TRIIIIIIIING!
"Baiklah, anak-anak. Pelajaran cukup hari ini. Jangan lupa selesaikan latihan halaman 51 untuk dikumpulkan besok! "
Ucapan guru itu sama sekali tidak digubris oleh ke-20 siswa-siswa di depannya. Bel 'kebebasan' atau biasa disebut bel pulang sekolah baru saja berbunyi, membuat para siswa itu sibuk di bangkunya masing-masing atau hanya sekedar meregangkan otot mereka yang kaku karena telah lama mendengarkan ocehan pelajaran paling membosankan di jam terakhir itu.
Sejarah.
'Mana ada orang yang mau mengingat tanggal-tanggal yang sudah berlalu?! Aiish'
'Tugas-tugas sialan! Kapan aku menonton kaset yadong yang kudapatkan dengan susah payah itu?!'
Choi Siwon tersenyum mengejek sambil menggeleng-gelengkan kepalanya saat mendengar isi pikiran beberapa temannya yang masih sibuk memasukkan barang-barangnya ke dalam tasnya masing-masing. Namja tampan itu kemudian bangkit sambil menenteng ranselnya sembarangan dan berjalan keluar kelas.
"Ya! Choi Siwon! Duduk di tempatmu! Kelas belum dibubarkan!" seru sang guru saat namja tampan dengan seragam awut-awutan itu mencapai ambang pintu belakang kelas.
Semua yang ada di kelas 2-D itu menolehkan kepalanya ke arah Siwon yang masih berdiri di ambang pintu.
"Uhm, mianhamnida, Sonsaengnim. Apakah anda tidak bisa membubarkan kelas sendiri tanpa saya?" ucap Siwon santai namun masih dalam sikap yang tergolong 'sopan'.
Sang guru pria yang sudah tergolong tua itu menghela nafas panjang sambil mengacungkan penggaris kayu panjangnya ke arah Siwon.
"Kembali ke tempatmu atau aku akan―"
"Mungkin Siwon-ssi sedang ada urusan mendadak, Sonsaengnim. Biarkan saja dia keluar."
Kini semua perhatian teralih kepada namja yang berdiri dari kursinya tiba-tiba. Sang guru menatap iris gelap setajam musang yang berkilat terang itu sesaat kemudian menurunkan penggarisnya lalu mengangguk.
"Baiklah, kau boleh keluar, Choi Siwon."
Siwon tersenyum miring menatap Yunho yang masih berdiri di tempatnya. Donghae yang duduk di depan Yunho hanya menatap Siwon dengan pandangan 'Aku juga ingin ikut, Sialan!'.
'Jangan sombong dengan kekuatanmu, Brengsek~'
'Ck! Cepat selesaikan urusanmu dan kembali secepatnya. Jangan lupa undangan kita, Brengsek.'
Yunho kembali mendudukkan dirinya begitu pintu kelasnya tertutup. Beberapa siswa menatap tak percaya kepada guru Sejarah mereka yang terkenal killer itu. Sangat tidak bisa dipercaya guru yang mereka takuti itu menuruti perintah teman barunya itu dengan mudah.
'Kalian berdua memang brengsek~'
Donghae mengumpat dalam pikirannya dan hanya dihadiahi seringaian Yunho yang duduk tenang di belakangnya. Namja berwajah ikan itu kembali memasukkan sisa alat tulisnya ke dalam ranselnya sementara sang ketua kelas mulai memimpin salam kepada guru.
'Yunho-ah, Aku akan menunggu sambil bermain basket.'
Yunho tersenyum ketika Donghae melintas disampingnya dan melesat keluar kelas dengan kecepatan luar biasa sesaat setelah sang guru meninggalkan kelas. Namja tampan bermata Foxy itu beralih menuju bangku deretan belakang paling pojok. Namun dahinya berkerut saat orang yang dicarinya itu sudah tidak ada.
"Kemana dia?"
"Yunho-ssi, bisa membantuku mengembalikan peta-peta ini ke ruang guru?"
