span lang="hi-IN" /span

Flash Back ON

Daaar Daar Suara ceteluh timah panas yang keluar dari segenggam pistol hitam yang digunakan untuk mengancam yang empunya rumah

Seorang anak mengintio lewat pintu yang tergeser sedikit dengan mata sayunya ia mengamati dalam cemas

"Apah inih ada apah denganmu ?" tanya seorang pria paruh bawah dengan rambut berwarna merah

"Aku kesinih akan membunuhmu Dragneel !" celoteh sang lawan pria dengan setelah jasnya

"Tapi apa yang terjadi padamu ?"
"Dendamku padamu aku kubalas" "Apa maksudmu sebenarnya ?" Cakap mereka satu sama lain dengan nada keras

Pria berjas itu menodongkan pistol kedepan pria yang tersungkur dilantai "Kau yang membunuh saudaraku akan kubalaskan dendamnya hari ini"

Kemudian muncul istri si pria dengan rambut merah dan menggenggam lengan suaminya

Sedangkan Natsu hanya memfokuskan pembicaraan dan gerakan orang tuanya dan pria berjas tersebut ...
Rembulan menembus jendela rumah suasana yang sunyi dibius menjadi ketegangan pertaruhan nyawa

Desah desuh nafas yang mencari oksigen, Natsu masih terus mengamati ketiga orang itu

Sesekali ia menundukan kepalanya dan menaikannya kembali . Rasa kantuk yang berat telah memenuhi pikiran dan kekuatannya

Ketiga orang itu masih berbincang-bincang sampai sipria berjas ingin menarik pelatuknya Natsu keluar dari tempat persembunyiannya

"Ayah Ibu" teriak Natsu yang muncul dari lemari dan ia terjatuh saat berlari, yang membuatnya tidak bisa mendekati kedua orang tuanya

"Natsu cepat pergi kau harus pergi cepat Natsu" teriak Ibunya yang memaksa Natsu pergi

"Jadi inih anakmu ia mirip denganmu Dragneel" celoteh si pria yang masih menodong pistolnya kearah Ayah Natsu

"Tolong jangan apa-apakan dia jika kau ingin membunuhku bunuh saja aku..." "kau tidak boleh membunuhnya kumohon" pinta kedua pasang keluarga

"Tenanglah aku tidak akan membunuh anak kecil ini tapi aku akan membunuh kalian" jawabnya ditambah senyuman puas

Natsu mengekspos wajah pria tersebut tampangnya tak asing tapi diingatannya samar-samar

"Tapi kau harus bersumpah agar melindungi dan menjaganya kumohon" pinta sang pria pada orang berjas itu

"Jika itu permohonan terakhirmu maka akan kukabulkan" dan

Daaar Daaar sepasang timah panas keluar secara bergantian

Natsu tercenganng melihat pria tersebut menembak Ayah dan Ibunya badannya gemetar gertakan giginya semakin kencang

Tanpa sadar pria itu melirik Natsu dengan ekpresi hasrat yang terpuaskan "Natsu pergi...pergilah sa.. sayang" ucap Ibunya yang tidak bicara lagi

"Pergilah nak atau kubunuh kau" Ancam pria berjas yang menodongkan pistolnya pada Natsu

Natsu hanya terfokus pada pistol didepannya ia berusaha menegakan tubuhnya yang menegang dan ia berlari keluar dari rumahnya

Lari Natsu sangat kencang air mata yang bercucuran dari iris matanya mengalir deras

Hatinya hancur ia seperti orang yang tak punya hari esok ia terua berlari meninggalkan rumahnya

Ia berlari terus dan berhenti disebuah taman yang jaraknya 1 km dari rumahnya Natsu terengah - engah saat bernafas

Sungguh sesak paru-parunya, badannya masih merinding dan hanya ada ingatan kedua orang tuanya yang ditembak... hanya itu

Kemudian ia berjalan kembali kerumahnya ia tak terima Ayah dan Ibunya meninggal ia berlari kencang kerumahnya . Sangat kencang

Saat sudah sampai didepan rumahnya seperti tadi dirinya tekekspos untuk bernafas ia perlahan membuka pintu depan

Ia menelusuri setiap detail dan beluk rumahnya yang telah hancur seperti kapal pecah dan memang benar apa daya

Ia tercengan bukan main melihat kedua orang tuanya yang tergeletak di lantai , darah berceceran dan mengalir deras

