AN: haaa males ngomong jadi langsung check aja sendiri chapter 3 Kiva the king of dark castle. Check this out...

Warn and dis : see in chapter 1

Kiva the king of dark castle

.

.

Chapter 3 raungan werewolf dibulan purnama dan sebuah pertemuan kembali...

Ruang klub penelitian ilmu gaib...

Setelah beberapa penjelasan panjang dari Rias yang tergolong panjang dan jujur itu terlalu rumit untuk Issei. Akhirnya Issei mengerti dengan apa yang terjadi pada dirinya.

Pertama yuma-chan pacarnya, tidak mantannya itu ternyata adalah malaikat jatuh yang mendekatinya dengan tujuan tertentu dan kemudian membunuhnya, kedua dalam sekarat tak sengaja Issei memanggil Rias-senpai yang memutuskan menyelamatkan hidupnya dengan mereinkarnasikan dirinya sebagai iblis, dan ketiga alasan mengapa dirinya diserang oleh yuma-chan waktu itu adalah sacred gear, sebuah kemampuan khusus yang ada pada dirinya yang awalnya ia tak begitu mempercayainya hingga Rias-senpai menyuruhnya untuk mencoba mengeluarkannya yang mengejutkan Issei karena benar-benar muncul sacred gear itu, dalam bentuk sarung tangan merah yang membungkus tangan kirinya dengan orb hijau diatasnya.

Dan yang terakhir dan paling menarik perhatian Issei adalah mengenai sistem iblis kelas atas yang dijelaskan Rias-senpai. Dimana mereka ada pada tinggkat dimana mereka bisa memiliki pelayannya sendiri(belum lagi bebas melakukan apapun terhadap pelayannya itu). Dan tentu itu ditanggapi Issei dengan penuh semangat, karena dengan mencapai kelas iblis tinggkat atas itu artinya dia bisa selangkah lebih dekat pada impiannya, king harem.

"Huhuhuhuhu..." tawa Issei yang menyeramkan yang mengema keseluruh ruangan klub. "Yosh, aku akan menjadi iblis dan menjadi king harem!" teriak Issei dengan tiba-tiba dan penuh semangat sambil meninjukan kedua tangannya keatas.

"Ya, tentu kau bisa Issei dengan berjuang keras aku yakin kau pasti bisa mencapai impianmu itu." ujar Rias yang menyemangati Issei dan tak bisa tak tersenyum oleh sifat antik bidak barunya ini.

"Hentai." Hanya satu kata itulah yang keluar dari mulut koneko yang melihat kearah Issei dengan mata datar setengah terbuka.

"Hahahahahahahaha! Iblis atau bukan aku akan menjadi raja harem!" teriak Issei yang sama sekali tak memperdulikan bisikan sekitarnya yang membuat seisi ruangan sweatdrop.

"Fufufufu... sepertinya kau mendapat bawahan yang menarik buchou." Goda Akeno sambil tertawa kecil melihat aksi Issei yang tak tahu malu itu yang hanya bisa membuat kingnya menghela nafas panjang.

"Oh iya, benar juga. Issei, ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu." Ujar Rias yang menarik perhatian Issei yang tadi tengah berdebat mengenai membuang atau tidak koleksi berharganya dengan dirinya sendiri itu.

"Ng? Apa itu Rias-senpai?" tanya Issei dengan polos.

"Bukan senpai, tetapi buchou kau harus ingat itu Issei." Ujar Rias membenarkan panggilannya.

"Heee..Buchou? kenapa tidak onee-chan saja? Itu terdengar lebiih baik bukan." Pinta Issei dengan memelas karena merasa panggilan itu kurang terdengar imut ditelinganya.

"Tidak, harus buchou. Semua orang disini memanggilku begitu, jadi kau juga harus sama." ujar Rias yang sudah final dan tak mau berkompromi lagi mengenai cara Issei memanggilnya, jika tidak ia akan tidak adil kepada seluruh bawahannya.

