AN: ah...thanks buat hassan yang udah review chapter 1 dan untuk judulnya ane ga terlalu bisa memikirkannya paling ane ganti jadi dark Kiva king of darkness. Karena setelah berpikir,pikir, dan pikir ane memang ga bisa menyangkal kalo dark Kiva lebih keren dari kive emperor jadi ane memilih dark Kiva sebagai final formnya. Dan karena itu Tatsulot dan jiga zanvat bat yang ada di zanvat sword warnanya bukan kuning melainkan merah hitam bagaiman^^?
Dan langsung saja chapter 2 dari Kiva the king of dark castle...check this out...
Warn and dis see on chapter 1...
.
.
.
Kiva the king of dark castle
.
.
Chapter 2 takdir yang mulai berubah...
Dengan Rias...
"Fuhh..." desah Rias sambil mengusap keringat dikeningnya karena lelah setelah mereinkarnasi Issei itu. "Tak kusangka dia bisa sampai menghabiskan 8 pion." Gumam Rias dengan rasa kagum terhadap pengorbanan yang perlu dilakukan untuk mereinkarnasi pemuda mesum bernama hyodou Issei itu dengan terkejut.
Makin banyak bidak berarti makin tinggi nilai dari kekuatan yang dihidupkan kembali itu...
"Aku berharap banyak padamu Issei." Ujar Rias dengan tersenyum saat melihat wajah Issei yang tertidur lelap sebelum akhirnya menyadari sesuatu tak wajar ditaman itu.
Sesuatu yang tak wajar berbentuk sebuah retakan...
Sesuatu yang tak wajar berbentuk Sebuah retakan yang tergambar ditanah tak jauh dari tempatnya berdiri...
"Ini..." guma Rias yang berjalan mendekati retakan itu untuk mendapat pengelihatan lebih jelas. Dan matanya langsung terbelalak saat melihat gambar yang terbentuk oleh retakan itu yang ada dibawahnya sekarang.
Sebuah retakan ditanah yang membentuk motif sayap kalelawar yang tergambar ditanah dengan ukuran cukup besar dengan diameter lebih dari 10 meter...
Sebuah motif yang hanya berarti satuhal...
"Kiva..." gumam Rias dengan tatapan mata tak percaya sebelum akhirnya ia mulai berlari kecil seperti mencari sesuatu kesekitar taman sebelum akhirnya berhenti karena tak kunjung menemukan apapun.
"Kau dimana Kiva?"
"KivaKumohon jawablah." Pinta Rias dengan raut sedih sebelum kembali mulai mencari.
Next day...
Seperti hari biasanya, damai dikelas 2-b yang tenang dan tentram seperti sebelumnya (diluar dari duo dari trio mesum yang asik berbicara mengenai sesuatu yang mesum, ini adalah sebuah hari yang damai). Setidaknya sampai Issei masuk kekelas raut kacau seperti tengah pusing sebelum akhirnya melempar tasnya keatas meja dan langsung tidur diatasnya.
"Hei, Issei kau itu kenapa? Murung begitu." tanya teman mesumnya matsuda dengan khawatir.
"Bukan apa-apa aku hanya bermimpi aneh saja semalam tentang pacarku Yuma." Jawab Issei dengan nada malas tanpa melepaskan kepalanya yang sudah dalam posisi tidur diatas meja itu.
"Pa...car?" gumam matsuda dan motohama.
"Ya, mimpi yang aneh sekali." Ujar Issei yang bermaksud curhat kepada kedua temannya tentang mimpinya semalam itu sebelum didahului kedua temannya itu yang bertanya.
"Memang kau pernah punya pacar Issei?" tanya kedua teman mesumnya itu secara bersamaan dengan wajah polos.
"Tentu saja aku punya. Aku mengenalkannya pada kalian kemarin kan?" ujar Issei yang merasa tengah dikerjai oleh kedua temannya ini yang pura-pura tidak ingat.
"Pada kami? Kapan? Kau yakin kau tidak sedang bermimpi?" tanya balik motohama yang merasa tak pernah dikenalkan oleh Issei kepada pacarnya itu atau apalah.
"Kalian pasti bercanda!? Aku baru saja mengenalkannya kemarin kepada kalian." Ujar Issei yang langsung bangun dari mejanya dengan ekspresi tak percaya.
