"Da-darah?"

CTAR!

Jaejoong mengalihkan perhatianya begitu bunyi salah satu pot kaca besar di depannya pecah berkeping-keping. Lalu doe eyes itu kembali menatap Kyuhyun yang masih tersungkur di lantai dengan tubuh gemetar.

CTAAARR!

Namja cantik itu sukses melebarkan matanya ketika melihat tubuh Kyuhyun limbung ke depan bersamaan dengan kaca jendela yang pecah di sampingnya.

Jaejoong menatap keadaan di sekitarnya dengan sorot tidak percaya sambil menangkap tubuh Kyuhyun yang sudah tidak sadarkan diri. Namja cantik itu menggigit bibir bawahnya saat merasakan nafasnya mulai sesak dan tidak teratur.

'Kau adalah pelindung sekaligus penghancur!'

'Kau adalah pemersatu sekaligus pemecah belah!'

'Kau adalah awal dan akhir dari semua ini, Cho Kyuhyun!'

Kim Jaejoong menatap namja yang masih tak sadarkan diri di dekapannya dengan sorot yang tidak bisa diartikan. Tubuh namja cantik itu bergetar hebat dengan nafas yang putus-putus.

Suara dalam kepalanya itu masih terdengar jelas.

Dan semua kekacauan di depan matanya itu adalah sebuah akibat dari kekuatan maha dahsyat yang selama ini selalu ditakutinya.

"P-poros Ordi-nal!"

Ucapnya sambil menatap sosok yang masih terpejam di dekapannya.

Melawan rasa terkejut dan takutnya sendiri, namja cantik itu membawa tubuh lemas di dekapannya menuju bagian lain koridor yang tidak terkena pecahan kaca yang masih memenuhi lantai di depannya. Beruntung koridor itu sepi dan tidak ada yang melintas disana. Jaejoong kemudian merebahkan tubuh namja manis yang baru dikenalnya kemarin itu di lantai lalu berjalan menuju lantai yang masih penuh dengan pecahan kaca di depannya.

Walau segala pikiran dan bisikan-bisikan itu masih memenuhi kepalanya, namun akhirnya Jaejoong memejamkan matanya juga. Dan saat matanya terbuka, pecahan kaca yang berserakan itu mengumpul menjadi satu membentuk suatu lembaran kaca yang utuh lalu kaca utuh itu kembali terpasang rapi di jendela besar di sisi koridor.

Siapapun yang seandainya menyaksikan kejadian itu, akan terlihat seperti alur flashback yang memvisualisasikan bagaimana proses kaca itu pecah. Dan siapapun yang ada disana akan bisa melihat kilatan putih terang di matanya yang besar.

Namja cantik itu kemudian kembali berbalik menuju Kyuhyun yang masih terkulai tidak sadarkan diri di lantai. Tubuh nanja cantik itu bergetar ketika menatap namja yang masih terpejam di depannya.

"K-kyu?"

Tangan pucat itu bergetar hebat ketika akan menyentuh wajah putih pucat yang masih tergeletak di depannya.

'Kau adalah anugerah sekaligus kutukan.'

'Saat kedua poros itu bersatu, tak ada satupun hal di dunia ini yang akan bisa mengalahkan―'

Sret

Jaejoong menarik tangannya yang tadinya menyentuh pipi gemuk di depannya dengan cepat. Namja berwajah cantik itu kembali menutup telinganya dengan kalut. Suara-suara itu sangat mengganggunya.

"Jaejoong-ssi, apa yang kau la―KYUHYUNNIE?! KYU!"

Sebuah suara membuat Jaejoong yang masih menatap Kyuhyun kini mengalihkan perhatiannya kepada sosok di belakangnya.

"KYU! ADA APA DENGANNYA, JAEJOONG-SSI?!"

Jaejoong hanya menatap Ryeowook yang kini berusaha membangunkan Kyuhyun yang masih tidak sadarkan diri. Namja mungil itu tersentak melihat sudut bibir teman sekelasnya itu yang berdarah.

"Apa yang terjadi?! Kau memukulnya, Jaejoong-ssi?" tanya Ryeowook sambil menatap curiga kepada namja cantik yang masih bergeming di sampingnya.

Tap

Kedua namja yang masih terduduk di lantai koridor itu kembali mengalihkan perhatiannya ketika langkah kaki itu terdengar di koridor yang masih sepi itu. Jaejoong terbelalak melihat siapa yang telah datang sedangkan Ryeowook terlihat lega.

"Sunbae-nim. Bisa tolong bantu aku?" ucap Ryeowook masih berusaha menepuk-nepuk pipi Kyuhyun. "Temanku terluka dan―"

"Terluka? Kau ingin membawanya ke ruang kesehatan?"

Ryeowook mengangguk cepat saat namja berbadge kelas 2 itu tersenyum simpul kearahnya. 'Sunbae' itu berjalan pelan dan berhenti ketika mencapai samping jendela kaca besar di sampingnya. Namja tampan itu tersenyum miring setelah menatap kaca di sampingnya. Lalu sorot matanya yang setajam musang ganti menatap Jaejoong yang masih bergeming.

Tap tap

Jung Yunho merunduk dan menyentuh sudut bibir Kyuhyun yang memar. Namja itu kemudian menatap Ryeowook di sampingnya.

"Bisakah kau sembuhkan lukanya, Ryeowook-ssi?"

Sorot musang itu berkilat terang ketika namja mungil di sampingnya itu mengangguk lalu meletakkan telapak tangannya di atas sudut bibir Kyuhyun yang terluka. Dan dengan sekali usapan lembut dari tangan seorang Kim Ryeowook, luka itu hilang seketika.

Jaejoong melebarkan matanya saat melihat kilatan putih terang tergambar di mata namja yang masih duduk di samping tubuh Kyuhyun itu. Yunho berdiri dan tersenyum miring menatap doe-eyes yang masih terbelalak di depannya.

"Nah, Ryeowook-ssi―" ucap Yunho ketika Ryeowook juga berdiri di tempatnya. Namja tampan itu kemudian menepuk bahu hoobae-nya itu pelan, "―anggap saja semua ini tidak pernah terjadi, okay? Lupakan semuanya."

Ryeowook mengangguk cepat dengan pandangan kosong yang masih menatap foxy-eyes di depannya. Yunho tersenyum sambil mengacak surai hitam Ryeowook lalu namja tampan itu kembali merunduk dan dengan sekali gerakan membawa tubuh lemas Kyuhyun ke dalam gendongannya.

