BoBoiBoy dan seluruh karakter yang terlibat di dalamnya itu milik Animonsta Studios! Saya hanya meminjam mereka dalam pembuatan fanfiksi ini.
Warning: Alternative Reality, OOCness, possible typo(s), BL, Crossdressing, Gajeness, DLDR.
Prompt 6: Crossdressing (Thanks to Kalajengking dan Rikanagisa)
.
.
||.||.||.||
.
.
"Hei, apa yang kalian semua akan ikut pesta dansa yang diadakan nanti?" Ying bertanya dengan begitu antusias kepada keempat teman baiknya.
"Tentu saja aku akan ikut! Aku tidak akan ketinggalan pesta kelulusan kita!" Gopal juga begitu antusias.
Yaya menganggukkan kepalanya, menyatakan bahwa ia setuju dengan jawaban yang dilontarkan dari teman bertubuh besar itu. "Dan apa kalian tahu, aku sudah diizinkan oleh panitiannya untuk menyediakan biskuit buatanku untuk dijadikan makanan kecil di pesta nanti!"
Keempat temannya Yaya hanya bisa menjatuhkan keringat dari pelipis mereka sembari mengambil beberapa langkah mundur.
"Nanti kalian akan memakannya, kan?"
Mereka berempat pun—sengaja—bergumam kecil, seolah mereka sedang berpikir. Kita semua tahu bahwa biskuit hasil tangan Yaya sungguh lezat rasanya, karena rasa biskuit itu terlalu lezat sampai berhasil membuat orang yang memakannya langsung tak sadarkan diri dengan wajahnya memucat—hanya makna kiasan saja.
Mereka pun harus berpikir dua kali lipat untuk masalah risiko. Jika mereka menolak untuk tidak memakan biskuit itu, maka mereka semua telah berada diujung tanduk kehidupan, dan jika mereka memaksakan diri untuk memakan biskuit itu, tetap sama saja hidup mereka berada ditunjuk tanduk. Oh, seandainya saja ada pilihan ketiga.
"Ah, mungkin aku akan memakannya…"
Yaya pun histeris bahagia saat mendengar jawaban dari Boboiboy, sementara sisanya hanya bisa terpaku di tempat dengan keadaan rahang bawah mereka jatuh hingga lebar maksimal.
"…tapi dengan satu syarat!" Boboiboy melanjutkan kalimatnya dengan sebuah seringai terukir indah di wajahnya sembari mata cokelatnya menatap Fang yang tepat berdiri di sebelahnya.
"Eh?" Pemuda berkacamata ungu itu menaikkan sebelah alisnya. Entah ini hanya perasaannya saja atau teman yang satu ini mempunyai maksud terselubung.
"Syaratnya apa?" Yaya bertanya pada Boboiboy dengan begitu antusias. Oh bagaimana tidak, baru saja temannya yang mampu memanipulasi ketiga elemen di bumi itu mengatakan bahwa ia akan memakan biskuitnya dengan sebuah syarat.
"Tenang saja, syaratnya tidak terlalu berat." Seringai belum pudar dari wajah Boboiboy.
Lalu Boboiboy memberikan isyarat pada Yaya agar mendekatkan telinganya, dan Yaya pun menurut begitu saja. Ying dan Gopal hanya menatap satu sama lain, mereka telah membuat asumsi kalau teman bertopi jingga itu mempunyai rencana. Sementara Fang mulai mengambil langkah mundur perlahan, oh sepertinya akan terjadi sesuatu pada dirinya.
"Fang!"
Sosok yang dipanggil hanya bisa bergidik ngeri saat Yaya memanggilnya dengan nada tidak biasa. Oh, semoga saja kau selamat dari ancaman, Fang.
"Ikut aku sebentar, yuk!"
Tubuh Fang semakin bergetar hebat, sepertinya sebentar lagi ia akan berada di dalam zona bahaya. Ingin sekali rasanya untuk tidak menuruti perintah Yaya, tapi hasilnya yang ada hanya ia akan menemukan dirinya dengan kondisi berbaring tak berdaya. Yang hanya ia bisa lakukan hanyalah berjalan lesu mengikuti Yaya dari belakang.
"Nah, Ying, Gopal! Mari kita mampir sebentar ke rumahku!"
Suara detik jarum jam terus berdetak telah mengisi ruang tamu di dalam rumah Boboiboy. Sang pemilik mulai menguap, Ying telah memejamkan kedua matanya, dan Gopal telah selesai menghabiskan camilan yang telah disediakan oleh pemilik rumah.
"Hei, Boboiboy! Sebenarnya kita sedang menunggu apa sih?!" tanya Gopsl dengan nada jengkel.
Ying pun ikut menimpali. "Iya… sudah tiga setengah jam kita menunggu di ruangan ini!"
"Sabarlah sedikit, kita sedang menunggu Yaya dan Fang kembali…" Boboiboy membalas dengan nada cuek. "…lagipula memaksanya adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan olehku, jadi aku yakin pasti Yaya akan memenuhi syaratnya dengan mudah—walau butuh waktu selama ini."
Ying dan Gopal kembali menatap satu sama lain sembari mengerjapkan kedua mata mereka. Mereka semakin yakin kalau Boboiboy punya rencana besar.
"Ah, maaf ya aku telah membuat kaliam semua menunggu begitu lama!"
Akhirnya orang yang tengah ditunggu muncul juga. Yaya datang dengan memasang wajah yang berbunga-bunga.
"Apa kau berhasil memenuhi syarat itu?" Pemuda bertopi jingga itu langsung bertanya to the point pada Yaya, dan iapun mendapat jawaban sebuah anggukkan kepala dari gadis yang mengenakan kerudung. "Mana buktinya?"
Yaya mulai menarik napas sepanjang mungkin. "Fang! Sekarang saatnya untuk kau muncul!"
Yang dipanggil namanya oleh Yaya mulai memunculkan diri, dengan guratan merah di wajahnya ia mendekati keempat temannya. Ying dan Gopal kembali menjatuhkan rahang bawah mereka.
"Gothic Loli?!"
"Kenapa? Kalian keberatan?" seru Fang sembari menatap setajam mungkin ke arah Ying dan Gopal. "Yaya yang memaksaku untuk memakai baju ini, jadi memakai baju ini bukan berdasarkan keinginanku." Kemudian matanya beralih menatap Boboiboy dengan tajam. "Ini semua salahmu!"
"Apa?" ujar Boboiboy seolah ialah bukan dalang dari semua ini. "Aku hanya ingin tahu baju itu cocok tidak jika kau yang pakai, dan ternyata kau cocok menggunakannya. Aku memang pandai memilihkanmu baju." Lanjutnya sembari membanggakan diri sendiri. "Ternyata kau kelihatan cantik dan imut jika mengenakannya…"
Fang berdecak kesal walau guratan merah di wajahnya kian menambah. Seharusnya malam menjelang pesta dansanya ini yang tadinya dilanda kebahagiaan tapi kini mengapa harus dilanda dengan kesialan?
"Oh ya, Yaya!" Mata cokelat milik Boboiboy menatap Yaya dengan heran. "Kenapa kau tidak merias wajah Fang sesuai dengan pakaian yang dikenakannya?"
Urat merah perempatan kecil mulai muncul di kepala Fang, sudah cukup ia harus menahan seluruh amarahnya. Jadi pemuda berambut hitam kebiruan itu mengeluarkan seluruh kemarahannya dengan meninggalkan sebuah cakaran penuh dendam dari Harimau Bayangan miliknya.
