"Mian eomma.. Tapi.. Aku ingin menelepon untuk menanyakan sesuatu.."
"Menanyakan apa, Lu?"
"Eomma dulu pernah bilang kalau aku mengalami pendarahan yang hebat karena terpeleset. Dan kepala ku mengenaik batu dengan keras. Sehingga kepala ku mengalami pendarahan. Ya kan eomma?"
"Ne.. Kau koma 9 hari.."
"Dan saat aku bangun, aku tidak mengingat apa-apa, iya kan eomma?"
"Ne, kau bahkan tak mengenal nama mu sendiri.."
"Tapi, eomma.. Apa ada sesuatu yang dulu pernah berpengaruh sekali dalam hidup ku yang ku lupakan sekarang,?"
Eomma nya yang di china sekarang sedang membulatkan matanya.
"Ne.. Ada lu.. Seorang namja"
"Namja? Siapa nama nya, eomma!?" Pekik luhan,
"Mian Lu.. Eomma sudah berusaha mengingat nama nya, ini sudah 10 tahun eomma tak mendengar nama nya. Shixu!? Ah, bukan, bukan itu nama nya, sekyung!? Ah, bukan-bukan.. Aah! Seh-" padahal, baru saja eomma nya ini mau mengucapkan nama "sehun". Ya, dia baru ingat sekarang. Dia sudah tua, jadi wajar saja dia agak lupa.
"Sudahlah eomma.. Aku akan menelepon eomma besok." Potong Luhan,
"Baiklah Lu.. Pay- eh? Tapi apakah kau tak bermimpi tentang kau dan- err.. Maksud eomma yeoja itu dan namja itu?"
"Aku baru saja memimpikannya,eomma.. Paypay.." Ucap luhan lalu menutup sambungan teleponnya.
Dan lagi, luhan terlarut didalam mimpinya, lagi.
Please... Remember Me
Title : Please.. Remember me
Author : luluhanbyun
Rate : T
Maincasts : Oh Sehun x Xi Luhan
Pairing : Hunhan (Sehun x Luhan)
Genre : Romance gagal :v
(Warning! : typo persebaran, romance gak jadi, cerita gaje, genderswitch!)
- Flashback -
"Bagaimana hari mu,nak? Apa kau belajar sesuatu yang baru?" Tanya seorang ibu muda sambil jongkok di depan putra kecilnya yang masih TK ini.
"Ne,eomma! Thehun belajar banyak! Theperti ini eomma, merah artinya berhenti, kuning berthiap thiap, hijau jalaann" ucap sehun kecil dengan aksen cadel nya sambil menirukan bagaimana mobil jalan, dia mungkin bisa bilang "R" tapi tidak dengan "S"
"Wah.. Anak eomma sangat pintar.." Gemas nyonya Oh sambil mengusak pelan rambut anaknya.
"Eomma kenapa lama thekali menjemput thehun? Thehun capek nunggu. Apalagi ada dia, thi bambi jelek" kesal sehun sambil menjulurkan tangannya menunjuk seorang anak perempuan yang seusia dengannya sedang duduk termenung.
"Itu tetangga kita,bukan? Aigoo, dia sangat cantik," puji eomma sehun sambil tersenyum.
"Tapi, dimana eomma nya? Apakah tidak menjemput Luhan?" Batin ibu sehun.
"Ayo kita sapa,nak.." Ajak ibu sehun memegang tangan mungil anaknya, yang dipegang hanya menunjukkan wajah kesal nya.
"Annyeong Luhan.." Ucap eomma sehun tersenyum pada Luhan. Luhan segera berdiri lalu menundukkan badannya,
"Annyeong, ahjumma.." Ucap Luhan lalu tersenyum sangat manis.
Sehun hanya menatap kesal seorang anak perempuan yang rambutnya di ikat setengah ini.
"Annyeong, albino.." Ucap Luhan sambil tersenyum lagi pada sehun.
"Aiitthhh! Dasar bambi jelek! Kan thudah aku bilang! Jangan memanggil ku albino! Kenapa kau memanggil ku albino ?!" Geram sehun sedikit teriak pada luhan.
Eomma nya hanya diam melihat pertengkaran keduanya.
