'Ya! Lulu! Jangan berlari..' Ucap namja itu memperingati.
'Ne, Hunnie.. Ah.. Indahnya..' Ucap yeoja itu terkagum-kagum melihat jembatan sungai han itu berkelap-kelip.
'Ne.. Indah sekali..' Ucap si namja lalu duduk disamping yeoja itu,
Yeoja itu menempatkan kepalanya di atas paha namja itu, dan menatap wajah si namja,
'Hunnie lebih indah..' Ujar yeoja itu sambil memegang dagu namja itu, sebenarnya tak ada maksud apa-apa. Dia hanya iseng memegang dagu namja itu,
Mata namja itu mengunci mata milik yeoja itu. Mereka berdua sama-sama mendalami mata masing-masing.
Perlahan,sang namja lalu mendekatkan kepalanya ke bawah, ke wajah si yeoja itu,
Dan,
Chu~
Si namja mencium si yeoja, tepat pada bibirnya. Ini adalah yang pertama bagi si namja juga si yeoja. Mata mereka tertutup, menikmati ciuman itu. Ciuman yang berdasarkan kasih dan cinta, bukan nafsu. Dia melumatnya pelan, tidak ada hasrat disini. Si namja hanya ingin si yeoja tahu, bahwa dia sangat mencintai nya.
Setelah berapa lama bertautan, mereka melepaskan ciuman mereka, tapi si namja tidak kunjung menjauh dari wajah si yeoja. Dia tetap menatap wajah yeoja cantik ini, matanya menelusuri setiap keindahannya. Membuat yang di bawah merasakan degupan jantung yang semakin cepat berdetak. 'Itu yang pertama bagi ku' bisik sang namja itu, sang yeoja sedikit tersenyum. Setidaknya dia lah yang beruntung menjadi ciuman pertama si namja dan juga si namja menjadi yang pertama juga bagi si yeoja.
'Naddo..' Ucap si yeoja sedikit bangkit, lalu mengecup singkat bibir tipis milik namja itu. Si namja hanya diam, membiarkan yeoja nya yg ingin berbicara
'Saranghae..' Ucap si yeoja lagi singkat, dan disambut oleh menempel nya kembali bibir mereka
Please... Remember Me
Title : Please.. Remember me
Author : luluhanbyun
Rate : T
Maincasts : Oh Sehun x Xi Luhan
Pairing : Hunhan (Sehun x Luhan)
Genre : Romance gagal :v
(Warning! : typo persebaran, romance gak jadi, cerita gaje, genderswitch!)
.
.
.
"Tok.. Tok.. Tok" pintu apartemen Luhan diketuk. Entahlah siapa yang mengetuk.
Mereka yang di dalam apartemen masih tidur. Ya, mereka terlalu lelah karena perang bantal semalam. Mereka tidur terlalu larut. Membuat mata mereka enggan membuka sampai sekarang.
"Tok.. Tok.. Tok" sekali lagi, pintu diketuk diluar sana.
Merasa terganggu, kyungsoo bangun dengan mata sayunya,
Dia berjalan malas ke pintu apartemen luhan, lalu membuka nya.
"A-annyeong.." Ucap Sehun gelagapan saat menemukan bahwa bukan luhan lah yang membuka pintunya. Dia tak mungkin salah apartemen kan?
"Annyeong.. Mencari siapa?"
"Ah.. Mencari Luhan.. Apakah dia sudah pindah?" Tanya sehun bodoh
"Anio.. Dia sedang tidur.. Masuklah.." Ujar Kyungsoo mempersilahkan sehun masuk.
"Gomawo" ujar sehun singkat, lalu masuk dengan canggung. Mata bulat dan besar itu. Mata burung hantu itu. Dia seperti mengenalnya.
"Aku akan membangunkannya.. Nama mu?"
"Ah.. Sehun. Oh Sehun imnida.." Ucap sehun lalu menundukkan kepalanya.
Kyungsoo menguap,
"Baiklah sehu- SEHUN!? OH SEHUN!?"
"N-ne?" Ujar sehun sedikit terkejut dengan teriakan yeoja ini.
"Kau sehun? Si Cadel? Si Namja albino?" Tanya Kyungsoo tak sabar. "Aku Kyungie.. Aku kyungsoo.." Ujar kyungsoo sedikit menaikkan nada bicaranya.
"K-kyungsoo?" Pekik sehun tak percaya.
Semalam Jongin dan sekarang Kyungsoo. Sebentar lagi siapa? Tentu kalian sudah tau jawabannya.
"Bagaimana bisa kau disini?" Tanya kyungsoo mulai sedikit tenang.
"Kau kenapa kembali dari Amerika?" Sambungnya lagi.
"Kau... Masih mencintai nya?" Tanya Kyungsoo hati - hati dan langsung dijawab oleh anggukan tegas oleh Sehun.