Kekuatan sang Utara itu sudah akan bekerja, namun begitu melihat wajah memohon dan lelah ketua kelasnya, Jung Yunho mengangguk lalu mulai mengambil beberapa gulung peta di atas meja guru dan membawanya keluar kelas bersama sang ketua kelas.
"Kudengar Park Sonsaengnim mengajar kelas special untuk mempersiapkan konser musim dingin, ya?"tanya sang ketua kelas basa basi ketika mereka berjalan di koridor lantai dua yang sedikit sepi.
"Ne―" jawab Yunho sambil sedikit melirik ke arah name-tag namja di sampingnya. "―Nickhun-ssi."
"Kau tahu, aku terkejut saat Lee Sonsaengnim menuruti kata-katamu tadi. Sebelumnya, belum ada yang bisa melawan perintah guru Killer itu."
Yunho tersenyum sekilas mendengar kalimat 'menggelikan' sang ketua kelas. Namja itu memandang jendela di sampingnya yang berbatasan langsung dengan halaman depan Spamcos. Hanya tersisa sedikit Siswa di depan gerbang itu. Namun sorot musangnya menajam menatap pemandangan jauh di bawahnya itu.
"Kurasa para murid baru di kelas 2-D adalah orang yang menarik. Siwon-ssi, Donghae-ssi, Jaejoong-ssi―"
Grep
Nikchun menghentikan ucapannya saat beberapa tumpuk peta di sodorkan ke atas tangannya secara tiba-tiba. Sang ketua kelas menatap murid baru di kelasnya itu dengan tatapan bingung.
"Apa yang―"
"Bawa ini ke ruang guru. Aku harus pergi sekarang."
Setelah memastikan sang ketua kelas mengangguk, Yunho segera berlari meninggalkannya dan melesat menuruni tangga dan dengan waktu singkat sudah berlari menyusuri halaman Spamcos untuk menuju tujuannya. Gerbang sekolah.
"Cepat lepaskan, Choi Siwon!"
"Akan aku lepaskan jika kau membantu mengikatkan simpul dasiku."
Yunho menghentikan langkahnya saat samar-samar mendengar percakapan Siwon dan Kyuhyun jauh di depannya. Sorot musangnya memutar malas melihat Siwon yang mengunci tubuh Kyuhyun di samping mobilnya. Namun, perhatiannya bukan kepada dua namja yang masih saling 'lovey dovey' di pinggir jalan itu. Perhatiannya tertuju kepada namja yang kini berdiri di balik gerbang sambil mengawasi Siwon dan Kyuhyun yang masih berkutat dengan 'urusan' mereka itu.
Grep
Sepasang doe-eyes itu menatapnya tajam dan terkejut saat ia menarik lengan rapuh itu untuk menjauhi gerbang.
"Lepaskan!"
"Siwon bisa membunuhmu jika kau ketahuan, Jaejoong-ssi." Sahut Yunho masih menahan lengan namja cantik yang mulai berontak di depannya.
"Kubilang lepaskan."
Yunho tersenyum simpul melihat Jaejoong yang masih mencoba melepaskan lengannya. Mana mungkin dengan tenaga lemah seperti itu bisa melawan kekuatannya, batin Yunho dalam hati.
'Kau berhutang penjelasan tentang kejadian di koridor kemarin, Jaejoong-ah~'
Jaejoong hanya menatap mata musang di depannya dengan tajam begitu kata-kata itu terdengar di dalam kepalanya. Namja cantik itu memejamkan matanya sebentar membuat Yunho menatapnya bingung.
"Lepaskan tanganku atau tanganmu akan sakit."
Yunho sontak melepaskan tangannya dari lengan Jaejoong saat sakit itu benar-benar menyerang tangan kanannya. Namja tampan itu meringis pelan sambil mengibaskan tangannya, namun sebuah desisan di depannya membuatnya menatap namja cantik yang terlihat juga sedang kesakitan itu.
"Kau―"
Ucapan Yunho terhenti saat Jaejoong kembali berlari menuju gerbang sekolah bersamaan dengan mobil Siwon yang berjalan meninggalkan pelataran Spamcos. Jaejoong sudah akan berlari mengejar Audi putih yang sudah terlihat kecil jauh didepannya sesaat sebelum lengannya kembali ditahan oleh Yunho.
