"Hey,hunnie.. Kenapa kau melamun begitu?"
Ujar seorang remaja perempuan lalu duduk di
sebelah namja itu,
"Tak apa lulu.. Hunnie hanya merasa takut,"
"Kenapa takut?"
"Ujian kan akan dimulai, hunnie takut tidak
bisa menjawabnya denga benar"
"Tenang saja hunnie.. Aku akan mengajari mu"
"Benarkah?"
"Iya,ayo kita ke perpustakaan"
Mereka berjalan beriringan ke perpustakaan,
Dan, duduk disana,
Setelah menjelaskan soal,
"Jadi, ini dikali dengan yang ini, lalu kau tinggal
membagi nya dengan 2" ucap yeoja itu serius,
sedangkan si namja hanya menatap wajah
yeoja itu dari samping
"Ya! Hunnie! Perhatikan ini! Jangan perhatikan
pipi ku!" Kesal yeoja itu
"Baiklah," ucap namja itu lalu mengecup pipi
yeoja itu singkat,
Yeoja itu hanya mematung,
"Haaah..haaah..." Ucap luhan terengah-engah.
"Huh.. Mimpi mereka lagi.." Ucap Luhan pelan
.
.
.
.
Please... Remember Me
Title : Please.. Remember me
Author : luluhanbyun
Rate : T
Maincasts : Oh Sehun x Xi Luhan
Pairing : Hunhan (Sehun x Luhan)
Genre : Romance gagal :v
(Warning! : typo persebaran, romance gak jadi, cerita gaje, genderswitch!)
.
.
.
.
"Haaah..haaah..." Ucap luhan terengah-engah.
"Huh.. Mimpi mereka lagi.." Ucap Luhan pelan
"Tapi, mimpi ini sangat aneh." Gumannya.
Biasanya jika Luhan bermimpi tentang namja dan yeoja itu, dia pasti akan menelpon eomma nya. Tapi,dia mengurungkan niatnya kali ini. Dia merasa malu jika harus berkata bahwa yeoja itu dicium oleh namja itu.
Dia kembali tidur. Kalaupun dia memberi tahu eommanya, Eomma nya pasti akan menyuruhnya untuk kembali tidur.
.
.
.
.
"Annyeong Luhan-ah.." Ujar seseorang dari belakang luhan yang sedang menekan password. Lagi-lagi dia terkejut mendengar suara itu. Dia kembali menstabilkan detakan jantung nya yang tiba-tiba berdetak kencang itu.
"A-annyeong sehun-ah.." Balasnya sedikit canggung.
"Yasudah.. Kajja.." Ucap sehun sambil sedikit menarik lengan Luhan,
Luhan terkejut dengan sentuhan Sehun, Jantungnya segera berpacu lebih cepat lagi.
"Kita kemana?" Tanya Luhan,
"Aku harus kerja." Sambung nya lagi
"Aku tau. Maka aku akan menemani mu selama kerja. Setelah itu,kau bisa menemani ku menjelajah Seoul. Dan aku juga akan mentraktirmu bubble tea selama yang kau mau." Ucap Sehun sepihak.
"Baiklah. Selama yang ku mau ya.." Goda Luhan. Lagi-lagi sehun tertawa mendengarnya. Ralat. Bukan tertawa mendengarnya, melainkan tertawa melihatnya.
.
.
.
"Cih..banyak sekali yang melirik mu,Lu" ujar Sehun kesal karena banyak namja yang berlalu lalang melewati perpustakaan hanya untuk melirik Luhan.
"Itu karena aku manis" ujar Luhan sambil tertawa kecil.
'Iya, kau bahkan terlalu manis. Sampai-sampai aku tak bisa melupakan mu 10 tahun ini' ucap sehun dalam hati. Dia tersenyum. Tersenyum sangat miris.
'Rasanya ingin sekali aku menyolok mata namja-namja ini. Berani sekali dia melirik Luhan ku' kesal sehun dalam hati
'Ah.. Sadarlah Sehun.. Kau bukan siapa-siapa nya..' Batinnya lagi.
"Annyeong Luhan-ah.." Ujar seorang namja langsung mengambil tempat di samping luhan. Dia tak memakai seragam anak sekolah. Itu berarti dia bukan siswa disini.
Dia sangat tampan. Kulitnya yang tan / agak gelap itu cocok untuknya.
Sehun seperti mengenal orang ini, tapi dia lupa namanya.
"Annyeong Kai-ah.." Ucap Luhan sambil tersenyum. Kai membalas senyumannya,
Sehun menatap tajam namja itu, yang ditatap hanya terus sibuk dengan Luhan, mengobrol yang tak penting. Itulah yang dipikiran Sehun.