"Dan, apakah Luhan sudah mengingatmu?" Sehun menggeleng lemah mendengar pertanyaan kyungsoo.
"Huh.. Sudah ku duga.. Terus perjuangkan dia, Sehun-ah.."Ucap Kyungsoo memberi semangat.
Mereka berdua langsung berbincang. Tentang bagaimana sehun berada disini, bagaimana keadaan appa dan eomma sehun, semua mereka bahas. Mengakibatkan 1 diantara 2 orang yang masih tidur itu bangun dengat tidak elit nya.
"Aissh.. Baekkie tidur sangat berantakan.. Sepertinya aku harus membeli tempat tidur yang lebih besar supaya kalau mereka menginap lagi, aku tidak jatuh seperti ini lagi" guman Luhan sambil mengusap-ngussap bokongnya.
Suara orang tertawa samar-samar terdengar oleh telinga Luhan. Maupun Baekhyun. Salahkan kyungsoo dan sehun yang terlalu mengenang masa lalu saat masih di JHS mereka.
"Kyungie bicara pada siapa?" Tanya baekhyun sudah sadar. Lalu duduk di tepi kasur.
"Entahlah.." Jawab luhan lalu mendahului baekhyun ke kamar mandi.
"YA! Aku duluan!" Ujar baekhyun hendak merebut kamar mandi. Tapi, apa daya? Luhan sudah berada di dalam kamar mandi lalu mengunci nya. Dari dalam dia menghasilkan cengiran aneh. Sedangkan baekhyun, dia terus menggedor pintu kamar mandi. Sambil terus mengatakan "YA! Aku duluan, pabbo!"
Suara gedoran baekhyun itu menginterupsi percakapan antara si cadel dan burung hantu.
"Itu siapa?" Tanya Sehun. Dia juga tak merasa asing mendengar pekikan cempreng ini.
Tanpa menjawab pertanyaan sehun, kyungsoo meninggalkan sehun sebentar dan menyeret baekhyun.
"Astaga kyungie.. Pasti aku bermimpi kan? Bertemu malaikat yang sangat indah ini? Ahh.. Jangan bangunkan aku kyung" kata-kata itu tak sengaja keluar setelah melihat wajah tampan sehun. Sehun bingung, tapi dia langsung memperkenalkan diri.
"Annyeong.. Oh Sehun imnida."
"Ah.. Jadi, Malaikat ini bernam- tunggu. Oh sehun?" Ucap baekhyun pada dirinya sendiri sambil mengetuk-ngetukkan dagu nya dengan jari telunjuknya, Matanya membulat, mulutnya terbuka. Bersiaplah Sehun, nikmatilah teriakan baekhyun
"OH SEHUN!? MAGNAE CADEL!? KAU KAH ITU!?" Ya, reaksi sama antara kai, kyungsoo dan baekhyun. Sehun sedikit menutup telinga nya.
"AKU TAK MENYANGKA KAU AKAN MENJADI SETAMPAN INI !" Teriak baekhyun sambil menggoyang-goyang kan bahu sehun.
Sehun kini mengenal siapa yang di depannya ini. Melihat eyeliner nya saja sudah gampang mengenalnya.
"Masih saja menyukai eyeliner, eoh?" Cibir sehun.
"YA! Ku tarik kembali kata-kata ku yang mengatakan kau malaikat. Kau iblis.." Ucap baekhyun balas menyindir.
"YA!" Pekik sehun tak terima. Ya, pertengkaran selalu terjadi jika mereka berdua bersama waktu masih JHS dulu.
"Bagaimana kau bisa disini, bocah albino?" Tanya baekhyun masih menggunakan kata sisipan bersifat ejekan. Sehun hanya memutar bola matanya.
"Kau tanyakan saja pada kyungsoo, aku bosan menjawab pertanyaan yang sama 3 x berturut-turut" ujar sehun.
" 3 x ? Siapa saja? Aku, baekkie, lalu?" Tanya kyungsoo.
"Tentu saja si kkamjong"
"Kai? Ah.. Kenapa dia tidak memberi tahu ku?" Gerutu kyungsoo. Haha.. Bersiaplah menerima semburan kemarahan, Kai..
Mereka terus berbincang-bicang. Melanjutkan obrolan tadi.
"K-kalian mengenalnya juga?" Tanya luhan dengan rambut basah dan kaos serta hotpansnya. Dia baru selesai mandi.
"Ya, tentu saja.. Dia teman lama ku.." Ucap baekhyun, "maksudku teman lama kami" sambungnya lagi.
"Kalau sehun teman lama kalian, kenapa kalian tidak mengenalkan ku pada nya, dulu?" Tanya luhan agak kesal.
"Lu? Kau tak kerja?" Sehun balik tanya.
