Title :The Big Wu Family

Cast :- Wu Yi Fan

-Huang Zi Tao

-All Member of EXO

Genre :Family, Humor, etc.

Disclaimer :Cast bukan milik saya, tapi cerita ini milik saya.

Leght : ?

Rate : T/ Nyerempet dikit

Author :Ko Chen Teung


.

.

.

~The Big Wu Family~

.

.

.

.

.

~000~


Akhir Januari 2004

Saat itu usia Tao 25 tahun, dan dokter kandungan Tao yang bernama Samantha Boyle terseyum, senyum yang tidak dapat Yifan gambarkan, dan setelah itu mengatakan bahwa Tao sedang mengandung 3 minggu.

"You two, are too... Ātma "Ucap Dokter berusia 35 tahun itu sambil tersenyum.

"Bahasa apa yang dokter Boyle ucapkan barusan? "Tanya Tao sambil keduanya berjalan di sepanjang lorong Rumah sakit Legacy Salmon Creek.

Tao memang mengerti apa yang dokter itu ucapkan dalam bahasa inggris, tapi setelahnya Tao tak tahu.

"Itu bahasa Kannada.. "Jawab Yifan sambil berjalan menggandeng tangan Tao.

"Ātma... "

"Artinya semangat "

Dan setelah itu pipi keduanya merona.

"Aku memutuskan keluar dari pekerjaanku... "Ucap Yifan.

Tao menghentikan langkahnya dan menatap suaminya bingung.

"Jangan khawatir, aku sudah menggunakan uang tabunganku untuk membeli 20% saham Siwon ge, laba yang diterima tiap tahunnya juga lebih dari cukup, aku juga kerja sama dengan Jonghyun untuk bikin cafe, aku fikir aku harus bantu kamu ngurus anak-anak kita "Jelas Yifan.

Tao tersenyum, tangannya menarik pergelangan tangan Yifan dan melanjutkan langkahnya.

~Masa- masa kehamilan anak ke-4nya ini Tao lebih pendiam, Tao lebih sering melamun, bahkan Tao sering sekali tidak memperhatikan celotehan Yifan dan anak-anaknya.

Sore itu Yifan pulang dari Cafenya pukul setengah lima sore.

Yifan mengerenyit bingung saat melihat Tao sedang melamun menatap luar jendela ditemani Luhan dan Xiumin yang sudah berumur empat tahun sambil memangku Suho adik laki-lakinya yang berumur dua tahun.

Ketiga anak balitanya itu duduk di lantai sambil menatap mamanya bingung.

"Ma, mamah... "Xiumin buka suara, tapi Tao sama sekali tak mengalihkan pandangannya.

"Mah, Cuho pipis di celana mah.. "Ini suara Luhan yang melihat jijik kearah Xiumin karna air seni Suho membasahi celana pendek Xiumin.

"Ekhem.. "Yifan berdehem.

Ketiga anaknya menoleh menatap Yifan, kedua putrinya menatap ayah mereka seolah bertanya ada apa dengan sang mamah, sedangkan Suho berlari kecil kearah Yifan dan menunjukan celananya yang basah.

"Tao.. "Panggil Yifan pelan.

Namun Tao sama sekali tak bergeming.

"Mamah ngelamun mulu dari tadi.. "Jelas Xiumin.

"TAO! "Yifan mengeraskan suaranya dan menyentuh bahu Tao.

"Ah y-ya ? "Tao tersentak kaget dan menunjukan ekspresi bodohnya.

"Suho! Dia pipis di celana! Kenapa kamu tidak memakaikan popok? Dari tadi juga di panggil melamun terus! "Protes Yifan.

"I- itu dia, Aku dari tadi melamun, memikiran dimana aku meletakan popok Suho, kau tahu dimana tempatnya? "Tao menatap Yifan penuh tanya.

Dan Yifan memijat keningnya lelah, Saat hamil anak ke-4nya ini Tao itu sering melamun dan pelupa.

Setelah menunggu, anak ke-4nya lahir dengan selamat di Rumah sakit Legacy Salmon Creek, ini sudah menjadi rumah sakit langganan Yifan dan Tao.

Dokter Boyle dengan senyum ramahnya menyerahkan anaknya yang baru lahir kepada Yifan setelah dibersihkan.

"Perempuan, selamat "

"Wu Yixing, bagaimana? "Tanya Yifan.

