Title : Running School Chapter 1
Author : adindaPCy
Cast : EXO, VIXX, B.A.P, BTS and others.
Genre : Comedy gaje, friendship, school-life, romance
Length : Chapter ?
Disclaimer : Para member EXO, VIXX, B.A.P, BTS dan member group lainnya milik Tuhan YME, orang tua mereka, entertainment mereka, dan juga fans mereka tentunya. FF ini, 100 % MILIK AUTHOR dan hasil buah pikiran author sendiri. NO PLAGIAT !
Author's note : Mianhae kalo typo bertebaran, alur nya aneh dan feel komedinya ga dapet …. Ini FF komedi Author pertama …
Budayakan REVIEW ya chingu ….
WARNING : Bahasa tidak baku. Ini FF YAOI ! Boy x Boy Love ! Yang gak suka YAOI mending gak usah baca deh ! No BASH ! No Flame ! OK !
So ….
Happy Reading !
And NO PLAGIAT !
.
.
.
.
PROLOG
Disini tuh ceritanya :
Tao adeknya Chanyeol
Lay adek Kris
D.O adek N
Zelo adek Minho
Jongup adek Baekhyun
Luhan pacar Chanyeol
Luhan kakak Hyuk
Hyuk pacar Hongbin
.
Kelas 2-A (Chanyeol, Baekhyun, Ravi, Ken, Yongguk, Himchan)
Kelas 2-C (Suho, Kris, Luhan, Rapmon, V, Jimin, Hongbin, N, Leo)
Kelas 1-B (Sehun, Kai, Chen, D.O, Xiumin, Tao, Lay, Hyuk, Joongkok)
.
.
.
Chapter 1 : Pertandingan Hati - 'Hati-Hati'
"Abaaaaannggg …. Lo harus menaaaaangg ! Trus pulang bawa hadiahnya, kalo gak ntar ade bilangin ke mamah kalo abang pacaran sama kakak-kakak yang lebih tua dari abaaaanngg !" teriak cowok tinggi yang tingginya tak kalah dari tiang listrik (?) bernama Park Zi Tao yang biasa dipanggil Zizi atau Tatao atau wushu Panda atau #plak *authorbanyakomong* di pinggir lapangan untuk menyemangati abangnya yang juga biasa dipanggil Chanchan atau Yeolyeol atau Dobi-Dobi atau #plak *authorbanyakomonglagi* yang sedang mengikuti olimpiade lari di sekolahnya.
Chanyeol yang sedang mengambil ancang-ancang untuk berlari hanya bisa sweetdrop mendengarnya. Ia malu karena menjadi bahan tertawaan orang-orang yang ada disana. Bahkan N sang wasit menunda aba-abanya dulu untuk tertawa sambil guling-gulingan di lapangan.
"Lebay ni orang .." kata Chanyeol dalam hatinya. Ia sungguh dongkol dengan adenya itu. Gimana kalo kedengeran sama pacarnya ntar ? Lagian Luhan gak tua-tua amat. Kita kan satu angkatan, cuman beda bulan aje.
"1 .. 2 .. priiiitttt …." N meniup peluitnya panjang menandakan perlombaan dimulai. Semua peserta kecuali Chanyeol sudah meninggalkan tempatnya dan berlari secepat mungkin. Lelaki itu masih menatap tanah di depannya dengan pikiran melayang-layang seperti layangan adenya yang putus kemaren sore. #chanyeolcurhat
"Dasar lo de, mentang-mentang hadiahnya tuh duit. Bilang aja lo mau minta." Gerutu Chanyeol masih dalam hatinya tanpa sadar dengan keadaan sekelilingnya. Bahkan para penonton di pinggir lapangan ikut terdiam melihat aksi Chanyeol yang diam itu. Hening. Sangat hening.
Kriikk..
Kriikk..
"Dek, lo niat gak sih ikutan lomba lari ?" tanya N yang gemas melihat Chanyeol.