Tanpa memerdulikan, baekhyun langsung lari dan masuk ke dalam kamar mandi.
Tinggalah mereka bertiga, kyungsoo,sehun dan luhan.
"Tidak, sehun-ah.. Ini hari minggu.. Aku tak bekerja.." Ujar Luhan sambil mengusak-ngusak rambut hitam nya.
"Baiklah.. Tapi tetap saja, kau harus menemani ku ke tempat-tempat wisata di Seoul.." Ujar Sehun dengan santai nya.
Luhan membulatkan mata nya. Dia berencana bobo cantik seharian nanti, tapi, sepertinya itu takkan terjadi..
"YA!" Pekik Luhan tak terima.
"Seperti janji mu, Lu"
"Aku bahkan tak pernah membuat janji. Kau yang membuatnya sepihak"
"Aku tak mau tahu" lagi-lagi si sehun ini tak mau mengalah.
"Kalian akan kemana?" Tanya kyungsoo.
"Aku tak tau.. Tanyakan pada sehun" jawab luhan acuh tak acuh.
"Aku ingin ke Namsan." Ujar sehun pelan. Mengingat bahwa itu adalah tempat yang penuh kenangan bagi sehun.
"Mwo!? Namsan!? Ayolah sehun, mengantri cable car itu sangat lama" gerutu Luhan.
"Aku juga ingin ke namsan, Lu.. Boleh tidak aku ikut? Dengan Kai dan Chanyeol" ujar kyungsoo, matanya menatap luhan penuh harap.
"C-chanyeol? Si tiang listrik?" Cerca sehun gelagapan. "Santailah sehun, nanti kau juga akan bertemu dengannya" ujar kyungsoo, "jebal Lu.." Ujar kyungsoo memohon.
Luhan dengan wajah keberatan menjawab,"Tapi butuh waktu yang lama untuk pergi ke sana,-" ucapan luhan terpotong,
"Baiklah Lu, tak usah jadi.. Kau kan takut ketinggian.. Aku memang ingin sekali pergi kesana. Tapi, tidak usahlah.. Aku akan menghabiskan waktu ku di apartemen saja." Potong sehun sedikit dingin lalu berdiri dari sofa abu-abu itu.
'Tau dari mana dia kalau aku takut ketinggian?' Batin Luhan.
Tangan luhan langsung terangkat, dia memegang lengan sehun. Itu semua refleks. Dia bahkan tak sadar bahwa kini tangannya sudah menahan sehun untuk pergi. "Baiklah.. Kita akan pergi" ucap Luhan singkat.
.
.
.
"Syukurlah, antrian nya tak terlalu panjang" ucap baekhyun sedikit lega,
Ya, baekhyun, kyungsoo, kai dan chanyeol akhirnya ikut setelah memohon-mohon pada luhan.
Ya, tersisa 2 kelompok di depan mereka.
Setelah menunggu sebentar, akhirnya mereka dipersilahkan naik kereta gantung itu.
Sehun melirik Luhan. Mereka sudah ada diatas cable car. Dia merasa bersalah sekarang. Kendaraan yang bagai terbang ini sekarang sudah berjalan, sedikit bergoyang, reflek, Luhan langsung berjongkok di dekat pintu keluar cable car itu. (Inget aja ep. Showtime yang mereka pergi ke namsan^^ hihi.. Yang luhan jongkok ketakutan #ditendangLuhan)
Sehun mendekat pada Luhan.
'Biasanya dia akan memelukku ketakutan dan membenamkan kepalanya di dada ku jika dulu kami menaikki ini. Ah.. Aku rindu saat-saat itu..' Batin Sehun, dia menatap Luhan.
"Wuaah~ sangat indah.." Girang kai dan chanyeol serempak. Melihat pemandangan yang terpampang. Memang sangat indah. Baekhyun dan kyungsoo sibuk memfoto-foto. Tak ada yang memperdulikan Luhan dan ketakutannya. Ya, kecuali si albino ini.
Mata Luhan menutup. Dia sungguh tak sanggup melihat pemandangan yang sangat indah itu. Bagi nya pemandangan yg sangat indah itu membunuhnya. Detakan jantungnya berpacu dengan cepat.
Matanya mendapati sebuah stiker "larva" toko kartun yang tertempel di sudut cable car itu. Dia seperti mengenalnya. Seperti ada sesuatu dibalik stiker itu, dia berusaha mengingat nya, tapi, malah sakit kepala yang luar biasa yang didapatnya. Tangannya yang tadi berpegang pada pinggiran pintu, kini keduanya memegang kepalanya. Sungguh sakit kepala yang luar biasa. Matanya menutup sekali, mengakibatkan kerutan di matanya dan jangan lupakan mulutnya yang agak melengkung menahan sakit. Dia kini menahan agar teriakan kesakitan ini tak keluar dari kepalanya.
