(Aku saranin bacanya sambil denger "My Turn To Cry" by EXO. Ga ada nyambung2nya sih, tapi coba aja^^)

Please... Remember Me

Title : Please.. Remember me

Author : luluhanbyun

Rate : T

Maincasts : Oh Sehun x Xi Luhan

Pairing : Hunhan (Sehun x Luhan)

Genre : Romance gagal :v

(Warning! : typo persebaran, romance gak jadi, cerita gaje, genderswitch!)

"Ya! Sehun-ah! kenapa kau sangat ingin pergi ke sungai han? kita kan sudah pergi ke sini baru baru ini! apa kau tak bosan?" gerutu Luhan.

'Kau memang belum mengingat semua nya Lu.. itu dulu adalah tempat favoritmu. bagaimana bisa kau bilang kalau kau bosan ke sini?' Lirih Sehun dalam hati.

"aku tidak bosan Lu.." lirih Sehun. Wajahnya kini berubah menjadi datar.

"aah... kau payah.. Aku bosan Sehun-ah.. ah! bagaimana kalo kita pergi ke toko Bubble tea itu? ayolah sehun-ah.. aku sangat menyukai Bubble tea!" rengek Luhan.

Sehun terkekeh sebentar. 'paling tidak, ada yang tak berubah dari mu, Lu.. Kau masih saja senang merengek dan menyukai Bubble Tea' batin nya lagi di dalam hati.

"aah.. baiklah Luhan.." ucap Sehun dan mulai melangkah bersama Luhan ke toko Bubble Tea itu.

"Kau ingin apa, Lu?" tanya Sehun.

"Aku? Taro! Rasa Taro!" seru Luhan, lagi, sehun terkekeh mendengar nya.

"satu taro bubble tea dan satu chocolate bubble tea.." pinta Sehun pada pelayannya,

Pelayan itu mengangguk, lalu tak lama, dia memberi pesanan Sehun itu,

Tapi, tangan Luhan segera mengambil alih minuman mereka itu.

"Biar aku saja Sehun-ah.." ucap nya sambil memegang Bubble tea itu.

"Tak usah Luhan.. Aku saja.." ucap Sehun mau mengambil kembali minuman itu lagi.

"Waahh.. kalian pasangan yang manis.." celetuk pelayan tadi yang terus melihat kegiatan rampas-merampas-bubble tea tadi.

Luhan terdiam seketika, otaknya mencerna apa yang dikatakan pelayan tadi. Dia bahkan tak sadar bahwa Bubble tea tadi sudah tak ada di genggamannya, melainkan sudah berada pada tangan Sehun.

"Mianhamnida, Eonnie.. Tapi kami bukan-"

"Terimakasih.." potong Sehun pada kalimat Luhan yang belum selesai.

Pelayan tadi tersenyum, lalu berkata, "Selamat menikmati.." lalu pergi dari hadapan Sehun dan Luhan.

Luhan menatap sebal kepada Sehun.

'apa maksudnya? aku memang ingin menjadi pasangan dengannya. Tapi, ini aneh! kami bahkan tak pernah menjalani hubungan itu, kenapa dia meng iya kannya?' batin Luhan,

"Wae?" tanya Sehun sambil menyedot bubble tea nya.

"Neo! Kenapa kau meng iya kan mereka?" tanya Luhan agak meninggikan nada nya.

"Aku tak meng iya kan nya, aku hanya ber terimakasih.." ucap Sehun santai.

"Tapi berkat kata terimakasih mu itu, dia menganggap kita pasangan, pabbo!" ucap Luhan kesal.

'Kita memang pasangan Lu.. Kita memang pasangan sejak 10 tahun yang lalu.. Tak ada dari kita yang memutuskan hubungan. Jadi sampai sekarang kita masih rersmi berpacaran..' Lirih Sehun dalam hati. Dia sedikit kecewa mendengar kata-kata Luhan tadi.

"Ya.. mana tau kita dapat diskon besar.." ucap Sehun santai.

Luhan mulai mengerucutkan bibirnya. Dia sangat imut sekarang! Jika kalian melihatnya, mungkin kalian tak akan tahan dan akan langsung mencubit gemas pipinya.

