Ninetyfive and Ninetyfour
Wind
Ini cuma tentang angin yang mengganggu Luhan dan membuatnya sedih, contohnya kematian Sehun, angin kencang saat Sehun menaiki burung besi, angin yang mengganggu acara Jongin dan Luhan, atau angin yang mempertemukan Luhan dengan Hakkin
"Kau tau Sehun? Kau itu hebat dan pintar! Kudengar Baekhyun, Lionel dan Hyorin-
menyatakan perasaan mereka padamu. Siapa yang kau suka?"
"Wanita itu menyusahkan Lu, aku hanya suka satu orang perempuan biasa yang tertarik padaku sebelum aku melepas kaca mata dan sebelum aku menata rambutku-
dia yang suka aku apa adanya, dengan caranya yang bodoh,"
Sehun mencium Luhan di bibirnya dengan novel Luhan sebagai penghalang
Unknown, 19 Mei 2013 11.02
Angin menghembuskan napas dinginnya menggenggam tangan manusia manusia sampai tulang dan membuat sebagian diri menjadi beku perlahan. Namun kemudian seseorang menyalakan pemanas ruangan membuat manusia menjadi lebih leluasa dan sedikit berani bernapas. Hujan kemudian datang dan membuat semuanya menjadi berisik gemelataknya pada atap atap rumah, ada keuntungannya harum tanah dan air hujan yang bertemu, harumnya membuat tenang, tidak dengan manusia itu.
"A-" Niji ingin berbicara sesuatu sebelum dihentikan oleh Luhan.
"Sudah, aku kecewa," Luhan menangis, "kau juga Kyungsoo! Berpura pura menjadi Hatsu! Apa maksud kalian?"
Sehun itu Hakkin, Hakkin itu Sehun. Perbedaannya Hakkin mempunyai bekas luka yang sedikit menyeramkan, insiden Sehun kecelakaan dipesawat membuat Sehun mempunyai luka dibagian bibir dan rahang. Bibir tipisnya disembunyikan oleh blush on itu robek lumayan panjang, tulang rahangnya hancur membuatnya harus berbicara dengan semacam alat yang ditanam non permanen bekerja untuk mengartikan kerja otak pada suara dan bibir karena sangat sakit untuk membuka mulut, ujung hidungnya hancur dan hidungnya terlihat sangat aneh itu penuturan Tao.
"Ini apa? Siapa kalian? Apa yang terjadi. Luhan berteriak, kita berkumpul dan kepalaku bagian belakangnya masih sakit! Kyungsoo? Kyungsoo siapa? Kyungsoo Denela? Dimana Han? Dimana sahabatku? Dia sudah mati overdosis narkoba! Jelaskan siapapun!" Jongin memegang kepala bagian belakangnya dan menghamburkan penglihatannya mencoba mencari narasumber.
"Jongin! Itu Kyungsoo! Itu Sehun!" Luhan berteriak dan menangis sambil menunjuk Hatsu dan Hakkin.
"Ma-maaf. Kami bisa jelaskan Lu!" Sehun melepas maskernya dan mempertunjukkan mukanya yang sedikit menyeramkan, namun Jongin masih sangat mengenali wajah itu, "mulanya aku hampir mati akibat kecelakaan itu, saat petir merusak sayap kanan pesawat, pesawat mulai jatuh dengan cepat dan angin seakan memukulku keluar pintu darurat padahal itu masih cukup tinggi. Aku dipeluk angin dan dihancurkan, semua tulangku hancur, angin itu memasuki kuping dan pori pori, semua lubang di tubuhku, aku merasakan seperti itu, kupingku menjadi tuli karena tekanan udara, dan aku susah bernapas. Lalu aku pingsan dan bangun disebuah tempat, dengan perban disekujur tubuhku. Seseorang dengan kacamata tiba tiba bercerita bahwa sel sel tubuhku hampir 38% bukan berasal dari tubuhku dan kadang kadang jika sel sel itu mati dan membuat sel baru, sel itu tidak terbentuk dari tubuhku namun jenisnya tetap sama seperti sel asing itu dan diidentifikasi jika itu hanya angin angin kecil yang menyambungkan implus. Dia menawarkan aku untuk pulang namun dia tidak mau melanjutkan pengobatanku atau bersamanya, melanjutkan semuanya, mengikuti suatu organisasi dan merahasiakan keberadaanku. Disana aku dipertemukan dengan Kyungsoo yang tubuhnya sepertiku, namun ia terinfeksi obat obatan. Anti bodynya sangat bagus dan baik, dia mempunyai kekuatan healing sedangkan aku sendiri seorang air bander," Jongin dan Luhan kelihatan kaget dan shock," kami adalah mutan. Kami kembali kesini karena kami melakukan beberapa percobaan dengan aktif dalam kegiatan heroik. Kami memang tidak ingin terkenal, karena kami program militer pemerintah dunia untuk membunuh pengkhianat, teroris, koruptor yang bersalah tanpa bukti yang komplit, atau memborbardir organisasi yang sangat berbahaya, bisa dibilang kami adalah anak dari organisasi FBI. Niji dan Hokutoo mempunyai nama Tao Liedersd dan Chan Yeoluser mereka manusia biasa. Mereka bisa dikatakan seorang manager ka-"
"Cukup Sehun! Bukan karena Luhan pacarmu kau bisa ceritakan tentang organisasi. Kau tau peraturannya? Luhan dan Jongin bisa dibunuh. Alasan mereka mempertahankanmu dan Kyungsoo karena kalian akan mati jika dilepas," Tao berteriak sambil berbicara.
