aku yang tanggung sendiri"

Kemudian Lucy mencium mulut Natsu agar ia tak melanjutkan gumannya

Saat lepas ia mulai angkat bicara "Kau salah kau salah besar sayng aku tidak akan pernah meninggalkanmu"

"Dan biarlah beban itu agar aku ikut menanggungnya karna kau adalah milikku" ucapnya diakhiri senyum manis

"Luce Arigato Arigato" ucapnya "Luce.." "Natsu..." ucap mereka bareng

"Aku sangat mencintaimu" ucap mereka secara bareng

Dan perlahan mereka memajukan kepala dan menyatukan ciuman mereka

Air mata hilang digantikan kegembiraan yang mencerahkan

X X X X

Setelah beberapa menit ciuman itu lepas Natsu mengambil sesuatu dari kantongnya

"Luce aku ingin memberikan inih padamu" kemudian ia menunjukan kalung darinya

"Natsu inih..." jawabnya terbata "Inih kalung peninggalan ibuku dan aku memberikan ini untukmu sayang"

"Tapikan ini" "Sudah lah terima saja atau kuberikan pada wanita lain ya" ancam Natsu

"Ya aku mau tapi janji tak ada wanita lain ya" ucapnya serius

"Tak perlu janji tapi akan kubuktikan tenanglah karna cuma kau wanita yang ada didalam hatiku ini sayang"

Kemudian Natsu memasangkan kalung hadiahnya di leher Lucy dan setelah memasangkannya ia mengecup dahi Lucy

"Kau tambah cantik saat memakai inih Luce" komentnya

"Ahh Natsu kau bisa saja dan terima kasih" ucap Lucy

"Baiklah waktu sudah senja ayo kita pulang nanti kau dicari orang tuamu"

"Hey apa maksudnya itu kau pikir aku anal kecil" omelnya kesal dan ia mencubit Natsu

Kemudian setelah itu Natsu menggandeng tangan Lucy dan berjalan bersama selayaknya sepasang kekasih yang dimabuk cinta

"Sudahlah tak perlu marah Sexy tadi aku hanya bercanda" mendengar itu Lucy mencubit lagi Natsu dan Natsu hanya tertawa kecil

"Kau bilang apa pervent" ancam Lucy yang kemudian melepas cubitannya

"Luce" panggil Natsu "Ada apa" jawabnya sambil memiringkan kepalanya ke bahu Natsu

"Waktu itu kau kan bilang bahwa aku lebih memilih oppai kecil"

"Tapi itu salah aku lebih suka oppaimu yang besar,lembut,halus dan harum ya walaupun aku belum pernah melihat apalagi merasakannya" ucapnya

Namun Lucy hanya tersipu malu mendengar perkataanya yang dibahas kembali oleh Natsu

Namun ia berusaha menyembunyikan rona merahnya yanh telah datang

"Jadi kau lebih suka oppaiku dari pada cintaku ?" tanyanya mengalihkan topik

"Kau tak perlu mengubah topik karna malu tapi memenang benarkan Luce" ucapnya menyindir

"Baiklah baiklah aku ketahuan jadi kau mau meradakannya ?" tanyanya malu

Namun Natsu tak menggubris perkataan Lucy tadi karna ia tahu Lucy hanya bercanda

Namun Lucy menyelipkan lengan Natsu ke belahan oppainya yang membuat Natsu terkejut

"Hey Luce apa yang kau lakukan ?" tanyanya

"Katanya kau ingin merasakannya ?" Lucy balas tanya

"Iya sih tapi kalau cuma inih tidak akan puas bukan" ucapnya sambil menggaruk kepalanya

"Jadi kau ingin keperawananku Natsu ? baiklah jika kau ingin kita akan..." ucapan Lucy terhenti

"Jadi kau ingin melakukannya Luce ?" tanyanya

"Ya aku memberikan keperawananku padamu dan juga agar kita bisa saling mempercayai" ucapnya

"Aku sih ingin melakukannya sekarang tapi lain kali saja" ucapnya lirih

"kpan Natsu ?" tanya Lucy

"Nanti juga ada waktunya dan lebih baik kita pulang kerumahmu dulu" ucapnya sambil berjalan pulang

Hanya ada desahan kecewa dari raut wajah Lucy

Namun Natsu yang mengentahuin Ekspresi Lucy hanya tersenyum kecil 'Dia jadi mesum ya. Tapi untuk diriku saja hhahaha mungkin aku bisa melakukannya jika aku mau' ucapnya menghayal dalam pikirannya

To Be Countinued...

Ganah gan masih GJ. Maaf ya kalo masih GJ tapi mohon diwajarin ya karna masih Begginer Normal lah dah ane minta

W

Ditunggu setiap kritik , keluhan , gejala , dan saran

TBC Chapter 5