SIXTEEN SEASON 2
Chapter 3
Author: ByunnaPark
Genre: Family/Romance/little bit Hurt/Comfort (maybe)
Rate: T
Cast: LuHan ,WuFan/Kris, Zhang Yixing, Kim Suho
Other Cast: Huang Zitao, Oh Sehun/Byun Sehun, Kim Jongin, Do Kyungsoo, Byun Baekhyun
Pair: SuLay, KrisTao/Taoris, HunHan
Slight: KaiSoo, ChanBaek, ChenMin, dll
Disclaimer: ff ini milik saya, member EXO milik kita semua #plaaaak
Warning: OOC, GS, typo(s), gaje, sinetron mode on, ngebosenin, don't like, don't read.
Summary: Ketakutan akan masa lalu, membuat Yixing menjadi seorang ibu yang overprotective. Akankah masa lalunya terulang kembali pada anaknya? (Bad Summary)
Let's Start
Happy Reading
Author Pov.
"AAAAAAAAAA!" teriak Zitao histeris sambil menutup matanya, membuat namja yang tidak lain adalah Wufan itu ikut terlonjak kaget karena teriakan melengking yeoja bersurai gelap itu.
"NENEEEEEEKKK MATAKU BENAR-BENAR TERCEMARR" teriak Zitao lagi.
Wufan menaikkan sebelah alis nya, memandang bingung yeoja yang ada di depannya itu. Namja itu kemudian melipat tangannya di dada dan sedikit memiringkan kepalanya melihat Zitao yang terlihat berlebihan.
Zitao sedikit membuka matanya melirik ke arah Wufan yang masih setia melipat tangannya dan menyederkan tubuhnya di pintu kamar.
'aaaiisshh sial kenapa jerapah itu belum pergi juga' rutuknya dalam hati, sedangkan pipi nya juga tidak bisa di ajak kompromi terus mengeluarkan semburat merah yang mungkin saja bisa dilihat Wufan. Perlahan ia menyeret langkahnya dengan mata yang setengah terpejam menuju pintu kamar Luhan yang bersebelahan dengan kamar Wufan. Semakin Zitao mendekat ke pintu kamar Luhan, semakin pula Wufan menggeser tubuhnya menutupi pintu kamar Luhan. Sepertinya namja itu memang berniat menggoda yeoja panda itu.
"Ya! minggir bodoh! Aku mau masuk" bentak Zitao saat Wufan menghalanginya masuk ke kamar Luhan. tapi sayang bentakan Zitao tidak mempan bagi Kim Wufan, membuat Zitao semakin geram.
"NENEEEEKKK ADA JERAPAH MESUM MENGGANGGUKU!" adu Zitao.
Sedangkan nyonya Kim dan Yixing yang saat ini sedang membereskan meja makan hanya geleng-geleng kepala, mereka sudah biasa mendengar teriakan Zitao di rumahnya.
"WUFAN JANGAN GANGGU PANDA!" teriak nyonya Kim dari lantai bawah.
Dengan tampang datar, Wufan beranjak mendekati Zitao yang saat ini berjalan mundur.
"ma-mau apa kau jerapah, hush hush pergi!" Zitao mengibas-kibaskan tangannya agar Wufan pergi dari hadapannya, tapi sayang Wufan semakin mendekat ke arahnya sampai punggung yeoja itu membentur tembok.
"Ya! jangan mendekat... pergi atau kuadukan nenek lagi!" usir Zitao sekali lagi dan saat ini Wufan semakin medekat,"kyaaaaaa apa yang kau lakukan bodoh!" teriak Zitao sambil menutup muka dengan telapak tangannya saat melihat Wufan melepas handuknya dan setelah itu ...
PUK
SEET
Wufan membungkus kepala Zitao dengan handuknya dan sedikit mengikatnya di leher membuat yeoja itu meronta berusaha melepaskan handuk yang membungkus kepalanya tapi apa daya tangannya juga ikut terbungkus.
"otakmu yang mesum" bisik Wufan dan setelah itu berjalan santai menuruni anak tangga dengan menggunakan boxer yang memang sudah dipakainya sedari tadi, meninggalkan Zitao yang sedang bersusah payah melepas handuk di kepalanya. Tidak lama kemudian akhirnya handuk itu terlepas, gadis itu pun langsung berjalan ke arah tangga dan...
Bugh
Melempar haduk itu ke arah Wufan dari lantai atas,"namja gilaaa" umpatnya, setelah itu ia berjalan sambil menghentak-hentakkan kakinya ke kamar Luhan.
Blam
Terdengar suara pintu yang ditutup dengan kasar dan siapa lagi pelakunya kalau bukan Huang Zitao.
Luhan yang saat itu sedang asik membelai bulu Miss. Lula (kucing persia kesayangan Luhan yang berbulu putih lebat dengan pita pink lucu yang melilit lehernya) terlonjak kaget saat mendengar pintu kamarnya ditutup dengan kasar dan umpatan Zitao pun tidak luput dari pendengarannya.
"kenapa lagi Zi?" tanya Luhan malas yang sebenarnya sudah tau apa penyebab sahabatnya itu kesal.
"tanya kan saja pada namja gila yang dulu berbagi rahim denganmu itu" ucapnya lalu mendudukkan dirinya di samping Luhan dan menarik selimut menutupi kaki jenjangnya. Luhan pun hanya mengendikkan bahunnya tak peduli sambil melanjutkan aktivitasnya yang terhenti yaitu membelai bulu Miss. Lula dipangkuannya.
Tangan Zitao terangkat menyentuh kening Luhan,"kau sudah sembuh Lu?"
"sepertinya sudah, lihat badanku sudah berkeringat dan pusingnya sudah hilang"
"mianhae, gara-gara aku kau jadi sakit begini" sesal Zitao sambil menundukkan kepalanya.
"bukan salahmu Zi, salahkan saja badanku yang gampang sekali sakit huuufh"
"kalau begitu mulai sekarang jangan main di luar lagi ne"
"Ya! mana bisa begitu, aku juga harus membiasakan diri dengan cuaca diluar, kalau terus-terusan di dalam rumah sistem kekebalan tubuhku malah semakin melemah" protes Luhan.
