Kyungsoo berjalan menghampiri bangku Chanyeol begitu bel istirahat berbunyi.

"Chanyeol?"

Chanyeol yang tadinya menelungkupkan wajahnya di meja langsung mengangkat wajahnya begitu mendengar suara lembut Kyungsoo. "Y-ya?"

"Pelipismu.. I-itu". Kyungsoo mengecilkan suaranya, Chanyeol sampai harus menajamkan telinganya.

"Peli-Akh". Chanyeol meringis. Ia baru sadar ada luka di pelipisnya, pantas saja daritadi pelipisnya perih. Sialan, anak baru itu benar-benar seperti gorila! Ah, menyedihkan sekali ia harus terlihat lembek seperti ini di depan Kyungsoo. Rasanya Chanyeol ingin mengunyah anak baru itu hingga tulang-tulangnya sekarang juga.

"Ini. Biar kutempelkan plester di lukamu". "Tidak usah. Luka ini nanti juga sembuh sendiri". "J-jangan begitu. Nanti lukanya infeksi seperti lukamu saat pekan olahraga SMP dulu"

Kyungsoo kekeuh mendekati Chanyeol sembari menunjukkan plester. Dan Chanyeol membatu. Dia tidak bisa menolak ataupun merespon apapun. Aroma tubuh Kyungsoo membuatnya lemas dan bergairah di saat bersamaan. Dan dari jarak sedekat ini Changyeol bisa melihat dengan jelas bibir lembab Kyungsoo dengan kilatan pink, yang kemungkinan besar efek lipgloss yang dipakai gadis itu.

Chanyeol semakin menahan nafasnya ketika ia bisa melihat samar-samar bra abu-abu yang dipakai Kyungsoo dibalik seragamnya. Bra sialan. Padahal aku bisa memegangi payudara Kyungsoo sepanjang hari kalau gadis itu memintanya. Meremas juga bi-

"Sudah".

Chanyeol menelan ludahnya. Apa yang ia pikirkan barusan? Astaga hormonku! Tenang sedikit dude.

"Chanyeol?". "Y-ya, Kyungsoo". "Apa kau marah karena aku menempelkan plester di wajahmu?".

Kyungsoo terlihat cemas, dan Chanyeol ingin menggigit pipi gadis itu sekarang juga –dan juga telinga, lalu leher dan turun ke bahu dan dan..

DUKK!

Chanyeol membenturkan kepalanya ke meja. Otaknya benar-benar harus dicuci. Ia meringis, sepertinya ia harus mengurangi kebiasaannya menonton film dewasa.

Kyungsoo terlihat panik sekarang. "Chanyeol? Kamu baik-baik saja?".

"M-maaf Kyungsoo! Astaga aku ah kamu. Eh maksudku aku baik saja". Chanyeol mati kutu. Ia pun menggaruk tengkuknya lalu tertawa garing.

Kyungsoo mendesah lega lalu menegakkan tubuhnya kembali. Tanpa sengaja Chanyeol kembali melihat dada Kyungsoo. Bra abu-abu dengan renda putih. Chanyeol memejamkan matanya sambil menahan napas lalu melepaskan jaket yang ia kenakan lalu menutupi bagian depan tubuh Kyungsoo. Kyungsoo terdiam kaku, wajahnya memerah seperti kepiting rebus. Sepertinya gadis itu menyadarinya.

"M-maaf, Kyungsoo". "A-aku.. Chanyeol, aku bukan begitu. Hari ini aku terburu-buru karena kakakku tidak bisa mengantarku karena ia harus yudisium di kampusnya dan aku lupa memakai kaos dalam dan-"

Kyungsoo hampir menangis, mata bulatnya sudah siap meneteskan air mata ketika tiba-tiba tangan besar Chanyeol mengusap rambutnya. Chanyeol juga kini sudah berdiri di depannya.

Chanyeol memamerkan cengiran lebarnya. "Aku tahu." Karena aku memperhatikanmu sejak lama Kyungsoo.

Kyungsoo makin menunduk, ia sangat malu saat ini. Chanyeol sendiri bisa melihat telinga Kyungsoo yang ikut memerah. Demi -bikini yang dipromosikan- Miranda Kerr, Kyungsoo terlihat sangat imut. Chanyeol sampai harus menahan napas –agar tidak menerjangnya lalu meniduri Kyungsoo detik ini juga-.

"Pakai yang benar Kyungsoo". "I-iya. Maaf Chanyeol. T-terimakasih banyak". "Bukan apa-apa, hehe"

Kyungsoo masih menunduk, tapi dari posisinya sekarang ia dapat melihat gadis impiannya itu kini sedang memakai jaketnya yang kebesaran di wajahnya. Wajah memerahnya dan malu-malunya terlihat -sensual- manis. Tahan Chanyeol, tahan.