Sehun menyadari akan perilaku Luhan ini. Dia mendekat pada luhan, lalu berjongkok di hadapannya.
Tangan nya memegang lengan luhan yang sedang memegang kepalanya.
"Kau baik, Lu?" Pertanyaan bodoh keluar dari mulut Sehun. Tentu saja dia tidak baik!
Mata Luhan sedikit terbuka, rasa sakit kepalanya berangsur-angsur membaik. Tapi malah digantikan oleh degupan jantung yang makin keras dan cepat.
Nafasnya tercekat, darah nya mengalir hebat. Berada sedekat ini dengan Oh Sehun memang menimbulkan efek aneh tersendiri pada diri Luhan. Pipi nya sedikit merona melihat wajah khawatir sehun. Dia semakin tampan jika dilihat dari dekat. Setelah lama terhanyut oleh mata elang milik Sehun itu, akhirnya Luhan mengangguk kecil. Lalu tersenyum.
Sehun sedikit lega. Dia mengedarkan penglihatannya, dia menangkap stiker larva yang sebelumnya dilihat Luhan itu. Dia tersenyum kecut melihat stiker itu.
'Tak kusangka, stiker itu masih tertempel.." Batin Sehun. Stiker itu.
Setelah agak lama melewati jalur, akhirnya cable car yang mereka tumpangi berhenti. Mereka keluar dengan rasa antusias. Tak terkecuali Luhan. Dia berjalan seperti anak kecil dengan wajah sumringah itu.
"Waah~ cepat kaliaan.. Aku tak sabar ingin ke puncak gedungnyaaa~" pekik Luhan gembira. Sedangkan mereka hanya menghiraukan kata-kata Luhan, dan terus berfoto-foto di depan pemandangan yang sangat cantik itu. Tak terkecuali Sehun.
"YA!" Gerutu Luhan karena tak ada dari mereka yang memperhatikannya.
"Lu.." Panggil Sehun, luhan langsung mendatangi nya.
"Ayo berfoto.." Ajak sehun dan diterima oleh anggukan antusias Luhan. Dia segera merapikan poni nya itu.
"Oke.. Hana.. Dul.. Set!" Sehun lalu menyentuh ikon "capture" itu. Mereka lalu melanjutkan kegiatan foto-memfoto itu. Kini pose nya Luhan sedang mempout kan bibirnya, diikuti oleh sehun. Entah sudah berapa foto konyol yang mereka lakukan. Setelah puas berfoto, Luhan,Sehun,Kai,Baekhyun,Chanyeol dan Kyungsoo mulai melanjutkan perjalanan mereka lagi.
.
.
.
"Aku ingin warna pink.." Ucap baekhyun pada chanyeol yang sedang memilih-milih padlock kecil yang akan dituliskan nama mereka berdua disitu.
"Arra baekkie.. Kita pakai yang pink.." Ucap chanyeol gemas lalu mengusap kepala baekhyun. Mereka pun memilih sebuah padlock kecil bewarna pink yang simple, dan menuliskan sesuatu disana,
"Always together. Chanyeol Baekhyun. Saranghae my Baekkie.. Saranghae my Channie" itulah isi padlock mereka. "Saranghae my baekkie" itu chanyeol yang tulis, dan "saranghae my Channie" itu Baekhyun yang tulis. Mereka tersenyum puas lalu menguncinya di tembok/tiang kecil itu. "Saranghae.." Bisik chanyeol pada baekhyun. Baekhyun tersenyum manis lalu mengecup pipi Chanyeol, "Nado Channnie.."
Sementara ChanBaek sedang berlovely dovey sambil mencari padlock yang pernah sebelumnya mereka kunci dulu 2 tahun yang lalu, Kai dan Kyungsoo juga sedang menulis dia padlock mereka.
'KaiSoo' mereka hanya menuliskan kata itu. Sisipan nama mereka. Sangat singkat tapi mempunyai banyak makna dan kenangan. Mereka dengan senang mengunci nya di tiang yang lebih tinggi. Yap, setelah itu mereka mulai bermesraan.
Sedangkan Sehun dan Luhan hanya diam melihat-lihat padlock yang menggantung banyak di tiang tinggi itu. Banyak nama yang tertera disana. Banyakan yang berpasangan, tak jarang mereka mendapatkan yang seperti ini, "Dahae taehyuk" atau, "saranghae kang won" ya, sangat banyak yang seperti itu. Luhan memegang-megang padlock yang tergantung itu, dia sedikit membuka padlock-padlock itu, sehingga dia bisa melihat deretan padlock lainnya yang tertimpa tadi. Dia menyerit. Dia membaca padlock bewarna ungu ini baik baik.
