xxXxx
Kau Tetaplah Adikku
Author :: sakuxhan
Cast :: Albus Severus Potter
Disclaimer :: J.K. Rowling
Genre :: Family
xxXxx
Chapter 5
xxXxx
Setelah Albus dibawa kerumah sakit baik Teddy, Scorpius, Fred, James, Rose ataupun Victorie kembali menuju Aula Besar. Aula Besar sudah mulai sepi karena para murid murid yang lainnya sudah memasuki kelas untuk memulai pelajaran atau kembali ke Asrama. Teddy, Scorpius, Fred, James, Rose, dan Victorie kembali menyelesaikan makanan mereka yang sempat tertunda.
Jam 8 pagi Rose dan Scorpie ada kelas. Jam 8 pagi Rose dan Scorpius ada kelas Satwa Gaib. Setelah selesai makan mereka segera keluar kastil Hogwarts. Pelajaran Satwa Gaib memang berada di luar ruangan dan berada di alam terbuka. Jam 10 Pagi James dan Fred baru ada kelas. Sedangkan Teddy dan Victorie tidak ada kelas sama sekali.
Hari itu mereka pergunakan untuk mengerjakan tugas tugas mereka yang belum sempat mereka kerjakan. Jam 11 siang mereka sudah selesai mengerjakan semua tugas tugas yang diberikan oleh guru guru Hogwarts pada minggu ini. Setelah selesai mereka berdua pergi ke ruangan Professor McGonagall dan meminta izin untuk menjenguk Albus yang dirawat dirumah sakit.
"Professor, kami berdua boleh tidak minta izin menjenguk Albus dirumah sakit?"
"saya izinkan dengan syarat. Saya harus ikut mendampingi kalian berdua" setelah meminta izin Victorie dan Teddy ditemani oleh Professor McGonagall pergi ber-Apperate menuju rumah sakit tempat Albus dirawat. Sebelumnya Victorie dan Teddy pun sempat meminta Professor McGonagall untuk berganti pakaian dan menggunakan pakaian Muggle Karena Albus pasti akan dirawat di rumah sakit Muggle tempat kedua orangtua Hermione bekerja.
"Albus memangnya tidak dirawat di ?" Professor McGonagall heran ketika Teddy dan Victorie memintanya untuk berganti pakaian menjadi pakaian Muggle.
"kita kalau lagi sakit memang selalu berobat di rumah sakit Muggle, Prof. ini rumah sakit tempat kedua orang tua Aunty Hermione bekerja" Victorie menjelaskan bahwa jika mereka sakit mereka selalu berobat di rumah sakit Muggle dan menjelaskan bahwa rumah sakit tersebut adalah tempat kedua orang tua Hermione bekerja.
"oh iya saya tahu. Dulu saya yang memberikan suratnya ketika Hermione hendak menjalani tahun pertamanya. Saya juga yang menjelaskan kepada kedua orangtuanya bahwa Hermione seorang penyihir"
Mereka bertiga lalu berjalan memasuki rumah sakit tersebut. Victorie sempat bertanya kepada resepsionis diruangan mana Albus dirawat. Setelah diberitahu mereka langsung menuju ke tempat dimana Albus dirawat. Namun ditengah jalan mereka melihat Harry dan Lily sedang berada di taman rumah sakit.
"Dad" Harry pun menoleh ke sumber suara karena ia mengenali suara itu milik Teddy. Ia pun mengajak Lily untuk bergabung bersama Teddy, Victorie, dan
"kalian berdua tidak ada kelas?" Harry bertanya kepada Teddy dan Victorie karena melihat anak dan keponakannya berada dirumah sakit saat jam sekolah.
"kelas 7 dari hari kamis sampai minggu libur, Harry" kini giliran yang menjawab pertanyaan Harry
"Albus bagaimana, Dad"
"Albus baru saja tidur, Ted"
"ini anak kecil ikut ikutan saja ya. Yang ditanya siapa yang jawab siapa" Teddy menggoda adiknya karena pertanyaannya dijawab oleh adiknya
"biarin saja" Ujar Lily yang kemudian cemberut dan menjulurkan lidahnya serta melipat tangannya di dada setelah di goda oleh Teddy. Teddy pun langsung menggoda adik kecilnya itu. Jurus paling ampuh yang sering diberikan Teddy untuk membuat adiknya tidak ngambek lagi.
Harry, Victorie, dan Professor McGonagall tertawa melihat pemandangan didepan mereka. Walaupun Teddy hanya anak angkat Harry dan Ginny tetapi dia tetap sayang sama adik adiknya walaupun ia tahu mereka hanyalah adik angkatnya saja. tapi kasih sayang yang diberikan Teddy kepada mereka layaknya kasih sayang yang diberikan kakak kandung kepada adik kandung mereka. Terkadang Teddy juga suka marah jika melihat James menjahili Albus dan Lily. Walau terkadang James, Teddy, dan Albus jika sudah berantem tidak bisa dipisahkan kecuali sama Harry dan Ginny.