"Kyungsoo? Sehun? Wait! Aku tidak mengerti. Kau siapa perempuan hitam?!" Jongin terlihat shock.
"Enough!" Ujar Chanyeoluser. Panggil saja Chanyeol, "singkat saja Luhan, Jongin, kami adalah anggota organisasi militer dunia yang tidak boleh nampak atau keliatan ada dan kalian berdua harus ikut kami, mengerti?"
"Jangan libatkan mereka Yeoluser!"
"Percuma Sehun. Saat kau pingsan dengan dua orang ini mereka menaruh kamera video karena milihat Luhan sering keluar masuk apartmen."
"Kyungsoo? Kau Kyungsoo?" Jongin mendekati Kyungsoo, "bagaimana bisa? Kau sudah mati? Kau jadi malaikat?" Jongin sepertinya memang benar benar shock.
Kyungsoo tersenyum dia hampir menyentuh Jongin, sebelum Sehun menarik tangannya dan bicara, "kita bersiap untuk pergi ke tempat organisasi itu makan waktu 4 jam. Kita klarifikasi apakah kalian mati atau bergabung di organisasi ini untuk kebaikan kalian," ucap Sehun final.
"Aku tidak ingin meninggalkan uncle dan grandma!"
"Benar Sehun, kau kenapa begini? Apa semua ini mengubah tabiatmu? Kami sahabatmu," Jongin terlihat kesal.
"Izin dengan wali kalian. Aku harap kalian tidak kabur, ini habiskan 3-4 hari" Sehun pergi kekamarnya, sebelumnya is berucap, "Jongin disini tidak ada ranjang kau bisa bertukar dengan Tao, Tao bisa tinggal di apartemen Luhan."
"Aku menolak! Aku akan bilang ke keluargamu dan polisi. Aku tidak percaya organisasi kalian itu legal!" Ujar Luhan lantang di depan pintu kamar Luhan.
"Lakukanlah semua itu! Sebelum kau keluar apartemen ini, kau sudah mati."
Unknown, 20 Mei 2013 05.08
Pagi yang indah dipertengahan Mei. Gravitasi matahari masih menjaga agar Venus tidak terlalu dekat dengan Alpha Century. Perempuan itu masih bertahan pada posisinya menyerah dengan takdir tuhan pada gravitasinya terhadap matahari yang tak membiarkannya berlari menghampiri Alfa. Ia tetap panas dengan atmosfernya. Ia masih marah sejak lama sekali dan ketika ia menemukan cara agar pergi ke Alfa. Sinar Alfa meredup dan menghindari Venus. Venus kecewa dan ia menyerah lagi.
"Nij- Tao, bangunlah! Aku akan membuat roti isi daging dan sayur yang sehat di apartemenmu!" Luhan meninggalkan Tao dan membawa ayam goreng yang sudah dibumbui dan sekotak es krim ke apartemen Sehun.
"Aku akan masak disini Chanyeol!" Luhan menolak pertanyaan Kyungsoo dan lebih memilih menjawab Chanyeol.
"Jongin masih suka ayam goreng? Bagaimana kabarnya Lu?"
"Ya, baik," Luhan mengabaikan Kyungsoo dengan cukup baik.
Jongin bangun dan bergabung dengan mereka, "han, kau memasak ayam goreng untukku?" Jongin menggaruk tengkuknya dan tersenyum canggung.
"Tentu Jong!"
"Kau memasakan aku apa Luhan?" Tanya Chanyeol, "aku juga lapar."
"Ada roti isi daging dan sayur kok,"
"Burger? Kyungsoo sangat hebat membuat burger!" Ujar Chanyeol dengan semangat.
"Biar kubantu!" Ujar Kyungsoo dengan luapan kebaikan.
"Sudah lakukanlah semua," Luhan menghilang dalam pintu putih.
"Luhan kau akan pergi kemana?"
Luhan mengabaikan kata kata Kyungsoo dan kembali ke apartemennya. Tao masih tidur di kamarnya. Dia terlihat berpikir. Melihat ke jendela dan membawa selimut. Dibelakang jendelannya apartemennya hanyalah gang kecil. Ia mengikat tiga selimut diujung ujung diagonalnya dan satu selimut yang tipis di ikat pada paku yang besar yang tertancap sudah lama di dinding dekat jendela, Luhan melepas ujung satunya dari tiga selimut itu ke gang di belakang apartemennya. Lalu ia mengambil dompet dan handphone, kemudian ia ganti baju dan turun dengan selimut itu.
Setelah sampai dibawah Luhan lari ke luar gang dan mencari taxi atau dekedar bus, "taxi! Ke sebelah barat Stasiun kota," Ujarnya, dia memasuki taxi itu dan menelpon ke kediaman keluarga Century, "mrs. Century! Ada hal yang ingin aku bicarakan tentang Seh- sial signal!" Luhan terlihat panik, "ini kota atau hutan! Mana bisa tidak ada signal begini!" Luhan melihat seseorang dari luar taxi yang lumayan jauh sedang menelpon, Luhan mengerutkan dahinya, tidak ada bar signal di handphonenya, "arah sebaliknya tuan, 30 meter lagi ada jalan kekanan, lewat situ- hey kekanan! Apa maksud anda? Supir taxi apaan ini! Saya mau turun," namun siupr taxi itu melajuksn mobilnys.
"Maaf nona Geurje anda harus ikut saya. Anda akan aman saya berjanji demi nyawa saya," ujar supir taxi itu.
"Siapa anda?! Hentikan taxi ini!" Ujar Luhan.