"Luhan Sehun"
'Se-sehun? Lu-luhan? A-aku dan sehun? Tak mungkin. Aku tak ingat membuat padlock ini. Dan tak mungkin sehun yang melakukannya, dia saja baru ke sini, dan juga baru mengenalku.. Mungkin ada orang lain yang kebetulan bernama sama dengan kami, yang berpacaran. Yang pasti ini pasti bukan aku dan sehun. Tapi... Aku merasa aneh pada padlock ini,'
Lagi-lagi. Dia seperti merasakan Deja Vu. Dia seperti mengenal padlock ungu terang ini. Dia berusaha mengingat nya lagi,
"Hunniee! Lulu maunya yang merah"
"Tapi, biru lebih bagus Lu.."
"Pokoknya Lulu mau yang merah.."
"Biru!"
"Merah!"
"Bagaimana kalau Ungu?"
"Kok ungu?"
"Merah jika bersatu dengan biru kan ungu. Kita juga kan sudah satu, jadi kita harus menciptakan sesuatu yang baru yang lebih indah dari sebelumnya.."
"Baiklah! Lulu mau warna ungu saja.."
"Bagus.."
Kilasan-kilasan itu terlintas di kepalanya. Kejadian itu datang ke kepalanya, bersama dengan sakit kepala yang sangat hebat. Dia mengabaikan sakit kepalanya. Toh nanti bakalan baikan sendiri.
"Ungu.." Guman Luhan, dia pergi ke tempat membeli padlock. Lalu dia membeli padlock kecil bewarna ungu. Sehun terperangah. Dia sebenarnya tadi melihat apa yang dilihat Luhan. Ya, padlock mereka. Padlock yang bersama-sama mereka gantung 10 tahun yang lalu. Masih tetap tergantung disana dengan manisnya. Sama seperti stiker "larva" yang sebelumnya tadi dia lihat. Tapi bedanya, stiker itu sudah sedikit berdebu dan hilang warna nya. Dia tersenyum kecut, melihat padlock ungu terang ini.
Matanya kini tertuju pada Luhan yang sedang menggantungkan padlock nya. Dia menghampiri Luhan yang sedang menunduk. Dia membaca apa yang ditulis luhan disana.
'Semoga, hal kecil itu kembali.'
Mata Sehun membulat. 'Hal kecil?' Guman sehun. 'Apa ini berarti dia sudah mulai mengingat ku?' Batin sehun yang merasa bahwa "hal kecil" itu dirinya.
"Kalau kau menulis itu, lebih baik kau memintanya pada Tuhan" kaget Sehun sambil menyengir. Berbeda dengan hatinya yang sedang penasaran.
"Haha.. Sehun! Kau mengagetkan ku!" Protes luhan sambil tertawa kecil. Tangannya memukul pelan bahu Sehun.
"Kalau boleh tahu, kenapa kau menulis itu, Lu?" Tanya Sehun hati-hati.
"Entahlah.. Aku hanya merasa bahwa ada yang hilang. Sesuatu yang terlihat kecil, tapi aku merasa bahwa itu adalah yang sangat berarti dalam hidup ku.. Saat tadi aku melihat padlock bewarna ung-" ucapannya tiba-tiba terhenti, tidak mungkin dia memberi tahu tentang itu pada Sehun. Wajahnya berubah menjadi merah. Merah! Sangat merah!
"Lu? Kenapa wajah mu menjadi merah? Kau tau? Kau seperti kepiting rebus" canda sehun. Jelas-jelas sehun tau apa yang dimaksud luhan tadi. Tapi melihat wajah luhan yang merah ini lebih menarik dari pada membahas tentang padlock itu.
"Aah... Lupakanlah.." Ucap Luhan berjalan mendahului sehun sambil mengangkup pipi merah dan panasnya menggunakan tangannya.
Sehun hanya tertawa. Melihat sifat luhan ini. Dia kini menatap padlock yang baru di gantung luhan tadi. Dia tersenyum, dia kini tak perlu menggantungkan padlock juga, seperti apa yang dilakukan kai, kyungsoo, chanyeol, baekhyun dan Luhan. Harapannya sudah tersalurkan oleh padlock luhan.
"Ya, kembalikan aku si 'hal kecil' ini pada luhan" guman sehun lalu mengejar luhan yang sudah agak jauh.
.
.
.
"Wah.. Aku sangat lelah.." Pekik baekhyun sambil merentangkan tangannya keatas, mengganggu Kai yang disampingnya, kai hanya menggerutu tak jelas, lalu menghempaskan tangan baekhyun kasar. Chanyeol yang memandang semuanya dari kaca spion mobilnya itu langsung memandang tajam kearah kai.
"M-mian hyung.." Ujar kai takut-takut,
Lalu chanyeol memandang jalan lagi.
"Seperti janji mu, Hun. Kau harus mentraktir kami bubble tea.." Ucap Luhan, sehun hanya menghela nafas.
