Chapter 7
"Rencana"
Kuroko POV
"Jadi" Kagami-kun mengambil nafas dalam-dalam, "Kise menciummu dua kali, yang satu mabuk dan yang kedua tidak? Dan yang terakhir, AKASHI MENYUKAIMU?!"
Aku mengangguk sebagai jawaban, tidak mengatakan apa-apa.
"Bukankah itu bagus? Itu kesempatanmu!" Katanya bersemangat.
"Tapi.. Mungkin saja dia hanya main-main"
"Kise cemburu, begitu pikirku" Kagami-kun mengambil sedotan dan meminum teh yang ada di gelas plastik itu.
"Aku tidak yakin.."
"Diam. Jadi begini, kau harus mengambil kesempatan karena akashi menyukaimu" Kata Kagami-kun serius, hal ini sangat langka bagiku.
Aku mengerutkan alisku, "Maksudmu?"
"Kau harus mengajak jalan Akashi, lalu membuat Kise tidak sengaja melihat kalian berdua jalan, ide cemerlang bukan?!" Katanya dengan sangat bangga.
"Kecut" Responku. "Tapi disatu sisi bagus juga"
"Kan?"
"Kau yakin aku bisa melakukannya?" Tanyaku, tidak yakin dengan semua rencana ini.
"Tidak" Wajahku kembali datar mendengar responnya. "Tapi disaat yang sama iya"
"Terserah" Kataku, dan pada saat yang sama bel masuk berbunyi.
Setelah pulang dari sekolah, aku masuk ke kamarku dan membiarkan tubuhku terlentang di kasur. Aku masih memikirkan rencana yang diucapkan oleh Kagami-kun tadi siang di sekolah.
Apakah rencana ini akan berhasil? Aku tidak yakin Kise-kun akan peduli dengan semua itu, tapi aneh memang sewaktu Kise-kun berkata "sebaiknya jangan" setelah aku mengatakan tidak tahu apakah aku akan menerima Akashi-kun atau tidak.
Satu lagi.. Ia menciumku, dan tidak mabuk.
Apa Kise-kun hanya kebingungan saja? Atau mungkin.. dia punya perasaan kepadaku? Tidak mungkin... tapi mungkin saja... tapi tidak...
Aku terlalu capek untuk memikirkan semua hal itu, dan perlahan-lahan menutup mataku untuk mengembalikan pikiran supaya jernih.
"kring kring" Bunyi pesan masuk baru dari handphoneku. Aku menguap pelan, mengabaikannya.
Beranjak dari kasur, aku mengganti seragam sekolah dengan celana pendek dan t-shirt bewarna merah. Aku menyikat gigi, dan kembali lagi ke kasur untuk beristirahat. Aku memang tidak memilih untuk makan, sudah terlalu capek. Aku rasa Kise-kun akan pulang malam hari ini, mungkin ada pekerjaan.
Setelah berpikir panjang, akhirnya aku mengecek handphone yang barusan saja menerima pesan, entah dari siapa.
Aku melihat siapakah yang barusan saja mengirimiku pesan, dan terlentang nama "Akashi-kun" Aku membaca pesan singkat dari Akashi-kun dan tersentak kaget melihatnya.
"Aku menginginkan jawabanmu sabtu ini, aku menunggumu di depan stasiun jam 1 siang."
Aku tidak percaya, rencana ini benar-benar berjalan mulus meskipun aku tidak serius. Meskipun aku tidak meminta Akashi-kun untuk mengajakku jalan. Aku dengan segera menelepon Kagami-kun daripada mengiriminya pesan, terlalu ribet.
Aku mencari nama Kagami-kun di kontak dan memencet tombol telepon.
"Tutt tutt.. Clek"
"Ada apa?" Tanyanya disaat menerima teleponku.
Aku menghembuskan nafas sebelum berbicara, "Akashi-kun mengajakku jalan, dan dia menginginkan jawabanku sabtu ini"
"WHAT? HEBAT" Teriaknya kencang, dan itu membuat telingaku tuli sesaat. "Baiklah, jadi begini"
"Apa?"
"Aku akan mengajak Kise jalan, dan tidak sengaja menemuimu, entah apa yang terjadi tapi kita coba saja. Aku akan mengajak si ahomime itu juga"
"Kise-kun jadi obat nyamuk?"
"Tidak, tenang saja"
"Baiklah" Kataku tertawa kecil
"Jam berapa?"
"1 siang"
"Oke!"
Aku menutup teleponku, melihat pesan dari Akashi-kun lagi, dan membalasnya
"baiklah"
Aku menutup mataku pelan-pelan dan lagi-lagi mengeluarkan nafas yang sangat panjang, memikirkan apa yang akan terjadi sabtu nanti.
Aaaaaa! Maaf ya updatenya telat, dan sedikit bangett hehe.
Soalnya sibuk banget sama sekolah, jadi cuman bisa update segini. Tapi ikutin terus update kedepannya yaa, makasih! Jangan lupa review atau saran buat next chapter guys!