"Ya niat la. Gak liat apa gue udah ngambil ancang-ancang gini." Jawab Chanyeol geram sambil menungging (?) dalam posisi yang menurutnya ancang-ancangnya.
"Trus kok gak ikutan lari kayak temennya yang lain ?"
"Emang udah mulai ya sit ?" tanya Chanyeol dengan wajah polosnya. N hanya menggangguk pertanda 'iya, udah mulai dari tadi kaleee. Lo kemane aje ?'
Namja yang diketahui senang tertawa itu menatap lurus ke depan dan melihat pemandangan teman-temannya yang sedang berlari untuk berlomba mencapai kantin #eh finish tercepat. Dan ….
"Uwaaaaaa…." Teriak Chanyeol menggelegar. Membuat para penonton yang mendukungnya juga ikut berteriak histeris mengira itu adalah yelyel yang diberikan lelaki itu. Ia berlari secepat kilat (?) menyusul teman-temannya yang sudah berada jauh di depannya.
"Hofft… Hooftt…" hela nafas Chanyeol sambil terus berlari hingga ia bisa mensejajari posisinya dengan peserta yang berada di paling belakang. Ternyata orang itu adalah Suho, anak kelas 2-B yang termasuk dalam kelompok anak-anak orang kaya yang baik hati dan tidak sombong tapi suka pamer (?)
Suho yang merasa posisinya terancam bahaya karena kehadiran Chanyeol mempercepat larinya. Namun kaki-kaki pendeknya #upss kalah dengan kaki-kaki Chanyeol yang panjang. Alhasil Chanyeol lah yang berhasil mendahului temennya si Suholangkaya itu. Setelah ia berhasil melomba kaki-kaki pendek lainnya (?) #ehh D.O dan Baekhyun, kini ia berhasil berada di posisi tiga terdepan. Posisi pertama dan kedua dipimpin oleh Kris dan Sehun yang juga tergolong dalam geng anak-anak orang kaya yang baik hati dan tidak sombong tapi suka pamer (?).
Chanyeol langsung meng'gas (?) kakinya secepat yang ia bisa agar bisa mendahului temen-temennya itu. Dan…. Bingo ! Ia berhasil mendahului keduanya. Dan dialah pemimpin dalam perlombaan ini. Chanyeol merasa bangga terlebih saat ia menoleh ke belakang, Kris dan Sehun malah menghentikan larinya.
"Baru segini aja udah nyerah. Hahaha." Tawa Chanyeol dalam hatinya sambil menyeringai lebar.
"Prriiiiiiitttttttt !" N kembali meniupkan peluitnya disamping Chanyeol yang masih berlari, membuat lelaki itu juga ikut berlari.
"STOP! STOP !" teriak N.
"Gak bisa bang. Gue harus menangin nih lomba." Jawab Chanyeol juga ikut berteriak. Ia mempercepat langkah kakinya.
"Dek ! Lombanya udah selesai. Lo udah ngelewatin garis finishnya tadi." Kata N lagi yang kini jadi berlari di belakang Chanyeol. M endengar itu seketika Chanyeol menghentikan aksi berlarinya dan menatap hampa pemandangan di depannya.
Bruukk.
Chanyeol yang tiba-tiba berhenti membuat N tak bisa menge'rem (?) kakinya dan alhasil membuat namja mungil itu menubruk punggung Chanyeol. N mental ke belakang karena tubrukan itu. Sedangkan Chanyeol .. ia tetap dalam posisinya berdiri tak bergeming. Ada apakah dengan dia ?
Jeng..
Jengg…
"Abang payah ! Masa segini doang kalah. Kebanyakan mengkhayal nih abang. Pasti ngayalin abangnya si Hyuk ye ? Ade bilang ke mamah ntar." Rajuk Tao pada abangnya yang tak bisa memenangkan juara 1 lomba lari.
