Bruk
'Menyenangkan~'
Takdir…
Yang memilih mereka untuk penganugerahan kekuatan besar ini
Lima pasang mata itu berbinar puas melihat pemandangan di depan mereka. Dan lima sosok yang ada di depan mereka itu kini hanya menatap tajam lima pasang mata itu dengan sorot yang tidak bisa diartikan.
"Jadi seperti ini, ya? Kekuatan BigBang?"
Namja berambut biru yang kini terduduk di lantai lapangan indoor Basket itu hanya menatap sorot musang di depannya dengan nafas terengah. Keempat temannya yang lain tidak jauh berbeda dengan keadaannya.
"Kalian―"
"Berdasarkan The Great Science Encyclopedy oleh Dorling Kindersley, BigBang berarti sebuah ledakan atau dentuman besar yang berenergi sangat tinggi yang merupakan asal mula pembentukan alam semesta."
Anugerah besar yang banyak orang menginginkannya
Anugerah yang bisa membuat mereka berkuasa
Tan Hankyung menatap datar lima namja di depannya yang kini memusatkan perhatian kepadanya setelah kalimatnya selesai.
"Seharusnya kalian membaca beberapa kamus atau literature sebelum memutuskan nama genk kalian." Ucap Hankyung lagi sambil menatap datar lima namja di depannya, "Nama itu terlalu hebat untuk kalian."
Dan kalimat datar itu sukses membuat kelima namja itu semakin menatap benci siswa-siswa baru yang baru saja mengalahkan mereka telak di pertandingan basket siang tadi.
"BRENGSEK KA―"
"Diamlah dan dengarkan saja~"
Kalimat santai itu membuat lima namja yang menjuluki kelompok mereka BigBang itu diam seketika dan memperhatikan mereka dengan diam.
Kekuatan itu adalah nyawa
Adalah hidup mereka
Bukan karena mereka terlalu lemah
Namun karena merekalah yang dipilih
Jung Yunho tersenyum tipis melihat akibat dari kata-katanya. Namja berkepala besar yang berdiri di sampingnya juga menyeringai menang menatap lawan mereka yang kini tidak berdaya.
"Bukankah aku sudah bertanya sejak awal kepada kalian? Apa kalian yakin melawan kami? Dan kalian menyanggupinya dengan sangat percaya diri."
Namja ber-name tag Choi Seunghyun itu kini maju selangkah dan berdiri tepat di depan namja tinggi yang baru saja menyelesaikan kalimatnya.
"Kalian curang."
Kekuatan matahari tidak dianugerahkan secara sembarangan
Kekuatan itu sendiri yang memilih siapa pemiliknya
Penanggung jawabnya…
Choi Siwon tertawa pelan mendengar ucapan namja di depannya. Namja tampan itu kemudian melonggarkan ikatan dasinya yang memang sudah berantakan sambil menyeringai mengejek.
"Adakah bagian dari permainan kami yang merupakan kecurangan tadi?" sahut namja berwajah ikan sambil menampilkan senyumnya, "Bisakah kau sebutkan, Seunghyun-ssi?"
"Atau jangan-jangan kalian belum pernah mengalami pertandingan sesingkat tadi?" Kini namja ber-name tag Kim Jongwoon yang berbicara, "Bahkan kami bisa lebih mempercepatnya menjadi 30 detik."
Dan BigBang hanya bisa menatap pasrah lima namja yang masih berdiri berjajar di depannya. Tim basket Spamcos yang terkenal itu baru saja mengalami kekalahan pertama mereka. Pertandingan basket dadakan siang tadi membuat mereka harus menanggung malu di hadapan sebagian besar siswa dan guru Spamcos dengan kalah telak 2-20 melawan para murid baru di depan mereka dalam waktu kurang dari 3 menit.
Tidak masuk akal sama sekali dan tidak pernah dalam sejarah pertandingan mereka dikalahkan dengan cara seperti ini. Bahkan dengan tim-tim hebat dari sekolah lain. Dan kini mereka harus kalah oleh para murid baru.
Siwon tersenyum lagi sambil memakai kembali blazernya yang sempat ia lepas tadi. "Bukankah kami masih baik dengan memberi kalian 2 angka? Kami bisa saja menghancurkan harga diri kalian tadi."
GD yang sejak tadi ambruk di lantai itu kini bangkit dan hendak menghambur ke arah Siwon sebelum Daesung menghentikannya.
"Bahkan salah satu teman anggota kalian yang berjasa mencetak angka untuk kami." Sahut Yunho sambil menatap Taeyang yang masih menatapnya sengit.
"Dan sesuai perjanjian, kami menagih hadian kami."
"Hadiah yang istimewa."
"Yang kalian pun akan sangat berat memberikannya."
"Tapi jangan coba-coba ingkar janji."
"Atau kalian akan menerima yang lebih parah dari ini."
Dan, kelima anggota BigBang itu hanya bergidik ngeri mendengar kalimat yang diucapkan bergantian oleh kelima murid baru di depan mereka.
Seunghyun melirik ke arah GD disampingnya, dan mereka berdua menyeringai. Taeyang, Daesung dan Seungri hanya mengangguk ketika dua orang temannya itu menatap mereka.
"Kami tidak pernah ingkar janji. Dan tidak ada satupun hal berat yang sulit kami lepas. Karena kami memiliki segalanya."
Kata-kata GD Seunghyun membuat kelima namja itu tertawa ringan. Keempat pasang mata itu menatap iris kelam Siwon. Yang di tatap hanya tersenyum sambil menampilkan sekelebat kilauan putih terang di matanya.
