Title :The Big Wu Family

Cast :- Wu Yi Fan

-Huang Zi Tao

-All Member of EXO

Genre :Family, Humor, etc.

Disclaimer :Cast bukan milik saya, tapi cerita ini milik saya.

Leght : ?

Rate : T/ Nyerempet dikit

Author :Ko Chen Teung

~000~

"Ahhhh! Aduh! "Teriak Tao kesakitan.

Semuanya terdiam, bahkan Chanyeol yang berada di kamar mandipun kembali ke ruang sofa setelah mendengar teriakan Mamahnya.

Kai turun dari pangkuan Tao, karna mungkin saja dirinya yang membuat Tao sakit.

"Aduh... "Pekik Tao kesakitan.

"Kamu kenapa? "Tanya Yifan khawatir.

"Perutku Yifan... Bayinya! "


~The Big Wu Family~

.

.

.

.

.

~000~

"Ba-bayinya mau keluar? "Tanya Yifan terbata.

Plak!

"Cepat bawa aku ke rumah sakit! Sekarang! "Ucap Tao setelah memukul kepala suaminya itu.

"Eh.. i-iya, Ellen tolong jaga anak-anak, Tao mau melahirkan, biar nanti aku suruh Siwon ge membantu mengurus anak-anak.. "Ucap Yifan sambil mengambil kunci mobilnya.

"A-aduh ge! Cepat! Perutku! "Tao meringis kesakitan.

"Ini Papah, tasnya... "Kyungsoo, bocah perempuan itu berlari kecil sambil mendorong koper yang cukup besar yang memang sudah disiapkan jauh hari sebelumnya jika suatu waktu tiba-tiba Tao akan melahirkan.

"Lulu sama Xiumin jaga adik-adik ya! Suho juga jaga yang lainnya jika jiejiemu itu tidak bisa diandalkan! "Ucap Yifan, Pria jangkung itu memapah Tao berjalan, di sebelahnya ada Chanyeol yang membantu membawa koper berwarna ungu tua itu.

Setelah masuk ke dalam mobilnya, Yifan segera menyalakan mobilnya itu, pria tampan itu melirik Tao yang meringis kesakitan di sebelahnya.

"Ayo jalan papah... "

Eh..

"Kai ngapain ikut?! "Yifan menatap bocah empat tahun itu yang sudah duduk manis di kursi belakang.

"Kan Kai belum celecai minum cucunya.. "

Hah?

"Chen! Baekhyun! Jangan mainan terus! Ini suruh Kai turun! "Yifan menurunkan kaca mobilnya dan berteriak kepada anak kembarnya itu.

"Aduh.. ge! Cepat! Aku udah gak kuat lagi... "Wanita berambut hitam itu meringis kesakitan sambil memegangi perut buncitnya.

"Papah jahat huweee... "

Tanpa memperdulikan tangisan anak bungsunya yang sudah diseret keluar oleh si kembar itu, Yifan dengan segera menjalankan mobilnya meninggalkan pelataran rumah besarnya itu.

"Ha- halo ge, bisa ke rumah gak? Tao melahirkan sekarang, tolong titip anak-anak ya.. "Ucap Yifan tanpa mengurangi konsentrasinya dalam mengemudi.

"Eh! Ta-tapi aku... "

"Terimakasih banyak ge.. "

Pip

"Loh ge? Kenapa belok ke-? "Tanya Tao saat Yifan memutar stirnya ke kanan di persimpan.

"Kita ke Rumah sakit Ridge Meadows... "Jawab Yifan.

"Tapi ge itu kejahuan! Aku udah gak kuat... "Ringis Tao kesakitan.

"Tahan Tao seben-... "

"Argghh! Gege! Air ketubannya sudah pecah! "Triak Tao.

"A-apa? Ta-tapi kita belum sampai.. "

"PUTAR BALIK MOBILNYA! CEPAT! KE RUMAH SAKIT DOKTER BOYLE AJA! "Triak Tao kesal, disaat seperti ini suaminya masih saja keras kepala.

Yifan mengangguk, bagaikan adegan action di fast and furious Yifan memutar stirnya berbalik arah, tanpa memperdulikan klakson-klakson mobil yang bersahutan akibat aksi nekat Yifan.