"Hai..." jawab Issei dengan tak bersemangat.

"Nah Issei, disaat kau sekarat waktu itu, apa kau melihat sesuatu?" tanya Rias yang kembali kepokok pertanyaannya.

"Sesuatu?" gumam Issei dengan tanda tanya.

"Ya, sesuatu apapun itu tak masalah." Sambung Rias dengan ekspresi serius.

"Hm..." tak langsung menjawab, Issei mencoba mengingat dengan memasang pose berpikir untuk mencari didalam ingatan kepalanya yang mesum. "Sesuatu ya..." gumam Issei kembali yang tampak masih berusaha mengingat keras.

"Ah!" gumam Issei yang mengingat sesuatu.

"Kau ingat sesuatu?" tanya Rias yang berharap dari ekspresi wajah Issei yang tammpak serius itu.

"Ya, yang kulihat disaat sekaratku adalah..." mulai Issei dengan wajah sangat serius yang membuat yang lainnya tak sengaja ikut terbawa. "Bochou no oppai(dada ketua)." Finish Issei dengan ekspresi yang berganti dengan sangat cepat dari serius ke mesum yang membuat semua suasana serius yang dibangunnya menjadi hancur.

Buaaakkk!

Dan 0.7 detik, itulah waktu yang diperlukan untuk koneko untuk meninju wajah pemuda SMA ini hingga menempel ketembok karena tingkah mesumnya. Bagaimana bisa disaat sekarat pemuda berambut coklat ini masih sempat-sempatnya memerhatikan dada orang lain? Itu adalah sebuah misteri bahkan untuk iblis seperti mereka.

"Mesum." Gumam koneko dengan datar seperti biasa setelah meninju dan membenamkan pemuda mesum bernama hyodou Issei ketembok klub dengan posisi yang teraneh.

"M - m –maaf..." gumam Issei yang tengah berada dalam rasa sakit itu dengan muka lebam karena tinju yang cukup keras dari rook peerage Riass Gremory.

"Haa... begitu ya." Desah Rias dengan lemas seakan kehilangan harapan. "Ya sudahlah tak apa-apa mau bagaimana lagi." Ujar Rias dengan senyum yang tampak sedih diwajahnya.

'Buchou...' batin Akeno yang tak bisa tak iba melihat king dan teman masa kecilnya seperti ini lagi. Dimana ia kehilangan jejak dari orang yang selama ini dicarinya setelah berusaha keras untuk mencarinya.

Kehilangan jejak cinta pertamanya kembali...

"Ah, benar juga, sewaktu itu jika aku tak salah aku juga melihat sosok yang benar-benar aneh. Ia memakai armor bermotif kalelawar perak dengan rantai ditubuh dan kakinya." Ujar Issei dengan polos setelah kembali pulih dari serangan koneko yang langsung mengembalikan harapan Rias tanpa ia sadari.

"Seseorang dengan armor kalelawar perak? Sungguh?" tanya Rias memastikan.

"Ya, bagitulah meski aku tak terlalu mengingatnya karena pandanganku kabur. Tapi tak salah lagi dia berarmor kalelawar perak dan muncul begitu saja entah darimana dan melemparkan yuma waktu itu tanpa menunjukan sedikitpun kesulitan saat melakukannya." Jawab Issei dengan sedikit menambahkan detail.

"Buchou, mungkinkah dia..." gumam Kiba yang menduga-duga siapa sosok yang dimaksud Issei itu.

"Ya, tak salah lagi, dia Kiva." Jawab Rias yang kini tanpa sadar tersenyum senang. "Dan dia ada disini, dikota ini..." gumam Rias yang tampak sangat bahagia dan tanpa sadar tertawa kecil yang membuat Issei semakin bingung.

Kiva? Siapa dia? Dan apa hubungannya dengan Rias-senpai?

