xxXxx

Kau Tetaplah Adikku

Author :: sakuxhan

Cast :: Albus Severus Potter

Disclaimer :: J.K. Rowling

Genre :: Family

xxXxx

Chapter 10

xxXxx

Sudah beberapa hari yang lalu Harry dan Ginny beserta keempat anaknya kembali ke Potter manor setelah merayakan natal di The Burrow. Saat ini Teddy, James serta Albus sedang membereskan barang barang mereka kembali karena esok hari mereka bertiga sudah mulai kembali ke Hogwarts dan memulai aktifitas mereka kembali seperti biasanya.

Setelah selesai membereskan barang barangnya. Mereka segera turun karena Harry dan Ginny sudah meneriaki ketiga anaknya untuk turun kebawah menyantap makan malam mereka. Lily pun sudah duduk rapi di meja makan. Setelah selesai makan merekapun kembali ke kamar masing masing untuk istirahat dan tidur karena kereta besok akan berangkat pukul 11 siang. Mereka pun tidak mau ketinggalan kereta esok hari. Harry juga akan berangkat bekerja setelah mengantarkan anak anaknya ke King Cross.

"tidak terasa, anak anak sebentar lagi akan kembali ke Hogwarts"

"iya. Tidak akan ada lagi keributan dirumah ini, Gin. Setidaknya sampai mereka pulang liburan kembali. Kadang kesal melihat anak anak kalau sudah bertengkar. Namun, kalau anak anak sudah pergi ke Hogwarts lagi rasanya sepi, ya?" Harry pun mendesah. Ia pun mengenang kegiatan yang selalu anak anaknya lakukan selama berada dirumah. Walau sebandel apapun mereka. Mereka tetaplah anak anaknya dari pernikahannya dengan Ginny.

"hanya ada kita berdua, Harry bersama Lily"

Keesokan harinya sebelum berangkat menuju Stasiun King Cross mereka sarapan terlebih dahulu. Setelah selesai sarapan mereka pergi menuju Stasiun King Cross. Mungkin terlalu pagi mereka sampai disini. Stasiun terlihat belum terlalu ramai dikunjungi oleh pengunjung. Mereka sampai disana ketika jam menunjukkan pukul setengah 9.

"sepertinya kita kepagian, Harry. Bahkan Hermione sama Ron pun belum datang"

"iya, Dad. Ini masih jam setengah 9. Kita mau ngapain dahulu. Bosen harus menunggu sampai jam 11 nanti"

"datang kepagian, Harry" Draco pun muncul secara tiba tiba yang membuat Harry dan istrinya serta anak anaknya terlonjak kaget dan melihat kearahnya.

"Draco, bikin kaget saja" yang disinggung pun hanya memberikan senyuman yang selama ini belum pernah dilihat oleh Harry. Sementara itu Teddy, James, Albus serta Lily sudah asyik mengobrol dengan Scorpius.

Ketika jam sudah menunjukkan pukul 11 kereta akan segera berangkat. Teddy, Victorie, James, Fred, Albus, Rose serta Sorpius langsung menaiki kereta dan ketika kereta mulai berjalan mereka melambaikan tangan ke arah orang tua mereka serta adik adik mereka yang belum masuk Hogwarts atau kakak kakak mereka yang telah lulus dari Hogwarts.

Mereka bertujuh pun mulai mencari kompartemen yang kosong untuk mereka duduki selama perjalanan menuju ke stasiun Hogsmade. Selama perjalanan mereka mengobrol tanpa henti menceritakan pengalaman liburan natal mereka yang diisi dengan keseruan keseruan yang tidak akan bisa terlupakan. Mereka juga menikmati jajanan yang mereka beli ketika seorang wanita menjajahkan jajanannya dari kompartemen ke kompartemen yang lain.

Jam 7 mereka baru sampai di stasiun Hogsmade. Dari stasiun Hogsmade mereka harus mengendarai kereta yang ditarik oleh Thesral. Makluk dunia sihir yang kasta mata dan hanya dilihat oleh orang orang tertentu saja. orang orang yang sudah pernah melihat kematian seseorang.

Setelah sampai di Hogwarts mereka yang sudah kembali ke Hogwarts langsung menuju ke Aula Besar dan terlihat para murid Hogwarts yang tidak pulang saat liburan natal sudah berada di Aula Besar dimasing masing meja menurut asrama mereka. Teddy, Victorie, James, Fred, serta Rose langsung menuju ke meja Griffindor sedangkan Albus dan Scorpius langsung menuju ke meja Slyterin. Kepala sekolah pun mengucapkan selamat datang kembali di Hogwarts setelah liburan natal yang menyenangkan bersama keluarga dan berkumpul bersama keluarga di liburan natal.