Sring.

Meski sekilas, Chanyeol dapat melihat kalung dengan liontin berbentuk kunci bergaya klasik yang dipakai Kyungsoo sebelum gadis itu membelakanginya dan kembali ke mejanya. Masih dengan pipi hingga telinga yang memerah hingga membuat teman sebangkunya kini memegang kening Kyungsoo.

"Kunci? Sepertinya aku penah melihatnya."

Chanyeol masih menatap punggung Kyungsoo yang kini mengobrol dengan Yixing, teman sebangkunya. Namun kali ini pikirannya tak lagi fokus pada Kyungsoo –atau tubuh mungil dengan payudara kenyal dan besar berbalut bra abu-abu- tetapi pada liontin kunci milik gadis itu. Ia yakin pernah melihat liontin persis yang dipakai Kyungsoo sebelumnya. Testosteron, berhenti menambahkan kalimatku.

Dan kalau ia tidak salah, Kyungsoo bilang ia ingat luka Chanyeol yang infeksi saat SMP dulu. Tampar Chanyeol! Wanita pujaannya memperhatikan dia. Rasanya kepalanya ringan dan perutnya geli. Ia memasang cengiran lebar dan raut wajah bodohnya. Kyungsoo effect benar-benar luar biasa.

oOo

Zfuchsia, presents :

Damn! Seriously?!

Park Chanyeol, Do Kyungsoo, Byun Baekhyun, Wu Yifan dan lainnya.

Chanyeol yang masih remaja dengan gejolak hormonnya. Dan janjinya dengan seseorang, cinta pertamanya.

oOo

"Ini, kuberikan padamu". "Apa ini?". "Ini kunci dan lubang kuncinya. Aku akan memegang kunci dan kamu memegang lubang kuncinya. Saat kita besar dan bertemu lagi, kita buka lubang kuncinya lalu kita menikah". "Ne! Kita akan menikah!"

oOo

Namun dalam sekejap Chanyeol memegang lehernya. Seharusnya ia memakainya! Chanyeol panik setengah mati saat menyadari lehernya kosong tanpa kalung rantai berliontin aneh dengan keyhole di tengahnya. Ia sudah melupakan euforia Kyungsoo effect-nya. Dan detik itu juga ia berteriak memaki Baekhyun yang baru saja memasuki kelas dengan takoyaki di tangannya.

"BYUN BAEKHYUN! Dasar monyet sialan! Gara-gara kamu sekarang kalungku hilang! Argh Monyet idiot!". "Apa!? Seenaknya saja kamu menyebutku begitu!". "Kalungku hilang dan kamu harus tanggung jawab!". "Loh? Kecubung rawa! Apa maksudmu hah?".

Chanyeol baru saja menggulung lengan bajunya dan menghampiri Baekhyun andai saja Suho, ketua kelasnya tidak menahannya. Dan jangan lupakan Kyungsoo yang menatapnya lalu berkedip beberapa kali. Efek kaget mungkin

"Sabar Chanyeol, sabar nak!"

oOo

"Ehem". Suho mencairkan suasana.

"Jadi kalungmu hilang saat Baekhyun maksudku menendang-ah maskudnya terjatuh menimpamu tadi pagi?". Suho mengkeret dan mengganti kalimatnya saat melihat Baekhyun menatapnya dan mengulitinya hidup-hidup.

Chanyeol berdecih. "Iya. Dan aku yakin kalungku jatuh saat itu juga!"

"Apa-apaan sih? Cowok kok mau menangis cuma karena kalungnya hilang." Baekhyun mencibir dan meletakkan kakinya di meja tepat didepan wajah Chanyeol. Chanyeol menahan dirinya.

Suho meringis, sepertinya diskusi ini akan alot. "Aku tidak menangis dasar kera hutan. Hanya saja itu benda penting. Maksudku, itu adalah liontin dari cinta pertamaku 10 tahun lalu. Aku berjanji akan menjaganya".

"Kenapa juga aku harus membantumu?". "Yah! Hidungku ini mimisan selama 2jam! Belum lagi wajahku babak belur! Kamu bahkan belum tanggung jawab untuk –". "Oke, aku salah! Sial, kamu berisik banget sih. Aku mau bantu kamu tapi ada syaratnya!"