Itulah pertanyaan yang kini teringang didalam kepala hyodou Issei yang hanya bisa terbengong saja melihat tingkah gadis idamannya itu yang tak pernah dia lihat selama ini. Senang, bahagia dan tampak sangat puas setelah mendengar penjelasan darinya tadi.

Penjelasan tentang sosok berarmor kalelawar vampire perak itu...

"Ano... buchou." Panggil Issei yang mengumpulkan kebaranian untuk bertanya. "Kiva, dia itu siapa?" tanya Issei dengan polosnya.

Skip time, malam dengan Issei...

"Haa... perjalanan untuk mencapai raja harem memang berat." Gumam lelah Issei yang tengah dalam perjalanan pulang dengan membawa 3 buah box berisi kertas selebaran yang harus ia sebar sebagai bentuk tugas pertamanya sebagai iblis.

#Flashback...

"Semua ini?" teriak Issei dengan rasa tak percaya saat melihat tumpukan box berisi selebaran yang harus ia sebar.

"Ya, ini adalah bentuk pertama dalam membentuk kontrak. Dan tugas pertamamu adalah menyebarkannya semua." Ujar Rias dengan tenang menjelaskan kepada Issei yang memasang wajah pucat.

#End flashback...

'Menyebarkan ini semua ya...' batin Issei dengan setengah hati sambil melihat kearah 3 kardus penuh selebaran yang dibawanya.

Next day...

"Tolonglah Ryu!" pinta Issei kepada siswa yang tengah duduk membaca buku diatap itu dengan sangat memelas. "Kalau kau tak membantuku, bisa-bisa aku harus mengikuti kelas tambahan sepulang sekolah. Jadi tolonglah." Pinta Issei sekali lagi dengan sangat dan sangat kepada Kurenai Ryu yang dijuluki sebagai si anak hantu itu untuk menyelamatkannya dari kelas tambahan.

"Lalu, apa hubungannya denganku?" tanya Ryu dengan datar dan terkesan tak peduli.

"Ng... kau kan murid terpintar yang kukenal, jadi kurasa kau mungkin mau menolongku." Ujar Issei menjelaskan alasannya meminta tolong kepadanya.

"Tidak mau." Ujar Ryu secara langsung dan spontan yang membuat Issei menangis secara anime.

"Tapi tolonglah Ryu, aku benar-benar memerlukan pertolonganmu kali ini."pinta Issei sekali lagi yang masih berharap kepada temannya ini. Ia yang masih harus menyebarkan selembaran yang diberikan Rias-senpai kemarin dan hanya bisa berharap kepada teman pintarnya satu ini untuk membantunya lolos dari pelajaran tambahan. Jika tidak, maka jalan yang ia harus tempuh untuk mencapai impiannya akan semakin jauh dan ia tak mau itu, karena itulah ia meminta bantuan dari si anak hantu jenius, Kurenai Ryu.

"Haaa... menyusahkan saja." Desah Ryu yang merogoh tas disampingnya dan mengeluarkan buku catatan serta pulpen.

"Ini, adalah materi yang kemungkinan keluar saat ujian remedial jika berdasarkan materi yang diberikan, pribadi dan sifat para guru. Dan jika kau memperlajarinya sekarang kau masih mungkin akan pass diujian remedial nanti, meski dengan nilai pas-pasan. Mungkin." Ujar Ryu sambil menyerahkan catatan yang baru saja ia tulisi materi yang mungkin keluar didalamnya itu kepada Issei.

"Sungguh?" tanya Issei dengan mata berbinar yang dijawab anggukan oleh Ryu. "Horeee! Dengan begini aku takkan tertinggal terlalu jauh dari impianku." Teriak Issei dengan kegirangan sambil melompat-lompat dan berjalan menuju pintu atap dengan wajah gembira.

"Terima kasih ya Ryu!" teriak Issei yang tak lupa berterima kasih kepada temannya itu sebelum akhirnya pergi.

...

"Anak itu benar-benar tak tahu kapan harus belajar ya..." desah Ryu yang kembali membuka buku yang tadi dibacanya.

