xxXxx
Kau Tetaplah Adikku
Author :: sakuxhan
Cast :: Albus Severus Potter
Disclaimer :: J.K. Rowling
Genre :: Family
xxXxx
Chapter 12
xxXxx
Tak terasa, kini Hogwarts sudah berada di akhir tahun. Teddy dan Victorie pun sudah dinyatakan lulus. Baik Teddy maupun Victorie mendapatkan Outstanding di semua pelajaran. Ketika mengetahui hal tersebut baik Ginny dan Harry ataupun Bill dan Fleur semuanya bangga dengan prestasi Teddy dan Victorie yang mendapatkan nilai Outstanding di semua pelajaran. Bahkan, Hermione bangga dengan keponakan keponakannya. Sejak dulu Hermione dan Ron sudah menganggap Teddy sebagai keponakan mereka sendiri. Begitu pula dengan yang lainnya.
Sebelum semua murid pulang kerumah mereka menyantap sarapan di Aula Besar dan mendengarkan pengumuman dari Professor McGonagall selaku kepala sekolah. Kini Albus dan Scorpius duduk di meja Slytherin yang biasanya duduk di meja Gryffindor bersama dengan saudara saudaranya yang lain karena Albus meminta Scorpius menemaninya makan di meja Gryffindor. Kini semua murid harus duduk di meja masing masing asrama.
"baik. Professor ada beberapa pengumuman sebelum kalian pulang. Terutama untuk murid tahun ke 7. Selamat. Semua tahun ke 7 lulus dengan nilai NEWT yang memuaskan. Untuk Teddy Lupin dan Victorie Weasley. Selamat. Kalian berada di peringkat paling atas. Kalian mendapatkan Outstanding di semua pelajaran" mendengar pengumuman dari Professor McGonagall membuat Teddy dan Victorie senang. Mereka tidak pernah membayangkan mendaptakn nilai sempurna. Yang selalu mereka bayangkan ada lulus dari Hogwarts tanpa harus mendapatkan peringkat paling tinggi dengan nilai sempurna. Saudara saudaranya yang lain pun kaget serta senang dengan pencapaian Victorie dan Teddy.
"selain itu saya juga akan mengumumkan poin dari setiap asrama. Ditempat keempat Hufflepuff dengan 325 poin, ditempat ketiga ada Ravenclaw dengan 495 poin, ditempat kedua ada Gryffindor dengan 930 poin, dan ditemapt pertama selamat kepada Slyterin yang mendapatkan 995 poin. Wow hampir mencapai angka 1000. Pertama kalinya Slyterin memenangkan piala asrama dengan poin yang sangat tinggi" Professor McGonagall bangga dengan peningkatan asrama Slyterin.
Setelah semua murid selesai sarapan dan Professor McGonagall sudah selesai memberikan pengumumannya para murid pun langsung bergegas menuju stasiun Hogsmade. Tak lupa barang barang bawaan serta peliharaan mereka terutama burung hantu tak lupa mereka bawa. Teddy, Victorie, James, Fred, Rose, Albus serta Scorpius duduk di satu kompartemen yang sama. Mereka berangkat dari stasiun Hogsmade pada pukul 8 pagi. Dipastikan kereta tiba di stasiun King Cross peron 9 ¾ pada pukul 4 sore. Bertepatan pula dengan pulangnya Harry dan Ron dari kantor mereka. Ginny, Harry serta Lily menjemput James, Albus dan Teddy. Ron, Hermione serta Hugo menjemput Rose. Bill, Fleur, Dominique serta Louis menjemput Victorie. George, Angelina serta Roxanne menjemput Fred. Draco dan Astoria menjemput Scorpius.
Mereka semua pun langsung menuju rumah mereka masing masing untuk beristirahat karena perjalanan yang panjang. Harry dan Ginny beserta keempat anak mereka langsung pulang ke rumah mereka. Teddy, James, dan Albus langsung naik ke kamar mereka masing masing dan membiarkan bawaan mereka berada di depan kamar Harry dan Ginny yang memang berada di lantai 1 sedangkan kamar anak anak mereka berada di lantai 2. Ginny heran melihat tingkah laku anak anak mereka. Terutama Teddy. Sudah lulus tapi kelakuannya tidak pernah berubah. Terpaksa ia yang membereskan barang barang bawaan Teddy, James, dan Albus. Sedangkan hewan hewan sengaja di taruh di halaman belakang rumah mereka.