"Semua olang kan memanggil mu albino, jadi kupikil nama mu adalah albino, soalnya eomma pelnah bilang kalau nama adalah sebutan olang untuk memanggil mu. Dan jangan memanggil ku bambi! Aku punya nama" ucap Luhan tak mau disalahkan,
Eomma nya tertawa kecil menyaksikan pertengkaran polos keduanya.
"Lagipula, kau belum pelnah belkenalan dengan ku. Jadi mana aku tau kalau itu hanya ejekan!" Lanjut Luhan. Ya, Luhan tak bisa bilang R
"Huhh! Baiklah, nama ku Thehun," ucap sehun menjulurkan tangannya,
Luhan menjabat tangannya,
"Baiklah thehun,namaku Luhan"
Luhan mengira nama sehun adalah "Thehun", eomma sehun kini tertawa mendengarnya.
"Bukan Thehun! Tapi thh- aitth.. Kenapa thuthah thekali bilang etthhh (S) thaja!" Gerutu sehun,
"Bukan Thehun, luhan, tapi sehun.." Ucap eomma sehun membenarkan.
"Ooh? Baiklah,Sehun!" Ucap Luhan,
"Luhan? Dimana eomma? Apakah belum menjemput mu?" Tanya eomma sehun,
"Belum,ahjumma, nanti mungkin akan menjemput Luhan.." Ucap Luhan sambil celngak celinguk mencari mana tau mobil eomma luhan masuk.
"Baiklah, ahjumma akan menemani mu" ucap eomma sehun duduk disamping luhan.
Mereka menunggu eomma Luhan. Sudah sangat lama. Tapi belum ada tanda kedatangan eomma luhan.
Mengingat bahwa Luhan adalah tetangganya, eomma sehun menawarkan untuk pulang bersama. Dan Luhan mau.
Itu menyebabkan kebiasaan bagi Luhan setidaknya sampai sehun pindah.
Menjadi kebiasaaan bagi Luhan kalau pulang bersama eomma sehun, dan menetap di rumah sehun sampai eomma luhan pulang.
Makan disana, tidur siang disana. Bahkan eomma sehun sangat menyayangi Luhan sepertii anaknya sendiri.
Sehun juga semakin dekat dgn Luhan, walaupun selalu bertengkar,tapi mereka saling menjaga.
"Kasian sekali kau,Luhan! Kau mendapat peringkat paling atas, tapi eomma mu tidak bisa mengambil rapot mu. Haha! Ironis sekali" cibir jessica pada Luhan. Mereka kini sudah kelas 5 primary school.
Ya,Luhan adalah murid yang sangat pintar! Tapi eomma nya biasa saja akan kelebihan anaknya itu. Bahkan dia menganggap bahwa pekerjaan lebih penting dari pada mengambil rapot anaknya itu.
Luhan menahan tangisnya saat jessica meledeknya.
"Apa eomma mu tak menyayangi mu,Luhan? Kasian sekali kau!" Ledek tiffany.
Luhan terisak. Dia tidak bisa lebih lama lagi menahan tangisnya.
Pundaknya bergetar hebat,dan tangan kanannya dia gunakan untuk mengusak-ngusak matanya, Yang terus mengeluarkan cairan bening itu.
Seseorang muncul dari belakang Luhan, seseorang yang berpenampilan sangat tampan. Rahang nya yang tegas itu menambahkan kesan manly bagi nya. Seorang laki-laki yang diidam-idamkan setiap wanita.
9 wanita tadi langsung saja menjauh dari Luhan setelah melihat siapa yang ada dibelakang Luhan.
"Pabbo" ucap namja yang berdiri di belakang luhan tadi.
Luhan perlahan menurunkan tangannya yang tadi mengusak-usak mata nya.
Dia berbalik untuk melihat siapa yang ada dibelakangnya.
"Kau bodoh. " Ucap namja itu lagi.
"Ya! Aku tahu aku bodoh! Aku bahkan tak bisa membela diriku! Aku sangat bod-" ucapan luhan terhenti ketika sehun segera menarik tubuh mungilnya itu ke dalam pelukannya.
"Ya,kau sangat bodoh. Membuatku ingin terus melindungi mu, rusa jelek" ucapnya lembut, tangan kirinya semakin mengeratkan pelukannya,sementara tangan yang satunya mengusap lembut kepala belakang Luhan.
Jantung Luhan segera berdetak abnormal. Detakannya berpacu sangat cepat.
