BoBoiBoy dan seluruh karakter yang terlibat di dalamnya itu milik Animonsta Studios! Saya hanya meminjam mereka dalam pembuatan fanfiksi ini.

Warning: Semi-Canon, OOCness, possible typo(s), little Shōnen-ai/Boys Love, Gajeness, DLDR.

Prompt 13: Es krim dan Strawberry (Thanks to Keita L Sakura and Yuktry The Fantasy Girl)

.

.

||.||.||.||

.

.

Bahkan tidak ada makanan terlezat di dunia selain Donat Lobak Merah—ya, inilah yang dirasakan oleh sang pemanipulasi bayangan ini. Apapun akan dilakukan olehnya hanya demi mendapatkan makanan terlezat di dunia itu.

Semisalnya saja …

"Bi, Donat Lobak Merahnya ada?"

"Maaf, yang terakhir sudah dibeli oleh Boboiboy tadi."

Fang hanya bisa menjatuhkan rahang bawahnya hingga lebar maksimal dengan dramatis saat mendengar pernyataan dari sang penjaga kantin sekolah. Mata hitam dibalik lensa cekung itu mendelik tajam ke arah bocah bertopi dinasaurus yang kini sedang duduk di meja kantin—sepasang matanya tertuju pada sebuah donat dengan topping wortel merah.

Oh. Itu yang diincarnya semenjak tadi.

"Boboiboy …"

Sosok yang dipanggil namanya menoleh ke arah Fang—yang kini sedang berjalan ke arahnya dengan aura ungu gelap yang menyelimuti tubuh bocah berkacamata itu. Berhasil membuat tubuh bocah berambut hitam pendek itu bergidik ngeri.

Berusaha seolah dirinya tidak bersalah sama sekali, Boboiboy bertanya, "Apa?"

"Kau yang mengambil Donat Lobak Merahku—"

Sebelah alis Boboiboy sedikit terangkat. Bocah bertopi dinosaurus itu kembali bertanya, "Maksudnya apa? Aku gagal paham."

"Kau yang mengambil Donat Lobak Merahku yang terakhir!"

Boboiboy hanya merespon dengan membulatkan mulutnya. Kemudian jemari tangannya bersiap untuk menyentuh donat itu, namun Fang langsung menepis tangan Boboiboy. Yang bersangkutan hanya bisa memutar malas kedua mata cokelatnya. "Fang, sebegitukah dirimu jika ingin makan Donat Lobak Merah?"

Bocah berambut biru keunguan itu sedikit menyiritkan keningnya. Jujur saja, ia tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh orang yang selalu merebut posisinya sebagai orang yang paling populer itu.

Dan bocah bertopi itu mengerti sorot mata yang dipancarkan oleh Fang padanya. Sesaat ia menghela napas. "Kau bisa membeli makanan lain—misalnya, sekarang di kantin menyediakan es krim. Jika kau mau, aku akan mentraktirmu …"

Fang sedikit terperejat. Ia melipatkan kedua tangannyaa, memasang pose sedang menimang iming-iming yang diberikan oleh rivalnya itu. Itu bisa membuat dirinya menabung uang sakunya. Akhirnya bocah berkacamata itu menerima traktiran Boboiboy.

Dengan perasaan sedikit senang, sang pemanipulasi bayangan itu duduk di tempat Boboiboy sebelumnya sembari menunggu sang cucu pemilik kedai Kokotiam itu kembali dengan membawa janjinya.

Beberapa menit berlalu, Boboiboy kembali dengan membawa dua cup berisikan es krim. Dengan antusias sang pemanipulasi lima elemen bumi itu menyodorkan salah satu cup yang tengah berada di tangannya. "Silakan! Ini khusus kuberikan gratis!"

Fang mulai mengambil cup itu, sinar keraguan mulai nampak di wajahnya. "Terima kasih—"

Jemari lentiknya memegang sendok kecil yang sudah satu paket dengan cup-nya. Fang mulai mengambil es krimnya dengan sendok itu dan segeranya dimasukkan ke dalam mulutnya. Kedua alisnya saling berkedut. "Rasa stroberi?"

Boboiboy mulai duduk di sebelah Fang. "Itu yang terakhir dijual di kantin." Ia mulai memasukkan es krim itu ke dalam mulutnya. "Lagi pula, rasa stroberi itu seperti kamu—manis-manis masam gitu."

Bocah berkacamata itu sedikit tersedak oleh es krimnya. Mata hitamnya mendelik tajam ke arah bocah di sebelahnya yang kini sedang menghabiskan es krim dalam cup-nya dengan santai, seolah ia tidak pernah mengatakan itu sebelumnya.

Dengan memasang wajah masam, ia kembali memakan es krimnya. Ingatkan dia untuk membuat catatan kecil; setelah ini dia akan mencakar habis wajah Boboiboy dengan Harimau Bayangan.