Duk duk duk

Tap

Keempat pasang kaki itu berdiri sejajar tepatdi bawah pintu yang telah terbuka lebar itu. keempat pasang mata tajam itu juga menatap kepada satu arah.

"Hei, untuk apa kau memanggil kami semua kesini?"

Ucapan tegas namun pelan itu menghentikan kegiatan seorang namja yang masih saja men-dribble bola basket di tangannya. Namja tinggi itu berhenti dan iris kelamnya menatap keempat namja yang berdiri tak jauh di depannya.

Seulas seringaian terpampang di wajahnya yang tampan.

'Akan aku tunjukkan sesuatu yang menarik.'

DEG

Para Axis

Mereka memiliki segalanya yang istimewa

Segalanya yang hebat

Keempat namja itu membeku di tempatnya. Mereka menatap namja yang masih berdiri di depan mereka sambil memantul-mantulkan bola basket di tangannya.

Kata-kata itu terdengar jelas di dalam kepala mereka. Walau nemja yang masih bertahan dengan seringaiannya di depan mereka itu tidak membuka mulutnya sama sekali.

Dianugerahkan kepada sang Poros dan para Mata angin utama

Kemampuan berkomunikasi melalui pikiran

'Ternyata bukan hanya aku saja, ya? Cih! Menyebalkan.'

Jung Yunho mendecih pelan sambil beranjak maju menuju namja yang masih bergeming di tengah lapangan indoor basket di depannya. Namja bersorot musang itu menatap tajam manik kelam yang masih menatapnya remeh.

"Apa yang sebenarnya terjadi disini? Mengapa suara kalian ada dalam kepalaku!"

Perang tatapan mata itu terhenti ketika namja ber-name tag Lee Donghae itu berseru dengan air muka bingung. Tan Hankyung disampingnya berdehem plean sambil mulai melangkah maju menyusul Yunho yang sudah mencapai tengah lapangan basket.

"Keadaan seperti ini dijelaskan dalam buku The Advanced Theory of Psycology bab ketujuh." Ucap namja berwajah China itu masih sambil berjalan santai menuju tengah lapangan dengan kedua tangan di dalam saku celananya. "Kemampuan berkomunikasi melalui pikiran, Telepati―"

'―Benarkan? Choi Siwon?'

Choi Siwon hanya menaikkan sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman yang lebih menyerupai seringaian begitu suara Hankyung sampai ke dalam pikirannya.

'Sudahlah~ Aku tidak peduli kalian berbicara melalui apa. Sekarang apa hal menarik yang akan kau tunjukkan, Siwon-ssi?'

Kali ini Yunho yang tersenyum mengejek ke arah Yesung yang kata-katanya baru saja terdengar di kepalanya. Namja berkepala besar itu hanya menanggapi Hoobae-nya itu dengan seberkas api biru yang tiba-tiba muncul di atas telapak tangannya.

"Coba saja." Ucap Yunho sambil menatap tajam Yesung yang masih memainkan api di telapak tangannya.

Hankyung dan Donghae sudah akan maju dan menghentikan dua namja yang masih saling menatap sengit itu, namun Siwon menghentikannya dengan tatapannya.

Dan, saat api biru itu sudah akan melebar dan meninggalkan telapak tangan Yesung, sebuah bola basket tiba-tiba melayang dan membuat api itu menghilang begitu saja saat telapak tangan itu sudah akan melemparkan bunga api itu ke arah Yunho yang masih berdiri dengan santai di tempatnya.

Emosi, gairah, dan semangat muda itu

Membuat mereka tidak pernah berpikir jauh

Dan, disitulah peran sang Poros

Sebagai pendamai, sebagai pengingat

"APA YANG KAU LAKUKAN, BRENGSEK?!"

Siwon tersenyum saat seruan Yesung terdengar di telinganya. Namja berkepala besar itu membuang bola di tangannya dengan keras hingga bola itu memantul jauh meninggalkan mereka.

"Kau biarkan apimu menyerangnya, lalu Yunho mengembalikannya kepadamu hanya dengan kata-katanya yang menjengkelkan. Lalu apa?"

Donghae tertawa mendengar kalimat Siwon, Hankyung juga terkekeh pelan di tempatnya. Sedangkan Yunho, namja itu hanya menatap menang ke arah Yesung yang sudah skakmat.

"Jika kalian tidak ingin melihat hal yang menarik, kalian pergi saja. Tapi jika kalian ingin melihatnya―"Ucap Siwon sambil menatap bola basket yang tergeletak jauh di sudut ruangan lalu dengan sekali gerakan tangan, bola itu mendarat di telapak tangannya.

'―kalian harus bermain basket dulu.'

Kalimat 'abstrak' itu kembali membuat keempat namja yang lain menatap aneh namja tampan yang masih memutar bola basket itu di telunjuknya. Namun, saat bola itu dilambungkan ke udara, kilatan putih terang tergambar jelas di mata mereka.

'The game is starting now.'

Jauh dalam diri para Axis

Ada perasaan yang mereka sendiri tak bisa menerjemahkannya

Perasaan itu yang nantinya akan menjadi kekuatan utama mereka disamping bakat istimewa mereka yang hebat

Perasaan itu… persahabatan.

.

.

