Chapter 3
"Bekal Makanan"
Kuroko POV
"Tetsuya-kun, nanti kau ada latihan bukan?" Ryouko-san bertanya kepadaku dengan wajah bantal. Kelihatannya ia sedang menyiapkan sesuatu untukku.
Aku melihatnya dengan ekspresi yang datar, sama-sama masih wajah bantal. "Iya, kenapa?"
"Hmmm~" Ryouko-san terlihat sibuk dengan acaranya sendiri yang dari tadi mengotak-atik sesuatu di dapur tanpa melihat ke arahku sama sekali. "Nah"
Setelah beberapa menit menunggu diam melihatnya, Ryouko-san akhirnya selesai dengan acaranya itu. Ia menghembuskan nafas dengan sangat berat dan senyum kecil pun muncul di wajahnya.
Ia berjalan ke arahku, menyodorkan sekotak bekal tepat di hadapan wajahku. "Bawa ini"
"Eh?"
"Bawa saja, kau pulang malam bukan?"
"..." Aku berpikir sejenak, entah apa yang akan dikatakan oleh Kagami-kun jika aku membawa sekotak bekal ke sekolah. Aku belum memberitahu apa-apa kepadanya. "Baiklah" Kataku menerima.
"Apa Kise-kun selalu seperti ini?"
"Hmm~? Tidak-tidak, anak itu tidak akan mau dibawai seperti ini. Lagipula pekerjaan membuatku jarang pulang ke rumah"
Jarang pulang ke rumah katanya. Mungkin itulah yang membuat sifat Kise-kun seperti ini sekarang, ia selalu pulang malam dan bermain-main. "Apa Ryouko-san tidak pernah memikirkan perasaan Kise-kun?"
Entah kenapa atau memang sifatku yang terang-terangan seperti ini, bertanya secara terus terang kepada Ryouko-san, mama dari Kise-kun. Apa sebaiknya memang tidak usah bertanya? Tapi nasi sudah menjadi bubur mau diapakan lagi.
Ryouko-san yang menerima pertanyaan seperti itu dariku sekilas terkejut, ia membelalakan matanya secara singkat, tapi kemudian tersenyum kepadaku.
"Aku mengerti, mungkin ia akan merasa tidak ada yang memperhatikannya bukan? Aku memang ingin lebih banyak menghabiskan waktu dengannya, tetapi jika aku tidak melakukan perkerjaanku dengan benar, aku juga tidak akan bisa menghidupi Ryouta seperti ini. Jadi hanya ini yang bisa kuperbuat padanya"
Mendengar jawaban yang cukup panjang itu, aku langsung tersenyum sebagai arti bahwa aku cukup puas mendengar jawabannya. "Aku mengerti"
"Aku tidak akan pernah membuatnya kecewa"
"Baiklah" Jawabku padanya dengan senyuman sekali lagi.
Aku kemudian melihat ke arah jam dinding yang menunjukan Pk.08.30. Dengan cepat aku langsung terburu-buru menuju ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk sekolah. Ternyata, pembicaraan tadi cukup menghabiskan waktu pagiku ini.
Aku mulai menyiapkan segala hal untuk sekolah dengan cepat tanpa basa-basi, kemudian turun ke bawah dan mengambil satu buah roti yang terletak di atas meja. "Aku pergi" Kataku sambil menutup pintu dengan buru-buru dan berlari ke arah stasiun.
Dari situ, aku menaiki bis yang akan menuju sekolahku, Seirin. Setelah beberapa menit menghabiskan waktu di bis aku pun berlari memasuki gerbang sekolah dengan harap bel belum dibunyikan. Dan ternyata memang belum. Untunglah.
Aku mengambil nafasku sejenak, dan melihat Kagami-kun sedang berjalan tidak jauh didepanku. "Kagami-kun" Sapaku, dengan tiba-tiba muncul di sampingnya menggunakan misdirection.
"HUWAA!" Kagami-kun berteriak sangat keras dengan kagetnya. "Kau.. mengagetkanku lagi.. Tidak bisakah kau menyapaku secara biasa?!"
"Jadi ini tidak biasa?"
"Tidak sama sekali, bodoh!"
Aku hanya terdiam mendengar jawaban Kagami-kun dan bergegas untuk masuk ke kelas. Pelajaran dimulai seperti biasa, jam yang biasa, dan tentu saja membosankan seperti biasanya.
Rasa ngantuk masih tidak dapat ditahan, jadi aku memutuskan untuk membaca buku pinjaman dari perpustakaan untuk menghilangkan rasa ngantuk ini. Aneh memang, padahal kata orang membaca malah membuat orang mengantuk, tapi aku tidak.