'Mereka menyembunyikannya.'
Siwon menatap Yunho dengan pandangan datarnya, lalu namja tampan itu kembali menampilkan lesung pipinya yang dalam.
'Tenang saja. Aku bisa mengatasinya.'
Dan keempat rekannya itu hanya bisa tersenyum mengerikan.
"Kalian pintar sekali menyembunyikannya di pikiran kalian~" ucap Siwon masih menatap keempat rekannya, lalu namja tampan itu mengalihkan pandangannya dan menatap iris kelam Seunghyun dalam-dalam. Berusaha mencapai bagian terdalamnya.
Perlu jeda beberapa detik bagi Siwon untuk menampilkan senyumannya, dan keempat rekannya yang kini juga tersenyum mengerikan kearahnya.
"Jangan mengira kami para murid baru tidak tahu apa-apa." Ucap Siwon masih bertahan dengan senyum ramahnya.
Kelima namja di depannya menatapnya tidak mengerti.
"Katakan saja apa mau kalian!" seru Seungri sambil maju dan mensejajarkan dirinya di samping Seunghyun.
Hankyung, Yunho, Donghae, Yesung dan Siwon hanya bisa tersenyum lagi.
"Kami menginginkan sesuatu yang paling berharga dari kalian. Sesuatu yang berusaha kalian sembunyikan denga rapi di dalam pikiran kalian."
Dan kalimat Siwon sukses membuat kelima pasang mata anggota tim basket Spamcos itu terbelalak terkejut.
"Kami menginginkan kekuasaan."
Para Axis…
Mereka dipilih berdasarkan sesuatu yang mereka sendiri tak bisa menebaknya.
Dan dianugerahkan kepada sang pengatur mata angin utama
Kepada sang Poros
Kemampuan mengetahui segalanya yang tersembunyi
Segalanya yang tak bisa diketahui orang lain
.
.
THE POWER OF HIGH POLAR
Chapter 3: THE SPECIAL CLASS OF SPAMCOS
Genre: Romance, Romance, Friendship, Fantasy, Supranatural, School-life
Rating: T
Main Pair: WONKYU
Other Pair: YUNJAE, HANCHUL, HAEHYUK, YEWOOK
Warning: YAOI, BOYSLOVE, OOC, TYPOS
Summary:
Kekuatan matahari ada di tangan mereka. Namun persahabatan dan cinta sejatilah yang menjadi kekuatan terbesar yang mereka miliki nantinya.
DON'T LIKE DON'T READ
BabyWonKyu proudly presents
.
.
_Wonkyu_
Pagi hari di Seoul masih terasa panas. Angin musim gugur yang dingin itu belum tarasa walau saat ini sudah memasuki musim gugur. Suhu udara disana masih sedemikian panas hingga beberapa orang lebih memilih memulai aktivitas mereka dengan membawa payung atau menggunakan kendaraan umum maupun pribadi.
Namun tidak dengan namja muda yang kini berjalan dengan langkah pelan di trotoar yang terpapar langsung dengan sinar matahari itu. Blazer biru donker-nya ia sampirkan begitu saja di atas ranselnya sedangkan kemeja putih-nya dilipat hingga sebatas siku. Membuat kulit seputih salju itu semakin bersinar saat sinar matahari yang terang menyorotnya.
"Ya! Cho Kyuhyun! Tunggu aku!"
Namja yang sejak tadi berjalan santai itu menolehkan kepalanya ke sumber suara dibelakangnya. Seorang namja berpakaian sama berlari kecil kearahnya.
"Pagi, Wookie~"
Namja yang dipanggil 'Wookie' itu hanya menghela nafas panjang mendengar sapaan itu. Sedang namja yang satu memilih tidak peduli dan kembali berjalan menuju gerbang sekolah yang masih jauh di depannya.
"Sekali lagi kau memanggilku dengan tidak sopan, aku akan menendangmu ke Junior High School-mu lagi."
Cho Kyuhyun hanya terkekeh pelan lalu menghentikan langkahnya di depan namja ber-name tag 'Kim Ryeowook' itu dan berbalik menghadapnya.
"Tendang saja! Dan aku akan menendangmu lebih keras." Ucap Kyuhyun sambil menatap galak namja mungil di depannya, lalu menyeringai, "Kau bahkan lebih pendek dariku, Wookie! Jadi jangan cerewet!"
"Aish! Kau ini!"
Ryeowook hanya cemberut lalu membalik tubuh Kyuhyun yang masih menghadapnya dengan paksa dan kembali berjalan menuju gerbang Spamcos beberapa meter di depan mereka.
"Ah! Kyunie, apa kau masih sakit?! Maaf karena tidak percaya dengan kata-katamu kemarin sampai kau pingsan seperti itu."
Kyuhyun hanya tersenyum kikuk mendengar kalimat Ryeowook yang kini menatapnya khawatir. Beberapa siswa mulai terlihat semakin banyak yang menyusuri trotoar itu.
"Uhm… Gwaenchana, Wookie."
"Apakah sampai separah itu sakit kepalamu? Sampai pingsan seperti itu?" tanya Ryeowook masih melayangkan tatapan khawatir ke arah namja manis yang masih menatap lurus ke depan.
Kyuhyun, namja manis itu bingung harus menjawab apa.
