"Mari makaaan!"

Baekhyun membuka kotak bento bersusun tiga miliknya didepan Yixing dan Kyungsoo. Dan isi kotak bento Baekhyun benar-benar membuat kedua gadis itu terdiam. Yixing dengan pandangan tak percayanya sedangkan Kyungsoo dengan tatapan kagum.

"Telur ikan"

"Foie Gras"

"Truffle"

"Lobster'

"Lumpia sirip ikan hiu"

"Bulu babi goreng"

"dan steak filet mignon"

Yixing mengabsen seluruh isi bento makanan Baekhyun lalu menggelengkan kepalanya. Harga seluruh makanan bento Baekhyun bisa saja hampir setara dengan biaya hidup di Seoul selama setahun untuk 1 orang. Belum ditambah dengan peralatan makan khusus untuk kaviar-nya yang bisa mencapai 120 US$.

"Gak nyangka ya. Kamu tajir juga".

Kyungsoo mengangguk menyetujui ucapan Yixing. Sedangkan Baekhyun membatu.

Kyungsoo yang masih kelewat kagum menyuarakan rasa penasarannya. "Eum, Baekhyun? Keluargamu kerja apa?".

Baekhyun makin membatu. Sedetik kemudian gadis berambut coklat itu pun tertawa garing.

"Ahahahaha! C-c-c-Cuma keluarga biasa kok!". "Aku benar-benar enggak menyangka loh". "S-sudah kubilang bukan begitu. Ahahaha.."

Baekhyun menggigit garpu makannya dan berpikir. 'Bento makananku tidak normal, ya?'

"Oiya Yixing-ssi". "Panggil saja aku Yixing, Baek".

Yixing tersenyum dan Baekhyun tersentak. "Boleh? Kalau begitu panggil saja aku Baekhyun!". "Daritadi kan juga kupanggil begitu". "Eh?".

Baekhyun terdiam seraya berpikir lalu tersenyum amat lebar. Ia pikir akan sulit baginya berteman di MID. Tapi nyatanya ia sudah memiliki teman dekat, mau tidak mau hatinya menghangat.

Zfuchsia, presents :

Damn! Seriously?!

Park Chanyeol, Do Kyungsoo, Byun Baekhyun, Wu Yifan, Zhang Yixing dan lainnya.

.

Chanyeol yang masih remaja dengan gejolak hormonnya. Dan janjinya dengan seseorang, cinta pertamanya.

oOo

"Siapa yang bernama Yixing Zhang?", salah satu staf administrasi MID highschool menyela kelas yang riuh karena suara obrolan seluruh anak kelas. Chanyeol dan Suho yang juga masih menghabiskan makan siang masing-masing mau tak mau ikut kepo. Lelaki kekinian. Kyungsoo itu polos, jadi Chanyeol harus lebih peka. Catat!

Yixing berdiri. "Maaf, itu saya"

Staf laki-laki itu mengangguk. "Yixing, kamu dipanggil Mr Kris di ruangannya".

"Ah, baik. Terimakasih pak".

Yixing membungkukkan kepalanya sopan lalu membereskan kotak bentonya yang masih sisa sedikit. Perempuan yang menurut Chanyeol sedikit perfeksionis –dan kemungkinan lebih berisi dengan ukuran dada 36B- itu pun pamitan pada Baekhyun dan Kyungsoo. Tapi bagi Chanyeol tetap saja Kyungsoo jauh lebih sempurna meski begitu.

Yixing itu sangat sopan bahkan pada temannya. Chanyeol kadang heran bagaimana bisa Yixing begitu tenang seperti itu. Bagi Chanyeol, Yixing seperti sosok ibu di kelasnya dan 24 temannya yang lain adalah anaknya. Ah tidak, Kyungsoo lebih pas jadi istrinya daripada saudaranya. Mau tak mau wajah Chanyeol tersedak kecil karena pikirannya sendiri. Hormones, please.

Yixing berjalan melewati meja Chanyeol dan Suho yang memang dekat pintu. "Hei Chanyeol, Suho".

Suho membalas sapaan Yixing sedang Chanyeol hanya tersenyum ringan. Yixing kadang kelewat ramah menurut Chanyeol, kalau ada yang jadi kekasihnya semoga saja bukan yang posesif, pasti kerepotan. Kenapa Chanyeol malah memikirkan gadis lain! Tuhan sadarkan aku!

Suho mengernyit melihat Chanyeol yang menggelengkan kepalanya seperti kerasukan. "Yeol? Kau masih waras kan?". "Hah?".

Suho baru akan memukul keras kepala Chanyeol supaya laki-laki kelebihan kalsium itu normal sebelum suara lain menyela. "Boleh aku disini?". "Sehun?".

