Title :The Big Wu Family

Cast :- Wu Yi Fan

-Huang Zi Tao

-All Member of EXO

Genre :Family, Humor, Age play, etc.

Disclaimer :Cast bukan milik saya, tapi cerita ini milik saya.

Leght : ?

Rate : T/ Nyerempet dikit

Author :Ko Chen Teung


~000~

"Owekkk owekkkk "Bayi itu menangis.

"Aduh Kai, nanti aja ya, Sehun nangis, biar Sehun yang minum Susu dulu.. "Ucap Tao akhirnya, dan mengambil alih kembali Sehun ke dalam gendongannya.

Yifan bergidik ngeri menatap Bayi yang sedang meminum susu itu, Yifan yakin bayi itu tersenyum miring dan mengejek walaupun kedua matanya itu terpejam damai.

Kai memberenggut kesal.

Ditatapnya adik barunya itu yang tersenyum mengejek dibalik mainannya (Susu untuk Kai).

"Papah... "Bisik Kai di telinga Yifan.

Yifanpun mendekatkan telinganya ke arah Kai.

"Cepeltinya kita punya saingan balu... "Ucap kai sok dewasa.

Yifan mengangguki ucapan Kai, keduanyapun menatap tajam Bayi yang sedang menikmati ASI –nya itu.


~The Big Wu Family~

.

.

.

.

.

~000~

Kai tersenyum cerah, bocah laki-laki itu turun dari ranjang mamahnya dan berlari kecil ke arah Kibum yang sudah duduk di sofa yang tersedia sambil memangku Krystal anak bungsu siwon yang berumur satu tahun.

"Bibi... "

"Ah, ya? "Jawab Kibum, entah kenapa perasaannya tak enak melihat bocah 4 tahun yang sedang menatapnya dengan mata berbinar.

"Kai boleh mimi cucu Bibi? "

Eh

"Yi—yifan, a—apa kali ini aku harus menyusui Kai? "Wanita itu menatap Yifan.

"Apa?! Enggak! Sama mamah Kai aja, gantian sama adek Sehun ya.. "Ucap Siwon sambil mengusap rambut hitam Kai.

"Kai gak boleh begitu, kasian Bibi! "Tao angkat bicara.

"Ta—tapi Kai, eh Kyungsoo jiejie ada cucunya? "

"Apa Xiumin jiejie aja, kan Xiumin jiejie yang paling gede.. "Pandangan Kai beralih menatap Xiumin dan Kyungsoo yang ada di hadapannya.

'Ctak!

"Dasar! Udah berapa kali dibilang! Kai Udah gede! Pake dot aja! "Omel Luhan.

"Sini Kai, sama Yeoli ge aja... "Chanyeol melambaikan tangannya.

"Emang Yeoli ge ada cucunya? "

Eh!

"Papah, Yeoli bisa nyusuin Kai gak? "Tanya Chanyeol.

"Udah pada diem aja! Gak usah pada ngomong macem—macem! Kai juga! entar Papah beliin dot! "Omel Yifan.

"Ge, pokoknya ini yang terakhir! Aku gak mau kebobolan lagi! "Ucap Tao sambil menimang-nimang Sehun dalam gendongannya.

"Emang Mamah sama papah suka main bola? "Tanya Xiumin.

"Kok gak ngajak kita sih! "Kesal Luhan.

"Kapan? Kok Suho gak tau... "

"Kita ikutan! "Ucap si kembar semangat.

Eh!

"Iya, Mamah gawangnya, Papah Strikernya, Kai kipernya, tapi kayanya Sehun bakal jadi kiper juga.. "Ucap Yifan asal.

"Pelasaan Kai gak pelnah main bola cama Papah.. "Gumam Kai.

'Plak!

"Mulut kamu kalo ngomong! "Kesal Tao.

"Nanti kalo Mamah udah pulang dan udah sembuh kita main ke stadion ya, udah lama juga Mamah gak kesana.. "Ucap Tao mengalihkan perhatian anak-anaknya.

"Asikkk! "Bocah-bocah itu bersorak gembira, Sedangkan Kibum, Siwon dan Tao menatap Yifan yang tertunduk sambil mengusap kepalanya yang habis dipukul Tao.

.

.

.

.

.

~7 bulan kemudian

Sudah tujuh bulan berlalu berlalu. Sekarang tanggal 20 Juni 2015.