Begitu sampai dirumah Lily langsung menuju ruang keluarga dan menonton televisi. Sedangkan Harry memasak untuk makan malam menggantikan Ginny yang sedang membereskan barang barang bawaan anak anak mereka.
Jam makan malam sudah tiba. Harry sendirian memasak makan malam untuk keluarganya. Setelah istirahat dan membersihkan diri Teddy, James, serta Albus turun kebawah menuju ruang makan. Ginny pun menghentikan sejenak membereskan barang ketiga anaknya , Lily pun langsung menuju ruang makan dan meninggalkan acara Televisi nya.
"bagaimana dengan nilai nilai kalian?" di tengah makan malam mereka Harry membuka suara dan menanyakan nilai nilai anak anaknya
"bagus bagus, Dad. Bahkan Teddy mendapatkan nilai Outstanding di semua pelajaran pada ujian NEWT" mendengar penjelasan Albus mata Harry dan Ginny melotot dan memberikan ucapan selamat kepada anak angkat mereka.
"selamat, sayang. Mommy sama Daddy bangga sama kamu. Kalau saja Remus sama Tonks masih hidup mereka pasti lebih bangga lagi sama kamu. Dad yakin di alam sana Remus sama Tonks pasti bangga akan prestasi yang kamu raih. Selamat, sayang" Teddy hampir menitikan air mata ketika Harry menyebutkan nama mendiang orang tuanya. Harry pun menghiburnya.
"biarkan mereka tenang di alam sana, sayang. Seperti kata Dad tadi. Mereka pasti bangga dengan prestasi yang kamu raih" Harry pun mulai menghiburnya dan membelai puncak kepalanya.
Harry dan Ginny memang sudah sering bercerita tentang kedua orang tuanya ketika mereka masih hidup. Seperti apa sifat dan sikap mereka. Pekerjaan mereka apa saja. apakah mereka bangga dan sayang kepadanya. Harry sempat menceritakan bahwa ditahun ketiganya di Hogwarts Remus Lupin merupakan guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, namun di akhir tahun ajaran ia mengundurkan diri karena diketahui oleh orang lain bahwa dirinya adalah manusia serigala. Sedangkan Nymphadora Tonks adalah seorang Auror. Teddy pun bangga mempunyai orang tua seperti mereka. Ia bangga dengan pekerjaan kedua orang tuanya. Ia pun bangga karena kedua orang tuanya tidak meninggal dengan sia sia. Mereka berdua meninggal demi mengalahkan penyihir hitam.
Setelah selesai makan malam Harry dan Ginny membersihkan meja makan. Teddy, James, dan Albus pun membereskan barang bawaan mereka yang sebelumnya sempat di bereskan oleh Ginny. Setelah selesai dengan kegiatan mereka masing masing mereka semua langsung menuju ruang keluarga menyusul Lily yang sudah terlebih dahulu berada di depan TV.
"Lils, tidak ada film lain apa. Kamu sudah gede juga. Film yang ditonton itu terus" James protes karena Lily menonton film yang disajikan untuk anak kecil. Pasalnya yang Lily tonton adalah film Barbie. Film yang tidak pernah James, Teddy ataupun Albus suka. Namun, Teddy dan Albus selalu berusaha menemani Lily untuk menonton film tersebut. Pasalnya Barbie merupakan film kesukaan Lily. Berbeda dengan James yang tidak akan pernah mau menemani Lily kalau film yang ditonton adalah Barbie
"tapi, ini film kesukaan aku, James"
"sudah kenapa, James. Mengalah sama adiknya. Biarkan Lily menonton Barbie. Kamu sebagai kakak seharusnya mengalah sama adik adik kamu. Tidak malu apa kamu sama Al. dia saja bisa mengalah dan mau menemani Lily menonton film Barbie. Kamu justru menyuruh Lily mengganti channel atau acaranya" kembali Teddy menceramahi James yang tidak mau mengalah kepada Lily. Padahal Lily adalah adiknya. Satu satunya adik perempuannya. Walaupun begitu, James tetap sayang dengan Lily.