'Aku akan senang jika mendengar ceritamu, Jaejoong-ssi~'

Jaejoong menggigit bibirnya ketika suara tanpa kata itu terdengar di dalam kepalanya. Namja cantik itu kembali bergetar saat sorot musang Yunho di depannya menatapnya tajam dengan senyum yang lebih menyerupai seringaian.

"Ryeowook-ssi, ikutlah ke ruang kesehatan dan jaga Kyuhyun sampai dia sadar."

Ryeowook mengangguk dan mengikuti langkah Yunho menuju ruang kesehatan. Sedangkan Jaejoong, namja cantik itu menumpukan punggungnya ke dinding koridor kosong di belakangnya. Kata-kata yang membuat kepalanya pusing kembali terdengar di dalam kepalanya. Namja itu memerosotkan tubuhnya ke lantai sambil mencengkeram surai hitamnya kuat-kuat.

'Mereka tidak boleh menyadarinya!'

.

.

THE POWER OF HIGH POLAR

Chapter 4: THE ORDINALS

Genre: Romance, Friendship, Fantasy, Supranatural, School-life

Rating: T

Main Pair: WONKYU

Other Pair: YUNJAE, HANCHUL, HAEHYUK, YEWOOK

Warning: YAOI, BOYSLOVE, OOC, TYPOS

Summary:

Kekuatan matahari ada di tangan mereka. Namun persahabatan dan cinta sejatilah yang menjadi kekuatan terbesar yang mereka miliki nantinya.

DON'T LIKE DON'T READ

BabyWonKyu proudly presents

.

.

_Wonkyu_

Jalanan utama Seoul di sore hari seperti sekarang ini terlihat sedikit ramai. Kendaraan umum dan kendaraan pribadi mulai berdesakan di jalanan kota tersibuk di Korea Selatan itu.

"Apa ada hal yang lebih menarik di luar sana dibanding diriku, Nona Cho?"

Cho Kyuhyun hanya menghela nafas panjang tanpa mengalihkan pandangannya dari pemandangan di luar jendela mobil mewah yang saat ini sedang di naikinya BERDUA dengan seorang namja yang menurutnya sangat menyebalkan.

Sedangkan namja yang masih mengendalikan roda kemudi Audi itu hanya terkekeh pelan melihat tingkah namja manis yang masih memasang wajah cemberut yang menurutnya sangat menggemaskan itu.

"Jika kau cemberut terus seperti itu aku akan menciummu lagi, Nona Cho~"

Dan Choi Siwon hanya tertawa terbahak-bahak melihat perubahan sikap dan ekspresi Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun yang kini merasa dibodohi mulai memasang wajah super jengkelnya.

Sudah sejak 10 menit yang lalu Kyuhyun berada di dalam mobil namja menyebalkan yang baru dikenalnya itu. Dan sudah sejak 10 menit itu pula dirinya berdiam diri dalam mood yang buruk. Bagaimana mood-nya tidak buruk jika 'sunbae' tampannya ini sudah mengacaukan hari-harinya dan mencuri dua ciuman pertamanya.

"Jika kau menciumku lagi, aku akan―H-HEI APA YANG KAU LAKUKAN?! MENJAUHLAH DARIKU, SIWON-SSI!"

Kyuhyun spontan memundurkan badannya hingga punggungnya menabrak pintu mobil di belakangnya saat tubuh tegap di depannya itu kembali mendekat dan memerangkap tubuhnya. Sedang Siwon hanya tersenyum geli melihat ekspresi takut Kyuhyun di depannya.

"Aku akan menjauh jika kau berhenti memanggilku 'Siwon-ssi' atau 'Choi Siwon', bagaimana?" ucap Siwon sambil memainkan dasi namja yang masih diperangkapnya itu.

"Andwae! Pada akhirnya kau pasti berbohong seperti tadi." Sahut Kyuhyun sambil berusaha melepaskan diri dengan mendorong dada bidang di depannya."Aku tidak mau menuruti kemauanmu lagi, Siwon-ssi!"

Siwon semakin tersenyum lebar melihat wajah takut dan kesal Kyuhyun di depannya. Untung saja lampu merah lalu lintas di depannya itu masih tersisa waktu cukup lama, hingga ia masih mempunyai waktu cukup banyak untuk menggoda namja manis di depannya ini.

"Aku tidak terima penolakan, Nona Cho~"

"Kubilang menjauhlah!"

"Bagaimana jika kau memanggilku 'Siwon Sunbae'?"

"Shireo!"

"Kalau begitu 'Siwon Hyung'?"

"Tidak mau, Siwon-ssi!"

"Siwonnie?"

"Ck! Menyingkirlah!"

"Bagaimana dengan 'Wonnie Hyung'?"

Kyuhyun hanya memutar bola matanya malas melihat wajah menjengkelkan di depannya. Andai saja ada semacam tongkat baseball atau semacamnya, maka dengan senang hati akan ia lemparkan ke wajah tampan namun sangat menjengkelkan itu.

Tiiiin tiiiin

Lamunan Kyuhyun terhenti saat suara kencang klakson terdengar di telinganya. Namja di depannya itu masih tidak beranjak dari posisinya. Lampu lalu lintas itu sudah menunjukkan warna hijau.

"Siwon-ssi! Cepat jalankan mobilnya! Lampunya sudah hijau!"

Siwon hanya menggeleng dengan wajah tidak peduli ketika namja manis di depannya itu mulai mendorong-dorong tubuhnya lagi.

"Apa aku terlihat peduli?" jawab Siwon santai sembari mendekatkan tubuhnya kepada Kyuhyun yang terus meronta.

"Mengapa kau suka sekali memerangkapku seperti ini, Siwon-ssi?!"

"Mengapa kau suka sekali diperangkap seperti ini, Nona Cho~"

TIIIIIN TIIIIIN

Jika pembunuhan merupakan aksi legal di negaranya, Cho Kyuhyun tidak akan berpikir dua kali untuk menghabisi namja menjengkelkan di depannya yang masih menyeringai kepadanya itu.

TIIIIIN TIIIIN

"Jalankan mobilnya, Choi Siwon!"

"Tidak sebelum kau memanggilku―"

"Baiklah! Baiklah!" seru Kyuhyun frustasi sambil tetap menahan tubuh di depannya agar tidak terlalu dekat dengannya, sedangkan namja tampan di depannya itu hanya menaikkan sebelah alisnya. "Jalankan mobilnya… W-wonnie H-hyung~"

Siwon terkikik geli mendengar panggilan namanya yang telah bertransformasi dengan begitu imut dan menggemaskan. Semua ini hanya akan terjadi jika di lakukan oleh namja manis di depannya.