"Ngomong-ngomong, itu siapa Lu.." Tanya Kai dengan nada pelan,
"Ah.. Dia Sehun.. Sehun,ayo perkenalkan dirimu.."
"Annyeong, Sehun imnida.." Ujar sehun singkat sambil menampilkan senyuman paksa nya,
"S-sehun? Oh Sehun?" Tanya Kai memastikan.
"Kau tau dari mana nama keluarga ku?" Tanya Sehun,
"Aku Jongin. Kim Jongin. Kau lupa pada ku?" Tanya kai sedikit meninggikan nadanya.
"K-kkamjong!?"
.
.
.
"Kalian lama sekali di toilet.." Ujar luhan malas. Ya, setelah sehun memekik nama panggilan kai dulu, dia menarik kai ke dalam kamar mandi.
- Flashback -
"Kau kkamjong? Si temsek yang suka nonton blue film? Ini kah kau? Si hitam yang paling hitam?" Tanya sehun antusias
"YA! Kau mengejekku kelewatan!" Ucap Kai kesal lalu menjitak kepala sehun
"Appo.. Sakit.. Eh? Itu berarti aku tak bermimpi.. Waah.. Si hitam kini masih saja hitam.. Tapi giginya makin putih.." Puji Sehun dan mendapat jitakan lagi dari Kai.
"YA! Aku kira kau juga terkena penyakit itu seperti Luhan, sampai kau lupa pada ku"
"Tidak,Jong.. Aku hanya tak mengingat mu karena tadi Luhan memanggil mu 'Kai'. Apa kau sudah ganti nama?"
"Bukan begitu,pabbo.. Luhan dulu sangat suka dengan nama itu, dan ingin mempunyai anjing peliharaan lalu menamainya dengan nama itu. Tapi dia dilarang eomma nya, jadi dia menamai ku"
"Tentu saja. Dia alergi bulu anjing. Eh- berarti kau peliharaannya.." Ujar sehun lalu terkekeh
"Berarti selama aku tak ada, kau yang menggantikan posisi ku disampingnya?" Kini nada sehun mulai melemah.
"Ani! Kami hanya berteman.. Percayalah sehun-ah.."
"Huh.. Semoga aku bisa mempercayai ucapan mu.. Apakah dia... Baik-baik saja saat aku tak disampingnya?"
"Tidak bisa dikatakan begitu juga. Dia bahkan menutup hatinya untuk semua namja. Termasuk aku."
"Termasuk Kau!? Kau menyimpan perasaan pada nya!?" Pekik sehun
"Haha.. Easy men.. Aku hanya iseng hari itu.. Apakah dia masih belum mengenalmu?" Tanya kai hati-hati
"Ya.. Begitulah.."
"Bagaimana bisa kau disini? Harusnya kan kau di amerika"
"Nanti ku jelaskan kkamjong, ayo kita kembali, Luhan mungkin sudah khawatir"
- Flashback Off -
"Kalian sudah lama berkenalan?" Tanya Luhan,
"Tentu saja, aku dan sehun kan dulu se JH- Ouch!" Kata-kata Kai terhenti begitu saja saat sehun mencubit pinggangnya kuat,
"Tidak.. Kami hanya teman biasa.."
"Tidak mungkin.. Bagaimana bisa kau memanggilnya kkamjong?"
"Itu memang nama panggilannya dulu.."
.
.
.
"Waaah~ini sangat indah Lu.." Pekik sehun senang melihat sungai han yang kini berkelap-kelip karena lampu-lampu yang terlilit disana. Ditambah lagi hari sudah gelap, menambahkan kesan indah di sana.
"Kau lebih mirip yeoja dari pada namja" kekeh Luhan lalu duduk di samping sehun.
"Ya! Kau tau.. Aku dulu sering pergi ke sini bersama orang yang kucintai, sebelum pindah ke amerika. Dan saat aku kembali, dia bahkan tak mengingat apa-apa tentang ku" ucap sehun tersenyum miris sambil menceritakan tentang orang yang sedang berada di sampingnya ini,
Hati luhan benar-benar mencelos. Entah kenapa rasanya sakit sekali jika sehun mulai berbicara tentang hal ini padanya.
Dia tersenyum masam,
"Oh.." Jawabnya singkat.
Mereka agak lama duduk disana.
Hanya berdiam diri
Menikmati pemandangan sungai han.
.
.
.
.
"Gomawo luhan-ah.. Ingat janji mu luhan, 1 minggu.. Kau harus menemani ku menjelajah seoul" ucap sehun sedikit mengusap surai hitam luhan, lalu masuk ke apartemennya.
Luhan yang menerima perlakuannya hanya diam mematung. Lagi-lagi jantungnya berdegup kencang.