Tao mengerti maksud Yifan, keduanya memang tidak pernah berdebat untuk masalah nama anak mereka.

"Yixing, nama yang bagus.. "Jawab Tao tersenyum lemah.

"Kibum Jie yang mengusulkannya.. "

.

.

"Mungkin karna kamu dulu juga pelupa jadi Yixing ketularan.. "Yifan menyentil dahi Tao.

"Sepertinya iya, bahkan dulu aku pernah ninggalin Suho di kamar mandi.. "Jawab Tao.

Keduanya tertawa lirih mengingat masa-masa saat Tao hamil Yixing dulu.

"MAMA! KAI AMBIL CELANA DALAM PORORO KYUNGSOO MA! "Triakan Kyungsoo menggema.

Setelah itu, terlihat adegan kejar-kejaran, Kyungsoo mengejar Kai yang berlari sambil membawa anak anjing berbulu coklat ikal kesayangannya.

"MAMAH! PAPAH! KAI NAKAL! "Kyungsoo memilih melapor kepada kedua orang tuanya dan membiarkan Kai bermain sendiri.

"Kai kenapa? "Tanya Tao lembut dan menarik pergelangan tangan Kyungsoo.

"Masa celana dalam pororo punya kyungsoo dipakein ke Monggu mah! Kai nakal! "Rajuk Kyungsoo.

Yifan terkikik geli, walaupun menyebalkan ada saja tinggkah Kai yang menurutnya lucu.

"PAPAH NGAPAIN NEGATWAIN HAH! "Kyungsoo menatap Yifan tajam dengan mata besarnya.

'Glup'

Yifan menelan kasar salivanya karna ditatap se horror itu oleh anak perempuan 5 tahunnya.

"Udah entar mamah omelin, duduk sini aja sama Yixing jiejie.. "Tao menyarankan sambil merapihkan rambut panjang Kyungsoo.

Kyungsoo mengangguk dan mendudukan dirinya disebelah kakak perempuannya yang berekspresi bodoh itu.

"Kyungsoo begini juga mungkin karna kebiasaanmu saat hamil dia dulu "Ucap Yifan menatap Tao.

"Mungkin juga, tapi masa sih? "

Juni 2008

Setelah hampir 7 bulan berlalu setelah kelahiran Chanyeol, sekitar awal bulan Juni Tao yang ditemani Yifan menemui dokter Boyle karna Tao yang merasakan keram di bagian perutnya.

Dokter berkaca mata itu bertepuk tangan dan menjabat tangan Yifan setelah membaca hasil pemeriksaannya.

"Dua minggu, Anak ke delapan, great! "Dokter itu tersenyum memandang dua pasang suami istri yang kini bertampang bodoh.

Yifan dan Tao tersenyum kaku, dan membungkuk hormat sebelum keluar dari ruang praktik dokter berambut platina itu.

"Ātma.. "Ucap dokter itu sebelum Yifan dan Tao keluar dari ruangannya.

Ini sudah kesekian kalinya Tao dan Yifan mendengar ucapan itu 'Ātma' setiap mengetahui bahwa Tao sedang hamil lagi, dimulai sejak saat Tao hamil Yixing, dan ini sudah terhitung ucapan yang ke-4.

Bagaimana tidak, sangat sering Yifan dan Tao kerumah sakit ini, Tao juga tau kalau dirinya hamil ya dari dokter yang bekerja dirumah sakit ini, dan Tao juga memeriksakan kandungannya setiap bulannya dengan dokter Boyle di rumah sakit ini, itu berarti rumah sakit ini seperti salon langganan Tao 'kan?

Kehadiran Yifan dan Tao di ruang prakteknya memberikan kesan tersendiri bagi dokter bernama lengkap Samantha Boyle ini, bagaimana tidak, kedua pasangan ini sudah mencatat daftar kelahiran delapan bayi di rumah sakit Legacy Salmon Creek.

Masa-masa kehamilan anak ke-8nya ini membuat Yifan terkadang mengacak rambutnya kasar.

Yifan bingung, setahunya Tao itu anti sekali dengan genre film horror dan bertema pembunuhan.

Tapi kali ini hampir setiap malam Tao akan mencari film-film bertema thrill di televisi.

Tak hanya itu saja, Tao terlihat menyeramkan di mata Yifan, bahkan Taonya ini sangat cerewet.