Sehun bahkan tak tahan dengan kelebihan imut yang dimiliki Luhan. Keberanian muncul dalam diri nya. Dia mendekatkan wajah nya kepada Luhan yang ada di depannya, badannya terhalang oleh meja. Mata nya tertuju pada bibir plum milik Luhan. Detik kemudian Bibir Sehun langsung mendarat pada bibir Luhan yang mengerucut itu. Mata nya mnutup, berbanding terbalik dengan Mata Luhan yang membalak! bagaimana pun, dipikirannya bahwa ini adalah ciuman pertama nya! Jantung Luhan berdegup 3 kali lebih cepat. Serasa jantung ini akan segera pecah. Perlahan, bibir Luhan sudah tidak mengerucut lagi, dia hanya diam, mencerna apa yang diperlakukan namja di depannya ini. Tak ada kegitan Melumat yang dilakukan Sehun. Dia hanya menempelkan bibirnya pada bibir Luhan, Dia hanya menunjukkan berapa merindunya dia pada yeoja ini, sekaligus pada bibirnya. Luhan segera sadar, Mata nya berair. Dia bukan benci dengan ciuman ini. Bahkan dia senang mendapatkan ciuman dari Sehun. Tapi, ini aneh bagi nya! sekaligus menyakitkan! Bagaimana pun ini terlalu cepat bagi nya! Di pikirannya bahwa Sehun sedang menunggu orang yang dicintai nya kembali ke pelukannya.

Dia begitu sakit. Karena bagi nya ini bukan ciuman kasih sayang. Ini ciuman yang seharusnya ditujukan pada yeoja yang disukai sehun itu. yang tidak diketahui oleh dirinya yaitu dirinya sendiri. Dia langsung mendorong bahu Sehun, dan akhirnya ciuman mereka lepas. Air mata nya jatuh. Tepat di depan Sehun. Dia mengusap kasar air mata nya itu yang terus saja keluar deras. Dia mengambil tas nya, dan langsung meninggalkan Sehun yang masih saja diam mematung.

tangan Sehun mengacak rambut nya frustasi.

"bagaimana bisa kau sebodoh ini, Sehun!" gumamnya. Dia tak berhenti menyalahkan diri nya sendiri. Merutuki rasa rindu nya yang sudah kelewat batas. Merutuki kebodohannya. Kata "Bodoh" juga tak berhenti keluar dari mulutnya yang ditujukan pada diri nya sendiri.

Sehun melipat tangannya dan menenggelamkan kepalanya di lipatan tangannya itu. Seorang namja tiba-tiba duduk di depannya. tepatnya ditempat Luhan duduk tadi.

"Kau terlalu cepat, Hun.." celetuk namja itu,

perlahan, Sehun menegakkan leher nya, mata nya menatap lemah ke namja di depannya.

"Sejak kapan kau disini, Jongin?" tanya Sehun.

"Sejak perilaku nekat mu kepada Luhan tadi. Kau sungguh berani, Hun.." jawab Jongin.

"Kau melihat nya? Kau melihat kebodohan ku tadi? Bagaimana ini Kai, Dia akan membenci ku.." lirih Sehun frustasi.

"Dia tidak akan membenci mu, Hun.. Dia hanya terkejut, Bagaimana pun baginya itu adalah ciuman pertama nya.." ucap Kai.

"Dia terkejut? Aku rasa tidak, Kai.. Dia sampai meneteskan air mata nya.." ucap Sehun parau.

"Ini semua..." ucap Kai gantung, "Salah paham" sambungnya lagi.

Sehun menatap Kai, meminta penjelasan lebih lanjut.

"Aku tak bisa memberi penjelasannya. Yang jelas, Dia selalu menangis saat kau menceritakan tentang gadis yang kau sukai itu, yang itu sebenarnya dirinya sendiri.. Kau tahu, Sehun-ah? Dia seperti nya mencintai mu lagi, untuk yang kedua kali lagi." ucap Kai, menyemangati Sehun.

"Kau tak berbohong kan, Kai?" tanya Sehun dengan tatapan tak percaya.

"Untuk apa aku berbohong?"

"Tetap saja, aku tak percaya.." ucap Sehun lagi,

Sementara di Toko bubble tea sedang ada kegiatan mari-saling-percaya, Kini Luhan sedang berjalan menuju apartemennya. Air mata nya sudah berhenti. Dia mengingat-ngingat kejadian tadi. Tangannya mulai naik dan menyentuh bibir nya.

Dia seperti pernah merasakan ciuman ini sebelumnya. Rasa manis ini. Ya! Dia yakin pernah merasakan ini sebelumnya..