TIIIIIN TIIIIIN TIIIIIN~

"Hey! Cepat jalankan mobilmu!"

"Aku tidak dengar panggilanmu, Nona Cho~" ucap Siwon sambil menatap Kyuhyun dengan tatapan polos.

"Jalankan! Cepat! Wonnie Hyung!"

Siwon mau tak mau tersenyum dan beranjak dari tubuh di depannya kembali menghadap kemudi mobil setelah ucapan pelan namun tajam itu terdengar di telinganya. Tak lupa, namja tampan itu mendaratkan kecupan sekilas di pipi gemuk di depannya. Siwon lalu tertawa keras bersamaan dengan Audi-nya yang melaju kencang, menghiraukan tatapan kesal Kyuhyun disampingnya.

"MENGAPA KAU MENCIUM PIPIKU?!" seru Kyuhyun sambil mengusap pipi kirinya dengan kasar dengan pandangan melotot ke arah Siwon yang masih terkekeh di sampingnya.

"Kau mau aku mencium bibirmu? Baiklah~"

"A-andwae!" jawab Kyuhyun secepat yang ia bisa sambil memundurkan tubuhnya ke arah pintu di sampingnya saat Siwon kembali mencondongkan tubuhnya kearahnya lagi.

Oh, jantungnya hampir saja copot!

"Ya! Kau bilang kau mau pergi ke suatu undangan?! Lalu mengapa kita masih belum juga sampai? Apa kau berbohong? Jika kau berbohong, turunkan saja aku di halte depan. Aku akan naik bis ke rumah."

"Aku tidak berbohong, Nona Cho~" Jawab Siwon sambil menatap namja di sampingnya yang masih menatapnya sengit, "Tapi kita makan malam romantis dulu."

"Mwo?! Makan malam ro―Ck! Sudah kuduga ini hanya alasan. Tidak ada undangan sama sekali 'kan?" ucap Kyuhyun sambil mengusap wajahnya frustasi lalu menyilangkan kedua tangannya di dadanya dan memasang ekspresi cemberut yang membuat Siwon lagi-lagi tertawa.

"Bukankah kau melewatkan makan siang di sekolah tadi? Menolak ajakan teman mungilmu itu dan lebih memilih memikirkanku di kelas sampai jam istirahat selesai?"

Ucapan santai Siwon membuat namja manis yang masih dalam mode 'ngambek' itu terkejut seketika.

"Ba-bagaimana kau tahu?! La-lagi-pula siapa yang memikirkanmu?!" sahut Kyuhyun sengit dengan sedikit tergagap dan wajah memerah karena malu. "Kau memata-mataiku, ya?!"

"Aku memang memata-mataimu."

Jawaban yang mengalir dari bibir joker itu membuat sebuah persimpangan empat muncul di dahi Kyuhyun. Bagaimana 'Sunbae' nya itu mengatakan hal itu dengan kalimat santai tanpa dosa? Padahal jelas-jelas itu mengganggu privasinya.

Benar-benar namja kurang kerjaan! Batin Kyuhyun dengan wajah merah padam menahan kesal.

"Nah, sekarang kita makan malam romantis dulu, Nona Cho~ Lagipula aku sudah menyiapkan semuanya. Kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun, My Princess." Ucap Siwon sambil menepikan mobilnya di depan sebuah restaurant mewah yang terlihat mahal, senyuman yang menurut Kyuhyun sangat menjengkelkan terukir bersama lesung pipinya yang dalam.

"Bisakah kau tidak memanggilku 'Nona Cho', 'Princess' atau panggilan untuk yeoja lainnya!" desis Kyuhyun sambil menatap Siwon yang masih sibuk memarkirkan Audi-nya di depan restoran yang mulai terlihat ramai itu, "Aku ini namja, Choi Siwon!"

Siwon tersenyum tipis kemudian. Lalu setelah memastikan mobilnya terparkir sempurna, namja tampan itu melepas seat belt-nya lalu mencondongkan tubuhnya ke namja manis yang kini menatapnya horror.

"Kau namja, Nona Cho?" tanya Siwon dengan pandangan bertanya yang dibuat-buat, Kyuhyun semakin merapatkan punggungnya ke pintu mobil saat tubuh besar di depannya itu semakin menghimpitnya. "Tapi kecantikanmu mengalahkan yeoja-yeoja diluar sana. Bagaimana ini?"

"Si-siapa yang yang kau sebut can-tik?!"

Siwon kembali tersenyum sambil mendaratkan telapak tangannya di pipi gemuk di depannya. Sedangkan Kyuhyun semakin memundurkan tubuhnya dengan jantung berdetak kencang.

"Kau sangat menarik, Nona Cho. Bagaimana kau menyembunyikan semua itu?" ucap Siwon sambil mulai membelai wajah yang masih bergetar di depannya.

"Me-menjauh-lah, W-wonnie H-Hyung~"

Bahkan Siwon sudah tidak mendengar lagi suara terbata yang terlihat gugup itu. Dirinya masih sibuk mengamati dan menatap iris coklat caramel bulat di depannya. Lagi-lagi namja tampan itu terheran. Walau ia sudah dapat kontak mata dengan mata bulat besar di depannya itu, namun tidak ada yang bisa di perolehnya. Ia seakan buta. Padahal jika biasanya ia lakukan ini kepada orang lain, maka ia pasti akan langsung dapat membaca isi kepala orang itu. Bahkan para Axis sekalipun dapat ia baca isi kepalanya.

Mengapa Kyuhyun tidak bisa?

"…HEY, CHOI SIWON! BISAKAH KAU MENJAUH DAN TIDAK MENGURUNGKU SEPERTI INI?!"

Lamunan Siwon terhenti saat suara galak itu menyapa pendengarannya. Dirinya hanya mengangkat bahu santai tanpa beranjak satu centi pun dari posisinya.

"Sudah kubilang panggil aku 'Wonnie Hyung', Nona Cho~"

"Tapi kau juga harus memanggilku dengan benar!"

"Kau mau dipanggil apa, hmm?" tanya Siwon sambil menatap iris coklat caramel di depannya dalam-dalam.

"Panggil Kyuhyun saja!"

Siwon mengangguk paham dengan mata menyipit lalu kembali mencondongkan tubuhnya semakin mendekat ke arah Kyuhyun yang semakin terpojok.