"Ma, ma, ma, tenanglah Issei, ini kau yang kita bicarakan. Tidak mungkin kau sampai memiliki pacar bukan?" ujar matsuda yang bermaksud mencairkan yang malah membuat Issei kesal.
"Sungguh, aku mengenalkannya kepada kalian kemarin. Masa kalian tidak ingat apapun sih? Bahkan aku mengenalkannya ke Ryu juga, iya kan Ryu?" tanya Issei kepada Ryu yang sedang duduk memaca buku disebelahnya itu.
"Aku tidak tahu dan tidak peduli." Ujar Ryu dengan singkat dan datar tanpa melepaskan pandangannya dari buku yang tengah dibacanya itu yang langsung membuat Issei drop.
"Bohongkan?" gumam Issei yang kehilangan kepercayaan diri saat mendengar teman sebelahnya berkata seperti itu. "Tunggu, aku juga menyimpan nomornya juga kalau tak salah. Biar aku tunjukan pada kalian." Ujar Issei yang masih belum menyerah dan mencoba mencari dihapenya.
'Hilang?' batin Issei dengan rasa tak percaya. Hilang semua kontak dan alamat Yuma yang dia simpan disana menghilang.
"Kau yakin sedang tak mimpi disiang bolong?" tanya motohama dan matsuda yang mengintip dari belakang Issei untuk melihatnya yang masih sibuk mencari.
"Sungguh, aku tidak berbohong." Ujar Issei yang masih belum menyerah dan terus mencari hingga suara teriakan para siswi menghentikannya.
"Kiba-kun!"
"Kau mau makan siang dengan kami?"
"Kiba-kun lihat kemari dong."
Teriak histeris para siswi saat sang supernova akademi kuoh, yuuto Kiba, masuk kedalam ruang kelas mereka. Ia adalah seorang pemuda berparas tampan dengan rambut pirang yang terkenal oleh keramahan dan sifatnya keseluruh penjuru kuoh. Wajah tampan dan tutur kata yang sopan dan penuh keanggunan telah menaklukan banyak hati wanita.
"Cih, si supernova terkutuk." Kutuk trio mesum secara bersamaan dan kompak terhadap pemuda berambut pirang yang baru masuk itu.
"..."
"Maaf, tapi hari ini aku ada kegiatan klub." Ujar Kiba dengan sopan menolak tawaran para siswi yang mengerumuninya itu dengan sopan, sebelum akhirnya menuju kearah trio mesum. "Hyodou Issei-kun?(ya?) buchou punya urusan denganmu sebentar. Bisakah kau ikut denganku." Ajak supernova itu dengan sopan yang menghasilkan kritik pedas dari para siswi yang tak menduga ini.
"Kenapa Kiba-kun berbicara dengan trio mesum itu."
"Hati-hati Kiba-kun, nanti virus mesum mereka menular."
"Sebaiknya kau menjauhi mereka Kiba-kun."
Itulah perkataan atau peringatan yang datang dari para siswi untuk Kiba agar tak terlalu dekat dengan trio yang membawa virus jelek itu terlalu lama. Yang alhasil menghasilkan teriakan kesal dari trio mesum yang memcoba membela diri mereka.
"Berisik! Nanti aku akan ku gerayangi kalian dalam imaginasiku!"
"Mesum bukanlah dosa!"
"Ya, benar mesum adalah bagian dari pria!"
Teriak trio itu tanpa rasa malu yang menghasilkan sweatdrop dikepala Kiba dan Ryu yang mendengarkan dan pandangan jijik dari semua siswi yang ada disana.
"Sa, ayo kita berangkat sekarang Issei-kun." Ajak Kiba sekali lagi yang kembali ketopik awalnya yang ditanggap negatif oleh Issei.
"Tidak mau...Kenapa juga aku harus ikut dengamu?" ujar Issei dengan nada tak senang dan penuh aura kebencian dan kecemburuan yang diarahkan kepada Kiba yang sweatdrop karenanya.
"...bagaimana menjelaskannya ya?" gumam Kiba yang bingung bagaimana untuk meyakinkan pemuda didepannya ini untuk ikut dengannya.
"Sebaiknya kau ikut saja dengannya." Ujar Ryu menyarankan tanpa melepas matanya dari buku yang sedang dibaca.