Disaat jam istirahat berdering, dengan bingung apakah aku harus mengeluarkan bekal yang disiapkan oleh Ryouko-san. Tetapi, mendengar perutku yang sudah mengamuk, aku memutuskan untuk memakannya.
Tidak diduga, bekal ini sangat memalukan. Dengan tulisan "Tetsuya-kun Love ! " yang dibuat dari saus tomat dan beberapa makanan yang bermodelkan seperti bekal anak TK. Entah kenapa aku berpikir bahwa sifat Ryouko-san dan Kise-kun tidak jauh berbeda.
"Yo, Kuroko!" Kagami-kun berteriak dari belakang menyapaku. "Eh kau membawa bekal?"
Oh tidak...
Kagami-kun berjalan ke arahku dari belakang dan melihat bekal yang dibuat oleh Ryouko-san. Aku tahu, dia akan tertawa sampai wajahnya akan memerah seperti kepiting rebus.
"Pfft—" Dia sudah mulai tertawa, tetapi menahannya. "Khhhupffft khehh—" Tahap kedua, sebentar lagi memasuki tahap ketiga. "Pppfttt—HA- HAHAHAHWAHAHAHAHAHAAKWKAAHAAHAHWHAAHWKHK" Seperti yang kuduga.
"KUROKO, ITU BEKAL BUATAN SIAPA ADUH HAHAHAHA!"
"Sudahlah" Kataku, menahan kemaluan yang sebenarnya sudah tidak bisa ditahan.
"ANJIR, ADUH ITU BEKAL KAYAK APAAN ADUH WKWKKW ASLI KONYOL BANGET, KAMU ANAK TK ATAU GIMANA. SIAPA TUH YANG BIKIN"
"..."
"Sudahlah, aku lapar" Kataku, tidak peduli apa yang dikatakan oleh Kagami-kun. Dengan cepat aku memakan makanan yang ada di bekal tanpa ragu, dan tidak diduga rasanya lebih enak dari yang kupikirkan.
"HAH ADUH— yaaahh sudahlah, aku akan pergi beli makanan haha" Ceplos Kagami-kun memegangi perutnya yang sepertinya sakit terlalu banyak tertawa, lalu pergi ke kantin.
Aku menghembuskan nafas dengan berat, dan tidak terasa bel masuk pun sudah berbunyi. Kagami-kun dengan membawa banyak roti dari kantin, memakannya satu demi satu meskipun sudah masuk. Lalu ia tiba-tiba menggeram seperri mengingat sesuatu.
"Kuroko! Tadi pelatih bilang latihan hari ini diundur besok!" Kagami-kun menjelaskan padaku dari kursi sebelah.
"Ada apa?"
"Katanya ada masalah yang harus diselesaikan"
"Ah.. baiklah"
Mungkin juga masalah lagi dengan ayahnya atau mungkin juga ia sedang menyelidiki gerak-gerik musuh, yaitu Rakuzan. Mengingat Akashi-kun yang sifatnya sudah berubah sejak bertanding dengan Murasakibara-kun memang membuatku syok.
Begitu-gitu dialah yang membuatku sadar akan kekuatan misdirectionku ini. Jadi, aku akan berusaha mengalahkannya dan membuatnya kembali seperti dahulu kala. Agar kita semua bisa bercanda ria seperti dahulu kala pula.
...
...
Tik tok tik tok
Menit demi menit berlalu, jam demi jam berlalu, akhirnya bel pulang berdering. Dan pada saat yang sama, ponselku juga berdering. Ah, dari Kise-kun.
"Aku akan menjemputmu Kurokocchi~ =ω="
Aku membalas sms-nya dengan cepat.
"Kenapa?"
"Tentu saja untuk pulang bersama! _¦¦¦"
"Aku bisa pulang sendiri"
Ah... kenapa aku menjawab seperti itu, padahal ini kesempatan yang jarang untuk bisa pulang bersama dengannya. Mungkin sudah sifatku, tidak mudah menjawab "iya" karena aku sendiri tidak terlalu begitu suka bergantung pada orang lain apalagi merepotkan orang lain.
"Kuroko! Kau mau pulang bersama?" Panggil Kagami-kun dari arah belakang sambil melambaikan tangan.
Aku terdiam, tidak tau harus menjawab apa. Tiba-tiba ponselku berdering lagi, dan tentu saja dari Kise-kun. 1 Sms baru.
"Tenang saja kurokocchi, kau sama sekali tidak merepotkanku. Ini memang keinginanku sendiri, oke~?(^O^)"
Deg.