"Tapi kau yakin dengan ini Ryu?" tanya seseorang dari atas Ryu. Tidak, lebih tepatnya seekor, seekor mechanical bat yang lebih akrab dipanggil Kivat itu yang tengah terbang diatas Ryu. "Membiarkan iblis dan malaikat jatuh itu bertindak semaunya? Kau tak merasa terganggu?" tanya partnernya itu yang kini hinggap dipundak kirinya.

"Tidak Kivat, ak tak terlalu memikirkannya. Lagipula aku yakin mereka akan bisa mengambil tindakan sendiri jika terjadi sesuatu." Ujar Ryu dengan ekspresi kosong sambil melihat kearah bangunan sekolah lama.

...

Skip night time, dengan Issei...

"Kau sudah selesai?" gumam Akeno dengan rasa tak percaya saat melihat box yang telah kosong yang dibawa Issei itu.

Ya, setelah menyelesaikan ujian remdial dimana ia lulus pas-pasan berkkat bantuan Ryu. Issei ia langsung pergi dan menyebarkan seluruh lembaran itu tanpa istirahat(ini semua untuk harem) yang akhirnya (setelah lebih dari 3 jam lebih berkeliling kota) semuanya habis juga.

"Kalau untuk mendirikan kerajaan haremku, ini bukanlah masalah besar." ujar Issei menyombongkan dirinya. "Jadi, apa sekarang aku sudah boleh mengambil kontrak?" tanya Issei yang sudah tak sabaran dengan langkah selanjutnya.

"Tidak, itu bisa menunggu nanti Issei." Ujar Rias yang baru masuk keruangan klub.

"Sekarang kita punya tugas yang lebih penting. Tempat persembunyian iblis liar vice telah ditemukan, dan kita diminta untuk memusnahkannya langsung dari atasan, jadi kita sekarang akan kesana." Ujar Rias sambil memberi isyarat kepada queennya untuk mempersiapkan lingkaran teleportasi.

"Iblis liar?" gumam Issei yang baru mendengark kata itu.

Scene change, rumah tua tak terpakai dipinggir kota...

"Iblis liar itu apa?" tanya Issei dalam perjalanan menuju persembunyian iblis liar vice yang merupakan rumah tua kotor yang tampak sudah lama tak ditinggali itu.

" iblis liar, awalnya mereka adalah bawahan para iblis" Jelas sang supernova Kiba yang dengan tenang menjawab pertanyaan Issei.

" seperti kita?" tanya Issei kembali yang dijawab dengan anggukan oleh Kiba sebelum melanjutkan kembali penjelasannya.

" ya sebelumnya mereka itu sama dengan kita tapi mereka mengkhianati tuannya dan bertingkah seenaknya seperti layaknya anjing liar. Merekalah yang disebut dengan iblis liar." Sambung Kiba mengakhiri penjelasannya tentang iblis liar kepada Issei.

" iblis liar harus dibasmi...Itulah hukum iblis." Tambah Rias. " dan menurut informasi ada rumor jika ada iblis liar dirumah ini yang memancing dan memakan manusia.(memakan?)" Sambung Rias sambil melihat sebuah rumah tua kusuh tak berpenghuni didepan mereka.

" dan itulah misi kita malam ini, menghukumnya." ujar Rias kembali sambil berjalan memasuki rumah itu diikuti para pelayannya dibelakangnya.

" dan Issei, ini adalah kesempatan bagus untukmu untuk melihat kami iblis dalam pertarungan. Sekaligus aku juga akan menjelaskan sifat-sifat pelayan." Sambung Rias yang akan mulai menjelaskan sesuatu kembali kepada Issei.

( skip penjelasan tentang rating game dan evil piece...)

" aku masih belum benar-benar mengerti tentang sifat dari bidak yang dimaksud..." ujar Issei yang tak mengerti sedikitpun apa yang dijelaskan oleh Rias. " pada akhirnya, aku ini bidak apa ya?" tanya Issei sambil mengaruk kepalanya yang tak gatal.