Sebuah gas di jok belakang sepertinya kloroform dan supir itu memakai masker lalu menutup jendela antara jok belakang dan jok depan. Luhan tertidur, supir itu menepikan taxinya di tempat gelap dan membuka jendela jok belakang.
Unknow, 20 Mei 2013 17.03
Isolasi kata yang cantik untuk tempat ini. Tanpa jendela dan daun pintu, tanpa kaca. Sejauh mata memandang akan terdapat black rose dalam vas diatas meja, dia langka dan cantik disana juga ada sofa navy dan lampu gantung untuk menambah kesan tua. Selebihnya hanya dinding tosca dan lantai putih.
Ada angin menerpa tubuh Luhan, ia memejamkan matanya dan terlihat seperti menikmati tiupan angin tersebut, Luhan nampak terlena dan diam. Kemudian Luhan terlonjak, "air bander? Sehun? Sehun! Kau dimana?" Luhan mencoba membuka salah satu dari dua daun pintu. Gagal.
"Kau sudah bangun?" Seseorang dengan snapback bertuliskan swag, sweater coklat serta jeans biru selutut dan sneaker rainbow membuka pintu yang lain, "Sehun ya? Ikut lah denganku. Jangan berontak."
Luhan menurut, ia mengikuti laki laki tadi, laki laki tadi berbicara disepanjang ruangan yang sangat jauh lebih besar dari ruanga meter itu, bahkan lebih besar dari istana presiden, disana banyak yang bekerja entah melakukan apa beberapa dari mereka menggunakan baju anti peluru, seperti melakukan pengarahan, beberapa ruangan transparan berisi para mutan mutan. Kembali ke Luhan, laki laki itu menjelaskan alasan Luhan ditangkap dan tentang suatu pilihan yang akan Luhan lakukan ketika bertemu salah satu dari ketua divisi bagian. Mati atau bergabung. Nama dari laki laki tadi adalah Sewo, seorang anggota divisi bagaian 11 yang bertugas menyimpan, mengurus dan mengatur keanggotaan para mutan dan tangan kanan mutan tersebut, divisi ini divisi yang paling sering berinteraksi dengan mutan dan anggota organisasi itu.
"Luhan!" Jongin berlari ke arah Luhan dan menanyakan keadaannya, "kau belum mandi ya?"
Luhan menatap Jongin datar dan menenendang tulang kering Jongin. Luhan sedikit melihat kearah Sehun, Kyungsoo dan dua orang lainnya di belakang Jongin.
"Okay aku akan mandi, mari kita pulang," Luhan menarik tangan Jongin dan mencoba pergi.
"Hey, kau mau aku bunuh?" Tanya orang yang mengantar Luhan tadi sambil manarik tangan Luhan dan Jongin lalu mendudukannya disebelah Tao, "Liedersd, Yeoluser jaga mereka, jam 17.23 bawa mereka ke Jenet. Century, Denela kalian harus ke divisi bagian 6, kalian harus mengurusi perpindahan, bilang jika kalian mewakilkan Yeoluser dan Liedersd," laki laki itu kemudian pergi.
"Ayo Se!" Kyungsoo menarik tangan Sehun dan mengacak rambut Sehun.
Luhan diam dan menatapi sekitar menghela napas untuk beberapa detik, "uncle pasti menelpon! Aku melihat miss call nya tadi pagi, namun aku mengabaikannya," Luhan mencari ponselnya dikantong baju dan saku celananya.
"Tenang Lu aku sudah mengiriminya pesan dan mengatakan kau baik dan pergi camping di hutan selama empat hari jadi akan susah mendapat signal. Dari situ kita bisa membuat hutan itu terbakar karena alam dan membuat pernyataan kau mati saat tidur siang. Kita berenam yang camping."
"Mati? Ini bukan cerita di action film dimana orang sepertiku bisa menerima apa adanya dan bisa menjadi asisten atau pesuruh di organisasi yang entah berantah ke legalannya!" Luhan duduk dan mengangis, "harusnya kalian lebih pintar menghindari diri dari umum. Amatir bodoh! Fuck your ass!"
"Ada aku bocah!" Jongin menarik Luhan, "Tao, Chan! Ayo antarkan kami ke kamar itu. Jalan disini sangat berliku."
Mereka harus melewati beberapa gedung untuk menapaki sebuah mansion besar yang sangat nyaman, beberapa pohon palem menambah keasrian tempat itu. Ada black rose dan bunga bunga langka lainnya. Itu keliatan keren.
"Kami menggunakan rekayasa pada tanah dan mikroba yang mempengaruhi tumbuhan itu, jadinya mereka bisa hidup disini. Pupuk, perawatan khusus dan non pestisida pengaruh besar juga. Kalian tau? Ilmuan atau lembaga tidak penting yang datang kesini akan dicabut atau dihilangkan ingatannya atau kami berpura pura melakukan sesuatu yang lain, maksudnya seperti merubah tempat ini menjadi perusahaan minyak atau perusahaan kecil dipinggir kota yang sangat miskin," jelas Tao.
Mereka berjalan jalan sambil tour guide mereka menceritakan apa apa saja.
"Mandilah! Akan aku telpon layanan kamar agar membawakan baju untukmu. Berapa ukuran bajumu? S? Okay!" Ujar Chanyeol disertai keadaan canggung yang berbisik diantara Tao dan Kai.
Luhan pergi kekamar mandi melepas pakaiannya dan menyalakan kran dan masuk kedalam bath up berendam sesaat dengan garam mandi yang sbelumnya ia taburkan. Luhan memejamkaan matanya ia merasakan anging menghembus diantara wajahnya, itu seperti pijitan pelan diantara pipi dan bibir lalu mata dan hidung. Luhan membuka kelopak matanya,
"Se-" Luhan menenggelamkan badannya sampai kepala saja dan muka yang terlihat.