Tangannya bahkan tak sanggup untuk membalas pelukan hangat sehun ini.
"Jangan lemah, lu.. Kuatlah.. Untuk ku" Bisik sehun di telinga Luhan,
Luhan hanya menganggukan kepala nya kikuk. Tangannya mulai naik dan balik memeluk pinggang Sehun.
"B-baiklah. Aku akan kuat. Untuk mu, hunnie" ucap Luhan. Airmata nya mengalir lagi. Dia juga lelah untuk menjadi lemah. Dia juga capek jika harus terus berakhir dengan dirinya yang menangis jika selesai di ejek 9 yeoja genit itu. Dia harus kuat. Terlebih lagi, Sehun, namja yang sangat disukai nya itu yang menyuruhnya untuk kuat.
Sehun perlahan melepaskan pelukannya.
"Tak usah sedih Lu.. Eomma ku adalah eomma mu juga.. Dan, chukkae Lu.. Kau mendapat peringkatmu lagi, aku sangat bangga pada mu," ucap sehun sembari menangkup wajah Luhan dan mengusap pipinya lembut. Matanya menerawang ke dalam mata rusa milik luhan.
"YA! Berhentilah bermesraan!" Kaget seorang yeoja yang segera berlari mendekat ke mereka ber dua, sehun segera memberhentikan kegiatan mengusap-pipi-luhan itu.
Luhan segera membalikkan badannya. Mendapatkan baekhyun yang sudah mulai dekat dengannya.
"Kalian ini.. Selalu saja bermesraan.. Ahh.. Lupakanlah.. Chukkaee Lulu kuu.. Kau ada diperingkat atas lagii" ucap baekhyun riang lalu memeluk erat luhan, luhan hanya tertawa di dalam pelukan sahabat nya yang rempong (?) Ini.
Kyungsoo lalu muncul, dan memeluk kedua sahabatnya ini. "Chukkae kalian berdua.." Ucap kyungsoo, ya, Luhan ada di peringkat teratas, kyungsoo ke 3 dan baekhyun ke 4.
"Chukkae kita ber 3" riang luhan.
Sehun hanya tersenyum melihat kelakuan sahabat sekaligus wanita yang disukainya ini.
"Selamat sehun.. Kau naik 1 peringkat." Ucap kai menepuk pundak sehun, sehun hanya tersenyum, lalu berkata, "gumawo.."
"Selamat juga untuk mu, kau turun 2 peringkat" sambung sehun dan dihadiahkan jitakan dari kai.
"Eomma.. Apakah aku tak bisa tidak ikut? Aku punya banyak teman disini. Aku nyaman tinggal disini. Tak bisakah aku tidak ikut? Bagaimana dengan luhan? Eomma yakin ingin meninggalkannya?" Ucap sehun parau.
Eomma sehun baru saja berkata bahwa mereka akan pindah ke Amerika. Dikarna kan perusahan appa sehun yang berada disana yang akan bangkrut jika tidak ditangani langsung oleh appa sehun.
"Tidak sehunna.. Kau harus ikut.. Appa mu sudah mengurus kepindahanmu, dan kau sudah terdaftar di salah satu sekolah yang ada di amerika sana. Kita akan pindah lusa, kau pikir aku menginginkan ini semua,nak? Sama sekali tidak.. Eomma juga tak tega meninggalkan Luhan. Apalagi eomma nya yang jarang pulang. Luhan sudah eomma anggap sebagai anaknya sendiri. Eomma sangat menyayanginya. Tapi bagaimana lagi,nak? Kita hanya bisa mengikuti apa yang appa mu bilang.." Ucap eomma sehun sesenggukan, isakan nya semakin mengeras.
Sehun mengusak kepalanya keras.
Bagaimana bisa dia meninggalkan Luhan? Mereka bahkan baru saja jadian 2 hari yang lalu!
- Flashback -
"Lulu, ayo pulang"
"Mianhae hunnie.. Aku akan pulang bersama chen oppa" ucap yeoja yang di panggil lulu itu.
"Shiro! Kau pulang bersama ku! Dan jangan memanggilnya oppa. Dia seumuran dengan mu. Kau tak perlu memanggilnya oppa"
"Anio hunnie. Dia namjachingu ku. Wajar aku memanggilnya oppa"
"N-namjachingu mu!? Apa maksudmu!?"