Harry, Victorie, Teddy, Lily serta Professor McGonagall sudah sampai di depan kamar rawat Albus. Begitu mereka masuk Albus sedang tertidur pulas setelah makan dan minum obat. Serta Ginny yang sedang menemani Albus sedang membaca buku untuk mengusir kebosanannya. Ia kaget ketika melihat Professor McGonagall datang bersama anak dan keponakannya.
"kalian berdua tidak ada kelas?"
"pertanyaan Mommy sama saja seperti pertanyaan yang Daddy tanyakan ke kita" Ginny pun tertawa menanggapi jawaban yang keluar dari mulut anak angkatnya.
"hari kamis sampai minggu anak kelas 7 libur, Ginny" kembali Professor McGonagall menanggapi pertanyaan yang sama.
"tugas tugas kalian semua sudah selesai dikerjakan belum sebelum kesini?"
"sudah Aunty. Semuanya sudah selesai. Paling pulang dari sini kita mengulang pelajaran atau baca baca buku untuk materi selanjutnya. Sebentar lagi kita kan akan menghadapi NEWT" kini giliran Victorie yang menjawab pertanyaan Ginny. Ginny pun tersenyum mendengarnya. Memang dari keempat anaknya Teddy merupakan anaknya yang paling rajin dan James merupakan anaknya yang paling malas jika disuruh belajar dan paling rajin jika sudah menjahili saudara saudaranya yang lain.
"bagaimana keadaan Albus, Ginny"
"sudah lebih baik. Kata Madam Pomfrey sebelum Albus dibawa kesini Albus sudah diberi ramuan penurun panas sama pereda mual"
"Albus sakit apa, Mom?"
"Typus sama Maag"
"pasti karena tidak mau makan" Teddy heran dengan sikap adiknya itu rela sakit dan tidak mau makan hanya karena mendengar kata kata dari James yang membuat hatinya sakit
"Albus harus dirawat paling tidak selama seminggu"
Mendengar orang orang yang sedang berbincang bincang membuat Albus terbangun dari tidurnya. Perlahan ia membuka matanya dan melihat kedua orang tuanya, Lily, Teddy, Victorie, serta Professor McGonagall sedang mengobrol.
"hey, Al sudah bangun?" mendengar perkataan Victorie membuat semua mata tertuju kepada Albus dan Albus hanya memberikan senyuman termanisnya.
"kalian ada disini?" dengan suara yang lemas Albus pun menanyakan keberadaan Teddy, Victorie, dan Professor McGonagall dan dijawab anggukan oleh Victorie.
"cepet sembuh, Al. James sepertinya merasa bersalah banget. Kasihan Scorpie juga tidak ada teman ngobrolnya"
"iya, Vicky thanks"
Karena jam makan siang sudah tiba Harry mengajak Professor McGonagall, Teddy, Victorie serta Lily untuk pergi ke Mall dan makan siang disana. Sedangkan Ginny harus tetap berada dirumah sakit karena harus menjaga Albus.
Berita bahwa Albus sedang sakit sudah sampai ke telinga Molly, Arthur, Ron, Hermione, Bill, Fleur serta Dudley dan istrinya. Tanpa disangka Molly, Arthur, Ron, Hermione, Bill, Fleur, Dudley dan istrinya menjenguk Albus yang sedang berada dirumah sakit. Ron & Hermione membawa Hugo serta Dudley dan istrinya membawa kedua anaknya. Jadilah siang itu ruangan tempat Albus dirawat ramai. Setelah mereka sampai dikamar rawat Albus, Harry dan yang lainnya pun tiba diruang rawat Albus setelah makan siang dan tak lupa membelikan Ginny makanan karena ia tahu istrinya belum makan.
"Mommy, Daddy" Vitorie berlari kearah Bill dan Fleur dan memeluk keduanya
"kamu ada disini sayang? Memangnya tidak ada kelas" heran mengapa anaknya berada dirumah sakit Muggle Fleur pun langsung bertanya.
"pertanyaan Mommy sama seperti pertanyaan yang Uncle Harry sama Aunty Ginny tanyakan ke aku sama Teddy tidak ada pertanyaan lain selain pertanyaan itu apa Mommy. Vicky bosan mendengarnya. Kelas 7 dari hari kamis sampai hari minggu libur, Mommy" Fleur hanya tersenyum mendengarkan ocehan yang keluar dari mulut anak tertuanya.
"hey, Dud. Ada disini?" melihat sepupunya itu Harry pun langsung bertanya
"yes, Harry. Tadi pas aku sama Catherine menjemput Cathy disekolah kebetulan ketemu Ron sama Hermione yang juga jemput Hugo. Kata mereka Albus dirawat disini. Ya sudah kita sekeluarga kesini jenguk Albus"
"Uncle sama Aunty tahu kalau Albus dirawat" Dudley hanya menggelengkan kepalanya.
Harry sangat bersyukur karena semenjak perang dunia kedua selesai dirinya bisa berbaikan dengan Dudley serta paman dan bibinya. Kini paman dan bibinya sayang sekali dengan Harry sama dengan sayangnya mereka ke Dudley begitu pula mereka menyayangi Teddy dan anak anaknya Harry yang lain serta Ginny.
"Albus sakit apa Harry?"
