xxXxx

Kau Tetaplah Adikku

Author :: sakuxhan

Cast :: Albus Severus Potter

Disclaimer :: J.K. Rowling

Genre :: Family

xxXxx

Chapter 13

xxXxx

Tengah malam ketika tengah tertidur Teddy mendengar suara burung hantu yang datang. Ia pun membuka jendela kamarnya. Ternyata itu surat dari Hogwarts. Disana tertulis bahwa Professor McGonagall menawarkan kepada dirinya untuk kembali lagi tahu ajaran berikutnya ke Hogwarts sebagai guru Transfigurasi yang baru bersama dengan Victorie sebagai guru mantra yang baru. Ia pun langsung mengambil perkamen yang ada dikamarnya lalu membalas surat dari Professor McGonagall bahwa ia akan menerima tawaran tersebut. Ia juga memberitahu kalau ia berniat meneruskan pendidikannya dibangku kuliah di dunia Muggle. Ia pun memberitahukan kepada Professor McGonagall kalau ia akan menjadi guru Transfigurasi sekaligus meneruskan pendidikannya didunia Muggle. Teddy pun langsung mengirimkan balasan tersebut kepada Professor McGonagall. Sementara waktu ia tidak akan memberitahukan berita tersebut kepada adik adiknya yang lain dan juga kepada Harry dan Ginny.

Sementara itu Victorie juga mengalami hal yang sama. Ia mendapatkan surat dari Hogwarts. Lebih tepatnya Professor McGonagall menawarkan dirinya untuk menjadi guru Mantra di Hogwarts pada tahun berikutnya. Ia pun terlihat binggung. Disatu sisi ia ingin sekali menerima tawaran yang diberikan oleh Professor McGonagall disisi lain ia juga berencana meneruskan pendidikannya di bangku kuliah di dunia Muggle dan berencana mengambil jurusan arsitek. Ia pun Langsung membalas surat tersebut kepada Professor McGonagall ia mengatakan bahwa ia akan menerima tawaran menjadi guru Mantra di Hogwarts. Ia juga berkata bahwa ia juga ingin meneruskan pendidikannya dibangku kuliah didunia Muggle dan mengambil jurusan arsitek. Ia juga mengatakan kalau ia akan bekerja di Hogswarts sebagai guru mantra sekaligus menempuh pendidikan di dunia Muggle.

Keesokan harinya di kediaman Potter ketika jam sudah menunjukkan pukul 6 tepat mereka semua sudah siap di meja makan dan akan menyantap sarapan.

"kalian semua semalam mendengar ada suara burung hantu apa tidak? Kedengarannya dari arah kamarnya Teddy. Kamu mendenger apa tidak, Ted?" Albus yang kamarnya bersebelahan dengan kamar Teddy pun langsung menanyakan perihal suara burung hantu tersebut. Teddy pun langsung terkejut mendengar penuturan dari adiknya itu.

"aku tidak mendenger suarapa apapun, Al. apalagi suara burung hantu"

"tadi pagi kamu menemukan surat apa tidak? Mungkin burung hantu itu meninggalkan suratnya kali" Teddy pun kembali menggelengkan kepala. Ia sengaja menyembunyikan hal bahagia tersebut dari keluarganya. Belum saatnya ia memberitahu keluarganya. Biarlah ini menjadi surprise untuk keluarganya.

"Daddy, Mommy. Aku hari ini ada rencana mau mencari universitas. Aku sudah mantap untuk melanjutkan kuliah didunia Muggle" kedua orangtuanya pun menyanggupi. Harry pun memberikan kunci mobilnya. Harry pun merasa tenang. Lagipula Teddy sudah bisa mengendarai mobil dan sudah mendapatkan SIM untuk berkendara.

"kamu sudah yakin mau mengambil jurusan psikologi, sayang?"

"yakin, ma. Hari ini rencananya mau minta brosur brosur dahulu. Victorie juga katanya mau melanjutkan pendidikannya di dunia Muggle. Tapi dia mau mengambil arsitek"

"pasangan yang serasi" selesai mengucapkan kata tersebut James pun mendapatkan pelototan dari Teddy.

"nanti mencari universitasnya bersama Victorie?"