" Issei, kau itu..." perkataan Rias terhenti saat pintu dibelakangnya terlempar bersama sosok wanita dengan bagian bawah harimau yang terlempar bersamanya. Sosok yang tak lain dan bukan adalah iblis liar vice yang menjadi target mereka malam ini yang dipenuhi luka sayatan pedang dan tak hanya itu kedua tangannya juga telah terputus dan mengalirkan banyak darah segar dari sana.

'Siapa?' itulah yang pertama kali tersirat di kepala Rias dan seluruh bawahannya itu secara bersamaan.

Crek.

Crek.

Crek.

Terdengar suara decitan rantai dari dalam ruangan tempat terlemparnya iblis liar vice itu. Suara yang membuat mereka semakin penasaran dengan siapa yang ada didalam ruangan itu.

"Suara ini..." gumam Rias yang merasa pernah mengenal decitan rantai itu sebelumnya. 'Mungkinkah...' batin Rias dengan penuh harap sambil melihat kearah pintu ruangan itu menunggu sosok itu keluar.

Beberapa saat sebelumnya...

Seperti biasanya, Ryu menghabiskan harinya dengan membaca buku diruang baca rumahnya dengan tenang ditemani partnernya Kivat bat III yang hinggap dipundak kanannya dengan santai. Sebuah hari yang damai untuknya dimana tak ada satupun gangguan hari ini atau setidaknya begitulah pikirnya sebelum kembali bloody rose berbunyi memberi peringatan.

Clap...

Dalam satu gerakan Ryu menutup buku yang ada ditangan kirinya itu sebelum melihat kearah Kivat yang kini sudah terbang didepannya.

"Waktunya berangkat?" tanya Kivat sambil menaikan satu alisnya(atau setidaknya satu matanya).

"...ya."

Scene change...

"Khukukuku... gadis manis. Menurutmu akan seperti apa warna bagian dalam tubuhmu itu?" tanya iblis liar vice dengan menyeramkan kepada seorang gadis berambut hitam panjang yang hanya bisa ketakutan saat melihat tubuh dari pacarnya dilempar disebelahnya oleh monster itu.

"Kumohon, ampuni nyawaku..." pinta gadis itu sambil berlinang air mata dalam ketakutan saat melihat wajah buas nan menyeramkan dari iblis liar vice yang semakin dekat kepadanya.

"Sayang sekali, tapi aku tak bisa melakukannya..."jawab monster itu sambil mengangkat salah satu tombaknya tinggi-tinggi dan diarahkan kepada gadis tak berdaya yang mungkin sudah mati jika tidak ada kaki yang terbungkus logam perak yang menendang keras wajah monster menyeramkan itu hingga terlempar mundur.

' siapa?' gumam gadis itu yang mencoba membuka matanya perlahan untuk mendapatkan pengelihatan jelas tentang sosok penyelamatnya itu.

Ya, Sosok dengan pakaian suit hitam yang ditutup armor bermotif kalelawar silver dengan bagian dada dalam berwarna merah darah. dibagian atas pundaknya terdapat beberapa rantai yang merantai kedua sayap dipundaknya dan dipinggangnya terdapat sebuah belt dengan tiga pasang peluit terdapat disana dengan mechanical bat berwarna merah tua dan hitam dengan mata kuning bulat besar bergantung terbalik dibagian depan beltnya. Kedua tangannya ditutupi sarung tangan merah dengan gelang silver dipergelangan tangannya, dan dihelmnya terdapat visor kuning bermotif bat di bagian matanya, dan yang paling menarik perhatian adalah rantai yang mengikat kaki kanannya yang tertutup logam silver dengan beberapa rantai mengikat disana(see armor Kiva).

Sosok yang seperti pangeran vampire dengan armor yang menawan dibawah cahaya bulan yang menyinari melalui jendela...