"Kita kejar mereka dengan mobilku."
Dan Jaejoong hanya bisa pasrah saat Yunho menariknya menuju area parkir dan mulai mengejar Audi putih Siwon dengan Hyundai Elantra hitam milik Yunho. Untung saja Yunho berhasil menemukan Audi R8 putih itu beberapa menit berikutnya.
"Sebenarnya apa tujuanmu mengikuti mereka?" tanya Yunho sambil melirik Jaejoong yang masih menatap Audi putih yang kini mulai mendekati salah satu restoran mahal di sudut jalan. Sang penguasa kekuatan Utara itu merengangkan tangan kanannya yang masih terasa sakit sementara tangan kirinya masih mengendalikan kemudi mobilnya.
"Berhenti. Jangan terlalu dekat."
Yunho menepikan mobilnya tepat di pojok jalan sebelum restoran yang mulai terlihat ramai itu. Jaejoong masih diam disampingnya saat Siwon mulai keluar dari mobilnya bersamaan dengan Kyuhyun yang keluar dari pintu kanan. Tampak Siwon sedang mengucapkan sesuatu yang membuat Kyuhyun kesal dan menginjak kakinya.
"Dasar Choi Siwon! Dia suka sekali menggoda anak itu." ucap Yunho sambil tersenyum mengejek melihat Siwon yang mulai berjalan di area parking lot itu dengan sedikit terpincang karena injakan kaki Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun sudah berjalan cepat di depannya.
"Kau belum menjawab pertanyaan―"
Ucapan Yunho terhenti saat Jaejoong keluar dari mobilnya secara tiba-tiba. Yunho mengikuti keluar dan sedikit berlari mengejar namja cantik yang sudah hampir mencapai area parkir restoran.
"Jaejoong-ah, jangan sampai Siwon melihat―"
Sebelum kalimatnya selesai, Yunho segera menarik tubuh Jaejoong di depannya sesaat sebelum sebuah mobil menghantam tubuh itu. Semuanya terjadi dengan begitu cepat, dan sorot musang Yunho kembali melebar saat Jaejoong melepaskan diri darinya dan kembali menghampiri mobil yang hampir menabraknya itu. Dilihatnya Siwon juga menarik tubuh Kyuhyun untuk melindunginya.
'BERSIHKAN YANG KOTOR! BERSIHKAN YANG BERDOSA! BERSIHKAN SEMUA YANG TIDAK PANTAS HIDUP DI DUNIA INI!'
Jaejoong kembali mencengkeram kepalanya saat suara-suara itu kembali di dengarnya. Namja cantik itu sudah akan melesat menuju mobil yang kembali berjalan menuju Siwon dan Kyuhyun sebelum lengannya ditarik ke belakang lagi.
"Apa yang kau lakukan?!" ucap Yunho sambil menahan tubuh yang masih bergetar itu.
Jaejoong memejamkan matanya saat sakit menyerang kepalanya bersamaan dengan suara-suara yang masih terngiang disana.
'BERSIHKAN YANG KOTOR! BERSIHKAN YANG BERDOSA! BERSIHKAN SEMUA YANG TIDAK PANTAS HIDUP DI DUNIA INI!'
"Lepaskan!"
Yunho bisa merasakan sakit itu di kepalanya juga. Kini mereka berdua bersimpuh di sudut parking lot, menahan sakit masing-masing.
"Apa yang terjadi sebenarnya, Kim Jaejoong?!" sergah Yunho sambil menggigit bibir bawahnya untuk menahan sakit di kepalanya. Jaejoong juga masih sibuk mengepalkan tangannya sendiri untuk menahan sakit.
Kedua tubuh itu bergetar.
'KATAKAN APA YANG SEBENARNYA SEDANG TERJADI, KIM JAEJOONG!'
'ADA YANG AKAN MENGHANCURKAN MEREKA BERDUA, YUNHO! ADA YANG AKAN MEMUSNAHKAN KITA SEMUA!'