Setelah selesai dengan makan malamnya mereka semua langsung menuju ke asrama mereka masing masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka karena sudah hampir seharian perjalanan mereka dari stasiun King Cross menuju ke Hogwarts. Albus dan Scorpius menuju ke asrama Slyterin.

"akhirnya, kembali lagi ke Hogwarts. Padahal baru beberapa minggu ditinggal rasanya sudah kangen dengan sekolah ini. Bagaimana ya jika kita sudah lulus?" Albus memulai candaannya dengan Scorpius.

"baru juga kita tahun pertama, Al kamu sudah mikirin lulus saja" Scorpius hanya bisa menjawab candaan albus dengan candaan juga tentunya.

Setelah berada dikamar, mereka membereskan pakaian mereka lalu berganti baju dan langsung tidur menuju alam mimpi mereka. Esok hari kegiatan kegiatan lainnya sudah menunggu mereka. Sarapan bersama murid serta guru di Hogwarts. Pelajaran dan tugas tugas yang menunggu mereka dan segudang kegiatan yang lainnya yang akan menunggu mereka.

Seperti biasa, Albus sudah bangun ketika jam menunjukkan pukul 5 pagi. Seperti biasa Albus juga langsung membangunkan Scorpius untuk jalan jalan di sekitar sekolah sebelum memulai kegiatan mereka di pagi hari. Jam 7 pagi mereka sudah kembali ke kastil Hogwarts. Langsung saja mereka berdua menuju Aula Hogwarts. Terlihat di Meja Gryffindor James serta Fred yang sudah berpakaian seragam Hogwarts. Teddy, Victorie, serta Rose yang masih menggunakan baju biasa karena mereka memulai kelas mereka jam 10 pagi. Teddy melihat adik angkatnya bersama Scorpius memasuki Aula Besar dengan bermandikan keringat.

"habis dari mana saja kalian?" Tanya Teddy ketika Albus dan Scorpius menghampiri dan duduk di meja Gryffindor

"habis jalan jalan"

"pasti belum mandi" James bertanya kepada adiknya yang satu itu yang hanya dijawab dengan cengiran khas nya.

Dari seluruh anak Potter Albus satu satunya anak Potter yang paling rajin olahraga. Terutama lari pagi atau jalan pagi. Baginya kegiatan itu sangat menyehatkan. Kalau ada waktu kenapa tidak melakukan olahraga ringan seperti lari pagi atau jalan pagi. Ketika liburan natal kemarin juga Albus selalu jalan jalan pagi bersama ayahnya. Dahulu, sebelum Albus masuk Hogwarts setiap hari ia selalu jalan jalan pagi bersama ayahnya. Setelah selesai menyantap makanan bersama saudara saudaranya yang lain Albus dan Scorpius pamit untuk ke Asrama. Mereka berdua langsung membersihkan diri dan mempersiapkan untuk kelas yang akan dimulai pada jam 10 pagi nanti.

Jam 10 sudah tiba. Mereka berdua bertemu Rose dan langsung melanjutkan perjalanan menuju kelas Ramuan. Ya, pagi ini anak tahun pertama ada kelas Ramuan bersama Professor Slughorn sebagai gurunya. Rose selalu kesal dengan Professor Slughorn karena ia selalu salah dalam mengucapkan namanya. Itulah yang menyebabkan ia tidak suka dengan Professor Slughorn ataupun dengan pelajaran tersebut. Walaupun begitu jika ada praktek Rose lah yang paling bisa membuat ramuan dengan cepat sehingga Asramanya selalu mendapatkan poin dari Professor Slughorn. Walaupun Albus tak kalah pintar, namun dirinya kurang cepat dalam membuat ramuan.

Ketika jam makan siang tiba Albus dan Scorpius ikut makan di meja Gryffindor bersama Teddy, James, Victorie, Fred serta Rose. Entah mengapa setelah sembuh dari sakitnya Albus selalu makan di meja Gryffindor dan selalu manja dengan Teddy ataupun selalu ingin dekat dengan kedua kakaknya. Setelah Albus sembuh pun kini James tidak pernah lagi menyinggung tentang asrama Slyterin yang akan membuat adiknya sakit hati lagi.

"Al, kamu kenapa sih kakak heran sebenarnya. Dari kamu sembuh kamu selalu manja sama kakak atau James. tidak pernah pisah sama kita. Kalau lagi makan selalu di meja Gryffindor" Teddy pun mengeluarkan unek uneknya yang sudah beberapa lama ia pendam. Heran juga melihat adiknya yang tidak pernah manja. Ketika sembuh ia manjanya yang dulu sempat hilang kini muncul lagi. Albus pun hanya menjawab pertanyaan kakaknya dengan gelengan kepala. Teddy pun membiarkannya saja.