Sebenarnya kemarin ia sedang ingin mengambil beberapa dokumen mutasinya di ruang BK. Namun di tengah perjalanan ia bertemu dengan Jaejoong yang terlihat sedang kesakitan. Namun kejadian setelahnya, Kyuhyun sama sekali tidak bisa mengingatnya. Dan tahu-tahu ia bangun di sore hari di ruang kesehatan dengan ditemani Ryeowook di sampingnya. Dokter jaga berkata bahwa ia ditemukan pingsan di koridor lantai 2, namun dokter itu tidak tahu menahu tentang siapa yang membawanya ke ruang kesehatan.
Sungguh aneh dan membingungkan.
"YA, CHO KYUHYUN! KAU MELAMUN, YA?!"
Seruan Ryeowook membuat Kyuhyun tersadar dari lamunannya dan mulai menatap teman sebangkunya itu sambil cemberut.
"Jangan berteriak sembarangan, Wookie! Kau membuatku semakin pusing!" sahut Kyuhyun sambil menghentak-hentakkan langkahnya mendahului Ryeowook yang kini mulai mengejarnya.
"Ya! Cho Kyuhyun! Tunggu!"
"Hey, Kim Ryeowook! Bisakah kau tidak berteriak-teriak di tempat umum seperti ini?!"
Kyuhyun dan Ryeowook mengalihkan perhatiannya kepada suara di samping mereka saat kaki mereka sudah akan mencapai halaman depan Spamcos yang luas. Sesosok namja berdiri di ambang gerbang dengan wajah 'cantik'nya yang tertekuk.
"Selamat pagi, Heechul-ah~"
Pletak
Dan Kim Heechul hanya menghadiahi salam 'hangat' itu dengan jitakan yang tak kalah 'hangat'. Namja berparas cantik itu hanya menyeringai menang sambil menatap 'korban'nya yang kini meringis kesakitan.
"Sekali lagi kau memanggiku seperti itu kau akan mati, Cho Kyuhyun."
Ryeowook hanya terkikik melihat Heechul yang masih mengomel kepada Kyuhyun yang juga masih mengusap kepalanya. Kini mereka bertiga berjalan bersama menyebrangi halaman luas sekolah baru mereka itu.
"Heechul Hyung, jangan terlalu keras memukul kepalanya. Kyuhyun punya penyakit kepala yang akut. Bisa-bisa dia pingsan seperti kemarin." Ucap Ryeowook sambil merangkul bahu teman sebangkunya itu lalu mengusap-usap surai ikal coklat itu dengan lembut.
Sedangkan Kyuhyun hanya bisa memasang wajah menang menatap Heechul yang kini menatapnya sedikit khawatir.
"Benarkah? Jangan-jangan Kyuhyun menderita kanker otak!" sahut sebuah suara di samping Ryeowook, "Jangan mati dulu, Kyu. Kita masih baru berteman~"
Dan ketiga namja itu hanya menatap namja yang tersenyum dengan gummy smile-nya dengan wajah datar. Hal berikutnya yang terjadi adalah tiga jitakan mendarat di kepala namja malang itu hingga membuatnya mengaduh keras.
"Jangan bicara sembarangan, Monyet!"
"Kau juga memanggilku sembarangan, Cho Kyuhyun! Panggil aku 'Hyung'!" sahut Hyukjae sambil menatap sebal kepada Kyuhyun yang kini hanya menatapnya dengan seringaian.
"Aku setuju dengan Kyuhyun." Ucap Heechul sambil memeluk bahu Kyuhyun, "Panggilan tadi lebih cocok untukmu, Lee Hyukjae~"
"HAHAHAHAHA!"
Hyukjae hanya merengut saat teman-teman barunya itu menertawainya. Namja berjulukan 'monyet' itu lebih memilih melengos dan berjalan mendahului tiga namja yang masih cekikikan di belakangnya.
"Hey hey brotha~ Kalian murid-murid baru itu kan? Kalian sudah tahu berita terhangat Spamcos? Berita terpanas! Kalian tahu―"
Namja yang sejak tadi berceloteh heboh itu kini terdiam saat keempat pasang mata itu menatapnya aneh.
"Kau siapa?" tanya Heechul dengan pandangan aneh. Kyuhyun, Ryeowook, dan Hyukjae juga melakukan hal yang sama.
Namja 'aneh' itu kemudian berdehem pelan sambil menjulurkan tangannya.
"Kim Junsu imnida. Aku kelas 2-C, dan aku sekelas denganmu, Hyukjae-ssi. Bagaimana kau bisa lupa dengan teman sekelasmu sendiri?"
Dan kini semua mata mengarah kepada Hyukjae yang hanya tertawa kikuk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Mianhae, Junsu-ssi. Bagaimana aku bisa mengingat semuanya dalam satu hari? Yang benar saja~" ucap Hyukjae dengan kalimat akhir yang terdengar semakin lirih.
"Ya sudah! Lupakan saja!" sahut namja bernama Junsu itu lalu kembali memasang wajah heboh. "Kalian tahu? BigBang kalah telak dalam pertandingan basket melawan para murid baru kemarin."
"Maaf. Aku tidak tertarik dengan gossip." Ucap Kyuhyun sambil melanjutkan langkahnya.
"Aku juga." Kali ini Ryeowook juga berjalan menyusul Kyuhyun.
Junsu hanya merengut menatap dua namja yang sudah berada tak jauh di depannya itu. Heechul tertawa sinis kepada namja bersuara seperti lumba-lumba itu sebelum mulai berjalan menyusul Ryeowook dan Kyuhyun sambil menyeret Hyukjae yang masih bengong di sampingnya.
"YA! KALIAN KAN SAMA-SAMA MURID BARU, KALIAN PASTI MENGENAL MEREKA 'KAN?! HEY HYUKJAE-SSI, TANYAKAN TEMAN-TEMANMU ITU~ ARRASSEO?"