"Arrasseo―" bisik Siwon pelan di telinga Kyuhyun, lalu sebelah tangannya meraih seat belt di sisi tubuh Kyuhyun lalu melepasnya hingga tangannya otomatis memerangkap tubuh indah yang masih gugup itu, "―Babykyu~"

Detik berikutnya Kyuhyun hanya bisa merasakan sesuatu yang lembut menempel di bibirnya bersamaan dengan seat belt-nya yang sudah terlepas. Tubuhnya masih terkurung di depan tubuh kekar di depannya.

'Sunbae' tampan dan menjengkelkan di depannya ini, menciumnya LAGI! Namun entah mengapa Kyuhyun merasa ciuman ini berbeda dari yang sebelumnya. Kali ini ciuman ini begitu lembut dan terasa tidak menuntut. Begitu lembut hingga membuatnya terbuai dan lupa bahwa ciumannya telah dicuri (lagi).

Siwon memberikan senyum terbaiknya saat ia melepaskan ciumannya dan mengusap bibir pink di depannya dengan ibu jarinya. Kedua mata bulat besar itu menatapnya sayu dan sendu. Untuk sesaat, Siwon bisa merasakan sesuatu yang aneh di dalam hatinya.

Sesuatu itu membuatnya nyaman.

"Gomawo, Nona Cho~"

Saat kalimat lembut dan senyum maut itu terdengar di telinga Kyuhyun, namja manis itu seakan baru saja tersadar dari mimpi yang indah. Dan Kyuhyun segera menatap iris kelam di depannya dengan pandangan sengit dan galak.

"K-KAU MENCIUMKU LAGI! AISH! MENGAPA AKU SELALU DIBODOHI OLEHMU, CHOI SIWON!"

"Memangnya kenapa, Nona Cho? Kukira tadi kau menyukainya."

"AISSSH!"

Dan Kyuhyun hanya bisa mengacak rambutnya frustasi melihat raut muka Siwon yang tanpa dosa. Dan saat Siwon membuka pintu di sampingnya, namja manis itu hanya memasang wajah cemberut dengan tatapan mematikannya.

"Jika kau cemberut seperti itu, aku akan membawamu pulang ke rumahku dan menjadikanmu hidangan makan malamku, Kyu Baby~"

Kyuhyun hanya melengos melihat seringaian menjengkelkan namja tinggi di sampingnya dan lebih memilih berjalan mendahului menuju restoran di depannya setelah memberikan injakan yang lumayan keras di kaki Siwon.

Sedangkan Siwon hanya mengaduh keras sambil memegangi telapak kakiknya yang nyeri karena injakan yang cukup keras itu.

"Aish! Kekuatanmu lumayan juga, Nona Cho." Ucap Siwon nyengir lalu menyusul Kyuhyun yang kini menyeberangi parking area yang luas di depannya.

"Aish! Aku bodoh sekaliiiii!" umpat Kyuhyun sambil mengacak acak rambutnya yang sudah berantakan. Beberapa orang menatapnya aneh kemudian terkikik geli melihat tingkahnya. Namja manisa itu hanya bergumam tak jelas sambil meringis merasakan kakinya yang sedikit nyeri. Efek menginjak kaki Siwon, begitu pikirnya. "Ck! Gara-gara dia kakiku jadi sa―"

TIIIIIIIIIN!

BRUUUM

Semuanya terjadi bagaikan kecepatan sekelebat cahaya. Kyuhyun hanya bisa merasakan tubuhnya ditarik secara cepat ke samping begitu klakson mobil dan suara deru keras itu terdengar begitu dekat darinya.

BRAK!

Kyuhyun memberanikan diri membuka matanya saat merasa semuanya sudah berakhir. Hal pertama yang dilihatnya adalah beberapa petugas keamanan yang berlarian kearah sebuah mobil yang kini menabrak tembok pembatas area parkir dan restoran.

"Gwaenchana?"

Dan Kyuhyun sontak terkejut ketika baru menyadari bahwa tubuhnya sedang berada di pelukan Siwon yang kini menatapnya khawatir.

"Aku baik-baik―"

BRUUUUM

"AWAS!"

Sepersekian detik berselang setelah teriakan peringatan itu, Siwon kembali memeluk tubuh Kyuhyun dan memutar tubuhnya saat mobil itu kembali melaju kencang kearahnya. Dan dengan tangannya yang bebas, Siwon menahan body mobil itu lalu dengan mudah melemparkannya ke area parkir kosong di sampingnya. Membuat mobil itu ringsek dan berhenti bergerak seketika.

Iris kelam itu berkilat putih terang setelahnya.

"A-apa yang terjadi?!"

Siwon masih belum melepaskan dekapannya pada namja di depannya ketika beberapa petugas keamanan mulai berlarian menuju mobil ringsek di sampingnya. Kyuhyun masih bergetar dalam pelukannya saat mengucapkan kalimat yang bergetar itu.

"Mobil ini tidak berpengemudi. Sangat mustahil jika pengemudi melarikan diri dalam kondisi mobil rusak seperti ini."

Ucapan beberapa petugas keamanan itu membuat Kyuhyun membulatkan matanya tidak percaya. Mobil yang baru saja hampir menabraknya itu, tidak berpengemudi.

"Si-siwon Hyung, apa yang―"

"Tidak apa-apa." Ucap Siwon sambil menarik tangan Kyuhyun yang masih bingung dan berjalan cepat menuju mobilnya. Iris kelam itu menatap tajam mobil ringsek yang kini dikerubungi orang-orang itu. "Kita cari tempat lain saja, oke?"

_Wonkyu_

BRAK!

Pintu besar itu terbuka dengan keras dan kasar hingga menimbulkan bunyi yang keras. Semua yang ada di ruangan itu mengalihkan perhatiannya kepada seseorang yang kini berjalan cepat melintasi ruangan luas itu.

'Siapa diantara kalian yang melakukannya, HAH?!'

Walau suara itu tidak terdengar, namun tekanan nadanya jelas sekali terlihat bahwa yang mengucapkannya dalam keadaan murka.

"Melakukan apa maksudmu, Siwon?"

Siwon mengalihkan pandangannya kepada Hankyung yang masih duduk di tribun penonton sambil membaca buku di tangannya. Donghae dan Yesung yang sedang bermain basket pun menghentikan kegiatannya dan mengalihkan perhatiannya kepada teman barunya itu.

"Jangan sembunyikan apapun, Axis! Mengakulah sebelum aku membaca pikiran kalian!" ucap Siwon sambil menatap ketiga namja yang masih menatapnya bingung.

"Apa kau ditolak oleh pacar barumu itu?" sela Yesung sambil menatap Siwon aneh, "Mengapa kau marah-marah seperti ini?"