James pun menengok ke arah ayahnya dan mencari pembelaan dari ayahnya agar bisa membelanya dari Teddy.
"Teddy benar, sayang. Kamu seharusnya mengalah sama adikmu"
"yang anak kandungnya Dad siapa sih? James apa Teddy? Selalu saja Teddy yang Dad bela. James tidak pernah Dad bela. Apa jangan jangan James hanya anak buangan" emosi James sudah tidak terkendali ketika ayahnya membela Teddy daripada dirinya. Kesabaran Ginny pun sudah diambang batas
"JAMES SIRIUS POTTER. Jaga ucapan kamu. Walaupun Teddy kakak angkat kamu dia tetap kakak kamu. Kalau kamu sakit sedangkan hanya Teddy yang ada dirumah siapa yang akan mengurus kamu. Siapa yang khawatir terhadap keadaan kamu. Teddy yang paling khawatir dibandingkan Dad sama Mom ketika kamu, Albus, ataupun Lily sakit. Siapa juga yang selalu setia mengajarkan kamu pelajaran yang tidak kamu mengerti? Teddy, kan?" habis habisan Ginny menceramahi James karena tingkah lakunya. Padahal sebentar lagi ia akan memasuki tahun ketiganya di Hogwarts.
James pun langsung naik keatas dan masuk ke kamarnya. Ia berpendapat bahwa kedua orang tuanya lebih sayang kepada Teddy yang hanya anak angkat mereka dibandingkan dengan dirinya yang merupakan anak kandung mereka. Ia sampai berpikir bahwa kedua orang tuanya hanya sayang sama Teddy, Albus serta Lily dan ia tidak pernah disayang dan tidak pernah dianggap sebagai anak. Ginny pun juga selalu keras jika sudah memarahi anak anaknya terutama James. Karena diantara keempat anaknya hanya James lah yang susah diatur, susah dinasihati dan yang paling jahil juga.
"biar Teddy saja yang menenangkan James. Kalian bertiga menemani Lily nonton Televisi saja. Maaf Lily acara nonton kamu jadi terganggu" Teddy pun izin untuk menenangkan hati James dan meminta maaf kepada Lily bahwa acara menontonnya sempat terganggu. Lily hanya menggelengkan kepala menanggapi kakaknya. Ia pun juga tersenyum menanggapi kakaknya.
Teddy pun langsung menuju ke kamar James yang letaknya berada di depan kamarnya. Teddy mengetuk pintu kamar James terlebih dahulu baru ia masuk. Ia pun mencoba menenangkan James.
"James kamu jangan seperti itu. Kasihan Mommy. Dia pasti capek mengurus kita berempat. Apalagi setelah nenek andormeda sama orang tua aku meninggal aku kan langsung tinggal bersama Daddy Harry yang waktu itu belum menikah. Bahkan sebelum Mommy sama Daddy nikah mereka sudah mengurus aku yang waktu itu masih nakal. Jangan ulangi lagi ya, sayang. Kamu tidak kasihan sama Mommy. Kalau masalah film yang ditonton Lily. Biarlah dia menonton acara kesukaannya. Dia pasti ingin menonton film tersebut. Kalau kamu mau ganti film bilang baik baik sama Lily tidak dengan cara seperti itu" Teddy pun menasehati adiknya itu sembari mengusap punggung adiknya karena James tidur telengkup. James pun hanya bisa diam ketika mendengarkan penjelasan dari Teddy. Lalu ia pun menengok kearah Teddy yang sedang tersenyum kearahnya.
"minta maaf sama Mommy, ya. Kasihan dia. Jangan membuat Mommy marah marah terus menerus ya. Kamu juga jangan membuat kekacauan sampai sampai Mommy turun tangan. Gabung sama yang lainnya yuk" James pun langsung memeluk kakak angkatnya itu dan mengucapkan berkali kali kata maaf. Ia pun turun ke ruang keluarga yang disusul oleh Teddy. Sesampainya ia langsung meminta maaf kepada Ginny dan juga Lily.