THE POWER OF HIGH POLAR

Chapter 2: THE POWER OF AXIS

Genre: Romance, Romance, Friendship, Fantasy, Supranatural, School-life

Rating: T

Main Pair: WONKYU

Other Pair: YUNJAE, HANCHUL, HAEHYUK, YEWOOK

Warning: YAOI, BOYSLOVE, OOC, TYPOS

Summary:

Kekuatan matahari ada di tangan mereka. Namun persahabatan dan cinta sejatilah yang menjadi kekuatan terbesar yang mereka miliki nantinya.

DON'T LIKE DON'T READ

BabyWonKyu proudly presents

.

.

_Wonkyu_

Bruk

"Ya! Ini masih pagi dan kau sudah lemas seperti itu. Apa kau sakit?"

Hari ini cuaca di Seoul masih begitu panas dan terik. Para siswa Spamcos terlihat sudah letih walau hari masih begitu pagi. Sepertinya pemerintah Korea Selatan salah mengenai penanggalan musim panas di Negara itu. Seharusnya di suasana panas seperti sekarang, para siswa itu masih menikmati liburan musim panas mereka yang panjang.

Seperti sekarang, para siswa All-Boys School yang terkenal itu kini hanya bisa melamun atau tidak tergeletak tak berdaya diatas mejanya karena cuaca panas dan pelajaran yang membuat otak mereka semakin panas.

"Ya, aku sakit."

"Benarkah? Bagian mana yang sakit? Mau aku antar ke ruang kesehatan?"

"Pikiranku yang sakit. Antar saja aku ke rumah sakit jiwa, Wookie-ah~"

Kim Ryeowook hanya mendengus keras sambil melayangkan jitakan ke kepala teman sebangkunya itu. namja mungil itu mulai berpikir bahwa cuaca yang terlalu panas itu sudah membuat otak temannya itu menjadi sedikit terganggu.

"Sudah kubilang panggil aku 'Hyung'! Aku lebih tua darimu, Cho Kyuhyun!"

Cho Kyuhyun hanya mengangkat bahunya lalu meletakkan kepalanya ke mejanya yang masih berantakan dengan buku-buku dan alat tulis. Pelajaran jam pertama baru saja selesai beberapa menit yang lalu. dan sejak saat itu ruang kelas 1-D itu menjadi ramai dengan celotehan. Tidak terkecuali duo siswa baru ini.

"Tidak mau! Lagipula kita kan satu angkatan. Akan aneh jika aku memanggilmu apa tadi?"

Jitakan 'lembut' kembali mendarat di kepala Kyuhyun hingga membuat namja manis itu mengaduh keras. Sedangkan Ryeowook hanya bisa tertawa menang melihat wajah kesakitan Kyuhyun.

"Kau hanya muris akselerasi, ingat? Kau setahun lebih muda dari semuanya disini. Jadi kau harus tetap menghormati yang lebih tua, Kyu!"

Kyuhyun hanya menenggelamkan kepalanya ke dalam lipatan tangannya diatas meja. Namja manis itu tidak menyangka bahwa kehidupan anak SMA itu sangat berat diluar dugaannya. Dan dugaannya tentang sebuiah awal yang baik di Spamcos yang merupakan sekolah elit ini musnah sudah dengan hari pertamanya yang buruk kemarin.

Terlambat di hari pertama… Check

Terjatuh dengan tidak elit di depan sekolah di hari pertama… Check

Kaki terkilir di hari pertama… Check

Mendapat hukuman di hari pertama… Check

Bertemu teman-teman aneh di hari pertama… Check

Tidak mengikuti satupun pelajaran di hari pertama… Check

Kehilangan seragam di hari pertama… Check

Kehilangan ciuman pertama di hari per―

"OH SIAAAAL!" teriak Kyuhyun frustasi sambil mengacak-acak surai ikalnya hingga membuatnya berantakan.

"Hei, apa yang kau lakukan? Lihatlah semua orang melihatmu aneh." Sahut Ryeowook sambil menggoncang tubuh Kyuhyun keras seakan berusaha menyadarkan temannya yang 'kesurupan' di pagi hari itu.

Kyuhyun hanya meringis dengan pandangan meminta maaf kepada beberapa teman-temannya yang menatapnya aneh. Ryeowook juga melayangkan pandangan meminta maaf kepada beberapa pasang mata yang menatap teman anehnya itu. Karena walau bagaimanapun, mereka adalah siswa baru yang harus bersikap sopan di hari-hari awal sekolah, kan?

"Hyung, apa kau pernah uhm…"

"Pernah apa?" tanya Ryeowook sambil mengalihkan pandangannya dari buku-buku tebal di depannya saat kalimat Kyuhyun menggantung.

"Apa kau pernah uhhmm… dicium?"

Butuh banyak tenaga bagi Kyuhyun untuk mengatakannya. Bahkan butuh banyak aliran darah menuju wajahnya agar kata-kata itu bisa keluar dari mulutnya. Alhasil, wajahnya sekarang semerah kepiting rebus.

"Tentu saja. Bahkan aku dicium tiap hari." Jawab Ryeowook santai sambil melanjutkan membolak-balik buku tebal di depannya.

"Mwo?! Tiap hari?" sahut Kyuhyun dengan wajah terkejut. Namun jawaban Ryeowook membuatnya sedikit lega. Setidaknya 'kecelakaan' kemarin tidak separah Ryeowook yang dicium tiap hari, begitu pikirnya.