"Kau baik-baik saja nona?" tanya mechanical bat yang bergantung terbalik dibelt sosok itu yang memecah lamunan gadis itu.

"Ya, aku baik-baik saja." Jawab gadis itu dengan gugup.

"Kalau begitu segeralah pergi dari sini. Biar makhluk itu kami yang urus." Ujar kalelawar kecil merah itu yang tak lain adalah Kivat bat III kepada gadis manusia yang selamat itu.

"Ya... baiklah." Jawab gadis itu mengangguk sebelum akhirnya melangkahkan kakinya pergi.

"Beraninya kau mengangguku..." geram monster itu kepada sosok yang berani menganggunya itu yang tak lain dan bukan adalah Kiva, sang king of monster.

"Kita akhiri ini dengan cepat Kivat." Ujar Kiva setelah yakin gadis itu telah pergi sambil menarik pluit dengan kepala serigala biru dari slot pennyimpanan sebelah kiri beltnya.

"Yosh, ayo. Garulu saber!" seru Kivat saat peluit itu dimasukan kedalam mulutnya.

Castle doran...

Seperti biasa di dalam castle doran terasa damai seperti hari-hari seblumnya, dan di ruang utama castle doran, tampak 3 orang yang sedang asik bermain kartu disana dengan santainya untuk menghabiskan waktu. Satu orang pria dengan pakaian jas terbuka dan dengan panampilan liar, satu orang pria besar dengan pakaian yang sama namun lebih rapi dan terlihat kaku, dan satu orang anak smp yang mengenakan seragam hitam putih yang tampak seperti seorang gadis dari wajahnya.

Mereka semua tampak asik bermain kartu dengan santainya disana sampai...

"Kemenanganku, Royal straight flush." Ujar pria dengan penampilan liar sambil menunjukan kartu yang ada ditangannya sebelum akhirnya ia mendengar suara peluit garulu yang mengema keseluruh istana.

"I...ni..." ujar pria berbadan besar dengan terbata-bata dan terdengar kaku.

"Sepertinya kau dipanggil." Ujar anak smp dengan wajah tersenyum senang kepada pria dengan penampilan liar itu, karena berhasil selamat dari kekalahan.

"Cih," desah pria dengan penampilan liar itu sambil melempar kartunya keatas meja dengan kesal. "Kita selesaikan lain waktu." Ujar pria itu yang berdiri dari kursinya dan berlutut diatas lantai dengan pose seperti serigala yang akan berlari. Sesaat tangan kanannya mengaruk lantai dimana percikan listrik biru terjadi dan menunjukan aura birunya dengan image seperti serigala biru dengan mata merah sebelum akhirnya ia berlari dan hilang dalam bentuk orb biru yang terbang keluar dari castle doran.

Kembali ke Kiva...

"Mati kau!" teriak iblis liar vice sambil menerjang lurus kearah Kiva yang masih berdiri menunggu didepannya hingga tepat sebelum tombak besar iblis liar itu menyentuhnya. Orb biru yang terbang dari luar menyelimuti tubuhnya dan dalam sekejap, kedua tangan iblis liar itu langsung putus dan banyak sayatan yang tiba-tiba muncul dan diterima iblis itu.

"Apa?!" teriak iblis liar vice dengan terkejut saat mendadak menerima semua luka itu secara instant.

"Grrr..." dan berdiri (tidak berlutut seperti werewolf lebih tepatnya) Kiva, dengan tangan kiri dan dada yang kini telah berganti dengan shade blue yang biasa dipanggil garulu cobalt. Visor dimatanya kini bukan berwarna kuning lagi, melainkan biru yang sama dengan tangan kiri dan dadanya menandakan bahwa kini ia berada dibawah pengaruh wolfren garulu yang berunison dengannya. Ditangan kirinya tergengam pedang iblis garulu yang bersandar dipundak kirinya dengan santainya.

Ya, inilah Kiva garulu form yang merupakan unison Kiva dengan demon beast sword, garulu saber...

