"Ano.. boleh aku tau namamu?"

Kau lihat pemuda itu membelalakan matanya terkejut, lalu dengan tangan kanannya ia mencoba menutupi rona merah yang kembali menghiasi pipinya sebelum ia menyebutkan namanya.

"Ka-Kasamatsu Yukio."


Kuroko No Basuke ( Fujimaki Tadatoshi )

Kiseki No Sedai In The Train By Yuzu Nishikawa

Kasamatsu Yukio x Manami Suzu (OC/Readers)

Warnings ! Semi Canon (Maybe), OOC, Typos, Tata bahasa dan tanda baca tak sesuai EYD, Absurd, Humor gagal

Genre : Romance, Friendship and Little Humor

Fanfic ini ku buat hanya untuk kepuasan diri sendiri xD Don't Like Don't Read !

'SEKUEL Kisedai In The Train Kasamatsu Ver'


Liburan Musim panas biasanya para siswa memilih untuk berlibur ke pantai, kolam renang atau sekedar bermalas-malasan dirumah. Tetapi berbeda dengan para anggota tim basket Kaijou High, setelah beberapa hari yang lalu mengalami kekalahan di pertandingan Interhigh tetapi hal itu tak menyurutkan semangat latihan para anggota. Seperti seorang pemuda bersurai blonde yang dengan lincahnya mendribble bola basket, melakukan fake melewati penjagaan 2 orang lawannya. Dan shoot ! Bola masuk ke ring lawan.

"Yosha !" teriak si surai blonde.

"Lincah seperti biasa ya Kise? Kakimu sudah tak apa-apa?" tanya seorang pemuda bersurai hitam dengan poni disisir kesebelah kanan.

"Tentu-ssu. Kaki ku sudah baik-baik saja Moriyama senpai. Ahh benar juga kau lihat gerakanku tadi kasamatsu senpai?" ujar si pemuda yang dipanggil Kise itu menoleh kearah seorang pemuda berambut pendek yang berdiri dipinggir lapangan. Berbeda 180 derajat dengan Kise, si pemuda pemilik nama Kasamatsu itu tengah mendribble bola dengan tidak semangat, matanya hanya menatap kosong bola basket itu tetapi pikirannya pergi entah kemana.

"Kasamatsu senpai?" panggil Kise sekali lagi.

"Kasamatsu?" panggil Moriyama.

"... Pai."

"... Senpai."

"Kasamatsu senpai !" teriak Kise, lebih keras.

"Hah?" Kasamatsu menoleh kearah kanan saat tersadar dari lamunan karena mendengar suara lantang kise memanggilnya.

"KASAMATSU AWAS !"

Kali ini teriakan dari arah yang berlawanan membuat kasamatsu sontak menoleh dan

BUAGH !

Sebuah bola basket dengan mulus menghantam wajah tampan nan berani (?) Kasamatsu. Ia jatuh terjungkal ke belakang dengan tidak elitnya akibat hantaman keras bola basket.

"Hiii... Kasamatsu kau baik-baik saja?" teriak Moriyama yang berlari kearahnya bersama Kise.

"Kasamatsu maaf aku tak sengaja." ucap Kobori yang kini membantu Kasamatsu untuk duduk dibangku bench.

"Huaaa darah-ssu ! Hidung senpai berdarah-ssu !" teriak Kise.

Kasamatsu merasakan pening dikepalanya dan merasakan hawa panas dihidungnya yang mengeluarkan darah.

"Aku akan ambil kotak p3k dulu." ujar Kobori lalu berlari ke pintu keluar gym.

"Kalian lanjutkan latihannya !" perintah Moriyama kepada anggota tim basket Kaijou yang lain.

Kise memberikan sebuah handuk kecil kepada Kasamatsu, "Tahan pakai handuk ini dulu Kasamatsu senpai."

"Hn. Arigatou Kise." itulah ucapan pertama yang keluar dari mulut Kasamatsu pagi ini.

"Oi Kasamatsu kau baik-baik saja? Kau terlihat tidak sehat?" tanya moriyama khawatir.

"Hn."

Kobori berlari menuju Kasamatsu dengan kotak p3k ditangannya.

"Dahimu memar aku oleskan ini ya?" ujar Kobori.

"Hn."

"Senpai mimisanmu sudah berhenti?"

"Hn."

Tiga orang yang berada dihadapan Kasamatsu itu kini mengernyitkan dahinya bingung. Ada apa dengan kapten mereka yang biasanya keras dan tegas ini.

