"Lulu! Berhenti lah! Aku bisa menjelaskannya!"

Teriak seorang remaja laki-laki yang umurnya

15 tahun itu sambil mengejar seorang remaja

perempuan yang lari jauh di depannya.

"Menjelaskannya?! Menjelaskan apa!? Kau

menganggap ku apa,eoh? Yeoja mu? Kau

bahkan tak memberi tahu ku tentang

kepindahan mu! Kau kira aku siapa!?" Lirih

yeoja itu dengan nada meninggi, dia masih

terus saja berlari.

"Lulu! Tolong! Berhentilah! Jalanan licin lu!"

Pekik namja itu dibelakangnya. Lagi-lagi dia

menghiraukannya,

Ya,jalanan di seoul memang sedang licin

karena salju. Korea selatan memang sedang

dalam musim dingin.

"Aku tak peduli!" Kali ini yeoja itu berteriak

menjawab namja itu. Air matanya kian

menderas, hingga mata nya buram dan sedikit

kabur, tak sengaja, dia menginjak batu dan

dikarenakan jalanan licin, dia tergelincir dan

kepalanya mengenai bongkahan batu tadi,

darah mengalir dari kepala bagian

belakangnya, dia tak sadarkan diri.

"LULU!" Teriak namja itu histeris lalu berlari

kearahnya, matanya segera berair dan

mengeluarkan air mata, "Lu! Bangun! Mian

sayang, aku salah.. Bangunlah.." Ujar namja itu

histeris sambil menepuk-nepukkan pipi yeoja

itu, tak mendapat respon, dia langsung

menggendong yeoja itu, darah bergelimang di

baju seragamnya,

Dia segera membawanya ke rumah sakit.

.

.

.

.

Please... Remember Me

Title : Please.. Remember me

Author : luluhanbyun

Rate : T

Maincasts : Oh Sehun x Xi Luhan

Pairing : Hunhan (Sehun x Luhan)

Genre : Romance gagal :v

(Warning! : typo persebaran, romance gak jadi, cerita gaje, genderswitch!)

.

.

.

.

"Haahh...haaahh..." Ujar luhan terengah saat bangun dari tidurnya. Ini masih terlalu pagi untuk bangun.

"Mimpi itu lagi." Hela Luhan. Ya, entah sudah berapa kali dia memimpikan tentang dua orang remaja itu.

Dan mimpinya selalu berakhir dengan rasa penasaran yang mendalam.

"Siapa mereka.." Gumannya pada diri nya sendiri.

"Siapa sebenarnya mereka.." Batinnya.

Dia lalu mengambil Handphone nya yang berada di bawah bantalnya,

Tangannya mulai mengetikkan nomor, lalu menekan "Diall"

"Yeobboseo.." Ujar seorang wanita disana,

"Eomma.." Ucap Luhan sedikit bahagia mendengar suara eomma nya,

"Luhannie? Ada apa,nak.. Kau merindukan Eomma?" Goda eommanya sambil nyengir,

"Tentu saja aku merindukan eomma.."

"Tentu saja, itu pasti.. Ada apa,nak? Malam malam begini kau menelepon.. Pasti ada sesuatu kan?"

"Ne, eomma.. Aku mimpi lagi"

"Mimpi lagi?" Tanya eomma nya lembut, "mimpi namja dan yeoja itu lagi?" Ulang eomma nya

"Ne Eomma.. Tapi tadi di mimpi ku, yeoja itu jatuh dan kepalanya mengeluarkan banyak darah.."

Eomma nya tertegun mendengarnya. Jelas saja! Dia sudah tau akan cerita ini.

"Waah~ seperti cerita besambung ya Hannie.." Canda eomma nya,

"Eommaa.." Rengek luhan yang memang sedang tidak ingin bercanda.

"Sudahlah hannie. Ini hanya mimpi.. Kau tenang saja, kembalilah tidur, dan pikirkan hal-hal yang menarik.." Ujar eomma nya lembut,

"Hufft.. Ne eomma.." Pasrah Luhan.

"Jangan berpikiran macam-macam,ne? Jaljayo.. Saranghae.." Ucap eomma nya lembut

"Ne eomma.. Nado Saranghae" ucap luhan lalu memutuskan sambungan telepon.

Luhan meletakkan handphone nya ke atas meja di samping tempat tidurnya, lalu kembali tidur. Seperti yang disuruh eomma nya.

.

.

.

.