Pagi itu semuanya sudah duduk manis di meja makan untuk sarapan.

Luhan dan Xiumin yang terus saja berebut tentang pemain bola kesukaannya.

Suho anak laki-lakinya yang sudah berumur 6 tahun itu menatap miris kakak dan adik-adiknya.

Yixing yang duduk diam dan tenang.

Yifan yang kesulitan karna memangku anak kembarnya Chen dan Baekhyun yang sudah berumur 3 tahun itu bergerak-gerak liar di pangkuan Yifan.

Dan Chanyeol si kecil berumur 1,6 tahun itu duduk di baby chair khusus sambil tertawa riang menatap kakak kembarnya yang membuat papahnya kesusahan.

BRAK

"Kalian ini berisik sekali! Bisa diem gak sih! Mau sarapan gak?! Kalo mau, pada diem! tutup mulutnya! "Ucap Tao sambil mengacungkan pisau di tangannya.

Semuanya diam, bukan hanya Luhan dan Xiumin yang berhenti bertengkar, bahkan Chen dan Baekhyun berhenti bertingkah seperti belatung jambu.

Tepat tanggal 12 Febuari 2009 anak ke delapannya lahir, yang berjenis kelamin perempuan.

Lagi-lagi Yifan hanya mengajak Yixing dan Suho kerumah sakit.

Dan menitipkan Xiumin, Luhan, si kembar Chen dan Baekhyun, sekaligus menitipkan Chanyeol agar diberi asi oleh Kibum di rumah Siwon.

"Dedek bayinya tidur... "Ini suara Suho.

"Kok kecil banget pah.. "Ucap Yixing sambil mengusap pipi bayi merah itu.

"Wu Kyungsoo bagaimana? Dokter Boyle yang mengusulkan, karna ia tahu bahwa ayahku orang Korea.. "Ucap Yifan.

"Aku setuju saja, sebagai balas jasa dokter Boyle juga, aku harap ini yang terakhir.. "Jawab Tao sambil mengusap kening Kyungsoo.

"Semoga... "Lirih Yifan dalam hati.

.

.

"Kita sudah lama tidak bertemu dokter Boyle... "Ucap Yifan setelah kembali dari ingatannya.

"Iya, kan waktu hamil Kai kita pindah rumah sakit, dan melahirkan Kai di Rumah sakit Ridge Meadows, karna kamu bilang malu produksi anak terus.. "Tao menimpali.

"Berarti sudah hampir lima tahun ya, Kai saja sekarang sudah empat tahun, mungkin dokter Boyle kira kita udah berenti produksi "Ucap Yifan terkekeh sambil memegang janggutnya.

"Mamah, Papah, hiks.. "Kali ini Suho anak laki-lakinya yang berumur 12 tahun itu datang sambil berlutut di hadapannya dengan tampang memelas.

Sedangkan Yixing dan Kyungsoo yang duduk di lantai menatap kakak laki-laki mereka yang ikut bergabung duduk di lantai.

"Pah, mah liat mereka.. "Ucap Suho.

Yifan dan Taopun mengikuti arah pandang Suho, dilihatnya keadaan rumahnya sudah tidak berbentuk lagi.

Xiumin dan Luhan yang sedang bermain PS sesekali kedua anak perempuan itu saling menjambak, Chen dan Baekhyun yang sudah tidak berbentuk lagi muka mereka, bahkan cermin besar itu sudah penuh oleh olesan lipstick dan eyeliner.

Ada Chanyeol yang menumpahkan seluruh isi dus yang berisi sikat gigi dan pasta gigi persediaan yang disimpan Yifan, kini berserakan di lantai karna Chanyeol gunakan bersama Kai untuk menyikat gigi Monggu anjing Kai yang bagian bawahnya menggunakan celana dalam pororo milik Kyungsoo.

"Kenapa pah? Kenapa mah? Kenapa bukan Suho yang anak pertama? Kenapa gak ada yang mau dengerin Suho? Suho gak suka sama diri Suho sendiri karna adik-adik Suho gak ada yang mau ndengerin omongan Suho! Xiumin dan Lulu Jie juga tidak mau mengurus adik-adik, jika saja Suho dilahirkan pertama dan diberkati keberanian mungkin adik-adik Suho gak aneh begini! Adik suho pada nurut! Kenapa pah? Kenapa mah? Apa salah Suho? Apa salah Suho Tuhan? "

Yixing mengusap bahu Suho, dan Kyungsoo berusaha mencerna apa yang baru diucapkan kakaknya.