"Kobori tolong ambil alih komando latihan, biar aku yang berbicara dengan Kasamatsu." bisik Moriyama yang dibalas anggukan oleh Kobori.
Moriyama menatap Kasamatsu yang tengah melamun, disampingnya Kise tengah menempelkan plester didahinya yg memar. Moriyama mendudukan dirinya di lantai berhadapan dengan Kasamatsu.

"Kasamatsu kau sakit? Kau baik-baik saja?" tanya Moriyama sekali lagi.

"Aku baik-baik saja."

"Lalu kenapa kau melamun terus daritadi? Kau bahkan membalas pertanyaan kami dengan kalimat aneh!"

Kasamatsu terdiam, ia menatap wajah serius Moriyama yang jarang diperlihatkan kecuali disebuah pertandingan.

"Senpai apa kau masih kepikiran masalah pertandingan Interhigh beberapa hari lalu?" kali ini Kise yang bertanya.

"Tidak aku sudah tak memikirkannya."

"Lalu kau kenapa?" Tanya Moriyama.

"Aku tak kenapa-kenapa Moriyama."

"Bohong-ssu ! Senpai masih kepikiran pertandingan Interhigh kemarin kan?"

"Tidak Kise!"

"Senpai Bohong-ssu! Senpai masih kepikiran kan? Senpai masih sedih kan? Maafkan aku-ssu."

"Sudah kubilang bukan karena itu!"

"Tidak pasti karena itu-ssu!"

Ctik !

Perempatan imaginer telah muncul dikening Kasamatsu. Ia mulai kesal dengan sifat keras kepala sang Ace tim Kaijou itu dan hal yg terjadi selanjutnya adalah hal yang biasa terjadi di tim basket yaitu tindak kekerasan Kasamatsu terhadap Kise.

"Itte... Hidoi-ssu! kenapa aku ditendang?!" protes Kise.

"Itu karena kau berisik! Sudah ku bilang berkali-kali kekalahan kemarin bukan salahmu kenapa masih saja keras kepala kalau itu kesalahanmu... Blablablabla"
Kasamatsu yang sedang memarahi Kise kini menjadi pusat perhatian para anggota tim basket Kaijou.

'Syukurlah kapten sudah kembali ke wataknya semula. Good job Kise!' itulah hal yang dipikirkan para anggota kaijou. Kasihan kau Kise, untuk mengembalikan watak asli sang kapten kau harus siap sedia di bully. Terima takdir saja ya Kise.

"Sudahlah Kasamatsu, Kise hanya mengkhawatirkanmu." bela Moriyama.

"Moriyama senpai…" tatap Kise dengan mata berkaca-kaca.

"Jadi kalau bukan karena Interhigh kemarin kenapa sejak pagi selalu melamun? Apa yang tengah kau pikirkan?" tanya Moriyama.

Hening sesaat.

"Bu-bukan apa-apa." ucap Kasamatsu dengan rona tipis di pipinya sembari mengalihkan wajahnya dari Moriyama.

Kise dan moriyama berpandangan sesaat, lalu menatap kembali sang kapten.

"Apa bersangkutan dengan seorang gadis?"

Pertanyaan Moriyama membuat Kasamatsu membeku.

"Te-tentu saja bukan!" elak Kasamatsu tanpa menatap lawan bicaranya.

"Benarkah bukan karena seorang gadis-ssu?" kali ini Kise mencoba bertanya.

"Tentu saja bukan Kise!"

Sebenarnya tanpa perlu mendesak Kasamatsu, sudah terlihat dari gerak geriknya alasan sang kapten melamun. Mereka semua tau kalau kapten mereka yang galaknya kadang setara dengan iblis merah di Kyoto sana tetapi jika dia berurusan dengan seorang gadis dia tak lebih dari seorang bocah TK yang berhadapan dengan orang yang tak di kenal, gemetar dan gugup.

"Yakin bukan karena seorang gadis?" pancing Moriyama.

"Tentu!"

"Benar-benar yakin senpai?" tambah Kise.

"Tentu!"

"Benar-benar tak ada masalah dengan seorang gadis?"

"Te-tentu !"

"Kau yakin senpai?"

"Tentu saja!"

"Kalau begitu nanti malam kau bisa temani aku ke festival bersama para gadis?" ujar Moriyama.

"Tentu ! Eh maksudku tidak, tidak aku tak mau!"

