Chapter 7 : Fuuinn IV »» Megurine Luka is Angry?
.
.
.
Singkat kata...
Happy Reading Minna~!
Tujuh orang yang ada di UKS menunggu Len siuman dengan harap-harap cemas. Sudah 6 jam lebih Len tidak kunjung sadar, Akaito bermaksud untuk membawa Len ke rumah sakit jika Len tidak sadar 1 jam kedepannya. Tapi niatan itu Akaito urungkan saat Len menunjukkan tanda bahwa ia akan sadar. Akaito cepat-cepat memanggil enam anak didiknya itu, khususnya Rin yang kelihatan kecapekan. "Rin-san, Mikuo-san, Kaiko, Rei-san, Rui-san, Gakuko-san. Len mulai sadar," kata Akaito memanggil ke-enam anak itu yang sedang istirahat di sofa yang sudah disediakan oleh sekolah yang ada di samping lemari obat UKS. "Benarkah?" tanya Rin memastikan apa yang dikatakan Akaito. Akaito mengangguk, Rin langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Len yang mulai sedikit membuka matanya.
"Len, kamu tidak apa-apa? Apa kamu terluka? Mana yang sakit?" tanya Rin bertubi-tubi. Len yang masih setengah sadar hanya bisa tersenyum lemah. "Daijobu da yo…. Jangan khawatir," kata Len lirih yang hampir tidak terdengar, tapi cukup bisa didengar Rin. "A-ano Len-kun!" panggil Rui tiba-tiba, membuat Len menatap Rui dan lima orang yang ada di belakang Rin. "E-etto…. Arigato telah meyelamatkan kami! Jika tanpa kalian berdua, kami tidak tahu apa kami masih hidup atau tidak," lanjut Rui.
"So-sore wa…. Jangan dipikirkan, sebenarnya mereka hanya memancingku untuk menjadi penyegel sementara bagi mereka," balas Len, tetap dengan suara lirihnya. "Len-san, lebih baik kamu jangan bicara dulu, suaramu nanti akan tambah hilang," saran Akaito. Len hanya mengangguk, "Tou-san dan Kaa-san mana?" tanya Len dengan mulut yang ia gerakkan sejelas mungkin agar Rin dapat mengerti ucapannya. "Mereka dalam perjalanan kemari bersama keluarga Shion, Hatsune, Kagene, dan Kamui," jawab Rin. Rin pun memeluk Len, dia benar-benar merasa bersalah karena dia tidak dapat melindungi adiknya. "Gomen ne…. Kau jadi begini karenaku," kata Rin sambil menangis. Len hanya mengelus kepala Rin mengisyaratkan, 'Aku-tidak-apa-apa,-jangan-khawatir,'.
SREK! BRAK!
Pintu UKS di buka secara kasar membuat 8 orang menoleh ke arah pintu. Lalu masuklah Leon dan Lily, "Rin, Len kalian tidak apa-apa?" tanya Leon sambil menghampiri Rin dan Len. Len dan Rin hanya mengangguk, "Kami semua selamat, tapi Len…. Dia dirasuki Wizard Ghost," jawab Rin dengan wajah murung. "Gak usah buat wajah murung gitu…. Tubuh Len hanya menjadi penyegel Wizard Ghost untuk sementara. Kami sudah menyiapkan tempat penyegelan di rumah," kata Lily menenangkan Rin.
Tidak lama kemudian, setelah Leon dan Lily masuk ke UKS, keluarga Kamui, Kagene, Shion, dan Hatsune juga ikutan masuk ke ruang UKS. Mereka semua berkumpul dengan keluarga mereka masing-masing. 'Wah, wah, mumpung mereka semuanya ada di sini, boleh aku pinjam tubuhmu sebentar?' tanya Luka dari dalam tubuh Len. 'Eh? Aku baru sadar lho…. Bagaimana bisa kau pinjam tubuhku yang masih lemah ini?' jawab Len ragu, tentunya dalam hati. 'Gak usah khawatirkan tentang itu. Aku ingin sedikit 'ceramahi' mereka. Onegai…,' balas Luka dengan suara yang sedikit ia imutkan. Len menghela nafas, membuat orang yang ada di sekitar Len heran. 'Hai' hai' Luka….-san, kau selalu ngotot dengan permintaanmu itu. Tapi jangan melakukan hal-hal yang aneh loh…,' kata Len pasrah. 'Yosh! Jangan khawatirkan itu!' balas Luka.
Dalam sekejap, Len telah bertukar dengan Luka. 'Wah…. Benar kata Len, tubuhnya masih lemah. Yah setidaknya aku bisa bicara dengan kalian,' kata Luka yang ada di tubuh Len. "L-Len…. Daijobu?" tanya Rin yang heran dengan kelakuan Len. 'Len? Ah! Bukan! Aku Megurine Luka, aku meminjanm tubuhnya sebentar. Aku ada urusan dengan keluarga yang berhubungan denganku,' jawab Luka. Semua orang terkejut, mereka mulai berpikiran negative, seperti…. Mereka akan di makan Luka atau…. Di bunuh Luka secara tragis. 'Tenang saja…. Aku tidak akan membunuh apalagi memakan kalian. Aku berhenti melakukan itu, karena aku sudah menyelesaikan urusanku dengan orang yang berhubungan langsung denganku,' kata Luka seperti bisa membaca pikiran mereka.