Hyukjae hanya melambaikan tangannya malas untuk menanggapi teriakan Junsu. Heechul disampingnya hanya menghela nafas pelan.
"Walaupun suaranya teriakannya sedikit merdu, tapi tetap saja mengganggu. Dasar tukang gossip!" gerutu Heechul sambil membenarkan letak poni rambutnya.
"Memangnya apa itu BigBang?"
Ryeowook yang sedikit penasaran mulai berbalik dan bertanya kepada dua sunbae-nya yang masih berjalan di belakangnya. Sedangkan Kyuhyun hanya meneruskan berjalan sambil mendengarkan. Namja manis itu juga penasaran.
"Entahlah, kemarin aku dan Heechul Hyung juga mendengar pengumuman pertandingannya dari Hoobae tahun pertama. Tapi kami tidak sempat melihat pertandingannya."
Ryeowook mengangguk paham mendengar penjelasan Hyukjae. Namja mungil itu kemudian kembali mensejajarkan langkahnya dengan Kyuhyun.
"Ternyata ada siswa baru selain kita, ya?" sahut Kyuhyun masih menatap bangunan Spamcos yang semakin dekat dengannya.
"Kupikir begitu. Dan kurasa mereka orang yang hebat."
Kata-kata Heechul membuat keempat namja yang lain menatapnya tak mengerti. Sedangkan Heechul hanya balas membalas sambil mengangkat bahunya.
"Yah~Hebat. Buktinya mereka bisa mengalahkan tim basket Spamcos hanya dalam waktu 3 menitan."
"Ah, benar." Sambung Hyukjae, "Kemarin saat kami sudah akan memasuki lapangan basket, ternyata pertandingannya sudah selesai."
"Woah~ Mereka pasti kereeeen~" ucap Ryeowook sambil menatap Hyukjae dan Heechul tak percaya.
"Menurutku biasa saja."
"Ya, Cho Kyuhyun! Kau ini hargailah kehebatan orang lain~"
"Dari cerita memang keren, tapi kita kan belum tahu kenyataannya."
"Tapi tetap saja keren!"
Heechul dan Hyukjae hanya tertawa kecil melihat tingkah dua Hoobae-nya itu. Halaman utama Spamcos yang hijau dan luas itu kini sudah sedikit ramai dengan siswa-siswa yang baru datang. Beberapa diantara mereka mulai berlarian menuju kelas masing-masing.
"Tapi tidak ada siswa baru selain aku di kelasku." Ucap Heechul ketika lelah mendengar perdebatan Kyuhyun dan Ryeowook di depannya.
"Di kelasku juga. Mungkin Jaejoong-ssi sekelas dengan mereka. Kita tanya dia saja nanti."
Heechul mengangguk mendengar kalimat Hyukjae. Namja cantik itu kembali melanjutkan langkahnya sambil membenarkan letak blazernya. Beberapa siswa di sampingnya mulai berlari lagi.
"Bagaimana kalau istirahat nanti kita mencari tahu tentang murid baru itu, Kyu?"
Kyuhyun hanya mendesis keras mendengar perkataan Ryeowook di sampingnya. Namja manis itu berhenti lalu berbalik menghadap ketiga namja di belakangnya. Kedua tangannya berkacak di pinggangnya.
"Kalian ini, jangan mudah percaya gossip. Mudah saja kalian bilang keren jika dari kata-kata dan desas-desus."
"Kyu―"
Kyuhyun hanya melengos tanpa memberi kesempatan Hyukjae dan Ryeowook yang sudah akan mengatakan sesuatu. Namja manis itu berbalik sambil terus mengomel.
"Kenyataannya kalian belum melihat―"
Bruk
Kalimat Kyuhyun terhenti ketika ia merasa tubuhnya menabrak seseorang. Beberapa pekikan terdengar di sekelilingnya kemudian. Dan ketika merasa tubuhnya tidak juga terjatuh di tanah, kedua iris coklat caramel itu terbuka dan sukses membelalak ketika melihat siapa yang telah di tabrak dan sedang menahan tubuhnya sekarang.
"Sekarang kau sudah melihatnya, Kyuhyun-ssi?"
_Wonkyu_
"Konser musim gugur?!"
Namja yang tadi duduk diatas kursinya itu kini berdiri ketika namja paruh baya yang duduk di ujung kirinya itu menyelesaikan kalimatnya. Beberapa mata di sepanjang meja panjang itu menatapnya aneh. Namja itu kemudian membungkuk sekilas untuk meminta maaf lalu kembali duduk.
"Ada masalah, Guru Park?"
"Animida, Kepala Lee."
Lee Sooman, sang kepala sekolah hanya menghela nafas menatap guru muda itu lalu kembali melanjutkan membaca kalimatnya. Beberapa staf guru yang duduk berjajar rapi di sekeliling meja panjang itu hanya menatap geli namja yang dipanggil 'Guru Park' itu.
"Kegiatan akan dilaksanakan pertengahan musim gugur ini dan setiap kelas harus menampilkan sebuah show."
"Joseonghamnida, Kepala Lee. Tapi para murid belum menerima pelajaran musik mereka secara full." Ucap namja yang di panggil 'Guru Park' tadi sambil mengangkat tangannya."Lagipula, biasanya konser musik tahunan Spamcos dilakukan menjelang natal."
"Park Yoochun Sonsaengnim, bukankah para siswa sudah memperoleh bekal dari semester lalu? Lagipula para guru musik sudah mengajari mereka selama tahun ajaran baru ini."