Chanyeol menghela napasnya dengan kesal. Sungguh, Byun Baekhyun takkan masuk daftar wanita yang akan Chanyeol tiduri meski di masa depan gadis monyet itu lebih seksi dari Miranda Kerr atau Kim Kardashian. Seksi itu bukan kata untuk monyet ganas sepertinya.

"Apa syaratnya?". "Aku akan membantumu mencari kalungmu tapi jangan pernah berbicara padaku! Aku malu kalau ketahuan berteman dengan pantat panci sepertimu.". "Oke"

Suho tersenyum penuh kemenangan. Tidak sia-sia ia belajar teknik negosiasi sebelum jadi ketua kelas. Dan Chanyeol mendengus sebal karenanya. Sempat-sempatnya si pendek itu.

oOo

"Aku menyeraaaaah!".

Chanyeol mau tak mau harus menutup telinganya begitu Baekhyun menjerit didekatnya sambil mencabut asal rumput tak bersalah didepannya.

"Monyet krempeng. Tidak bisakah kamu diam?". "Jangan berbicara padaku Park Chanyeol. Ingat perjanjian kita.". Dan Chanyeol mendengus.

Baekhyun menghempaskan tubuhnya hingga telentang di rerumputan. Wajahnya dibuat sefrustasi mungkin.

"Sudah seminggu lebih dan tidak ada yang ditemukan. Huhuhu. Aku malu terjebak dengan tiang bertelinga gajah seperti kamu huhuhu. Sudah lupakan saja kalungmu! Hiks. Cowok macam apa sih kamu masih ingat janji 10 tahun lebih. Bahkan cinta pertamamu belum tentu ingat janji kalian". Baekhyun menunjukkan ekspresi sedih yang berlebihan.

Chanyeol terdiam.

"Hiks, ini sudah sore dan hampir gelap. Harusnya aku sedang menonton tv dirumah!". Dan baekhyun terus berceloteh mengeluh dengan ekspresi menyedihkannya.

Chanyeol menarik nafas dalam dan berbicara dengan tenang. "Baekhyun, diam. Bantu aku mencari kalungku dan tutup mulutmu".

Namun nada bicara Chanyeol membuat Baekhyun tersulut emosinya. "Apa?! Kamu menyuruhku menutup mulut? Kamu tidak berhak sama sekali untuk melarangku berbicara.".

"Kalau begitu tutup mulut cerewetmu itu dan pulang saja!". Chanyeol membentak Baekhyun dengan kasar. Nafasnya memburu.

Baekhyun membatu, perempuan mungil itu menatap tak percaya pada Chanyeol yang memakinya dengan amat kasar. Tatapannya terluka. "Baik! Aku pulang duluan! Cari saja kalungmu sampai kiamat! Tiang sialan!"

Chanyeol menghembuskan nafas berat. Ia tahu ia sudah melakukan kesalahan. Demi Tuhan ia juga lelah sama seperti Baekhyun. Apalagi pada jam olahraga tadi ia harus bolak balik ke lantai 5 untuk mengambil peralatan olahraga di gudang atas. Tapi liontinnya itu sangat penting baginya. Terlalu penting untuk sekedar menunggu.

oOo

Kyungsoo menatap Chanyeol yang masih meraba-raba rumput di halaman sekolah mereka. Gadis itu menggigit bibir bawahnya, tidak tega melihat laki-laki yang ia suka terus menerus menyiksa dirinya dengan mencari benda yang tak kunjung ketemu. Musim panas di kota mereka kali ini sangat menyiksa.

"Hei". "Aw! Yixing!"

Kyungsoo mengerucutkan bibirnya saat tahu Yixing yang menempelkan botol minuman dingin ke pipinya. Yixing itu diam-diam iseng.

Yixing memberikan 2 buah botol minuman dingin ke tangan Kyungsoo.

"Ini untuk apa?". "Berikan pada Chanyeol. Sebelum dia dehidrasi".

Kyungsoo terkejut bukan main. Wajah mungil dan pipinya yang agak tembem memerah parah. Kyungsoo ingin mengubur diri rasanya. Apakah raut wajahnya menunjukkan kalau ia menyukai Chanyeol. Gadis itu menggigit bibirnya dan menunduk malu. Meski mereka dekat, tapi Kyungsoo tidak pernah menceritakan love life nya pada siapapun termasuk Yixing. Kalau begitu, apakah Chanyeol juga tahu? Kyungsoo akan benar-benar malu kalau sampai itu terjadi.