"Jadi? Kau ada urusan apalagi dengan kami? Kau sudah mendapat segel sementara untukmu," tanya Leon. 'Tentu saja menceramahi kalian yang tidak becus ini,' jawab Luka penuh penekanan. Luka yang ada di tubuh Len memaksakan tubuh Len untuk berdiri. Tujuh belas orang itu langsung ketakutan, bukannya takut dengan ucapan penuh penekanan milik Luka, tapi ceramah Luka yang bisa dipastikan itu adalah amarah Luka yang selama ini dia pendam mungkin akan dia keluarkan semuanya menjadi cermah yang panjang, itu ketakutan keluarga Hatsune, Kamui, Shion, dan Kagene. Beda dengan keluarga Kagamine yang khawatir dengan kondisi Len saat ini. "L-Len─ maksudku Megurine….-san, tubuh Len yang kau pinjam itu sedang tidak dalam kondisi yang menguntungkan," kata Leon.
'Bodoh amat! Emang gue pikirin!? Len udah ngijinin gue kok!' kata Luka dengan tampang cuek. Semua orang langsung sweatdrop. 'Apa kelakuan Wizard Ghost seperti ini? Dia kayak anak kecil,' mungkin itu yang di pikirkan oleh semua orang yang ada di UKS. 'Karena tubuh Len dalam kondisi tidak baik, lebih baik langsung saja,' kata Luka dengan senyum manis yang bagaikan senyuman maut dari shinigami bagi tujuh belas orang itu. Luka mengambil nafas lalu…. 'KALIAN ITU MEMANG KURANG AJAR YA!? SUDAH JELAS KALAU GAKUPO ITU PENYIHIR!' teriak Luka marah. Semua orang langsung matung, 'Kowaikowaikowaikowai!' itu yang sedang mereka rapalkan untuk sekarang. "Tapi Megurine….-san, kami semua belum lahir saat kejadian gantung diri itu. Saat itu…. Bukannya Megurine…-san dan orang yang menghukummu itu masih SMA? Jadi, kenapa kami yang kena marah?" tanya Mikuo dengan tenangnya.
Luka langsung menatap nyalang Mikuo,membuat Mikuo berkeringat dingin. 'Ini merupakan tanggung jawab kalian sebagai keturunan pendahulumu itu, BAKA!' jawab Luka penuh penekanan. 'KARENA MEREKA SEMUA! AKU JADI SEPERTI INI! DASAR! Memang seperti itulah manusia berpikiran pendek! Langsung setuju bila ada bukti palsu yang meyakinkan!' lanjut Luka. "Tentang itu…. Kami minta maaf atas nama orang tua kami dan kakek nenek mereka," kata Nyonya Hatsune. Luka melipat tangannya di depan dada lalu membuang muka, 'Hump! Aku bahkan belum selesai mengeluarkan semua amarahku yang sudah lama kupendam!' gerutu Luka lumayan keras. "Kami hanya meminta maaf saja, Megurine….-san boleh meneruskan ceramahmu," tambah Tuan Kamui. 'Kalau begitu akan kulanjutkan…. Penderitaanku terus bertambah saat mengetahui arwahku gentayangan di sekolah ini! Jika blablabla….,' Luka mengeluarkan semua kekesalannya. 'Kapan kami bisa pulang!?' pikir mereka.
Len tidur di pangkuan Rin, sedangkan Rin mengelus kepala Len. Kini mereka dalam perjalanan pulang, setelah Luka mengeluarkan amarahnya yang selalu dia pendam, tubuh Len hampir jatuh dari ranjang UKS. Untung keburu di tangkap Leon, kalau tidak…. Mungking kepalanya akan mencium lantai duluan. "Penyegelannya kapan Tou-san, Kaa-san?" tanya Rin. "Besok, itu permintaan Megurine Luka 'kan?" jawab Lily. "Kalian dan teman kalian tadi akan izin tidak masuk sekolah. Sepertinya Megurine tahu kalau mengeluarkan tiga orang yang ada di tubuh Len butuh tenaga yang besar, jadi Luka membiarkan tubuh Len untuk pulih." Sambung Leon. "Tou-san dan Kaa-san sudah menyiapkan tempat penyegelannya?" tanya Rin. "Ya, tempatnya ada di kamar kalian," jawab Leon dan Lily bersamaan. 'Haaah…. Sepertinya kamar kami akan di renovasi setelah penyegelan itu,' pikir Rin.
-To Be Continued-
Luka : *Baca ulang* kenapa aku jadi bermulut tajam ya? *nengok ke Author sambil melempar tatapan tajam*
Author : Gomen Luka-san! Jalan ceritanya memang begini! *ngacir sebelum di cekokin tuna*
Rin & Len : Author baru itu kayaknya gak kapok-kapok ya?
Sudahlah! karena kalian sudah membaca ceita Author yang gj ini... tolong review nya!
