RED
Disclaimer :Kurobas punya mas Fujimaki, Akashi punya saya /digampar
Pairing : Akashi x Kuroko
Genre : Romance, Hurt/Comfort, mungkin agak Humor.-.
.
.
.
.
.
.
Happy Reading~
Misi yang sebenarnya baru saja dimulai.
.
.
.
08.00 A.M
Tok Tok
"Kagami-kun ini aku Kuroko apa kau sudah bangun?"
Tak ada jawaban
Tok Tok.
"Kagami-kun."
Lagi-lagi tak ada jawaban.
'Ah, pasti masih tidur ya,' batinnya.
Baru saja Kuroko hendak mengetuk pintu untuk yang ketiga kalinya, si pemilik apartemen tersebut akhirnya memunculkan batang hidungnya.
"Kuroko?"
"Oh, sudah bangun rupanya."
"Yah, aku tiba-tiba terbangun tadi pagi dan tidak bisa tidur lagi, Ada apa bertamu sepagi ini Kuroko?"
Kagami berpura-pura sedikit kaget dengan kemunculan Kuroko di depan pintu apartemennya. Padahal ia sudah mengetahui semuanya dari mertuanya Kuroko tadi pagi, rasanya kalau mengingat kejadian mengejutkan yang terjadi sekitar beberapa menit lalu itu ia jadi ingin lari dari kenyataan...
'Sepertinya aku memegang peranan penting dalam skenario cinta anak mereka... atau bisa dibilang aku ini hanyalah tumbal? Kalau bukan karna Kuroko adalah sahabatku aku takkan mau repot-repot untuk mencampuri urusan rumah tangga mereka,' batinnya.
"...Etto, Kagami-kun lebih baik kita bicarakan di dalam saja ya."
"Baik."
Setelahnya mereka berdua memasuki apartemen Kagami.
.
.
.
"Nah Kuroko dari tadi ada yang mengganjal pikiranku.. mengapa kau membawa koper kemari?" tanya Kagami memulai pembicaraan setelah masing-masing dari mereka mengambil posisi duduk.
"..."
"Jangan bilang kau..."
"Maafkan aku sebelumnya Kagami-kun, tapi bolehkah aku menginap disini sekitar 1 bulan?"
Kagami membelalakkan matanya pertanda kaget-atau bisa dibilang dia hanya pura-pura kaget.
"EH!? Memangnya apa yang terjadi Kuroko? Apa Akashi melakukan kekerasan padamu lagi?"
Kuroko tak menjawab pertanyaan Kagami, ia lebih memilih mengarahkan pandangannya pada lantai yang ia pijak.
"Kuroko?"
"Akashi-kun...Melakukan 'itu' padaku semalam.." ucapnya lirih
"A-APA!? Eh... tapi bukankah itu bagus? Hal itu membuktikan kalau kau sekarang seutuhnya milik akashi bukan?"
Sedetik kemudian isakan melesak keluar dari bibir mungil Kuroko.
"Ku-Kuroko!? Kenapa kau malah menangis?" ucap Kagami panic.
"Memang sejak kami menikah aku selalu ingin ia menyentuhku... tapi tadi malam... hiks."
Kuroko tak kuasa melanjutkan perkataannya.
"Tenangkan dirimu dulu yaa, akan kuambilkan minuman."
Setelah itu Kagami berjalan menuju ke dapur dan meninggalkan Kuroko sendirian di ruang tamu.
Tanpa disadari oleh Kagami rona kemerahan mulai tampak di pipi kuroko yang sedang menatap Kagami yang berjalan menjauhinya. Ah mungkin itu efek dari menangis-atau pertanda seseorang yang jantungnya sedang berdebar-debar? Hanya Kuroko Tetsuya lah yang mengetahui jawaban tersebut.
.
.
.
Tuk.
"Silahkan."
Setelah menaruh nampan berisi 2 cangkir vanilla latte tak ada satu pun dari mereka yang berinisiatif mengawali pembicaraan.
"Ano," ucap mereka berbarengan.
Setelah mengatakan hal tersebut mereka saling berpandangan dan salah satu diantara keduanya ada yang merasa malu.
"Kau duluan Kuroko.."
"Ah, tidak kau duluan saja Kagami-kun."
Akhirnya Kagami lebih memilih mengalah karena ia sangat yakin dirinya tidak akan pernah menang dalam urusan adu mulut dengan Kuroko... Jangan pikirkan yang aneh-aneh bukan 'adu mulut' seperti itu yang kumaksud.