"Kenapa? Bukankah kau tak ada masalah dengan seorang gadis?"

"I-iya ta-tapi aku ti-tidak mau..."

"Hanya ikut sebagai pelengkap saja tak masalah kan? Nanti kalau sudah bertemu para gadis kau bisa berkeliling sendiri. Lalu kau juga ikut Kise!" ujar Moriyama.

"Eh aku juga ikut?" tanya Kise.

"Benar kise kau alasan utama para gadis itu menerima ajakan ke festival bersamaku! Kau harus ikut setelah bertemu dengan para gadis segera pergilah menjauh kalau perlu pergilah berkeliling dengan Kasamatsu !" ucap Moriyama.

"HidoiSenpai kau memanfaatkanku !"

Kasamatsu menghela nafas, mencoba menerima ajakan temannya itu. Yah mungkin dengan menghadiri festival musim panas ia bisa segera menghilangkan memori tentang kejadian kemarin.

"Baiklah aku ikut. Hanya sebagai pelengkap saja."


Kisedai In The Train Kasamatsu Ver


"Dame !" tolakmu tegas.

"Ohh ayolah Suzu-chan tak ada salahnya kan menikmati festival musim panas?" mohon sahabatmu si kakak kembar bernama Rin.

"Dame ! Aku tau kalian membuat janji dengan siswa sekolah lain bukan?" ucapmu tanpa mengalihkan fokus perhatian dari tumpukan kertas diatas meja.

"Ohh ayolah kau hanya melengkapi saja, mereka bertiga kita bertiga. Setelah bertemu kau bisa keliling festival sendiri." kali ini sahabatmu si adik kembar bernama Ran memohon.

"Zettai dame !" ujarmu keras kepala.

"Ku mohon. Sesekali refreshing tak masalah bukan? Diliburan musim panas seperti ini kau masih saja berkutat dengan tugas dewan kesiswaan. Apa kau tak tertarik dengan lelaki?"

Mendengar kata lelaki membuat tubuhmu menegang dan kau merasa rona hangat kembali menghiasi pipimu, kau menundukan kepalamu kala bayangan kejadian kemarin kembali teringat.

"Kumohon Suzu-chan, kali ini mereka siswa yang berbeda dari biasanya karena akan ada Kise Ryouta dari Kaijou High, jarang sekalikan kita bisa bertemu dengannya secara langsung."

Kau mendongkak dan menatap tajam sahabatmu itu, "apa kau bilang?"

"Eh? Apa? Salah satu pemuda yg ikut ke festival bersama itu model remaja Kise Ryouta." ulang Ran.

"Bukan itu... Tadi kau bilang sekolah apa?"

"Kaijou High..."

Kau menunduk bergelut dengan pikiranmu untuk mencoba menerima ajakan sahabatmu ke festival musim panas.

'Apa dia ada ya? Ahh tapi presentasi kemungkinan dia ikut hanya 1%... Tapi...'

"Baiklah aku ikut. Hanya pelengkap saja kan?" ucapmu memutuskan.

"Arigatou Suzu-chan kau memang sahabat terbaik !" ujar si kembar yg kini memelukmu.

"Ha'i, ha'i. Jadi bisa sekarang kalian keluar dari kamarku? Masih banyak proposal kegiatan dewan kesiswaan yg sedang ku kerjakan !"

"Hehe, baiklah. Sampai bertemu nanti sore. Oh iya jangan lupa pakai Yukata ya !" perintah si kembar sebelum menutup pintu kamarmu, dan kau hanya bisa menghela nafas pasrah.


Kisedai In The Train Kasamatsu Ver


Gerbang festival musim panas, jam 07.00 P.M

Kasamatsu, Moriyama dan Kise berjalan menuju gerbang festival , tempat Moriyama janjian bertemu dengan gadis dari sekolah lain. Sepanjang perjalanan mereka menjadi pusat perhatian para gadis. Kise yang mengenakan Yukata berwarna dark blue dengan obi berwarna kuning gading, Moriyama mengenakan Yukata berwarna abu-abu dengan obi berwarna hitam, sedangkan Kasamatsu mengenakan Jinbei berwarna biru.

"Hoo itu mereka ayo..." ucap Moriyama mengajak mereka menghampiri para gadis.

"Cih..." Kasamatsu berdecih lalu jalan menunduk disamping Kise.

"Relax senpai. Jangan cemberut begitu nanti para gadis takut padamu-ssu !"