Ada Yifan yang sedang memainkan komputer jinjingnya di ruang keluarga, di depannya ada Kai yang sedang bermain dengan tumpukan lego dekat Tv, sedangkan Tao berada di kamar mereka karna baru saja wanita itu selesai memandikan Sehun.

Sekarang hari sabtu, dan masih pukul sepuluh pagi, keadaan rumah memang tidak terlalu ramai mengingat semuanya sedang berada di sekolah mereka, tapi ada Kai yang memang belum sekolah.

"Ge, sudah jam sepuluh, suruh Ellen jemput Kyungsoo "Tao berjalan menuruni anak tangga sambil menggendong si kecil.

"Udah berangkat dari tadi.. "Jawab Yifan tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar terpa di hadapannya.

Tao sampai di hadapan Yifan, wanita cantik berusia tigapuluh enam Mei kemarin segera mendudukan bokongnya di samping suaminya sambil mengelus-elus bokong si bayi takut terganggu.

"Kyungsoo pulang... "Triak anak ke—8nya itu sambil berlari kecil menuju mamah dan papahnya.

Ellen tersenyum, setelah itu wanita berusia setengah abad itu pergi ke dapur melanjutkan pekerjaan—nya.

"Dedek Sehun udah mandi, em wanginya... "Ucap Kyungsoo sambil menciumi Sehun yang ada dalam gendongan Tao.

"Nih nih, Kai juga wangi, abis mandi juga tadi.. "Ucap Kai tak mau kalah, dan hanya dibalas dengan putaran mata oleh gadis cilik bermata besar itu.

"Kami pulang... "Triak suara itu bersamaan.

Ada Chanyeol yang baru kelas satu dan si kembar yang berada di kelas dua sekolah dasar yang sama.

Kai berlari semangat kearah Chanyeol, karna biasanya gege kesayangannya itu membawa mainan yang dibeli di sekolahnya.

"Wah Sehun udah mandi? "

Cup

"Nih gege beliin sabun wangi stroberi tadi di mini market deket sekolah gege... "Ucap Chanyeol gemas sambil menunjukan botol berwarna merah muda, dan Kai hanya diam di tempat menatap pemandangan itu.

"Chen gege, Baek jiejie, abis ini kita main baleng yuk.. "Ucap Kai menatap kakak kembarnya yang sedang melepas tas ransel mereka.

"Main? "

"Bareng? "

"Maafin kami ya, kita udah ada rencana mau main bareng sama Sehun, entar aja main barengnya ya 'kan Chen? "Ucap Baekhyun menatap saudara kembarnya, yang dibalas anggukan Chen.

Bibir tebal Kai pun mengerucut, pandangan bocah lima tahun itupun memandang nanar melihat kakak-kakaknya yang kini sedang sibuk memuji Sehun.

Yifan yang melihat tingkah Kaipun turut memandang sebentar anak ke-9nya itu, namun setelahnya Yifan ikut bermain dengan Sehun.

.

.

.

.

"Dasar nyebelin! Awas aja! Aku gak bakal ngasih kamu roti ulang tahunku! Satu bijipun sampe remah—remahnya! "

"Oh ya? Silahkan! Mama pasti buatin yang lebih enak khusus buat aku! "

Suara ribut—ribut itu terdengar di seluruh penjuru rumah yang mau tak mau membuat para penghuni rumah yang sedang bersantai di ruang keluarga itu mengerenyit bingung.

Yifan mencebikan bibirnya saat melihat ke—empat anaknya sudah muncul di hadapannya.

Ada Luhan dan Xiumin dengan penampilan mengenaskan mereka dengan Suho yang berusaha melerai kedua atlet gulat itu, sedangkan Yixing hanya diam saja sambil membawakan tas ransel merah muda milik Luhan dan Xiumin.

"Bisa tutup mulut kamu?! Kuping aku tuli ndengerinnya! " Decing Xiumin.

"Bagus! Biar sekalian ka— "

"Jie udah! Itu hanya masalah se— "

"DIEM! "Bentak Xiumin dan Luhan bersamaan membuat Suho langsung menunduk takut.

"Ada apa? "Tanya Yifan.