"Jangan donk deee. Kan yang penting abang juara. Juara 3. Hehee." Bujuk Chanyeol yang ternyata masih mendapat juara dalam perlombaan itu. Ia menunjukkan gigi Close Up nya yang putih bersih seperti tanpa kaca (?) #ehh [tanpa noda maksud author] andalannya.
"Ogah ! Juara 3 cuman dapet hadiah sepuluh rebu. Harusnya abang juara 1supaya hadiahnya seratus sebelas rebu seratus sebelas rupiah. Ato gak pinomat abang juara 2. Hadiahnya kan lima puluh lima rebu lima ratus lima puluh lima rupiah." Alasan Tao lagi dan setelah itu ia pergi meninggalkan abangnya yang ikutan jongkok di pojokan bareng D.O dan Baekhyun.
"Gue galau bro." D.O dan Baekhyun hanya memberi puk-puk semangat di pundak lelaki itu.
Chanyeol meratapi nasibnya yang sebentar lagi akan dijadikan ikan asin(?) sama mamahnya dan uang jajannya yang di diskon 70%+20% sama papahnya. Karena kata orang tuanya, ia sudah dijodohkan oleh rekan bisnis papihnya. Jadi Chanyeol gak boleh pacaran. Oh iya, kalau begitu sebenarnya mereka berdua kan anak orang kaya juga, lalu kenapa mempermasalahkan hadiah yang hanya berupa uang sebesar seratus sebelas rebu seratus sebelas rupiah dan lima puluh lima rebu lima ratus lima puluh lima rupiah ? Bahkan uang jajan mereka untuk sehari lebih dari jumlah itu.
.
.
.
Di sudut sekolah lainnya, terlihat Tao yang berjalan mendekati seorang pemuda bermata seram yang diketahui anak kelas 2-B dan menjadi pemenang dalam lomba lari melawan abangnya tadi serta menjabat sebagai ketua geng anak-anak orang kaya yang baik hati dan tidak sombong tapi suka pamer (?).
Langkahnya lunglai dan kepalanya menunduk. Hingga ia tak sadar kepalanya menabrak dagu pemuda itu.
Dukk.
"Aduuhh." Ucap Tao spontan sambil mengusap-usap kepalanya. Tidak terlalu sakit sebenarnya, ia hanya ingin mendramatisir suasana. Siapa tau ada cowok tamvan dan berani yang kebetulan lewat mendekatinya dan menolongnya dan mengajaknya berkenalan dan mereka jadi PDKT'an dan #halah…..
"Park Zi Tao." Panggil lelaki itu pada namja di depannya dengan wajah dan suara sok cool dan dingin #samaajayahkan.
"Hmm."
"Lo gak lupa sama perjanjian kita kan ?"tanya pemuda itu lagi masih sok kuul.
#Flasback ….
"Annyeong Bang Hongbin." Sapa Tao saat ia tiba di depan meja panitia pendaftaran olimpiade olahraga yang diadakan sekolahnya.
"Annyeong Tatao. Lo mau daftar juga ?" balas Hongbin menyapa dengan senyum manisnya. 'Oh, kiutnya (?) si Bang Hongbin iniiieehh' batin To. Ia mengenal Chanrin karena kepopulerannya sebagai adek dari Chanyeol si Happy Virus di sekolah mereka.
Tao ngangguk. "Lomba apa ?" tanya Hongbin lagi sang Ketua OSIS dengan milyaran pesonanya. Para peserta lainnya yang berdiri di belakang Tao langsung mengabadikan senyum pesona alami Hongbin dengan kamera SLR 10000 mp milik mereka. Maklumi saja, sekolah mereka ini memang kumpulan anak-anak borjuis. Punya kamera segitu doank mah masih biasa.
"Renang." Jawab gadis itu singkat.
"Ok. Tunggu sebentar ya." Sementara menunggu sang Ketos mengisi formulir untuknya, gadis itu melihat-lihat nama peserta lomba yang diikuti oleh abangnya. Sederet nama tertera disana. Seperti Suholangkaya, , Baekhyun, Sehunakolangkaya, Daehyun, Zelolangkaya, Leolangkaya, Chanyeol, dan ….