Nah ini dia jika sifat buruk anak paling normalnya kambuh, Suho akan menangis di hadapan Tao dan Yifan sambil menyalahkan dirinya sendiri.

"Nih! Ini karna kamu gaulnya sama Siwon ge nih! Suho jadi begini! "

November 2001

Dokter Boyle mengatakan Tao sedang mengandung anak ke-3 nya.

Masa kehamilan Tao kali ini, Tao terlihat lebih, em.. sangat religius.

Hampir satu minggu sekali Yifan mengantarkan Tao ke rumah Siwon sepupunya.

Tiap hari minggu Siwon akan mengajak Istri dan anak mereka Choi Minho yang berumur 2 tahun ke Gereja Bethel International Church.

Tapi bukan ini yang jadi masalah, sejak saat itu, sejak Tao pergi bersama Siwon.

Hampir tiap hari Tao meminta ke rumah Siwon, bukan untuk kunjungan biasa, tapi meminta Siwon untuk mengajarinya soal agama, bahkan memaksa Siwon untuk menemaninya ke gereja untuk berdoa.

Bukannya Yifan suami yang tidak tahu agama, tapi ya memang Taonya hanya mau menerima siraman agama dari Siwon.

Tidak hanya ke Gereja utuk berdoa, pulangnya pasti mata Tao sembab berlinang penuh air mata dan memeluk Yifan.

Yifan memandang Siwon bingung meminta penjelasan, tapi yang di tatap juga berekspresi bingung.

Sepanjang perjalannan Tao terus menangis sesegukan di dalam mobil.

Turun dari mobil Tao berlari kecil memasuki rumah mereka, dan menemui anak-anaknya yang sedang bermain ditemani bibi Ellen asisten rumah tangga mereka.

"Kamu kenapa sih? "Yifan memandang Tao yang duduk di lantai, dan anak-anaknya Xiumin dan Luhan yang menatap Mama mereka bingung.

'Grep'

Tao menarik Yifan kedalam pelukannya, membuat Yifan ikut duduk di lantai.

"Hiks, maaf jika aku belum menjadi istri yang baik buat kamu.. "Ucap Tao.

"Kamu ini kenapa? "Ucap Yifan bingung, tapi pria berumur 25 tahun itu membalas pelukan istrinya.

"Tadi di gereja Siwon ge nasehatin aku, supaya aku bisa jadi istri yang baik dan ibu yang baik buat anak-anak, maaf aku sempet marah ke kamu karna bikin aku hamil lagi, tapi gak apa-apa asal kamu seneng, mulai sekarang aku bakal berusaha biar jadi istri yang lebih baik lagi.. "Ucap Tao panjang lebar.

Yifan tersenyum canggung, ini pasti karna siraman agama Siwon, tapi masa sih Tao sampe aneh begini.

"Xiumin, Lulu, sini sama Mamah.. "Tao memanggil kedua puteri kecilnya.

Kedua boca berumur satu tahunan itu merangkak riang kearah mamah mereka.

'Cup' 'Cup'

"Maaf ya mamah gak bisa ngasih kalian kasih sayang penuh, habis papah kamu bikin kalian punya adik lagi, tapi mamah mulai sekarang bakal lebih merhatiin kalian.. "Ucap Tao sambil mengecupi pipi gembil kedua puterinya.

Sedangkan Yifan berekspresi bodoh.

Tak hanya berhenti disini, mungkin karna terlalu seringnya Tao bergaul dengan Siwon, semua yang Tao lakukan harus perfec, harus sempurna, jika tidak, Tao akan menangis dan merutuki dirinya sendiri.

Tanggal 22 Agustus 2002.

Anak laki-laki pertamanya lahir, di sudut ruangan ada Kibum yang sedang memangku Minho, sedangkan Siwon memangku kedua puteri Yifan.

Yifan menatap Tao jengah karna bukannya istirahat Tao malah menangis.

"Hiks, maafin aku ya, kamu kan tadi baru pulang kerja, pasti kamu capek, harusnya lahirannya ditunda dulu "Ucap Tao.

"Siwon ge ngajarin apa sih ke Tao?! "Yifan menatap Siwon kesal.