"Ya, aku namja chingu nya.." Celetuk chen yang rupanya sedang duduk di bangku taman tepat di belakang mereka.
"Jelaskan..padaku..lu" ucap namja yang dipanggil hunnie itu meredam emosi nya.
"Dia yeoja ku dan aku namja nya. Sudah jelas kan? Tak ada yang perlu dijelaskan lagi kan?" Ucap chen yang lebih tinggi dari namja yang dipanggil hunnie itu.
"Buukk!" Namja itu segera melayangkan tinju nya pada wajah tampan milik chen. Chen segera tersungkur tak berdaya.
"Chen! Apa yang kau lakukan hunnie!" Pekik lulu dengan mata berair. Lulu bergerak ingin membantu chen,
tapi, tangannya di cengkram kuat oleh namja itu. Tangannya ditarik menuju pohon yang agak jauh dari tempat chen terkulai.
"A-apa yang kau lakukan!? Chen kesakitan sekarang! Aku harus membantu nya..!"
"Bagaimana dengan hati ku!? Hati ku juga sakit! Tak mau kah kau mengobati nya juga!?"
"Sudahlah hunnie! Bahagialah bersama irene, yeoja mu itu!" Lirih yeoja itu tak kuasa menahan air matanya.
Namja itu mengangkat tangannya, dia
mengusap air mata yeoja itu.
"Kau adalah yeoja ku.. Jadi buatlah aku bahagia"
ucap namja itu, dia menatap dalam mata rusa milik yeoja itu.
"Apa maksudmu yeoja mu?"
"Tak sadarkah kau lulu? Aku memberi perhatian yang lebih pada mu, menjaga mu, memeluk mu dikala kau sedih, melakukan semuanya demi mu.. Kau adalah yeoja ku, lu.."
"Bukan.. Bukan aku, tapi irene"
"Yeoja ku adalah kau! Bukan dia!" Kini namja itu sedikit membentak,
"Tapi. Tapi dia tadi menggandeng tangan mu"
"Dia saja yang genit lu.."
"Lagi pula, bagaimana pun, aku tak mau kau menjadi namja ku"
"Kau yakin? Tadi saja kau sudah cemburu"
"Cemburu? Anio! Aku tak cemburu.."
"Jadi apa kalau tidak cemburu?"
Lulu seketika terdiam. Ya, dia cemburu. Dia tak bisa memungkiri nya.
Namja itu tersenyum manis, lalu memeluk
badan mungil yeoja itu.
"Kau cemburu, yeoja ku,"
Tak ada bantahan dari mulut lulu. Dia malah semakin mengerat kan pelukannya,
"Kau terlambat melakukan ini. Bagaimana pun, aku sudah membuat chen masuk ke dalam daftar mantan ku. Dan menobatkannya sebagai pacar pertama ku"
"Anio! Dia takkan masuk ke dalam daftar ex- namja mu! Aku lah namja pertama mu! Tak ada yang lain! Akulah yang pertama!"
"Dasar egois"
- Flashback End -
Mata Sehun berair mengingat kejadian manis itu. Dia tak mungkin meninggalkan Luhan, padahal baru saja berpacaran dengannya.
Sehun tak bisa menahan air matanya lagi.
Ia tak sanggup meninggalkan Luhan, yeoja yang sangat dicintainya. Cinta pertamanya.
Dia menenggelamkan kepalanya ke lipatan tangannya. Isakan mulai keluar dari mulutnya.
"Kringg!" Handphone sehun berbunyi,
Dia melihat siapa pemanggilnya, setelah membaca hangeul nya, dia segera mengusap kasar air matanya. Dia menarik nafas dalam-dalam, agar nanti bibirnya tidak bergetar saat berbicara pada kekasihnya ini.
"Yeobboseo! Hunnie!" Ucap luhan girang diseberang sana, sehun berusaha mati-matian agar suaranya tidak bergetar.
"Y-yeobboseo, Lulu.. Bogoshippeo!" Seru Sehun dengan nada segembira mungkin. Dia segera menghapus kasar air matanya yang mulai jatuh lagi.
"Hunnie! Nado bogoshippeo! Kenapa dengan mu? Kau sangat gembira sepertinya?" Ya, Luhan tertipu dengan suara Sehun.