"Bule ngondek ?!" pekik Tao tak percaya. "Orang sombong ini pasti bakalan kalah sama abang gue." Kata cewek itu lagi pada dirinya sendiri sambil senyum ngejek.
'Enak aja gue dikatain Bule ngondek.' Batin cowok yang denger teriakan histeris Tao itu.
Tao tak menyadari keberadaan orang yang ia bicarakan sedang berdiri di belakangnya. "Ekhemm." Dehem lelaki itu.
"Ekhem." Balas Tao yang masih belum sadar juga.
Akhirnya lelaki itu menoel-noel lengan Tao. Tapi yang ditoel tetap tidak perduli. "Apaan sih ? Kalo mau daftar ngantri donk !" bentaknya.
Kris cuman bisa sweetdrop dengernya =_= "Judes banget." Gumamnya. "Tapi gue bakalan ngalahin abang lo si Park Chanchan Yeolyeol itu. Yang kalo digabungin tuh namanya Chanyeol."bisik Kris di telinga Tao.
"Gue berani taruhan lo bakal kalah dari abang gue. Udah deh, kalo gak brani mundur aje." Tantang Tao yang masih belum menyadari siapa lawan bicaranya.
"OK. Kalo gue menang, lo harus jadi pacar gue. Tapi kalo abang lo yang menang, gue bakal turun dari jabatan gue sebagai ketua geng anak-anak orang kaya yang baik hati dan tidak sombong tapi suka pamer dan sebagai orang paling ganteng seantero Running School (?)."
"Siapa takut !" jawab Tao tak perduli. Ia yakin kalao abangnya itulah yang akan menang nantinya.
Ehh, tapi tunggu dulu.
Apa katanya tadi ?
Turun jabatan dari ketua geng anak-anak orang kaya yang baik hati dan tidak sombong tapi suka pamer (?).
Orang ganteng seantero Running School ? Sekolah dia.
Siapa lagi kalau itu bukan ….
Jangan….
Jangan….
Deg….
Deg….
"Krissiolangkaya ?" ucap Tao setibanya ia berbalik badan mendapati Kris di depan mukanya.
#Flashback End….
Tao mengangkat tangan kanannya saat Kris akan kembali bicara. Namja itu menginterupsinya untuk diam. Ia mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk untuk menatap alis seram Kris. Tatapan penuh harap Tao.
"Bang Kris …"
"Hm."
"Bang Krissitamvan …"
"Ya ?"
"Bang Krissiolangkaya."
"APAAN ?" bentak Kris gak sabaran.
"Bang Krissitamvan dan olangkaya yang baik hati dan tidak sombong, gue tau abang gue si Chanyeol itu kalah dan harusnya gue udah ngejalanin taruhan itu sekarang. Tapi pliiissss deh kali ini, kasi gue kesempatan. Biar gue yang gantiin abang gue. Gue ikut olimpiade renang, kalo gue menang kita batalin taruhan itu ye bang. Ya ya ya." bujuk Tao beserta aegyo yang tampaknya lebih tepat dikatakan seperti wajah mengejek.
"Lo ngejek gue ya. Kagak bisa !"tolak Kris mentah-mentah.
"Pliiiissssss baaanngg …. Abaaaannnggg….."
"Kepada para peserta olimpiade renang diharapkan untuk segera merapat (?) ke meja panitiauntuk mendaftarkan ulang dirinya. Karena sebentar lagi perlombaan akan kami mulai. Terima kasih, thank you, gomawo, xiexie, arigatou…. *Pletak* Aduh ! *Nggiiiiiiiiiiiiiiiinnggg*….Yak kenapa lo nge'jitak kepala gue Hong? ... Lo mubazir banget N. Bilang makasihnya kebanyakan... Gapapa kali, biar orang-orang nyangka gue itu pinter... Tapi gak segitunya juga kali... YAAAKKK, BISAKAH KALIAN DIAM DAN MATIKAN MICROPHONE ITU ? … *Nggiiiiiiiiiiiiiiiiinnnngggg*... *Pletak-Pletak* Aduuhh..Yak, Byun Baekhyun, kenapa lu ngejitak pala kita dua ?... MATIKAAAAAAANNN ! *Nggiiiiiiiiiiiiiiiiinnnngggg*..." Dan setelah itu speaker benar-benar mati. Interupsi para panitia membuat Tao semakin dilema.