"Tadi pah, waktu kelas Luhan main bola ngelawan kelas Xiumin jiejie, masa Xiu jiejie jorokin ak— "

"Aku bilang itu kecelakaan! Lapangannya li— "

"ALASAN! "

"SIALA— "

"Cukup! Kalo masih ribut begini Papah gak tau apa masalahnya! Yixing, bisa ceritain ke Papah? "Tanya Yifan lembut, membuat seluruh pasang mata di sana menatap gadis 10th yang terlihat tenggelam karna tumpukan tas di kedua tangannya.

"Jadi begini, tadi waktu pelajaran olahraga anak perempuan pada main bola. Nah kelas Lulu Jiejie sama Xiu jiejie jadi lawan. Nah waktu pertengahan pertandingan, Lulu Jiejie nyenggol Xiu jiejie karna rebutan bola jadi jatuh. Eh— Yang nyenggol Lulu Jiejie apa Xiu jiejie ya? Eh— eh terus itu waktu pertengahan pertandingan, awal atau akhir ya? Eh— eh — eh, gawat kotak makan Yixing ketinggalan! "

Dua belas pasang mata itupun reflek memutar bola matanya malas, termaksuk si kecil Sehun yang ikut-ikutan.

"Begini Pah, waktu olahraga Xiu jiejie tabrakan sama Lulu jiejie. Nah mereka jatuh, tapi terus mereka langsung guling-guling gitu di lapangan, jambak—jambakan, sampe pelajaran olah raganya di batalin. Dan itu baru Lima menit abis peluitnya di bunyiin "Jelas Suho.

"Itu karna Xiu jiejie dorong Lulu! Lulu kesel jadinya Lulu tendang kaki jiejie! Tapi jiejie malah jambak rambut Lulu! Jadinya Lulu bales! "

"Aku bilang itu gak se— "

"Udah terserah! Jangan deket—deket aku lagi! "Kesal Luhan memotong perkataan Xiumin.

"Udah jangan ribut! Hari ini Lulu ulang tahun 'kan? Gak boleh marah-marah... "Ucap Tao menenangkan suasana.

"Tapi Ma... "

"Mau dirayain gak? Mama udah nyuruh bibi Key sama Kibum buat nyiapin ulang tahun kamu di cafe papah buat nanti malem, kalo masih marah-marah begini Mamah batalin! "

"Ya mah jangan! Maafin Lulu... "Ucap Luhan, gadis bersurai coklat terang itu bahkan langsung berhambur menenggelamkan wajahnya di pangkuan Tao yang sedang memangku Sehun, membuat bayi 7 bulan itu menarik-narik rambut sebahu Luhan.

"Maafan sama Xiu jiejie, Xiumin juga kamu yang gede ngalah... "Ucap Tao memandang Xiumin yang masih berdiri sambil bersedekap kesal.

"Maaf Lu, kamu taukan lapangannya basah karna abis ujan. Maaf ya... "Semarah apapun Xiumin, Xiumin juga tak mau jika harus bermusuhan begini dengan Luhan.

Anak Yifan paling besar itu melangkahkan kakinya mendekati Luhan yang masih menyandarkan kepalanya di paha Tao sambil menjulurkan jari kelingkingnya.

"Maaf Lu..."Ucap Xiumin, Luhan memandang Xiumin dengan mata merahnya habis menangis, namun setelahnya gadis bermata rusa itupun membalas permintaan maaf Xiumin dengan menautkan jari kelingking mereka, dan setelahnya ke dua gadis itu tersenyum bersama.

"Sudah sana ganti baju, Abis ini pada istirahat, entar siang Mamah bangunin buat makan, terus nanti malem kita ke cafe papah... "Ucap Yifan.

"Gak ah, mau main dulu sama Sehun! "Ucap mereka semangat kecuali Kai dan Yixing.

Kai yang sedang duduk bersandar di sofa itu dengan semangat mendekati Luhan dan Xiumin.

"Jie.. mainan cama Kai yuk! "Ajak Kai.

"Kan tadi kita bilang mau main sama Sehun! Kalo mau ikutan aja main sama Sehun, lagian sekarang ulang tahun aku. Jadi aku mau istirahat cantik dulu... "Ucap Luhan sambil melangkahkan kakinya diikuti Xiumin untuk mengambil tas mereka yang di bawa Yixing.

Mata Kai menatap seluruh penjuru ruangan, Kai Lihat ada Chanyeol yang sedang berjalan sambil menggendong Monggu.