"Gembira apanya Lu.. Aku sangat kacau sekarang.." Lirih sehun dalam hati.
Lagi-lagi, air mata sehun jatuh.
Jangan bilang dia cengeng! Dia hanya terlalu mencintai si Rusa ini.
"Ya,aku sangat gembira, aku akan semakin gembira jika kau mau ikut denganku sekarang ke Sungai Han. Sore besok." Ucap sehun,
"Tentu saja aku mau,hunnie! Baiklah,Lulu siap-siap dulu,ne? Pay-pay!" Ucap Luhan lalu memutuskan sambungan telepon.
Isakan keras mulai keluar dari mulut Sehun,
Sehun mengusap kasar matanya. Dia tak mau matanya seperti bola pimpong jika nanti berkencan dengan Luhannya.
Dia segera pergi ke lemari bajunya, mengambil kemeja pemberian Luhan, (penampilan sehun itu kayak yg ada di vcr exo'luxion, yang backsound nya my turn to cry yang dia sm cewek,lg minum,terus sehun ngusap bibir cewek itu T_T anggap aja kemeja yg dipake sehun itu pemberian luhan,ne!^^) dia memakainya, dia memakai kaos yang bewarna merah muda, lalu memakai kemeja itu lagi, dia tak mengancingnya, dan memakai celana jeans. Sungguh! Dia sangat tampan!
Sesudah memakai baju, dia turun ke bawah, ingin menjemput Luhan.
"Mau kemana kau, nak?" Tanya appa sehun,
"Aku? Mau pergi bersama luhan. Wae?"
"Kita akan pindah lusa, jadi, cepatlah pulang dan siapkan barang-barang mu" ucap appa sehun lembut. Takut-takut sehun akan marah besar lagi kepadanya seperti tadi saat dia mengumumkan kepindahannya.
"Appa... Tak bisakah aku tidak ikut?" Tanya sehun lemah. Appa sehun hanya memandang sehun dengan tatapan bersalah. Dia tau sehun sangat menyayangi luhan.
"Mianhae hun.." Ucap appa nya tak kalah lemah.
Sehun tersenyum lirih, matanya berair, tapi tetap menunjukkan eye smile nya,
"Baiklah, appa.. Bisakah aku meminjam mobil appa?"
"Tentu saja,"
Sehun segera mengambil kunci mobil yang terletak dia atas meja, dia dengan cepat keluar dari rumahnya, dan berjalan ke rumah luhan yang ada di sebelah rumahnya,
"Tok..tok..tok.." Ketuk sehun,
Tak lama, seorang wanita paruh baya membuka pintu rumahnya itu.
"Ahjumma disini?" Tanya sehun, ya, jarang melihat eomma luhan yang membuka pintu, biasanya kan eomma luhan sangat sibuk, dan akan pulang malam.
"Ne.. Ah.. Siapa nama mu.." Ucap eomma luhan mengingat ngingat siapa nama namja yang didepannya ini.
Wajar saja dia tak mengingat nama sehun, dia kan jarang dirumah.
"Sehun, ahjumma.." Ucap sehun,
"Ah.. Mian, aku lupa dengan nama mu, kau pasti mencari luhan,eoh? Sebentar eomma panggilkan.." Ucap eomma luhan, lalu disambung teriakan kecilnya yang menyuarakan nama luhan.
Luhan segera bangun dari tempat duduknya, dia hanya memakai sweater abu-abu dengan dalaman kemeja putih dan celana hitam panjang ketat (penampilan luhan itu kayak sooyoung snsd yang di mirror dance nya mr. Mr.) Simple, tapi girly.
Rambutnya dia ikat setengah.
Dia segera mendekat pada sehun.
"Baiklah, sepertinya kalian akan berkencan.. Jaga luhan baik-baik, ne? Sehun?" Ucap eomma Luhan, dan dibalas anggukan oleh Sehun, "Ne, ahjumma.." Jawab sehun. Eomma sehun tersenyum sekilas lalu melihat Luhan.
"Neo.. Jangan merepotkan Sehun, ne?" Ucap eomma luhan pada putrinya ini.