Dia mulai mengingat lagi,

Dan, kilasan masa lalu mulai muncul, Gambaran terlintas di otak nya. Pemandangan Sungai Han, rumput, dan bintang-bintang.. Dia seperti tidak asing dengan gambaran-gambaran ini. 'Ini bukannya mimpi ku yang hari itu?' batin Luhan. gambaran itu terlintas di kepalanya seiring sakit kepala yang luar biasa mendatangi kepalanya. Dia tak memerdulikan sakit kepala nya itu, Dia berusaha mengingat lagi, Dan kini, gambar seorang namja terlintas di kepala nya. Dia seperti mengenal namja ini. Seorang namja yang berambut coklat gelap. Namja itu sedang membelakangi diri nya di dalam kilasan kilasan ini. Tapi, sebelum dia berbalik, Sakit kepala langsung menghajar kepala Luhan, menyebabkan dia mengurungkan niat untuk mengingat kejadian itu lagi.

Dia kini sudah sampai di apartemennya.

Dia kesini bukan untuk tidur, tetapi hendak mengambil baju tidur nya dan baju ganti nya.

Dia akan menginap di apartemen Kyungsoo dan Baekhyun. Yap, mereka berdua satu apartemen,

Tenang saja, Dia tak bakalan pindah kok, Dia hanya ingin menenangkan dirinya sendiri.

Dia tak mau canggung jika bertemu dengan Sehun nanti, maka nya dia untuk sementara tak mau bertemu dengannya.

Setelah memasukkan baju-baju nya kedalam tas nya, dia segera keluar dari apartemennya.

Dia lalu mengambil taksi dan pergi menuju apartemen Baekhyun dan Kyungsoo.

"Lu? Ada apa kau kemari?" ucap Baekhyun memberi coklat panas kepada Luhan,

"Ya, Lu.. Tak biasanya.." ucap Kyungsoo sehabis menutup pintu apartemen.

"Aku sedang tidak mau berada di apartemen ku.." ujar Luhan lalu menyeruput coklat panas yang baru diberikan Baekhyun tadi.

"Apa sesuatu telah terjadi?" tanya Kyungsoo dan Baekhyun bersamaan.

"haaah.." hela Luhan..

"Ini tentang... Sehun" ucap Luhan, dia menyandarkan kepalanya di sandaran sofa,

"Ada apa dengannya?" tanya Baekhyun.

"Dia... menciumku" ucap Luhan hati-hati sambil menutup telinga nya, Dia mengira Baekhyun dan Kyungsoo akan teriak sampai gendang nya pecah.

"Dia menciummu?" Ucap kedua sahabatnya ini bersamaan.

"Kenapa kalian biasa saja? Aku kira kalian akan teriak, makanya aku menutup telinga ku.." sebal Luhan,

Kedua sahabat nya hanya tertawa kecil.

"Haha.. Tak apa Lu.. Coba ceritakan pada ku bagaimana bisa itu terjadi?" tanya Baekhhyun lembut,

"Begini, tadi kan kami pergi ke toko bubble tea, lalu tiba-tiba saja dia mencium ku.. dan rasanya... manis" ucap Luhan membayangkan bagaimana kejadian tadi.

"Dan yang aneh nya.. Aku seperti pernah merasakan ciuman itu, baek, soo.. A-aku.. entahlah.. aku juga bingung bagaimana menjelaskannya" sambung Luhan.

Baekhyun dan Kyungsoo bertatapan. Lalu tersenyum penuh arti.

"Oh iya! Baek, Soo.. kalian kan sudah lama menjadi sahabat ku.." celetuk Luhan, yang dijawab oleh anggukan dari kedua nya,

"Kalian juga ada dalam kecelakaan itu, kan?" tanya Luhan, dan dijawab lagi oleh anggukan dari keduanya.

"Kalian juga tahu, bahwa aku tak bisa mengingat apa-apa saat itu kan?" lagi-lagi disambu oleh anggukan.

"Apa kalian tahu? Apa yang dulunya sangat berarti bagi ku dulu? Entahlah.. seperti... seorang namja... mungkin?" tanya Luhan hati-hati.

"Ne.. Ada Lu." kini Kyungsoo membuka suara nya.

"Seorang namja." sambung Baekhyun.