Mereka dalam perjalanan ke cafe bubble tea milik orang tua Sehun.
.
.
.
"Aah.. Mashitaa,,," pekik luhan setelah menyedot seperempat dari bubble tea nya masuk ke dalam perutnya.
"Bubble tea memang enak" tambah kyungsoo dibalas anggukan oleh baekhyun yang masih menyeruput bubble tea nya.
Chanyeol dan kai meminum bubble tea nya dengan tenang.
"Jadi bagaimana dengan kabar mu, hyung?" Tanya sehun pada chanyeol. Chanyeol tersenyum dan menjawab.
"Seperti yang kau lihat,hun. Hyung mu ini baik.." Jawabnya dengan menampakkan gigi-gigi nya yang kokoh itu.
"Iya, hidup hyung baik setelah baekhyun noona menerima hyung.." Cibir Kai lalu mendapatkan jitakan manis dari chanyeol.
"Bukan hanya aku saja yang begitu, kau juga begitu.." Balas chanyeol, kai hanya menggerutu pelan.
"Bagaimana dengan mu, Hun? Apakah cinta mu itu sudah kembali pada mu?" Tanya chanyeol sedikit melirik ke arah luhan. Chanyeol tau bahwa sehun masih menunggu Luhan.
Sedangkan yang dilirik hanya menunduk kebawah. Hatinya lagi-lagi mencelos. Dia sangat malas jika berbicara tentang cinta pertama sehun. Dia bahkan tak siap mendengar jawaban sehun.
"Huhh.. Rumit sekali, hyung.. Dia belum mengingat apa-apa tentang ku.. Padahal aku bela-bela in datang dari amerika untuk memeluknya. Tapi rasanya tak mungkin melihat keadaannya" keluh sehun.
'Wah.. Pasti yeoja itu sangat berharga bagi sehun.. Lihat saja, sehun bahkan rela pergi jauh-jauh dari amerika hanya untuk ingin memeluk yeoja itu.. Ah.. Kenapa mata ku berair? Hati ku juga rasanya sakit sekali.. Jangan menangis disini, Xi Luhan!' Lirih Luhan dalam hati. Air matanya menetes. Tak ada yang menyadari nya. Karena dia menundukkan kepalanya. Tak ada kecuali Kai. Dia melihat air mata luhan jatuh. Dia menatap Luhan lama.. Lalu kai menggemgam tangan luhan, hanya sekedar menyalurkan semangat bagi Luhan. Kai memang sama sekali tak mengerti kenapa Luhan menangis, tapi dia ingin menguatkan sahabat nya ini. Luhan sedikit terkejut ketika merasakan hangat di tangannya. Luhan semakin menggenggam tangan kai. Sungguh, hatinya sangat sakit.
Dia menjaga agar bahu nya tak berguncang karena tangisnya yang kian menderas. Dia menghapus kasar air matanya. Bahkan bubble tea nya ini sama sekali tidak menarik dihadapannya.
Dia ingin pulang ke apartemennya dan menangis kuat sekali. Dia ingin melampiaskan nya pada bantal di rumahnya.
Kini Luhan tidak dapat membantah lagi. Luhan menyukai Sehun. Mencintai nya... Mungkin..
.
.
.
"Kau yakin, tak apa Lu?" Ucap Sehun masih saja tak ingin masuk ke dalam kamar nya. Dia masih khawatir pada Luhan yang masih saja diam. Sehun memang sudah meninggalkan luhan selama 10 tahun, tapi sehun sangat kenal pada Luhan. Dia tau Luhan sedang memendam sesuatu.
"Aku tak apa,hun-ah.."
"Aku tak percaya dengan mu.."
"Umm.. Sehun-ah.. A-apa yeoja itu sangat kau cintai? Tanya Luhan hati-hati.
"Eoh? Yeoja? Yeoja man- aah.. Iya.. Dia sangat ku cintai.. Aku bahkan tak tau sebesar apa cinta ku padanya.. Aku sangat mencintai nya, dia juga sang-" ucapan sehun terpotong.
"Sudahlah sehun-ah.. Aku lelah" potong luhan membuka pintu apartemennya. "Ah.. Baiklah luhan.. Selamat mal-" ucap sehun terpotong oleh debaman pintu yang tertutup, "-am." Lanjut sehun. Sehun sedikit kecewa dengan sikap luhan, dia berbalik dan masuk ke kamarnya.
Sedangkan dibalik kamar luhan, luhan merosot di depan pintu. Matanya tak henti-henti nya mengeluarkan air mata beningnya. Isakan tangis juga selalu lolos dari bibirnya.
"Ke.. Kenapa hati ku sakiit" isakan luhan terus keluar.
"Aku. Menyukai nya" isak luhan lagi. Air matanya kian menderas.
.
.
.
.