"Gege! Ayo main cama Kai! "Triak Kai membuat Chanyeol menghentikan langkahnya dan memandang Kai yang kini sedang menatap berbinar ke arahnya.

"Maaf ya Kai, gege mau mandiin Monggu. Gege juga mau dandani monggu sama Chen gege, Baek jiejie. Biar nanti monggu keren pas ulang tahun Lulu jiejie "Ucap Chanyeol lalu meninggalkan Kai memasuki kamar mandi.

"Kai! "Triak Chen berlarian bersama Baekhyun mendekati Kai, kedua anak kembar itu membawa kotak besar dan tas berisi pakaian anjing milik Monggu.

"Kita mau dandanin Monggu! Mau ikut? "Ucap Baekhyun sambil menunjukan kotak besar yang Kai ketahui itu alat make up Mamanya yang sudah tidak terpakai.

"Nanti Kai juga kita dandanin! Biar Baekhyun yang ngerias wajah Kai! "Imbuh Chen.

"Gak! " Ucap Kai kesal dan langsung berlari.

"Ge, gege main yu... "Giliran Kai mengajak Suho yang masih berdiri di samping Yixing.

"Gege mau ngerjain PR dulu, abis itu gege juga mau main sama Sehun.. "Ucap Suho, lalu setelahnya bocah laki—laki itupun melangkah menuju kamarnya di lantai dua.

"Jie... "Ucap Kai putus semangat dan memandang Yixing penuh harap.

"Ayo, tapi tunggu jiejie ganti baju dulu ya... "

Kai tersenyum lebar, bocah yang genap lima tahun bulan Mei kemarinpun dengan semangat mengikuti Yixing menuju lantai dua tempat kamar jiejienya itu berada.

Yixing masuk ke kamarnya dan menguncinya untuk berganti baju, sedangkan Kai setia menunggu di depan pintu kamar ber—cat putih itu.

Kai bosan, menurutnya Yixing lama sekali berganti pakaian hingga membuat Kai tiduran sambil berguling—guling di depan pintu untuk mengusir rasa bosannya.

'Cklek'

Hingga pintu itu terbuka menampilkan Yixing yang sudah berganti pakaian biasa dengan gambar barbie yang manaiki kuda bertanduk. Kaipun dengan semangat langsung menatap Yixing berbinar.

Yixing tersenyum lembut, bahkan gadis dengan dimple manis itu mengusap lembut surai hitam Kai sambil menunduk sedikit untuk menyamakan tinggi badannya.

"Kai ngapain di sini? Udah ya, Jiejie mau main sama Sehun dulu... "Ucap Yixing santai dan melangkah meninggalkan Kai yang menatap Lantai, menatap serpihan hatinya yang terasa pecah dan terbelah—belah.

"Kai mau ikut? "Ucap Yixing menghentikan langkahnya dan menatap Kai yang hanya dibalas gelengan oleh bocah berkulit kecoklatan itu.

"Huahhhhhh... Mamah... hikss~ "

.

.

.

.

Semuanya sedang asik bermain di ruang tv, semuanya mengelilingi Sehun, bayi tujuh bulan yang sedang tengkurap di permadani halus berwarna putih itu.

Sesekali mereka tertawa mendengar ocehan tak jelas Sehun, hingga tingkah bocah bayi itu yang berguling.

Bahkan Chanyeol membawa Monggu untuk ikut bermain bersama mereka.

Yifan sedang pergi menuju cafe tempat Luhan akan merayakan ulang tahunnya karna Jonghyun tadi menghubunginya, sedangkan Tao ikut duduk santai bersama anak-anaknya.

Sedangkan di pojok dekat kaca besar tempat biasa Baekhyun dan Chen bermain ada anak lima tahun yang sedang menatap mereka semua dengan pandangan sedih.

Semenjak Sehun Lahir, Kai merasa mereka semua tak sayang lagi padanya.

Semuanya hanya sayang pada Sehun, sebenarnya para kakaknya juga mengajaknya bermain, tapi jika ada Sehun pasti perhatian mereka lebih untuk adik paling bontotnya itu.

Mungkin Kai merasa dulu ia selalu mendapat kasih sayang yang paling banyak dari kakak—kakaknya serta orang tuanya.

Sebenarnya sama saja, hanya, para kakak Kai itu tak membutuhkan waktu lama untuk menjadi kakak karna sang mamah yang memberi adik lagi, paling hanya berjarak satu sampai dua tahun.