Kembali mereka sekeluarga menonton Televisi kembali. Setelah acara yang Lily tonton selesai Lily menyerahkan remote Tv kearah James. Ia berpikir bahwa James ingin menonton acara yang lainnya.
"James, aku tahu kamu bosan menonton film yang aku sukai terus menerus ketika aku berada di depan Televisi. Filmnya sudah selesai. Kamu boleh menggantinya" James pun hanya melihat kearah Teddy yang menganggukan kepala.
James pun mengambil remote yang ada ditangan adiknya itu dan mengganti Channel Tv dengan acara kesukaannya. Tak lupa ia pun memeluk adiknya tanda terima kasih dan tanda minta maaf karena sudah seenaknya saja bersikap kepadanya. Lily hanya tersenyum menanggapi kakaknya. Harry dan Ginny yang melihatnya tidak dapat menahan senyuman mereka.
Setelah selesai dengan acara menonton mereka, mereka semua beranjak dari ruang keluarga dan langsung menuju ke kamar mereka masing masing dan beristirahat. Walaupun malam ini ada masalah sedikit dengan James tapi semua itu sudah teratasi berkat Teddy. Teddy selalu bisa menenangkan hati orang orang yang sedang marah. Ia pun juga pintar dalam memberikan nasihat kepada orang orang.
Harry dan Ginny sudah bangun sejak jam 5 pagi. Namun, keempat anaknya masih bertengkar dengan bantal dan guling mereka masing masing ditempat tidur. Jam 5 kurang tadi Albus sempat bangun dan olahraga pagi bersama Harry namun begitu sampai dirumah ia langsung menuju kamarnya dan menutup matanya kembali karena masih terasa berat bahkan ketika olahraga tadi pagi pun ia terus menerus menguap. Teddy pun yang biasanya bangun pagi kini masih belum bangun juga.
Di dapur Harry dan Ginny sedang mempersiapkan makanan untuk keempat anak mereka. Sekitar jam setengah 7 mereka sudah selesai menyiapkan makanan dan mulai membangunkan anak anak mereka yang masih berada di tempat tidur. Ginny yang kedapatan membangunkan James harus meminta bantuan Harry dan Teddy yang saat itu sudah bangun untuk membangunkan James. Memang diantara saudara saudaranya yang lain James lah yang paling susah bangun.
Jam 6 tepat keluarga Potter sudah berada di meja makan untuk memulai acara sarapan mereka. Harry pun sudah rapi untuk berangkat bekerja.
"Teddy, kamu kan sudah lulus, nak. Sudah berpikir mau kerja dimana, sayang?" Harry pun menegur Teddy yang sudah lulus dan menanyakan tempat kerja yang ia inginkan.
"Teddy masih bingung, Dad. Ada 2 pilihan. Antara kerja jadi Auror seperti Daddy atau meneruskan kuliah di dunia Muggle" Ginny dan Harry kaget ketika mengetahui Teddy yang ingin melanjutkan kuliah di dunia Muggle
"kalau kamu mau melanjutkan kuliah kamu mau menagmbil jurusan apa, sayang?"
"kalau niat aku mau mengambil jurusan Psikologi. Itu pun kalau di izinin sama Daddy dan Mommy. Aku juga nanti setelah lulus kuliah rencananya ingin kerja di dunia Muggle" Harry pun hanya tersenyum mendengar keinginan anak angkatnya
"apapun pilihan kamu Daddy sama Mommy pasti dukung selagi itu masih hal yang positive" Teddy pun senang mendengar ucapan ayah angkatnya.
Setelah selesai sarapan Harry pun pamit untuk berangkat bekerja. Albus, James serta Lily sudah duduk di depan Tv. Teddy pun membantu Ginny yang sedang membereskan meja makan setelah dipakai sarapan. Ia pun membantu Ginny mencuci piring, gelas, dan peralatan makan lainnya yang baru saja dipakai.
xxXxx
Kau Tetaplah Adikku
-To Be Continue-