"Eoh? Annyeong Luhan-ssi.." Ujar seseorang dibelakang luhan,

Luhan agak terkejut, tapi, dengan cepat dia dapat menstabilkan detakan jantungnya setelah melihat seorang namja yang sangat tampan dengan kemeja hitamnya, dan juga celana hitamnya. 'Tampan.." Batin Luhan.

"Ah.. A-annyeong.. Sehun-ah.. Jangan terlalu formal.. Panggil saja Luhan.." Ucap Luhan lalu menunjukkan senyuman manisnya.

"Baiklah.. Luhan.." Ucap sehun lalu memasang password apartemennya.

"Kau mau kemana?" Tanya nya lagi.

"Aku? Aku bekerja.. " Jawab Luhan

"Bekerja? Kalau boleh tau,kau bekerja dimana?"

"Uhmm.. Aku bekerja sebagai staff / pengurus perpustakaan di Junior High School ku.."

'Dia bekerja di perpustakaan sekolah kami dulu? Aisshh.. Pasti banyak siswa yang meliriknya!' Batin Sehun kesal.

"Kau? Bagaimana dengan mu?" Tanya nya pada Sehun

"Aku? Aku hari ini bekerja shift sore.. Jadi sekarang aku tak ada jadwal apa-apa.. Aku akan berjalan-jalan menjelajah Seoul.. Aku baru pindah dari Amerika. Aku sempat tinggal disini sampai aku duduk di Junior Hight School. Lalu aku pindah ke amerika karena pekerjaan orang tua ku, dan semalam, aku kembali lagi ke sini, dan bekerja di caffe orang tua ku." Ucap Sehun panjang lebar.

Luhan serius mendengarkan, sambil mengangguk-ngangguk kan kepalanya lucu.

"Aku berbicara terlalu banyak,ya? Haha.. Mian.." Ujar Sehun sambil tertawa kecil,

"Ah.. Tidak Sehun-ah.. Kau tak perlu meminta ma- tunggu! Caffe orang tua mu?" Pekik Luhan

"N-ne.. Orang tua ku.."

"Wow.. Kalau begitu aku bisa diskon dong?" Goda Luhan sambil tertawa, Sehun ikut tertawa, bukan karena lelucon Luhan.

Melainkan karena melihat tawa Luhan.

.

.

.

.

.

"Apa tidak kenapa-kenapa jika aku ada disini,?" Tanya Sehun sedikit takut,

Yap, karena jadwal sehun yang kosong, dan dia yang lupa dengan jalanan Seoul. Luhan menawarkan bantuannya untuk menjadi guide nya Sehun, dia akan mengajak sehun berkeliling tapi setelah shift nya selesai.

Tentu saja Sehun menerimanya..

"Tak apa.. Tenang saja.. Guru-guru juga tak akan marah jika melihat mu disini, sebelumnya aku juga pernah mengajak teman ku" ucap luhan sambil mengecek list buku yang sudah dikembalikan.

"Teman mu? Apa itu namja?" Tanya sehun datar. Dia tiba-tiba kesal mendengar penuturan luhan.

"Tentu saja tidak." Ujar Luhan sambil menatap wajah Sehun,

Deg..deg..deg.. Jantung Luhan berdetak abnormal lagi.

'Tidak! Jangan sekarang!' Batin luhan lalu memalingkan wajahnya dari sehun,

"Uhm... Sehun, bisa kah kau disini sebentar? Aku mau ke toilet.." Ucap Luhan lalu bangkit berdiri. Setelah mendapat persetujuan dari Sehun, dia melangkahkan kaki nya menuju toilet.

"Aah.. Dimana noona itu tadii?" Gerutu seorang namja yang masuk ke perpustakaan bersama seorang namja lain.

"Harusnya kau lebih cepat, Hyuk.." Ujar temannya,

"Mohon maaf,tapi bisa kah kalian tenang? Ini perpustakaan." Ujar Sehun dingin.

"Aah.. Mianhamnida.." Ujar mereka berdua lalu membungkukkan badan.

"Sudah.. Berikan saja padanya.." Saran teman namja itu,

"Tapi-"

"Tak ada pilihan lain,hyuk.." Bisik teman namja itu lagi.

"Baiklah.."

Sehun yang mendengar bisikan mereka hanya pura-pura menganggap mereka tak ada.

"Ah.. Mianhamnida, tapi, apakah bisa aku menitip ini pada mu dan memberikannya pada Luhan noona?" Ujar namja itu sambil memberikan sepucuk surat pada Sehun.

