Chapter 9
"Tidak disangka"
Kuroko POV
"Akashi-kun" Kataku agak terbata, takut, dan khawatir meskipun tidak terlalu terlihat seperti itu. "Aku minta maaf"
Akashi-kun hanya menghembuskan nafas dengan sangat berat, mungkin ia tidak tahu apa yang harus dikatakannya saat ini.
Hari ini, aku bertemu dengan Akashi-kun di taman dekat sekolah Seirin, untuk mengatakan perasaanku dengan jujur. Aku menyukai Kise-kun, dan itu tidak akan berubah. Bahkan kita sudah... Jadian... Jujur saja aku agak malu mengatakannya.
"Jadi kalian akhirnya jadian?" Tanya Akashi-kun, memulai pembicaraan yang sedari tadi hening dan canggung.
"Akhirnya?" Tanyaku balik, bingung dengan ucapak Akashi-kun.
"Kau kira aku tidak tahu?" Tanya Akashi-kun lagi, sambil membenarkan syalnya yang kelihatannya tadi tidak rapi.
"Maksudmu?" Lagi-lagi aku bertanya balik, masih tidak tahu maksud dari ucapan Akashi-kun. "Maksudmu apa?"
Akashi menarik nafas dan mengeluarkannya kembali. "Aku sudah tau sejak smp, kalau kau menyukai Ryouta" Ucapnya dengan senyum kecil, seperti dahulu kala.
Aku terdiam dan mulutku terbuka sedikit, entah itu memang karena masih bingung atau apa "Kau pikir aku tidak tahu?" Kata Akashi-kun si berambut merah itu membuatku tidak percaya sama sekali.
"Lalu.. ke-kenapa?" Tanyaku dengan tergagap, tidak yakin aku harus menanyakannya apa tidak.
"Kenapa aku menyukaimu?" Aku mengangguk ragu sebagai jawaban. "Entahlah, mungkin aku suka melihatmu yang tertawa gembira atau wajahmu yang memerah karena Ryouta"
Kata-kata itu membuat wajahku memerah seperti yang barusan Akashi-kun katakan tadi. "Mungkin, karena aku sering memperhatikan tingkahmu, aku jadi menyukaimu"
Hatiku langsung mengerut disaat Akashi-kun berkata seperti itu. Aku benar-benar merasa bersalah telah menolak orang yang benar-benar menyukaiku, tapi tidak mungkin bukan aku akan jadian dengan orang yang tidak aku sukai dalam arti seksual?
Aku benar-benar terdiam , tidak tahu harus menjawab apa. "Akashi-kun.. aku" Kataku tergagap, tidak berani.
"Tidak apa-apa, aku sudah tau ini akan terjadi. Emperor eye ini kelihatannya bisa melihat hal lain" Katanya tersenyum kecil, berkata tentang hebatnya kemampuannya itu.
Mulutku membentuk kurva tanpa sadar, aku benar-benar senang bisa berbicara dengan Akashi-kun seperti dahulu kala lagi. Aku harus berterima kasih kepada timku dan Kagami-kun yang membuat Akashi-kun sudah kembali seperti semula.
"Sudah jam 2 siang. Aku ada urusan sebaiknya aku kembali" Kata Akashi-kun lalu berdiri dari kursi merah itu. Ia membenarkan syalnya sekali lagi, agar tidak terlihat berantakan dan supaya syalnya itu bisa membuatnya hangat.
Aku mengangguk pelan, "Baiklah, Akashi-kun terima kasih dan... maaf" Aku meminta maaf sekali lagi. Menyesal betapa bodohnya aku tidak pernah menyadari Akashi-kun kepadaku selama ini.
"Kalau kau sudah putus dengan Ryouta, jangan segan untuk memintaku" Katanya dengan senyum licik sambil pergi keluar dari taman dekat sekolahku. Aku hanya tersenyum menjawabnya, tetapi dalam hati berkata "Aku tidak mau putus kok"
HAI
2 minggu gak update dan cuman seonggok kecil dari chapter ini HAHA MAAF YA
Tapi di chapter selanjutnya, aku mau agak enteng. Jadi Kikurocchi bakal nge-date yey!
Tapi gatau pasti update kapan, soalnya seminggu lagi ada UAS, males banget astaga. Doain dapet nilai bagus ya.
Ini masih panjang deh rasanya aku juga gatau. Tapi masih ada masalah yang menanti hiks. Tapi aku harap kalian tetap suka dan ngikutin ya!
Jangan lupa revieww! Ciao!