"Kenpa aku harus ikut dengan supernova sialan ini?" tanya Issei dengan kesal kepada Ryu yang ada disampingnya itu sambil menunjuk kearah Kiba yang hanya bisa kembali sweatdrop dibuatnya.
"Coba kau pikirkan. Saat dia berkata buchou, berarti ketua klub memanggilmu dan klub yang diikuti orang ini adalah ..." ujar Ryu menjelaskan dengan logic dan memberi sebuah teka-teki kepada Issei dan kawan-kawan yang berpikir sejenak akhirnya sebelum tahu apa yang dimaksud pemuda yang masih membaca buku dimejanya itu.
"Baiklah kami akan ikut!" teriak mereka bertiga secara bersamaan yang mengejutkan Kiba.
Ya, mereka menyadari secara bersamaan apa yang dimaksud oleh Ryu tadi. buchou itu berarti ketua klub yang diikuti Kiba dan klub yang diikuti orang ini adalah ... ...
Klub penelitian hal gaib, klub yang berisi dua gadis tercantik diakademi ini Rias gremory dan himejima Akeno!
"...ha." desah lelah Ryu sambil membalik halaman buku yang dibacanya itu dengan mata datar.
"Maaf, tapi yang boleh ikut hanya Issei-kun saja, jadi maaf." Ujar Kiba meminta maaf karena hanya Issei sajalah yang diizinkan untuk ikut.
"He,Kenapa?" tanya matsuda dan motohama secara bersamaan dengan nada kecewa.
"Heheheh... kalo begitu aku duluan teman-teman." Ujar Issei dengan senyum kemenangan sambil menyeret Kiba untuk memimpin jalannya.
"Brengsek kau Issei!" teriak kesal kedua mesum yang ditinggalkan itu dengan histeris didalam kelas.
"... ini akan jadi hari yang panjang."
Scene change, depan bangunan sekolah yang lama...
"Ini..." gumam Issei yang kini berdiri didepan gedung sekolah lama itu bersama Kiba dengan rasa tak percaya. Satu gedung, untuk satu klub? Sungguh dirinya takkan pernah mengerti cara berpikir orang kelas atas seperti Rias-senpai.
"Nah, ayo kita masuk." Ajak Kiba sambil membukakan pintu depan untuk Issei.
#Flashback, ruang klub penelitian hal gaib sebelum Issei dipanggil Kiba...
"Buchou, kau tak apa-apa? Kau terlihat sangat lelah?" tanya Akeno kepada ketua klubnya Rias gremory yang baru saja kembali pagi ini dan nampak begitu lelah.
"Tidak, aku tidak apa-apa. Hanya kelelahan saja tak usah dipikirkan." Jawab Rias sambil merebahkan diri dikursi ketua klub dengan lelah dan memijat kepalanya.
"Oh iya buchou, Kalau boleh kami tahu kau mencari apa buchou semalam, hingga pulang pagi begini?" tanya Kiba dengan penasaran karena semalam ketua klubnya mengatakan bahwa ia akan mencari sesuatu yang ia bilang penting itu yang tentu membuat siapapun penasaran karenanya.
Apa yang begitu penting hingga raja mereka menghabiskan semalaman hanya untuk mencarinya sesuatu itu aja...
"... itu." gumam Rias yang bingung harus memulai darimana untuk menjelaskan kepada peeragenya mengenai apa yang dicarinya itu. Ya, dia memang menyampaikan kepada para bawahannya melalui hewan peliharaannya bahwa ia akan pulang terlambat karena mencari sesuatu. Tapi ia tak pernah mengatakan apapun mengenai apa yang dicarinya itu kepada bawahannya.
"Mungkinkah... kau mencari Kiva, buchou?" tanya Akeno yang langsung kena kepoint utama tebakannya itu, yang tampaknya tepat kena sasaran jika melihat dari ekspresi Rias yang terkejut saat dirinya menyebutkan nama itu.
"Akeno, bagaimana kau bisa tahu?" tanya Rias dengan heran kepada queennya itu yang seakan bisa membacanya dengan jelas seperti sebuah buku.
"Ara, ara, sepertinya tebakanku benar." Ujar Akeno yang memasang senyum seperti biasanya karena senang berhasil mengoda Rias dengan tebakannya.
"Ugh..." Rias hanya bisa memasang wajah terganggu saat menyadari dirinya tengah dikerjai lagi oleh queennya itu.