'DIAM! Sebuah mobil tanpa pengemudi berusaha mencelakai kami tadi.'

Semuanya terperanjat mendengar kalimat tanpa kata yang diucapkan Siwon. Sedangkan Siwon, namja tampan itu mengusap wajahnya kasar dan frustasi.

Sesudah membeli makanan untuk Kyuhyun, Siwon langsung mengantar Kyuhyun ke rumahnya. Beruntung Kyuhyun hanya menganggap kejadian yang baru saja menimpanya itu hanyalah sebuah 'ketidaksengajaan', dan namja manis itu kembali ceria begitu Siwon membeli sekotak pizza berukuran besar untuk ia bawa pulang.

Dan sekarang, Siwon memutuskan untuk membatalkan mengajak Kyuhyun ke 'undangan special'nya setelah mencoba mencerna apa yang baru saja dialaminya. Padahal tujuannya mengajak Kyuhyun ke undangan ini adalah untuk memberitahu namja manis yang sudah mencuri hatinya itu siapa dirinya sebenarnya.

Namun sekarang, semuanya berantakan.

"Oh, rupanya kencan romantis pangeran Choi Siwon dikacaukan oleh sebuah mobil gila~"

Semua pasang mata teralih kepada sesosok namja yang berjalan santai melintasi lapangan indoor basket Spamcos yang luas. Sorotnya yang setajam musang menatap keempat temannya, mengiringi langkah santainya menuju tengah lapangan. Kedua tangannya bertengger di dalam saku celananya.

Siwon menatap tajam Yunho yang masih berdiri santai di depannya. Namja tampan itu berusaha menerobos apa yang ada di pikiran teman barunya itu.

Namun, yang ada hanya cerita tidak penting yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kejadian yang dialaminya tadi.

"Seseorang berusaha mencelakaimu? Kau bisa saja menganggap hal semacam itu hanya sebuah permainan konyol, Siwon." ucap Yunho kini berjalan megitari Siwon lalu berhenti tepat disamping tiga temannya yang lain.

Siwon tertawa simpul kemuadian membalikkan tubuhnya menatap Yunho yang kini berdiri sejajar dengan Yesung, Donghae dan Hankyung.

"Tentu saja jika hanya ada aku disana." Ucap Siwon sambil menatap datar empat pasang mata di depannya. "TAPI DISANA ADA ORANG LAIN, BRENGSEK!"

"Lalu kau mencurigai kami yang melakukannya?" sahut Donghae.

"Bukan kau. Mana mungkin kau mengendalikan benda itu."

Siwon menyeringai ke arah Yunho yang kini menatapnya dengan senyum miringnya. Ia tahu benar, ada sesuatu yang berusaha dibuang namja bermata musang itu dari pikirannya.

Siwon sama sekali tidak lupa, apa kekuatan Yunho. Ia mempunyai kuasa mengendalikan pikiran.

Yunho tertawa lalu maju selangkah dari tempatnya berdiri.

"Jika kau kira itu aku, lupakan saja, Choi SIwon." ucap Yunho sambil berjalan mendekati Siwon yang masih mengamatinya dengan satu alis terangkat.

"Kita buktikan saja."

Dan dengan berakhirnya kalimat itu, sebuah bangku kayu yang tadinya terletak di sudut lapangan basket itu melayang ke arah Yunho yang masih berdiri bergeming di tempatnya. Hankyung yang menyadari benda itu segera menebasnya dengan pisau es yang dibuatnya sebelum bangku itu pecah berkeping-keping terlebih dahulu di lantai tepat di depan Yunho yang masih tenang di tempatnya.

"Ck! Kalian ini! Setidaknya jangan menimbulkan suara barang pecah di malam hari seperti sekarang."

Belum sempat kilatan putih terang itu menghilang dari mata kelam Siwon, sesosok namja asing berjalan santai memasuki lapangan indoor itu. tubuhnya sedikit pendek berbalut seragam Spamcos dengan badge tingkat pertama.

"Kau siapa?"

Namja berwajah dingin itu tersenyum meremehkan mendengar kalimat Yesung. Keempat pasang mata menatapnya dengan sorot bertanya.

"Aku murid Spamcos tentu saja, Sunbae-nim." Sahut namja itu dengan senyumnya yang dingin. "Dan aku sudah menunggu dan memperhatikan kalian cukup lama disana, dan kalian kurang menarik diperhatikan dari jauh, maka dari itu aku mendekat."

Siwon sudah akan maju dan menyerang namja asing yang masih menyeringai menatap mereka berlima sebelum Yunho menahan tubuhnya untuk tetap tenang.

"Akhirnya aku bisa melihatnya sekarang." Ucap Hoobae itu menatap kelima pasang mata yang masih menatapnya tajam, "Sang pemegang kekuatan Matahari, Para Cardinal."

_Wonkyu_

"Kyunnie?"

"Ya, Hyung?"

Namja yang berdiri diambang pintu kamar itu tersenyum ketika dongsaeng-nya membalas panggilannya. Namja itu berjalan pelan memasuki kamar yang penuh dengan ornament game itu lalu meletakkan susu hangat di meja nakas samping tempat tidur itu.

"Bagaimana sekolah barumu, Kyu? Apa menyenangkan?" tanya namja itu sambil mendudukkan tubuhnya di kursi belajat yang menghadap ranjang.

Kyuhyun mempause PSPnya lalu beralih menatap kakaknya yang kini duduk di depannya.

"Uhm~ Lumayan~ Bagian yang menyenangkannya adalah teman-temanku sangat baik kepadaku. Pelajarannya juga tidak terlalu susah. Bagian tidak menyenangkannya…"

Kyuhyun menghentikan perkataannya saat di kepalanya hanya terisi namja 'jelek' yang selalu mengganggu hari-harinya di sekolah.

"Bagian tidak menyenangkannya?" ulang namja yang masih menatap dongsaengnya itu penasaran.

"Aku tidak bisa menceritakannya, Sungmin Hyung~"

Sungmin tertawa lepas melihat ekspresi lucu Kyuhyun saat mengatakan kalimatnya. Namja berwajah mirip kelinci itu mengacak surai ikal Kyuhyun dengan gemas, membuat pemiliknya menggerutu sebal.

"Pasti ada hubungannya dengan Namja Choi yang mengantarmu tadi 'kan?" goda Sungmin sambil mengedipkan sebelah matanya.

Wajah Kyuhyun memerah seketika. Namja manis itu berusaha mengelak dengan mencoba melanjutkan game-nya yang sempat pause.

