I'm a Doctor

Author: Indiah Rahmawati

Cast:

-Park Chanyeol

-Byun Baekhyun

-All member Exo & other

Rating: T

Genre: Romance, Family, Drama

Disclaimer: cerita ini murni otak yang lagi gak jelas. Member EXO milik tuhan, orang tua mereka, dan SM saya cuma meminjam nama mereka.

Summary:

Park Chanyeol seorang namja culun yang sangat ingin menjadi dokter. Hanya dengan bekal ingatan yang kuat dan sikap kekanak-kanakannya ia bersikeras menjadi dokter ahli bedah, tapi ia sendiri memiliki Fobia dengan darah "a-apa? fobia darah?" / "hah! Mana ada dokter bedah yang takut dengan darah?! itu tak akan mungkin!" / "a-aku! Tetap mau... jadi dokter bedah! Aku mohon!"

Warning: YAOI fanfiction bagi yang tak suka harap menjauh. Saya akan terima semua keritikan dan saran, asal yang tak yang keterlaluan. Banyak TYPO bertebaran! Alur terlalu cepat bagaikan motor lagi balapan (?)

.

.

.

.

Happy Reading ^^

.

.

.

.

Chanyeol berjalan kaku. Kemarin ia harus pulang karena kondisinya kurang baik. "dokter Park!" Chanyeol menengok dan melihat salah satu pasiennya. "kemarin kau kemana? Kenapa tak menjagaku?" tanya gadis itu sambil cemberut

"maaf Sohee... kau baik kan? Apa kau merasa tak enak lagi?" tanya Chanyeol

"iya tak enak..." kata gadis bernama panjang Song Sohee itu "disini..." ia menunjuk dadanya

Chanyeol terlihat bingung "kau kan terkena peradangan usus? Dan masih mencari donor kan?... apa hubungannya dengan jantung?" kata Chanyeol polos

"yak! Bukan jantung! Tapi hati..."

"hati?"

"ne... hati kecilku ini sakit saat kau tak ada..." kata Sohee

"hati kecil?" Chanyeol semakin bingung. Ia ingat hati hanya ada di samping lambung dibawah diafragma, dan didalam hati ada empedu, dan dimanusia ada hati lagi?

"huft..." Sohee menghela nafasnya "hati kecil itu, hati nurani. Hati yang kita gunakan untuk perasaan... jika kau jatuh cinta juga ada di hati nurani, itu yang membuat jantungmu berdetak kencang jika bersama seseorang yang kau suka..." jelas Sohee

"orang... yang kita suka?" Chanyeol mengingat jika ia bersama Baekhyun

"jangan-jangan kau punya orang yang kau suka..." kata Sohee sedikit menerawang.

"aniyo... tak ada! Aku harus kembali bertugas!" Chanyeol kembali melanjutkan jalannya. Sohee melihat Chanyeol yang mencurigakan. Chanyeol berlari pelan, tak mungkin kan yang ia rasakan selama ini itu memang benar? Ia terus berlari lalu saat dilorong

BRAK! Bruk!

Ia menabrang seseorang. Dan tak sengaja jatuh diatasnya. "argh! Appoyo!" Chanyeol membuka matanya, ia kenal jelas suara ini. Ia menengok kebawahnya. Baekhyun perlahan membuka matanya. Ia melihat wajah Chanyeol tepat didepan matanya "dokter Park..." mereka masih diam dalam posisi mereka_Chanyeol diatas dan Baekhyun dibawah_.

Lalu Chen berjalan santai kelorong, dan melihat kedepan melihat dua orang itu "yak! Yak! Yak! Ini rumah sakit! Bukan untuk melakukan itu!" kata Chen entah kenapa kesal

Chanyeol dan Baekhyun terkejut, mereka segera kembali keposisi masing-masing _tapi masih duduk_ wajah mereka sedikit merah tapi menunduk.