Sehun memandang tajam namja itu dan surat itu bergantian.

"Baiklah" ucap sehun singkat lalu menerima surat itu.

"Gamshamida.." Ujar namja itu dan temannya serempak lalu keluar dari perpustakaan itu.

Sehun membuka kasar surat itu,

Annyeong Luhan noona..

Aku adalah seorang murid

Yang pernah kau ceramahi :)

Kau pasti kenal dengan ku,

Aku Choi Min Hyuk.

Terimakasih atas nasehat mu kemarin,

Luhan noona..

Tapi bisakah aku meminta pada mu?

Aku ingin dinasehati dengan mu setiap saat

Aku ingin mendapat perhatian mu,

Aku berjanji aku akan menjadi lebih baik..

Aku memang masih di Junior High School,

Tapi, maukah noona menjadi pacar ku?

Aku menyukai noona.

Saranghamnida, Xi Luhan noona..

From : Choi Min Hyuk ( IX - 6 )

"What the-!? Dia bahkan masih di JHS ! Dia berani mengutarakan perasaannya?! Nappeun Namja!" Kesal sehun lalu meremas kertas itu, lalu memasukkannya ke dalam saku celananya,

Tak berselang, yeoja yang dipanggil luhan itu keluar dari toilet,

"Apakah tadi ada yang datang? Aku dengar tadi seperti ada suara.." Ujar Luhan lalu kembali duduk di samping sehun,

"Anio. Tak ada siapa-siapa" ujar sehun ketus, luhan yang merasakan perubahan sifat sehun hanya terus menatap wajah sehun.

"Wae?" Tanyanya pada Luhan

"Kau kenapa?" Tanya luhan singkat. Matanya menuntut penjelasan.

"Tidak. Tidak apa-apa.." Ujar sehun acuh tak acuh

"Jangan berbohong. Kau kenapa?" Tanya luhan lagi.

'Kau masih begini lu.. Masih pemaksa.. Aku menyukai nya' batin sehun,

"Aku tak apa lu.. Aku hanya... Kesal" ujar sehun mulai kembali ke nada biasanya.

"Kesal? Kesal kenapa? Ah.. Mian, aku bukan bermaksud untuk ingin mengetahui masalah pri-"

"Aku kesal karena seorang namja tadi ingin mengutarakan perasaan nya pada seseorang yang masih ku cintai" ucap sehun jujur. Dia menatap dalam-dalam mata luhan,

Kata-kata sehun seperti membuat hati luhan hancur. Entah kenapa hatinya menjadi sangat sakit mendengarnya.

"Oh.." Ujarnya singkat lalu kembali menggeluti pekerjaannya. Dia bahkan bingung mau menjawab apa.

.

.

.

.

"Wah.. Daebaak.." Ujar sehun terperangah saat melewati Cheonggyecheon. Matanya terus melihat air mancur yang terus mengalir. Luhan hanya bisa tersenyum melihat tingkah sehun ini,

"Luhan, bisakah kita berfoto?" Tanya sehun hati-hati dan langsung dijawab anggukan oleh luhan, sehun memberikan handphone nya lalu luhan menerimanya, lalu luhan menyentuk ikon kamera,

"Hana.. Dul.. Se-"

"Ige mwo ya!" Pekik luhan terkejut saat sehun tiba-tiba menariknya ke sampingnya,

"Kan aku sudah bilang.. Kita berfoto.. Bukan aku sendiri.. Hana.. Dul.. " Sehun memberi penjedaan saat melihat Luhan yang menatap kamera sambil tersenyum sangat manis,

"Set" ujar sehun pelan lalu menyentuh ikon capture.

"Lihat..lihatt.." Luhan merengek lalu merampas handphone sehun,

"Ya! Kau harusnya melihat ke arah kamera! Bukan melihatku.." Pekik luhan sedikit tertawa melihat foto mereka.

"Tapi tetap saja aku tampan.." Ujar sehun ke pe de an -_-" (author:emang ganteng kok lu bang ;;) #dibomluhan)

"Kau percaya diri sekali,sehun.. Sudahlah.. Aku sudah pegal mengajak mu.." Ujar luhan lalu duduk di kursi kayu panjang di dekat sana,

Sehun langsung mengambil tempat di sebelah kanannya,

"Baiklah. Karena kebaikan mu, aku akan mentraktir mu bubble tea. Bagaimana?" Tanya sehun,

Mood luhan langsung naik drastis seketika, dia langsung bangkit,

"Baiklah.. Ayo ke tempat kerja mu"

.