"Hi Lu! Kau masih cantik," Sehun jongkok disebelah Luhan, "dan bodoh," Sehun lalu tersenyum dan mengelus pipi Luhan yang mencuat dari air, "kau benar benar bodoh, kenapa kau membuka maskerku?"
Luhan menangis.
Sehun melepas sepatu, mananggalkan seluruh pakaiannya dan bergambung dengan Luhan dalam bathup. Sehun memeluk Luhan dari belakang dan menyembunyikan mukanya diceruk leher Luhan, "menangislah sayangku yang bodoh! Mungkin besok kita tidak akan bertemu lagi," Sehun hanya memeluk Luhan dan bersandar di ceruk leher Luhan, dia keliatan menjaga dan menghargai Luhan, "Lu, kau harus bisa move on! Aku tidak bisa selamanya bersamamu. Ini bukan lagi aku pergi ke New York untuk belajar, tapi aku pergi menghilang dan tidak kembali. Ketika seseorang bisa mencintaimu dan menggantikanku, aku berharap dia lebih dariku. Dan ketika kau merindukanku nanti, jangan mencariku karena angin selalu memelukmu dan kau tidak melihatku lagi. Maaf aku pernah egois dan bertingkah tidak menyukaimu. Aku hanya gugup dan exited. Jujur saja aku tidak berbohong ketika aku bilang menyukaimu. Bagaimana dengan teman temanmu? Apa mereka masih membenciku?"
Unknown, 5 Februari 2011 13.23
Seragam dan sangpunyanya mendekat pada sebuah lingkarang yang dari awal terbuat bukan hanya satu jiwa tapi beberapa puluh. Ditengah mereka ada jiwa jiwa gelisah yang tengah dipanah Eros, sengsara napsu membuat mereka kehilangan malu dan berteriak teriak ditengah tengah lingkaran, padahal mereka seperti sicantik, tapi karena pesona tidak tertahankan dari jiwa yang lain mereka menggila. Suasana di luar lingkaran mendecih, kecewa dan marah. Ledekan penghinaan untuk sicantik karena terlalu norak dan mengumbar. Sedangkan pengikut sicantik kecewa. Seseorang dengan pandangan kosong dan jiwa gelisah di pinggir lingkaran itu menatap pada jiwa jiwa, dia kaget dan ingin menangis.
"Sehun! Perlu kukatakan sekali lagi! Pilihlah aku dari pada Lionel dan Hyorin! Mereka hanya perempuan murahan!"
"Gila kau Baekhyun! Orang yang mengambil paced orang lain superfineq yang pantas menyandang predikat murahan. Sehun aku mencintaimu sungguh! Jangan memilih Baekhyun dan Lionel, tabiat mereka seperti anjing jalanan!"
"Wanita seperti ku anjing jalanan? Perempuan murahan? Kalian berdua bahkan pantas aku ludahi! Aku yakin kalian sudah kehilangan keperawanan! Pacar kalian itu menumpuk banyaknya!"
"Enak saja kau Lionel! Bisa bisanya!
"Kau mau mati?!"
Kira kira begitulah kata kata yang keluar dari mulut mereka, Baekhyun, Lionel dan Hyorin. Mereka menarik Sehun kelapangan dan melakukan confession yang entah ke berapa kali, namun sekarang entah mengapa harus di lapangan dan mereka bertiga melakukannya sekali waktu. Mereka terus ribut dan tidak berhenti mengomel dan berbicara sedangkan orang orang disekeliling mereka bertaruh dan menyemangati, sedangkan Sehun sepertinya bingung dan mengerti keadaan.
"Ehm, kalian sahabat? Tapi saling menjatuhkan? Murahan, kalian lebih rendah dari anjing jalanan, sudah tau aku menolak sejak awal, tapi tingkah kalian seperti wanita jalang yang tidak punya malu. Walaupun kalian perawan sekalipun aku tidak sudi menjadi pacar kalian," Sehun pergi begitu saja.
"Kau bicara seperti aku seorang yang sudah tidak perawan! Mati kau!"
"Apa apaan ini! Kau menolakku?"
"Jangan menghinaku seakan kau lebih Sehun! Aku membencimu!"
Cacian itu mendominasi, lingkaran siswa itu menertawai dan menatap sinis ketiga orang itu, siswa siswa lain bersorak dan bekata bahwa mereka bertiga murahan, bisa dijadikan one night stan dan kata kata tidak pantas lainnya, siswa siswa itu mempunyai pernyataan logis dari alasan alasan itu, "bodoh sahabat sahabat itu seperti mengumbar aib dan kenalah semua. Dasar murahan, jangan berteman dengan mereka psikopat sekali, egois."
Hal itu bertahan sebulan sampai berita lain menutupi itu, Sehun dikabarkan berkencan dengan Luhan. Bukan main gerahnya sahabat sahabat Luhan, mereka membenci Luhan dan Sehun hampir satu semester, selama itu Luhan hanya bermain dan bertingkah sendiri. Lebih gempar lagi, Sehun membuat berita menjijikan soal Baekhyun, Lionel dan Hyorin waktu mereka membenci Luhan dan membuat Baekhyun, Lionel dan Hyorin dibully. Dan entah bagaimana mereka akhirnya bisa bersahabat lagi dengan Luhan, tidak dengan Sehun. Baekhyun, Lionel dan Hyorin membenci Sehun. Bahkan menaruh dendam sangat dalam atas insiden itu
"Jangan dekat dekat dengan Sehun Lu, dia tidak baik. Pulang nanti kami antar saja."
