"Aku tak akan membiarkanmu menyentuh apa yang seharusnya milikku." Kagerou menatap kesal sebuah daun clover aneh berwarna merah darah yang ada dihadapannya.

"Aku akan membunuhmu—menggunakan Lucky itemmu... Midorima Shintarou..."

Curse

Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi

Curse © Kuroko Tetsuragi

Rate: T+ (For Violence)

Genre: Horror, Psychological, Thriller, Tragedy, Game

Warning: Gore tingkat dasar! Yaoi detected! OOC, DeatH GamE. Cerita ini hanyalah fiksi belaka, tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan anime/manga maupun light novel (KnB Replace) sekalipun!

Insert Song: Hoshikuzu no Ring.

START

Omoi takusu yureru moji wo

Anata ni wa todokanakute

Kuroko menatap pesan yang dikirim oleh Kagerou, ia merasa sangat kaget melihat apa yang ada di depannya ini.

"Tidak... ada yang mati minggu ini?"

Bukannya Kuroko tidak senang—jika tidak ada yang mati minggu ini—justru ia sangat senang

Entah kenapa pesan ini terdengar misterius...

Apa benar tidak ada yang mati minggu ini.

Ting!

Satu pesan datang lagi, Kuroko melihat pesan itu. Dia terlihat bingung... pesan itu tertulis.

From: Noro

To: Kuroko Tetsuya

Aku tak suka sesuatu yang seharusnya milikku disentuh orang lain. Peringatkan itu padanya.

Masalahnya—ia harus memperingatkan ini kesiapa? Siapanya siapa yang disentuh oleh siapa sehingga membuat siapanya siapa marah *plak

Sekali lagi kepercayaan Kuroko menurun.

Pasti akan ada yang mati minggu ini.

Sora wo mai hoshi ni naru

Hikari ga setsunai yo.

Midorima terlihat sangat gelisah, dia saat ini sedang berada di taman belakan camp yang kata Riko disana banyak tumbuh clover berdaun tiga—namun kok warnanya hijau semua—nodayo!

Haaa? Lu pikir ada clover warna pink apa?

"Bagaimana ini—nodayo! Cancer berada di peringkat terbawah dan aku masih belum mendapatkan red clover itu—nanodayo!"

Midorima... lucky itemmu kali ini terlalu aneh—nodayo.

Sang SG dari Shuutoku itu mengedarkan pandangannya.

"Mencari ini?" tiba-tiba ia mendengar sebuah suara, ia mengadahkan kepalanya melihat sesosok pemuda yang mungkin terlihat familiar untuknya,

Gakuran itu.

Rambut Raven itu

Mata metal bluenya yang dingin sedingin es. Namun

Dia siapa? Midorima yakin ia pernah melihatnya saat SMP, ia ingat pemuda itu...

Tapi... Siapa?

"Ah! Red Clover!"

"Kau menginginkannya? Baiklah ini untukmu."

Fumishimeta ashimoto yurai de shimau kara

Te wo nobashita kureta ano koro wo omoidshiteku

Takao berjalan menyusuri camp, sampai ia melihat sosok hijau Midorima balik dari halaman belakang.

"Bagaimana Shin-chan, Red Clovernya udah kete—" Kata-kata Takao terputus ketika Midorima melewatinya begitu saja.

Eh?

"Oi Shin-chan." Menepuk pundaknya pelan, Midorima melihat kesamping Kiri dan kanan sebelum akhirnya ia kembali berjalan lurus meninggalkan Takao yang ada disana.

"Shin...Chan?"

Jujur seumur hidupnya ia tak pernah diabaikan seperti ini oleh sang lumut—seberapa kuatnya sang ace menghindari sang raven—ia pasti tidak bisa.

Namun tadi itu.

Midorima bertingkah seakan-akan ia tak melihat Takao.

Ini bahkan lebih parah dari Missdirection milik Kuroko, ini... bahkan...

Bukan terlihat mengabaikan.

