Chapter 4 : Fuuinn I »» Megurine Luka

Hai hai! Ketemu lagi sama Author newbie ini!
Karena cerita wizard ghost sudah ku ketik 3 minggu lalu, aku langsung publish nih cerita secepatnya biar kalian tidak penasaran!

Disclaimernya seperti biasa.

Happy Reading~~


Gadis berambut pink sepunggung itu melayang-layang di langit. Matanya yang bewarna biru laut itu terus menerawang ke masa lalunya. "Tunggu sebentar Rin-nee-chan! Lihat! pohon itu ada di mimpiku. Di dahannya ada tali tambang untuk menggantung Wizard Ghost, ". Gadis itu berhenti melakukan kegiatannya, karena suara yang ditunggunya akhirnya telah muncul. Kemudian dia melihat sepasang anak kembar yang ada di depan pintu gudang, seketika dia tersenyum. Bukan, bukan menyeringai seperti hantu jahat umumnya, tapi senyuman rasa bersalah. Hantu gadis itu menghampiri sepasang anak kembar tersebut.

'Itu benar Kagamine Len, apa kau kesini untuk menyerahkan tubuhmu? Kenapa kakakmu ada di sini?' ucap gadis itu dengan seringainya yang ia buat-buat. "Wizard Ghost! " teriak laki-laki berambut honeyblond yang dikuncir ponytail kecil dengan warna mata sapphire, Kagamine Len. 'Hajimemashite, watashi no namae Megurine Luka, yang dijuluki Wizard Ghost,' kata gadis itu─Megurine Luka, mengidahkan ucapan Len.

Perempuan di belakang Len terkejut. Wizard Ghost? Dia tidak mengira bertemu Hantu Penyihir secepat ini. "Len…. Jangan terlalu dekat dengannya," bisik perempuan itu─Kagamine Rin, sambil mengambil posisi melindungi adiknya. Luka berniat menghampiri Rin dan Len, tapi mereka berdua malah berjalan mundur. Sehingga, tanpa mereka sadari, mereka sudah masuk gudang angker tersebut.

Rin dan Len terus berjalan mundur sampai akhirnya, punggung mereka menempel ditembok. 'Apa kau sudah siap untuk kurasuki Len?' tanya Luka, Len hanya diam tidak menjawab pertanyaan Luka. Rin yang melihat ruangan sekitar yang gelap baru menyadari bahwa mereka sudah memasuki gudang angker tersebut. "Len, sepertinya kita masuk ke gudang ini terlalu dalam. Ini bisa gawat, terlalu gelap di sini," bisik Rin. "Aku tahu Rin-nee-chan, apa Nee-chan bawa senter kecil itu?" tanya Len dibalas anggukan Rin.

Luka yang merasa dicuekin merasa kesal, 'Hei! Kalian tidak ingin nyawa teman dan guru kalian melayang 'kan?' kata Luka dengan suara horror. Len dan Rin yang tadi saling bisik-membisik (?) langsung sadar kalau mereka berhadapan dengan Luka. Len memandang Luka dari atas ke bawah, "Kau terlalu cantik untuk menjadi hantu, Megurine. Lagian balas dendam tidak ada gunanya," komentar Len. Luka mengernyitkan dahinya, 'Heee…. Kalau kau jadi aku, pasti kau akan balas dendam juga 'kan? Apa kau bisa membiarkan mereka yang menjulukimu penyihir padahal kau sendiri bukan penyihir?' balas Luka, matanya berubah merah darah, menunjukkan kalau dia sedang marah.

"Tunggu, kau bukan penyihir? Lalu kau siapa?" tanya Rin bingung akan cerita Luka. 'Aku Megurine Luka, seorang manusia biasa dengan kelebihan dapat melihat makhluk halus seperti kalian. Gak usah basa-basi deh! Buang-buang waktu saja! Kau mau menyerahkan tubuhmu atau tidak?!' jawab Luka ditambah pertanyaan yang ditunjukkan untuk Len.