"Kyung. Dekati Chanyeol". "Heh?". "Kamu sudah lama suka padanya kan? Kalau kamu diam dan tidak melakukan apa-apa. Tidak akan ada yang berubah. 4 bulan lagi kita lulus"

Kyungsoo menegakkan kepalanya dan terdiam. Meresapi ucapan Yixing. Yixing tersenyum penuh arti dan berjalan meninggalkan teman mungilnya. "Aku harus menemui Mr Kris di kantor guru"

oOo

Chanyeol menidurkan tubuhnya di rumput sekitarnya. Tubuhnya sangat lelah akibat terus-terusan lembur untuk menemukan kalung berharganya. Dan beberapa hari ini ia memikirkan ucapan Baekhyun. Apa cinta pertamanya masih mengingat janji mereka? Apa ia masih memegang kunci liontinnya ini? Karena ia sendiri pun kini sudah lupa dengan wajah ataupun nama gadis cinta pertamanya itu.

"Jangan terlalu memaksakan dirimu"

Chanyeol menoleh dan menemukan Kyungsoo duduk disampingnya sembari membetulkan posisi roknya yang tertiup angin. Dalam sekejap Chanyeol itu pun duduk, masih kaget.

"K-kyungsoo? Ada apa kemari?"

Kyungsoo terlihat kecewa karena Chanyeol terlihat tidak nyaman dengan ia berada disini. Namun gadis itu tetap tersenyum manis. Chanyeol bersumpah Kyungsoo sangat -seksi- dengan senyuman itu. Rasanya ia ingin melempar Kyungsoo ke ranjang sekarang juga, merobek pakaian dan celana dalam putihnya hari ini lalu menggagahi-diam, hormon sialan.

"Ini". Chanyeol menerima botol minuman dari Kyungsoo dan menatap gadis itu dan botolnya berkali-kali. Clueless dengan apa yang terjadi. Tanpa sadar raut wajah bodohnya membuat Kyungsoo sedikit tertawa, dan Chanyeol menyumpahi dirinya sendiri dalam hati.

"Kamu sudah bekerja keras. Minumlah, Chanyeol". "A-ah terima kasih"

Keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing. Gugup secara bersamaan. Chanyeol membuka botolnya dan meminum setengah isinya langsung. Berduaan dengan Kyungsoo dalamseragam musim panasnya benar-benar –berkah- cobaan. Pahanya terekspos, celana dalam putihnya kadang terlihat, belum lagi seragam sailor yang persis tokoh anime 17+ yang ia tonton semalam.

"Baekhyun bilang ia sudah menemukan kalungmu". Kyungsoo meremas rok di pahanya. Ia gugup setengah mati. Dan ini pertama kalinya ia berduaan dengan Chanyeol seperti ini.

"Apa?!". Chanyeol menyemburkan minumannya.

"Pelan-pelan Chanyeol. Aku bertemu Baekhyun saat akan kesini. Dia bilang mencarimu karna kalungmu sudah ia temukan. Kamu tahu? Ia masih mencari kalungmu meski dia bilang tidak akan mencarinya lagi. Baekhyun itu manis". Kyungsoo tersenyum lembut.

Manis apanya, kamu jauh lebih manis Kyungsoo! Chanyeol menjerit dalam hati. Namun baru saja ia hendak bicara, sebuah benda keras menghantam jidatnya sampai ia terlempar ke belakang. Disusul suara cempreng Baekhyun.

"PARK CHANYEOL!", Baekhyun berlari kecil ke arah Chanyeol dan Kyungsoo sambil menyengir. Kyungsoo mendekati Chanyeol dan membantunya berdiri.

"Monyet sialan! Sudah bosan hidup?!". Chanyeol bersumpah akan menguliti baekhyun hidup-hidup lalu merebusnya di air mendidih.

"Maaf saja ya. Tapi aku masih terlalu muda untuk mati". "Asdfghjkl". "Itu kalungmu". "Apa?". "Yang tadi kulemparkan, itu kalungmu kan?"

Chanyeol meringis, kalau saja tidak ada Kyungsoo yang ia suka, -dalam mode super seksi- ia pasti sudah akan menghajar monyet tengik itu. Laki-laki itu meraba rumput di sisi kanannya dan menemukan kalung dengan liontin yang bersinar. Matanya membulat.

"Benar kan? Hahaha, kau harus berterimakasih padaku. Hei aku mencarinya susah payah loh. Tanyakan saja pada Kyungsoo, iya kan Kyungsoo?", Baekhyun menyombongkan dirinya. Kyungsoo tersenyum dan mengangguk menanggapinya.

Chanyeol terdiam, kehilangan kata-kata begitu menemukan kalungnya. Janjinya pada cinta pertamanya 10 tahun lalu kini kembali. Ia menatap Baekhyun penuh arti sambil menggenggam erat kalungnya.