Oh yes, namja manis itu senang sekarang.

"Yup. Appa dan Eomma selalu menciumku di pipi sebelum aku berangkat sekolah." Lanjut Ryeowook .

Jdaar

Kyuhyun seperti terbang ke tempat tinggi lalu sayap putih di belakang tubuhnya tiba-tiba menghilang secara tiba-tiba hingga membuatnya jatuh ke tanah dengan keras.

Ini buruk sekali, begitu pikirnya.

"Ba-bagaimana dengan ci-ciuman di bibir? Se-seperti di drama-drama?"

Ryeowook menghentikan kegiatan membacanya lalu namja mungil itu mengubah posisi duduknya menghadap Kyuhyun di sampingnya.

"Aku akan melakukannya jika umurku sudah 17 tahun, begitu kata Eommaku." Ucap Ryeowook sambil menatap curiga namja manis yang mulai salah tingkah di depannya. "Wae? Apa jangan-jangan kau sudah―"

"Ya! Ja-jangan bicara sembarangan, Hyung!" sahut Kyuhyun cepat sambil memalingkan wajahnya, namun Ryeowook segera menarik kedua lengan Kyuhyun dan menempelkan kepalanya ke dada Kyuhyun.

"Y-ya! Apa yang kau lakukan, Hyung?!"

"Muka memerah, jantung berdetak kencang, perilaku gugup dan salah tingkah, pandangan mata tidak fokus…" ucap Ryeowook sambil menatap iris coklat caramel yang masih menatapnya bingung, lalu seringaian menghiasi wajahnya, "…kau sedang berbohong, Cho Kyuhyun~"

Kyuhyun berontak dalam cekalan Ryeowook yang masih tertawa jahil kepadanya. Dua murid baru itu tidak menyadari pandangan aneh dari para penghuni kelas 1-D yang lain.

"Katakan dengan siapa kau melakukannya! Apa dia kekasihmu? Apa dia siswa di Spamcos juga?"

Kyuhyun hanya menggigit bibirnya sambil menusap wajahnya kasar.

'CHOI SIWON SIALAAAAAAN!'

_Wonkyu_

Blam

Bruk

Sepasang kaki itu tepat mendarat sesaat setelah bola itu turun dari ring. Empat pasang kaki yang lain mengelilinginya kemudian.

"Cardinal? Apa maksudmu?"

Siwon mengalihkan pandangannya dari ring basket ke mata sipit di depannya. Namja tampan itu kembali mengambil bola dan mendribble-nya pelan.

"Entahlah. Kurasa akan di jelaskan disana nantinya." Jawab Siwon sambil mengoper bola itu ke tangan Hankyung.

"Aku tidak tertarik dengan cerita dongeng."

Kali ini Yunho yang berbicara sambil merebut bola itu dari tangan Hankyung dan memasukkannya ke dalam ring di belakangnya tanpa berbalik sama sekali. Bola itu kembali menggelinding dan kali ini sepasang tangan mengambilnya.

"Dan aku juga tidak berminat menghadiri rapat semacam itu." sahut Donghae yang kini memantul-mantulkan bola di tangannya.

"Dan terlebih lagi aku malas jika harus berurusan dengan peraturan pengendalian kekuatan atau semacamnya. Kuno."

Perkataan Yesung mendapat anggukan dari Donghae dan Hankyung. Sedangkan Yunho dan Siwon lebih memilih diam.

Setelah bermain basket selama beberapa menit lamanya, kelima namja itu dikejutkan dengan perkataan Siwon mengenai sebuah undangan. Siwon mengatakan bahwa undangan ini ia temukan di dalam lokernya tadi pagi. Dan hal itu juga terjadi kepada Hankyung, Yesung, Yunho, dan Donghae. Awalnya kelima namja itu hanya menganggap ini semua hanya ulah orang iseng, namun setelah Siwon mengatakan bahwa hanya mereka berlima yang memperoleh undangan misterius itu, mereka percaya bahwa ini semua bukan kebetulan.

"Apa kalian tidak tertarik dengan siapa yang ada dibalik semua ini? Siapa yang membuat kita bertemu di tempat seperti ini? dan terlebih lagi, orang itu tahu tentang kekuatan yang kita miliki."

Ucapan Yunho membuat semua mata disana menatapnya tak percaya. Siwon tersenyum simpul, lalu mulai berjalan menuju pintu keluar. Keempat namja yang lain hanya menatapnya datar.

"Siapapun orang brengsek itu, aku akan memberinya pelajaran karena telah mengganggu kehidupanku denga semua hal tidak penting ini." ucap Siwon sambil berbalik lalu kembali tersenyum menatap keempat namja di depannya. "Tapi, dengan begitu setidaknya aku bisa bermain dengan normal bersama kalian tanpa ada yang terluka."

Keempat namja di depan Siwon itu balas tersenyum. Dan mereka berempat mulai melakah maju.

"Kita harus bermain lagi." Ucap Yesung sambil mengambil bola dari tangan Donghae.

"Ya! Sekali lagi kurasa tidak bu―"

"Tapi sayangnya, siswa-siswa pindahan seperti kalian tidak diperbolehkan menggunakan lapangan basket ini tanpa seijin kami."

Kalimat Donghae terputus saat tiba-tiba suara yang lain menggema di lapangan basket indoor yang kosong itu bersamaan dengan beberapa langkah yang terdengar di belakang tubuh mereka.