"Baiklah, sebelum itu ada baiknya kita meminum vanilla latte kita terlebih dahulu sebelum aku memulai pembicaraan."
"Ha'i."
Setelah mereka menyesap cangkir vanilla latte masing-masing akhirnya Kagami memutuskan untuk angkat bicara.
"Nah, Kuroko yang hendak kukatakan itu adalah... lanjutkan lah ucapanmu yang sempat tertunda tadi."
Kuroko berdecak kesal kemudian berkata,"Kau licik Kagami-kun."
"Aku tidak, aku sudah memulai pembicaraan kan? Nah sekarang giliran kau yang berbicara."
Kuroko melirik Kagami sekilas kemudian ia menghela napas berat dan memulai pembicaraan.
"Sepertinya kau belum pernah kuberitahu ya... Kalau Akashi-kun akhir-akhir ini suka menyebutku 'jalang'."
"HAAAAH!?" Untuk kali ini Kagami kaget tidak dibuat-buat.
"Santai saja Kagami-kun... Aku tak pernah mengerti alasan mengapa Akashi-kun menyebutku seperti itu, setahuku hal itu terjadi seminggu terakhir ini—" Kuroko sengaja menggantungkan perkataannya untuk mengundang rasa penasaran Kagami.
"Seminggu terakhir?" Dan sepertinya itu berhasil.
"-Ya... Semenjak ia mempergoki kita sedang berjalan ke supermarket untuk membeli bahan-bahan memasak. Aku mengetahui hal tersebut dari supir pribadi Akashi-kun."
'Akashi-san tidak pernah berkata soal ini padaku... apa jangan-jangan ia tidak tahu?' batin Kagami.
"Kagami-kun?"
"Eh? Iya?"
"Mengapa kau diam saja?"
"Ah.. iya itu aku hanya heran saja... kalaupun Akashi memergoki kita untuk apa ia sampai berlaku kasar padamu bahkan sampai mengataimu 'jalang'?"
"Tadinya aku berpikir serupa. Awalnya kukira ia menjadi suka bersikap kasar akhir-akhir ini karena kelelahan soal pekerjaan dan melampiaskan kekesalannya padaku.. tapi akhirnya aku tahu arti dari sikap kasarnya itu dan mengapa selama ini ia selalu nampak menghindariku.."
"?"
"...Akashi-kun membenciku..." ucapnya lirih
Dua kata yang diucapkan Kuroko sontak membuat Kagami beranjak dari tempatnya dan menatap tajam Kuroko.
"KAU! APA KAU TIDAK PAHAM KALAU TINDAKAN AKASHI ITU MENANDAKAN KALAU-"
Seketika, perkataan Natsuko membayang di benak Kagami.
"Kagami-kun pokoknya ingat ya, kau cukup laksanakan tugasmu dengan baik."
'Gawat! hampir saja kelepasan,' batinnya panik.
"Kagami-kun?" Kuroko menatap Kagami bingung, pasalnya Kuroko sedikit kaget karena terdengar dari teriakannya barusan ia seperti membela Akashi.
"Maaf.."
Setelah itu Kagami memutuskan untuk duduk kembali sambil menahan malu.
"Aku hanya ingin bilang 'apa kau tidak paham kalau tindakan Akashi itu menandakan kalau... er dia itu seorang straight?"
Kagami sebenarnya hanya sekedar berucap tapi tanpa sadar perkataannya barusan menyinggung perasaaan Kuroko.
"...kau benar."
Setelahnya suasana di antara mereka terasa mencekam.
"Kuroko maaf tak seharusnya mengatakan hal tadi," ucap Kagami sedikit iba karena semenjak mengatakan hal tadi Kuroko hanya terdiam.
"Tidak apa Kagami-kun. Yang kau katakan itu adalah benar."
Karena Kagami tidak tahan akan atmosfir yang terjadi diantara mereka akhirnya ia memutuskan untuk menenangkan Kuroko.
Grep.
"Sudahlah lebih baik kau tenangkan pikiranmu dan lupakanlah sejenak sosok Akashi Seijuurou dalam kehidupanmu. Mengapa kau tidak berusaha untuk mencari orang lain yang lebih bisa membahagiakanmu?"
"!"
Tindakan Kagami –ditambah dengan perkataannya barusan sukses membuat perasaan hangat menjalar ke hati Kuroko dan membuatnya berdebar.