"dasar kalian... masih baik aku tak memberi tau Suho hyung..." Chen berbalik "ditambah..." Chen muali berjalan "KENAPA AKU JADI SANGAT KESAL!" kata Chen dengan nada 2 oktaf. Ia pergi dengan perasaan kesal bercampur-campur dengan yang lain

"bilang saja iri... kau tak pernah melihat Xiumin hyung dari jarak yang sangat dekat kan..." kata Baekhyun menyindir Chen. Chanyeol masih diam, jantungnya berpacu cepat saat ini. "Chanyeol-ah... jangan pedulikan dia... oh! Ada operasi kanker tiroid... kita diminta kesana..." Baekhyun berdiri dan mengambil lagi berkas-berkas nya. ia melihat Chanyeolyang masih diam. "kajja!" Baekhyun menarik tangan Chanyeol untuk berdiri. Chanyeol berdiri, lalu menepis tangan Baekhyun "ayo cepatlah..."

"me-menjauh dariku..." kata Chanyeol menunduk. Baekhyun terkejut "me-menjauh dariku... aku akan kesana nanti..." Chanyeol belari pergi dari Baekhyun

"Chanyeol-ah!" Baekhyun melihat Chanyeol yang semakin menjauh. Perasaannya tak enak sekaligus bingung.

Chanyeol masuk ke Toilet. Ia sangat kacau, laju jantungnya terlalu cepat. Tapi ia ada operasi, apa yang harus ia lakukan?! ia tak bisa konsentrasi bila seperti ini. "tenang... tenang..." ia perlahan mengeluarkan sebuah foto. Itu foto tua keluarganya. "kakak... apa yang harus lakukan?..." Chanyeol melihat kakaknya.

SKIP

Operasi mungkin berjalan lancar tapi Baekhyun masih khawatir dengan keadaan Chanyeol. "Baek! Baek!" Chen berlari panik menuju Baekhyun

"ada apa?" tanya Baekhyun

"pasien kanker Tiroid yang kita operasi tadi mengalami muntah darah!" kata Chen

"MWO?!" Baekhyun segera berlari munuju kamar pasien, Chen ikut dibelakangnya. Baekhyun masuk dan langsung memeriksa keadaan pasien. "kelihatannya ada kesalahan saat menjahit luka selesai operasi..." Baekhyun mengingat yang ia suruh menutup luka selesai operasi tadi. Ia ingat! "OHH SEHUN!"

Lalu...

BRAK!

Sehun terlihat menunduk "KAU KIRA! SEBERAPA BESAR AKIBAT DARI KESALAHANMU ITU, HAH!" Baekhyun marah-marah.

"mi-mianne... hyung..."

"Kau kira maaf bisa menyelesaikan segalanya?! Masih beruntung pasien masih selamat!" Baekhyun kembali marah "ini sama saja dengan menyambungkan Arteri ke Vena! Dan juga sebaliknya! Kau tau apa yang terjadi?!" kata Baekhyun lagi

"peredaran darah terbalik... darah yang seharusnya menuju jantung menjadi kesuluruh tubuh dan yang harusnya keseluruh tubuh menjadi ke jantung... itu bisa membuat kerusakan parah pada peredaran darah... hal yang paling fatal... adalah pendarahan dalam..."

"ITU KAU TAU!" Sehun semakin menunduk.

"sudahlah Baek... setidaknya pasien itu masih bisa selamat..." kata Chen menenangkan Baekhyun

"tapi_"

"Sehun baru 8 bulan bekerja dirumah sakit ini... biarkan saja! Ini kesalahan seorang junior... kalau aku yang berbuat kesalahan kau baru boleh membentakku seperti itu..." kata Chen

Baekhyun menghela nafasnya. Chen benar, ini kesalahan seorang junior, ia harus mengontrol emosinya. "baiklah... kau kumafkan... tapi berbuat kesalahan lagi! Akan ku cincang kau!" kata Baekhyun menatap tajam Sehun. Ia berjalan keluar ruangan. Didalam terlihat Chen yang memegang pundak Sehun.