"Dia dulu adalah pacar mu.. Kalian berpacaran 4 hari sebelum kejadian itu.." kata Kyungsoo

"Kalian berkenalan saat kalian masih TK. Kau sendiri yang dulu menceritakannya. Aku tak menyangka kini aku yang bercerita tentang masa lalu mu" sambung Kyungsoo

"Kami sudah lama menunggu mu untuk menanyakan hal ini.." ucap Baekhyun.

"Kalian mulai dekat sejak itu, dan- astaga Lu!" seru Baekhyun lalu menghampiri Luhan yang sedang memegang kepalanya dengan mimik wajah kesakitan. Dia mulai merasakan sakit kepala (lagi) yang luar biasa.

"Lanjutkan, Baek, Soo!" seru Luhan masih saja memegang kepalanya,

"Tidak! Jika ini menyebabkan mu kesakitan, kami tidak akan melanjutkannya! mungkin kau harus mengingat nya sendiri,," ucap Kyungsoo khawatir sambil memegang pundak Luhan,

"Aku setuju dengan Kyungsoo.. Kau mungkin harus mengingatnya sendiri, Lu.." Tambah Baekhyun,

Luhan hanya mengangguk lemas, Tangannya kini sudah tidak memegang kepalanya lagi.

"Baiklah Lu.. kita sebaiknya tidur.. mana tau kalau kau tidur sakit kepalanya mulai sembuh?" saran baekhyun dan diterima oleh anggukan dari Luhan.

Mereka segera pergi ke kamar Baekhyun dan Kyungsoo,

Mereka berdua membiarkan Luhan untuk tidur duluan,

setelah Luhan terlelap, terjadilah dialog antara mereka berdua

"Semoga dia bisa secepatnya mengingat Sehun.. Aku sungguh kasian pada sehun.. " ujar Kyungsoo, dan diterima oleh Baekhyun dengan anggukan pelan,

"Kajja Baekhyun.. Kita juga harus tidur.. Selamat tidur, Baekkie.." Ucap Kyungsoo membenarkan selimutnya,

"Ne, selamat tidur Kyungie.." balas Baekhyun,

Lalu mereka berdua terlelap.

'Aku... Dimana?' lirih Luhan di dalam hati. Entah kenapa dia bisa berada disini..

Luhan P.o.V ( Point of View ) –

Tiba-tiba saja aku disini.

Ini.. ini di dekat Sungai Han..

Dan.. dingin.. ah.. Disini sedang musim dingin ternyata..

"Lulu! Berhenti lah! Aku bisa menjelaskannya!"

Teriak seorang remaja laki-laki yang umurnya 15 tahun itu sambil mengejar seorang remaja

perempuan yang lari jauh di depannya.

'Bukannya ini mimpi ku yang hari itu?' gumam ku,

'Namja itu.. Yeoja itu.. sungguh.. aku seperti mengenal keduanya..'

"Menjelaskannya?! Menjelaskan apa!? Kau menganggap ku apa,eoh? Yeoja mu? Kau bahkan tak memberi tahu ku tentang kepindahan mu! Kau kira aku siapa!?" Lirih yeoja itu dengan nada meninggi, dia masih terus saja berlari.

'Sungguh.. Ini sama persis dengan apa yang ku mimpikan hari itu..' lirihku lagi.

'Dan, nama 'Lulu' itu.. aku sungguh tak asing dengan itu..' sambung ku,

Aku ikut berlari mengikuti namja itu, aku bertaruh.. sebentar lagi pasti yeoja itu akan jatuh dan batu mengenai kepalanya..

"Lulu! Tolong! Berhentilah! Jalanan licin lu!" Pekik namja itu dibelakangnya. Lagi-lagi dia menghiraukannya,

'Dasar yeoja aneh! tak bisa kah kau berhenti?! Dengarkan dulu penjelasannya!' gumam ku. Sungguh, aku sangat jenggah dengan perilaku yeoja ini!

"Aku tak peduli!" Kali ini yeoja itu berteriak menjawab namja itu.

'Dasar keras kepala! Tak tahu kah kau sebentar lagi ada kejadian buruk yang menimpa mu?' kesal ku melihat tingkah kekanak-kanakan yeoja ini.

Ku lihat Air matanya kian menderas, hingga mata nya buram dan sedikit kabur, tak sengaja, dia menginjak batu dan dikarenakan jalanan licin, dia tergelincir dan kepalanya mengenai bongkahan batu tadi,

darah mengalir dari kepala bagian belakangnya, dia tak sadarkan diri. Aku sedikit ternganga melihat name tag di baju nya. Ti-Tidak.. tidak mungkin! aku melihat name tag namja tadi yang mulai mendekat itu.