Park Yoochun, guru muda itu hanya bisa diam saat seluruh mata menatapnya aneh. Bukannya apa, namun ia benar-benar belum mengajarkan apapun di kelas yang di pegangnya. Dan ia harus bisa membuat konser itu dibatalkan atau paling tidak diundur hingga natal.
"Ba-bagaimana dengan para murid baru?" ucap Yoochun lagi dengan sedikit terbata. Otaknya sibuk mencari ide. "Bukankah mereka belum menerima pelajaran musik di Spamcos sama sekali? Lagipula kudengar beberapa dari mereka pindahan dari luar negeri, pasti mereka belum siap―"
"Bagaimana jika gabungkan saja para murid baru dalam satu kelas dan memberinya pelajaran mmusik eksklusif untuk mempersiapkan konser?"
Ucapan sang kepala sekolah semakin membuat Yoochun gelisah. Guru muda itu sudah akan mengatakan sesuatu lagi sebelum―
"Dan bagaimana jika anda yang menjadi guru kelas special itu, Guru Park?"
_Wonkyu_
"K-kau―"
"Senang bertemu denganmu, nona Cho~"
Kyuhyun segera mendorong tubuh tegap yang masih memeluk tubuhnya dengan seringaian di wajahnya. Ryeowook, Heechul, dan Hyukjae hanya bisa menatap lima namja yang berdiri di depan mereka dengan sorot yang tak bisa diartikan.
"Siwon-ssi, apa yang kau lakukan?! Cepat lepaskan aku." Desis Kyuhyun pelan sambil mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya yang mulai ramai dengan siswa-siswa yang menatapnya dengan berbagai ekspresi.
Siwon hanya tersenyum simpul lalu menegakkan tubuhnya namun sama sekali tidak melepaskan pinggang ramping itu dari kedua lengannya.
Heechul hanya menatap malas pemandangan di depannya dan ketika pandangannya jatuh kepada salah satu namja yang masih asik dengan sebuah buku di tangannya, wajah namja cantik itu memerah. Terlebih lagi ketika namja itu menatapnya langsung.
"Oh, jadi kau dan teman-temanmu ini juga murid baru, ya?" tanya Siwon sambil menatap tiga namja lain yang masih terpaku menatapnya dan empat rekannya di belakang.
"Kubilang lepaskan aku, Siwon-ssi!" ucap Kyuhyun masih berusaha meronta sambil mendorong-dorong dada bidang namja yang masih memeluk pinggangnya itu.
Yesung menyeringai ketika iris kelamnya bertemu dengan mata namja mungil yang menatapnya takut. Sedangkan Donghae hanya tersenyum melihat wajah namja yang juga tersenyum tipis kepadanya dengan gummy smile-nya.
Halaman itu sudah sepenuhnya ramai saat ini. Bahkan suara bel masuk pun sudah tidak mereka hiraukan demi melihat momen menarik di depan mereka.
"Kau lihat mereka menatap kita aneh?! Cepat lepaskan aku!"
"Aku akan melepasmu jika kau―"
"Jika apa?!"
Kyuhyun merasa de javu dengan kejadian yang dialaminya sekarang. Terlebih lagi saat Siwon menampilkan seringaiannya yang membuatnya merinding.
"Jika kau―"
Sret
Belum sempat Siwon menyelesaikan kalimatnya, sebuah gerakan cepat membuatnya harus kehilangan namja yang sejak tadi dipeluknya itu. Dan yang terjadi selanjutnya adalah beberapa amplop coklat yang dilemparkan ke depan dadanya.
"Ada surat untukmu."
Kyuhyun menatap namja yang telah menyelamatkannya dari 'singa' buas yang baru saja ingin me'makan'nya (lagi).
Grep
"Jaejoong-ssi?" ucap Kyuhyun begitu Jaejoong menarik tangannya dan menyeretnya berjalan memasuki gedung sekolah.
"Bel sudah berbunyi, ayo masuk."
Ryeowook, Heechul, dan Hyukjae menyusul Jaejoong kemudian. Siwon sudah akan bergerak untuk menghentikan Jaejoong yang sudah seenaknya merusak kesenangannya, sebelum sebuah tubuh menghalangi langkahnya.
"Biarkan saja, Siwon―"
Ucapan Yunho membuat namja tampan berlesung pipi itu menatap mata musang di depannya dengan sengit. Siwon sudah akan menyampaikan apa yang telah didapatkannya dari pikiran yang baru saja dibacanya.
'Aku tahu. Dia memang memilikinya.'
Dan kalimat tanpa kata Yunho membuat kelima namja itu menatap punggung lima namja yang lain yang kini sudah memasuki gedung Spamcos yang megah.
_Wonkyu_
Brak
Pintu kayu coklat itu tertutup dengan sedikit keras saat seseorang yang memasukinya membantingnya. Beberapa derap langkah menyusulnya masuk kemudian.
"Jaejoong-ssi, mengapa kau membawaku kesini. Ini bukan kelasku."
Jaejoong hanya menatap datar iris coklat caramel di depannya yang menatapnya bingung. Namja berwajah cantik itumenatap tiga namja lain yang baru saja muncul dari balik pintu.
"Jangan terlalu dekat dengan dengan mereka."
Kyuhyun hanya memiringkan kepalanya tidak mengerti mendengar ucapan datar dan pendek yang diucapkan Jaejoong. Heechul, Hyukjae, dan Ryeowook juga menatap teman pendiamnya itu dengan ekspresi yang sama.