Natsu berjalan pelan dan ia tersungkur didepan jasad orang tuanya Natsu menggenggam tangannya kuat

"Ayah Ibu jangan tinggalkan aku" teriaknya dikamar yang hanya ada lilin menyala dengan cahaya rembulan mengekpresikan gunanya

"Natsu ... Natsu apa itu kau nak ?" tanya kedua orang yang berlumuran darah

"Ayah Ibu jangan tinggalkan aku aku mohon bangun cepat bangun !" paksa Natsu

"Nak tetaplah hidup" "Ya sayang tetaplah hidup" "Gapailah mimpumu nak capailah cita-citamu" "Jangan lupa carilah pasangan yang kau cintai dan juga mencintaimu sayang" ucap Ayah dan Ibu Natsu bergantian

"Hiks... Hiksss.. Hikss... Aku pasti akan tetap hidup" "Ya kau harus hidup sebagai penerus keluarga Dragneel" "tapi ada hal lain, kau jangan balas dendam sayang berusahala agar selalu berguna" ucap mereka bertiga yang diawali tangisan Natsu

"Ayah Ibu aku hikss.. Aku hikss... Mencintai kalian" ucap Natsu sembari berusaha menahan tangisannya

"Kami juga mencintaimu sayang carilah cinta sejatimu Kami pasti mendukung pilihanmu" ucap mereka berdua pada anak tercintanya yang berusia 6 tahun

Kemudian mereka tak mengeluarkan sepatah kata lagi, dan Natsu menggoyang goyangkan badan mereka satu persatu

Ia berteriak memanggil orang yang telah tiada ia terus menggerang dengan tangisannya

Kemudian Natsu tahu bahwa kedua orang tuanya telah tiada iapun menggenggam darah Ayah dan Ibunya

Kemudia Natsu mengolesinya pada wajahnya dan mulai berkata "Ayah Ibu aku akan tetap hidup seperti perintah kalian aku juga akan menemukan cintaku doakan aku saat sudah disorga"

Ucap Natsu dengan mata elangnya yang tiba tiba muncul sambil menggenggam darah kedua orang tuanya yang dicampur dan diangkat sejajar dengan hidungnya

Natsu berdiri dan mengambil syal rajutan ibunya serta sepasang kalung bertemakan sisik naga dan sepasang cincin berlian putih dan hitam

Natsu tersenyum lebar dan mengatakan kata terakhir pada orang tuanya yang telah tiada

"Sampai Jumpa Ayah Ibu aku akan menjalankan perintah kalian dan aku mencintai kalian" kemudian Natsu berjalan pelan dengan tangannya yang meneteskan darah orang tuanya

6 Bulan berlalu

Setelah kejadian yang mencengangkang, secara otomatis Natsu menjadi anak yatim piatu. Dan kini ia tinggal di panti asuhan dikota Fiore

"Natsu..." panggil seseorang diambang pintu

Dengan reflek Natsu menengok ke sumber suara lalu menyahut

"Ada apa Paman ?" Ucapnya bertanya

"Kau tak ikut ?"

"Aku tak ikut, lagi pula tuk apa. Hanya pergi ke taman bermain saja, apa tak ada yang membuat.."
Jawabnya namun dipotong oleh pamannya juga sipemilik Panti tersebut

"Cukup... baiklah jika kau tak ikut, kami pergi dulu" potongnya lalu pergi

3 Tahun berlalu

Kini Natsu sudah berumur 9 tahun dan sekarang ia telah masuk sekolah sejak 3 tahun lalu

Namun setahun yang lalu, terhadi hal yang mencengangkan. Seluruh penghuni Panti Asuhan Fiore... dibantai

Dan seperti kejadian yang menimpa kedua orang tuanya, saat itu Natsu di ikat dikursi berkaki 4 dengan ikatan tali ditangan,kaki,lengan,dada, dan paha

Membuatnya susah bergerak dan nyeri. Namun kejadian yang paling kejam dimulai

Satu persatu para teman Natsu dibunuh didepan Natsu, dan semua penghuni Panti dibunuh dihadapan Natsu yang mulai meracau

Matanya tampak membulat kosong, ekspresi wajahnya kini menjadi ketakutan, dan tampak terpampang wajah Fruatasi

Dan anehnya orang yang melakukan hal keji tersebut adalah oeang yang telah membunuh Ayah dan Ibunya