"iya, Mom. Nanti Victorie juga akan kesini menggunakan jaringan Floo"

"kalau begitu hati-hati, sayang. Jangan mengebut, ya" nasihat Ginny hanya ditanggapi Teddy dengan mengangkat kedua jempolnya tanda setuju.

Mereka pun kembali melanjutkan sarapan mereka. Seperti biasanya, setelah selesai sarapan Harry langsung berpamitan kepada istri dan keempat anaknya untuk pergi ke kantornya. Teddy membantu Ginnya membersihkan meja makan dan peralatan makan yang dipakainya pada saat sarapan sekalian menunggu Victorie datang. James dan Albus sudah duduk didepan Televisi menemani Lily yang sedang menonton Televisi. Setelah perdebatan tempo hari setelah James dinasehati oleh Teddy, James tidak pernah lagi menyinggung acara Televisi yang ditonton oleh Lily. Itu kehendak Lily untuk menonton film apa saja.

Setelah selesai membersihkan meja makan dan peralatan makan Ginny dibantu oleh Teddy untuk membersihkan rumah.

"sayang, kamu nonton Televisi saja bersma adik adik kamu atau kamu ajak adik adik kamu bermain. Biar Mommy saja yang membersihkan rumah" Teddy hanya menggelengkan kepala menanggapi ucapan ibunya.

"No, Mom. Masa iya Teddy enak enakan nonton Televisi sedangkan Mommy membersihkan rumah sendiri. Walaupun Teddy tahu Mommy sama Daddy udah menganggap Teddy sebagai anak kalian sendiri. Tapi membantu Mommy atau Daddy itu adalah tanda terima kasih Teddy terhadap Mommy sama Daddy karena sudah mau merawat Teddy dan sudah mau menganggap Teddy anak kalian. Walaupun itu hanyalah amanat dari orang tua Teddy tapi Teddy berterima kasih sama kalian"

"tanpa Remus dan Tonks yang minta kita pasti akan merawat kamu kita pasti akan menjaga kamu selain karena Remus adalah sahabat ayah dari Daddy kamu kami juga sudah sayang sama kamu, dear. Main mainlah sama adik adik kamu. Biar Mommy saja yang membereskan rumah" Teddy tidak bisa berkata apa apa lagi. Ia kemudian menyusul adik adiknya yang sedang asyik menonton televisi.

Sementara itu di kediaman Bill dan Fleur mereka kini sedang sarapan. Victorie mengatakan bahwa semalam di tengah malam ia mendapatkan surat dari Professor McGonagall. Victorie mengatakan bahwa Professor McGonagall menawarkan kepadanya agar mengajar di Hogswarts sebagai guru Mantra. Ia juga menyampaikkan jika ia juga akan meneruskan pendidikannya dibangku kuliah di dunia Muggle. Ia pun juga menyampaikan kepada kedua orangtuanya bahwa ia akan mengajar di Hogswarts sekaligus menempuh pendidikannya di dunia Muggle.

"Mom, Dad semalam Vicky dapat surat dari Professor McGonagall" Bill dan Fleur heran karena anaknya sudah lulus namun masih mendapatkan surat dari Professor McGonagall sang kepala sekolah Hogwarts

"Professor McGonagall menawarkan kepada Vicky untuk jadi guru mantra yang baru menggantikan Professor Flitwick. Vicky menerimanya, Dad, Mom. Apakah kalian setuju dengan keputusan Vicky" Bill dan Fleur sangat bangga kepada Victorie karena ia baru saja lulus dari Hogwarts, namun dirinya sudah ditawari menjadi guru di Hogwarts

"kami setuju dengan keputusanmu, sayang. Asalkan itu masih dijalur yang benar"

"dear, sepertinya tahun depan tugasmu bukan hanya sebagai guru saja. Ingat tahun depan Dominique, Molly dan Roxanne memulai tahun pertama mereka. Albus dan Rose sudah ditahun kedua. Fred dan James ditahun ketiga. Intinya ada 7 saudara kamu yang masih sekolah di Hogwarts. Kamu harus mengawasi mereka selain kewajibanmu mengajar. Terutama kamu harus mengawasi Fred dan James agar tidak berbuat kekacauan. Ingat, Vicky mereka berdua sering membuat kekacauan di The Burrow, dirumah mereka berdua. Bahkan James sering membuat kekacauan di rumah Uncle Dudley dan Grandpa Vernon, Vicky" Victorie hanya menghela nafas mendengarkan ceramah dari ibunya.