.

.

.

"Kau mau apa?" Tanya sehun,

"Aku? Uhm.. Choco bubble tea dan strawberry cake" ujar luhan,

Sehun mengangguk lalu berjalan menuju dapur.

'Lihat eomma.. Siapa yang sedang berfoto dengan ku..' Begitulah isi pesan sehun pada eomma nya, dengan melampirkan foto nya bersama luhan tadi tentu saja.

Setelah berselang beberapa menit, pesan masuk dari nyonya Oh itu.

'Apakah itu Luhan? Itu Luhannie baby? Bayi besar ku?'

Tak lama, nyonya Oh menelepon putra nya itu,

"Itu benar Luhan, Sehunnie? Itu Luhan? Luhan bayi besar ku?"

"Ne eomma.. Bayi besar mu, luhan ku. Aku menemukannya eomma.."

"Bagaimana bisa? Ah.. Aku ingin bertemu dengannya. Aku juga merindukan orang tua nya. Bisakah kau tanyakan padanya dimana sekarang orang tua nya itu berada, Sehunnie?"

"Akan ku usahakan,eomma.."

"Baiklah sehun. Jaga dia baik-baik. Mungkin kau memang ditakdirkan dengannya"

"Ne eomma.. Pasti.. Gumawo atas doa nya"

"Ne anakku.. Jangan lupa kabari aku tentang keberadaan orang tuanya." - PIP

Sehun lalu memasukkan kembali handphone nya ke saku jeans nya,

.

.

.

.

"Kau sudah selesai bekerja? Cepat sekali"

Ucap luhan melihat sehun yang mendekat ke arahnya,

"Kau lupa? Aku anaknya pemilik cafe ini. Aku hanya dibolehkan bekerja oleh eomma ku disini. Lagi pula, bekerja atau tidak bekerja pun aku bakal di kasih uang lebih" ujar sehun sedikit sombong.

"Dasar manja" cibir Luhan,

'Manja.. Hmm.. Sudah lama aku ingin medengar kata ini keluar lagi dari mulut mu lu..' Batin sehun,

"Terserah" ujar sehun sambil mengeluarkan lidahnya

.

.

.

"Jaljayo, luhan-ah.." Ujar sehun lalu memasukkan dirinya ke dalam apartemennya,

Begitu juga dengan luhan, setelah menekan password, dia masuk ke dalam apartemennya, dan membanting tubuhnya ke kasur nya,

Hari-hari yang melelahkan sekaligus menyenangkan,

Dia tertidur lagi,

.

.

.

.

"Hey,hunnie.. Kenapa kau melamun begitu?" Ujar seorang remaja perempuan lalu duduk di sebelah namja itu,

"Tak apa lulu.. Hunnie hanya merasa takut,"

"Kenapa takut?"

"Ujian kan akan dimulai, hunnie takut tidak bisa menjawabnya denga benar"

"Tenang saja hunnie.. Aku akan mengajari mu"

"Benarkah?"

"Iya,ayo kita ke perpustakaan"

Mereka berjalan beriringan ke perpustakaan,

Dan, duduk disana,

Setelah menjelaskan soal,

"Jadi, ini dikali dengan yang ini, lalu kau tinggal membagi nya dengan 2" ucap yeoja itu serius, sedangkan si namja hanya menatap wajah yeoja itu dari samping

"Ya! Hunnie! Perhatikan ini! Jangan perhatikan pipi ku!" Kesal yeoja itu

"Baiklah," ucap namja itu lalu mengecup pipi yeoja itu singkat,

Yeoja itu hanya mematung,

"Haaah..haaah..." Ucap luhan terengah-engah.

"Huh.. Mimpi mereka lagi.." Ucap Luhan pelan

.

.

.

NoonaLu : udah lanjut nih^^ gomawo udh ripiu.. Baca terus ya chingu^^

BeibiEXOl : waah~ makasi udh mau ripiu.. Merasa terhura diripiu sama senior^^ makasi^^ mau ripiu.. Ikutin terus ya^^

Oh Juna93 : iya chingu^^ udah update nih^^ makasi udh ripiu^^ ikutin terus ya^^

Makasi semuanya, yg fav,follow,ripiu maupun silent readers^^

Pay-pay^^

Sampai jumpa di chap depaan^^