"Maksudmu―"
"Dengarkan aku, Cho Kyuhyun." Ucap Jaejoong kini mencengkeram kedua bahu Kyuhyun di depannya. Doe eyes itu menatap iris caramel di depannya dalam-dalam. Tubuh namja cantik itu bergetar saat kedua iris itu bertemu. "Kau harus menjauhi Choi Siwon dan teman-temannya, atau―"
Ceklek
"Selamat pagi, anak-anak. Silahkan duduk di tempat kalian."
Sesosok namja yang berpakaian guru memasuki kelas yang tadinya kosong itu. Kelima siswa yang ada didalamnya terkejut. Jaejoong segera melepaskan Kyuhyun yang masih menatapnya bingung. Sang guru yang sudah berdiri di depan mejanya kini menatap lima siswanya itu dengan heran.
"Kenapa kalian masih disana! Duduklah agar kita bisa memulai pelajaran."
"Mianhamnida, Sonsaengnim. Tapi kami bukan siswa di kelas ini." ucap Ryeowook sambil membungkuk hormat kepada sang guru yang masih menatap mereka datar.
Guru itu melirik name tag di seragam para siswa yang masih berdiri di depannya lalu tersenyum. Guru yang masih terlihat muda itu berdiri menuju pintu dan mengambil kertas yang tertempel disana. Lalu kembali ke hadapan lima siswanya itu.
"Dasar anak-anak jaman sekarang. Setidaknya perhatikan pengumuman walau hanya sebentar." Ucap sang guru sambil menatap kelima muridnya yang masih menatapnya bingung itu. "Sekarang duduk di tempat kalian dan aku akan membacakan pengumumannya sekali lagi."
Jaejoong segera beranjak tanpa kata menuju bangku belakang paling pojok. Kyuhyun menyusul dan mengambil tempat duduk di deretan ketiga, Ryeowook mengambil tempat di samping teman sebangkunya itu. Heechul beranjak menuju bangku ketiga di deretan pojok disusul Hyukjae yang mengambil bangku deretan depan.
Ceklek
Sang guru dan kelima murid di kelas itu mengalihkan perhatiannya ke arah pintu kelas yang dibuka. Dan―
"Kau!"
Kyuhyun seketika berdiri dari kursinya saat namja yang saat ini sangat tidak ingin ditemuinya, kini berdiri diambang pintu kelasnya. Seragamnya yang awut-awutan tidak mengurangi kadar ketampanannya.
"Ah, cepat masuk kalian semua. Kalian terlambat 2 menit! Dan bisakah kau kembali duduk, Cho Kyuhyun-ssi?!"
Kyuhyun mendudukjan dirinya setelah Ryeowook menarik lengannya dengan sedikit keras. Dan namja manis itu hanya bisa menggigit bibir bawahnya ketika namja tinggi yang sudah merenggut ciuman pertamanya itu duduk tepat di belakangnya. Empat namja yang lain menyusul masuk kemudian. Hankyung lebih memilih duduk di deretan depan tepat di depan meja guru. Yesung segera melesat menuju bangku deretan kedua paling belakang, sedangkan Donghae mengambil tempat di samping Hyukjae. Yunho perlu waktu sekian detik untuk mengambil tempat di depan Jaejoong yang masih menatap keluar jendela.
"Nah! Ini adalah kelas special yang di bentuk kepala sekolah Spamcos." Ucap sang guru sambil menatap sepuluh pasang mata di depannya. "Aku Park Yoochun, yang akan membimbing kalian di pelajaran musik untuk mempersiapkan Konser musim gugur Spamcos."
Siwon tersenyum geli saat namja manis yang duduk di depannya itu terlihat gelisah di tempatnya. Yunho hanya menyeringai saat namja di belakangnya itu menatapnya sekilas dengan sorot dinginnya lalu kembali melengos menatap keluar jendela.
"Kelas ini hanya khusus dibentuk untuk kalian para murid baru dan hanya Khusus untuk pelajaran musik."
Yoochun kembali berbicara sambil sesekali membenarkan letak kacamatanya dan membaca kertas diatas mejanya.
Ryeowook memberanikan diri menoleh ke bangku pojok kanannya dan saat matanya bertemu dengan iris kelam Yesung yang melambai dengan seringaiannya, namja bertubuh mungil itu buru-buru berbalik dan menetralkan detak jantungnya yang berpacu.
"Kelas musik akan diadakan 3 kali seminggu dalam waktu dua jam. Dan kita kan mengadakan kelas tambahan setiap harinya sepulang sekolah selama 1 jam."
Heechul menghela nafas panjang mendengar kata-kata 'kelas tambahan'. Namja cantik itu bangkit dari posisinya yang sebelumnya menelungkupkan kepalanya di meja lalu kembali mengamati namja China yang sejak tadi duduk dan memperhatikan guru Park dengan seksama. Merasa ada yang memendanginya, Hankyung menolehkan kepalanya ke belakang, membuat Heechul gelagapan dan mencoba mengalihkan pandangannya. Pemuda berkebangsaan china itu tersenyum tipis.
"Kelas special ini akan menampilkan sebuah pertunjukan musik di konser musim gugur beberapa minggu lagi. Maka kalian diwajibkan berlatih dan menentukan show apa yang akan kalian pertujukkan nantinya."
"Ini akan sulit~" desah Hyukjae putus asa sambil memijat keningnya sendiri.
"Kurasa tidak, jika semuanya bekerja sama." Sahut Donghae disampingnya sambil menatapnya dengan tersenyum. Hyukjae hanya mengangguk kikuk dan membalas senyum namja berwajah ikan dengan muka memerah.