"Wah wah sepertinya yang ingin mencari masalah dengan Big Bang, ya?"

_Wonkyu_

"Kim Jaejoong, benar kan?"

Jaejoong hanya mengangguk sebagai jawaban ketika namja tinggi di depannya itu menghentikan langkahnya ketika dirinya sedang melewati depan ruang BK. Namja berkaca mata yang mengaku bernama 'Park Jungsoo atau Leeteuk' itu memanggilnya dan mengajaknya masuk ke dalam ruang Student Council atau ruang OSIS yang letaknya bersebelahan dengan ruang BK itu. Awalnya Jaejoong hanya akan mengambil beberapa dokumen kepindahannya di ruang BK, namun sekarang namja cantik itu malah sedang duduk di depan namja yang ia tahu adalah ketua OSIS Spamcos.

"Bisakah aku titip beberapa dokumen untuk diserahkan ke beberapa siswa di kelas 2-D?"

Jaejoong mengangkat sebelah alisnya saat sang ketua OSIS meletakkan beberapa dukomen diatas meja yang berada diantara mereka.

"Apa ini?"

"Ini adalah dokumen mutasi beberapa siswa di kelasmu." Ucap Leeteuk sambil membaca beberapa nama di depan amplop coklat di depannya. "Atas nama Lee Donghae, Choi Siwon, dan Jung Yunho. Aku sudah selesai mengurus semua dokumen kepindahan mereka."

Jaejoong memutar bola matanya ketika mendengar nama yang terakhir.

"Mengapa kau yang mengurusnya?" tanya Jaejoong lagi, masih terpaku di tiga amplop coklat besar di hadapannya.

Leeteuk mengernyitkan dahinya lalu menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. "Aku tidak tahu. Aku merasa ada yang memerintahku untuk mengurusnya."

"Siapa?"

"Entahlah. Aku tidak yakin."

Jaejoong mengambil tiga amplop besar itu dan membawanya ke dalam tangannya. Namja cantik dan pendiam itu kemudian berdiri dari kursinya, Leeteuk juga ikut berdiri dan tersenyum tulus kepada namja di depannya yang masih tidak menatap matanya sama sekali sejak tadi.

"Terima kasih atas bantuannya, Jaejoong-ssi."

Jaejoong hanya membungkuk sekilas lalu berbalik menuju pintu keluar. Leeteuk mengantarnya sampai namja cantik itu menghillang dibalik pintu yang sudah tertutup. Sang ketua OSIS itu tidak tahu, bahwa namja cantik yang masih terpaku di depan pintu ruangannya yang tertutup itu kini menatap tajam ke salah satu nama yang tertera di amplop yang masih dipegangnya.

'Mereka disini rupanya. Para Axis.'

_Wonkyu_

Siwon, Yunho, Hankyung, Donghae dan Yesung menaikkan sebelah alis mereka masing-masing ketika suara asing yang tiba-tiba datang itu terdengar.

Ketika kelima namja itu berbalik yang pertama kali terlihat dihadapan mereka adalah lima namja yang berdiri sejajar tepat di depan pintu masuk lapangan basket. Berbagai ekspresi menatap mereka, ekspresi aneh, meremehkan, dan mengejek. Bahkan salah satu diantara mereka berdecih terang-terangan sambil membuat suara tawa yang menjengkelkan.

"Seungri-ah, bersikap sedikit sopanlah kepada tamu kita." Ucap namja pendek yang rambutnya di cat berwarna biru terang. Sebuah kacamata putih besar bertengger menutupi kedua matanya.

"Tamu?" ucap namja lain yang rambutnya ditata sedemikian rupa hingga berkumpul di bagian tengah, wajahnya tampak sangar dengan anting-anting di telinganya. "Kurasa mereka lebih tepat disebut pencuri."

Yesung dan Yunho sudah akan maju dengan tangan terkepal erat dan muka merah, jika saja Hankyung dan Donghae tidak menahan lengan dua nanja yang sudah tersulut emosi itu. Siwon hanya menatap datar kelima namja yang menurutnya tidak penting di depannya. Dengan kedua tangan yang ia masukkan ke dalam saku celananya.

"Yang bisa menggunakan lapangan basket ini hanyalah kami, tim basket Spamcos." Namja bername-tag Choi Seunghyun itu akhirnya angkat bicara setelah sekian lama diam. Iris hitamnya menatap namja-namja di depannya dan berhenti lama di SIwon yang hanya menatapnya malas.

"Seingatku tidak ada peraturan semacam itu di Spamcos." Ucap Hankyung masih menahan lengan Yunho di depannya, sesekali mengawasi teman-temannya jika saja ada yang tidak bisa menahan kekuatan mereka.

"Tentu saja itu peraturan yang kami buat sendiri."

Kali ini namja berambut pirang ber-name tag Kang Daesung yang menimpali. Namja itu menyeringai sambil mengibaskan poni rambutnya yang panjang.

"Kalian menggelikan." Ucap Siwon pada akhirnya sambil memainkan ujung sepatunya di lantai lalu menatap kelima namja di depannya dengan pandangan meremehkan. "Mana ada tim basket yang berdandan seperti yeoja."

Kelima pasang mata itu menatap iris kelam Siwon dengan tatapan tidak percaya.