"tapi nanti kau bisa sakit lagi"
"tidak apa-apa, nanti lama-lama juga akan terbiasa"
Zitao menghela nafasnya tanda ia sudah tidak mau berdebat dengan Luhan lagi. Gadis itu pun melirik ke arah meja belajar Luhan dan mendapati bubur yang masih utuh.
"kau belum memakan buburmu Lu?"
"bubur nya tidak enak Zi, kalau kau mau makan saja"
"tidak, terima kasih" tolak Zitao yang memang juga tidak menyukai makanan bertekstur lembek itu.
"tapi eomma akan marah jika kau tidak memakannya dan lagi pula kau harus minum obat jadi mau tidak mau kau harus memakannya" paksa Zitao sekali lagi.
Luhan menoleh ke arah Zitao,"tapi rasanya hambar dan lembek eeww, aku tidak suka" ucapnya sambil meringis membayangkan rasa makanan lembek itu.
"pokoknya kau harus makan supaya kau cepat sembuh dan biarkan aku yang menyuapimu" Tangan Zitao terangkat meraih mangkuk berisi bubur itu dan ia pun menyodorkan sesendok bubur ke mulut Luhan. Tapi Luhan malah menutup mulutnya sambil menggelengkan kepalanya.
"shireo"
"buka mulutmu"
"shireo, tunggu sampai Wufan kesini"
Zitao membulatkan matanya,"mwo? buat apa menunggu Wufan kemari?"
"hanya dia yang bisa menolongku"
Cklek
Pintu kamar Luhan terbuka kembali menampakkan sosok tampan nan tinggi yang tidak lain adalah saudara kembar Luhan. Kali ini Wufan sudah memakai pakaian lengkap.
Melihat Wufan, Zitao membulatkan matanya dan dengan secepat kilat ia letakkan kembali mangkuk berisi bubur itu di meja belajar Luhan lalu menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya. Entah kenapa ia merasa malu melihat Wufan sejak kejadian tadi.
"Wu! Aku butuh bantuanmu" seru manja Luhan pada saudaranya.
"arra, aku sudah membawakan roti untukmu" Luhan pun tersenyum cerah pada Wufan dan langsung memakan roti itu dengan lahap karena sebenarnya ia juga merasa lapar.
Wufan mengambil mangkuk berisi bubur itu lalu memakannya dan lagi-lagi Luhan tersenyum.
"gomawo" ucapnya dan disambut anggukan oleh Wufan.
"kau mau kemana?" tanya Luhan yang melihat saudaranya sudah berpakaian rapi.
"ke bengkel" sudah menjadi kebiasaan Wufan jika libur maka ia akan membantu bekerja di bengkel milik ayahnya. Tak jarang juga Jongin ikut membantu disana.
Terlihat Luhan mengerucutkan bibirnya,"jadi kau akan membiarkan aku mati bosan di rumah seharian"
Wufan pun terkekeh dan mengusak kepala Luhan,"kau tidak akan mati bosan selama masih ada panda impor yang selalu mengganggu hidupmu itu"
"aku bukan binatang impor babo" protes Zitao dibalik selimut membuat Luhan terkekeh.
"gulingmu bisa bicara Lu?" tanya Wufan datar dan disambut gelak tawa dari Luhan.
"meoong~" miss. Lula pun juga ikut memeriahkan tawa Luhan.
Karena sudah jengkel dengan cepat Zitao menyibakkan selimutnya, berniat memberi sumpah serapahnya pada Wufan.
"YA! JERAPAH TENGIK, TIANG LISTRIK TIDAK PUNYA OTAK, SIAPA YANG KAU SEBUT GULING EOH? AKU BUKAHUUPPP..." Zitao tidak menyelesaikan umpatannya karena Wufan memasukkan sesendok bubur ke mulut Zitao, membuat gadis itu mual dan langsung berlari ke kamar mandi Luhan untuk memuntahkannya.
"hoeekk, namja gila hoeek...awas kau brengsek, hoek hoek"
Luhan mendelik ke arah Wufan yang memasang ekspresi seolah-olah tidak terjadi apa-apa,"kau tega Wu, Zizi itu tidak suka bubur"
Wufan hanya mengangkat bahunya tidak peduli lalu beranjak dari tempat tidur Luhan,"aku pergi dulu ne, kau mau aku belikan apa?"
Luhan terlihat berpikir sambil mengetuk-ketukkan jari telunjukkan di dagu,"eumm belikan aku makanan untuk miss. Lula saja, persediaannya hampir habis"
Wufan tersenyum sambil mengacak-acak bulu lebat miss. Lula,"baiklah" lalu ia pun melangkah keluar dari kamar Luhan.
"hati-hati" seru Luhan.
"meong...meong..."dan di ikuti oleh miss. Lula.
~SS2~
Sehun menghentikan motornya tepat di depan rumah keluarga Kim. Baekhyun pun turun dengan Yeolla yang ada di gendongannya. Yeoja itu kemudian berjalan menuju ke arah pintu dengan di ikuti Sehun di belakang.
Ting tong
Ting tong
Kali ini Yeolla yang memaksa untuk memencet bell rumah keluarga Kim.
Tidak lama pintu pun terbuka menampakkan Yixing dengan senyum lebarnya mendapati Baekhyun yang berkunjung ke rumahnya.
"waaaah, keponakanku yang cantik sudah datang" seru Yixing sambil mengambil alih gendongan Yeolla dari ibunya,"ayo masuk!" ajak Yixing.
Baekhyun pun terkekeh dan mendudukkan dirinya di ruang tamu bersama Sehun.
"ngomong-ngomon tumben kau kesini siang-siang begini?" tanya Yixing.
Baekhyun mengangkat bahunya,"hanya ingin menghilangkan stres" kemudian ia melirik ke arah Sehun yang tengah memainkan ponselnya.
Yixing pun terkekeh,"memang apa lagi yang kau lakukan Sehun? Bagaimana di asrama? Menyenangkan?" tanyanya pada Sehun. Sejenak namja itu menghentikan aktivitasnya yang sedari tadi sibuk berkutat dengan ponselnya lalu mendongak ke arah Yixing.
"seperti neraka noona" jawabnya singkat lalu melanjutkan aktivitasnya kembali. Baekhyun hanya bisa menghela nafasnya.
"sudah jangan tanyakan dia lagi, bisa membuatku semakin stres, oh iya kenapa sepi sekali? Ahjumma mana?" tanya Baekhyun.