"Aduh gege! Cepat ge! Bayinya arghhhh... "

Seolah dirinya adalah pembalap F1, sesampainya di Rumah sakit Legacy Salmon Creek Yifan menghentikan mobilnya dengan putaran tajam, menciptakan bunyi decitan memekakan akibat gesekan ban mobilnya dengan aspal, dan keluar sambil berlarian dari mobil hitamnya itu.

"Bisa bantu? Ada yang mau melahirkan... "Ucap Yifan.

Para perawat yang mendegarpun segera berlarian membawa ranjang dorong itu tepat di depan mobil Yifan, dan membaringkan wanita yang sedang kesakitan itu.

.

.

Yifan mengedarkan mata tajamnya ke penjuru ruang bersalin, suasana yang seharusnya tegang itu tidak terlalu kentara.

Bahkan Yifan bisa melihat beberapa perawat yang sibuk berlalu lalang terlihat menahan tawa saat melihat Yifan dan Tao yang sudah banjir keringat.

Kesal, tapi bercampur malu juga.

"Dimana dokternya? istri saya sudah kesakitan.. "Tanya Yifan pada perawat wanita yang sedang menata baskom alumunium itu.

"Sedang menuju kesini tuan.. "Ucap perawat berambut emas itu dan setelahnya terlihat bibir tebalnya mengerucut menahan tawa yang membuat Yifan merenggut kesal.

Wanita dalam balutan jas putih itu memasuki ruang bersalin dengan terburu-buru diikuti beberapa perawat yang segera menutup pintu kaca gelap itu.

Dokter berambut platina itu sedikit membuka mulutnya kaget setelah itu senyum ramah tersuing di bibirnya.

"Lama tidak bertemu, aku fikir sudah... "

"Bisa tolong istri saya sekarang? Dia sudah kesakitan.. "Potong Yifan, membuat dokter bernama Samantha Boyle itu segera mengunakan sarung tangan karet berwarna putih itu.

"Nyonya seperti biasa, tarik nafas dalam-dalam dan buang dari mulut perlahan... "Instruksinya yang diikuti oleh Tao.

"Terus lakukan dan dorong perlahan.. "

Yifan meniup kening Tao yang berkeringat.

"Terus lakukan, sudah terlihat kepalanya... "

"Hahh.. hah... arghhhhh... "Tao berusaha mendorong sekuat tenaganya dengan nafas terputus-putus.

"AAARGGHHHHH... "Teriak Tao akhirnya setelah dirasa bayi dalam perutnya sudah keluar.

"Hahh.. hahh.. aku berhasil ge, bayinya sudah keluar... "Lirih Tao, mata wanita itu terpejam.

"... "

Hening...

Semua orang dalam ruangan itu terdiam, Yifan menatap dokter Boyle yang mematung menatap Bayi dalam gendongannya itu yang juga ikut diam.

"Ba- bayinya... "Dokter Boyle terbata.

"Ke- kenapa bayinya tidak menangis dok? "Tanya Yifan ketakutan.

"A-apa maksudnya? "Tao akhirnya membuka matanya setelah merasa aura aneh di ruangan ini.

Plak

Dokter Boyle memukul bokong bayi yang masih di lumuri darah itu.

"... "Masih tak ada reaksi.

Yifan berjalan mendekat kearah dokter boyle, ditatapnya bayi yang dalam diam itu.

Jika dipahami terlihat perut bayi merah itu yang kembang kempis, menandakan adanya kehidupan, tapi kenapa tak ada tangisan sama sekali?

PLAK!

Dengan kekuatan yang 'Cukup' keras Yifan memukul Bayi yang sedang menghisap ibu jarinya itu.

"Owekkk owekkk "Akhirnya bayi itu menangis, semuanya yang sepertinya sempat menahan nafas itu akhirnya menghembuskan nafasnya lega, termaksuk Tao.

Surrrrr

Sebuah cairan keluar mengenai tangan Yifan, bayinya buang air kecil.

"Owekk owekkk "

"... "Dan setelahnya bayi merah itu kembali terdiam.

"Ah mungkin bayinya mengantuk, setidaknya bayi ini baik-baik saja... "Ucap dokter Boyle menatap bayi dalam gendongannya.

"Biar dibersihkan dulu... "Dokter wanita itu menyerahkannya pada perawat yang tadi sempat mentertawai Yifan.

"Kalian punya anak lagi? Aku fikir sudah tidak.. "Canda dokter kandungan itu.

Yifan tersenyum kaku.

"Kebetulan ini anak ke sepuluh kami.. "Jawab Yifan, disambut senyum canggung Tao.