"Dandanan kalian lebih cocok untuk Cheerleaders daripada tim basket."

Dan bersamaan dengan berakhirnya kalimat Siwon, namja ber-name tag Kwon Jiyoung itu sudah bersiap menerjang, namun berhasil ditahan oleh Seunghyun.

"Kalau begitu kalian bisa membuktikannya dengan melawan kami." Ucap Sunghyun sambil maju selangkah dan kini berdiri tepat di depan Siwon. Kedua iris kelam itu saling menatap tajam.

Siwon tertawa simpul sambil merengangkan ikatan dasinya, "Kalian yakin mau melawan kami?"

Tawa keras terdengar memenuhi lapangan indoor itu sesaat setelah Siwon menyelesaikan kalimatnya.

"Tentu saja! Melawan murid pindahan seperti kalian? Oh, aku takuuut~" ejek namja yang tadi dipanggil Seungri dengan nada dibuat-buat. Kelima namja di depannya masih menatapnya datar tanpa ekspresi. "Jika kami menang, kalian tidak boleh menginjakkan kaki lagi di lapangan ini."

Yunho tertawa mengejek kemudian. Namja bersorot musang itu menarik lengannya hingga terlepas dari cengkeraman Hankyung kemudian maju selangkah hingga sejaja rdengan Siwon. "Jika kami yang menang?"

"HAHAHAHAHAHA!"

Kelima namja yang menamai kelompok mereka Big Bang itu tertawa lagi. Bahkan salah satu diantara mereka yang berambut biru sampai menunduk sambil memegangi perutnya.

"Itu tidak akan terjadi." Sahut Jiyoung yang mulai melangkah maju ke hadapan Yunho. "Dan jika itu terjadi, yaaah~ kalian bisa meminta apapun kepada kami."

"HAHAHAHA!"

Siwon tersenyum lagi, menampilkan lesung pipinya yang dalam lalu mengulurkan tangan kanannya ke depan. Seunghyun yang ada di hadapannya menatap telapak tangan itu sekilas lalu menjabatnya.

"DEAL!" ucap Siwon dan Seunghyun bersamaan. Senyum menghiasi wajah mereka berdua. Senyum itu, senyum yang bermakna sebaliknya.

Siwon menatap Yunho disampingnya dan ketiga namja lain di belakangnya. Iris kelam itu berkilat terang sekilas diikuti seringaiannya yang khas.

'Apa salahnya mencoba mainan baru, Guys.'

Dan keempat namja di depannya itu mengangguk, tak lupa seringaian di wajah masing-masing.

_Wonkyu_

Tap tap

"Semua orang menjengkelkan~ Bagaimana bisa mereka tidak menyapaku sama sekali, bahkan―"

Bruk

Namja cantik yang sedang asyik merutuki nasib buruknya di hari keduanya bersekolah di sekolah barunyaitu kini terduduk di atas lantai marmer Spamcos yang keras setelah beberapa gerombolan siswa menabraknya hingga membuatnya terjatuh.

"KALIAN SEMUA BODOH, HAH? APA AKU INVISIBLE DI MATA KALIAN?!"

Kim Heechul hanya bisa meneriaki para siswa yang tadi membuatnya jatuh dengan tidak elit di lantai. Beberapa siswa lain yang kebetulan melintas di dekatnya hanya menatapnya aneh.

"APA KALIAN TIDAK MELIHAT BADGE TINGKAT TIGA DI SERAGAMKU, HUH?!"

"Kurasa itu balasan karena telah membuat kaki Kyuhyun terkilir kemarin, Heechul-ssi~ Hahahaha!"

Heechul mengalihkan pandangannya ke asal suara di belakangnya. Lee Hyukjae menatapnya geli masih dengan tawanya yang belum hilang.

"Ya! Hyukjae, jangan menertawaiku!" Sahut Heechul sambil berdiri dari posisi jatuhnya lalu menatap sebal Hyukja yang masih tertawa di depannya. "Memangnya ada apa sih?! Mengapa mereka berlarian seperti itu?"

"Entahlah! Mungkin Presiden sedang berkunjung." Sahut Hyukjae seadanya sambil menatap beberapa siswa yang masih berlarian di depannya.

Heechul hanya memutar bola matanya malas mendengar jawaban Hyukjae yang asal. Namja cantik itu kemudian menarik salah satu siswa kelas satu yang melintas di depannya.

"Hei, ada apa sebenarnya? Mengapa kalian berlarian seperti itu?"

"BigBang akan bertanding melawan para murid baru. Sekarang di lapangan basket." Ucap siswa itu takut-takut menatap Heechul dan Hyukjae yang menatapnya tidak mengerti.

"Siapa itu BigBang?"

"Ada murid baru selain kita?"

_Wonkyu_

Suasana lapangan basket indoor Spamcos itu kini sudah ramai dengan sorak-sorakan yang membahana di seluruh tribun disana. Istirahat yang seharusnya digunakan untuk makan siang itu kini dialihkan untuk menonton pertandingan basket dadakan yang fenomenal.

Tim basket Spamcos yang terkenal melawan para murid baru.

Begitulah desas-desus itu beredar di sekolah All-Boys itu dengan kecepatan yang mengerikan. Beberapa staff dan guru bahkan juga terlihat di tribun khusus yang terletak di ruangan tersendiri.