"Mencari Kiva?" tanya Koneko dengan tanda tanya.
Ya, tentu mereka semua mengetahui tentangnya, Kiva. Sang raja monster legendaris yang dahulu berhasil mengalahkan legendorga dan menjadi puncak terkuat diantara para monster. Dengan kekuatan yang luar biasa yang konon dapat memusnahkan seluruh dunia dengan mudahnya, Kiva menjadi sosok yang paling ditakuti dan disegani dan mendirikan kerajaan fangire yang berjaya selama ratusan tahun...
Namun tiba-tiba ia menghilang...
Kiva, dia menghilang tanpa jejak sekitar 100 tahun yang lalu bersama dengan kerajaannya. Tak ada yang tahu alasan atau sebab dari menghilangnya kerajaan kuat itu yang tiba-tiba saja menghilang begitu saja. Ada yang bilang mereka pecah dalam perang saudara sehingga kerajaan runtuh, ada juga rumor yang beredar bahwa pewaris Kiva waktu itu tak mau meneruskan kerajaan dan bunuh diri, dan banyak lagi rumor tak jelas beredar tentangnya...
Tapi ada satuhal yang pasti. Kiva, ia tak pernah muncul lagi semenjak itu dan karenanya ia sudah dianggap sebagai mitos...
Jadi kenapa king mereka masih mencari sosok yang telah menghilang itu?
"Hm... itu sulit untuk dijelaskan Koneko-chan. Tapi buchou kita pernah berkata kalau ia dulu pernah bertemu dengannya sekali. Meski aku sendiri tak yakin tentang itu." jelas Akeno menjawab pertanyaan Koneko dengan wajah turut berduka cita untuk buchounya yang malang yang masih mengejar ilusinya cinta pertamanya itu sampai sekarang.
"Aku sungguh pernah bertemu dengannya." Teriak Rias mencoba membela dirinya dari godaan Akeno.
"Tapi apa buchou pernah bertemu dengannya lagi setelah itu? atau setidaknya bukti kalau kau pernah bertemu dengannya?" tanya Akeno yang langsung membuat Rias kalah tertunduk murung.
"Haaa..." Akeno hanya bisa mendesah lelah dengan sifat kingnya ini yang terkadang masih kekanak-kanakan dan masih terus mencoba mengejar hal yang belum pasti keberadaannya itu.
"Tapi hari ini aku menemukan sebuah petunjuk. Petunjuk yang menunjukan bahwa Kiva benar-benar ada, dan dia ada dikota ini." Ujar Rias yang belum menyerah dan mencoba menunjukan kartu asnya yang berwujud sebuah foto dari kantungnya.
Sebuah foto dari lambang Kiva yang ia temukan semalam ditaman yang ia tunjukan kepada Akeno.
"Ara... sungguhan?" guma Akeno dengan rasa tak percaya dengan apa yang dilihatnya itu.
Sebuah retakan ditanah yang membentuk lambang sayap kalelawar yang sama persis dengan lambang yang ditulis dibuku sejarah mereka, sebuah lambang yang menjadi lambang kerajaan Kiva.
"Bagaimana? Aku tak berbohong kan? Kiva sungguh-sungguh ada." Ujar Rias dengan bangga karena sudah merasa dirinya telah menang.
"Lalu apa kau berhasil bertemu dengannya, buchou?" tanya Kiba yang juga ikut melihat foto yang dipegang Akeno itu bersama dengan Koneko yang membuat Rias langsung lesu saat ditanyakan mengenai itu.
"Itu dia... aku tidak berhasil bertemu dengannya meski sudah mencarinya semalaman." Gumam Rias dengan nada kecewa.
"Kalau begitu kita mulai dari nol lagi?" tanya Akeno yang pernah mengalami ini dimana Rias mengatakan dia telah menemukan pentunjuk mengenai Kiva namun berakhir dengan nihil dimana mereka tak mendapatkan apapun setelah mencari berhari-hari.
"Tidak, kali ini takkan berakhir nihil. Karena aku masih punya satu pentunjuk lagi." Ujar Rias yang masih tak menunjukan tatapan menyerah dan masih ingin berusaha. "Kiba, kau pergilah ke kelas Issei sekarang dan bawa dia kemari." Perintah Rias kepada knightnya.