"Terimakasih ya, Baekhyun.". "A-apa-apaan sih? Segala mengucapkan terimakasih. Dasar cowok lembek. Melankolis"

Baekhyun salah tingkah, pipinya sedikit memerah. Dan Chanyeol mau tak mau harus menyetujui kalimat Kyungsoo sebelumnya. Baekhyun itu manis meski sepertinya harus kiamat lagi sebelum dia manis seperti ini lagi. Chanyeol menggelengkan kepalanya. Kyungsoo jauh lebih manis! Astaga.

"D-dan, aku ingin meminta maaf". "Apa? Soal apa?". "Soal perempuan yang kamu suka. Suho bi-ah maksudku kamu pasti tersinggung saat aku mengejekmu soal cinta pertamamu itu". "Oh, itu.". "Sudah ya. Aku duluan Kyungsoo. Eh toge juga."

Sesudahnya Baekhyun meninggalkan Kyungsoo dan Chanyeol dengan buru-buru. Tangannya ia gunakan untuk mengetuk kepalanya. Seharusnya ia minta maaf dengan baik. Huhu. Baekhyun meringis. Ia tidak pandai mengungkapkan pikirannya dengan kata-kata.

Kyungsoo tertawa kecil melihat interaksi Baekhyun dan Chanyeol. Ia merasa keduanya sangat cocok bila disatukan.

"Kenapa tertawa?". "Hee?! T-tidak ada apa-apa". "Kalau tidak ada apa-apa kenapa kamu tertawa, Kyungsoo?". "E-eh itu. Aku Cuma berpikir kamu hebat". "Hah?". "I-iya, karena kamu tetap memegang janji 10 tahun yang lalu. Gadis yang kamu sukai juga pasti memegang janji kalian"

Kyungsoo tersedak ucapannya sendiri. Kenapa ia menyuarakan pikirannya?! Kyungsoo meringis sambil diam-diam menggenggam erat kalung dengan liontin kunci miliknya. Bodoh bodoh bodoh. Ia terlalu malu untuk mengatakan bahwa ia penasaran apakah kuncinya adalah pasangan liontin lubang kunci milik Chanyeol. Kyungsoo merasa kepalanya pusing dan berputar saking malunya.

"Terima kasih Kyungsoo. Aku sendiri sekarang tidak yakin apakah cinta pertamaku masih mengingatku. Baekhyun benar. Itu kan sudah lama sekali", Chanyeol tertawa. Dan Kyungsoo meringis. Gadis itu pun kembali menyimpan kuncinya di saku roknya. Chanyeol dan Baekhyun benar, sudah lama sekali.

oOo

Chapter 2 is up. Kubuat langsung sebagai hadiah karena review yang menembus angka 29. Anyway, Ff ini gak akan panjang. Mungkin 3-5 chapter, khawatir aku muak karena terlalu sering menceritakan imajinasiku pada kalian.

Next chapter aku posting dengan syarat minimal 30 review di chapter ini. Aku memaksa, aku ingin membiasakan semua reader menghargai karya tiap-tiap penulis di fandom screenplay ini. Untuk apa 'kami' menulis jika tidak ada yang membaca dan memberi komentar?

Aku sendiri sedang 'memaksa' diriku sendiri sebagai reader untuk memberi review di tiap chapter pada semua cerita yang kubaca. Meski dengan guest karna malas login. Sulit karea belum biasa.

oOo

This chapter is dedicated to :

Anaknya Chansoo, Guest1, Guest2, kyungie love, Han Dalgi, kyungchu, chemistry4, guest3, kang seul kyon, kyungchan, park chansoo, kyungie baby, chansoo hardship, yuna park, exo L, cute, , anastasoo, cute baeksoo, akuchan, squid hunnie,kyungchan, han byeol267, Megumitwister, park chanchan, Youngieee, i love yeol.

oOo

FAQ

Q : Pairnya siapa?

A : Belum diputuskan. Tergantung mood nanti. Jangan berharap dulu karena cerita ini bisa jungkir balik. Yang penting nyaman /?

Q : Ada Kris?

A : Ada. Yang lain juga menyusul.

Q : Kakak RP juga? Xxxxx bukan?

A : Ya. Dan aku tak ingat, akunku sudah terlalu banyak yang disable.

Q : Adiknya Chanyeol siapa?

A : Nanti dateng. Gak mungkin dia durhaka terus sama ceye.

Q : kenapa rate-nya T bukan M?

A : karna belum ada rencana buat adegan tusuk tusukan anu atau tidur meniduri. Rencana awal masukin ke rate M karena kalimat yang vulgar, bukan karena ada adegan tidur meniduri.