"appa dan eomma sedang berkunjung ke rumah saudara, suamiku berkerja, anak sulungku pergi ke bengkel, anak bungsuku tentu saja pergi sekolah, tinggal tersisa aku dan Luhan di rumah" jelas Yixing detail.
"lalu mana Lulu? sudah lama aku tidak bertemu dengannya"
"mungkin sedang bermain bersama kucingnya di belakang, sebaiknya kau bantu aku memasak saja, bagaimana?" ajak Yixing.
"ide bagus, kajja!"
Sebelum pergi Yixing menoleh ke arah Sehun,"Sehun-ah, kalau kau bosan disini, kau bisa pergi ke rumah Jongin, sepertinya dia ada dirumah"
"tidak noona terima kasih" jawab Sehun tanpa mengalihkan pandangannya pada ponselnya.
"sudah jangan pedulikan dia, kajja kita ke dapur" Baekhyun pun langsung menyeret Yixing menuju dapur dan meninggalkan Sehun duduk seorang diri di ruang tengah.
30 menit berlalu setelah Baekhyun dan Yixing meninggalkan Sehun seorang diri, dan Sehun masih terlihat asik memainkan game di ponselnya. Tapi lama-lama bosan juga, ia pun akhirnya menghentikan aktivitasnya bermain game dan matanya mulai melirik kesana kemari. Tidak lama kemudian ia beranjak dari duduknya setelah menemukan objek yang menarik perhatiannya.
~SS2~
"aku bosan miss, apa kau juga merasa bosan?" keluh Luhan yang saat ini mendudukkan dirinya di ayunan panjang dekat kolam ikan rumahnya bersama miss. Lula dipangkuannya. Gadis itu memang sedari tadi bermain seorang diri dengan kucing persia itu setelah Zitao mendadak disuruh pulang oleh mamanya.
"meong...meong..." kucing itu menggesek-gesekkan kepalanya di perut Luhan, membuat Luhan tertawa geli.
"haha hentikan miss, kau membuatku geli haha"
"Luhan!"
Tawa Luhan seketika itu terhenti saat mendengar seseorang memanggil namanya.
"ahjussi!" panggilnya setengah kaget mendapati Sehun yang berjalan ke arahnya lalu ikut duduk di samping Luhan.
"kau sedang apa?" tanya Sehun.
Luhan pun tersenyum karena ada seseorang yang menemaninya,"aniyo, hanya sedang bermain dengan miss. Lula"
Sehun mengerutkan keningnya tidak mengerti,"miss. Lula? Nugu?" tanya Sehun karena tidak mendapati seseorang lagi selain dirinya dan Luhan di halaman belakang.
"ahjussi perkenalkan, miss. Lula kucingku yang paling cantik"
Dan Sehun pun semakin mengerutkan keningnya saat Luhan menyodorkan salah satu kaki miss Lula padanya. Dan sedetik kemudian tawa Sehun pun pecah.
"haha kucing? Kau bermain dengan kucing? Haha"
Luhan mengerucutkan bibirnya,"Ya! ahjussi jangan meledekku aku memang tidak punya teman"
Tawa Sehun pun akhirnya terhenti.
"eomma tidak mengizinkanku bermain diluar rumah makanya aku tidak punya teman" Luhan tertunduk lesu, tangannya dengan lembut membelai bulu miss. Lula.
"kenapa bisa begitu?" tanya Sehun tidak mengerti.
"molla, tanyakan saja pada eomma"
Sehun hanya menganggukkan kepalanya tidak berniat menanyakan lebih lanjut pada Luhan.
"oh iya, kenapa hari ini kau tidak sekolah?" tanya Sehun lagi.
"aku sudah lulus ahjussi"
"o..."
"...lalu, ingin meneruskan ke SMP mana?"
Luhan sontak menatap Sehun bingung,"SMP? Ahjussi meledekku lagi?" dan lagi-lagi Luhan mengerucutkan bibirnya.
Sehun pun juga terlihat bingung,'kenapa? Apa aku salah bertanya?' tanya nya dalam hati.
"wae?"
"aku sudah lulus tingkat SMP ahjussi dan akan meneruskan ke tingkat SMA" jelas Luhan sambil melipat tangannya kesal.
"mwo?" mata Sehun membulat,"tapi kata Jo-" Sehun tidak melanjutkan kata-katanya.
'brengsek, ternyata kau sudah bermain-main denganku sejak awal Kim Jongin' geram Sehun dalam hati.
"ahjussi! Kau baik-baik saja?" tanya Luhan khawatir melihat Sehun yang tiba-tiba diam seperti memikirkan sesuatu.
"ah..ne, maaf aku tidak tau kalau kau sudah SMA"
Luhan hanya tersenyum tipis,"gwenchana"
"berati kau seumuran dengan Wufan, tapi bukankah dia kakakmu?"
"ne, aku dan Wufan kembar ahjussi"
Dan untuk kesekian kalinya mata Sehun membulat,"mwo? kembar?"
Luhan tertawa melihat ekspresi Sehun,"haha kau lucu sekali ahjussi, tidak perlu sekaget itu haha"
Seketika itu juga Sehun merubah ekspresinya manjadi normal kembali. Ia merasa banyak mendapat kejutan hari ini.
"lalu kenapa kau tidak sekolah bersama Wufan?" tanyanya, sepertinya Sehun benar-benar ingin tau sosok gadis dihadapannya ini.
Luhan mengehela nafasnya lalu menggeleng,"ani, dari TK sampai lulus SMP aku menjalani homeschooling"
Dan Sehun benar-benar tidak mengerti dengan kehidupan yang Luhan jalani.
"kau membuatku kaget untuk kesekian kalinya Luhan"
Gadis itu hanya tersenyum simpul,"kadang aku juga tidak mengerti dengan kehidupan yang aku jalani, eomma selalu melarangku untuk bergaul dengan orang asing, melarangku bermain di luar rumah..." Luhan menghela nafasnya sejenak.
"... tapi aku juga bersyukur masih mempunyai Wufan, Joonnie, Jongin oppa dan Zizi dalam hidupku, karena mereka yang selalu menemaniku, setidaknya aku tidak merasa kesepian hehe bukan kah kehidupanku sangat unik ahjussi?"
Sehun ikut tersenyum tipis. Ia tidak menyangka kalau selama ini Luhan menjalani hidup seperti itu, terkurung dengan segala larangan yang mungkin menyiksanya.