"Urusai Kise ! Setelah ini aku mau langsung keliling festiv-"

"AHHHH kau... !"

Kasamatsu membeku, ia merasa mendengar suara seorang gadis yang dari kemarin selalu memenuhi pikirannya.

'Halusinasi kah? Apa aku terlalu tegang hingga sekarang suaranya terdengar olehku.' Pikir Kasamatsu.

"Eh kau kenal denga Kasamatsu senpai?"

"Tidak... Itu.. Ano..."

Kasamatsu mendongkak dengan perlahan dan tanpa sadar mundur satu langkah ke belakang saat ia melihatmu.

"K-k-k-ka-kau yang kemarin...?" ucapnya tanpa sadar.

'Aku tak menyangka kalau akan benar-benar bertemu dengannya.' Pikirmu dalam hati.

"Kalian sudah saling kenal?" tanya Moriyama.

"TIDAK ! Eh maksudnya ano..." ucapmu dan Kasamatsu bersamaan.

"Kalian kompak-ssu." ujar Kise riang.

"Kau sudah mengenalnya Kasamatsu?" tanya Moriyama dengan nada yang tak biasa. Cemburu? Atau menggoda?

"Cu-cuma kebetulan bertemu dikereta kemarin !"

"Benar cuma kebetulan? Tak ada kejadian aneh?" tanya Moriyama curiga.

"Tentu saja bodoh ! Kau pikir kejadian apa yg akan terjadi di kereta yang penuh sesak selain terhimpit para penum..." Kasamatsu bungkam.

Oh bagus sepertinya ia malah membongkar kejadian kemarin. Dan yang bisa kau lakukan hanya menunduk ya menunduk saja untuk menyembunyikan rona merah yang sudah menjalar menutupi seluruh wajahmu.

"Ohh maksudnya kau kemarin terhimpit bersama ya senpai? Lalu kelanjutannya apa-ssu, aku ingin dengar!" ucap Kise yang malah memperparah keadaanmu dan Kasamatsu.

"Diam Kise !" satu tendangan mendarat ditubuh kise. Salah satu alasan Kasamatsu lebih memilih memakai Jinbei karena ia tak akan repot jika mau menendang Kise, bayangkan saja jika ia memakai yukata dan menendang Kise yang ada obi yukatanya lepas.

Moriyama memicingkan matanya lalu secara bergantian menatapmu dan Kasamatsu. Kini ia tau penyebab Kasamatsu melamun terus dari pagi, tak lama ia menyeringai iblis membuat Kise yang melihatnya merinding.

'Tumben sekali Moriyama senpai menyeringai atau ini yang pertama kalinya aku melihat Moriyama senpai menyeringai .' ucap Kise dalam hati.

"Hmm karena kalian sepertinya sudah saling mengenal bagaimana jika kalian berkeliling berdua agar lebih akrab. Biar si kembar keliling bersamaku dan Kise. Bagaimana kalian tidak keberatan kan?" Tanya Moriyama pada si kembar dan dibalas oleh anggukan mereka yang menyadari rencana Moriyama.

Kau membelalakan matamu terkejut mendengar rencana Moriyama.

"Chotto Moriyama!" Teriak Kasamatsu.

"Baiklah sampai jumpa besok siang Kapten," ucap Moriyama sembari berjalan menjauh menuju festival bersama si kembar dan Kise yang tengah menyeringai jahil.

Setelah kepergian mereka, kau dan Kasamatsu hanya bisa diam mematung didepan gerbang. Kau terlihat gelisah, bingung harus bagaimana memulai pembicaraan dengan pemuda yang telah menarik perhatianmu, sedangkan Kasamatsu tengah mengacak rambutnya sepertinya ia juga sama bingungnya denganmu. Kau mencoba meliriknya dan terlihat ia juga melirikmu, tatapan mata kalian bertemu membuatmu dan juga Kasamatsu merona dan sontak membuang muka.

'Ba-bagaimana ini kalau aku tak mengajaknya bisa-bisa kita hanya berdiam diri didepan gerbang sampai festival selesai!' pikirmu frustasi dalam hati.

"A-ano…"

Kau menoleh dan melihat Kasamatsu menghadapmu sedikit membungkukan badannya. "Maaf karena temanku seenaknya saja memisahkan diri. Aku akan membantumu mencari temanmu yang bersamanya setelah itu kita bisa memisahkan diri," ucap Kasamatsu.

