BoBoiBoy dan seluruh karakter yang terlibat di dalamnya itu milik Animonsta Studios! Saya hanya meminjam mereka dalam pembuatan fanfiksi ini.
Warning: Semi-Canon, OOCness, possible typo(s), Gajeness, DLDR.
Prompt 10: Di Atas
.
.
.
||.||.||.||
.
.
.
Hari-hari yang dilewati oleh bocah berkacamata ini selalu membuatnya merasakan betapa bosannya hidup ini—tidak ada yang berbeda sedikitpun.
Bangun pagi sendiri, menyiapkan sarapan sendiri, berangkat ke sekolah sendiri, memperhatikan semua materi yang diberikan oleh Papa Zola setiap kali ada kelas Matematika, kembali ke rumah. Prosesnya berulang begitu saja bak sebuah rantai makanan di suatu ekosistem tertentu. Bahkan dirinya saat ini tidak mengerti mengapa proses itu selalu terulang tanpa henti, ia sempat berharap kapan proses itu berhenti untuk tidak mengulangnya.
Dan secercah harapannya itu mulai nampak ketika sosok bocah yang mengenakan topi dinosaurus itu masuk ke dalam kehidupannya itu.
Semisalnya adalah—
"Hei Boboiboy! Bisakah kita pergi dari sini sebelum orang-orang mengetahui apa yang sedang kita lakukan?" ujar Fang jengkel pada seorang bocah yang kini tengah berada di atasnya.
"Tunggu sebentar, aku masih belum selesai di sini." Boboiboy mulai memegang pelan kedua pundak milik Fang, hingga membuat bocah berhelaikan biru keunguan yang mencuat berantakan itu sedikit mengeluarkan erangan.
"Hei! Jangan terlalu keras meremas kedua pundakku!"
Boboiboy mulai memamerkan senyuman khasnya. "Maaf."
Kini Fang harus menahan semua erangan-erangan yang mendesak keluar dari bibir tipisnya saat tubuhnya merasakan sesuatu yang dilakukan oleh bocah bermata cokelat itu, menahan semua rasa sakit yang menusuk tubuhnya. Rasa sakit yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
"Hei! Kalau kau tidak bisa melakukannya dengan baik, biar aku saja yang melakukannya!" Fang mulai mendorong kasar bocah yang berada di atasnya, hingga membuat Boboiboy berpindah posisi dengan bocah berkacamata itu.
Topi dinasaurus milik Boboiboy terlepas begitu saja akibat dorongan kasar yang ia terima, ia mulai mengerutkan keningnya—menatap tidak suka pada bocah yang tengah sedikit memamerkan seringai kemenangan yang sedikit tercetak di wajahnya. Sontak ia membalas dengan memberikan dorongan keras—kembali—hingga membuat mereka bertukar posisi lagi. Giliran bagi Boboiboy untuk membalas seringai yang tadi dilemparkan oleh Fang untuknya.
Boboiboy mulai berdecak bangga. "Memang seharusnya aku yang ada di atas karena kau tidak akan bisa melakukannya."
Fang mulai menggertakkan gerahamnya, mata hitam cermelangnya berkilat marah pada sosok bocah yang kini berhasil kembali merebut kekuasaan untuk di atas. "Awas saja kau—"
"Hei! Ada apa ribut-ribut seperti ini?"
Spontan kedua bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu mengalihkan pandangannya pada sosok lelaki yang sudah berusia lanjut tengah menatap heran pada mereka. Kedua bocah itu pun mulai saling membantu untuk berdiri.
"Tidak ada, Kek. Hanya saja—Boboiboy hanya ingin mengambil kotak yang berada di atas lemari ini saja, tapi Fang tidak mau mengangkatku ke atas agar aku meraihnya dengan mudah …"
"Kau itu berat, dan hanya mengambil kotak itu saja memakan waktu dari sepuluh menit—memang apa susahnya untuk mengambil kotak itu?!"
"Apa katamu!?"
Sebulir keringat jatuh tepat di pelipisnya sang Kakek, sepasang matanya menangkap kedua bocah itu kembali adu mulut yang tidak akan pernah habisnya—menurut persepsinya.
"Kapan ya Drama Korea ini berakhir—?" celoteh sang Kakek yang tidak perlu.