Sehun menganggukkan kepalanya. Teman sekelas mereka dari kelas satu ini memang agak jarang bicara. Sehun bicara duluan saja Suho kadang sudah syukur.

"Hahaha, sini sini come to Suho daddy". Suho cengir-cengir seperti om-om. Chanyeol mendadak mual. Tapi Sehun sepertinya kebal, dia dengan tenang duduk di bangku yang memang sisa 1 di deretan itu.

Namun di detik berikutnya ketiga laki-laki ABG itu harus menutup telinganya rapat-rapat.

"HUWEEE! Ma-maafkan aku Kyungsoo!".

Chanyeol mengumpat dalam hati, pasti si monyet hiperaktif itu lagi. Chanyeol menolehkan wajahnya dengan malas sebelum akhirnya melihat Baekhyun yang sedang meminta maaf pada Kyungsoo. Berisik. Ah, tapi entah kenapa kepalanya sejuk melihat gadis bermata bulat dengan rambut hitam itu. Hari ini pun Kyungsoo tetap seksi! Oh Tuhan, Aku bersyukur masih bisa melihat keseksian Kyungsoo hari ini~

"Akan kucuci sumpitmu Kyung!". "E-eh? Tidak usah Baekki. Aku bisa pinjam sumpit Yixing kook".

Kyungsoo tersenyum tidak enak karena Baekhyun merasa bersalah. Gadis mungil itu baru saja akan menyuruh Baekhyun duduk sebelum tanpa persetujuan Kyungsoo, Baekhyun berlari dengan membawa sumpit Kyungsoo yang tadi ia jatuhkan di lantai.

Chanyeol tertegun sejenak saat Baekhyun melewati meja mereka. "Eh? Aroma baekhyun, sepertinya aku kenal parfumnya"

"Yo! Semangat Baekhyun!". Suho menimpali lalu tertawa cekikikan, ketua kelasnya ini kadang suka nyeletuk tidak jelas. Mau tak mau Chanyeol ikut tertawa karena celetukan Suho. Meski dalam hati Chanyeol masih memikirkan aroma Baekhyun.

'Sepertinya aku pernah mencium aroma seperti itu ya? Tapi kapan?'.

Namun lamunan Chanyeol terhenti saat teman sekelasnya ada yang menyeletuk disusul dengan sahutan heboh lainnya. Kenapa semua jadi berisik sih?!

"Whut!? WOAH! I-itu kotak bento Baekhyun? Susun tiga?!"

Hah? What the-?!

oOo

Chanyeol membuka pintu geser di rumahnya yang bergaya tradisional jepang lalu melepas sepatunya dengan malas. "Aku pulaaaang"

Berkat sikap aneh Baekhyun yang membantunya mencari liontin, mau tak mau ia kepikiran kadang gorila satu itu. Kadang! Ia masih waras dan masih terlalu memuja Kyungsoo, malaikatnya.

'Omong-omong, aroma Baekhyun waktu itu. Sepertinya aku pernah menciumnya. Tapi dimana ya? Kapan?'

"Eh, Chanyeol!". "Iya kek". "Masuklah ke ruang tengah. Aku dan ayahmu ingin membicarakan sesuatu". "Hah?"

Chanyeol berjalan memasuki ruang tengah rumah mereka namun langsung membatu begitu melihat ruang tengah keluarganya kini gelap. Belum lagi dengan adanya patung-patung tengu yang ia yakini masih baru berada di pojokan. Kan seram!

Kakek Chanyeol menatap tajam bawahannya yang berjaga di ruangan tersebut. "Sudah kubilang aku akan bicara kan"

Yakuza yang merupakan tangan-tangan kepercayaan klan Park pun mengangguk mengerti dan keluar dari ruangan, memberikan privasi untuk dua petinggi klan tersebut dengan calon pewaris klan mereka.

"Chanyeol". "Iya, ayah". "Kamu pasti sudah tahu kan tentang konflik dengan mafia akhir-akhir ini".

Chanyeol mengangguk. Tentu saja ia tahu. Gara-gara itu dia harus pulang pergi dengan pengawal yang jumlahnya tidak bisa dibilang normal. Cobaan.

"Sebenarnya tak lama lagi konflik itu akan berubah menjadi perang habis-habisan tanpa akhir. Kamu tahu tidak semua anggota kita dapat kita kendalikan saat terluka"

Kakek Chanyeol mengeratkan rahangnya, ekspresinya mengeras. Sedangkan Chanyeol langsung berdiri saking terkejutnya. Ia belum tahu fakta ini.

"Kakek bercanda?". Chanyeol menahan nafas, namun gelengan kepala kakek dan ayahnya membuat kakinya lemas.