Mungkin bagi Kagami tindakan dan ucapannya itu hanyalah bagian 'skenario' yang dirancang sedemikan rupa untuk mensukseskan 'misi' yang diberikan oleh mertuanya Kuroko. Namun, bagi Kuroko tindakan serta ucapan tersebut membuat dirinya sedikit salah paham.
Kagami menjadi salah tingkah sendiri karena memeluk Kuroko serta mengatakan kata-kata yang terdengar seperti 'kode' tadi. Baru saja ia ingin menyudahi pelukannya dengan Kuroko tapi seseorang nampaknya malah mempererat pelukannya.
"Kumohon biarkan seperti ini lebih lama lagi."
Pria bersurai merah gelap itu memutuskan untuk bungkam dan perlahan tangannya mengelus surai pria yang sedang berada dalam dekapannya.
.
.
'Maaf ya Kuroko... Aku terpaksa membuatmu merasakan kebahagiaan semu seperti ini. Aku hanya ingin nantinya kau akan merasakan kebahagiaanmu yang sebenarnya dengan Akashi. Karena kalian sesungguhnya saling mencintai.'
.
.
'Sepertinya aku mulai paham mengapa aku berdebar setiap berdekatan dengan Kagami-kun. Maafkan aku Akashi-kun karena pernah berkata tidak akan mencintai orang lain selain dirimu. Karena aku baru saja menjilat ludahku sendiri, berdusta akan sumpah yang kuucapkan malam itu. Karena saat ini aku mencintai Kagami-kun.'
.
.
Seperti itulah perkataan yang terucap dalam batin mereka masing-masing.
-o.O.o-
Tap Tap.
Terlihat sesosok pemuda bersurai merah cerah berjalan beberapa langkah hendak menuju kamar pribadinya untuk menenangkan diri. Memangnya siapa yang tidak terkejut akan kedatangan mertuamu pagi-pagi hanya untuk membahas topik "seorang suami yang sudah salah sangka dan menghina istrinya sehingga istrinya kabur dari rumah".
Sungguh memiliki seorang ibu mertua yang memiliki title sebagai 'Fujoshi Akut' membuat Akashi terkadang sakit kepala dengan segala tingkahnya. Bisa-bisanya ia menangis terbawa perasaan di depan wanita yang menurutnya sangat –er menjengkelkan itu tadi pagi.
Tidak. Kita tidak sedang membahas Akashi Natsuko disini. Wanita yang dimaksud Akashi tak lain dan tak bukan adalah Kuroko Chihiro. Mertuanya.
Salahkan Kuroko yang membuat ia frustasi dan tanpa sadar menjatuhkan harga dirinya di hadapan wanita itu dengan memperlihatkan wajah menangisnya.
'Haaaaahhh. Mengapa aku tadi sempat menangis di hadapan ibu ya? Dan apapula aku sempat berucap 'akan kudapatkan permintaan maafnya dan membuat ia mencintaiku kembali.' Cih sungguh memalukan dirimu Seijuurou,' batinnya.
Ia memang berniat untuk membawa Kuroko –ah Akashi Tetsuya yang notabene ialah istri dari seorang Akashi Seijuurou ke dalam dekapannya lagi. Setelah menyadari perasaannya mana mungkin bisa ia melepaskan orang yang selama ini ia sia-sia kan dan luput dari perhatiannya?
Oh, tapi jangan lupakan harga diri seorang Akashi ini sangatlah tinggi layaknya gedung pencakar langit di perkotaan. Ia tak bisa menerima bahwa ia baru saja mengikat sebuah janji dengan orang yang sangat tidak disukainya. Kuroko Chihiro, Mertuanya. Mungkin ia sedikit Tsundere.
Tap.
Seketika Akashi menghentikan langkahnya tepat di depan sebuah pigura foto yang berukuran cukup besar di dekat ruang tamu
Dalam pigura tersebut terlihat dua sosok laki-laki yang mengenakan tuxedo. Yang satu berwarna hitam dan yang satu berwarna putih. Ia menatap sesosok pria bersurai biru muda yang mengenakan tuxedo putih itu dengan tatapan sendu.
'Tetsuya… Andaikan aku bisa lebih cepat menyadari perasaanku pasti hal ini tidak akan terjadi. Maafkan aku.'
Pemuda bersurai merah cerah yang kita kenal sebagai Akashi itu pun nampak menghela napas sejenak, sedetik kemudian ia menatap pigura tersebut dengan sorot mata penuh keyakinan.
Bahwa Akashi Seijuurou telah memantapkan hatinya untuk membawa pulang kembali 'Tetsuya-nya' ke dalam dekapannya. Bukan untuk menepati janji yang ia buat dengan Chihiro tadi pagi. Tapi kewajiban sebagai seorang suami.