Namun ia membiarkan Natsu pergi, lalu tersenyum keji

Namun sejak 2 tahun berlalu setelah kejadian dipanti. Kini Natsu sudah tak dingin dan pendiam

Kini ia menjadi periang juga bersemangat, walau sekarang ia menumpang dirumah teman Ayahnya

Tapi terkadang ia bekerja tanpa diketuhi pamannya

Dan inilah kisah hidup Natsu yang memilukan, banyak masalah dan kenangan buruk yang telah ia lewati. Bahkan masih ada yang lainnya sedang menanti

Flash Back Off

Setelah mendengar cerita Natsu yang begitu memilukan

Lucy,Jude, dan Layla hanya menundukkan kepalanya. Mereka tak mengira Natsu kecil mengawali hidupnya dengan kenangan Buruk

Beda dengan 3 orang yang tertunduk, Natsu hanya memainkan handphonenya setelah bercerita

Ia memainkan game (jangan nebak) sembari meminum air yang telah ditaruh Lucy disamping piringnya

"Natsu..." panggil Lucy pelan, lantas Natsu memfokuskan matanya ke Lucy

"Luce... ada apa ?"

"Aku.." tahannya lalu memajukan badannya ke Natsu

Bagi Natsu mungkin Lucy ingin membisikinya, atau memang benar Natsu mengira demikian. Namun...

Begitu dekat, wajah Lucy dan Natsu kemudian

Cup Lucy mencium Natsu lalu melumatnya halus, Sedangkan Natsu hanya tergejolak kaget melihat apa yang pacarnya lakukan. Namun Natsu membalas ciuman itu

Dilain tempat, bisa dilihat kedua orang tua Lucy hanya sweatdrop melihat apa yang anaknya lakukan

"Lucy..."

"L-Lucy..."

Dan akhirnya ciuman itu lepas, dan membutuhkan waltu 14 detik agar Lucy menghentikan lumatannya

"Tak usah khawatir sayang, aku.. aku... akan selalu berada disampingmu, Aku akan mengenggam tanganmu lalu kita bersama melangkah kedepan.." ucapnya lalu tersenyum manis

Terlihat Natsu yang menahan tangisnya, tapi tetap saja tak bisa dan akhirnya butiran air mengalir deras

"Terima kasih Luce.. aku mencintaimu" ucapnya sambil menyapu air mata menggunakan punggung tangan kanannya

"Aku juga mencintaimu Natsu" balasnya

"Baiklah... apa kalian akan terus melakukannya ?" Gerutu Jude dengan menyilangkan tangan

"Ayah apa sih ganggu aja" celoteh Lucy menggembungkan pipi

"Maaf paman... oh iya sepertinya sudah malam, kalau begitu aku pulang dulu Jaa" ucap Natsu lalu berjalan ke arah pintu

"Tunggu Natsu" cegah Lucy sambil berlari lalu menggenggam tangan Natsu

"Ada apa Luce ?"

"Aku ingin membisikan sesuatu sayangkuuuu" jawabnya dengan manjaan si 'kuuuuu'

Lucypun mendekatkan mulutnya ke daun telingan Natsu lalu mulai berbisik

"..."

"..."

Bisikannyapun selesai, Natsu hanya bersemu merah begitu pula Lucy

"Iya aku tahu... klo begitu aku pulang dulu Jaa" singkat Natsu lalu membuka pintu dan pergi pulang

"Semoga ia mau melakukannya" gumannya kembali menuju tempat kedua orang tuanya

"Lucy apa yang kau bisikan pada Natsu pacarmu sayang ?" Tanya Layla

"Rahasia" Singkatnya, kemudian Lucy masuk ke kamarnya yang berada di lantai 2 lalu terlelap

...TBC...

AKHIRNYA CHAPTER 6 SELESAI, LEGA RASANYA.

MOHON MAAF YA LAMA KGK UPDATE2 MUNGKIN UDAH SETAHUN ATAU BLOM ?

MAAF JUGA KALO BANYAK TYPO DAN TAK MEMBALAS REVIEWNYA. MAAF BANGET YA

DAN JIKA ADA YANG NANYA CHAPTER 7 KAPAN ?

NANTI SETELAH UKK SELESAI, KIRA2 TANGGAL 13 JUNI PALING LAMA

DAH SEKIAN DAN TERIMA KASIH...

...REVIEW...