Sedangkan jarak umur Kai dan Sehun hampir lima tahun, membuat Kai yang biasa mendapat perhatian paling lama merasa kaget jika sekarang ia sudah diposisikan menjadi kakak juga.

"Nyonya, Kibum nyonya menelfon... "Ellen, wanita itu berjalan menyerahkan telfon rumah tanpa kabel itu kepada Tao yang sedang duduk di karpet.

"Yah mah... Tapi Sehun pipis... "Ucap Chanyeol karna melihat permadani dan celana Sehun yang basah.

"Aduh tapi Mamah harus ngomong sama bibi Kibum ini pasti tentang ulang tahun Lulu, Ellen juga masih sibuk di dapur. Tolong Mamah ya, gantiin celana Sehun, sekalian pakein diaper, jangan lupa di lap pake tisu basah terus pekein bedak "Jelas Tao, lalu wanita cantik itu segera melangkah pergi sambil berbincang di line telfon.

"Apa kita harus ganti bajunya juga? "Tanya Xiumin.

"Kayaknya bajunya gak basah, jadi gak usah..."Ucap Yixing.

"Nah ayo ikut aku ke kamar Mamah ambil celana buat Sehun! "Ucap Luhan semangat yang langsung diikuti oleh Chanyeol, Yixing, Luhan, Xiumin.

"Soo, kamu nungguin Sehun sama Chen gege dan Baekhyun jiejie ya, gege mau ngikutin mereka takut mereka ngacak-ngacak kamar Mamah sama Papah.. "Printah Suho yang segera berlari menyusul saudara-saudaranya.

"Aduh... Kyungsoo kebelet pipis, Chen gege sama Baekhyun gege tungguin Sehun bentar ya.. "Ucap Kyungsoo, lalu gadis kecil itu segera berlari meninggalkan Chen dan Baekhyun yang kini saling berpandangan.

"Kya! Lucunya! "Ucap Baekhyun gemas menarik sesuatu di antara celah kaki Sehun yang sedang tiduran terlentang sambil menghisap ibu jarinya.

"Jangan di tarik Baek! Gajahnya entar sakit! "Omel Chen.

"Gajah? Chen, apa kamu mikirin apa yang aku pikirin? "Ucap Baekhyun menatap saudara kembarnya itu.

"Ayo! "Jawab Chen semangat, lalu bocah laki-laki itu mengambil sesuatu di kotak yang tadi Baekhyun taruh di bawah meja.

"Eyeliner? "Tanya Baekhyun setelah menerima benda yang diberikan Chen.

"Aku mau ambil lupstick, tapi gajah kan warnanya bukan merah! "Ucap Chen.

"Udah ayo kita gambar! Aku yang gambar matanya! "Printah Baekhyun.

"Yaudah, aku gambar kupingnya! "

.

.

.

.

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA! "Triak Luhan, Xiumin dan Suho bersamaan. Ditambah Chanyeol yang hanya ikut-ikutan dan Yixing yang kaget reflek ikut berteriak.

"Kenapa pada te— AAAAAAAAAAAAAAAAA GAJAH!"Giliran Kyungsoo yang berteriak setelah gadis kecil enam tahun itu kembali dari kamar mandi.

Mereka semua berteriak kaget kecuali Chen dan Baekhyun, bagaimana tidak kaget, sekembalinya mereka semua 'itu' adik mereka sudah berubah menjadi sebuah kepala gajah kecil yang menggemaskan.

"I—itu.. "Ucap Suho terbata.

"Ini pasti Chen sama Baekhyun! Kyungsoo gimana sih! Kan suruh nemenin Sehun juga! "Omel Xiumin.

"Tadi Kyungsoo kebelet pipis... "

"Kya! Tapi ini menggemaskan! "Ucap Luhan.

"Ini imut kan? Uhhhh luthunya... "Ucap Baekhyun gemas sambil menarik-narik belalai gajah itu.

"Baekhyun! Jangan di tarik! "Triak Chanyeol.

"Hiks— hiks, Owekkkkk... "Tangis Sehun, membuat mereka semua kebingungan.

"Tuh! Baekhyun sih... "Omel Yixing.

"Ini karna Chanyeol teriak—teriak! "Ucap Baekhyun tak terima.

"Udah—udah! Pakein Sehun celana! "Printah Suho.