'Aduh gimana nih ? Mana si bulek ngondek ini kagak mau lagi.'
Tao masih saja menggerutu dalam hatinya. Tapi waktunya tak banyak lagi. Dia harus segera bergegas.
"Pokoknya gue janji bakalan menangin tuh perlombaan. Jadi taruhannya bisa kita gagalin. Ok bang Kris. Sampe jumpa nanti !" dan setelah berkata seperti itu, namja berambut jigrak dengan tinggi tak jauh beda dengan pohon pinang itu (?) langsung minggat (?) dari hadapan Kris. Meninggalkan Kris dengan wajah 0.0 tak mengerti.
.
.
.
"Loh ? Bang Kris ? Abang kenapa ? Kayak orang yang lagi berduka cita aja." Sapa seorang namja di koridor begitu melihat abangnya jalan menunduk.
'Iya, hati gue lagi berduka cita dee. Hati abang sakit dee. Sakitnya tuh disini. DISINIIIIIIII.' Teriak Kris dangdutan ala Cita Citata dalam hatinya dengan telunjuknya yang menempel di dada kirinya.
"Kagak de. Eh, lo mau kemana ?" tanya lelaki itu antusias begitu melihat sang adik berjalan dengan tas jinjing dan handuk yang membalut (?) lehernya.
"Gue mau ikutan lomba renang bang. Doain adee menang ye Bang." Kris cuman mengangguk lemas dan ia pun melanjutkan perjalanannya menuju markas geng anak-anak orang kaya yang baik hati dan tidak sombong tapi suka pamer (?), yang lebih kerennya markas itu disebut kantin. Dia mau curcol sama para anggotanya.
"Renang ya." Gumam Kris.
'APHAAHH ? Renang ?'*dramatis Kris*
"Laaaaayyyy !" Kris berbalik memanggil adiknya yang belum jauh itu. Dengan semangat 2015 berlari menghampirinya.
"Jangan lari-lari disini bang. Mentang juara 1 lomba lari, ih." Ilfil Lay saat melihat abangnya yang lari seperti kesetanan itu.
"De, lo kenal Park Zi Tao gak ?" tanya Leo dengan mata yang mengeluaran cahaya menyilaukan seperti lampu 5 watt (?) sambil memegangi kedua tangan adeknya.
"Park Zi Tao?" gadis itu tampak berpikir keras. "Oh !" katanya lagi membuat Kris semakin semangat. "Park Zi Tao yang mana satu nih bang ?"
Kris sweetdrop dengernya. "Yang anak kelas 1 itulah. Emang berapa banyak Park Zi Tao di skolah kite ?"
"Oh itu. Ya kenal lah. Pan dia tuh saingan gue di klub renang. Emang kenapa ?"
Kris makin ngeremes tangan ade-nya itu. Ia benar-benar senang kini. Ia tau adeknya itu jagonya dalam hal berenang. "Dek, gue butuh banget bantuan lo !"
.
.
.
Para peserta lomba renang sudah berdiri di pinggir kolam untuk mengambil ancang-ancang. Tampak di barisan peserta trip pertama itu ada Yongguk, Minho, Zelo, L, Sunggyu, Tao, Lay, dan Xiumin .