Sorakan-sorakan dan yel-yel yang mayoritas menyerukan nama Bigbang itu membahana memenuhi aula besar itu. Kesepuluh pemain sudah siap di posisinya masing-masing.

"I Love You, my friends!" seru Jiyoung sambil mengedarkan tangannya keseluruh penjuru tribun yang menyerukan namanya. Taeyang dan Seungri juga melakukan hal yang sama.

'Kurasa 5 saja cukup.'

'Kau terlalu baik, Hankyung-ah. Jangan berikan satupun.'

Yesung menatap Hankyung sambil membuat gerakan memotong lehernya sendiri. Sementara Hankyung hanya menghela nafas pasrah dan menatap Donghae yang masih sibuk berpikir.

'Aku sarankan 5 juga.'

Kali ini suara Donghae membuat Yunho menggeleng dan menyeringai menatap namja berwajah ikan itu. Lalu mata musangnya ganti menatap Siwon yang masih bergeming sambil menatapnya. Namja tampan itu berbalik menghadap daerah lawan dengan seringaian di wajahnya.

'Kita beri mereka 2.'

Prit

Suara peluit itu membuat sorakan disana terdengar semakin kencang. Kesepuluh namja itu mulai bersiap di posisi masing-masing. Hankyung dan Yesung di posisi belakang, Donghae dan Yunho di tengah, sedangkan Siwon berada di depan wasit berhadapan langsung dengan Seunghyun. Kedua namja itu saling menatap tajam seakan ingin menguliti lawan masing-masing.

BIGBANG! BIGBANG! BIGBANG!

Seruan-seruan itu masih menggema di seluruh penjuru lapangan membuat suasana yang sudah panas itu menjadi semakin panas.

PRIIIIIIIT

Sesaat setelah peluit itu berbunyi, bola itu melambung di udara dan ketika bola sudah jatuh bersamaan dengan gaya gravitasi bumi lalu―

Sret

Seunghyun segera menyabet bola itu dan melesat sambil mendribble dengan cepat melewati Siwon yang hendak merampasnya. Namja tinggi itu menggiring bola di tangannya dengan sigap melewati Yunho dan Hankyung yang sudah menghadang.

Satu kata yang bisa didengar dari sorakan yang terus membahana itu.

SEUNGHYUN SANG PENAKLUK RING!

Dan, masuk!

Bola itu berhasil masuk di ring yang terletak tepat dibelakang Hankyung dan Yesung yang masih menatap sengit namja di depannya.

Priiit. Home 1 – Guest 0

Seruan yang semakin keras terdengar memenuhi tribun yang semakin penuh dengan siswa-siswa yang terus berdatangan.

"Hanya ini kekuatan kalian? Bahkan ini masih menit pertama." Yunho hanya membalas perkataan itu dengan tangan yang terkepal erat. Sedangkan Seunghyun hanya bisa menyumbangkan tawa meremehkannya.

Priiiiit

Bola kembali melambung dan saat hendak mencapai lantai―

Sret

Siwon berhasil menangkapnya dan mendribble menuju area lawannya. Yunho dan Donghae mulai bergerak di belakangnya. Sesaat sebelum bola itu hendak dioper Siwon kepada Donghae di belakangnya, namja berambut biru itu dengan secepat kilat merebut bola itu dan membawanya ke daerah lawan.

Para penonton bersorak lagi.

G-DRAGON SANG PEMILIK KECEPATAN ANGIN!

Dan seiring dengan mengalunnya slogan itu, Jiyoung atau yang mereka sebut G-Dragon itu menggiring bola dengan kecepatan menakjubkan melewati semua lawannya dan―

Masuk!

Priiit. Home 2 – Guest 0

"Boleh aku mengatakan sesuatu?" seru Jiyoung setelah mencetak satu angka di ring lawan. Suaranya itu menggema di seluruh lapangan. "Siapapun yang menentang BigBang mereka adalah…"

"PECUNDANG!"

Siwon dan keempat namja di belakangnya hanya menatap datar lima naja yang tertawa mengejek di depan mereka. Bahkan sekarang slogan dan sorakan di seluruh penjuru lapangan itu berubah lirik menjadi 'Pecundang!'.

"Sebaiknya kalian menyerah! atau kalian akan menanggung malu!"

Seruan Seungri membuat Yesung yang sudah menahan amarah sejak tadi kini mulai maju ke depan, namun Hankyung berhasil menahannya. Donghae, Yunho, dan Siwon tidak memberi tanggapan apapun.

Saat wasit sudah memberi aba-aba untuk mendekat untuk pertandingan selanjutnya. Ketika bola itu akan dilambungkan, Siwon menutup matanya. Keempat namja di belakangnya juga melakukan hal yang sama.

Priiiiiit

'It's showtime, Guys.'

Sepersekian detik setelah peluit panjang itu berbunyi dan bola yang masih dalam perjalanan melambung keatas, kelima pasang mata itu terbuka dan menampilkan kilatan putih terang secara bersamaan.

Dan, tak ada waktu bagi gaya gravitasi untuk menarik bola basket itu menuju pusat bumi. Sebuah telapak tangan menjangkau bola yang masih berada di titik tertingginya itu.

Semua yang masih menyaksikan terperangah menyaksikan lompatan tinggi itu.