Dan merekapun mulai mengoleskan minyak telon dan bedak, tak lupa sebelumnya membersihkannya dengan tissue basah untuk menghapus gambar gajah itu.

"Eh aduh, aku gak tau nih gimana cara pakein pampers... "Ucap Xiumin.

"Ada yang bisa? "Tanya Luhan, yang langsung dibalas dengan gelengan.

Kai yang melihat para kakaknya yang kesulitan segera berlari mendekat.

"Kai bica! "Ucap Kai.

"Yakin? Kalo gak bisa nunggu Mamah aja.. "Ucap Suho.

"Iya Kai bisa, Kai sering Liatin Mamah sama Papah kalo makein Sehun Pampers "Ucap Kai membuktikan.

Lalu setelahnya bocah lima tahun itu langsung mendudukan dirinya di lantai.

Dengan hati-hati Kai memasangkan pampers untuk Sehun, mengingat—ingat bagaimana biasanya sang Mamah melakukannya.

Kai adalah anak yang paling sering menghabiskan waktu bersama dengan Sehun karna ia belum sekolah, jadi Kai sering memperhatikan apa yang orang tuanya lakukan saat bersama Sehun.

Kai tersenyum puas saat bocah itu selesai merekatkan perekat di pampers dengan senyum lebar dan bangganya. Entahlah, rasanya Kai bangga karna ia bisa memakaikan pampers dengan benar untuk adiknya.

Kai merasa ia menjadi kakak yang hebat untuk Sehun, Sehunpun menghentikan tangisnya saat Kai memakaikannya diaper dan kini bocah bayi itu ikut tersenyum menampilkan gigi depannya yang baru tumbuh, menggemaskan.

"Nah gitu dong Kai, jangan ngambek kalo kita deket sama Sehun. Kamu kan juga gegenya.. "Ucap Suho.

"Apa Kai udah jadi gege yang baik? "Tanya Kai.

"Kai hebat! "Ucap Mereka semua menunjukan jempolnya untuk Kai sambil tertawa, Sehun bahkan ikut tertawa.

Tao yang melihatnya dari atas tangga tersenyum, namun senyum itu pudar saat ponselnya bergetar.

"Ahkk Naga ini ribet sakali! Jadi ingin membakarnya dan menjadikannya sate! "Kesal Tao karna sedari tadi Yifan yang ribut untuk design ulang tahun Luhan.

~000~

Tepat pukul tujuh malam semuanya sudah berkumpul di Laxy Cafe milik Yifan yang dikelola Jonghyun.

Acara ulang tahun Luhan hanya berisi kerabat terdekat saja, namun acara sangat meriah dan ramai, toh kalaupun hanya di isi oleh keluarga Wu saja sudah sangat ramai dengan kesepuluh anaknya.

Ada Siwon dan Kibum yang sedang menggendong Krystal yang tahun ini akan berumur dua tahun.

Ada Jonghyun yang sedang merapikan minuman, Jinki yang sedang memasang balon yang kebetulan lepas karna perekat yang kurang.

Dan Key yang sedang berdiri sambil menimang—nimang anaknya yang baru berumur satu tahun, karna Seulgi, bayi cantik itu akan menagis jika diajak duduk.

Sedangakan para anak-anak sedang bermain, mereka ikut bernyanyi karna lagu anak—anak yang sedang diputar.

Minho ikut bergabung bersama Luhan, Kyungsoo, Suho, Baekhyun dan Chen bernyanyi. Dan Yixing, Chanyeol, dan Xiumin menari—nari.

Cafe ini sengaja ditutup untuk hari ini karna khusus untuk ulang tahun Luhan.

.

.

.

.

Yifan memutar matanya malas saat melihat dua bocah terlihat kembar ini duduk di samping Tao.

Tao saat ini sedang menyusui Sehun yang tadi menangis kaget karna suara musik yang keras, mereka di sofa empuk tempat Luhan nanti akan menuip lilin.

Kai sedang minum susu di dotnya sambil menatap Sehun yang sedang menikmati ASInya, sedangkan Taemin, anak ke—2 Siwon itu dengan setia menemani Kai.

"Kai, ayo kita gabung nyanyi—nyayi sama Minho hyung... "Ucap Taemin ambil menoel—noel bahu Kai.

"Nanti, Cucunya belum abis! "Ucap Kai masih menikmati susunya, namun arah pandang matanya itu ke dada Tao.