Rasanya seperti—Takao menghilang dari kehidupan Midorima.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Kirari Hoshikuzu tachi atsumete mite ne

Namida poro poro poro koborete kieri ni sou de

Gyuutto yubi no sukima mune ni atte ta no

Itsuka kudakechitta yakusoku ga ring ni kaeru.

Takao menenggelamkan wajahnya pada bantal, apa yang terjadi. Bukan hanya Midorima

SEMUA ORANG MENGANGGAPNYA SEPERTI TIDAK ADA!

Kecuali satu orang... Kuroko.

Ya tadi dia bertemu dengan sang babyblue. Dia sedang

"Hmm... Ohayo gozaimasu—Takao-kun?"

"Eh? Kuroko kau?"

"Oi Kuroko kau berbicara dengan siapa—nanodayo?" Kuroko menatap sang surai hijau lumut yang ada di belakangnya.

"Kau bicara apa Midorima-kun... tentu saja Taka—"

Hilang.

"—O-kun." Kuroko menatap punggung Takao yang menjauh dari tempat itu dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Masak cuman Kuroko aja yang bisa lihat aku... Cih?"

"Kau..."

Suara ini... jangan bilang?

"Shin-chan! Akhirnya ada orang lain yang bisa—" menepuk pundak sang hijau lumut Takao benar-benar senang sampai akhirnya.

"Kau siapa—nanodayo?"

Shimaikonda omoi de ni wa

Egao dake afure sugite

Pemuda hawk eye itu menghentikan tepukannya, mengadahkan kepalanya sedikit lalu menatap mata emerlard sang SG.

"Shin...chan? maksud?"

"Kau siapa—nodayo. Jangan memanggilku seperti itu, itu terdengar sangat akrab—nodayo. Aku tak mengenalmu jadi hentikan panggilan menjijikan itu—nanodayo"

Takao hanya terdiam—Midorima tidak terlihat sedang berbohong

Ia tak terlihat seperti sedang bercanda

Ia terlihat sangat serius.

Takao hanya menatap sang surai hijau lumut yang ada di depannya ini, yang masih menatapnya dengan tatapan yang sangat tajam. Menelan ludahnya pelan ia tersenyum—terpaksa.

"Ahahahaha gomen! Gomen! Midorima-kun, namaku Takao, Takao Kazunari, mulai hari ini aku akan sekamar denganmu. Salam kenal!"

Sakit.

Rasanya sakit sekali, memperkenalkan diri kembali kepada orang yang selalu ada disampingmu itu menyakitkan, apalagi.

Ini semua terjadi tanpa aba-aba terlebih dahulu.

Fureru no wa kowaku naru mou ushinaitakunai

Shinjirareta koto wo hokori ni omou kara

Anata no ima dakishimeteitene zutto kanarazu

Takao menatap pemuda yang ada disampingnya.

"Kau benar-benar tak mengingatku... Shin-chan?"

"Maaf, tapi aku tak mengingat apapun." Midorima membenarkan letak kacamatanya, yang sedikit melorot.

"Tapi... aku yakin suatu saat aku pasti akan mengingatnya—nodayo. Tapi bukan berarti aku peduli padamu—nodayo! Hanya saja kau itu partnerku, aku harus mengingatmu—nodayo"

Takao hanya tersenyum mendengar kata-kata dari sang Kiseki berambut hijau lumut yang Tsundere seperti biasanya.

"Kau Tsundere sekali—Shin-chan!"

"Aku tidak Tsundere—nanodayo! Apa kau memang menyebalkan—nodayo!"

"Kau menyebalkan—nodayo!"

"Berhenti mengikutiku!"

"A...Aku...Aku... me...me...me..menyu..nyu..Menyukaimu [*]"

Tiba-tiba sekelebat ingatan memasuki kepala Midorima, ia menatap Takao yang masih mencari clover.

"Kono mitsuba no clover wa sekai de tatta hitotsu dake!" sesekali sang Raven bersenandung sambil memutar-mutar clover berdaun tiga yang ia dapatkan.