Bruk

Sret

Dan ketika kakinya sudah mencapai tanah, Siwon segera menggiring bola ditangannya menuju daerah lawan dengan sigap melewati semua anggota BigBang yang menghadangnya. Sedikit menyeringai begitu melewati Seunghyun lalu… Masuk!

Jika ada yang menguasai ring,

Tidak akan ada artinya dihadapan sang Penguasa kekuatan Matahari.

Sang Poros.

Bola kembali melambung dan kali ini Taeyang berhasil mengambilnya. Namja itu menggiring bola menuju daerah lawan diiringi dengan slogan yang berganti lirik.

"TAEYANG SANG AHLI SHOOTER!"

Yunho menyeringai mendengar slogan itu, dan dengan sekali gerakan, namja itu merebut bola di tangan Taeyang dan mendribble-nya menegelilingi namja yang berpotongan rambut aneh itu.

"Apa yang kau lakukan, brengsek?!" umpat Taeyang yang bingung dengan perilaku namja bersorot musang yang masih mengelilinginya.

Drap

Taeyang melebarkan matanya ketika Yunho mengoper bola itu tepat ke tangannya.

"Mereka bilang kau shooter yang baik." Ucap Yunho sambil tersenyum menatap Taeyang yang masih bingung di tempatnya, lalu namja bersorot musang itu menyeringai, "Masukkan bola itu ke dalam ring-mu"

Dan sang shooter terbaik tim basket Spamcos itu melesat menuju daerahnya sendiri dan mendribble bola cepat lalu memasukkan bola itu ke dalam ring team-nya sendiri.

Jika ada yang ahli dalam mengendalikan bola,

Tidak akan ada artinya dihadapan sang penguasa pengendalian pikiran,

Sang Utara.

Tap

Daesung berhenti menggiring bola di tangannya ketika Hanyung berdiri menghadangnya.

"DAESUNG SANG OMBAK LAPANGAN! JATUHKAN MEREKA DENGAN OMBAKMU!"

Hankyung tersenyum simpul mendengar slogan itu. Dan tubuhnya bergeser ke kanan tepat beberapa detik sebelum Daesung akan menerjangnya dengan kecepatan yang tidak bisa dibilang pelan. Sadar Hankyung sudah tidak ada di depannya, namja berambut pirang itu hendak memasukkan bola yang masih ia dribble menuju ring di depannya. Namun, bola itu tidak ada.

Priiiiit

Daesung membelalakkan matanya menatap Hankyung yang sudah berada di sisi lain lapangan dengan bola yang baru saja jatuh dari ring tim-nya.

Jika ada yang menjadi ombak lapangan,

Tidak akan ada artinya dihadapan sang penguasa lautan dan samudra,

Sang Selatan.

Bola kembali turun dan Siwon berhasil menangkapnya. Namja tampan itu mengopernya kepada Yunho. Seunghyun di belakang Yunho berusaha merebut bola itu, namun lebih dahulu Seungri yang mendahului langkahnya.

"SEUNGRI SANG PEMBAKAR LAPANGAN! KALAHKAN MEREKA DENGAN APIMU!"

Yunho tertawa mendengar slogan itu. Dengan cepat, namja bermata setajam musang itu mengoper bola kepada Yesung di belakangnya. Yesung menyeringai menatap Seungri yang sudah bersiap menghadang dan merampas bola di tangannya, namun namja berkepala besar itu segera bersiap menunggu Seungri untuk mencapai jarak terdekatnya, lalu―

Sret

Blam

Bola itu masuk ke dalam ring dengan kecepatan luar biasa hingga ring itu mengeluarkan asap kecil karena kerasnya gesekan bola dengan ring.

Jika ada yang kekuatan yang seakan membakar lapangan,

Tidak akan ada artinya dihadapan sang penguasa api yang membara,

Sang Barat.

Home 2 – Guest 4

Siwon menyeringai saat melihat papan skor di depannya. Kelima namja di depannya hanya menatapnya sengit sambil terengah. Sorot terkejut jelas sekali tergambar di wajah menjengkelkan kelima namja itu.

Sorakan-sorakan disan semakin ramai. Dan sorakan 'BigBang' sudah sedikit meredup, digantikan sorakan sorakan baru.

CHOI SIWON! JUNG YUNHO! TAN HANKYUNG! LEE DONGHAE! YESUNG!

Priiiiit

Ketika peluit itu berbunyi dan Siwon sudah akan menangkap bola yang melambung tinggi itu, sebuah tangan jauh lebih cekatan merampas bola. Kwon Jiyoung atau yang lebih dikenal dengan GD itu menyeringai menang ke arah Siwon sambil membawa lari bola di tangannya.

"Tidak ada yang bisa mngalahkan kecepatan angin―"

Sret

GD melihat sekilas siap yang merampas bola itu dari tangannya, karena detik berikutnya bola itu sudah teroper ke Yunho dan dioper lagi ke namja yang telah merampas bola itu darinya.

Donghae memberikan senyum mengejeknya sesaat sebelum langkahnya menuju ring lawan dengan kecepatan yang mengerikan.

Jika ada kecepatan secepat angin,

Tidak akan berarti apapun di hadapan kecepatan sang penguasa Cahaya,

Sang Timur.

Dan, masuk!

Sorakan disana semakin ramai seiring dengan semakin surutnya sorakan kepada BigBang.