Yifan ingin sekali menggendong Kai dan membawanya ketempat para kakaknya berkumpul, tapi nanti pasti Yifan diomeli Tao.

Semenjak Kai mau minum susu dari dot, bocah itu baru minta minum susu saat Tao akan menyusi Sehun. Bibir Kai akan bergerak menghisap susunya di dot namun matanya fokus pada dada Tao yang sedang menyusui Sehun.

Yifan pernah kesal dan memarahi Kai karna pemandangan itu benar—benar tak enak di lihat, tapi Kai malah balik marah dan malah memohon pada Tao, karna katanya biar rasa susunya sama, Kai bilang rasanya tak enak jika tak sambil melihat Tao menyusui, Taopun membiarkannya daripada Kai ngambek dan mengamuk. Setelahnya,Yifan langsung menjedotkan kepalanya ke tembok.

"Semuanya sudah siap! Ayo kita mulai! "Ucap Jonghyun setelah menata cake yang dibawanya di meja dekat Yifan dan Tao duduk.

Taopun langsung merapihkan penampilannya dan berdiri sambil menggendong Sehun dengan posisi menghadap ke depan.

Anak-anak yang mendengar itupu langsung berlarian.

Luhan kini sudah berdiri tepat di samping roti ulang tahunnya dengan mata berbinar.

"Ayo kita nyanyi sama—sama.. "Ajak Jinki.

"Happy birthday to you~

Happy birthday to You~

Happy birthday our Luhan~

Happy birthday to you~ "

"Yeyyy! "Triak mereka semua setelah menyanyikan lagu ulang tahun.

"Sebelum tiup lilinnya, Lulu doa dulu... "Ucap Siwon.

Luhanpun langsung memejamkan matanya, pertanda gadis yang sekarang genap lima belas tahun itu sedang memanjatkan doanya, lalu setelahnya Luhan meniup lilin di cake dengan cream coklat itu yang langsung disambut dengan tepuk tangan.

"Ayo potong kuenya! "Ucap Xiumin semangat.

"Nah potongan pertama untuk siapa? "Tanya Key.

"Utuk aku! "Triak Chanyeol.

"Kai! Buat Kai! "

"Tidak untuk Papah saja... "

"Ini buat Mamah~ "Ucap Luhan membawa potongan cake di piring kecil berbahan plastic itu.

"Suapin Mamah kalo gitu~ "Ucap Tao, wanita cantik itu menundukan kepalanya untuk memudahkan luhan menyuapinya.

"Uhuk~ Uekkk.. "

"Ma—mamah kenapa? "Tanya Luhan.

"Ta— Tao apa kuenya tidak enak? "Tanya Jonghyun khawatir.

"Ahh tak apa, aku memang akhir—akhir ini mual kalau makan—makanan manis.. "Ucap Tao sambil.

"A—apa kau yakin? "Khawatir Yifan.

"Iya gege tak per— Huekk.. Uekkk "Ucap Tao wanita itu menutupi mulutnya dan menyerahan Sehun ke gendongan Yifan.

Suasana pun mendadak menjadi tegang, anak—anakpun merasa bingung dan khawatir

Key yang melihat itu menyerahkan Seulgi kepada Jinki, wanita berambut pirang itu mengambil sesuatu di tas Prada miliknya dan menyerahkannya kepada Tao.

"Jie... "Ucap Tao bingung.

"Coba aja... "Lirih Key.

Taopun segera melangkah menuju toilet.

"Ah— ayo kita makan kuenya! "Ucap Jonghyun memecahkan suasana, membuat anak—anak kembali ceria dan berebut mengambil kue.

.

.

.

.

Kibum menghentikan kegiatannya menyuapi krystal cake ulang tahun saat melihat Tao sudah kembail dari toilet.

"Bagaimana? "Tanyanya.

"Kamu gak papa 'kan? "Tanya Yifan dengan suara kerasnya, membuat anak—anak kaget dan kembali suasana tegang itu tercipta.

"Positive ge... "Lirih Tao.

"Po—positive apa?! "Takut Yifan.

"Hiks ge— Tao hamil lagi! "

"APA?! "Teriak ke—5 orang dewasa bersamaan.

Siwon bahkan langsung mengelus—elus dadanya, serta Jinki dan Jonghyun yang melotot. Sedangkan Kibum dan Key bibir kedua wanita itu sudah berkedut kesal.