"Graaaa!" raung Kiva-garulu dengan keras dibawah cahay rembulan seperti binatang buas sebelum berbalik kearah iblis liar vice yang tengah terluka itu dan berlari dengan kecepatan penuh seperti serigala mengejar mangsanya kearah iblis liar vice.

"Celaka..." hanya itulah yang bisa keluar dari mulut iblis liar vice yang kurang beruntung itu sebelum akhirnya menerima tebasan beruntun dengan kecepatan suara dari Kiva-garulu.

#end flashback...

"Suara ini..." gumam Rias yang merasa pernah mengenal decitan rantai itu sebelumnya. 'Mungkinkah...' batin Rias dengan penuh harap sambil melihat kearah pintu ruangan itu menunggu sosok itu keluar.

Ya, tak lama Rias dan yang lainnya menunggu untuk sosok itu keluar dari ruangan itu. Dimana mereka hanya bisa terkejut saat melihatnya keluar. Sosok Kiva, tapi disaat yang sama itu bukanlah sosok Kiva yang pernah mereka lihat. Dimana visor, tangan kiri dan dadanya berwarna biru dan ditangan kirinya tergengam erat garulu saber.

Atau mungkin lebih akrab jika dipanggil sebagai Kiva-garulu...

"Beraninya,... beraninya kau!" teriak iblis liar vice dengan penuh kemarahan sambil kembali bangkit dan meraung sekeras-kerasnya untuk mengintimidasi lawannya itu.

"Ini... iblis liar?' gumam Issei sambil melindungi matanya tekanan angin yang diberikan oleh iblis liar itu.

"Graaaaaa!" taak menjawab dengan kata-kata Kiva-garulu hanya meraung seperti serigala untuk merespon teriakan kemarahan iblis liar vice sebelum akhirnya mereka berdua saling berlari maju untuk kembali memulai pertarungan.

"Mati!" teriak kesal iblis vice sambil menghentakan kaki kanan depannya dengan maksud menginjak Kiva-garulu dimana gagal saat ia menyadari yang ada didepannya itu hanya bayangan yang tertinggal saja dan kakinya itu terpotong entah sejak kapan.

"Grraaa!" tak berhenti setelah memotong kaki depan iblis vice. Kiva-garulu, kembali memberikan tendangan kaki kanan kuat kepada iblis liar itu hingga terlempar kembali menembus tembok hingga keluar bangunan menuju bagian taman belakang rumah itu.

"K –kuat..." gumam Akeno dengan tatapan tak percaya. Selama ini buchounya tak pernah berbohong, ada dia benar-benar ada dan bukan hanya sekedar legenda saja, Kiva sang king of monster.

Scene break, diluar...

"Hggg...guh..." iblis liar vice sudah tak bisa berdiri dengan benar lagi dengan hilangnya salah satu kakinya dan banyaknya luka yang diterimanya itu membuatnya memuntahkan darah. Dia hanya bisa memandang penuh amarah kepada sosok yang telah berani membuatnya menjadi seperti ini yang ada didepannya itu (yang di ikuti Rias dan kawan dibelakangnya).

"Yosh, segera akhiri Kiva!" seru Kivat dari belt Kiva.

"Grr..." tak menjawab Kiva hanya mendekatkan garulu saber kedekat Kivat dimana...

"Garulu bite!" seru Kivat saat mengigit bilah pedang garulu yang ada didepannya itu.

[insert theme shout in the moonlight fist part]

Setelah pedangnya digigit oleh Kivat, Kiva mengangkat pendang itu dan memposisikannya didepannya sebelum akhirnya meluruskannya dan mengarahkan kepala serigala biru yang ada dipegangan pedang itu kedepan dimana tiba-tiba malam menjadi cerah dengan bulan purnama penuh dilangit. Dan tepat setelah malam berubah Kiva meletakan pedang garulu saber dimulutnya dan kemudian menendang kaki kanannya keatas sebentar sebelum akhirnya berlari lurus kearah iblis vice dengan kecepatan penuh.