"Tidak, ini bukan salah Kasamatsu-san jadi tak perlu meminta maaf. Ba-baiklah bagaimana jika kita keliling festival sembari mencari mereka jadi kita bisa berkeliling bersama lagi." Entah karena apa saat mendengar ucapan Kasamatsu kau merasakan sakit di dadamu.

Kasamatsu mengangguk lalu mulai berjalan menuju stand-stand festival, kau berjalan dibelakangnya mengikuti tiap langkahnya, menatap punggung lebarnya. Kau tersenyum dan pipimu menghangat melihat punggung lebarnya yang kemarin mengurungmu dan melindungimu dari himpitan para penumpang kereta lainnya. Karena terlalu asyik melamun memikirkan Kasamatsu kau tidak sadar kalau pemuda itu berhenti melangkah hingga akhirnya kau menabrak punggungnya itu.

"Itte," ucapmu saat menabrak punggungnya sembari mengelus pelan hidungmu.

Kasamatsu berbalik menghadapmu, "Go-gomen karena aku berhenti tiba-tiba. Ano sebenarnya, sebelum kita mencari mereka aku ing-"

KRUYUK !

Wajah Kasamatsu merona saat perutnya berbunyi, kau mencoba menahan tawa dan menutup mulutmu dengan sebelah tangan.

"Go-gomen setelah selesai latihan basket aku tak sempat makan. Jadi kalau kau tak keberatan bagaimana kalau kita makan dulu," ucap Kasamatsu sembari menahan malu dengan rona merah menghiasi pipinya.

"Hihi… tentu saja. Kebetulan aku juga lapar Kasamatsu-san." Ujarmu dengan tawa kecil.

"Baiklah kita ke stand makanan…"

"Manami Suzu. Maaf aku belum memperkenalkan diri," ucapmu memotong ucapan Kasamatsu.

"Kau ingin makan apa Manami-san?" Tanya Kasamatsu.

Kau berpikir, apa yang kira-kira saat ini ingin kau makan. "Ahh aku ingin makan Ringo Ame." Ujarmu yang dibalas dengan tatapan aneh dari Kasamatsu.

"Ringo Ame tak akan mengenyangkan perutmu Manami-san." Ujar Kasamatsu yang kini terlihat lebih rileks.

"Uhm. Memang iya Ringo Ame tak mungkin membuatku kenyang tapi aku ingin memakannya, ahh kalau begitu aku ingin makan Yakisoba saja."

"Kalau begitu tunggulah di bangku samping vending machine itu, aku akan membeli Yakisoba dulu." Titah Kasamatsu sembari menujuk sebuah bangku disamping vending machine yang bersebelahan dengan stand menembak hadiah.

"Ano, uang untuk membeli Yakisoba-nya."

"Tak apa. Aku yang traktir sebagai permintaan maaf!" teriak Kasamatsu sembari berjalan menuju stand Yakisoba.

Sekali lagi kau tersenyum dan merasakan pipimu merona. Merasa senang dengan perlakuan Kasamatsu yang walau terlihat canggung tetapi ia baik hati.

"Apa kami terlihat seperti sedang berkencan ya." Gumammu dengan wajah bahagia.

Kau berjalan menuju vending machine dan terlihat berpikir ingin membelikan Kasamatsu minuman apa. "Dia suka minuman apa ya?" gumammu sembari berpikir. Akhirnya kau memilih dua botol Ocha untukmu dan Kasamatsu. Sampai akhirnya sebuah suara membuatmu menoleh dan

"Are, Kaichou…"

Saat itu juga wajah bahagiamu berubah menjadi masam.


Kisedai In The Train Kasamatsu Ver


Setelah menunggu selamat 10 menit, akhirnya Kasamatsu mendapatkan dua buah Yakisoba. Ia berjalan menuju tempat Manami menunggu, tetapi tiba-tiba langkahnya terhenti didepan stand Ringo Ame. Ia mengingat kembali kalau gadis yang sejak kemarin menarik perhatiannya itu saat ini ingin memakan permen apel tersebut. Kasamatsu tersenyum dan melangkahkan kakinya menuju stand itu.

"Paman Ringo Ame satu," ucap Kasamatsu.

Setelah membayar dan mendapatkan apa yang ingin ia beli Kasamatsu kembali melanjutkan perjalanannya menuju tempat sang pujaan hati menunggu (?). Kasamatsu menghentikan langkahnya lagi tak jauh dari sang pujaan hati, oke ralat maksudnya tak jauh dari Manami saat ia melihat gadis itu kini tengah berbincang dengan 3 orang pemuda yang tak dikenalnya.