"Dia baik dan tampan. Hyung setuju jika―"

GAME OVER!

"Ya! Sungmin Hyung! Jangan bicara sembarangan! Dia bukan siapa-siapaku~" sahut Kyuhyun sambil mengerucutkan bibirnya dan mencengkeram selimutnya erat-erat di dadanya berusaha meredam suara detak jantungnya yng berpacu hanya karena memikirkan namja aneh itu.

"Hahaha! Bahkan kau sampai kalah bermain game hanya karena aku membahasnya, Kyunnie~ Hahahaha!"

"Hyuuuuuung~"

Kyuhyun membanting tubuhnya ke bantalnya lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimutnya. Sungmin hanya bisa tertawa-tawa melihat tingkah lucu dongsaengnya itu.

"Arrasseo! Arrasseo! Cepat habiskan susunya setelah itu tidur, Kyu." Ucap Sungmin sambil menarik selimut yang menutupi tubuh Kyuhyun lalu menatanya dengan telaten di atas dada Kyuhyun. "Hyung tidak mau melihatmu bermain PSP hingga larut malam lagi! Kau tidak boleh terlambat ke sekolah besok!"

"Arrasseo, Bunny Hyung. Kekekeke."

"Baiklah, Nona CHOI~"

"Hyung!"

Sungmin tertawa lagi dan menunggu Kyuhyun menghabiskan susunya. Setelah dongsaengnya itu menyamankan diri di bantalnya, Sungmin mengecup dahinya sekilas sebelum mengambil gelas susu kosong dan berjalan keluar. Namja kelinci itu memastikan lampu kamar Kyuhyun tetap menyala lalu menutup pintu putih itu perlahan.

Ia tahu, semuanya harus tetap terang. Kyuhyun takut kegelapan. Mengingat hal itu membuat namja itu termenung di depan pintu kamar yang bertuliskan "KYU'S ROOM" itu. Dieratkannya genggamannya pada gelas yang masih dipegangnya hingga jari-jarinya memutih dan bergetar.

"Semuanya sudah baik-baik saja. Tidak akan aku biarkan kegelapan itu mengganggumu lagi. Kau harus bahagia, Cho Kyuhyun."

_Wonkyu_

"Kim Kibum imnida. Dan aku yang telah mengundang kalian."

"Cih! Ternyata kita diundang oleh anak ingusan."

Perkataan Yesung membuat namja yang ber name tag Kim Kibum itu tertawa sinis. Siwon, Yunho, Hankyung, dan Donghae hanya menatap Hoobae mereka itu dengan tatapan datar.

"Kau ini sebenarnya siapa?" tanya Donghae kini mulai penasaran dengan namja di depannya itu. "Bagaimana kau tahu semuanya tentang kami?"

Kibum tersenyum lalu berjalan menuju tengah lapangan. Kelima namja yang lain memperhatikannya dengan diam. Setelah sampai tepat di tengah lapangan, namja berwajah sedingin es situ mengeluarkan sesuatu dari balik saku jas-nya.

Sebuah batu biru yang bersinar indah.

"Apa itu?" seru Hankyung sambil berjalan mendekat kearah Kibum. Warna biru terang itu menghipnotis matanya.

Kibum tersenyum lalu meletakkan batu itu di lantai, kemudian, gdengan secepat cahaya, empat buah garis terbentuk dari pusat batu itu membentuk sebuah tanda silang sempurna.

'Ini adalah The Earth's Sun. Saat para penguasa mata angin utama bersatu, The Earth's Sun akan hidup.'

Kelima namja itu terperangah menyaksikan 'pertunjukan' cahaya di depannya. Satu per satu dari mereka mulai berjalan mendekat garis silang bercahaya itu. Cahaya sebiru safir itu membuat mereka terlena.

'Takdir ini untuk kalian, Para Cardinal.'

Kibum tersenyum saat Siwon menatapnya tidak mengerti. Namja itu melemparkan batu berkilau itu ke tangan Siwon dengan sekali lambaian tangan. Begitu batu itu mendarat di telapak tangan Siwon, tanda silang itu menghilang dan muncul kembali dengan bentuk yang lebih besar. lebih terang. Hingga seluruh bagian dalam lapangan indoor itu dihiasi cahaya biru yang terang.

"Poros Cardinal." Ucap Kibum sambil menatap penuh arti kepada Siwon yang masih terperangah dengan apa yang sedang di genggamannya. "Para Cardinal akan tunduk dibawah perintah dan kendalimu."

Seakan mengerti apa yang dikatakan Kibum dan melihat apa yang terjadi di depan mata mereka, Yunho, Hankyung, Yesung, dan Donghae segera mengambil tempat di keempat ujung garis biru terang itu.

Dianugerahkan kepada sang Utara, Kekuatan mengendalikan pikiran

Dianugerahkan kepada sang Selatan, Kekuatan samudra dan lautan

Dianugerahkan kepada sang Barat, Kekuatan api yang membara

Dianugerahkan kepada sang Timur, Kekuatan Cahaya

Dianugerahkan kepada sang Poros, Kekuatan mengatur semua mata angin utama

Dan kata-kata itu akhirnya dapat terdengar dalam kepala mereka.Kini kelima namja itu merasakan kekuatan yang berbeda jauh di dalam diri mereka. Sebuah energy yang sangat besar. Membuat kilatan terang itu terlihat lagi di mata mereka.

"Kalianlah mata angin utama itu. Suatu saat kalian akan mengerti alasan mengapa semua kekuatan hebat ini ada dalam diri kalian. Suatu saat nanti."ucap Kibum sambil berjalan mengitari kelima namja yang masih menikmati sensasi luar biasa di dalam tubuh mereka.

"Alasan apa?" tanya Hankyung yang sudah dapat menguasai dirinya dan mulai penasaran dengan kalimat Kibum.

"Tidak akan aku beri sebelum kalian mengetahui…" ucapan Kibum menggantung saat namja itu mengeluarkan batu serupa yang dipegang Siwon, namun berwarna semerah darah. "…ini."

"APA ITU?"

Kibum tersenyum penuh arti saat kalimat penasaran itu terucap bersamaan dari para Cardinal.

"Kekuatan lain yang akan menjadi penyeimbang kekuatan Cardinal." Kibum tersenyum saat Siwon merampas batu merah gelap itu dari tangannya.

"Mengapa ini tidak bereaksi seperti yang pertama? Kekuatan apa yang ada disini?" tanya SIwon sambil meneliti batu semerah darah di tangannya, namun tidak terjadi apa-apa pada batu gelap itu.