"Berarti aku melewatkan sesuatu, ya sudah istirahatlah, nanti jika sudah selesai dibersihkan Bayinya akan di bawa kesini.. "Tersenyum ramah, dokter berambut platina itu berjalan keluar.

"Aduh aku malu banget ini... "Yifan memijat keningnya.

"Tap ge, bayinya kok tadi gak nangis ya? "Tanya Tao.

"Aku sempet ketakutan juga tadi.. "

"Berarti bayinya kaya kamu, pendiem.. "Ucap Tao.

"Tapi aku gak usil begitu, liat nih tangan aku basah gara-gara dikencingin tadi.. "Ucap Yifan sambil menunjukan tangannya.

"Tuan silahkan keluar sebentar, biar nyonya Tao kami bersihkan dulu... "Perawat perempuan itu berucap sopan yang diangguki oleh Yifan.

.

.

.

Mobil besar dan mewah itu berhenti di pelataran parkir rumah sakit.

Seorang pria tampan dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung bangirnya keluar dari mobilnya, di ikuti oleh wanita cantik berambut hitam lurus dengan bayi berumur sekitar satu tahun dalam gendongannya.

"Anak-anak ayo keluar... "Ucap Kibum.

Dan bagaikan bus wisata, bocah-bocah dibawah umur itu bertebaran keluar mobil pria bernama Choi Siwon ini.

Siwon menatap bocah- bocah yang berbaris rapih termaksuk ada Minho anak pertamanya yang berumur 15 tahun dan Taemin yang seumuran dengan Kai.

Penampilan yang seadanya, namun tak menghilangkan kesan lucu untuk bocah-bocah ini.

Ada Xiumin dan Luhan yang hanya menata asal rambut panjangnya, dan Chen dan Baekhyun, wajah bocah 8 tahun itu masih ada sedikit noda lipstick dan eyeliner karna hanya sempat cuci muka dengan jurus kilat.

"Sebagian ikut paman, yang lain bantu Xiumin dan Lulu jie bawain barang-barang ya.. "Ucap Siwon.

Dan setelahnya Siwon dan kibum berjalan memasuki area rumah sakit, diikuti beberapa anak-anak kecil di belakangnya.

Luhan dan Xiumin menatap adik-adiknya.

Ada Suho, Yixing, Kyungsoo dan Kai.

"Nah cepat bantu aku menurunkan ini dari bagasi.. "Ucap Xiumin.

"Kenapa ada dus yang isinya pasta gigi? Ini pasti Chanyeol yang memasukannya... "Kesal Luhan.

"Yixing, jangan diam saja, bantu kami.. "Ucap Suho menatap gadis berumur 10 tahun itu yang sedari tadi diam.

"Eh emang aku suruh ngapain? Kenapa aku gak ikut paman Siwon tadi? Kita ngapain disini? "Yixing memilin rok merah yang digunakannya.

"Ini! Udah jiejie bawa ini! "Kyungsoo mendorong sebuah troli bayi ke arah Yixing.

"Kenapa pake bawa troli bayi segala sih? "Gumam Xiumin.

"Kai naik ya jiejie.. "Bocah empat tahun itu merangkak naik keatas dorongan bayi yang ada di hadapan Yixing.

Ke enam bocah itu menatap penjuru rumah sakit sambil menenteng masing-masing barang yang dibawanya.

"Kita kemana? "Tanya Luhan.

"Kita tanya dokter itu aja.. "Ucap Kyungsoo menunjuk seorang dokter pria yang berdiri gagah di dekat meja resepsionis.

Mata Xiumin dan Luhan membola.

"Kau bawa ini! "Xiumin menyerahkan dus berukuran sedang ditangannya ke tangan Suho.

"Kau juga bawa ini bocah! "Giliran Luhan menyerahkan tas yang dibawanya kepada Kai yang duduk manis di atas troli.

Kedua gadis yang sering ribut itu kini sibuk merapihkan penampilan mereka.

"Ayo kita kesana... "ucap keduanya semangat.

"Hai dokter.. "Ucap Xiumin kepada dokter tampan itu.

"Hai Van persie... "

Eh..

Dokter tampan itu merapihkan dasinya sambil tertawa lirih mendengar Luhan yang memanggilnya Van Persie.

"Aku bukan Van Presie, Martin Float bisa dibaca? "si rambut pirang itu menunjukan tag namanya.