Siapa dia? Siapa pemuda bergakuran hitam yang muncul di ingatannya.

Midorima ingat dia, Midorima tak mungkin melupakan orang yang dia sukai hanya saja

Dia itu siapa?

"Kono chiisana clover wa maimichi koko de waratteru, mada shiranai kanashi mi wo mitsu wo hana te wo nobasu kara!"

"Hahahaha apaan tuh Shin-chan! Seperti biasa kau selalu membawa benda yang aneh-aneh! Hahahaha!"

"Diam kau Ba***"

Siapa...?

Siapa orang yang disana?

Mana mungkin...

Midorima melupakannya kan?

Ochita hoshikuzu tachi atsumete mite mo

Kokoro yura yura yura yurai de kieiri soude

Fui ni anata no koe mune ni hibitta

Dareka kizutsukenai yasashisa ga shizukani tsukamu.

"Shin-chan! Shin-chan!"

Ah... Bagaimana Midorima bisa lupa?

Ia menatap tangannya yang berlumuran darah merah kental miliknya.

Apa yang terjadi?

Oh iya, ia terjatuh dari atap camp. Dan itu semua karena kecerobohannya.

Lalu ketika ia mengedipkan matanya.

"Ini dimana?" Midorima menatap sekelilingnya.

"Selamat datang di duniaku, Midorima Shintarou."

Hirari hoshikuzu tachi atsumete mite nee

Namida poro poro poro koborete kieri ni soude

"Kau siapa—nanodayo?"

Midorima menatap sosok bergakuran itu dengan teliti, matanya membulat sempurna.

Bagaimana bisa ia melupakannya?

"T—Takao."

"Bukan."

"Eh?" Midorima menatap pemuda itu dengan teliti.

Itu Takao? Tapi dia bilang dia bukan Takao.

"Namaku adalah Kagerou Noro... Datenshi, oya apa aku semirip itu dengan Takao-kun? Menurutku aku ini mirip Akashi—nanodayo" protesnya sambil mengikuti suffix dari Midorima

"Apa kau mengenalnya—mereka—nodayo."

"Aku tak bisa menjawabnya pada orang yang sudah mati." Midorima menatap Kagerou dengan tatapan yang sangat kaget.

"Apa maksudmu—nodayo? Aku sudah mati?" hanya dijawab anggukan singkat oleh Kagerou.

Bagaimana bisa? Ketika ia sudah mendapatkan kembali ingatannya, ingatan tentang'nya'.

"Aku akan mengantarmu ke neraka, Midorima Shintarou." Mata heterokromianya menatap Midorima kesal, ia menarik Midorima lalu tiba-tiba bumi runtuh hanya tersisa dua pijakan untuk Kagerou dan juga Midorima.

"Aku ingatkan padamu, aku tak suka milikku disentuh orang lain, aku tak akan segan-segan untuk membunuhmu..."

Gyutto yubi no sukima mune ni atetta no

Itsuka kudakechitta yakusoku no ring ni kaeru

Takao saat itu sedang beristirahat di kamar miliknya dan Midorima, ia mendengarkan lagu dari i-podnya sesekali ia mengikuti lantunan lagi itu.

"Mr raindrop fallen away from me now."

Setelah ia mendengarkan lagu, iapun beranjak dari tempat tidurnya—ia merasa sumpek makanya ia ingin membuka jendela kamar

Namun saat ia membuka jendela, bagai waktu berjalan lambat matanya bertemu dengan mata emerlard milik sesosok pemuda dengan rambut yang senada dengan matanya.

Satu detik kemudian semua berlalu dengan cepat, bagai ditarik gravitasi pemuda itu tertarik kebawah dan berciuman dengan tanah dengan sangat keras. Darah mulai membanjiri areal tempat. Di dekatnya ada selembar daun Clover berwarna merah aneh yang terjatuh tepat disamping Midorima.