"Tentu saja.." Jawab Luhan, eomma luhan hanya tertawa kecil lalu masuk kembali ke rumahnya,
"Wah.. Hunnie memakai kemeja dari ku.. Kau terlihat tampan,hunnie.. " Puji Luhan,
"Kau juga memakai sweater dari ku, kau juga cantik, sayang.." Ucap sehun mencium pipi Luhan,
Yang dicium hanya tersipu malu,
'Ya! Lulu! Jangan berlari..' Ucap sehun memperingati.
'Ne, Hunnie.. Ah.. Indahnya..' Ucap luhan terkagum-kagum melihat jembatan sungai han itu berkelap-kelip.
'Ne.. Indah sekali..' Ucap sehun lalu duduk disamping luhan,
Luhan menempatkan kepalanya di atas paha Sehun, dan menatap wajah Sehun,
'Hunnie lebih indah..' Ujar Luhan itu sambil memegang dagu Sehun itu,
'Bagaimana bisa aku meninggalkan mu,Lu?' Batin Sehun.
Mata Sehun mengunci mata milik Luhan itu. Mereka berdua sama-sama mendalami mata masing-masing.
Perlahan,sang namja lalu mendekatkan kepalanya ke bawah, ke wajah si yeoja itu,
Dan,
Chu~
Sehun mencium Luhan, tepat pada bibirnya. Ini adalah yang pertama bagi Luhan juga Sehun.. Mata mereka tertutup, menikmati ciuman itu. Ciuman yang berdasarkan kasih dan cinta, bukan nafsu. Dia melumatnya pelan, tidak ada hasrat disini. Sehun hanya ingin si luhan tahu, bahwa dia sangat mencintai nya.
'Setidaknya, aku lah yang pertama bagi mu, Lu.. Dan kaulah yang pertama bagi ku..' Lirih Sehun dalam hati.
Setelah berapa lama bertautan, mereka melepaskan ciuman mereka, tapi Sehun tidak kunjung menjauh dari wajah Luhan. Dia tetap menatap wajah Luhan yang cantik ini, matanya menelusuri setiap keindahannya. Membuat yang di bawah merasakan degupan jantung yang semakin cepat berdetak. 'Itu yang pertama bagi ku' bisik Sehun, Luhan sedikit tersenyum.
'Naddo..' Ucap Luhan sedikit bangkit, lalu mengecup singkat bibir tipis milik Sehun. Sehun hanya diam, membiarkan Luhan nya yg ingin berbicara
'Saranghae..' Ucap si Luhan lagi singkat, dan disambut oleh menempel nya kembali bibir mereka
Mereka lalu melepaskan tautan mereka,
"Lu.. Bagaimana kalau kita pergi ke namsan tower? Kau tahu? Aku sangat ingin pergi ke sana bersama mu.." Rengek Sehun,
"Wah.. Tumben kau merengek.. Kau tau,Hunnie? Kau sangat imut jika merengek.." Ucap Luhan..
"Baiklah.. Kita ke namsan tower.." Ucap Luhan semangat.
Sehun hanya tersenyum kecut melihatnya.
Annyeooonnggg!^^
Jumpa lagiii^^
Wah.. Apa pendapat kalian sama chap ini,
Aku mutusin kalau chap ini sm chap depan hanya flashback an aja, hanya masa lalu luhan,
Soalnya ada yang bingung sama alur ceritanya, ._. Jadi, supaya gampang dicerna, aku buat aja flashbackannya,
Padahal sebelumnya aku mau buat para readers penasaran, tapi kayaknya ga bisa deh, hahaha..
Mungkin sebentar lagi bakalan end nih, ceritanya T_T huhuhuu..
Ya, mungkin bakalan end di chap 8 atau 9 :v
Ga tega soalnya liat sehun tersakiti :"v
Dan terakhir,makasih ya yg udh mau review..
Maaf ga bisa bales satupersatu, karena sibuk sm ujian praktek, maaf ya :"
Semoga pertanyaan2 kalian terjawab di chap ini..
Tetep baca ya ^^
Pay-pay^^
Saengil chukkaeee Oh sehunnieee! ^^ (telaaattt #plak!)
Sampai ketemu lagi di chap depan,
Oiya, kalo mau nanya-nanya tentang ff ini, silahkan invite 33214A7F, atau add fb Gilga Molanda, (yang profil nya kai lagi ketawa w ) atau follow twitter aku OhXiLuge_ .
Pay-pay^O^/