"sakit Typus sama Maag" Dudley pun hanya bisa menganggukan kepalanya.
Ketika memasuki kamar rawat Albus setelah makan siang di Mall Lily langsung berlari kearah Cathy dan Hugo yang memang sedang menjenguk Albus.
"tadi kamu kenapa tidak pergi ke sekolah, Lils?"
"tadi Daddy sama Mommy ke Hogwarts mau jenguk Al. Ya sudah aku ikut. Aku juga mau melihat keadaan Al. Lalu Mommy sama Daddy bawa Al kesini"
"kamu sudah melihat Hogwarts, Lils. Seperti apa Hogwarts itu. Kasih tahu dong, Lils" Lily pun menjelaskan seperti apa kastil Hogwarts tersebut. Karena ia tidak melihat kastil Hogwarts secara keseluruhan, sehingga yang dijelaskan pun yang hanya ia lihat saja.
Setelah jam menunjukkan jam 3 Sore mereka pun memutuskan untuk pulang kerumah mereka masing masing. Termasuk Teddy, Victorie, dan Professor McGonagall yang kembali ke Hogwarts. Harry pun juga menyuruh Ginny agar pulang kerumah bersama Lily. Malam ini biarlah dia yang menjaga Albus. Ia baru membolehkan Ginny menjaga Albus besok pagi ketika ia sudah berangkat kerja.
Ketika sampai di Hogwarts Victorie dan Teddy langsung menuju ke Asrama Gryffindor. Disana terlihat James dan Fred yang sedang mengobrol sambil mengerjakan tugas Essay mereka.
"darimana saja kalian?"
"habis menjenguk, Al"
"bagaimana keadaan Al, Vicky" James pun langsung antusias ketika Victorie menjawab bahwa ia baru saja menjenguk Albus
"Albus sudah lebih baik. Lain kali jangan mengulanginya lagi, James. Kamu tidak mau melihat Al sakit lagi kan?" kembali Teddy menceramahi adik angkatnya itu. James memang susah dibilangin sehingga Teddy dan kedua orang tuanya capek memberi nasihat kepada James. Namun kali ini terlihat James yang hanya mengaggukan kepala dengan mimik muka yang sedih.
Teddy baru pertama kali melihat James yang terlihat sedih. Heran juga melihat anak yang jahilnya minta ampun, namun kini mimik muka yang diperlihatkan adalah raut muka kesedihan. Sebenarnya James menyesal dengan kata kata yang dilontarkannya tempo hari hingga membuat adiknya jatuh sakit. Ketika kembali ke Asrama setelah sarapan tadi pagi ia ke toilet terlebih dahulu. Di toilet itu ia menangis mengingat adiknya yang jatuh sakit akibat dirinya yang melontarkan kata kata yang membuat adiknya sakit hati.
"Albus sakit apa?"
"Typus sama Maag" kaget dengan apa yang dikatakan Teddy bahwa adiknya sakit Typus dan Maag
"Ted, boleh ya nanti aku menjenguk Albus"
"hari sabtu sama minggu baru boleh. Hari ini kamu selesai kelas jam 6 besok jam 5. Professor McGonagall pasti tidak memberi izin kalau kamu menjenguk Albus malam malam. Sabar saja menunggu hari sabtu sama minggu" Lemas. Itu yang dirasakan James ketika kakaknya tidak mengizinkannya menjenguk Albus malam hari. Teddy baru mengizinkan menjenguk Albus sabtu dan minggu
"ya sudah sana kalian ke kelas Arithmancy. Jam 4 kalian ada kelas Aritmancy kan?" tersadar. James dan Fred buru buru keluar Asrama menuju kelas Arithmancy.
"Ted, mau tidak ke perpustakaan? Sekalian mengulang pelajaran sebelumnya atau baca baca materi yang belum dipelajari" Teddy pun bergegas ke kamar dan mengambil buku lalu mengajak Victorie ke perpustakaan.
Sesampainya diperpustakaan mereka membaca baca materi yang belum dipelajari dari pelajaran Mantra, Ramuan, Ramalan, Telaah Muggle, Rune Kuno, Herbologi dan sebegainya. Mengingat mereka akan menjalani ujian NEWT sehingga mereka harus lebih rajin belajar agar mendapatkan nilai yang memuaskan di ujian NEWT nanti. Ketika di tingkat lima Teddy mendapatkan Outstanding di semua mata pelajaran ketika ujian OWL. Sedangkan Vitorie hanya mendapatkan satu Exceeds Expectations sisanya ia mendapatkan Outstanding. Mereka berdua bangga dengan nilai mereka. Teddy ingin mendapatkan Outstanding di semua mata pelajaran ketika ujian NEWT sama halnya dengan ujian OWLnya. Sedangkan Victorie ia harus belajar lebih giat lagi. Ia mau mendapatkan Outstanding di semua mata pelajaran. Ia tidak mau seperti ujian OWLnya ia mendapatkan Exceeds Expectations. Walaupun begitu ujian OWLnya sudah membuat kedua orang tuanya bangga.
xxXxx
Kau Tetaplah Adikku
-To Be Continue-