"Sungguh, aku hanya mengajarinya agar bisa jadi istri yang baik, tapi aku gak tau malah jadinya begini.. "Siwon gugup melihat keadaan Tao.

Seorang suster menyerahkan bayi ke gendongan Tao, reflek Siwon dan Kibum berjalan mendekat ke ranjang Tao untuk melihat anak ke-3 Yifan.

Mata Yifan membola, menatap bayi laki-lakinya yang sedang tertudur damai.

"Kok, jangan-jangan kamu selama ini deket sama Siwon ge karna ini anak dia ya?! "Ucap Yifan memandang Tao, sontak Tao berhenti manangis dan menatap bayinya.

'PLAK'

Yifan mengusap kepalanya yang baru saja dipukul Siwon.

"Kamu kalo ngomong jangan sembarangan! Ayo tes DNA! "Ucap Siwon tak terima.

"Wo- wonie, ba-bayinya.. "Ucap Kibum menatap Siwon meminta penjelasan.

"Sungguh bumie, aku berani tes DNA sekarang! "

"Namanya Suho ya! Aku mau nama itu, Suho juga mirip Siwon ge, tampan heheheh "Ucap Tao memecahkan ketegangan diantara mereka.

"Aku pegang omongamu! "Lirih Kibum menatap Siwon tajam.

.

.

Yifan dan Tao kembali dari masa lalunya.

"Tapi bener ya Suho mirip Siwon ge, lihat tuh mukanya mirip banget.. "Ucap Tao menatap Yifan.

Yifan mengalihkan perhatiannya dan menatap Suho yang kini duduk di lantai bersama Yixing dan Kyungsoo.

"Mamah! Liat nih Monggu giginya cudah belcih, tadi giginya dicikat cama Chanyeol ge.. "Bocah berumur empat tahun itu berdiri dihadapan Tao dan Yifan sambil menunjukan anak anjingnya yang bagian bawahnya menggunakan celana dalam pororo milik Kyungsoo.

Nah ini dia musuh bebuyutan Yifan, anak bungsunya ini sangat menyebalkan dimata Yifan.

"Mama, Kai mau cucu.. "Ucap anak itu manja.

Tuh kan benar!

"Kai gak boleh begitu kasian Mamah.. "Suho menasehati adik kecilnya itu.

"Kai kan udah gede! Masa masih minum susu mamah! Kai kan mau punya dedek! Itu nanti buat dedek! Bukan buat Kai! "Ceramah Kyungsoo.

"Emang umur Kai berapa? "Yixing manatap Suho bingung.

Yifan mengelus dadanya dan menatap Kai tajam.

"Minum susu di gelas aja ya, kan Mamah juga gak ada air susunya.. "Ucap Yifan selembut mungkin.

"Gak! Gak mau! Maunya cucu Mamah! "Bocah kecil itu balik menatap Yifan sengit.

"Eh iya iya, tapi itu Monggunya dilepasin dulu sana.. "Ucap Tao menengahi pertengkaran ayah dan anak itu.

Kai mengangguk ceria dan berlarian menuju halaman belakang rumah mereka untuk menaruh anak anjing kesayangannya.

"Nah Kalo Kai pasti karna kamu deket sama Jonghyun! "Ucap Yifan.

"Masa sih? "

"Liat tuh kulitnya aja begitu warnanya, sifatnya juga sama, kecil-kecil tapi byuntae! "

'Tak '

"Kalo Kai byuntae terus kamu apa? Eh aku jadi inget waktu hamil Kai dulu.. "Lirih Tao setelah memukul dahi Yifan.

Agustus 2009

Sekitar awal bulan Agustus Tao merasa dirinya tidak enak badan dan mual-mual.

"Ge, jangan-jangan aku hamil lagi.. "Ucap Tao mendekati Yifan yang sedang duduk di sofa setelah keluar dari kamar mandi.

Yifan yang sedang membaca korannya, reflek membuangnya kesembarang arah.

"Yang bener kamu?! "tanya Yifan memastikan.

"Mangkanya kita kerumah sakit sekarang.. "Saran Tao.

Yifan mengangguk dan mengambil kunci mobilnya.

"Ellen, jaga anak-anak ya, kalo Kyungsoo nangis susunya ada di pantry dapur, aku mau menemani Tao kerumah sakit.. "Ucap Yifan sambil memakai jacketnya.