Ayahnya menghembuskan nafas berat. "Tapi kita beruntung. Kepala mafia Bee Hive adalah teman lamaku dan kudengar ia mempunyai anak perempuan yang seumuran denganmu nak".

"Jadi, Chanyeol. Kami berencana menjodohkan kalian menjadi sepasang kekasih".

Chanyeol melongo. "Haaaah?!"

"Kenapa wajahmu begitu? Tentu saja ini pura-pura. Jika 2 ahli waris keluarga mafia Bee Hive dan Yakuza Klan Park pacaran, anak buah kita pasti 'nurut dan tidak berani saling angkat senjata". Jleb.

"Kita membicarakan banyak nyawa sekarang". Jleb.

"Apalagi kamu juga tidak punya pacar sekarang". Jleb.

"Chanyeol mana pernah punya pacar, ayah.". Jleb jleb. Ayah Chanyeol itu kadang kurang ajar juga.

Kakek dan ayah Chanyeol tersenyum penuh arti. Chanyeol sendiri pundung dan mengangguk lemas.

"Nah, kalau begitu, sekarang. Silakan masuk.". "E-eh? Dia sudah datang?"

Chanyeol menegakkan kepalanya dan menelan ludah. Dia mengantisipasi siapapun yang akan muncul dari balik pintu geser itu. Pikirannya menerawang. 'Yah baiklah. Mau bagaimana lagi. Lagipula cuma pura-pura kan. Cuma beberapa hari, pasti baik-baik saja'

"Tidak tidak! Sudah kubilang aku tidak mau dad!". "Tapi grand-mère bilang calon kekasihmu itu ganteng kok". "Tapi selera grand-mère dan aku kan berbeda daddy!".

Suara ribut-ribut di balik pintu ruang tengahnya membuat Chanyeol terdiam kaku. Suara cempreng itu.. Chanyeol sepertinya mengenalnya.

"Dan gadis yang akan dijodohkan denganmu adalah Byun Baekhyun".

"KAMU!"

Saat pintu terbuka dan ada Baekhyun si murid pindahan di kelasnya, Chanyeol merasa hidupnya akan berakhir sekarang juga. Sekarang semua keanehan Baekhyun terasa jelas. Rambutnya yang coklat dengan logat perancis yang kental, sikapnya yang beringas, kepindahannya yang mendadak menjelang ujian nasional dan bento makanannya yang tidak normal. Dan terakhir, aroma Baekhyun. Chanyeol baru sadar kalau aroma Baekhyun itu mirip aroma bubuk mesiu.

"Dan mulai besok hingga 3 tahun kedepan dia akan menjadi kekasihmu, nak".

Chanyeol dan Baekhyun jatuh terduduk dengan lututnya di saat bersamaan. Dengan wajah membiru dan ekspresi mengenaskan.

Sedetik kemudian Baekhyun dan Chanyeol saling menunjuk, masih dengan wajah yang membiru.

"K-kamu pewaris yakuza klan Park?!"

"Kamu putri keluarga mafia?!"

Pertanyaan retoris. Keduanya membeku di tempat. Tangan Baekhyun dan Chanyeol bergetar. Kiamat sudah bagi Baekhyun dan Chanyeol.

Sedetik kemudian Chanyeol pingsan dengan mulut berbusa, sepertinya laki-laki kelebihan hormon itu salah makan saat makan siang tadi.

oOo

"KYAAAAA!"

Baekhyun refleks menjerit kaget begitu suara ledakan dan jeritan terdegar dari luar rumah Chanyeol yang luas. Tak lama kemudian pengawal Chanyeol mengabarkan kalau sedang pertarungan klan Park dan mafia Bee Hive pimpinan ayahnya.

Baekhyun menjerit begitu ada ledakan lagi disusul dengan suara retakan di atap rumah Chanyeol. Dan dengan tenaga penuh, Baekhyun mengguncangkan tubuh Chanyeol yang masih tidak berdaya setelah memuntahkan isi perutnya akibat keracunan.

"Pantat panci! Ayo keluar!". "A-apa?!". "Kita harus melerai merekaaaa!"

Chanyeol menutup telinganya mendengar teriakan Baekhyun. Demi celana dalam Miyabi! Tidak bisakah anak monyet itu bicara pelan-pelan?!

"Aku tidak tahan lagi! Ayo berpura-pura jadi kekasih!"

"What the fuck?!"

oOo

Chanyeol membanting kepalanya agak keras ke mejanya. Wajahnya pucat, entah rohnya dimana sekarang. Laki-laki itu melirik kursi Baekhyun. Kondisi gadis itu tak jauh berbeda dengannya. Lingkaran hitam di mata dan mulut berbusa. Itu efek kejadian semalam? Atau mungkin Baekhyun keracunan. Chanyeol tak benar-benar peduli.