Sementara Takao hanya terdiam. Pemuda itu.

"Shin... Chan?" bagai membeku, ia tak bisa bergerak seinchipun. Ia tetap terdiam sampai akhirnya.

Dia berlari menyusuri lorong dan menuruni tangga—hingga yang ia lihat adalah, sosok yang tampak mengenaskan itu. Namun ia berhenti di depannya, ia tak maju. Ia hanya melihat sosok mengenaskan itu dari bawah

"Shin-chan?" disana ia melihat Kuroko yang menghubungi rumah sakit.

Apa tidak ada yang bisa ia lakukan?

Ochita hoshikuzu tachi atsumete mite mo

Kokoro yura yura yura yuraide kieiri sou de

"Aku tak suka kau dekat dengannya, maka dari itu aku membuatmu tak ingat dengannya, Aku membencimu Midorima Shintarou. Satu hal yang paling aku benci darimu adalah."

Aku tak akan pernah bisa menggantikan posisimu... meskipun aku membunuhmu sekalipun.

Aku tahu itu, aku bahkan bukan siapa-siapa lagi.

Aku menyukai ini—aku tak mau permainan ini selesai begitu saja.

Aku ingin dia mengatakan 'Sekali lagi' lalu semua akan terulang dari awal. Namun tetap saja ia tak bisa mengalahkan sang hijau lumut.

Ia tak akan bisa mendapatkan sang raven.

"Aku membencimu... Sayounara."

Mendorong pelan hingga Midorima terjatuh dari posisinya, sementara Kagerou hanya menyeringai setan.

"Namun, aku tak akan menyerah... aku akan membasmi semua orang yang berani menyentuhnya. Meskipun dia adalah orang yang disukainya."

"Karena..."

"Takao-kun itu milikku." Ia menatap kembali taman clovernya lalu mengambil clover berwarna merah darah yang baru saja mengambil nyawa sang tensai shooter.

Fui ni anata no koe mune ni hibitta

Douka yume demo ii daijoubu to warawase misete.

Midorima saat itu sedang berada diatap melihat awan yang biru, sedikit demi sedikit ingatannya mulai pulih. Siapa pemuda itu.

Namun siapa sangka saat Midorima mengkhayal tentang pemuda itu lucky itemnya yang saat itu adalah setangkai clover warna merah itu diterbangkan angin.

Midorima yang tak ingin kehilangan lucky itemnya, mengulurkan tangannya, ia berpegangan pada pembatas namun kakinya terpeleset.

Ia terjatuh dengan kepala menghadap ketanah dan saat matanya bertemu mata milik Takao.

Ia mengingatnya.

Bagaimana bisa Midorima melupakannya.

Ah... Midorima melupakannya, memang iya melupakannya. Namun disaat ia mengingatnya. Semua sudah terlambat

"Gomen... aku mengingatmu—nanodayo." Saat itu juga kepalanya membentur tanah.

Ia melihat Kuroko—ia melihat Aomine dan Murasakibara.

"Shin-chan! Shin-chan!" ia mendengar suara yang tak ingin ia dengarkan.

'Kumohon jangan memanggilku dengan nada seperti itu... itu membuatku merasa bersalah—nanodayo.'

Semuanya pun gelap.

Hujan turuh sangat deras, Takao menatap hujan yang turun dari jendela kamarnya. Ia menatap dengan tatapan kosong.

"Aku mengingatnya, bagaimana aku bisa lupa..."

"Aku mengingatnya..."

Takao Arc—To Be Continued.

Apa yang aku buat ini! Ah gagalllllll~~~~~~ A

Ah kagak nyambung—padahal ini adalah puncak dari Takao Arc! Ampuni aku~~ mana aku buat Midorima hilang ingatan pula! Mana dibuat pas inget malah mati pula!

Chap depan akan terungkap bagaimana Kagami bisa mati!

Yosh sampai jumpa chapter depan!

Next Chapter 06 The Last Story of Violet Titan