"Nyonya hamil lagi? "wanita yang sudah berkepala empat itu bertanya.

"Eh, i-itu ini juga mau diperiksa.. "Ucap Yifan malu, dan pergi menemui Tao yang sudah duduk manis di mobilnya.

Ellen tersenyum, melihat ekspresi majikannya itu dan menggelengkan kepalanya.

"Kamu mau punya adik lagi... "Ucap Ellen sembil mengusap pipi Kyungsoo bayi 6 bulan itu dalam gendongannya.

Yifan dengan serius menatap jalanan Vancouver sambil mengemudikan mobilnya.

"Loh ge, kita kemana, rumah sakitnya kan belok kanan.. "Ucap Tao bingung, karna seharusnya mereka belok kanan di persimpangan tadi.

"Gak Zi, kita ganti rumah sakit, kita ke Rumah sakit Ridge Meadows, aku malu ketemu dokter Boyle.. " Jelas Yifan.

Yifan dan Tao memasuki ruang pemeriksaan, Wajah Yifan berkerut tak suka setelah mengetahui bahwa dokter kandungan di rumah sakit ini seorang laki-laki.

"Bisa berbaring, biar saya memeriksa anda.. "Ucap dokter itu ramah.

Tao dan Yifan menatap dokter itu bingung, karna pria dengan setelan jas putih ini menggunakan bahasa Mandarin.

Sang dokter yang ditatap seperti itu tersenyum.

"Zhoumi, kulihat dari nama kalian juga orang China 'kan? "Ucap dokter yang ternyata bernama Zhoumi itu.

"Wah senang bertemu dengan orang China juga.. "Ucap Tao sambil tersenyum setelah membaringkan tubuhnya.

Dahi Yifan membentuk persimpangan, ia tak suka dokter berhidung panjang itu menyentuh dan mengusap perut istrinya.

"Selamat, usianya dua minggu.. "Zhoumi menjabat tangan Yifan.

"Ja- jadi? Ta- Tao hamil? "Ucap Yifan gugup.

"Iya tuan, anak pertama ya? Pantas gugup begini "Zhoumi tersenyum ramah.

Tao tersenyum canggung sedangkan Yifan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Cek kandungan yang rutin ya.. "Nasehat Zhoumi.

Yifan dan Tao keluar dari ruangan praktek Zhoumi.

"Anak pertama darimana? Jelas-jelas anak ke sembilan! "Gerutu Tao.

"Sekarang kita pake rumah sakit ini? "Tanya Tao membuyarkan lamunan Yifan.

"Ya gimana lagi, gak apa-apa dokternya laki-laki, lagipula aku malu sama dokter dan suster-suster di Rumah sakit Legacy Salmon Creek "

"Lagian kamu sih gak hati-hati! Jadinya hamil lagi 'kan? "Gerutu Tao.

"Kamunya juga gak antisipasi "protes Yifan.

"Kamu kan tau! Di meja kamar, di pintu kamar mandi, di lemari pakaian, bahkan di dalam kamar mandi aku taruh kalender masa subur aku! Tapi emang kamu peduli hah?, aku mau nolak juga gimana, itu kan kewajiban aku sebagai istri kamu! "Bela Tao.

"Iya, maaf, ini yang terakhir! "

Bulan ke bulan masa kehamilan Tao dihabiskan di Cafe, Tao sering sekali meminta Yifan untuk ke Laxy Cafe, Laxy Cafe adalah Cafe terbesar milik Yifan yang di jalankan oleh Jonghyun.

Yifan sering kesal sendiri karna Tao sangat manja ke Jonghyun.

Minta dibikini Coklat lah, Cup cake lah, bahkan minta di suapi Jonghyun makan cake, jelas-jelas ada Yifan di situ.

Yifan memandang Jonghyun tajam, menurut Yifan Jonghyun teman kuliahnya itu rajanya yadong!

Jelas saja Yifan khawatir dengan kedekatan Jonghyun dan Tao, apalagi Jonghyun si kulit gelap itu masih single.

14 Mei 2010 anaknya lahir, dibantu oleh Zhoumi.

Walaupun Yifan sebenarnya sedikit kesal karna Zhoumi pasti melihat itu istrinya, ya.. tapi mau bagaimana lagi.

"Kok kulitnya gelap? Yang ini anak Jonghyun ya? "Ucap Yifan sambil menggendong anak laki-lakinya.