Unknown, 21 Mei 2013 01.12
Sebuah pagi buta dengan bulan dan bintangnya yang nampak tegar. Malam itu berwarna hitam seperti langit tanpa atmosfer, tapi mengapa langit siang berwarna biru ini hanya tentang pantulan, mata, cahaya sebenarnya, tapi tidak sesederhana itu. Kenapa kita harus menemukan sesuatu yang rumit? Ketika saling menjaga dengan alam saja cukup. Simple jawabannya. Manusia itu serakah.
Angin pagi mulai berhembus dikamar yang Jongin tempati, sangat dingin dan membuat Jongin harus merapatkan tubuhnya pada selimut.
"Bangunlah Trojan sayang!"
"Menjijikan Alpha gila!" Jongin masih bergelut dalam selimutnya, "ada apa Alpha?"
"Bagaimana Luhan? Kau mendekatinya ya?"
"Kau kan sudah mati, lagi pula Luhan cantik."
"Lalu, siapa aku?" Sehun menghela napas, "Jagalah Luhan, Tro. Tiga bulan lagi aku akan pergi sangat jauh, mungkin kau tidak akan menemukanku sebelum aku benar benar kembali. Terima kasih sudah menyuruh Luhan agar bergabung dengan organisasi, aku tau dia sangat shock atas semua ini, dia hanya perempuan yang bodoh, aku sudah merencanakan siasat bunuh diri ketika Luhan menyatakan akan mati."
"Kau masih menjaganya ya Al? Perasaanmu? Bagus kau pergi setahun, coba lebih Luhan sedang dalam pesonaku. Oh ya ini baru satu tahun sejak kematianmu, pengobatan mu tentu lama, latihan dan adaptasi kekuatan juga membutuhkan waktu banyak, tapi semuanya hanya selesai dalam 1 tahun? Pantas saja kau dan kelompokmu amatir, Luhan memang bodoh, tapi cukup punya naluri besar."
"Sialan kau Trojan. Apa Luhan punya seseorang yang sangat dekat dengannya?"
"Kakak mu Al, dia sangat sering bermain di apartemen Luhan, ya sejak kemunculan Hakkin, Luhan jadi melarang Danield mengunjunginya. Itu yang aku simpulkan dari ceritamu, Danield dan Luhan. Luhan juga sering membicarakan banyak laki laki, tapi aku yakin itu hanya alasannya menutupi rasanya pada orang mati sepertimu. Al, sepertinya Luhan sangat shock bertemu denganmu, perubahannya signifikan, dari dia yang biasa diam, Luhan jadi lebih emosional, dan sepertinya masih bingung dengan situasi ini."
"Ya, aku merasaknnya. Tindakannya jadi tidak jelas dan aneh. Aku berharap dia oke. Tro, akukan akan pergi jauh tiga bulan lagi apa kau tidak shock seperti Luhan? Apa kau tidak merindukan Sehun tampanmu ini?"
"Dasar bipolar gila!"
"Aku tidak bipolar Trojan sayang."
"Al, aku akan mencium Luhan!"
"Sial, iya aku diam. Aku tidur disini ya Tro?"
"Tidurlah, dan bermimpi aku dan Luhan menikah di altar dengan telanjang bulat lalu aku langsung menyetubuhi Luhan setelah janji suci."
"Gila kau Tro! Sebelum kau melihat luhan telanjang sudah kubuat kau jadi makanan para hewan disini!"
"Al, bagaimana dengan Kyungsoo? Apa dia baik baik saja? Sudah punya pacar? Jika belum, carikan dia seekor manusia setengah burung hantu Al."
"Gila kau! Sudahlah!"
Seseorang melihat mereka, sedari tadi memperhatikan dengan senyumannya, menatap Sehun terus menurus tanpa melepas pandangannya sekalipun, mungkin ia, "jatuh cinta dengan Sehun? Sejak kapan Soo?" Gadis lain dengan wajah mungilnya berjalan menuju seseorang itu.
Kyungsoo membawa Luhan masuk kekamarnya, mereka terduduk di sebuah kasur single bed, "kau sejak kapan disini? Bagaimana bisa keluar kamar?" tersenyum dan memegang lengan atas Luhan.
"Semua kau ambil Gaia! Minasku! Eosku! Mungkin tidak terlalu buruk tanpa satelit, tapi bagaimana tanpa bintang? Aku butuh sinarnya, panasnya. Bintangmu adalah bulanku Soo, aku tau, aku melihatnya dulu."
Kyungsoo diam dan menatap Luhan, "kau harus mengerti Luhan, bahkan Bima Sakti dan Andromeda diramalkan bertrabakan, perubahan Luhan. Bima Sakti tidak selalu ditempatnya. Dia jenuh. Dan one day, matahari akan membunuh Venus, lalu lebih dekat dengan Bumi."
"Pergilah ke mataharimu Kyung, aku akan berlari kebenda langitku. Dia," checkmate bagi Kyungsoo.
"Aku bersamanya sangat dekat sudah lebih da-"
"Aku bersama cinta dan dirinya lebih dari dirimu. Tiga tahun! Dan dia lebih memilihku dibanding siapapun saat itu."
Kyungsoo terkejut, lalu tersenyum, "penafsiranmu salah Aphrodite yang cantik. Hefaistos mungkin membencimu karena kau mempunyai Ares yang berada disampingmu ketika dia sibuk dengan besinya. Namun, kau Luhan Venus Geurje. Bukan sang dewi kecantikan yang hobi beselingkuh," Kyungsoo mendorong Luhan keluar kamarnya dan menutupnya.