Home 2 – Guest 5

'Selesaikan dalam 2 menit, Axis.'

Seiring dengan terdengarnya kalimat pendek yang diucapkan Siwon itu, kilatan terang di lima pasang mata tajam itu kembali terlihat.

Dan seiring dengan suara peluit dan sorakan yang membahana, kelima namja itu menerjang bola yang melambung tinggi di depannya.

'The game must be End soon.'

Para Axis…

Mereka tangguh dan tak terkalahkan

Karena kekuatan matahari ada di tangan mereka

Kekuatan itu semakin besar ketika kelima sumbu arah utama itu bersatu.

_Wonkyu_

Tap tap tap

Bruk

Beberapa amplop coklat itu jatuh tepat saat seseorang yang membawanya juga tersungkur di lantai. Namja yang masih memegangi kepalanya itu mengerang pelan saat sakit yang luar biasa itu memenuhi segala ruang dalam kepalanya.

'Semuanya sia-sia! Kau gagal! Kau tidak berguna!'

'Kau tidak akan berubah menjadi lebih baik! Kau hanyalah seorang pembunuh! Selamaya akan menjadi pembunuh!'

"Diam!"

"Jaejoong-ssi?"

Kim Jaejoong mengalihkan pandangannya yang semakin buram kepada namja yang berdiri tak jauh di depannya. Namja yang masih menatapnya terkejut itu kini berlari menuju tempatnya jatuh dan mencoba membantunya berdiri sebelum―

Sret

"Jangan sentuh aku."

"Jaejoong-ssi, gwaenchana? Kau terlihat kesakitan."

"Kubilang jangan sentuh aku, Cho Kyuhyun!"

Kyuhyun terlonjak sangat kalimat tegas namun pelan itu terdengar di telinganya. Namja manis itu lebih memilih tidak peduli dan tetap membantu Jaejoong bangkit dari posisi duduknya dan merapikan beberapa dokumen yang jatuh di dekatnya.

"Kita ke ruang kesehatan! Kau pasti sakit!" ucap Kyuhyun sambil berusaha menarik berdiri Jaejoong yang masih memberontak di tangannya.

"Lepaskan!"

"Tidak sebelum kita ke ruang―"

PLAK!

Kyuhyun menatap Jaejoong dengan tatapan yang tidak bisa diartikan saat tamparan keras itu mendarat di pipi kirinya hingga membuatnya tersungkur di lantai juga.

"Jae―"

Jaejoong lebih memilih berdiri dengan susah payah masih sambil memegangi kepalanya yang sakit. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa mengusap sudut bibirnya yang terasa ngilu. Dan―

Tes

Sesuatu menetes dari sudut bibirnya yang ngilu. Setetes cairan merah kental. Darah.

Iris coklat caramel itu melebar saat melihat apa yang ada di tepalapak tangannya. Tubuh namja manis yang masih terduduk di lantai itu bergetar.

"Da-darah?"

CTAR!

Jaejoong mengalihkan perhatianya begitu bunyi salah satu pot kaca besar di depannya pecah berkeping-keping. Lalu doe eyes itu kembali menatap Kyuhyun yang masih tersungkur di lantai dengan tubuh gemetar.

CTAAARR!

Namja cantik itu sukses melebarkan matanya ketika melihat tubuh Kyuhyun limbung ke depan bersamaan dengan kaca jendela yang pecah di sampingnya.

Jaejoong menatap keadaan di sekitarnya dengan sorot tidak percaya sambil menangkap tubuh Kyuhyun yang sudah tidak sadarkan diri. Namja cantik itu menggigit bibir bawahnya saat merasakan nafasnya mulai sesak dan tidak teratur.

'Kau adalah pelindung sekaligus penghancur!'

'Kau adalah pemersatu sekaligus pemecah belah!'

'Kau adalah awal dan akhir dari semua ini, Cho Kyuhyun!'

Kim Jaejoong menatap namja yang masih tak sadarkan diri di dekapannya dengan sorot yang tidak bisa diartikan. Tubuh namja cantik itu bergetar hebat dengan nafas yang putus-putus.

Suara dalam kepalanya itu masih terdengar jelas.

Dan semua kekacauan di depan matanya itu adalah sebuah akibat darfi kekuatan maha Dahsyat yang selama ini selalu ditakutinya.

"P-poros Ordi-nal!"

Ucapnya sambil menatap sosok yang masih terpejam di dekapannya.

.

Saat salah satu dari mereka sadar bahwa ada hal lain yang lebih menakutkan dibanding kekalahan atau dipermalukan

Saat rahasia itu terkuak satu demi satu

Para Cardinal, Para Axis

Mereka akan dipertemukan dengan mereka yang sepadan

Para Ordinal

.

.

.

Annyeong, my dear Readers

Another chapter is up. Just enjoy ^^

Apa yang terjadi dengan Jaejoong? Mengapa Kyuhyun pingsan? Apa yang ditakutkan Jaejoong?!

Wait next chapter!

Setiap review readers adalah sumber perbaikan bagi saya. Jadi jangan sungkan bila ada yang tidak berkenan. XOXO for you all ^3^

Fic ini murni BOYSLOVE/YAOI bukan GENDERSWITCH, dan main pair disini adalah WONKYU ^^

FEEL FREE TO REVIEW ^^

Wonkyu is Love,

BabyWonKyu