Wajah kedelapannya menampakkan raut keoptimisan akan menang. Tapi ada yang sedikit aneh dengan raut Lay. Ia agak ragu bisa mendapat juara 1 mengingat ada Tao yang menjadi lawannya. Saingannya itu, bener-bener saingan yang kehebatannya tak diragukan lagi. Dialah orang pertama yang berhasil mengalahkan Lay saat latihan dan seleksi perwakilan sekolah. Dia takut kalah lagi sama Tao.
Tapi perkataan abangnya saat di koridor itu menjadi motivasi tersendiri untuknya. "Kalo lo bisa jadi juara 1, abang janji deh bakal bantuin PDKT'an lo sama cowok inceran lo yang item itu … si Kai !"
Prriiiiiiiitttttt….
Peluit panjang yang ditiupkan oleh Bang Leo menandakan pertandingan dimulai.
Byyuuurrr …
Para peserta meloncat ke dalam air bersamaan membuat air kolam bermuncratan ke muka si Bang Leo yang berdiri di samping kolam. *poor AbangLeo*
"Ayo…Ayoo…. Woooooo !" teriak para penonton di pinggir kolam.
Tao dan Lay memimpin barisan. Posisi mereka seri. Sama-sama cepat dan tangkas. Mereka bagaikan ikan duyung yang menghipnotis para penonton untuk terus menatap mereka.
"Gue harus menang !" tekad Tao dalam hatinya. Ia semakin mempercepat gerak renangnya hingga kini ia yang memimpin barisan.
Lay yang merasa sedikit tertinggal dari Tao juga tak mau kalah. Ia mempercepat cipakan (?) tangan dan kakinya. "Demi Kim Jong In !"
Sedikit lagi ….
5 meter lagi ….
3 meter lagi ….
Siapakah yang akan menang ?
Careless …. Careless ….
Shout anonymous and anonymous
Heartless , mindless ….
No one who care about me !
Deringan handphone salah satu murid menambah ketegangan suasana. Membuat ia mendapat deathglare dari murid yang lain. #kirainapaan…
Para penonton sudah menahan nafas melihat detik-detik pertarungan Park Zi Tao dan Jung Yi Xing alias Lay. Hingga Bang Leo kembali meniupkan peluitnya.
Priiiiiiiitttttt …. Prriiiiiiiittttt ….
Pertandingan berakhir tanpa ada yang tahu siapa yang menang. Penonton bingung. Juri juga bingung. Terlebih para peserta.
"Siapa yang menang ?Gue bingung. Mereka keliatan seri."
"Kagak tau. Gue juga mikir kayak gitu."
"Gue rasa Tao yang menang."
"Iya, dia kan slalu bisa ngalahin Lay."
"Kagak. Yang menang pasti si Lay. Karna dia yang terpaten."
"Tauk 'ah. Liat aja keputusan juri ntar." Bisik para murid dengan argumen mereka masing-masing.
Tao dan Lay mendekati para juri yang asik diskusi di meja mereka. Para juri tak tahu siapa yang harus diumumkan sebagai pemenang.
"Gue yang menang !"
…
~ T B C ~
…
Annyeong reader-deul ! Apakah FF ini menarik untuk dibaca ? Dimohon untuk review ne. Kelanjutan FF ini tergantung pada REVIEW, FAVORIT, sama FOLLOWER kalian. Kalo banyak, Author lanjut. Kalo gak, ya Author tunggu sampe banyak baru dilanjut. Hehee…
Gomawo buat yang udah luangin waktunya baca FF abal-abal ini. Mungkin cerita belum terlalu menarik di chapter pertama ini. Tapi untuk next chap Author usahakan buat kalian enjoy dalam cerita.
Dan dalam satu chapter ini, Author belum bisa munculin semua castnya. Cast akan muncul seirama jalannya cerita. OK !
Ff ini adalah remake. Awalnya Author buat bukan YAOI. Jadi maaf aja kalo ada nama yang bukan cast tercantum dalam cerita. Mungkin aja terlewat saat Author mengedit ulang.
Author tunggu apresiasi kalian untuk FF ini. GOMAWO *bow*