"Ayolah jangan berbohong! Kau pergi sendirian kan Manami senpai?" ucap salah satu pemuda sebut saja namanya mawar. Oke, oke silakan coret kalimat tadi dan sebut saja si pemuda blonde.

"Aku tak berbohong. Maaf aku sedang menunggu temanku saat ini jadi tak bisa berkeliling denganmu," ucapmu dengan wajah ramah dan senyum manis senantiasa menghiasi wajahmu, berkebalikan dengan hatimu yang saat ini ingin rasanya mengutuk, mengumpat, mengucapkan banyak kalimat tak sopan pada pemuda yang ia ketahui sebagai kouhai-nya disekolah.

"Kalau begitu kita berkeliling bersama saja senpai. Teman senpai pasti si kembar bukan?" ujar si pemuda berambut panjang.

"Bukan, aku bersama seorang teman pria. Jadi tak bisa bersama dengan kalian dan aku sudah memperingatkanmu kan jika kau tak memotong rambutmu yang panjang itu aku akan menyuruh anggota kedisplinan memotong rambutmu hingga botak." Ujarmu tetap dengan wajah ramah dan senyum mematikan bagi kaum pria.

"Manami senpai jangan berbohong. Aku tau senpai tak dekat dengan seorang pria mana pun, bukankah julukan Ice Princess sudah melekat pada dirimu senpai." Ujar si pemuda berambut keriting pendek.

Kau sudah tak tahan lagi, baru saja kau ingin mengucapkan sumpah serapah pada Kouhai-mu itu sebuah panggilan membuatmu tersenyum lega.

"Manami-san siapa mereka?" Tanya Kasamatsu dengan kantung Yakisoba dan sebuah Ringo Ame ditangannya.

"Ahh, Yukio-kun. Mereka hanya kouhai-ku disekolah." Ujarmu dengan senyum manis dan dibalas oleh wajah bingung dan merona Kasamatsu. Bagaimana tidak merona, kau sengaja menyebut nama kecil pemuda itu yang bahkan tak seorang pun pernah memanggilnya kecuali keluarganya.

"Heh, ternyata benar Manami senpai pergi dengan teman lelakinya. Jadi kau ya teman Manami senpai?" ucap pemuda blonde menatap sinis kasamatsu.

"Kupikir pemuda tampan seperti apa yang bisa bersama si cantik Manami senpaiternyata hanya pemuda biasa," ucap si pemuda berambut panjang itu meremehkan.

Ctik !

Perempatan imaginer mulai mucul dikening Kasamatsu, ingin rasanya ia menghajar kouhai kurang ajar macam mereka. Tapi ia masih tau sopan santun dan tak mungkin menghajar seseorang hanya karena ucapan asal mereka. Andai saja yang mengucapkan hal tersebut adalah Kise atau kouhai-nya di klub basket, ia tak akan segan-segan untuk menendangnya.

"Hooo, Maaf saja jika aku hanya pemuda biasa. Manami-san sepertinya kau sudah bertemu dengan seorang teman yang kau kenal dan kau juga terlihat senang. Kau bisa berkeliling dengan mereka bukan? Kalau begitu aku pergi dulu." Ujar Kasamatsu menahan amarah, memberi Ringo Ame padamu lalu berjalan menjauh.

Kau terkejut dengan pemberian dan juga ucapan Kasamatsu lalu mencoba menahan pemuda itu tetapi tak bisa, tanganmu tengah ditarik oleh salah satu kouhai-mu.

"Ayo Manami senpai. Berkeliling dengan kami lebih asyik daripada dengannya."

"Kasamatsu-san!" kau berteriak memanggilnya, membuat langkah sang pemuda berhenti tanpa menoleh.

"Ayo Manami senpai. Biarkan saja pemuda itu."

Kau menatap Kasamatsu dengan wajah memelas dan mata berkaca-kaca. Mencoba memberontak tarikan para kouhai-mu.

'Kumohon Kasamatsu-san berbaliklah! Kumohon lihat aku,' ucapmu dalam hati.

Kau lihat Kasamatsu melangkahkan kakinya kembali.

'Aku hanya ingin berkeliling bersamamu Kasamatsu-san.'

Ia melangkahkan kakinya semakin menjauh darimu.