"Mama hamil? "Gumam Chanyeol.

"Berarti kalian punya dedek lagi! "Triak Minho semangat.

"Yeyeyey kita punya dedek lagi~

Yeyeyey~ Sehun bakal jadi gege~ "mereka menyanyi bersama, bahkan mereka semua sudah melompat—lompat senang dan menari—nari.

"Mommy, Taemin juga mau dedek bayi... "Ucap Taemin sambil mengusapkan kepalanya manja di pangkuan Kibum, membuat wanita itu tersenyum canggung dan Siwon yang masih saja mengelus dada.

"Semoga dedeknya perempuan! "Triak Luhan semangat.

"Laki—laki saja... "Yixing menimpali.

"Sepuluh Yifan! Sepuluh~ "Ucap Jonghyun.

"Dan kalian masih tambah lagi?! Hebat! "Cibir Jinki.

"Mommy~ Chen gege bilang mereka nanti mau bikin team basket, terus yang perempuan jadi Cheerleaders "Adu Taemin pada Kibum.

"Tidak Tae, mereka mau bikin pasukan untuk perang dunia ke tiga! "Cibir Key.

"Apa kita juga bakalan begitu? "Tanya Taemin polos.

"Jangan didengarkan, Taemin.. "Ucap Siwon.

"Pokoknya aku maunya perempuan! "Triak Luhan.

"Tidak! Aku setuju dengan Yixing! Dedeknya laki—laki saja! "Giliran Xiumin ikut berdebat.

"Bagus, sebelas! "Ucap Jinki setelah mendengarkan perdebatan anak—anak itu.

Sedangkan Tao kini sedang terduduk lemas di samping Yifan, Pria tigapuluh delapan itu terdiam sambil memangku Sehun.

"Se—sebelas? "Gumam Yifan dengan tampang bodohnya, kepalanya benar—benar tambah pusing dengan anak—anaknya yang berteriak memperebutkan jenis kelamin adiknya.

"Semoga dedek bayinya kembar seperti kita ya Chen.. "Ucap Baekhyun.

"Iya satu laki—laki yang satu perempuan biar adil... "Imbuh Chen, yang langsung di sambut keheningan.

"Nah, Duabelas kalau begitu.. "Gumam Siwon.

"APA?!"Triak Tao bahkan wanita itu langsung berdiri berkacak pinggang, Tao lupa bahwa dia punya keturunan kembar.

"DUA BELAS?! YIFAN! SETELAH INI KAU AKAN AKU KEBIRI! YIFAN SIALAN! "Maki Tao memukul Bahu Yifan yang kini meringis kesakitan, Sehun yang berada di pangkuan Yifan malah tertawa menggemaskan.

"Yang harus dikebiri tidak hanya Yifan. Kau juga! "Cibir Key.

EH

~END~

.

.


Hallo say..

Hallo semuanya...

Masih inget sama FF ini?

Kekeke, niatnya tuh aku mau update pas ulang tahun Kyungsoo, tapi belum dapet ide.

Update pas ulang tahun Kai sama Sehun, aku juga belum dapet ide.

Dan dapetnya pas ulang tahun Luhan yeyeyey.

Sowwwrryyy ya kalo telat, niatnya mau update kemarin tapi ngetiknya belum selese.

Walaupun ultah Luhan 20 April, tapi berubung di ff ini 20 juni ya dimaklumi ya :3 .

Dan buat yang nagih 'Why?' sorry itu jadi molor banget, gak ada niat buat PHPin, aku tuh udah ngetik sampe adegan/?/ si Yipan ketahuan, cuman Flashdisk aku kebawa sodara aku yang di Jogja, dan aku belum bisa nyusul ke Jogja bulan ini dan bulan depan, jadilah aku harus ngetik ulang yang gak mudah karna aku lupa sama yang pernah aku ketik. Tolong di maklumi, aku udah ngetik ulang kok walau baru dapet dikit dan aku usahain update secepatnya.

Uaaahhh udah review aja ff yang ini kalau sudi.

Sorry typo(s) aku udah edit ulang tapi mungkin aja ada yang kelewat.

Bash? Silahkan, gua bodo amat!

Oke sekian.

I love you full :v

Dan..

Happy B'day Lulu, WYATB #KISS

#Mumumu