"Maksudmu apa Soo?" Ujar Luhan berbisik pada angin. Kemudian ia pergi kekamarnya.
Unknown, 21 Mei 2013 05.03
Pagi indah menyapa walau matahari masih bermalas malasan di ranjangnya seakan ia masih ingin tidur 5 menit lagi. Kemudian siulan burung gereja yang indah menyapa matahari agar memulai aktifitasnya dan segera membangunkan manusia cantik dalam tidur mereka yang indah, dan manusia tampan dalam perang mimpinya. Bagaimana dengan sisanya? Si jelek? Sicacat? Si biasa saja? Kau tau? Manusia cantik dan tampan dengan cara mereka sendiri, setidaknya mereka akan cantik dan tampan didepan orang tua, tuhan dan- takdir hidup mereka.
"Han! Bangun, sekarang divisi 11 menugaskan agen untuk membuat bukti kematian kita Lu! Ini hari besar kita," Jongin dengan tawanya membangunkan Luhan, seolah itu sebuah lelucon.
Luhan terduduk tiba tiba dan tersenyum, "bagaimana dengan Baekhyun? Hyorin? Lionel? Grandma? Uncle? Jongin jangan bergaya seperti kau oke. Kau berubah jadi ceria begini sejak kemarin."
Jongin tersenyum," aku masih mempunyaimu Han! Kita terus bersama! Aku akan berada di divisi manapun asal bersamamu! Tidak peduli dengan aturan aku akan bersamamu! Kita sahabat!"
Luhan tertawa, "kau percaya gaya gravitasi matahari itu sangat kuat?"
"Trojan mengitari matahari, begitu tentangmu. Tapi, aku tau kau lebih suka ketika aku jawab kekuatan Alpha Century lebih kuatkan? Apa yang terjadi Han?"
"Sesuatu membuat diriku terancam pada Sehun. Sudahlah, kita akan berpisah dengan Sehun lagi. Lebih baik kita mandi, kita akan bertemu seseorang pagi ini. Ingat kata Tao? Kita harus bertemu Endrick."
"Han, ini akan menjadi hari berat kita selanjutnya, aku harap kau oke, atau Sehun akan menghilangkan oksigen disekitarku."
"Aku bisa menjaga diri Jongin. Aku aman disini," Luhan mengambil handuk dan kekamar mandi.
Jongin melenguh lalu pergi ke kamarnya. Ia mengikuti apa yang Luhan lakukan mengambil handuk dan mandi. Setelah mandi Jongin melihat Kyungsoo sedang duduk dikasurnya.
"Hi! Bagaimana pagi pertama dan mengetaui kau mati," Kyungsoo tertawa.
"Kau membuatku terasa seperti zombie Soo. Hey, bagaimana kau bisa masuk?"
"Aku mendapat password kamarmu dari divisi 11."
"Kau mengancamnya? Atau dia mutan burung hantu?"
"Sialan kau Trojan!"
"Kau ikut Sehun?" Jongin mempunyai nada yang mengeluh.
"Aku patner Sehun. Dari awal kami di setting untuk selalu bersama."
"Aku kesepian tidak ada kau Soo, semenjak Camomile pindah ke Singapore. Untung ada Luhan, kepergian Sehun membawa keberuntungan bagiku," Jongin tertawa lepas, "aku bercanda. Ada bagian realnya sih. Oke aku bercanda. Kau tau? Tadi malam Sehun kekamarku dan menyuruhku menjaga Luhan, aku berharap kalian pergi lama, dan Luhan dalam genggamanku!"
"Jangan bertingkah kau Naruto, dia Sakura dan Sehun Sasuke, bodoh! Aku harap kau bahagia dengan pencapaian akhirmu Jongin, jangan menyesal dan membuat dunia kiamat. Mungkin Hawking benar mengenai tidak adanya black hole, tapi jika bintang meledak berbahayakan? Sudah jangan dipikirkan, aku harus berlatih bersama Sehun. Lebih baik kau pakai baju dan pergi ke Endrick."
"Bagaimana kau tau jadwalku?"
"Kau kan orang special yang Sehun bawa, Sehun itu famous disini Jongin," Kyungsoo segera keluar kamar Jongin dan menutupnya, "dan bagaimana dengan nona yang bersuara aneh itu?"
"Okay okay begini hari ini kalian harus familiar dengan jadwal dan tempat tempat disini, bersikap disiplin dan professional, semua divisi harus kalian coba satu satu dan Renes dari divisi 7 akan menempatkan kalian di divisi yang cocok, setelah itu minta surat darinya berikan ke Lim di divisi 11 untuk memperbarui profile kalian, kalian tidak akan langsung bekerja, karena aku tau basic kalian hanya siswa biasa, yeah masuk kesini karena ada pengaruh Century itu, jadi kalian akan sekolah selama 3 bulan dari jam 5 pagi sampai 8 malam, aku harap kalian cepat beradaptasi. Karena ini bukan FBI yang bisa menampakkan diri keluar berkata aku agen dari sebuah organisasi berbasis mutan sebagai anggotanya."
"Siap, Mr. Endrick!"
"Tidak usah begitu Geurje, kalian biasa saja memanggilku, kecuali aku kepala divisi, kalian harus menambahkan Kepala divisi di depan namanya. Khemkhaeng akan menjadi tourguide dadakan kalian, dia dari divisi 5 mengurus tentang jadwal jadwal semua anggota mutan dan para anggota divisi. Harusnya Orbas, dari divisi 11.
"Maaf Endrick, aku ingin bertanya."