Dia membuka pintu apartemennya
'Perasaan aku sebelum pergi sudah mengunci apartemen ku.. Apa tadi aku tak sadar membukanya ya?' Batin luhan.
Karena takut ada apa-apa, dia segera masuk ke apartemennya, memastikan tak ada pencuri, tapi apa yang di dapatnya?
"Luhan? Kau sudah pulang?" Suara cempreng milik baekhyun menyambar.
Mata luhan kini melihat ada 2 sahabatnya yang sedang ada di atas kasurnya.
"Soo? Baek? Sedang apa kalian disini?" Tanya Luhan,
"Kami? Apakah kau lupa? Ini adalah jadwal menginap di rumah mu.." Ujar Kyungsoo, luhan hanya manggut-manggut tak jelas.
Mereka mulai memainkan permainan aneh. Mulai dari karoke dengan volume sangat keras, bermain ludo ataupun kini yang sedang perang bantal.
Setelah lelah dengan perang bantal mereka, mereka langsung terlelap.
.
.
.
'Ya! Lulu! Jangan berlari..' Ucap namja itu memperingati.
'Ne, Hunnie.. Ah.. Indahnya..' Ucap yeoja itu terkagum-kagum melihat jembatan sungai han itu berkelap-kelip.
'Ne.. Indah sekali..' Ucap si namja lalu duduk disamping yeoja itu,
Yeoja itu menempatkan kepalanya di atas paha namja itu, dan menatap wajah si namja,
'Hunnie lebih indah..' Ujar yeoja itu sambil memegang dagu namja itu, sebenarnya tak ada maksud apa-apa. Dia hanya iseng memegang dagu namja itu,
Mata namja itu mengunci mata milik yeoja itu. Mereka berdua sama-sama mendalami mata masing-masing.
Perlahan,sang namja lalu mendekatkan kepalanya ke bawah, ke wajah si yeoja itu,
Dan,
Chu~
Si namja mencium si yeoja, tepat pada bibirnya. Ini adalah yang pertama bagi si namja juga si yeoja. Mata mereka tertutup, menikmati ciuman itu. Ciuman yang berdasarkan kasih dan cinta, bukan nafsu. Dia melumatnya pelan, tidak ada hasrat disini. Si namja hanya ingin si yeoja tahu, bahwa dia sangat mencintai nya.
Setelah berapa lama bertautan, mereka melepaskan ciuman mereka, tapi si namja tidak kunjung menjauh dari wajah si yeoja. Dia tetap menatap wajah yeoja cantik ini, matanya menelusuri setiap keindahannya. Membuat yang di bawah merasakan degupan jantung yang semakin cepat berdetak. 'Itu yang pertama bagi ku' bisik sang namja itu, sang yeoja sedikit tersenyum. Setidaknya dia lah yang beruntung menjadi ciuman pertama si namja dan juga si namja menjadi yang pertama juga bagi si yeoja.
'Naddo..' Ucap si yeoja sedikit bangkit, lalu mengecup singkat bibir tipis milik namja itu. Si namja hanya diam, membiarkan yeoja nya yg ingin berbicara
'Saranghae..' Ucap si yeoja lagi singkat, dan disambut oleh menempel nya kembali bibir mereka
"Haaahhh..haaahh..." Ujar luhan terengah lalu bangun dari mimpinya,
"Mimpi itu lagi.." Helanya lagi.
Merasa ada sentakan karena tadi luhan yang tiba-tiba bangun, baekhyun ikut bangun dan melihat ke arah Luhan.
"Mimpi itu lagi?" Tanya baekhyun.
Yap, baekhyun maupun kyungsoo sudah tau bahwa luhan sering memimpikan namja dan yeoja itu, luhan sendiri yang menceritakannya.
"Ya.. Kali ini aneh.. Namja itu mencium bibir yeoja itu..." Ujar luhan,
Baekhyun hanya tersenyum miris melihat sahabatnya yang kini dihantui oleh kenangan masa lalu nya.
"Sudahlah, tak usah dipikirkan, kita kembali tidur saja. Ne?" Cerca baekhyun lalu berbaring.
"Kau sama saja seperti eomma. Tapi sudahlah.. Jaljayo.."
.
.
.
HwaaAa^^ *joget call me baby
Aku kembali lagi dengan chapter yang membosankan.. Maaf jika ini gaje dan tyo berterbaran..
Makasih yang udh mau repot2 ripiu,fav and follow.. Gomawo ^^
Kalau ada saran, kasi tau aja chingu,
Kalo mau kritik juga bilang aja^^
Tetep saksiin yaa kelanjutannya :v *promo
Makasi juga yang udh nyempetin baca walaupun ga ninggalin jejak^^
Gapapa.. :')
Akhir kata, annyeooongg~