"apa kau tidak ingin masuk sekolah formal?" tanya Sehun.
"tentu saja aku ingin, seumur hidup aku belum pernah merasakannya, kata Zizi sangat menyenangkan, tapi kata Wufan tidak semenyenangkan apa yang diceritakan Zizi huuufh mereka sangat bertolak belakang"
"kalau begitu kau coba saja sendiri"
Luhan terlihat mengerutkan keningnya,"maksud ahjussi?"
"sekolah di sekolah formal mulai SMA" usul Sehun.
"percumah, eomma tidak akan mengizingkannya, dulu waktu lulus SD, aku pernah memohon dan merengek selama 5 hari agar eomma mengizinkanku memasuki sekolah yang sama dengan Wufan, tapi hasilnya nihil, eomma tetap tidak mengizinkanku" Luhan mengerucutkan bibirnya saat mengingat kejadian 3 tahun yang lalu.
"kenapa tidak mencoba lagi?"
Gadis itu menggeleng,"aku tidak yakin eomma akan mengizinkannya" terlihat Luhan yang putus asa sebelum berperang.
"tidak ada salahnya mencoba Luhan, kau tau..kehidupan luar itu sangat menyenangkan, kau bisa mempunyai banyak teman, belajar bersama dan mendapatkan pelajaran yang tidak kau dapatkan di rumah, lagi pula kau tidak bisa selamanya terkurung seperti ini" ucap Sehun terus meyakinkan Luhan. entah apa maksud Sehun, ia hanya ingin Luhan bebas atau ada maksud lain.
Luhan terlihat memikirkan perkataan Sehun. Yaaah, Sehun memang benar, ia tidak bisa terus-menerus menjalani hidup seperti ini. Bagaimanapun juga ia sudah beranjak dewasa, ia juga mempunyai hak untuk menentukan hidupnya sendiri.
"ahjussi benar, mungkin aku akan mencobanya lagi... gomawo" ucap Luhan memberikan senyum termanisnya pada Sehun, membuat jantung namja itu sejenak berdenyut kencang.
"n-ne, sama-sama dan...err mulai sekarang jangan memanggilku ahjussi lagi, aku seumuran dengan Jongin kau bisa memanggilku oppa"
Sejenak Luhan melebarkan matanya,"tapi kata eomma aku harus me-"
"sudah tidak apa, panggil oppa saja, terdengar lebih baik" potong Sehun.
"ah, n-ne Sehun oppa" ucap gadis itu dengan rona merah yang datang lagi menghiasi pipi nya. Sehun pun terkekeh dan mecubit pelan pipi Luhan. Entah kenapa Sehun merasa menjadi orang lain saat bersama Luhan. Bukan Sehun yang selalu memasang muka dingin kepada siapapun, menjadi Sehun yang ramah, sering tersenyum dan Luhan sama sekali tidak mengetahui sisi lain dari Byun Sehun.
'baiklah Luhan, selamat datang di kehidupan Byun Sehun'
Dan seringai tipis itu muncul tanpa Luhan sadari.
Flashback on
"kkamjong...!" teriak Sehun sambil berlari di lorong sekolahnya mengahampiri sahabatnya Jongin yang berjalan mendahuluinya.
"eh... Sehun, tidak biasanya kau berangkat pagi-pagi begini, apa petugas asrama sudah mempunyai cara ampuh untuk membangunkanmu?" ejek Jongin pada Sehun yang saat ini berjalan di sampingnya.
Sehun pun meninju lengan Jongin pelan,"seharusnya kau bersyukur aku sudah bisa bangun pagi"
Jongin hanya terkekeh mendengarnya.
"hey Jong, aku rasa aku menyukai sepupu mu, boleh aku mengencaninya?" celetuk Sehun membuat langkah Jongin terhenti sejenak.
"se-sepupuku? Nugu?" tanya Jongin bingung.
"Luhan..."
Mendengarnya Jongin sedikit was-was, walaupun Sehun sahabatnya bukan berarti ia bisa menyerahkan begitu saja sepupu perempuan satu-satunya itu pada namja bengal macam Byun Sehun apa lagi Luhan yang masih terlalu polos dan tidak terlalu mengenal dunia luar.
"...seminggu yang lalu aku mengantar Baek noona ke rumah Yixing noona, dan itu pertama kali aku bertemu dengannya, aku tidak menyangka sepupumu secantik itu, kenapa kau tidak memberitahu ku sebelumnya? Kau tidak mau berbagi sepupumu yang cantik itu denganku eoh?"
Jongin terdengar gelagapan menjawabnya, ia tidak mungkin terang-terangan melarang Sehun untuk mendekati Luhan,"bu-bukan begitu Hun, ha-hanya saja..."
Kening Sehun berkerut,"hanya saja apa?"
"hanya saja..." otak Jongin masih berpikir apa alasan yang tepat untuk melarang Sehun agar tidak mendekati sepupunya itu,"hanya saja...dia belum pantas untuk kau ajak berkencan"
Lagi-lagi kening Sehun berkerut,"belum pantas? Maksud mu?"
"dia masih anak SD, kau mau dijuluki pedofil gara-gara mengencani anak SD?" dan entah kenapa alasan itu terlontar begitu saja dari mulut Jongin.
"MWO? SD?" kaget Sehun dengan mata membulat. Dan Jongin hanya mengangguk kaku.
"ta-tapi mana ada anak SD setinggi Luhan, ck kau bercanda Kkamjong" ucap Sehun masih tidak percaya.
"entahlah aku juga tidak tau kenapa anak-anak Suho ahjussi pertumbuhannya cepat sekali, lihat saja Wufan yang tingginya hampir menyamai tiang listrik"
Sejenak Sehun terdiam. Sebenarnya ia belum sepenuhnya percaya dengan Jongin.
"kau tidak membohongiku kan?" tanya nya curiga sambil menyipitkan matanya membuat nafas Jongin tercekat dan detak jantungnya yang tidak beraturan.
"te-tentu saja tidak, buat apa aku membohongimu, kalau tidak percaya tanyakan saja pada Wufan"
Dan Sehun pun memutuskan untuk mempercayai Jongin. Mereka sudah bersahabat sejak SMP jadi mana mungkin Jongin membohonginya, begitu pikir Sehun.