"Kau bisa bertanya pada Khenkhaeng, aku sibuk, maaf Trojan," Endrick menelpon seseorang, dengan ponsel keluaran organisasi, "Khenkhaeng, kemarilah," lalu Endrick memutus sambungan ponselnya, "dua ponsel untuk kalian, tidak bisa dimatikan, jika kalian mematika atau batrey habis ponsel itu akan berdengung, kalian hanya bisa memainkan game dan berkomunikasi dengan agen dan anggota divisi juga mutan. Aku pergi."
"Hi, Luhan, Jongin! Aku Khengkhaeng. Mari ikut, mulai dari sekolah ok?" Khengkhaeng mengantar mereka dengan sebuah mobil kecil, jaraknya lumayan jauh sekitar 2-3km. Diperjalanan Khengkhaeng menceritakan dirinya.
"Aku tidak menyangka kalau kau orang Thailand,"
"Harusnya kau tau dari namanya Han,"
"Santai saja. Oke kalian akan bersekolah disini 3 bulan dan mulai setelah bekerja di setiap divisi. Kenapa kami memilih bekerja dulu dari pada sekolah padahal kalian bukan basic seoang jenius? Alasannya agar kami lebih mudah tau apa yang kelian butuhkan dan lebih mudah membentuk kalian. Disekolah ini mungkin berisi para jenius, tapi tenang, beberapa dari mereka ada yang seperti kalian, masuk karena terpaksa atau takut mati karena melihat mutan mutan itu. Orang orang yang terpaksa seperti itu akan dibunuh diakhir kerjanya. Mungkin kalian bisa juga tidak karena Sehun dibelakang kalian. Sehun salah satu anak kebanggaan kami karena air bander sangat langka. Biasanya hanya monoton seperti, punya kekuatan magnet dari tubuhnya, terbang, atau pendengaran super. Kami membutuhkan kekuatan angin, air, udara, listrik, healing, defense, sesuatu yang sangat berguna saat melakukan eksekusi pemusnahan musuh dunia. Kembali lagi mengenai sekolah, kalian akan berada di kelas calon agen dan anggota divisi yang bernasib sama dengan kalian," Khenkhaeng menjelaskan mengenai isi sekolah singkat itu.
Perjalanan berlanjut ke kantor agen, anggota divisi dan mutan mutan, kantor yang mengerjakan dokumen seperti kantor biasa itu kantor anggota divisi, lalu kantor agen agen terlihat seperti kepolisian yang sibuk akan penyelesaian mengenai masalah pembunuh pelaku dan tkp yang menyulitkan, sedangkan tempat mutan adalah sebuah rumah besar sederhana dengan halaman seluas hutan buatan.
Setelah itu mereka mengunjungi laboratory, hanya ilmuan yang jenius menurut organisasi yang bisa berada di laboratory 5 tingkat ini. Mereka menciptakan penemuan mengenai obat obat yang merangsang manusia dengan tubuh yang biasa namun memiliki perbedaan, jadi mempunyai perbedaan itu secara nyata. Sehun ada disini saat pertama kali ia terbangun.
Ada sebuah tempat kecil yang seperti department store dan kantin universal seluruh anggota, tempat dimana bisa dlakukannya sebuah rapat atau pemberitauan, seperti aula, namun visualnya seperti sebuah mall.
Asrama perjalanan terakhir mereka, agen dan anggota divisi akan kembali kerumah dengan pantauan 100% dari kelompok terpercaya organisai. Para mutan dan petinggi organisasi mempunyai hidup di asrama ini, keluarga bahkan. Atau beberapa dari mereka yang tetap sendiri sampai mereka tua dan menjadi seorang yang dihilangkan ingatannya. Orang orang yang terpaksa masuk ke organisasi akan ditaruh satu asrama dengan para mutan.
"Apa hanya itu saja? Ya walaupun itu sebesar satu kota kecil, tapi itu hanya di kelompokan beberapa bagian saja. Kalian pasti punya perusahaan yang membuat ponsel ini, suatu perkumpulan orang kecil yang memantau pekerjaan ini. Kalian pasti punya petinggi selain hanya ketua divisi dan orang tua yang sok menjadi ketua tunggal setiap jenis manusia. Bagaimana dengan para orang yang membersihkan kamar tempat ini dan hutan besar punya para mutan? Guru guru yang melatih mutan? Ilmuan?"
"Kau cukup cerdas Geurje, kami biasanya akan memberitau ketika mereka sudah 1 tahun dan menjadi lebih profesional, namun jika seseorang bertanya, maka harus kami jawab. Dibawah tempat ini ada tempat yang sangat besar, mereka adalah mutan terbaik, agen terbaik, dan para petinggi organisasi. Yah bawah tanah, sebuah tempat berisi jenius jenius, level S dan SS, ini rahasia. Dibawah sana kami punya 17 yang seperti Sehun, mungkin kalau Sehun angin atau gas secara universal, mereka berbeda sedikit namun level yang lumayan tinggi, aku harap kau bisa diam tentang ini."
"Berapa orang yang bertanya seperti ini?"
"Tidak banyak, karena mereka lebih menurut dan mengikuti saja jalur yang kita buat. Ada lebih banyak lagi rahasia mungkin kau akan tau ketika waktunya."
"Satu lagi, seberapa istimewa divisi 11? Mereka seperti melakukan semuanya, dan divisi lain cuma pelengkap."
"Tidak seistimewa itu, hanya saja mereka bertugas menangani hal hal yang berhubungan dengan keanggotaan organisasi."