"Eomma.. Aku mendapatkan foto Luhan lagi" pekik sehun gembira di teleponnya.
"Benarkah!? Palli sehunnie.. E-mail kan ke eomma.."
"Sabar eomma.. Hihi.. Nanti akan ku kirim.."
"Baiklah.. Eomma ada arisan sehunna.. Telepon lagi nanti.. Paypay"
Setelah mematikan sambungan telepon, dia menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur nya. Pikirannya kembali ke pada luhan.
"Lulu.. Apakah kau baik-baik saja?" Lirih sehun,
.
.
.
.
'Lulu, ayo pulang'
'Mianhae hunnie.. Aku akan pulang bersama chen oppa' ucap yeoja yang di panggil lulu itu.
'Shiro! Kau pulang bersama ku! Dan jangan memanggilnya oppa. Dia seumuran dengan mu. Kau tak perlu memanggilnya oppa'
'Anio hunnie. Dia namjachingu ku. Wajar aku memanggilnya oppa'
'N-namjachingu mu!? Apa maksudmu!?'
'Ya, aku namja chingu nya..' Celetuk chen yang rupanya sedang duduk di bangku taman tepat di belakang mereka.
'Jelaskan..padaku..lu' ucap namja yang dipanggil hunnie itu meredam emosi nya.
'Dia yeoja ku dan aku namja nya. Sudah jelas kan? Tak ada yang perlu dijelaskan lagi kan?' Ucap chen yang lebih tinggi dari namja yang dipanggil hunnie itu.
'Buukk!' Namja itu segera melayangkan tinju nya pada wajah tampan milik chen. Chen segera tersungkur tak berdaya. 'Chen! Apa yang kau lakukan hunnie!' Pekik lulu dengan mata berair. Lulu bergerak ingin membantu chen, tapi, tangannya di cengkram kuat oleh namja itu. Tangannya ditarik menuju pohon yang agak jauh dari tempat chen terkulai.
'A-apa yang kau lakukan!? Chen kesakitan sekarang! Aku harus membantu nya..!'
'Bagaimana dengan hati ku!? Hati ku juga sakit! Tak mau kah kau mengobati nya juga!?'
'Sudahlah hunnie! Bahagialah bersama irene, yeoja mu itu!' Lirih yeoja itu tak kuasa menahan air matanya.
Namja itu mengangkat tangannya, dia mengusap air mata yeoja itu.
'Kau adalah yeoja ku.. Jadi buatlah aku bahagia' ucap namja itu, dia menatap dalam mata rusa milik yeoja itu.
'Apa maksudmu yeoja mu?'
'Tak sadarkah kau lulu? Aku memberi perhatian yang lebih pada mu, menjaga mu, memeluk mu dikala kau sedih, melakukan semuanya demi mu.. Kau adalah yeoja ku, lu..'
'Bukan.. Bukan aku, tapi irene'
'Yeoja ku adalah kau! Bukan dia!' Kini namja itu sedikit membentak,
'Tapi. Tapi dia tadi menggandeng tangan mu'
'Dia saja yang genit lu..'
'Lagi pula, bagaimana pun, aku tak mau kau menjadi namja ku'
'Kau yakin? Tadi saja kau sudah cemburu'
'Cemburu? Anio! Aku tak cemburu..'
'Jadi apa kalau tidak cemburu?'
Lulu seketika terdiam. Ya, dia cemburu. Dia tak bisa memungkiri nya.
Namja itu tersenyum manis, lalu memeluk badan mungil yeoja itu.
'Kau cemburu, yeoja ku,'
Tak ada bantahan dari mulut lulu. Dia malah semakin mengerat kan pelukannya,
'Kau terlambat melakukan ini. Bagaimana pun, aku sudah membuat chen masuk ke dalam daftar mantan ku. Dan menobatkannya sebagai pacar pertama ku'
'Anio! Dia takkan masuk ke dalam daftar ex-namja mu! Aku lah namja pertama mu! Tak ada yang lain! Akulah yang pertama!'
'Dasar egois'
"Haaaaahhh...!" Luhan terbangun dari tidurnya. Dia mimpi aneh lagi.
Dia segera mengambil handphone nya. Dia segera menelepon eomma nya.
"Eomma!" Pekik luhan setelah telepon tersambung.
"Ahh! Wae Xi Luhan? Kau mengagetkan eomma"
"Mian eomma.. Tapi.. Aku ingin menelepon untuk menanyakan sesuatu.."
"Menanyakan apa, Lu?"
"Eomma dulu pernah bilang kalau aku mengalami pendarahan yang hebat karena terpeleset. Dan kepala ku mengenaik batu dengan keras. Sehingga kepala ku mengalami pendarahan. Ya kan eomma?"
"Ne.. Kau koma 9 hari.."
"Dan saat aku bangun, aku tidak mengingat apa-apa, iya kan eomma?"