"Kyaa!". "Cowok cantik! Yaampun dia mirip member EXO!". "Lihat! Dia melihatku tadi astaga!". "Bunuh aku bunuh! OMG!".

Dan disusul jeritan-jeritan heboh lainnya. Chanyeol mengerang, demi Tuhan dia sedang menghadapi hari terburuknya. Dia juga sebenarnya ingin membunuh...siapa itu tadi yang mau dibunuh?

"Ukh", Chanyeol sedikit mengeluh saat ia menegakkan tubuhnya. Pegal juga. Laki-laki tinggi itu melirik bangku Sehun yang kosong. Dasar bocah sialan. Padahal dia baru mau meminta Sehun memijit bahunya, gitu-gitu Sehun sering memijit kaki anak kelasnya yang masuk di tim futsal. Kasarnya ya semacam tukang pijit senior anak futsal.

"Princess Baekhyun!"

Tiba-tiba saja pintu kelasnya dibanting. Baekhyun dengan nyawanya masih entah kemana hanya terdiam dengan wajah hidup enggan mati ogah menanggapi kegaduhan itu. Tapi tiba-tiba tubuh ringkihnya dipeluk dan diguncang-guncangkan dengan kuat oleh laki-laki dengan seragam MID highschool yang masih kinclong.

"Princess!".

Chanyeol menebak itu anak baru (lagi). Demi Tuhan dia sama berisiknya dengan anak monyet satu itu. Kenapa sekolahnya tidak menerima murid normal saja. Tanpa sadar Chanyeol membenturkan kepalanya ke mejanya. Menangisi nasibnya yang sebegitu sial. Kenapa di tahun terakhir SMA-nya malah ia mendapat cobaan sebesar ini. Anak monyet bernama Baekhyun saja sudah jadi neraka.

Di sisi lain, Baekhyun menyipitkan alisnya. Menatap aneh Laki-laki yang memeluknya, menelitinya dari atas ke bawah.

"LUHAN?!"

"Princess! Aku merindukanmu!"

Laki-laki yang dipanggil Luhan oleh Baekhyun itu hanya tersenyum amat sangat lebar lalu menerjang tubuh Baekhyun yang tak kalah mungil dari Kyungsoo hingga keduanya jatuh terjungkal ke belakang dan seluruh isi tas Baekhyun berantakan. Entah apa pikiran laki-laki cantik itu. Chanyeol mengumpat lalu menutup telinganya rapat-rapat. Tuhan, bunuh saja akuu. Laki-laki itu meratap dalam hati.

"Baekhyun!"

Suara panik Kyungsoo dan Yixing menyusul setelah bunyi benturan tubuh Baekhyun dan Luhan. Ah, Chanyeol menyengir. Suara Kyungsoo saat berteriak merdu sekali. Bagaimana kalau nanti Kyungsoo meneriakkan namanya. Chanyeol rasanya akan mati bahagia Tuhan.

CRING.

Namun fokus Chanyeol tidak lagi pada suara Kyungsoonya, melainkan pada kunci unik dengan ornamen klasik yang terlempar hingga mengenai kakinya. Kunci.

Chanyeol membeku di tempat, ia merasa kenal dengan kunci itu. Seketika itu juga ia teringat dengan liontinnya yang berbentuk lubang kunci.

oOo

Thanks buat yang review. Late update guys. Sibuk real, I'm so sorry. Apapun pairingnya, tolong nikmatin aja lah ya. Aku udah bilang juga kan kalo aku sendiri belum tau mau pairing akhirnya siapa karena saya suka interaksi Chanyeol sama siapapun. Haha. He's damn cute with everyone.

Gimana cerita ini bakal berakhir juga belum kepikiran. Wks. Yang penting di chapter 4 atau 5 end. Aku gak mau ada tekanan karna ini harus sama itu atau dia harus sama dia. Yang penting ada interaksi pairing yang ditulis di summary dalam fic ini. Meski menurutku itu udah spoiler banget.

Saya menulis untuk memuaskan hasrat berimajinasi saya. Just enjoy it and review

/kedipin satu-satu/ dan, TGIF!

oOo

This chapter is dedicated to :

Mrs. Venus; PCY love; xxx; idk; DINA; fckeo; kyungkyung; MegumiTwister; ; ; biibaek; freelancxr; kissuyeolchan; 1yeol; luvchansoo; akuchan; kyungsoo bias; Guest; Youngieee; sebut saja mawar; kyungchu; park kyungchan; kyungie baby; baeksoo cute; Han Dalgi; Ginnyeh; BAeKSOo; yuna park; anaknya chansoo; Chanyeolli; chemistry4; Sooie; krungy