"Issei-kun? Kenapa?" tanya Kiba dengan tanda tanya.
"Karena aku menemukan tanda ini tak jauh dari tempat Issei terbunuh semalam. Dan aku yakin ia mempunyai petunjuk tentangnya, Kiva." Ujar Rias yang menarik kesimpulannya sendiri.
"... baiklah, kalau begitu saya permisi dulu buchou." Pamit Kiba yang bermaksud menjemput Issei.
"Ara, ara, buchou kau tampak semangat sekali hari ini. Mungkinkah, mendapatkan petunjuk tentang keberadaan cinta pertamamu itu benar-benar membuatmu sangat bersenang." Ujar Akeno yang mengoda ketua klubnya itu sambil tersenyum senang.
"B –berisik, itu bukan urusanmu akeno. Aku mau mandi dahulu." Ujar Rias yang pergi menuju kamar mandi diruang klubnya itu dengan wajah memerah.
'Hm... sudah lama aku tak melihat Rias sesenang itu, pasti menemukan petunjuk tentang Kiva sangatlah berarti untuknya.' Batin Akeno yang melihat kearah Rias yang berjalan menuju kamar mandi itu dengan senyum lega diwajahnya.
'Kiva ya, mungkin ini akan menarik.' Batinnya kembali dengan tersenyum yang kini berubah menjadi senyum menyesatkan diwajahnya.
#End flashback...
"Jadi ini ruang klubnya?" gumam Issei saat memasuki ruang klub dengan rasa kagum.
Sebuah ruangan yang cukup besar dan rapi dengan gaya eropa kuno. Ada satu meja besar seperti meja kepala sekolah lengkap dengan kursi dibagian belakangnya, dan ada satu meja dikelilingi 3 sofa merah dibagian tengah. Dan diatas salah satu sofa itu duduk seorang gadis kecil loli berambut putih pendek dengan hiasan kepala berbentuk kepala kucing hitam duduk disana.
'M –mungkinkah...' batin Issei yang mengenali sosok gadis loli itu dengan sangat.
'Murid kelas 1 dengan tubuh mungil dan wajah loli yang tiada tara. Bukan hanya menjadi maskot untuk para lelaki ia bahkan terkenal digolongan perempuan, Toujo Koneko!' teriak Issei dalam batinnya menjelaskan lengkap tentang gadis yang ada didepannya itu.
"Issei-kun, perkenalkan dia adalah Koneko-chan(sudah tahu bocah cantik). Koneko-chan, perkenalkan ini Issei-kun." Ujar Kiba saling memperkenalkan dua temannya itu yang direspon anggukan kecil oleh Koneko sebelum kembali melanjutkan makannya.
'Ya, tak salah lagi itu benar-benar dia.' Batin Issei dengan hati berbunga-bunga karena merasa seperti kejutan saja mendapati Koneko juga ada diklub ini.
"Ara... sudah datang ya?" gumam Akeno yang ada didepan pintu masuk kamar mandi saat menyadari kedatangan Issei.
'Tunggu pintu masuk kamar mandi?' batin Issei saat melihat kearah kamar mandi yang tengah digunakan seseorang didalamnya itu. "Ada kamar mandi didalam ruangan klub..." batin Issei dengan sweatdrop dikepala saat melihat kearah kamar mandi itu.
"Selamat datang hyoudo Issei-kun. Kupanggil Issei-kun tak apa-apa kan?" tanya Akeno yang berjalan mendekati Issei sambil tersenyum.
"Ya, tentu tak masalah." Jawab Issei dengan gugup karena saat ini 2 dari 3 wanita tercantik diakademi ini tengah berdiri didepannya, tepat didepannya.
"Ara...ara...tak perlu gugup seperti itu santai saja Issei-kun." Ujar Akeno yang tertawa kecil melihat tingkah gugup Issei yang tergolong lucu.
"Akeno... bisa kau tolong ambilkan handuk dan seragam gantiku." Panggil seseorang dari dalam kamar mandi kepada Akeno yang tengah menyapa Issei.
'Suara tadi... mungkinkah...' batin Issei yang berdebar-debar saat berpikir siapa pemilik suara dari dalam kamar mandi itu.