"Kamu mau aku nikah beneran sama Jonghyun?! "Ucap tao lemas.

Kali ini Yifan tidak mengajak salah satu anaknya ke rumah sakit.

Anak-anaknya Yifan titipkan di rumah Key dan jinki, sedangkan Kyungsoo yang memang beberapa bulan ini numpang minum ASI Kibum berada di rumah Siwon.

"Owekkkk.. owekkk "Bayinya ini menangis.

"Coba sini aku susuin.. "Ucap Tao.

Tao membuka kancing piyama rumah sakitnya dan mendekatkan Kai ke dadanya.

"Eh.. "Sentak Tao kaget.

Tentu saja Kaget, baru hendak menuntun bayinya ini untuk menyusu, tiba-tiba saja mulut bayinya itu sudah otomatis sendiri menempel dan menghisap air susunya.

"Kok begini sih, biasanya kan sedikit susah, bener nih! Kayaknya ketularan Jonghyun.. "Ucap Yifan memandang anak laki-lakinya itu tak habis fikir.

"Namanya Kai ya, Jonghyun ge yang mengusulkan.. "Ucap Tao.

"Tuh kan! Jangan-jangan bener ayahnya ini Jonghyun! "Yifan memandang Tao tak percaya.

"Kamu ngomong gitu lagi aku bakal beneran nikah sama Jonghyun nih! Ya sebagai terimakasih aja, kan dia aku repotin waktu hamil Kai dulu.. "Ucap Tao.

"Baiklah Wu Kai, bagus juga nama dari Jonghyun.. "Ucap Yifan, dan kembali menatap anaknya yang sedang menyusu itu dengan, 'Brutal' menurut Yifan.

.

.

Yifan kembali dari nostalgianya, Pria berumur 38 tahun itu memandang Tao dengan Kai yang sudah menempel seperti cicak di dada Tao.

"Ahhh ya! Kai Jangan digigit.. "Ringis Tao.

Yifan ingin sekali memukul pantat bocah ini, apa-apaan itu menggigit?

Yifan bingung sendiri dengan bocah yang baru berumur 4 tahun bulan mei tahun ini, jangan-jangan Kai sering mengintip aktivitasnya bersama Tao mengingat bocah ini tidur sekamar dengannya.

Yifan mengusap keningnya, mata itu membola, jangan-jangan benar malam itu Kai melihatnya.

Iya malam itu! Hambir saja Yifan dan Tao ketahuan oleh Kai, dan malam itu, adalah malam kecelakaan yang menyebabkan Tao hamil lagi.

~Sekitar akhir bulan Agustus 2013.

Malam itu Yifan memindahkan Kai yang tidur di tengah ranjang ke pinggir, Pria berambut pirang itu mulai memeluk pinggang Tao yang tidur membelakanginya.

"Lihat kalender sayang... "Gumam Tao dalam tidurnya, Tao sudah hafal jika Yifan sudah seperti ini.

"Aku bakal hati-hati! Cepet mumpung Kai tidur.. "Ucap Yifan, tangannya mulai bergriliya dari balik selimut.

Tao memandang Yifan dengan mata sayunya yang masih mengantuk, mata panda itu melirik kesamping dan dilihatnya Kai anaknya yang berumur tiga tahun itu sedang tidur lelap di pinggir ranjang.

Wanita cantik itu merapihkan rambutnya sebentar lalu mengangguk.

Baginya, permintaan Yifan adalah kewajiban baginya.

Malam itu keduanya bergerak cepat untuk aktivitas suami istri mereka, Tao bahkan menggigit bahu Yifan agar tak mengeluarkan suara bising yang akan mengganggu tidur Kai sedangkan Yifan berusaha secepat mungkin menyelesaikan kegiatan ini.

"Hikss.. hiks.. "

Tao dan Yifan membeku mendengar suara rengekan Kai dalam tidurnya.

Suami istri itu menengok ke sisi kanan mereka, dilihatnya Kai yang menggeliat tanda ia merasa tak nyaman.

"Cepat! Selesaikan! "Ucap Tao selirih mungkin.

Yifan hanya mengangguk dan semakin cepat menyelesaikan aktivatasnya.

"Hiks Mamah... "

"Ahhh... "

'PLAK'

"Wu Stupid Yi Fan! Kenapa di dalam!"Maki Tao lirih setelah memukul dada telanjang suaminya.