"oh iya, mom. Selain menjadi guru mantra di Hogswarts Vicky juga berencana ingin meneruskan pendidikan Vicky didunia Muggle. Vicky akan melanjutkan ke jenjang perkuliahan dan mengambil jurusan Arsitek. Vicky juga sudah memberitahu Professor McGonagall bahwa Vicky akan menjadi guru mantra sekaligus menempuh pendidikan Vicky di dunia Muggle" Billy dan Fleur pun kaget mendengarkan apa yang dikatakan oleh anak tertua mereka.

"kamu yakin, saying. Apa kamu bisa membagi waktu?"

"yakin, ma. Aku kuliah akan mengambil jam pagi. Kemungkinan perkuliahan selesai sampai jam 12 atau jam 1. Setelah itu aku juga akan mengajar. Teddy juga sama kok seperti Vicky ia juga ditawarkan sebagai guru Transfigurasi di Hogswarts sekaligus menempuh pendidikan perkuliahan di jurusan Psikologi. Rencananya hari ini aku sama Teddy mau mencari universitas yang bagus. Nanti aku akan pergi ke rumah Teddy menggunakan jaringan Floo"

"yasudah kalau kamu yakin Mommy sama Daddy bisa berbuat apa. Asalkan Mommy sama Daddy bisa memegang janjimu itu. Dan untuk nanti hati hati" Victorie pun mengangkat kedua jempolnya tanda setuju.

Setelah sarapan Bill pun pamit kepada istri dan anak anaknya untuk pergi bekerja. Fleur serta Victorie dan Dominique membersihkan meja makan dan peralatan makan yang telah mereka gunakan. Sedangkan Louis, adik dari Victorie yang paling kecil sudah berlari keluar rumah menikmati segarnya udara dipagi hari.

Setelah jam menunjukkan pukul 10 pagi Victorie sudah bersiap akan pergi bersama dengan Teddy untuk mencari universitas yang bagus. Victorie pun segera pergi kerumah Teddy dengan jaringan Floo tersebut. Sesampainya dirumah Teddy mereka pun langsung pergi untuk mencari cari universitas yang cocok untuk mereka.

Sekitar jam 2 siang mereka berdua sudah kembali ke kediaman keluarga Potter. Ada sekitar 15 brosur yang mereka dapatkan. Mereka berdua pun binggung untuk memilih universitas yang cocok untuk dijadikan tempat mereka menempuh pendidikan sehingga Ginny pun harus membantu mereka memilihkan unversitas yang cocok juga yang bagus untuk dijadikan tempat anak dan keponakannya menempuh pendidikan nantinya.

"universitas ini kalau tidak salah dekat dengan rumah Duddley sama Catherine. Disini juga ada tersedia jurusan Arsitek dan Psikologi kan? Kenapa tidak mengambil yang ini saja" ujar Ginny sambil memperlihatkan salah satu brosur universitas yang menurutnya bagus juga letaknya tidak terlalu jauh dari kediaman Duddley dan Catherine.

"boleh juga sepertinya, Aunty. Jaraknya dari rumah Uncle Duddley sama Aunty Catherine berapa kilometer, Aunty?"

"kalau tidak salah sekitar 3,5 kilometer, sayang"

"bagaimana, Ted? Mau mengambil yang itu saja"

"ya sudah ambil saja yang ini, Vic. Besok kita langsung saja mendaftar. Lagipula setelah kuliah selesai kita bisa istirahat dirumah Uncle Duddley dan Aunty Catherine. Kita juga kan bisa berangkat dari rumah mereka. Dirumah mereka juga sudah dipasang jaringan Floo kan sama Daddy. Jadi kita bisa menggunakan Jaringan Floo dari Hogswarts langsung kerumah mereka"

"ide yang bagus"

"ya sudah jadi pilihan kita di universitas yang ini?" Teddy pun menganggukkan kepalanya.

"ya sudah kalau begitu. Aku pulang dahulu, ya. Besok aku kesini lagi sekitar jam 10 pagi. Kita langsung daftar"

xxXxx

Kau Tetaplah Adikku

-To Be Continue-