"XI LUHAN"

"OH SEHUN"

I-ini tak mungkin! Ini tak mungkin terjadi!

Yeoja kekanak-kanakan ini adalah diri ku?!

Ja-jadi inilah kejadian 10 tahun yang lalu itu?!

D-dan, namja itu? namja itu adalah Sehun?!

"LULU!" Teriak sehun itu histeris lalu berlari kearah ku yang waktu masih remaja ( Teen Luhan ), matanya segera berair dan mengeluarkan air mata,

Sungguh.. Aku merasa sangat bersalah!

'Sehun? aku minta maaf atas perilaku ku yang kekanak-kanakan.. aku sangat menyesal.. aku sangat bodoh.. aku kini mengingat semua nya. Aku mengingat kenangan-kenangan manis kita.. aku mengingat apa panggilan ku untuk mu.. aku mengingat panggilan mu untuk ku.. aku mengingat bagaimana rasa kau menciumku.. aku mengingat bagaimana kejadian-keajdian manis itu. semuanya,. Kalau saja aku tidak berlari dan membiarkan mu menjelaskan semuanya, kita mungkin tidak begini.. aku mungkin tidak menyakiti mu.. aku baru sadar.. ternyata yeoja yang selama ini kau katakan adalah diri ku . aku bodoh hunnie.. aku bodoh..' lirih ku sambil menangis sekencang-kencang nya.. aku kini mengingat semuanya..

"Lu! Bangun! Mian sayang, aku salah.. Bangunlah.." Ujar Sehun histeris sambil menepuk-nepukkan pipi ku itu, tak mendapat respon, Sehun langsung menggendong ku, darah bergelimang di baju seragamnya,

Sehun segera membawanya ke rumah sakit.

'Seperti ini kah rasa cinta mu pada ku, Hunnie..? Kau pasti sangat sakit saat aku tak mengenal mu hari itu..' Lirih ku lagi, tangisan ku kian mengeras,

Aku melihat sebuah handphone. yang tak secanggih sekarang.

Itu Handphone Sehun. aku ingat itu!

Kini aku menyadari satu hal.

Aku koma disaat dia harus naik pesawat.

Handphone nya jatuh disini, dan mengakibatkan dia harus membeli handphone baru di amerika sana.

Dia tidak mengingat nomorku, aku tau dia sangat payah dalam menghapal. Dan itu yang menyebabkan kami hilang komunikasi selama 10 tahun ini.

Dan dia kembali ke korea, hanya untuk melihat ku, tapi aku malah tak mengingat nya.

Kini aku ingat akan semuanya.. aku ingat masa remaja ku.. aku ingat masa kecil ku..

Aku kini sudah kembali.. Xi Luhan sudah kembali..

Mungkin, ini yang menyebabkan ku menutup hati ku untuk semua namja..

Aah.. Bodohnya aku tadi, sampai menangis di depannya karena dia menciumku..

Dia pasti mengira aku membenci nya..

Sungguh! Kau sangat bodoh, Xi Luhan!

Author's P.o.V –

Luhan terbangun. Terbangun dari mimpinya.

Dia segera melompat dari tempat tidur, membuat 2 orang sahabatnya itu bangun,

Luhan tak memerdulikannya, dia langsung mengambil coat milik Kyungsoo yang tergantung.

Diluar hujan. Tapi dia ingin langsung bertemu dengan Hunnie nya.

"Lu? Kau mau kemana? Di luar hujan!" ujar Kyungsoo melihat luhan yang ingin keluar dari pintu apartemen.

"Aku sudah mengingat semua nya.. Aku ingin menemui Hunnie ku.. Untuk menjelaskan semua nya.." ucap Luhan lalu segera menghilang dari penglihatan 2 sahabatnya ini,

Dia bahkan lupa mengambil Handphone nya dan payung,

Dia menunggu taksi, dengan keadaan basah kuyup, tapi tak ada satu pun taksi yang lewat.

Akhirnya dia memutuskan untuk berjalan ke apartemen Sehun.

Agak jauh, tapi dia akan menempuhnya,

Dia berlari di tengah hujan, membiarkan hujan itu membasahi diri nya.

Sesekali bibirnya bergetar menahan dingin yang menyusup ke dalam tubuhnya.