"Tunggu aku Tetsuya," ucapnya bermonolog.
Setelahnya ia bergegas meraih jaket yang tergantung di sebuah tungkai kayu yang terletak tak jauh dari tempat ia berdiri barusan.
Selama perjalanan ia hanya bisa berharap kalau Kuroko memiliki keinginan untuk kembali padanya. Minimal memaafkan segala perbuatan keji nya. Itu sudah lebih cukup bagi seorang Akashi Seijuurou. Seseorang yang mengakui dirinya absolute.
-o.O.o-
Hiruk pikuk sudah nampak terdengar.
Begitupun matahari yang sudah tidak malu-malu untuk keluar dari tempat persembunyiannya dan siap untuk menerangi hari indah di akhir pekan ini.
Dikarnakan saat ini sudah memasuki musim dingin kehangatan yang terpancar dari sang surya tidak begitu terasa karena berhasil dikalahkan oleh dinginnya angin musim dingin yang berhembus.
Di sudut kota terlihat dua wanita sedang asik mengobrol dengan riangnya. Jangan tanya berapa usia mereka bisa-bisa kalian akan mendapat sorotan mata maut dan juga pukulan super dari mereka. Catchpharase yang mereka lontarkan ialah 'We are forever 17'. Okay.
Dua wanita itu tentunya kalian sudah mengetahuinya
Memangnya siapa lagi kalau bukan duo emak fujoshi yang asyik mojok(?) di taman kota sambil cekikikan melihat layar tablet 7 inch di hadapan mereka. Jangan lupakan headset yang terpasang di salah satu telinga mereka. Mengapa mereka bisa cekikikan seperti itu? Mari kita tengok sejenak.
"AHHHH YA AMPUNNN LIAT DEH SOUSUKE ASTAGAHHH POSESIF BANGET," teriak wanita bersurai pirang sambil tersenyum secerah matahari.
"IYAAA IHHHH SEBENERNYA KASIAN LIAT NITORI JADI KORBAN NTR TAPI SOURIN LUCU JUGA SIHH AHHHH," balas wanita berambut abu-abu di sampingnya.
Ah rupanya mereka sedang menonton serial anime baru yang bertemakan sport anime renang.
Tentunya kehebohan mereka mengundang pertanyaan dari beberapa pengunjung taman kota yang 'kebetulan' mendengar suara cekikikan samar-samar. Bahkan beberapa dari mereka ada yang merinding dan langsung kabur dikarenakan mengira bahwa tersebut berasal dari makhluk astral. Sungguh, sebenarnya mereka hanyalah seorang fujoshi yang kelewat akut tolong jangan disamakan dengan makhluk astral.
Tentunya mereka berhasil memilih tempat strategis agar dapat meredam suara teriakan mereka. Jika tidak maka mau ditaruh dimana muka mereka bila ketahuan oleh orang sekitar. Mereka sebenarnya terpaksa untuk ber-fangirling ria di tempat umum –dikarnakan wifi rumah sedang rusak –Ah tidak tidak bukan itu alasannya. Mereka sedang menunggu seseorang.
"Maaf mengganggu kesenangan kalian."
Setelah melihat ada seseorang yang datang, tadinya mereka ingin berniat kabur karena terpergok sedang mojok menonton salah satu anime penuh kalimat ambigu tersebut. Tapi setelah sosok wanita bersurai abu-abu menyadari siapa orang yang memergoki mereka berdua, ia pun langsung tersenyum simpul.
"Ah rupanya kau."
Wanita berambut pirang itu pun segera mematikan tontonan mereka lalu segera mempersilakan orang tersebut untuk duduk.
Setelahnya, kedua wanita itu pun saling menatap satu sama lain sejenak untuk memutuskan siapa duluan yang hendak memulai pembicaraan. Tenang saja tak ada listrik imaginer layaknya pertengkaran rival abadi diantara tatapan mereka ataupun background bunga berjatuhan layaknya shoujo manga kok.
Karena tak ada yang mengalah akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan janken. Saat melakukan janken pun terlihat beberapa adegan jambak-jambak kan karena dinilai terjadi kecurangan hingga memaksa mereka bermain janken dalam waktu umm.. sekitar 10 menit.
Tindakan absurd mereka berhasil membuat sesosok misterius yang baru saja datang itu pun ber-sweatdrop ria.