"Bagini dokter.. "Ucap Xiumin menggunakan bahasa Inggrisnya.

"A-aku saja yang tanya! Kau ini kegatelan sekali! "Luhan tak terima dan mendorong Xiumin, membuat dokter jangkung ini menatap bingung kedua gadis belasan tahun di hadapannya.

"Doktel... "Martin menunduk, dilihatnya bocah yang paling kecil diantara mereka menari-narik jas putihnya dari troli bayi.

"Doktel Tau di mana Mama Kai? Kai aus mau mimi cucu.. "

Martin mengerenyit bingung karna tak mengerti dengan apa yang bocah ini ucapkan.

"Kai bisa gak jangan mikirin susu mulu! "Kesal Kyungsoo.

Sedangkan yang di protes tak memperdulikannya.

"Where, where milk, aduh papah belum ngajalin Kai bahasa ingglis... "Renggut Kai.

"Dokter, where is, eh kita nyari apa sih? "Yixing yang niatnya meluruskan malah ikut bingung.

"Dokter bisa tunjukan di mana ruang bersalin? Mamah saya habis melahirkan, atas nama Wu Zi Tao "Ucap Suho menggunakan bahasa Inggris yang sudah dipelajarinya.

Martin tersenyum sebentar dan menayakan pada wanita resepsionis di sebelahnya.

"Sudah dipindahkan ke ruang rawat, Daisy nomor 7, dari sini lurus belok kanan, ada tulisannya... "Ucap Martin tersenyum tampan.

Suho mengangguk, dan setelahnya bocah laki-laki itu menarik kedua kakaknya yang masih ribut itu di ikuti Kyungsoo dan Yixing mendorong troli yang berisi Kai.

"Mamah! "Triak Kai setelah sampai di ruangan yang sudah penuh dengan kakak dan saudara-saudaranya.

"Dimana dus yang warna kuning? "Tanya Chanyeol menghampiri Luhan.

"Yang isinya pasta gigi 'Kan? "Jawab Luhan.

"Chanyeol, papah udah bilang berenti sikat gigi terus menerus! "Ucap Yifan kesal, dan setelahnya Chanyeol memilih duduk di samping Minhoo.

"Chen, Baekhyun! Jangan dimainin bunganya! "Instrupsi Yifan pada anak kembarnya yang sudah ada di dunia meraka sendiri, terlihat Vas bunga yang seharusnya ada dimeja kini tergeletak di lantai dengan bunga-bunga itu yang sudah berpindah tempat di atas kepala Baekhyun dan Chen.

"Lulu, Xiumin duduk manis! Ini sisir! Rapihin rambutnya.. "Ucap Yifan dan menyerahkan sisir.

"Kyungsoo, Suho, barang-barangnya taruh di situ aja ya.. "Ucap Yifan dan diangguki oleh anak terpatuhnya itu.

"Mamah kenapa? Mamah sakit apa? "Yixing berucap khawatir menatap Tao yang terbaring di ranjang rumah sakit.

Tao tersenyum lembut.

"Mamah habis lahiran sayang, udah ikut duduk sama yang lain sana.. "Ucap Tao.

Kai dengan susah payah merangkak turun dari troli bayi, dan dengan susah payah juga bocah itu merangkak menaiki ranjang Tao.

"Ini adek Kai ya mah.. "Ucap Kai menatap bocah bayi berkulit putih yang ada dalam gendongan mamahnya.

"Gege kenapa dibawa sih semuanya? "Kesal Yifan menatap Siwon yang sedang duduk bersama istrinya.

"Maaf aja ya, aku gak mau gila ngurusin mereka di rumah kamu, jadi aku bawa aja.. "Jawab Siwon acuh.

"Maaf juga ya, kami gak sempet ngerapihin penampilan mereka.. "Giliran Kibum berujar maklum.

"Bayinya lucu ya... "Ucap Yixing menatap adik barunya.

"Cowo ya? Pasti nanti gedenya ganteng.. "Ucap Kyungsoo.

"Nanti kamu harus rajin gosok gigi... " –Chanyeol

"Kamu yang nurt ya..." –Suho

"Namanya siapa? " –Xiumin.

"VanLu ya pah... " –Luhan

"Aku tidak terima! "bantah Xiumin.

"Namanya Sehun ya pah, mah... "Usul Baekhun dan Chen yang kini ikut bergabung bersama saudaranya mengelilingi ranjang mamahnya.