Dia menghiraukan sakit kepalanya.. terlalu lama berada di bawah rintikan hujan memang membuat kepalanya sakit.

Setelah 2 jam berjalan di tengah hujan, akhirnya dia sampai di depan apartemen sehun,

Dia memencet bel apartemen sehun dengan tidak sabaran..

sesekali dia mengetuknya,

Tapi, tak ada respon dari dalam.

Badannya sangat lemah. Bisakah kau bayangkan berada di bawah hujan selama kurang lebih 2 jam?

Wajahnya sangat pucat, rambutnya basah, Bibirnya sesekali bergetar, dan badannya panas tinggi.

Dia terus memencet bel, tapi lagi-lagi tak ada respon.

Dia duduk, menekukkan lututnya, Dan menangis sejadi-jadi nya di atas lututnya itu.

"Luhan?" lirih seorang namja mendekat kepadanya.

"LUHAN!" Seru namja itu lagi, dia berlari mendekat pada Luhan.

seakan mendapat tenaga, dia kini bisa berdiri, dan tersenyum sangat manis, dengan mata sayu nya itu.

"Hunnie?" lirih Luhan dan segera berhambur ke pelukan Sehun.

Tangisan keluar lagi dari mata Luhan, Dia semakin mengeratkan pelukannya.

"Mianhae, Hunnie.. Mianhae.." ucap Luhan ditengah isakannya.

'Hunnie? panggilan itu.. sudah lama aku ingin mendengar panggilan itu..' batin Sehun.

Sehun segera menggendong Luhan, Dia tahu, bahwa Luhan sangat lemah.

setelah berada di dalam apartemen, Barulah Sehun menurunkan Luhan.

"Tak apa lu.. tak usah minta maaf.. itu salahku.. aku harusnya tak menciummu tiba-tiba.." ucap Sehun menatap mata Luhan,

Luhan menangis lagi, dia memeluk Sehun lagi..

"Bukan karena itu.. aku minta maaf Hunnie.. aku terlalu kekanak-kanakan.. jika aku tak kekanak-kanakan, aku tak mungkin tersandung batu dan terkena amnesia sialan ini.. aku minta maaf Hunnie.. aku menyesal.." isak Luhan.

Sehun seketika menegang.

"Kau sudah mengingat nya, Lu? Kau mengingat semuanya?" tanya Sehun

"Ne.. Aku mengingat semua nya, Hunnie.. aku memang bodoh Hunnie.. ini semua salahku.." ucap Luhan sambil menangis

"Ssshh.. ini bukan salah mu.. Ini salahku yang memberi tahu mu terlambat.. aku minta maaf, Lulu.. Uljima sayang.. Sangat menyakitkan melihat mu menangis.." Ucap Sehun menangkup wajah Luhan dan mengusap air matanya dengan ibu jari nya.

Luhan tersenyum lalu mengalungkan tangannya di leher Sehun.

"Saranghae, Oh Sehunnie.." bisik Luhan

"Naddo.. Saranghae.. Xi Luhan.." balas Sehun,

Detik kemudian,Luhan dan sehun menutup mata mereka. Luhan lebih dulu mendaratkan bibirnya ke bibir Sehun, Dia menautkan bibir nya ke bibir Sehun, Tak Ada yang melumat. Ini Ciuman melepas rindu.. Dan yang terjadi berikutnya, kegiatan lumat-melumat itu mulai terjadi, Sehun mulai melumat bibir bawah Luhan, dan Luhan hanya membiarkan hal itu terjadi. itu sangat nikmat bagi keduanya,

Lalu keduanya melepaskan tautan mereka,

"Saranghae.." bisik Luhan ditelinga Sehun

"Naddo Rusa kecil ku.. " bisik Sehun balik..

.

.

.

"Good morning, hun.." Ucap Luhan sambil mencium kedua pipi Sehun secara bergantian.

"I-ini seperti mimpi.." Gumam Sehun yang masih bisa di dengar oleh Luhan.

Luhan hanya tertawa kecil. Tangan mungilnya terangkat untuk menyingkirkan anak rambut ( poni ) Sehun yang sedikit menutupi wajah tampan kekasihnya ini.

"Apa aku perlu mencubitmu keras-keras agar kau percaya bahwa ini bukan mimpi?" Kekeh Luhan, Sehun ikut tertawa.

"Aku benar-benar tak percaya, bahwa kau benar-benar kekasihku sekarang.."