"Tentu saja tidak akan bekerja di tangan para Cardinal." Ucap Kibum kembali merampas batu merah itu dari tangan Siwon, membuat kelima pasang mata di depannya menatapnya penasaran. "Kekuatan itu milik para Ordinal, para penguasa mata angin pendukung."

"Ordinal?"

"Ordinal adalah pelengkap Cardinal. Mereka tidak dapat dipisahkan, walau kekuatan mereka saling meniadakan."

Yunho termenung mendengarkan penjelasan Kibum. Bukan hanya Yunho, semuanya terlarut dalam pikirannya masing-masing.

"Setiap Cardinal memiliki seorang Ordinal yang merupakan takdir mereka." Jelas Kibum lagi. Batu merah gelap di genggamannya perlahan-lahan menunjukkan perubahannya. "Siapapun Ordinal kalian, kalian harus melindunginya dan menjaganya, kecuali untuk Poros."

Semua yang ada di ruangan yang masih bersinarkan cahaya biru itu reflex memusatkan perhatiannya kepada Siwon yang juga terkejut di tempatnya. Kibum menatapnya datar.

'Apa maksudmu?'

'Tidak ada Poros Ordinal. Poros Cardinal tidak memiliki Poros Ordinal. Dalam system mata angin, hanya ada satu poros.'

Siwon tertawa keras kemudian. Namja tampan itu berusaha membuat dirinya mendengar suatu kebohongan besar.

"Apa katamu? Tidak ada ordinal untukku?"

Kibum mengangguk mantap melihat sorot gelap Siwon. semua yang ada di ruangan itu menahan nafas akan apa yang terjadi selanjutnya.

'Omong kosong!'

'Ini takdirmu, Poros Cardinal."

Dan hal berikutnya yang terjadi adalah Siwon melesat menerjang Kibum lalu mengambil alih batu merah darah itu dari tangan namja berwajah sedingin es yang kini sudah tersungkur di lantai.

"SIWON! APA YANG KAU LAKUKAN?!"

Siwon berdecih mendengar seruan Yunho dan dengan sekali gerakan tangannya, Yunho juga tersungkur di lantai. Ketiga temannya yang lain membantu Yunho dan Kibum berdiri dari tempatnya.

"Ini semua omong kosong yang tidak adil. Tidak ada yang namanya Ordinal! Lihat! Bahkan batu ini tidak berguna!"

"ANDWAE!"

Tepat saat pekikan Kibum menggema, Siwon membanting batu merah darah itu ke lantai dan berniat membuatnya pecah berkeping-keping. Namun, tepat sebelum batu itu menyentuh lantai, sebuah gerakan yang sangat cepat mengambil alih batu itu dan membuat warna merahnya bersinar terang seketika.

Sinar semerah Ruby itu kini juga memenuhi lapangan indoor yang masih bersinarkan biru. Membuat bias warna keunguan yang indah.

Semua yang ada di ruangan itu ternganga melihat namja yang kini berdiri sambil memegang batu merah yang kini bersinar terang di tangannya.

"Brengsek!"

Kim Jaejoong menatap keenam namja yang berdiri menatapnya dengan sorot datarnya. Dan doe-eyesnya sukses membelalak saat melihat sebuah bangku kayu melayang kearahnya.

BRAK!

Jaejoong membuka matanya saat menyadari bahwa tubuhnya tidak merasakan apapun. Dan saat matanya terbuka, hal pertama yang dilihatnya adalah sorot musang yang menatapnya sendu sambil tersenyum tipis. Bangku kayu itu sudah tidak berbentuk di belakang tubuh namja yang sudah melindunginya itu.

"Akh!"

Yunho menggenggam tangan Jaejoong saat namja cantik yang masih ada di bawahnya itu merintih. Sakit. Jaejoong bisa merasakan sakit yang luar biasa di bagian punggungnya. Sakit yang seharusnya dirasakan Yunho karena telah melindunginya dari lemparan bangku.

Sakit itu mereka rasakan bersama.

"A-apa yang―"

Pertanyaan bingung Yesung terputus saat Yunho mulai berdiri dengan sedikit meringis menahan sakit di punggungnya, begitu pula Jaejoong. Namja bermata musang itu berbalik menghadap Siwon yang masih berusaha mencerna apa yang terjadi di depannya. Sedangkan Jaejoong hanya bisa mengeratkan genggaman tangannyadi tangan Yunho yang masih berdiri di depannya. Melindunginya.

"Tidak ada yang boleh menyakiti Ordinalku."

Dan kalimat pendek Yunho itu sukses membuat semua yang ada di ruangan itu membelalakkan mata tak percaya menatap dua namja yang masih berdiri di depan bangku kayu yang sudah tak berbentuk itu.

_Wonkyu_

"Hey, Kyu. Ada apa dengan mereka?"

Suasana pagi hari di kelas istimewa itu sedikit berbeda dari hari kemarin yang penuh celotehan dan olokan. Pagi itu suasana cenderung hening walau kesepuluh siswa itu tidak adayang absen. Yoochun meninggalkan kelas beberapa menit yang lalu untuk mengambil biolanya di ruang musik. Jadilah guru muda itu meninggalkan mereka seperti sekarang.

Kyuhyun memperhatikan Donghae yang biasanya berbicara dengan Hyukjae, kini tampak hanya membolak-balik halaman bukunya dengan pandangan kosong. Yesung yang biasanya membuat gara-gara dan bertinkah aneh, kini hanya menumpukan kepalanya di atas meja dan memandang keluar kelas. Hankyung―oke, Kyuhyun mengakui bahwa Sunbaenya yang satu itu memang selalu diam dan lebih memilih membaca buku tebalnya di kelas, namun kali ini Hankyung hanya menatap kosong papan tulis yang bahkan belum terisi satupun not balok di permukaannya. Yunho yang biasanya tersenyum dan menyapanya ramah, kini hanya menatap keluar jendela tepat disampingnya. Jaejoong, ayolah~ Sunbaenya yang satu itu memang belum pernah mengeluarkan sepatah katapun di kelas ini.

Ryeowook menunggu jawaban Kyuhyun sambil menolehkan kepalanya ke bangku di belakangnya. Disana ada Siwon yang biasanya akan selalu menggoda Kyuhyun hingga membuat teman sebangkunya itu jengkel, kini hanya menatap keluar jendela.