'Kumohon berbalik dan menolehlah Kasamatsu-san.'

Harapanmu terkabul, Kasamatsu berbalik dan menatapmu sebentar. Lalu seolah tak mengerti arti tatapanmu ia kembali melangkahkan kakinya. Kau menatap tak percaya pada pemuda itu. Setitik Kristal bening meluncur mulus di pipimu.

'Kasamatsu-san...'

Kau lihat ia berjalan dan berhenti didepan stand menembak.

'Kasamatsu-san...'

Ia terlihat menghampiri stand itu dan mengambil pistol mainan untuk menembak hadiah.

'Kasamatsu-san...'

Dan kini ia mengarahkan pistol itu kearahmu.

'Eh? Apa?'

Pletak!

"Ittai." Pekik salah satu kouhai-mu saat sebuah peluru mainan mendarat mulus dikepalanya.

"Gomen. Sepertinya keahlianku dalam menembak sasaran sangat buruk hingga aku salah sasaran." Teriak Kasamatsu.

Pletak!

Sekali lagi sebuah peluru mainan mendarat mulus dikepala kouhai-mu. Dan terus berkali-kali hingga akhirnya kouhai-mu terbakar amarah dan berjalan menghampiri Kasamatsu. Tentunya denganmu yang terseret karena ia menarik tanganmu. Kau memekik pelan saat kouhai-mu yang berambut blonde itu mencengkram Jinbei yang dipakai Kasamatsu.

"Apa maumu brengsek? Apa kau mau berkeliling dengan Manami-senpai?" ucap si pemuda blonde.

"Mauku? Aku tak mau apa-apa. Aku tak keberatan jika kalian berkeliling dengan Manami-san, hanya saja jika ia berkeliling dengan wajah sedih seperti itu aku tak mungkin membiarkannya pergi bersama kalian dan terlebih lagi ada satu hal yang ingin aku beritahu pada kalian…" ucap Kasamatsu lalu menggenggam tangan yang mencengkram Jinbei-nya.

BUGH!

Kasamatsu memukul perut si pemuda yang mencengkram Jinbei-nya hingga sang pemuda jatuh tersungkur.

"Bersikap sopanlah pada Senpai-mu, Brengsek!" ucap Kasamatsu datar dan dingin.

Para kouhai-mu menatap Kasamatsu takut lalu mereka segera berlari meninggalkan tempat itu. Kau menatap Kasamatsu dengan pandangan tak percaya terlebih kini kalian menjadi pusat perhatian para pengunjung festival. Ia terlihat menghela nafas pelan, guna meredam emosi lalu berjalan kearahmu. Kau tak menyangka bahwa ia akan menggenggam tanganmu dan menariknya. Kau berjalan hampir terseret mengikuti langkah pemuda itu.

"Maaf aku terbawa emosi…"

"Kasamatsu-san."

"Hingga tak menyadari kalau kau tak mau pergi dengan mereka…"

"Kasamatsu-san."

"Maaf membuatmu menangis…"

"Kasamatsu-san."

"Aku juga tak mengerti…"

"Kasamatsu-san!"

"Saat kau tersenyum pada mereka aku merasa kesal…"

"Kasamatsu-san!"

"Terlebih ketika kau menangis saat mereka menarikmu aku benar-benar kesal."

"Kasamatsu-san! Daisuki!"

Kasamatsu berhenti melangkahkan kakinya dipinggir sungai dan sontak menoleh karena terkejut.

"Apa yang kau kata-"

Kau membungkam bibir Kasamatsu dengan ciuman tepat saat sebuah kembang api meledak di udara. Membuat sang kapten tim basket Kaijou itu membelalakan matanya terkejut. Kini untuk kedua kalinya kau dapat merasakan bibir manis milik Kasamatsu. Kau melepaskan ciuman itu dan menunduk.

"Aku menyukaimu, Kasamatsu-san," ucapmu sekali lagi.

Kasamatsu membeku dan ia tak percaya kalau kau akan menciumnya. Otaknya tak dapat berpikir jernih saat ini, suaranya juga tak bisa ia keluarkan. Ia benar-benar terkejut atas perlakuan dan ungkapan dari gadis yang kemarin tak sengaja bertemu dengannya.

"A-apa kau mau menjadi kekasihku Kasamatsu-san?" tanyamu lalu mendongkak mencoba menatap wajah Kasamatsu.