Sejak saat itu Sehun berusaha melupakan bayang-bayang wajah Luhan yang terus menghantuinya sampai ia akhirnya menemukan incaran baru, Do Kyungsoo. Siswi yang tiba-tiba populer setelah ia menyumbangkan suara emasnya di acara ulang tahun sekolah.
Flashback off
~SS2~
"aku dengar Wufan menjadi lulusan terbaik, benarkah?" tanya Baekhyun yang saat ini menyuapi Yeolla dengan kue kering karena bocah itu sedari tadi tidak bisa diam sehingga mengganggu acara masak- memasak ibu-ibu itu. Alhasil Yixing lah yang memasak seorang diri karena Baekhyun sibuk mengurus Yeolla.
Yixing meletakkan semua peralatan masak yang baru saja ia cuci karena acara memasaknya memang sudah selesai,"ne, aku tidak menyangka dia bersungguh-sungguh dengan janjnya Baekkie, kau tau aku sangat bangga pada anak itu" raut bahagia tergambar jelas di muka Yixing.
"waaah chukkae... jika saja Luhan kau sekolahkan di sekolah formal mungkin kau bisa bangga dua kali lipat karena kurasa anak itu juga pintar"
Yixing menggeleng sambil menarik kursi di meja makan dan mendudukkan dirinya di samping Baekhyun,"tidak, aku sudah cukup bangga mempunyai anak cantik dan penurut seperti Luhan"
"Xing, apa kau yakin perlakuanmu terhadap Luhan selama ini tidak berdampak buruk baginya?" tanya Baekhyun khawatir.
"justru aku ingin melindunginya Baekkie, kau tau kan Luhan anak ku perempuan satu-satunya, aku tidak mau terjadi sesuatu padanya jika aku membebaskannya"
"tapi caramu salah Xing...sebenarnya aku tidak setuju dengan keputusanmu yang terlaku mengekang Luhan, itu hanya akan membuatnya tersiksa"
"aku tau, tapi rasa takutku terlalu besar Baek, bayangan masa lalu itu terus mengahantuiku, aku tidak mau Luhan mengalami hal yang sama, tolong mengertilah"mata Yixing mulai berkaca-kaca jika mengingat masa lalunya. Masa lalu dimana Yixing menjadi orang paling bodoh sehingga membuatnya kehilangan orang tua.
Baekhyun menghela nafasnya. Tangannya ternagkat untuk mengusap lengan sahabatnya,"mianhae".
Yixing pun tersenyum tipis dan mengusap tangan Baekhyun yang ada di lengannya"gwenchanna Baekkie" kemudian Yixing beranjak dari duduknya dan menyingkap tirai jendela dapur untuk melihat putrinya yang sepertinya masih berada di taman belakang. Mata Yixing tiba-tiba membulat saat melihat Luhan duduk dengan seorang namja yang tidak lain adalah Sehun. Yixing tidak suka itu, Ia tidak mau Luhan dekat-dekat dengan Sehun yang setau Yixing adalah pemuda bermasalah karena Baekhyun sering bercerita bagaimana pusingnya ia dan Chanyeol mengahadapi kenalakalan adiknya.
"Lulu, cepat masuk sayang, waktunya istirahat!" teriak Yixing memanggil Luhan.
"ne eomma, sebentar lagi"
"Luhan, eomma bilang masuk sekarang, eomma tidak mau kau sakit lagi" kali ini nada Yixing sedikit membentak dan membuat Luhan terlonjak kaget.
"n-ne eomma" jawab Luhan sambil menunduk dan beranjak dari duduknya,"annyeong oppa, terima kasih sudah menemaniku" Luhan membungkuk ke arah Sehun dan langsung berjalan memasuki rumahnya meninggalkan Sehun yang saat ini menatap punggung Luhan dengan muka tanpa ekspresi miliknya.
~SS2~
Gadis manis bersurai gelap itu terlihat sedang berdiri dibalik pohon, ah bukan, lebih tepatnya ia sedang bersembunyi. Sesekali ia melirik jam ditangan kirinya, sedangkan tangan kanannya seperti sedang menggenggam sesuatu. Saat jarum jam menunjukkan pukul 5 sore, seringai pun muncul di bibir tipisnya. Jam 5 sore adalah waktu dimana bengkel milik Suho tutup dan itu artinya seseorang yang ia tunggu-tunggu sedari tadi akan pulang melewati rumahnya.
"sebentar lagi, rasakan pembalasanku jerapah tengik" geramnya lirih. Ya, siapa lagi kalau bukan Zitao yang sekarang ingin melakukan aksi balas dendamnya pada Wufan karena membuat perutnya mual seharian penuh.
Seringaiannya semakin tajam saat mendapati Wufan tengah mengayuh sepedanya dari arah selatan dan Zitao pun bersiap-siap melancarkan aksinya. Saat Wufan hampir melewati rumahnya cepat-cepat Zitao menyebarkan beberapa paku kecil di jalan yang Wufan lewati dan hasilnya...
Duuaarrr
Ban depan dan belakang Wufan meletus, mengakibatkan sepedanya oleng dan akhirnya...
Braakk
Byuurrr
Tubuh Wufan berakhir tercebur di selokan depan rumah Zitao, mengakibatkan pakaiannya kotor berwarna hitam senada dengan air penuh kuman di selokan tersebut,"aaarrggh sial" umpatnya
"bwahahahaha" tawa Zitao pecah seketika melihat keadaan Wufan yang memprihatinkan. Sontak Wufan mendongakkan wajahnya dan menatap Zitao tajam.
"bwahahaha ternyata selain jerapah kau merangkap menjadi tikus selokan eoh? Hahaha" Zitao terus saja tertawa sambil memegangi perutnya, membuat Wufan semakin geram.
"ini pasti ulahmu yeoja tengik" geram Wufan dengan muka yang memerah.
"hahaha aigoo, harusnya kau melihat dirimu saat ini hahaha benar-benar seperti tikus selokan raksasa bwahahaha" gadis itu merasa sangat puas dengan rencana balas dendamnya yang berjalan sukses dan mendapat bonus dengan terceburnya Wufan di selokan. Perutnya pun sampai sakit dan matanya berair karena tertawa terus menerus. Tanpa Zitao sadari, Wufan saat ini tengah menyeringai ke arahnya. Secepat kilat Wufan berdiri lalu menarik tangan Zitao dan...