"Itu nama dari mana?"Tanya Tao.

"Nama dari kita, ya pah, ya mah, adik bayinya namanya itu aja.. "Jelas Baekhyun yang diangguki Chen.

"Ya udah Wu Sehun... "Ucap Kris akhirnya.

"Kok dedek Cehun diem aja cih... "Celetuk Kai.

"Dedek Kai ngantuk kata Minhoo oppa.. "jawab Taemin.

"Iya dari tadi tidur terus, biarin mungkin dedeknya capek.. "Minhoo ikut-ikutan.

"Kayanya yang ini beneran mirip kamu ge, selama aku hamil 'kan emang selalu di deket kamu.. "Ucap Tao.

"Bener tuh, serem dong nanti gedenya, dingin kaya Yifan... "Sambung Siwon.

"Emang aku nyeremin ya?! "Kesal Yifan.

"Eh udah jangan berisik, nanti bayinya keganggu.. "Nasehat Kibum.

"Gak bakalan, kayanya dibanting juga gak bangun ahhkk ya! "

Yifan meringis kesakitan saat Tao menjambak surai pirangnya.

"Kamu yang bakalan aku banting nanti! "omel Tao.

"Mamah Kai mau cucu, mamah udah ada cucunya kaya bibi Kibum 'kan? "Kai berucap manja sambil menatap Kibum yang sedang memangku Krystal.

"Kai, susunya buat adek, Sehun aja belum minum susu.. "Ucap Yifan selembut mungkin.

"Kai 'kan sekarang udah punya adek! Gak boleh! cucunya buat adek Sehun! "Omel Kyungsoo.

"Kan cucunya ada dua! Yang kanan buat Kai yang kiri buat Cehun! Eh tapi nanti papah yang mana? Lagian pada bilang Kai udah gede gak boleh minum cucu mamah! Papah aja macih minum cucu sama mamah! "

Omegat!

"Tuh kan! Ketahuan sekarang! Masih nyalahin Jonghyun hah?! "Omel Siwon.

Yifan menunduk malu, dan Tao yang bersemu merah.

"Ya mah, Kai mau cucu cekalang... "Ucap Kai manja sambil bergelayut di lengan Tao yang sedang menggendong Sehun.

"Aduh tapi dedeknya gimana? Ya udah sini biar Papah yang gendong Sehun.. "Ucap Tao hendak menyerahkan Sehun ke gendongan Yifan.

Deg!

Semua yang ada dalam ruangan itu mengerenyit saat dilihatnya Bayi yang memejamkan matanya itu menarik sudut bibirnya.

"Ke- kenapa bayi baru lahir bisa tersenyum seperti itu... "Siwon berujar ngeri.

Kai sudah bersiap diri meminum jatahnya.

1

2

3

"Owekkk owekkkk "Bayi itu menangis.

"Aduh Kai, nanti aja ya, Sehun nangis, biar Sehun yang minum Susu dulu.. "Ucap Tao akhirnya, dan mengambil alih Sehun ke dalam gendongannya.

Yifan bergidik ngeri menatap Bayi yang sedang meminum susu itu, Yifan yakin bayi itu tersenyum miring dan mengejek walaupun kedua matanya itu terpejam damai.

Kai memberenggut kesal.

Ditatapnya adik barunya itu yang tersenyum mengejek dibalik mainannya (Susu untuk Kai).

"Papah... "Bisik Kai di telinga Yifan.

Yifanpun mendekatkan telinganya ke arah Kai.

"Cepeltinya kita punya caingan... "Ucap kai sok dewasa.

Yifan mengangguki ucapan Kai, keduanyapun menatap tajam Bayi yang sedang menikmati ASI –nya itu.

.

.

~Bersambung/ END~

.

.

Hallo semuanya, aku bawa Chap –4 nya.

Sorry ya kalo tambah jelek hehehe, tapi aku udah berusaha semaximal mungkin.

Sorry for typo(s).

Sehun udah lahir ke Dunia hehehehe.

Hayo ini Bersambung aja apa End aja cukup sampai disini?

Sorry gak update lama, ini ada di Flash disk dan FD aku abis dipinjem.

Aku cinta kamu semua para reader, fav dan folllowers.

Makasih yang masih mau baca ini FF amburegul hehehe.

Oke say Di review ya, no siders please.

Lophe You

#Mumumu