"Ne, kau bahkan tak mengenal nama mu sendiri.."
"Tapi, eomma.. Apa ada sesuatu yang dulu pernah berpengaruh sekali dalam hidup ku yang ku lupakan sekarang,?"
Eomma nya yang di china sekarang sedang membulatkan matanya.
"Ne.. Ada lu.. Seorang namja"
"Namja? Siapa nama nya, eomma!?" Pekik luhan,
"Mian Lu.. Eomma sudah berusaha mengingat nama nya, ini sudah 10 tahun eomma tak mendengar nama nya. Shixu!? Ah, bukan, bukan itu nama nya, sekyung!? Ah, bukan-bukan.. Aah! Seh-" padahal, baru saja eomma nya ini mau mengucapkan nama "sehun". Ya, dia baru ingat sekarang. Dia sudah tua, jadi wajar saja dia agak lupa.
"Sudahlah eomma.. Aku akan menelepon eomma besok." Potong Luhan,
"Baiklah Lu.. Pay- eh? Tapi apakah kau tak bermimpi tentang kau dan- err.. Maksud eomma yeoja itu dan namja itu?"
"Aku baru saja memimpikannya,eomma.. Paypay.." Ucap luhan lalu menutup sambungan teleponnya.
Dan lagi, luhan terlarut didalam mimpinya, lagi.
TBC
.
.
.
.
Anyyeeoooonggg.. Akhirnya aku update niih^O^ hihihi.. Maaf lama update nya :' aku kan udah kelas 9, jadi agak sibukan sama ujian praktek.. Maaf ya chinguu^3^
Maaf ya, kalo ff nya rada ngebosenin.. Typo bersebaran.. Miaan.. Aku bakalan berusaha yang terbaik ;) #NgedipMataAlaSuho
Ohya, kenapa aku nambahin chen, kan biasanya yang dipilih jd orang ke tiga kan kris, ini aku milih chen karena aku juga ChenLu shipper ^O^ kayaknya cuma aku deh yang nge ship mereka, =3= tak apalah, yang penting happyy~ ^3^
Selain Hunhan,chenlu, aku juga ngeship kaisoo^^ siapa yang sama, angkat kaki!^3^ hihihii..
Chap berikutnya insyaallah bakalan fast update and words nya nambah..
Lisnana1 : ini udah lanjut, chingu.. Maaf bales reviewnya lama.. Ikutin terus yaa ^O^~
KiranMelodi : ini udah lanjut^3^ makasih udah review^^
Kimyori95 : iya,lulu kecelakaan.. Bukan kecelakaan sih, tp kepeleset *rotfl* dia bakalan inget kok,chinguu^^ makasih udah review^^
Xi Hye Han : sip chingu^3^ aku bakal semangayt^^ udah lanjut niih^3^ makasih udah review~
MbemXiumin : bakal ingetkok^3^ tenang aja.. Makasih udah review^^
BeibeiEXOl : iya, kan sehun baru bisanya balik setelah 10 taun, karena sebelumnya sehun nya sama aku xD #plakk kaga deng.. Candaa.. :v ntar ada di chap berikutnya ttg alasannya chingu^^ udah next nih, ^^ makasih for review nya :v ^3^
Zoldyk : makasih chingu^^ kalo suka, baca terus,ne?^3^ hehe.. Makasih udah review juga,btw^3^
Guest : udah lanjut nih,chingu^^ makasih udh review^^
Loveliya : kayaknya sih entar lagi,chingu^^..udah lanjut niih^^ makasih udah review^^
MelmelXiao : udah lanjut nih.. Entar aku usahain chap depannya fast update^^ makasih udah repot-repot review^^
OhdhiHanni: benarkah? ^^terimakasih chinguu^^ temen aku bilangnya cerita ini payah^^ =3= udah lanjut nih chingu^^ makasih udah review ya^^
Oh Juna93 : iya,bukan tabrakan chingu, tapi kepeleset xD makasi chingu udh mau review^^ udah lanjut nih, aku usahain bakaln tambah words nya^^
Makasih semuanya yang udah nge fav, follow, read (walowpun kaga review :'") dan juga yang review.. Kalo ada yang review nya ga kebales, bisa protes kok^^ and, kalo ada sesuatu yang ga bagus/yg salah dari ff ini, chingu-deul bisa kok corat-coret di kotak review^^ kritik juga gapapa^w^
Kalo ada yang ingin temenan ama aku, ini nih, sosmed saya^^
Pin BB = 33214A7F
Facebook = Gilga Molanda ( foto profilnya sekarang foto Kai yang lagi ketawa xD)
Twitter = OhXiLuge_
Line I'd = molanda_gilga
Silahkan, di follow/add/invite ^O^
Akhirkata, maaf dan terimakasih^O^ pay-paay^^