Dan pada jarak yang tepat Kiva melompat keatas tepat dibawah cahaya bulan sebelum akhirnya berputar diudara dan mendaratkan sebuah sabetan besar kepada iblis vice dengan pedang dimulutnya itu...

"M-mustahil..." gumam iblis liar vice sebelum aura biru seperti kepala serigala bermata merah muncul menyelimutinya dan meledak hancur.

[end theme]

"K-kuat...benar-benar kuat..." gumam Kiba yang hanya bisa melotot terkejut melihat kemampuan sosok Kiva itu. Kecepatan, kekuatan, pengalaman ia tak sebanding dengan Kiva yang kini telah kembali kewujud awalnya setelah komet biru menyelimuti tubuhnya dan terbang pergi itu.

'Tak heran jika ia mendapat panggilan king of monster... benar-benar kuat.' Batin Akeno yang tak bisa berbicara apa-apa lagi saat melihat legenda itu yang ternyata benar-benar nyata dan kini berada tepat didepan matanya.

"K-kuat..." gumam koneko dengan ekspresi terkejut yang jarang ia tunjukan.

...

"Kiva." Panggil Rias dengan tiba-tiba, menghentikan langkah Kiva yang berniat pergi itu. "A-ano... Kiva ng..." Rias kebingungan harus berkata apa, meskipun dalam pikirannya sudah jelas tentang apa yang ingin ia katakan namun mulutnya tak bisa berucap.

'Padahal hanya tiga kata saja kenapa susah sekali...' desah Rias dalam batinnya. 'Tiga kata " Kiva maukah kau bergabung dengan peerageku?" eh, tunggu itu lima kata.' Batin Rias yang terus berdebat seorang diri tanpa menyadari Kiva kini telah kembali memalingkan kepalanya dan pergi.

"Buchou,(he?)" panggil Akeno yang memecah lamunan Rias. "dia sudah pergi.(apa?)" Sambung Akeno yang langsung membuat Rias tertunduk dengan perasaan kecewa.

"Haaa ya sudahlah..." desah Rias dengan perasaan kecewa sebelum memerintahkan bawahannya untuk pulang.

Sementara itu ditempat tak jauh...

"Jadi itukah Kiva?" gumam seorang pria dalam armor yang persis seperti Kiva hanya saja putih diselimuti bulu dan kedua lengannya terlilit rantai(see kamen rider rey) dengan kalelawar yang hampir sama dengan Kivat tapi putih bergantung terbalik dibeltnya.

"Menarik... benar-benar menarik..." gumam pria itu sambil tersenyum dibalik helmnya sebelum akhirnya melangkahkan kakinya pergi.

End chapter...

.

.

.

AN: yosh selesai jugachapter 3nya meski ane males sih updatenya tapi ya update aja deh daripada ga. Nah silahkan berikan pendapatnya tentang chapter ini kalau ada masukan atau saran atau niggalin jejak doang juga boleh kok...

Dont forget to review...

Penjelasan form Kiva:

Kiva garulu form :

Tinggi : 200 cm

Berat : 90 kg

Punch power : 5 ton

Kick power : 10 ton

Max jump : 50 meter

Max running speed : 100 meter per 0.5 second.

Kiva-garulu adalah wujud Kiva dimana ia mengunakan kemampuan dari garulu(kecepatan dan pertarungan liar) untuk melawan musuhnya. Diform ini Kiva mampu bergerak dengan kecepatan blur yang sulit diikuti mata, dan ia juga mampu memberikan lolongan keras dengan menekan tuas dibelakang garulu saber untuk memantulkan atau melempar musuhnya mundur.

Finisher dalam wujud ini adalah garulu howling slash. Dimana saat dilakukan langit akan berubah menjadi malam cerah dengan bulan purnama penuh besar dilangit dan kemudian Kiva meletakan garulu saber dimulutnya untuk memberi sebuah sabetan besar kemusuhnya.