"iya ya aku baru sadar. Semenjak Albus sembuh Al sama Scorpie selalu makan di meja makan Gryffindor" Rose pun baru menyadari hal tersebut.

"don't call me Albus, Rose" Albus pun protes karena Rose sempat mengucapkan kata "Albus". Albus memang pernah suka ada yang memanggilnya Albus. Ia tidak mau disamakan oleh Professor Dumbledore yang mempunyai nama sama dengangnnya. Padahal, Professor Dumbledore sudah meninggal semenjak setahun sebelum perang dunia sihir kedua dimulai. Albus lebih menyukai jika oang lain memanggilnya "Al" saja. Rose yang mendapatkan protes tersebut dari Albus ia justru tidak menanggapi ucapan dari sepupunya tersebut.

"eh iya. Aku juga baru sadar. Semenjak Albus sembuh dia selalu mengajak aku makan di meja Gryffindor. Eh iya ralat, Al" Scorpius juga mendapatkan pelototan dari Albus karena mengucapkan kata "Albus". Hari ini ia mendapatkan dua orang yang memanggil dia Albus. Sepupu yang paling dekat dengannya dan juga sahabat se asramanya. Albus langsung menampilkan wajah cembrut.

"Ya ampun, Al. kakak heran sama kamu. Hanya karena dipanggil Albus doang kamu marah? Kamu tidak mau disamakan sama Professor Dumbledore?" mendapatkan teguran dari Teddy, Albus langsung menganggukan kepala.

Setelah selesai dengan makan siang mereka. Mereka semua minus Teddy dan Victorie langsung menuju ke Asrama mereka masing masing. Karena setelah makan siang ini tidak ada kelas. Selain itu belum ada tugas yang guru mereka berikan. Sementara itu Teddy dan Victorie langsung menuju ke perpustakaan untuk mengulang pelajaran yang tadi diberikan oleh Professor pelajaran satwa gaib serta membaca baca tentang pelajaran Rune Kuno yang belum mereka pelajari. Karena jam 3 sore nanti siswa tahun ketujuh akan ada pelajaran Rune Kuno. Dalam semua pelajaran baik Teddy maupun Victorie selalu menyumbangkan poin untuk asrama mereka.

Di asrama Slyterin Albus dan Scorpius sedang bersantai santai sambil membaca baca buku dan juga sambil menunggu jam 3 sore. Jam 3 Sore mereka akan ada kelas terbang. Albus dan Scorpius sudah sangat mahir dalam pelajaran terbang. Sudah tidak diragukan lagi. Sama seperti ayahnya. Albus sudah bergabung dalam team Quidditch Slyterin menjadi Seeker team Quidditch Slyterin pada tahun pertamanya. Sedangkan Scorpius walaupun sudah mahir terbang namun dirinya belum bisa bergabung dengan Team Quidditch Slyterin. Sebenarnya murid tahun pertama belum boleh bergabung bersama dengan team Quidditch.

Pada pelajaran terbang Albus sempat menangkap Remembrall temannya yang tiba tiba terlepas dari tangannya dan terbang. Madam Hooch yang melihat kejadian itu langsung melaporkan kejadian itu kepada Professor McGonagall selaku kepala sekolah. Ia juga melaporkan kejadian tersebut kepada kepala Asrama Slyterin. Senior mereka menganjurkan untuk Scorpius supaya mendaftar di Team Quidditch Slyterin pada tahun kedua di tahun depan. Para senior mereka juga menganjurkan agar Scorpius berada di posisi Chaser. Bahkan James dan Teddy pun menganjurkan hal yang sama.

Sama seperti Albus, James juga berada di Seeker team Quidditch Gryffindor. Mereka berdua sama sama menurunkan bakat Seeker mereka dari ayah dan kakek mereka. Suatu waktu pernah kakak beradik itu memperebutkan Snitch untuk memenangkan asrama mereka. Namun, James lah yang mendapatkannya. Ketika Albus hampir mendapatkannya ia merasa sapunya tiba tiba goyang sehingga ia kehilangan keseimbangan dan jatuh. James yang menyadari hal itu langsung menukikkan sapunya kebawah dan langsung menghampiri adiknya itu. Ia tidak mau terjadi apa apa kepada Albus. Cukup di awal saja ia membuat Albus sakit. Tapi setelah diperiksa oleh Madam Pomprey tulang tangan kanan Albus bergeser sedikit sehingga ketika Albus menggerakkan tangannya selalu terasa sakit. Waktu itu pula ketika tidak ada kelas James selalu menemani adiknya di Hospital Wings.

xxXxx

Kau Tetaplah Adikku

-To Be Continue-