"Mungkin itu yang membuat ku menolak semua namja, aku mungkin menunggumu tanpa ku sadari.." Sambung Luhan lagi.

Sehun mengusak kepala Luhan pelan,

"Saranghae, Xi Luhan.."

"Nado" balas Luhan lalu mengecup singkat bibir Sehun.

"Mungkin, sudah terlambat, Hunnie.. Tapi, saengil chukkae, sehunnie, aku akan membelikan hadiah nya besok.." Ucap Luhan merasa bersalah.

Ulang tahun Sehun sudah lewat 8 hari yang lalu.

"Aku sudah mendapatkan hadiahku.. Kau lah hadiahnya,Lu.." Ucap Sehun lembut lalu mengusap pelan pipi Luhan.

"Mata ini adalah hadiahnya. Hidung ini juga, bibir ini juga, semua bagian dari dirimu adalah hadiahnya. Kau adalah hadiah yang termanis.." Ucap Sehun yang sedang menyentuh kelopak matanya,hidung dan bibirnya.

Luhan tersenyum malu, lalu menenggelamkan wajahnya di dada Sehun.

Tangan Sehun terangkat untuk mengelus kepala Luhan.

"Tapi,tetap saja, aku punya permintaan Lu.." Celetuk Sehun disela kegiatannya yang sedang mengelus kepala Luhan.

"Apa itu? Akan ku kabulkan.." Ujar Luhan pelan-pelan. Takut-takut jika Sehun akan meminta yang aneh-aneh.

"Itu bukan.. K-keperawanan ku kan?" Tanya Luhan takut-takut.

Sehun tertawa keras, "anio, Lulu.. Aku akan menunggu sampai kau menjadi isteri sah ku." Ujar Sehun setelah selesai tertawa

"Aku hanya meminta mu agar tak bekerja lagi.. Namja-namja disana sungguh genit. Mereka bahkan menyuruhmu memakai pakaian sialan itu.. Kau harusnya menolak Lu.. Bukannya menerimanya.. Pokoknya, aku tidak ingin kau bekerja lagi. Aku sudah bekerja. Kios Bubble Tea itu adalah milikku. Pendapatanku bahkan lebih dari cukup. Aku minta, jangan bekerja lagi.." Ucap Sehun tegas. Tapi tangannya tak berhenti mengusap kepala Luhan.

Luhan sedikit ragu, tapi akhirnya dia mengangguk. Sehun lega dengan respon Luhan. Dia mengecup puncak kepala Luhan.

"Aku merindukan mu, Lu.. Sangat.." Bisik Sehun,

"Aku sudah disini.. Aku tak akan kemana-mana.."

.

.

.

"Hari yang melelahkan.." Hela Luhan, di balkon, sesekali dia menghirup udara dingin malam ini, lalu mengeluarkannya pelan.,

"Iya.. Ini sungguh sangat melelahkan.." Sambut Sehun lalu memeluk Luhan dari belakang.

"Tapi,akhirnya kau menjadi isteri ku.." Sambungnya lagi.

Luhan tersenyum, sangat manis.

"Apa kau tak apa? Seharian kau memakai highheels.." Ujar Sehun,

Ya, memang, beberapa jam yang lalu acara pernikahan mereka baru selesai.

Setelah mengucap janji suci, mereka memang agak lama disana berdiri,

Apalagi untuk Luhan. Memakai high heels seharian memang membuat pegal.

Tapi, luhan tetap senang, ini adalah hari bersejarah dalam hidupnya.

"Aku tak apa.." Yakin Luhan.

"Apa sekarang kau siap untuk mempunyai makhluk imut yang akan tersimpan disini,nantinya?" Tanya Sehun sambil mengusap perut ramping Luhan.

"Kau benar-benar menginginkannya,ya?" Kekeh Luhan, dia membalikkan badannya agar berhadapan dengan Sehun.

"Aku tau kau lelah. Aku akan menahannya sampai kau siap, aku-" kalimat penyesalan Sehun terhenti begitu saja saat bibir Luhan mendarat di bibirnya. Luhan melumatnya pelan, lalu melepaskannya,

"Aku siap.. Berikan yang terbaik dari mu, Sehun.." Bisik Luhan,

"Berhubung 7 hari yang lalu adalah ulang tahun mu, aku tidak akan kasar.." Bisik Sehun di telinga Luhan,

Sehun yang nafsuan langsung membawanya ke tempat tidurnya.