"kyaaaaa..."
Byuuurrr
Tubuh Zitao ikut tercebur di selokan bersama Wufan.
"APA YANG KAU LAKUKAN BRENGSEK?" geram Zitao yang sekarang bernasib sama dengan Wufan.
"impas" ucap Wufan dan setelah itu ia menyeringai puas.
Zitao menggertakkan giginya tidak terima,"YA! APA-"
"Zizi ada apa ribut-ri...astaga! apa yang kalian lakukan disana?" pekik nyonya Huang melihat Wufan dan Zitao seperti mandi air lumpur.
"mama tolong aku, Wufan menjatuhkanku ke dalam selokan hiks" adu Zitao pada ibunya.
"Zitao yang memulai ahjumma" ujar Wufan membela diri.
Nyonya Huang hanya menggeleng-gelengkan kepalanya lalu melipat tangannya di dada.
"kalian cepat naik!" perintah nyonya Huang.
Di hadapannyanya saat ini Wufan dan Zitao tak ubahnya seperti gelandangan bahkan lebih memprihatinkan.
"siapa yang memulai?" tanya nyonya Huang dengan tampang jengkelnya.
"DIA" seru mereka bersamaan, saling tunjuk.
"dia yang menyebabkan perutku mual seharian mama"
"dia yang membuat ban sepedaku meletus"
Nyonya Huang menghembuskan nafas kasar,"sudah-sudah eomma sudah capek mengurusi kalian berdua, sekarang minta maaf semua, eomma tidak peduli siapa yang salah"
"SHIREO" seru mereka bersamaan untuk yang kedua kalinya. Tapi tidak lama kemudian...
"aaww aawww mama sakit" rintih Zitao saat nyonya Huang menjewer telinganya, begitu pula dengan Wufan yang saat ini tengah meringis kesakitan.
"minta maaf atau mama tidak akan melepaskannya" ancam nyonya Huang.
"aaiish baiklah, mian Kim Wufan-ssi" ucap Zitao kemudian dengan terpaksa.
"ne, aku juga minta maaf"
Dan akhirnya nyonya Huang melepas jewerannya dari telinga Wufan dan Zitao.
"sudahkan, sekarang aku mau mandi" gadis itu langsung berjalan cepat memasuki rumahnya dengan bibir yang mengerucut, nyonya Huang lagi-lagi menggeleng-gelengkan kepalanya.
"kau tidak apa-apa Wufan? Maafkan Zizi ne?"
"gwenchanna ahjumma"
"ya sudah sebaiknya sekarang kau pulang, sudah mulai gelap, eomma mu pasti khawatir"
"ne ahjumma, annyeong" pamit Wufan.
"annyeong"
Wufan pun segera mengambil sepedanya dan berjalan ke arah rumahnya dengan menuntun sepedanya. Benar-benar seperti gelandangan.
Nyonya Huang berkali-kali menghela nafasnya menatap punggung Wufan yang semakin menjauh.
"ck kalian ini, kapan berdamainya"
~SS2~
"annyeonghaseyo Do Kyungsoo imnida" ucap seorang gadis cantik dengan surai hitam, memakai dress merah marun selutut berlengan pendek dipadukan dengan cardigan abu-abu serta sepatu flat berwarna senada dengan candigannya.
Minseok menatap gadis yang ada di depannya ini dari atas sampai bawah.
'cantik' batin Minseok.
Gadis itu terlihat memainkan ujung cardigannya karena merasa tidak nyaman ditatap seperti itu. Ingin rasa nya ia memutihkan kulit Jongin karena meninggalkannya seorang diri dengan Minseok yang tidak lain adalah ibu Jongin.
"duduklah" dan akhirnya Minseok mempersilakan Kyungsoo duduk setelah cukup lama berdiri.
Kyungsoo membungkuk dan mendudukkan dirinya di sofa empuk milik keluaraga Kim.
"tidak usah ketakutan begitu, aku tidak akan memakanmu Kyungsoo" ucap Minseok sambil terkekeh melihat raut Kyungsoo yang pucat seperti orang ketakutan.
"ah..ne" Kyungsoo pun tersenyum canggung dibuatnya.
"sudah berapa lama hubungan kalian?" tanya Minseok.
"eumm ku-kurang lebih seminggu ahjumma" jawab Kyungsoo takut-takut.
"kau cantik Kyungsoo, kenapa kau mau dengan Jongin?"
'tentu saja karena cinta' tapi Kyungsoo hanya menjawabnya dalam hati, ia terlalu malu untuk mengucapkannya di depan Minseok. Tangannya semakin meremas ujung cardigannya, mencari jawaban lain yang lebih layak untuk calon mertuanya itu.
"Ya! eomma jangan bertanya yang aneh-aneh pada Kyungsoo" dan Kyungsoo pun bernafas lega dengan datangnya Jongin di ruang tamu.
"siapa yang bertanya aneh-aneh? Eomma hanya heran kenapa gadis secantik Kyungsoo mau dengan namja tukang tidur dan jarang mandi seperti mu"
Terlihat Kyungsoo menahan tawanya. Sedangkan Jongin geram dengan ibunya yang telah membuka aibnya di depan Kyungsoo.
"eomma!" rajuk Jongin pada ibunya.
Minseok tersenyum mengejek ke arah Jongin,"ngomong-ngomong kalian mau kemana?" tanya Minseok kemudian.
"ke rumah nenek, aku ingin mengenalkan Kyungsoo pada Luhan"
"tapi minta izin dulu pada ahjumma mu" pesan Minseok.
"pasti, kalau begitu kami berangkat dulu eomma, annyeong" Jongin berpamitan pada Minseok dan beranjak dari duduknya dengan menggandeng tangan Kyungsoo.
Kyungsoo pun membungkuk ke arah Minseok,"annyeong ahjumma"
"ne, annyeong hati-hati, setelah itu langsung antar Kyungsoo pulang" seru Minseok pada putranya yang saat ini sudah bersiap menaiki motornya.
"oke"
~SS2~
Dengan berbagai cara, Jongin meyakinkan Yixing bahwa Kyungsoo tidak akan membawa pengaruh buruk bagi Luhan dan akhirnya Yixing pun mengizinkan Jongin untuk mengenalkan Kyungsoo dengan putrinya tersebut. Dengan langkah pelan Jongin dan Kyungsoo memasuki kamar Luhan dan mendapati putri satu-satunya keluarga Kim itu tengah berdiri di balkon kamarnya bersama miss. Lula yang meringkuk di bawah kaki Luhan.