Hatiku tanpa sadar langsung terasa hangat melihat jawaban itu, dan senyum kecil pun muncul di wajahku. Kise-kun memang.. paling mengerti tentang diriku dibandingkan orang lain dan.. diriku sendiri.
Mungkin karena aku sempat dekat dengannya sewaktu SMP sejak aku mengajari dia untuk bermain basket dengan lebih baik. Sejak itulah juga, aku merasa bahwa Kise-kun lah yang bisa membuatku nyaman.
Awalnya memang, aku hanya mengira bahwa perasaan ini hanyalah sekedar rasa nyaman kepada sahabat saja, tapi entah mengapa lama kelamaan Kise-kun lah yang hanya bisa membuatku merasa "ada" di dunia ini. Orang yang bisa menemukanku meskipun aku sering tidak kelihatan di mata orang lain.
Aku bergegas membalas smsnya
"Baiklah, aku akan menunggumu"
"Kagami-kun, ada orang ya menjemputku. Jadi tidak bisa pulang bersama" Kataku kepada Kagami-kun yang dari tadi menunggu jawaban.
"Hah? Siapa? Pacarmu?"
"Kise-kun"
"Si Kise? Kalian pulang bersama lagi?"
"Hm, aku akan menjelaskannya padamu besok sewaktu istirahat siang sekolah"
"Tentang apa?"
"Keadaanku"
"...? Aku tidak mengerti?, tapi okelah"
Aku hanya mengangguk sebagai jawaban. Bergegas meninggalkan Kagami-kun dan turun ke bawah untuk menemui Kise-kun. Tepat diduga, ia sudah menunggu di depan gerbang sekolah sambil bergaya layaknya model. Tapi untungnya, hari ini tidak dikelilingi para perempuan seperti biasanya.
Kise-kun yag dengan cepat menyadari keberadaanku, langsung membuka lebar mulutnya dan berteriak sambil melambaikan tangannya "KUROKOCCCHII!"
Jujur saja itu memalukan, tapi aku senang. "Apa kau sudah menunggu lama?"
"Tidak, tenang saja~" Katanya tersenyum dengan bangga. "Udara hari ini dingin sekali ya"
"Memang"
"Kau terlihat kedinginan kurokocchi" Kise-kun melepas syalnya dengan teliti. "Ini, pakailah"
"Tidak usah.."
"Aku bilang pakai, atau kau akan kujerat pakai syal ini" Paksa Kise-kun sambil mengalungkan syalnya ke leher dan bahuku yang kelihatannya memang kedinginan.
"Terima kasih" Kataku berterima kasih.
"Yuppie~"
Kita berdua berjalan menuju stasiun dan keheningan pun melanda perjalanan kita. Aku tidak pandai dalam membuat topik jadi aku tidak tahu harus berkata apa.
"Ah, Kurokocchi" Kata Kise-kun memulai pembicaraan.
"Hm?"
"Hari ini kau akan tidur bersamaku lagi, oke?"
"...Kenapa?"
"Udara malam hari ini dingin, dan aku kesepian. Aku butuh guling ganda"
"Aku tidak sekecil itu untuk menjadi guling" Responku dengan wajah sedikit kesal.
"Aku hanya bercanda~! Pokoknya kau harus tidur denganku"
Aku hanya terdiam, menundukan kepala, malu kepada diri sendiri karena merasa senang tanpa alasan. Meskipun dia hanya menganggapku sebagai guling pun tidak apa, yang penting aku bisa menghabiskan waktu berdua bersamanya.
Yah, walaupun aslinya tidak ada maksud dan arti apa-apa dari semua itu. Sebaiknya jangan terlalu berharap karena Kise-kun tidak mungkin akan mempunyai kekasih lelaki. Apalagi seperti aku ini. Mengecewakan.
"...Baiklah" Jawabku dengan wajah sedikit memerah karena kedinginan. Meskipun sebetulnya tidak.
Ahhhh, maaf ya akhirnya chapter ke 3 masih pemanasan juga. Tapi justru ini awal mulainya kikuro wohoho. Aku udah bilang di chapter kedua kalo ini bakal jadi lumayan pannnnjanggg, jadi sabar aja ya buat yang(mau) ngikutin. Soalnya aku gamau fokus ke kikuronya aja tapi ada beberapa masalah lain wohoii lagi nyoba hal baru .
Oke akhir kataa, makasih buat yang udah baca dan jangan lupa reviewww! Biar makin semangat ini buatnya. Kalo ada ide silakan aja dituangkan monggo whehe. Juga mau nanya, apa di tiap chapter aku kepanjangan? Kalau iya bilang ya! sampe ketemu di chapter selanjutnya!
RnR please