.

.

.

"Oh xihun, jangan jauh-jauh.." Ujar seorang laki-laki sambil mengejar anaknya itu.

"Ahaha.. Ne appa.." Ucap anaknya itu lalu mendekati appanya.

Segera, Sehun langsung menggendong anak laki-laki nya itu.

"Dimana eomma dan Xihan?" Tanya Zi Yu,

"Disana, di toko ice cream.."

"Ayo kita kesana,appa!^^"

"Ne, kajja.."

.

.

"Kai?kyungsoo?sejak kapan kalian disini?" Ujar Sehun lalu duduk disamping Luhan.

"Baru saja.. Ah? Inikah Xihun? Wah.. Dia sangat imut.. Mirip sekali dengan mu,Lu.." Ucap kyungsoo gemas lalu mencubit pipi Xihun.

"Xihun sangat mirip dengan mu,Lu.. Dan Xihan sangat mirip dengan Sehun.. " Ucap kyungsoo lalu mencubit gemas pipi Xihan, kembaran xihun.

Xihan tersenyum manis. Tapi berbeda dengan xihun, adiknya. Dia terus menatap seorang anak perempuan yang dipangku kyungsoo. Rambutnya di kucir. Matanya besar, mirip seperti kyungsoo, tapi senyumnya mirip seperti Kai.

"Berapa umur mu, xihan?" Tanya kai lembut.

"Aku? Aku 6 tahun.." Ucap xihan riang.

"Bagaimana dengan mu, xihun?" Tanya kai pada xihun.

"A-aku.. Aku 5 tahun.." Jawab xihun gugup.

"5 tahun? Wah, sama seperti Insoo.. Ayo insoo, ucapkan salam.."

"Annyeong, Kim Insoo imnida.." Ujar putri kyungsoo dan Kai itu. Lalu tersenyum manis.

Xihun terdiam menjadi batu. Baru kali ini dia melihat yeoja yang cantik selain kakaknya dan ibunya tentu saja.

Dan, sepertinya,

Hunhan akan berbesan dengan KaiSoo..

.

.

.

"Mereka berdua sudah tidur?" Tanya Sehun saat Luhan masuk ke dalam kamar dan naik ke tempat tidur.

"Ne.. Setelah 2 jam, akhirnya mereka tidur.." Ucap Luhan lalu menyandarkan kepalanya di dada Sehun,

"Kau adalah ibu dan isteri yang terbaik, Lu.." Puji Sehun lalu mengecup puncak kepala Luhan,

"Kau juga adalah suami serta ayah yang terbaik" luhan balik memuji,

Luhan mengangkat kepalanya. Mereka berdua berhadapan,

"Aku sungguh beruntung mempunyai suami sepertimu.." Ujar Luhan lembut.

"Aku juga," balas Sehun sembari mengusap pipi Luhan,

"Saranghaeyo.." Ujar Luhan lembut, lalu tersenyum hangat.

"Nado saranghae.." Ujar Sehun pelan lalu mencium bibir Luhan.

.

.

.

Kyyaaa,! Akhirnya ending nih T.T

Sebelumnya,maaf kalo ada typo, atau alur ga jelas..

Maaf nih, kalo ga dapet feel romance nya :"

Masih pemula :" aku bakalan belajar lebih baik lagi :)

Coba bacanya sambil denger lagu "My Turn To Cry" by EXO.. Ga nyambung sih, tapi coba aja :v

Makasih udah review, dan yg minta soal ultah Sehun, maaf, aku belum bisa buat yang maximal.. :"

Nge stuck parah nih soalnya :"

Yang minta NC lagi, sorry, aku ga bisa buat yang begituan, ga mahir :"

Btw, saengil chukkae Luhaanniiieee! :D

Semoga lu makin ganteng ya bang ;", makin sehat, makin manly :", dan semoga lu balik ke EXO #abaikan :"

Semoga lu sama exo hubungannya makin baik,ya? :"v I miss u luge :"

"10 in my eyes, 12 in my heart. We Are One!"

Exo saranghaja!^^

Makasih yg udh ngikutin cerita ini sampai ending, yang repot2 review,yang ngefav,yang ngefollow,silent readers, semuanya, gomawo chingu-deul,..^^

Mungkin besok mau ngepost story baru :v

Yang mau baca,silahkan^^ stay tune ya besok^^

Annyeong!^^ sampai jumpa di next story!^^