"Dan kelas akan dibubarkan saat konser selesai." Ucap Park Yoochun sambil memasukkan kertas diatas mejanya kedalam map di samping kanannya. Guru muda itu kemudian menatap murid-murid di depannya lalu tersenyum kecil. "Ada yang keberatan dengan peraturan bodoh ini?"
Hening.
Kesepuluh siswa itu hanya bergeming.
"Yesung-ssi bilang kelas ini menggelikan, Sonsaengnim~"
Perkataan santai Siwon membuat namja yang duduk di bangku paling pojok itu mengumpat pelan sambil men-deathnya sambil membuat gerakan dengan tangannya.
"Noona yang disana itu bilang kelas ini membuatnya tidak bisa berpikir jernih."
Heechul yang sadar semua pandangan jatuh kepadanya, hanya bisa mendelik menatap Siwon yang kini tertawa kecil. semua yang ada di ruangan itu tertawa melihat tampang konyol Heechul.
"Dan Kyuhyun-ssi bilang dia ingin duduk denganku."
Kyuhyun yang masih menertawakan Heechul bersama Ryeowook disampingnya seketika berhenti dan menoleh menatap namja yang masih bertahan dengan senyumannya yang lebih menyerupai seringaian itu.
"Apa maksudmu?!" ucap Kyuhyun pelan dengan memberikan penekanan di setiap suku katanya. Wajahnya sudah memerah sempurna karena malu.
"HAHAHAHAHA!"
Semua yang ada di ruangan itu tertawa lagi melihat lucunya wajah kesal Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa menyembunyikan wajahnya yang semerah tomat dengan menelungkupkannya diantara lipatan tangannya di meja.
Sedangkan Kim Jaejoong, namja cantik itu berusaha membuang semua yang ada di pikirannya dan mencoba fokus dengan pemandangan di luar jendela.
Ia tahu, ada yang sedang berusaha membaca pikirannya saat ini. Dan jika seseorang itu berhasil mengetahui apa yang sedang dipikirkannya, semuanya akan berakhir.
Namja cantik itu terlalu sibuk dengan kegiatan membuang pikirannya, hingga tidak menyadari sepasang mata yang diam-diam menatapnya sejak tadi.
_Wonkyu_
TAP TAP TAP TAP
Langkah kaki itu jika dilihat-lihat memang biasa saja. Namun jika kita bertanya kepada tanah atau jalan yang dilaluinya, bisa dipastikan jalanan itu akan mengeluh keras karena langkah itu dilakukan dengan menghentak-hentak keras hingga menimbulkan suara yang keras di jalanan itu.
"Sial sial sial sial!"
Cho Kyuhyun terus mengumpat pelan sambil menghentak-hentakkan kakinya di jalanan yang sedang dilaluinya. Beberapa orang yang melintas di sekitarnya hanya menatapnya aneh dan geli.
"Choi Siwon sialan! Mengapa namja jelek itu selalu mengganggu hari-hariku?!"
Dan wajahnya sedikit bersemu merah ketika mengucapkan kata 'jelek'. Ayolah~ Siapapun tidak bisa menolak bahwa namja berandalan yang terkesan nakal itu mempunyai wajah yang TIDAK jelek sama sekali.
Dia tampan. Batin namja manis itu sambil menggigit bibinya sendiri. Namun beberapa saat kemudian, Kyuhyun kembali menepuk pipinya sendiri saat mengingat apa yang telah dilakukan namja 'jelek' itu.
Ini tidak normal. Seharusnya perjalanan pulang sekolahnnya diwarnai oerasaan bahagia dan bangga karena ia berhasil bersekolah di sekolah elit itu. Lihat saja seragamnya yang keren, semua orang yang berpapasan dengannya pasti akan melirik bagde 'Spamcos High School' di blazernya dan mereka akan berdecak kagum. Tapi kenyataannya, dirinya sekarang pulang dalam keadaan yang kesal setengah mati setelah dipermalukan habis-habisan di kelas musiknya tadi pagi.
Bahkan namja manis itu masih mempermasalahkan kelsa paginya di sore hari seperti ini.
"Namja pabbo! Namja jelek! Namja―"
"Sedang memikirkanku?"
Deg
Demi apapun, Kyuhyun lebih memilih melihat guru Sastra Koreanya yang sangat killer daripada melihat senyum miring namja tinggi yang berdiri didepannya dengan bersandar di Audi putihnya yang keren. Kacamata hitam bertengger menutupi iris kelamnya yang selalu menatapnya menjengkelkan.
"Pulang bersamaku?" ucap Siwon sambil melepas kacamata hitamnya dan menyampirkannya di saku blazernya.
Kyuhyun hanya menatapnya datar lalu berbalik 180 derajat dan hendak memilih berjalan menjauhi namja yang sudah membuat hidupnya tidak tenang itu, sebelum lengannya ditarik cepat dan tubuhnya di perangkap di samping mobil mewah itu.
"A-apa yang kau lakukan, Choi Siwon?!" desis Kyuhyun sambil berusaha mendorong tubuh tegap di depannya.
"Kau tidak suka posisi kita seperti ini?" tanya Siwon dengan wajah tanpa dosa masih menatap manik coklat yang terlihat gugup di depannya.
"Te-tentu s-saja tidak, Pabbo!" sahut Kyuhyun sambil mengedarkan pandangannya ke sekililing jalan yang dilaluinya itu, dan hatinya sedikit lega saat jalanan itu lenggang sekarang. "Lepaskan aku!"