"Oh tuhan, aku gugup tadi, a-aku belum sempat mencabutnya! "Ucap Yifan minta maaf dari atas tubuh Tao.

"Hiks Mamah... hueee.. hiks.. "

Baik Yifan maupun Tao menatap bocah tiga tahun itu yang kini sudah duduk sambil mengusap matanya yang basah karna air mata.

Dengan kekuatan 100km cahaya Tao mendorong Yifan dari atas tubuhnya.

"Ah sayang, sini tidur lagi.. "Ucap Tao setelah mengatur nada suaranya.

"Kai mau cucu.. "Ucap bocah itu lucu, tapi tidak bagi Yifan.

"Kenapa Mamah cama Papah gak pake baju? "Tanya Kai dengan polosnya.

"Eh- em i- itu kita kepanasan, disini gerah.. "Bohong Tao.

Kai, bocah tiga tahun itu menganggu polos, dan ikut melepaskan baju tidur bergambar angry birdnya.

"Kai juga gerah.. "Ucap Bocah itu dan merangkak kearah Tao.

'DAK'

"Papah geser kesana! "Ucap Kai menendang-nendang Yifan dengan kaki kecilnya.

Dan setelah itu, bocah menyebalkan itu sudah dengan nyaman menghisap mainanya.

'BRAK'

Yifan kembali dari lamunannya tentang kejadian penyebab Tao hamil lagi setelah mendengar suara benda jatuh yang cukup keras.

Dilihatnya Xiumin sang pelaku suara gaduh tadi karna membanting PS3nya, PS3 yang baru 1 bulan lalu ganti.

"Jiejie menyebalkan! Kalau kalah gak perlu dibanting dong! " Luhan menatap Xiumin tak terima.

"Habis kamu curang! "

"Mamah, Papah! Chen gege dan Baekhyun gege membuat Monggu jadi kotor lagi dengan lipstick dan eyeliner.. "Lapor Chanyeol.

Yifan menatap anaknya itu, dilihatnya anjing berbulu coklat ikal itu sudah tidak berbentuk lagi di tangan Chen dan Baekhyun.

"Wah, sini sayang, kau harus aku bersihkan, sini aku sikat bulumu, aku punya pasta gigi rasa semangka.. "Ucap Chanyeol semangat dan menarik anak anjing itu dari tikaman Baekhyun dan Chen.

"Semuanya berisik banget! Gak pada kasian sama mamah sama Bibi Ellen yang bersihin rumah! rumah jadi berantakan begini! emang pada mau bersihin hah! "Si kecil Kyungsoo memulai acara mengomelnya.

"Tuh kan pah, lihat, lihat mereka semua, Tuhan, kenapa kau lahirkan aku dalam keluarga ini?, apa salah hamba tuhan? "Suho mulai merutuki dirinya kembali.

"Loh, kok pada begini sih, emang ini keluarga apa? Eh kalian siapa? Aku siapa ?" Ucap Yixing sambil menunjuk dirinya sendiri setelah mendengar rengekan Suho.

"Kai jangan digigit! "

Yifan menoleh kearah Tao, karna lagi-lagi Kai mengigit itunya.

"Eh.. "

"Ahhhh! Aduh! "Teriak Tao kesakitan.

Semuanya terdiam, bahkan Chanyeol yang berada dikamar mandipun kembali ke ruang sofa setelah mendengar teriakan Mamahnya.

Kai turun dari pangkuan Tao, karna mungkin saja dirinya yang membuat Mamahnya sakit.

"Aduh... "Pekik Tao kesakitan.

"Kamu kenapa? "Tanya Yifan khawatir.

"Perutku Yifan ge... Bayinya! "

.

.

~Bersambung~

.

.


Hallo semuanya, aku bawa Chap -3 nya.

Sorry ya kalo tambah jelek hehehe, tapi aku udah berusaha semaximal mungkin.

Sorry for typo(s), Aku ngetiknya ngebut.

Makasih yang udah Review, sorry gak bisa aku sebutin, aku selalu ngetik ini dalam keadaan off-line sih hehe , tapi aku berterimakasih banget.

Makasih juga bagi yang udah follow dan Fav.

Panggil aku Ko aja ya, jangan Thor, Aku bukan Thor yang punya palu gede itu wkwkwk.

Oke say Di review ya, Lophe You

#Mumumu