"Selamat sore Geurje, Trojan. Besok kalian akan mempelajari sih bukan bekerja di divisi divisi itu," Khenkhaeng menurunkan Luhan dan Jongin di depan asrama.
"Bagaimana hari kalian?" Kyungsoo datang bersama Sehun dipelukannya
"Cukup baik Soo. Bagaimana latihan kalian?"
"Angin angin balas dendam pada Sehun karena terlalu memanfaatkan mereka."
"Sehun terluka?" Luhan terlihat penasaran.
"Iya, dan aku telah mengobatinya. Aku seorang healer, ingat?"
"Apa aku bisa meminjam Sehun sampai malam?"
"Sehun sib-" Kyungsoo diabaikan
"Ayo ke kamarmu Luhan," Sehun menarik Luhan kekamar Luhan.
"Kau meninggalkan sahabat tampanmu ini Luhan?" Jongin meninggalkan Kyungsoo kekamarnya.
Kyungsoo tersenyum dan duduk di sofa tunggu lantai 1, "kapan cahaya bohongan itu akan memperhatikanku? Kenapa Luhan punya pesona itu? Bisakah aku menyerah dan tinggal disini sebentar?"
"Ada apa Luhan?"
"Apa akan lama? Maksudnya memang tidak mau kembali?"
"Kembali kok," Sehun tersenyum.
"Bagaimana penilaianmu tentang Kyungsoo?"
"Ada apa? Mendadak sekali. Kyungsoo cantik, baik, cocok denganku. Aku menyukainya," ujar Sehun sambil melirik keujung mata atasnya.
"Nothing. Kau menyukai Kyungsoo?"
"Jelas Lu, semenjak kau tidak ada, aku sangat dekat dengan Kyungsoo. Bagaimana aku tidak menyukainya?" Sehun diam sementara, "kau sudah dewasa ya? Sudah tidak seru, tidak bodoh, kau jadi tidak menarik. Aku tidak menyukaimu sekarang," Sehun tertawa lepas.
Begitu juga dengan Luhan, "tapi, kau mencintaiku?"
"Apa?" Sehun tertawa kencang sekali, "tentu tidak Luhan. Kemarin hari terakhir aku mencintaimu. Ternyata walaupun dekat denganmu sebagai Sehun. Aku tidak mencintaimu Lu. Bagaimana denganmu?"
"Aku?" Luhan tertawa hambar, "sama sepertimu Sehun, aku sama sekali tidak mencintaimu dari awal kita sama sama dekat karena kita sama sama aneh dan tertarik, kau sudah tidak aneh, begitu denganku. Mungkin itu hanya masa lalu, kau lebih cocok dengan Kyungsoo. Sama sama mutan hebat. Anak kalian pasti sangat sangat hebat Se."
"Kau benar benar tidak mencintaiku?" Sehun tertawa lagi, "padahal aku ini berbeda dan aneh, akukan mutan."
"Kau tau apa maksudku tuan Century," Luhan tersenyum sampai matanya menghilang, "terkadang kita mungkin kalah dengan waktu Se, aku mulai tidak menyukaimu dan kau juga. Mungkin aku menangis selama ini karena merasa kehilangan, tidak pernah mencintaimu. Mungkin kemarin kita hanya sedang bingung pertemuan antara Luhan danSehun secara resmi, jadi kita pikir kita saling mencintai," mereka diam untuk beberapa saat, "aku harus membaca buku ini, mengenai organisasi. Ini harus jadi adaptasi cepat untukku kan? Sebaiknya kau kerjakan banyak hal. Mungkin aku akan jadi seorang agen. Duduk disebuah tempat sangat melelahkan."
"Okay aku pergi Lu. Terima kasih untuk meluruskan kesalah pahaman dan keganjilan ini, aku- menyayangimu. Sampai bertemu besok. Ngomong ngomong siapa yang membantumu untuk berkata seperti itu dalam sehari?"
"Aku orang yang logis, cepat ambil kesimpulan Sehun, aku hanya shock jadinya sedikit labil. Pergilah!"
Sehun pergi dari kamar Luhan. Luhan tersenyum, sepertinya ia mengerti hatinya, "Kyungsoo memang benar, akupun harus , Venus tidak pernah berubah karena memang jalannya venus di sini, bukan mengitari alpha!"
.tobecontinue.
A.N
Gue update nih. Ohya kalo menurut kalian ada bagian yang susah dimengerti bilang aja, gue emang rada ganyambung di real life orangnya jadi kalo para cast komunikasi, pasti rada ganyambung.
Kemaren lupa bilang, Kinsei itu artinya venus, kalo gasalah. Terus banyak hal di chap kemaren kalo lo teliti bakal nemuin hal aneh/tulisan gue aneh sih, jadi gamungkin lo bisa nemuin hehehe/ yang emang disengaja. Sorry ya ceritanya jadi gak asik sama sok asik gini, sok jenius pula. Gue lagi kehilangan feel, tapi gue berharap bisa nyelsain ff ini. Buat lo yang mikir ini bakal fantasi perang perangan, tunggu aja. Ini kalo menurut gue bakal selesai 10 chapter. Lo boleh saran nextnya gimana soalnya gue ngepost ini ga pas gue udh rada jauh bikinnya.
Gue lagi ngebuat ff baru. Castnya yang gue suka ya itu itu aja, ada Hyorin, Taehyung, Luhan, Sehun, Chanyeol. Gue nambahin anak sistar karena ya gue suka, santai aja itu bakalan Hunhan. Tapi gue selalu nyelipin Taehyung Hyorin.
Jangan lupa review and no copas yeu.
Makasih yang meriview dan membaca.
Satu lagi, panggil aja Sembilan.