"Akan aku lepaskan jika kau―"
"AKU TIDAK MAU MENCIUMMU LAGI, SIWON-SSI!"
Siwon hanya tertawa keras mendengar seruan itu. Namja tampan itu menatap geli namja manis yang masih berusaha melepaskan dirinya dari kurungan tubuhnya itu.
"Kau begitu suka dengan ciuman dariku, Nona Cho?" sahut Siwon sambil menangkap pergelangan tangan Kyuhyun yang masih mendorong-dorong tubuhnya.
"Apa katamu?!"
"Memangnya siapa yang mau menciummu? Hahahaha~"
Dan Kyuhyun hanya bisa mengalihkan pandangannya dengan wajah merah padam. "Lalu apa maumu? Cepat lepaskan aku sebelum orang-orang melihat kita seperti ini!"
Siwon terkekeh pelan lalu membawa wajah rupawan yang masih berpaling itu untuk menatapnya.
"Cepat lepaskan, Choi Siwon!"
"Akan aku lepaskan jika kau membantu mengikatkan simpul dasiku."
Kyuhyun menatap namja tampan yang masih tersenyum dengan jarak sangat dekat itu sambil semakin memundurkan punggungnya yang sudah membentur mobil mewah di belakangnya.
"Baiklah! Tapi berjanjilah jangan pernah menggangguku lagi setelah ini, Siwon-ssi~"
Siwon hanya tersenyum geli ketika jemari panjang dan lentik itu mulai membenarkan simpul dasinya yang sudah tidak karuan.
"Untuk apa membenahi simpul dasi di saat sekolah sudah berakhir? Lagipula kau bukan tipe namja yang suka kerapian, Siwon-ssi." Ucap Kyuhyun masih membenarkan simpul dasi di depannya.
"Kau sudah seperti istriku saja, nona Cho~"
"Berhenti memanggilku dengan panggilan konyol itu!"
Siwon hanya mengangkat bahu sambil memperhatikan raut serius namun menggemaskan Kyuhyun yang masih sibuk membuat simpul dasinya.
Entah bagaimana seorang yang sangat tidak peduli dengan apapun seperti dirinya, bisa terpikat sedemikian rupa dengan namja manis namun galak di depannya ini. Sesuatu yang sangat menarik membuatnya terus ingin bersama dengan namja baru ia kenal kemarin itu.
Jika saja ia bisa membaca apa isis kepala namja manis di depannya ini, Siwon pasti akan senang.
Tapi, inilah yang membuat Siwon begitu tertarik kepada sosok manis di depannya ini. Membuatnya selalu penasaran.
Pikiran Kyuhyun tidak terbaca olehnya. Sedikitpun.
"Sudah selesai! Sekarang lepaskan aku!"
Siwon kembali dari lamunannya lalu memindahkan kedua tangannya yang sejak tadi memerangkap tubuh indah di depannya kini memeluk pinggang ramping itu dan membawanya mendekat. Membuat iris coklat caramel itu menatapnya horror.
"A-apa yang kau lakukan, Choi Siwon?!" seru Kyuhyun gelagapan saat Siwon semakin mengeratkan pelukan di pinggangnya. "Kau bilang akan melepaskanku setelah aku menyelesaikan simpul dasimu, kan?!"
"Aku berbohong." Jawab Siwon santai sambil masih menatap manik coklat yang semakin gugup di depannya.
"Lepaskan atau aku akan berteriak!"
"Berteriaklah atau aku akan menciummu di depan banyak orang."
Skakmat!
Kyuhyun hanya bisa menatap super jengkel dan kesal namja yang masih bertahan dengan seringaian menjengkelkannya. Rasanya Kyuhyun ingin menimpuk wajah 'jelek' di depannya itu dengan sepatunya hingga benar-benar jelek.
"Lalu apa maumu!"
"Temani aku―" ucap Siwon sambil membelai dagu namja yang masih menatapnya gugup di depannya lalu―
Cup
"―ke sebuah undangan."
Kalimat itu mengalun sesaat ketika bibir joker itu mengecup sekilas bibir pink di depannya. Dan Kyuhyun hanya bisa mendelik menatap wajah menjengkelkan di depannya begitu menyadari ciuman 'kedua'nya dicuri (lagi) darinya.
'Choi Siwon, you're dead meat!'
.
Sebentar lagi…
Segala sesuatu yang sudah lama tersembunyi itu akan terungkap
Ketika bumi dan langit menjadi saksi dari takdir itu
Ketika para Cardinal akhirnya tahu
Ketika mereka yang tahu segalanya membuka mulut
Ketika mereka dipertemukan
Maka saat itulah petualangan yang sebenarnya akan dimulai
Bersiaplah Utara, Selatan, Barat, dan Timur
Dan bersiaplah bagi sang Poros
Takdir kalian akan ditentukan
Saat undangan itu terpenuhi…
.
.
.
Annyeong, my dear Readers
Another chapter is up. Just enjoy ^^
Undangan apa sebenarnya yang dimaksud Siwon? Mengapa ia mengajak Kyuhyun? Apa yang diketahui Jaejoong?
Wait next chapter! ;)
Setiap review readers adalah sumber perbaikan bagi saya. Jadi jangan sungkan bila ada yang tidak berkenan. XOXO for you all ^3^
Fic ini murni BOYSLOVE/YAOI bukan GENDERSWITCH, dan main pair disini adalah WONKYU ^^
FEEL FREE TO REVIEW ^^
Wonkyu is Love,
BabyWonKyu