Jongin berjalan mengendap-endap mendekati Luhan, agar gadis itu tidak mengetahui kedatangannya. Dengan gerakan cepat Jongin menutup mata Luhan membuat gadis itu terlonjak kaget.
"hey nona, sedang apa kau disini?"
Walaupun Jongin membesarkan suaranya seperti monster, Luhan sudah tau kalau yang menutup matanya adalah kakak sepupunya.
"oppa" panggil Luhan sambil melepaskan tangan Jongin dari matanya, kemudian berbalik menghadap Jongin dan langsung berhambur ke pelukan namja itu.
Jongin pun terkekeh dan membelai rambut Luhan sayang.
"oppa kemana saja? Kenapa jarang kesini?"
"mianhae, oppa terlalu banyak urusan akhir-akhir ini"
Luhan melepas pelukannya,"cih, sok sibuk" cibir Luhan sambil mengerucutkan bibirnya.
"hey jangan marah begitu, sebagai gantinya oppa membawakan teman baru untukmu"
Mata Luhan langsung berbinar mendengarnya,"benarkah? Siapa oppa?"
"kau ingat bidadari bersuara emas yang sering oppa ceritakan?"
Luhan mengangguk antusias sebagai jawabannya.
"oppa sudah berhasil membawanya kemari untukmu"
Raut Luhan semakin cerah mendengarnya. Jongin langsung berjalan mundur dan menarik tangan Kyungsoo mendekat ke arah Luhan.
"bagaimana, cantik kan?" tanya nya pada Luhan. Luhan tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"cantik, cantik sekali, annyeonghaseyo Kim Luhan imnida" Luhan memperkenalkan dirinya pada Kyungsoo sambil membungkuk.
Kyungsoo balas tersenyum dan ikut membungkukkan badannya,"Do Kyungsoo imnida, kau juga cantik Luhan" puji Kyungsoo.
"ne eonnie, aku sudah tau, banyak yang bilang begitu hehe" ujar Luhan percaya diri dengan cengirannya, membuat Jongin mencibir dan Kyungsoo pun terkekeh.
"oh iya, kata Jongin oppa, suara eonnie bagus, aku mau mendengarnya, eonnie mau kan bernyanyi untukku?" pinta Luhan dengan catty eyes-nya.
"Ya! baru kenal sudah meminta Kyungsoo bernyanyi" protes Jongin.
"aaiish kenapa oppa yang protes, Kyungsoo eonnie saja tidak keberatan, benarkan eonnie?"
"ne, kajja kita masuk saja, aku akan bernyanyi untukmu" ajak Kyungsoo sambil menarik Luhan masuk ke dalam kamarnya.
"yeeeyy gomawo eonnie" terlihat Luhan bersorak gembira lalu menengok ke arah Jongin dan menjulurkan lidahnya. Jongin pun hanya memelototkan matanya pada Luhan tapi setelah itu ia tersenyum melihat Luhan yang mudah akrab dengan orang baru, karena memang Kyungsoo pintar membuat orang nyaman berada di dekatnya.
Namja itu kemudian melirik ke bawah di mana ada miss. Lula yang masih betah meringkuk di lantai, karena sepertinya memang kucing itu sedang tertidur. Jongin berjongkok dan membelai lembut bulu putih miss. Lula.
"hey miss, sepertinya kau akan di acuhkan hari ini" ucapnya dan disambut lenguhan dari kucing itu.
~SS2~
Yixing melihat pantulan dirinya di cermin. Yeoja itu meraba setiap inci wajahnya. Masih cantik dan masih terlihat muda memang. Tidak jauh berbeda saat ia masih berusia 16 tahun saat dimana ia pertama kali menjadi seorang istri Kim Suho.
Matanya kemudian melirik photo raksasa keluarganya yang tertempel tepat di atas meja rias nya. Ia pun tersenyum melihat senyum anak-anaknya. Baginya tidak ada yang paling membahagiakan selain melihat anak-anaknya tersenyum. Ia tidak menyangka bisa membesarkan ketiga anaknya dengan baik padahal waktu itu usianya masih bisa dibilang remaja dan Yixing memang harus mengorbankan masa remajanya untuk itu. Tapi Yixing tidak menyesalinya, karena anak-anaknya jauh lebih berharga.
Cklek
Terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka. Sontak Yixng menoleh ke arah sumber suara dan tersenyum melihat suaminya yang baru selesai mandi dan sudah memakai piyama nya .
Suho yang mengetahui istrinya berdiri di depan cermin kemudian ikut tersenyum. Ia berjalan mendekat ke arah istrinya dan meraih pinggang yang masih terlihat ramping itu. Sang istripun dengan senang hati melingkarkan tangannya di leher sang suami.
"kau masih terlihat cantik sayang" bisik Suho tepat ditelinga Yixing.
"benarkah? Tapi sekertaris-sekertaris mu itu jauh lebih cantik dan sexy tentunya"
Suho tersenyun lalu mengecup pipi istrinya pelan,"tidak, mereka tidak ada apa-apa nya dibanding dirimu, mereka tidak bisa memberiku Wufan Luhan dan Joonma, mereka tidak bisa memberiku cinta dan mereka tidak bisa memberikanku kebahagiaan..." dan Suho pun mengecup bibir istrinya sekilas.
"...hanya kau yang bisa" lanjutnya.
"aku mencintaimu" ucap Yixing dengan pipi merona yang sangat menggemaskan di mata Suho.
"nado saranghae" balas Suho lalu mempertemukan bibir mereka. Namja itu melumat bibir istrinya pelan, bibir yang masih terasa manis dan tidak bosan-bosannya ia rasakan selama belasan tahun. Yixing membalas lumatan-lumatan dari Suho membuat ciuman itu semakin dalam dan menuntut untuk mereka melakukan yang lebih jauh lagi. Sampai akhirnya Suho melepas tautan bibir mereka dan menyisakan jarak tidak lebih dari 2 centi dari bibir istrinya.
"aku rasa kita masih pantas untuk memberikan adik untuk Joonma"
Yixing terkekeh mendengarnya,"kau ingin menyamai keluarga Park eoh?"