Len tidak bisa menjawabnya, dia menimbang, jika dia menolak, kemungkinan kakaknya dan orang lain yang ada di sini─itu kalau memang ada di gudang gelap nan pengap─ mereka akan disiksa oleh Luka, bisa-bisa dia juga akan membunuhnya, Len pasti akan merasa sangat merasa bersalah dan tidak akan bisa tidur dengan tenang. Tapi, gimana kalau dia menerimanya? Apa yang akan terjadi dengannya? Belum lagi, bagaimana kalau Luka menyakiti mereka dengan menggunakan tubuhnya? Len menatap Rin, dia melihat satu-satunya kakak yang ia miliki menatapnya khawatir. "Jangan Len, lebih baik menenangkannya atau memusnahkannya daripada kau di rasuki," kata Rin.

Len menurut perkataan Rin, "Gomen, aku tidak mau. Untuk apa kau merasukiku? Aku masih tidak percaya denganmu!" bentak Len. 'Sudah tidak ada waktu lagi BAKA! Aku harus menyegelnya bersama denganku!' pikir Luka. Akhirnya Luka memutuskan untuk menjalankan rencananya yang kedua, itu adalah rencana yang paling tidak ia inginkan. 'Hah…. Inilah sifat manusia yang paling aku benci. padahal tadi aku bicara baik-baik, karena tidak ada cara lain untuk memaksamu…. Maka aku….' Luka menyeringai, lalu dia melesat bagai angin ke arah Rin. Len yang mengetahui bahwa Luka akan merasuki Rin, langsung memeluk Rin─bermaksud untuk melindunginya. "Len, apa yang kau─," Rin tidak bisa melanjutkan ucapannya karena dia baru menyadari bahwa Len berusaha melindunginya dari Luka yang akan merasukinya.

SREET!

'Gomen ne, ini untuk kebaikan kalian semua,' bisik Luka sebelum merasuki tubuh Len. "AAARRRGGGGHHH!" Len mengerang kesakitan. "LEN!" teriak Rin sambil memeluk Len. "Len tenanglah…. Jangan biarkan dia menguasaimu," bisik Rin. Rin menepuk punggung Len dengan lembut, berusaha untuk menenangkannya. Len memberontak untuk melepas pelukan Rin, tubuhnya terasa panas. Tapi, Rin terus menahannya, membuat Len sedikit tenang.

"Ukh…. R-Rin-nee-chan…. P-panas…," kata Len lemah. "Tenanglah…. Aku berjanji akan mengeluarkannya," kata Rin, dia menangis. 'aku benar-benar tidak becus menjadi kakakmu…. Gomenasai Len…,' pikir Rin. Len merasa pandangannya gelap─walaupun di gudang sudah gelap─, tubuhnya terasa ringan, seketika Len sudah tak sadarkan diri. "Tenanglah…. Jangan khawatir," bisik Rin sambil mengusap kepala Len lembut.


"Lho? Dimana aku?" gumam laki-laki berambut merah dengan warna mata yang senada, dia memakai syal bewarna merah juga, dan memakai seragam guru SMP Sakura─Shion Akaito. "Hiks…. Len gomenasai…," sayup-sayup Akaito mendengar tangisan perempuan. Ruangan yang gelap itu tidak menghalangi pandangannya. Beberapa detik kemudian, dia menemukan dua orang berambut honeyblonde, yang satu sedang menangis, yang satu terlihat tidak sadarkan diri. "Siapa kau?" tanya Akaito. "Len no…. Tasukete kudasai…,"

-To Be Continued-


Rin, Len, & Luka : *Baca ulang, langsung ngeluarin aura pembunuh* Author...

Author : *senyum kaku* ahaha... kayaknya aku buat kesalahan deh...

Len : Bagaimana aku bisa di rasuki sama Luka-nee? *nunjuk-nunjuk Luka*

Rin : Kau ingin buat Len mati ya?!

Luka : Kukira bakalan bagus, kau juga berani menipuku!

Rin, Len, & Luka : *siapin senjata masing-masing*

Author : Err... tenang dong! Belum kelar juga ceritanya udah pada marah-marah! 'Kan masih TBC, tuh lihat dulu di bawah!
Bagi Readers tolong kasih REVIEWnya! Nih tiga vocaloid pada ngamuk! Aku akan sangat berterima kasih kalau kalian kasih Review yang
membuatku semangat! *Ngacir sebelum di bunuh sama senjata mereka*