Kasamatsu menunduk dan satu-satunya kata yang keluar dari bibirnya adalah, "Maaf…"

Rasanya kau ingin menangis, berlari sejauh mungkin saat kata itu keluar dari bibir Kasamatsu. Lalu tiba-tiba sebuah tangan merengkuhmu dalam pelukan. Dengan tangan gemetar Kasamatsu memelukmu.

"Maaf seharusnya aku yang lebih dahulu menyatakan perasaan. Aku juga sepertinya menyukaimu Manami-san, maka dari itu jadilah kekasihku," ucap Kasamatsu dengan wajah memerah.

Kau membalas pelukannya dan mengangguk. Membuat Kasamatsu tersenyum bahagia.

Dan tanpa kalian sadari, tak jauh dari sana ada empat pasang mata yang mengintai kalian daritadi

"Mission Succsed."


FIN


A/N:

Jinbei : Pakaian rumah tradisional terdiri dari dua potong pakaian, bagian atas Kimono dan bagian bawah celana pendek. Untuk yang mau tau silakan searching di google 'Jinbei musim panas'

Yuzu is Back (?) gomen T-T Yuzu terserang virus menyebalkan bernama WB

Kenapa Yuzu pakai OC, karena Yuzu dapet info katanya di ffn ga boleh pakai Readers insert x( jadi anggap aja OC itu Readers ya.

Setelah terserang WB, Yuzu refreshing ke sebuah event jejepangan namanya Ennichisai

Adakah readers yang dari jakarta datang kesana? Setelah berkeliling di festival itu akhirnya Yuzu dapat inspirasi untuk bikin sekuel kasamatsu senpai x) Yuzu juga beli Ringo Ame loh xD rasanya enak dan manis banget. yah intinya Yuzu belum bisa publish fanfict dalam waktu dekat ini karena virus menyebalkan itu masih melekat di diri Yuzu -.-

Untuk yang Fav, Follow, Review dan Silent Readers ^^ Arigatou

Read and Review ^^ Arigatou


OMAKE


Kasamatsu melangkahkan kakinya dengan berat menuju gymnasium Kaijou High. Tubuhnya lelah setelah tadi malam berkeliling festival mencari keberadaan temannya yang berkeliling dengan sahabat kekasihnya itu harus berakhir dengan sebuah pesan dari Moriyama yang tertulis.

From: Moriyama Yoshitaka

Subject: Kami pulang

'Kasamatsu, kami sudah pulang duluan. Kata si kembar tolong antarkan Manami-san sampai rumahnya ya :D'

"Awas saja kau Moriyama dan Kise! Ku hajar kalian dan ku beri kalian latihan extra." Geram Kasamatsu.

Kasamatsu memasuki gymnasium dan disambut dengan tatapan menggoda dari semua anggota tim basket Kaijou. Ia mengernyitkan dahinya bingung.

"Kenapa kalian semua menatapku seperti itu?" tanya Kasamatsu.

"Heee, selamat Kasamatsu akhirnya musim semi untukmu telah tiba." Goda Kobori.

"Hah? Kau sakit Kobori? Ini masih musim gugur dan musim semi masih beberapa bulan lagi."

"Jangan pura-pura senpai, kau pikir kami tak tau?" goda salah satu anggota tim basket.

"UWOO, SERAMAT KAPTEN SEKALANG KAU SUDAH PUNYA KEKASIH!" ucap Hayakawa.

"Apa yang kau ucapkan aku tak mengerti Hayakawa!"

"Maksudnya ini kapten. Kami semua mendapatkan foto ini tadi malam." Ujar Nakamura sembari memperlihatkan sebuah foto di handphone-nya.

Kasamatsu membelalakan matanya terkejut melihat foto ia dan Manami sedang berpelukan tadi malam.

"Si-siapa yang mengirim foto ini Nakamura?" tanya Kasamatsu geram dengan penekanan ditiap katanya.

"Moriyama senpai dan ada beberapa anggota mendapatkannya dari Kise."

Kasamatsu mengepalkan tangannya erat menahan amarah.

"MORIYAMAAAA! KISEEEE! KU BUNUH KALIAN SAAT INI JUGA." Teriak Kasamatsu kesal, membuat Kise dan Moriyama yang saat itu baru saja ingin memasuki gymnasium langsung berbalik arah untuk kabur dari amukan sang kapten.

"Sepertinya kita harus menyediakan peti mati-ssu."

"Kau benar Kise."