"Ekhem, maaf sebelumnya… Jadi sebenarnya ada suatu rencana –er misi lebih tepatnya yang harus kau jalani." Akhirnya sesosok wanita bersurai pirang beri inisiatif untuk membuka pembicaraan.
"Misi?"
"Ya. Misi untuk membuat Akashi Tetsuya cemburu."
Sosok misterius nampak sedikit terkejut begitu ia mendengar nama tersebut sedetik kemudian ia mengerutkan alisnya menatap heran dua sosok wanita di depannya.
"Bukankah ia sudah menikah dengan anakmu? Mengapa aku harus melakukan hal itu?"
"Saat ini hubungan Sei-chan dan Tecchan sedang memburuk, dan… kekasihmu itu terlibat dalam hal ini."
Untuk yang kedua kalinya ia berjengit kaget karna mendengar jika kekasihnya terlibat dalam renggangnya hubungan rumah tangga orang.
"Tenang saja yang dimaksud Natsuko itu bukan berarti kekasihmu itu berselingkuh dengan salah satu dari mereka kok, ia hanya 'tak sengaja' terlibat dalam hal ini. Kekasihmu itu tipe orang yang setia loh meskipun agak bodoh."
"Sudahlah cepat beritahukan padaku apa mau kalian?"
Wanita bersurai abu-abu itu pun mengangkat sedikit sudut bibir nya ke atas.
"Kami ingin menceraikan anak kami dan menjodohkannya dengan kekasihmu itu, Aomine Daiki. Dan tugasmu cukup untuk menghancurkan semua kebahagiaan Kagami-kun dan Tecchan."
.
.
.
.
Skenario yang telah diatur sedemikan rupa akan menghantui kehidupan mereka beberapa saat lagi.
.
.
.
-To Be Continued-
.
.
A/N : Haloooo ketemu lagi sama sayaaaa~~ udah sebulan ya kira-kira belum update ini huhu maaf abisnya diriku mulai terkena gejala WB ahhhh tapi ga nyampe memutuskan untuk mendiscontinued fic ini kok :))) btw chap ini pendek ya? Ahhhh maapkan sayaa, saya juga manusiaaaa ;~; /lah terus apa hubungannya wey-" terus bagi para akakuro shipper maap ya akakuro belum ada interaksi disini… dan untuk kagakuro shipper yang kebetulan mampir(?) berbahagialah kalian~ :3
Ohh iyaa special thanks for AkashiKazune1 yang sudah membantu saya untuk membeta chap ini dikarnakan saya takut beta reader ku tidak on waktu itu ehh ternyata dia on jadinya chap ini adalah gabungan betaan AkashiKazune1 dan Lunette Athella. /peluk satu2
DEMI APAPUN SAYA NGEBUT NULIS CHAP INI SETELAH BACA 273Q YANG GREGET ABIS, KARNA 274Q YANG KELUAR RABU BESOK ADALAH NASIB PENENTUAN FINAL WINTER CUP PEMENANGNYA SIAPA DAN LAGI NYIAPIN KOKORO TAKUT RAKUZAN KALAH, SOALNYA KALO RAKUZAN KALAH TAKUT MENDADAK MOOD NULIS MELAYANG(?) ;-; /digampar
Nahhhh selanjutnya bales guest reviewer dulu~ yang login seperti biasa lewat PM~~
Fortuner-san : ASTAGA SAAT PUBLISH CHAP 5 KEMAREN SAYA NGEBAHAS 266-277Q SEKARANG UDAH 273Q DAN CHAP DEPAN PENENTUAN NASIB PEMENANG FINAL WINTER CUP LAMA JUGA YAK BERARTI KAGA NGAPDET FF INI ;-; /dibuldozer(?) iyaatuhh greget Akashi si tukang wifi zone(?) ohh ini udah update ya map kalo telat banget-_- semoga berkenan untuk RnR lagi~^^
KawaiiBibi–san : ahaha daijobu kok~ aku malah seneng kalo ada reviewer yang suka ngasih saran ke author macem kamu ini lah xD wahh iyaa makasih ya :") kamu juga ganbatte ya(?). ini udah update lagi /meskipun telat banget-_-/ semoga berkenan untuk RnR lagi~^^
Yuuka-san : wahahaha sayangnya sei tidak ingin merendahkan dirinya bahkan untuk menjadi pengemis cinta /digampar. Kok aku malah seneng ya liat kuroko disiksa /woy. Btw ini udah update ya~ semoga berkenan untuk RnR lagi^^
Mind to RnR?^^