"Kurasa yang masih normal hanya kita berdua ditambah Heechul Hyung dan Hyukjae Hyung, Wookie~" ucap Kyuhyun sambil memperhatikan Heechul yang masih sibuk dengan poni rambutnya dan diam-diam mencuri pandang ke arah Hankyung. Sedangkan Hyukjae masih asyik dengan headphone di telinganya sambil bersenandung tanpa suara.

Ryeowook mengangguk sambil merasakan atmosfir yang aneh di kelas itu. sedangkan Kyuhyun hanya mengangkat bahunya tak peduli dan mulai mengeluarkan PSPnya.

Namun, sebelum memulai permainan di kotak hitam itu, sebuah langkah kaki dan sepasang tangan menarik lengannya hingga membuatnya berdiri.

"Jae-jaejoong-ssi? Apa yang―"

"Ikut aku!"

Dan Kyuhyun hanya bisa menerima tubuhnya diseret keluar kelas. Semua yang tadinya diam kini mulai bereaksi.

"Jaejoong-ssi, jangan berbuat kasar―"

"Diamlah."

Hankyung kembali duduk di tempatnya tepat setelah kilatan terang itu terlihat di mata Jaejoong. yunho menyusul namja cantik itu kemudian.

BRAK!

Ryeowook menutup telinganya sendiri saat ketiga namja itu tidak terlihat lagi begitu pintu kelas itu tertutup sepenuhnya. Heechul menatapnya dengan tatapan yang mengisyaratkan kearah Siwon yang masih bergeming di belakangnya.

"Err… Siwon-ssi, Kau tidak mau menghentikan Jaejoong-ssi yang sedang membawa Kyuhyun?"

Siwon, namja tampan itu sungguh seperti sebuah patung yang tidak bisa merasakan apa-apa saat ini. Benar jika tubuhnya sedang duduk di kursinya saat ini, namun pikiran dan jiwanya sedang berkelana kemana-mana.

Pikirannya tertuju pada kejadian semalam di gedung olahraga.

"Cardinal dan Ordinalnya adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Mereka adalah satu jiwa yang dipisahkan oleh dua raga yang berbeda."

Kalimat Kibum masih terngiang jelas di telinganya. Terlebih lagi ketika melihat kejadian dramatis Yunho yang bersedia mengorbankan tubuhnya demi melindungi Jaejoong, Ordinalnya.

"Kepada sang Poros, jiwa dan raganya hanya miliknya sendiri. Tak terbagi oleh apapun."

Kenyataan bahwa ia tidak memiliki Ordinal bukan masalah untuk Siwon. Namun yang membuatnya frustasi adalah kenyataan bahwa…

"Jika sang Poros merasakan suatu perasaan istimewa kepada seseorang, perasaan cinta, maka ia akan meletakkan orang yang dicintainya dalam bahaya besar. Yang nantinya akan merenggut jiwanya dalam kegelapan."

"…SIWON-SSI! KAU DENGAR AKU?!"

Lamunan Siwon buyar saat suara tinggi Ryeowook mengganggu telinganya.

"Ck! Apa maumu?" ucap Siwon datar masih menatap jendela luar, "Jangan menggangguku atau―"

Bruk

Semua yang ada di ruangan itu menatap tidak mengerti kepada Siwon yang kini terjatuh dari kursinya. Namja tampan itu bersimpuh di lantai dengan tubuh gemetar menahan sakit di seluruh tubuhnya.

Sakit sekali.

"Siwon?" seru Donghae sembari menghampiri temannya yang masih bergeming di lantai.

Siwon memejamkan matanya saat rasa sakit di sekujur tubuhnya semakin menjadi, terutama di bagian belakang kepalanya. Keringat dingin mengalir dari dahinya.

"Jiwa Cardinal dan Ordinalnya tak terpisahkan. Jika salah satunya bahagia, yang lain akan merasakan kebahagiaanya."

"Jika salah satunya sakit yang lain akan merasakan sakitnya."

"Jika salah satu mati, maka yang lainnya tidak akan bertahan."

"Itulah ikatan High Polar dalam setiap Cardinal dan Ordinalnya."

Kalimat itu masih terngiang begitu jelas di dalam kepala Siwon yang kini mulai meringis menahan sakit di sekujur tubuhnya. Kedua tangannya mengepal erat dengan nafas yang mulai memburu.

BRAK!

Kini perhatian kembali beralih ke arah pintu kelas yang dibuka dengan keras. Yunho berdiri disana dengan nafas terengah. Wajahnya pucat pasi.

'Sesuatu terjadi!'

Para cardinal mulai berdiri dari tempatnya setelah mendengar ucapan tanpa kata Yunho. Namja bersorot musang itu menatap Ryeowook tajam dengan mata berkilat putih terang. Menandakan kekuatan sang Utara sedang bekerja.

"RYEOWOOK-AH! CEPAT KELUAR DAN IKUTI AKU! AKU BUTUH BANTUANMU!"

Dan sebelum Ryeowook sempat mengangguk mematuhi perintah Yunho, Siwon sudah melesat keluar kelas dengan menahan sakit di sekujur tubuhnya.

Hanya satu yang ada di pikirannya.

'Cho Kyuhyun! Akan kubunuh siapapun yang menyakitimu!'

.

Para Cardinal tidak mengetahui

Tidak pernah terpikir dalam otak mereka

Tentang kekuatan apa yang dimiliki sang Timur Laut, Tenggara, Barat Laut dan Barat Daya

Tentang Poros Ordinal

Mereka tidak mengetahui seberapa mengerikannya kekuatan yang dimiliki para Ordinal

Saat para Cardinal menemukan Ordinalnya

Saat itu perang yang sesungguhnya akan dimulai

.

.

.

Annyeong, my dear Readers

Another chapter is up very very very late (ToT). Just enjoy ^^

Kekuatan mengerikan apa yang dimiliki para Ordinal? Kegelapan apa yang dimaksud Sungmin? Apa yang membuat Siwon begitu kesakitan? Apakah terjadi sesuatu kepada Kyuhyun?

Wait next chapter! ;)

Mian karena telat update. Saya sangat sibuk akhir-akhir ini, jadi jarang menulis FF :(

Setelah lebaran, saya BERJANJI AKAN UPDATE CEPAT untuk FF yang lain #plak

Jadi tunggu FF saya yang lain, my dear readers #kiss

Setiap review readers adalah sumber perbaikan bagi saya. Jadi jangan sungkan bila ada yang tidak berkenan. XOXO for you all ^3^

Fic ini murni BOYSLOVE/YAOI bukan GENDERSWITCH, dan main pair disini adalah WONKYU ^^

FEEL FREE TO REVIEW ^^

Wonkyu is Love,

BabyWonKyu