"ne, bahkan aku ingin menyalip mereka karena lancang mempunyai 4 anak padahal kita menikah lebih dulu"
Yixing tertawa mendengar pernyataan konyol suaminya itu,"babo"
Soho hanya tersenyum menggoda kearah Yixing lalu tanpa aba-aba ia kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Yixing. Melakukan ciuman panjang, mengecap rasa manis yang tidak akan pernah habisnya. Tangan namja itu perlahan terangkat untuk membuka satu-persatu kancing piyama istrinya tanpa melepas tautan bibir mereka, sampai tiba-tiba terdengar pintu kamar mereka yang diketuk.
Tok tok
Tok tok
Tapi Suho masih enggan untuk menghentikan aktivitasnya walau sekarang Yixing berusaha mendorong dada Suho agar melepaskan ciumannya. Dan akhirnya dengan sangat berat hati Suho pun menyerah.
Tok tok
"buka pintunya dulu"
Suho berdecak pelan, kesal karena kegiatannya terganggu,"siapa?" serunya pada si pengetuk pintu.
"ini aku appa"
Mendengar suara itu Suho mengehela nafasnya,"tapi sepertinya Joonma tidak menginginkan adik" ucapnya lesu membuat Yixing tertawa dan memukul pelan lengan suaminya.
Yixing lalu merapikan pakaiannya kembali sedangkan Suho berjalan ke arah pintu dan membukanya, terlihatlah putra bungsunya itu berdiri di depan pintu kamarnya membawa guling kesayangannya. Ia lalu berjongkok mensejajarkan tingginya dengan Joonma.
"ada apa bung?" tanya Suho sambil mengacak-acak rambut putranya.
"tadi siang Heejo bercerita kalau dirumahnya ada hantu tanpa kepala, setiap malam hantu itu selalu datang ke kamar Heejo bahkan sampai menemaninya tidur, dan setiap-"
"arra, arra...kau boleh tidur disini" belum sempat Joonma menyelesaikan ceritanya, Suho sudah mengetahui tujuan Joonma sebenarnya. Yixing yang melihatnya lagi-lagi terkekeh di dalam.
"yeeeey gomawo appa" sorak Joonma gembira dan langsung melesat masuk ke dalam kamar orang tuanya. Bocah itu lalu menarik Yixing untuk ikut berbaring di sebelahnya.
"jaljayo eomma, saranghae"
"nado saranghae, chagiya" wanita itu mencium kening Joonma dan menarik putra bungsunya itu dalam dekapannya. Suho hanya bisa menghela nafasnya berkali-kali karena 'kegiatannya malamnya' harus tertunda. Setelah menutup pintu, ia lalu ikut berbaring di samping Joonma dan memejamkan matanya sambil memeluk istri dan anaknya.
"jaljayo" ucapnya sebelum benar-benar terlelap.
Tbc
Lalu tbc dengan elit nya disini #ngeeek dan sampai chap 3 masih lempeng-lempeng aja ni cerita kkkkkk
Maap ya update nya lama, karena saya lagi galau skripsi #curcol curcol curcol -_- ... dan maap untuk segala kekurangan di chapter ini #bow
Oh iya buat review chingu yang login udah saya balas semua kan ya? #tuh kan saking lamanya saya jadi lupa -_- #tapi kyaknya udah sih hehe #plak, oke deh saatnya balas review non login:
lisnana1: yuuup itu emang si ganteng wupan chingu kkkk...kalo ahjussi kece kayak sehun gitu saya juga mau #plak plok...sabar ya ching kristao kayaknya masih demen berantem -_-... oke deh makasih reviewnya #bow bareng yeolla
No Name: haha cuma chingu yang bisa menilai romantis atau enggaknya kkkkk, makasih reviewnya #bow bareng yeolla
HunHan's Real: huwaaa makasih chingu #bow...haha maap kan saya yang dengan teganya menistakan uri magnae cadel #plak...iya deh moga lanjuut sampe end yee amiin, iya ching gak papa makasih udah baca sixteen season 1 and makasih reviewnya #bow bareng yeolla
Guest: yuhuuu ini udah dilanjut, makasih reviewnya #bow bareng yeolla
clouds06-evil: sabar ya nunggu taoris jadian karena mereka masih demen perang -_- #bow... ahjussi nya udah ketauan di chapter ini, makasih reviewnya #bow bareng yeolla
hunhanKaiLu: haha mereka udah gak rebutan kyungsoo kog ching #lirik luhan #plak..haduuh maap update saya ngaret #bow, tapi makasih reviewnya #bow bareng yeolla
dokyungsoo21: haha sama-sama chingu tersayang #dilempar sendal...tenang luhan bakal jadi penengah perseteruan kaihun #ngeeek #apadeh... maap update ngaret #bow, and makasih reviewnya #bow bareng yeolla
Jeany Pricelia: haha iya sama-sama chingu, karena emang saya ngerasa berdosa ngegantungin sixteen season 1 hiks #bow...oke deh moga ni cerita lanjuut sampe end, amiiin, makasih reviewnya #bow bareng yeolla
Guest: tau tuh taoris belum akur juga -_- tunggu sampai mereka akur ya kkkk, makasih reviewnya #bow bareng yeolla
Skart: haha ini udah dilanjut beb, yang sabar ya nunggu update an nya eonnie kkkk #bow...iyaa gak papa makasih udah mau baca and makasih reviewnya #bow bareng yeolla
Thanks for your review: Ruiki Kaera, Xiuminyeo, rossamirza64, Baby Panda Zi TaoRis EXOtics, KissKris, enchris . 727, zoldyk, selvian . summer, fishyhae xiaolu thehunnie, roroputri7692, fallforhaehyuk, fifia138Exo, MidnightPandaDragon1728, xiaolu odult, Huang Mir, Kazehiro Yuki, Hyeji Han, jungsssi, wlywyf, ViAnni07, lisnana1, No Name, HunHan's Real, Guest, clouds06-evil, Des Parfaits, edogawa ruffy, hunhanKaiLu, MinSeulELFSparFishy, KimJajang, dokyungsoo21, Jeany Pricelia, Guest, T . Ty 196, rikaacoo, Skart
Sampai jumpa lagi teman... XOXO #gossip girl
Masih mau dilanjut?