Baekhyun berjalan melewati beberapa perawat. Ia masih kesal, makanya ia mencari udara segar untuk memulihkan pikirannya. "dokter Park!" Baekhyun menengok dan melihat Sohee, kelihatannya mencari Chanyeol. Chanyeol?... oh! Iya... ia juga sedang berfikir tentang Chanyeol tadi. Akhirnya ia putuskan mencari Chanyeol. Ia berjalan menuju tangga darurat, ia tak yakin Chanyeol ada disana tapi firasatnya mengatakan Chanyeol ada disana. Ia membuka pintu, dan benar saja Chanyeol memang tengah duduk disalah satu anak tangga dibawah. Baekhyun menghela nafasnya, lalu ia turun berlahan mendekati Chanyeol "sedang apa?"

Chanyeol terkejut "ee... tak ada"

Baekhyun duduk disamping Chanyeol, ia melihat foto yang dipegang Chanyeol "siapa itu?" tanya Baekhyun

"ohh... ini keluargaku" kata Chanyeol "ini eomma, appa, dan hyung..." kata Chanyeol menunjuk orang-orang yang ada difoto tersebut

"kau dimana?" tanya Baekhyun

Chanyeol terdiam "saat pengambilan foto ini... aku belum lahir... orang tua serta kakakku meninggal karena kecelakaan saat aku masih didalam kandungan ibuku... sejak aku lahir, aku memang yatim piatu" kata Chanyeol

Baekhyun sedikit menyesal bertanya. Perlahan tangannya menggapai pundak Chanyeol dan mengusap pundak itu dengan lembut. "mian..."

"tak apa... kau orang pertama yang tau soal ini... jangan beritau siapa pun" kata Chanyeol. Baekhyun mengangguk, ia mengacuhkan jari kelingkingnya. Chanyeol melihatnya dan menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Baekhyun. Mereka lalu tersenyum bersama.

.

.

.

.

.

Baekhyun dan Chanyeol berjalan bersama, karena rumah mereka searah. "jadi kau hanya hidup sendiri?! Berat juga hidupmu..."

Chanyeol menggeleng "aku punya banyak tabungan... jadi tak akan masalah"

Baekhyun tersenyum "iya sih... tapi hidup sendiri itu kan membosankan... apa kau tak bosan?" tanya Baekhyun

"ani... aku punya kero..." kata Chanyeol polos

Baekhyun tertawa pelan "ngomong-ngomong... kau dapat boneka kodok itu dari mana?"

"eum... itu pemberian seseorang" kata Chanyeol "dulu saat masuk taman kanak-kanak seorang gadis memberiku ini... ia mengatakan kalau ini akan membantuku menghadapi segala masalah... dia juga cinta pertamaku..."kata Chanyeol tersenyum tipis

Baekhyun terkejut, entah kenapa hatinya seperti terkena ledakan yang cukup kuat. Baekhyun terdiam menatap tanah

"ada apa?" Chanyeol menatap Baekhyun

"a-ani..." kata Baekhyun kaku sambil menggeleng. Ia lalu menunduk kembali. Mereka berdua berpisah didepan rumah Chanyeol. Baekhyun memasuki rumahnya _disamping rumah Chanyeol_ ia mengganti baju dan berbaring dikasur. ia terus mencoba tidur tapi tak bisa! Pikiran tentang masa lalu Chanyeol terus berputar dikepalanya, "kenapa aku tak bisa lupa soal cinta pertama Chanyeol?" kata Baekhyun "ARGH! Aku tak peduli!" Baekhyun mulai kesal sendiri. Ia benar-benar tak bisa tidur!

.

.

.

.

.

TBC/END?

a/n: Maaf lama BANGET! Lupa mulu sih! Sekali lagi MAAF! /sujut 7 hari 7 malem/