"Ya, tentu buchou." Jawab Akeno yang berjalan menuju lemari dan mengambilkan beberapa pakaian ganti dan handuk untuk ketua klub mereka yang ia serahkan langsung kepada ia yang ada dibalik tirai putih pintu masuk kamar mandi itu.
"Terima kasih Akeno." Ujar Rias saat mengambil pakaian itu dari balik tirai.
"R –r-Rias-senpai!" teriak Issei kegirangan saat yakin siapa yang ada didalam kamar mandi itu. Ya, Yang ada didalam sana benar-benar adalah Rias gremory, gadis idamannya dan merupakan kandidat pertama yang ada dalam pikirannya saat memikirkan tentang kerajaan harem.
"Ini benar-benar klub terhebat yang pernah ada!" teriak Issei dengan wajah mesum girang yang sangat senang karena saat ini ia dikelilingi gadis-gadis impiannya.
"Menjijikan." Itulah komentar tajam dan datar langsung dari Koneko saat melihat tinggkah Issei.
"Hahaha, maaf." Dan Kiba yang entah kenapa malah menjadi yang minta maaf karena tinggkah Issei yang dibawanya.
"Fufufu..."
Skip time, beberapa menit kemudian...
"Selamat datang hyoudo Issei-kun, di klub kami klub penelitian hal gaib. Tapi, sebenarnya itu hanyalah kamuflase, sekedar hobi saja. Jadi sekarang aku akan langsung keintinya Issei. Kami semua yang ada disini adalah iblis." Ujar Rias yang berdiri didepan meja ketua menghadap keseluruh pendengarnya(Issei, Kiba, Koneko dan Akeno.) yang duduk disofa tamu yang disediakan(kecuali Akeno yang berdiri disamping Rias.).
"He?" hanya itulah yang keluar dari mulut Issei saat mendengar penjelasan singkat dari ketua klub, Rias gremory.
...
...
Sementara itu diluar gedung sekolah lama, tepatnya diatas atap gedung sekolah baru. Tanpa disadari satupun orangpun. Disana berdirilah seorang pemuda yang memakai hoodie hitam yang melihat kearah ruangan klub dengan wajah datar tanpa ekspresi.
Ia yang melihat kearah Rias dan yang lainnya yang ada diruangan klub penelitian hal gaib itu seperti tengah mengamati mereka sebentar sebelum akhirnya pemuda itu berbalik dan berjalan pergi begitu saja tanpa berkata apapun.
Tidak, ia tak perlu mengatakan apapun karena mereka pasti bisa menanganinya sendiri...
End chapter...
.
.
.
AN: Yosh berakhir sudah chapter 2 nya dan sedikit info mengenai form kiva...
Penjelasan form Kiva:
Kiva form :
Tinggi : 200 cm
Berat : 98 kg
Punch power : 6 ton
Kick power : 8 ton(30 ton lebih jika mengunakan darkness moon break)
Max jump : 90 meter
Max running speed : 100 meter per 6 second.
Wujud awal yang selalu digunakan Kiva pertama kali saat berubah. Dengan mengunakan kekuatan dari Kivat melalui gigitan. Kiva, ia bisa mengakses kekuatan dari armor Kiva form lengkap dengan pembatas yang disebut catena chain untuk mengendalikan jumlah energi yang dikeluarkan dengan cara itu. Dalam armor ini Kiva mampu mengeluarkan kemampuannya bertarungan dengan maksimal (termasuk kekuatan king) dan tubuh Ryu juga terlindungi oleh armor ini yang juga memiliki kemampuan melihat dalam gelap dan juga jarak jauh(meski tak sejauh Kiva bashaa) melalui visor yang dipanggil omnilens.
Dalam wujud ini Kiva dapat mengunakan serangan pamungkas yang bernama darkness moon break. Dimana ia memasukan peluit wake up kedalam mulut Kivat, dimana Kivat akan mulai memainkan nada wake up lalu kemudian terbang dan memutuskan semua rantai yang mengikat kaki kanan Kiva yang dikenal sebagai hell gate.
Dan dengan membuka rantai serta logam lucifer yang membungkus kaki kanannya itu, Kiva dapat langsung memberikan tendangan dengan kekuatan sekitar lebih dari 30 ton kepada lawannya dan meninggalkan simbol Kiva tepat dimana ia menendangkan darkness moon breaknya.
Yosh sekian dulu ya semua, jangan lupa review dibawah ini ya ^^ see ya /