Kalimat telepati itu bersamaan dengan suara mobil yang terlempar ke dinding parking lot dengan suara yang keras.
.
.
THE POWER OF HIGH POLAR
Chapter 5: THE CENTER OF ORDINAL
Genre: Romance, Friendship, Fantasy, Supranatural, School-life
Rating: T
Main Pair: WONKYU
Other Pair: YUNJAE, HANCHUL, HAEHYUK, YEWOOK
Warning: YAOI, BOYSLOVE, OOC, TYPOS
Summary:
Kekuatan matahari ada di tangan mereka. Namun persahabatan dan cinta sejatilah yang menjadi kekuatan terbesar yang mereka miliki nantinya.
DON'T LIKE DON'T READ
BabyWonKyu proudly presents
.
.
_Wonkyu_
Drap drap drap
Beberapa langkah kaki itu bergema di lantai koridor lantai tiga itu dengan keras. Mengingat saat itu masih memasuki jam ke-2 jam pelajaran. Beberapa siswa yang masih belajar di kelas di sepanjang koridor itu sempat melongok ke luar jendela untuk melihat apa yang terjadi. Namun teguran dari masing-masing guru dikelas mereka membuat siswa-siswa itu menggerutu dalam hati.
"CHO KYUHYUN!"
BRUK
Siwon segera mendorong Jaejoong yang tadinya berdiri di bibir tangga. Yunho menangkap tubuh Jaejoong sebelum tubuh itu tergelincir di tangga yang langsung berhubungan dengan lantai 2 itu.
Siwon terbelalak menatap tubuh Kyuhyun yang terbaring di depannya. Tubuh namja manis itu terlihat berantakan, kedua iris indah itu tertutup sempurna. Seragamnya sudah kotor dan banyak noda kemerahan yang bisa dipastikan adalah darah. Siwon mengangkat kepala Kyuhyun dan merebahkannya di lengannya, berniat untuk mengangkat tubuh lemas itu. Namun, begitu kepala itu terbaring di lengannya, sesuatu yang basah membuat jas biru donker yang dikenakannya seakan menghitam.
Darah.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN PADANYA, BRENGSEK?!"
Jaejoong memejamkan matanya saat kaca jendela di sampingnya pecah berkeping-keping. Yunho menarik tubuhnya untuk menjauhkannya dari pecahan kaca yang bisa melukai tubuh Ordinalnya itu.
"Ada apa in―"
Heechul membeku melihat pemandangan di depannya. Namja galak berwajah cantik itu terdiam dengan mulut menganga melihat Kyuhyun yang masih terbaring di dekapan Siwon.
"Ryeowook-ah!"
Ryeowook mengangguk begitu Yunho memanggilnya. Namja mungil itu berlutut di sisi tubuh Kyuhyun dan bersiap akan menyentuh tubuh di depannya sebelum―
"Apa yang kau lakukan, Brengsek!"
"Dia akan menyembuhkan Kyuhyun, Siwon!" sahut Yunho sebelum Siwon menggerakkan tangannya untuk menepis gerakan Ryeowook. "Ryeowook punya kekuatan menyembuhkan."
Bukan hanya Siwon yang terkejut dengan ucapan Yunho, semua yang ada disana juga terhenyak. Tanpa menunggu yang lain memproses rasa terkejutnya, Ryeowook menyapukan telapak tangannya ke atas seluruh tubuh Kyuhyun. Kilatan putih terang terpantul dari matanya yang masih fokus dengan tubuh teman sebangkunya itu.
"Tubuhnya terjatuh dari tangga, lalu diangkat kesini." Ucap namja mungil itu masih mengusap luka di wajah dan kepala Kyuhyun. "Beberapa tulangnya retak, tubuhnya memar, kepalanya terbentur cukup keras."
Hyukjae mengusap matanya sendiri ketika melihat luka-luka di tubuh Kyuhyun perlahan mulai menghilang tanpa bekas di atas kulit putih pucatnya. Hankyung menatap Yunho yang hanya balik menatapnya sendu.
"Kepalanya mengalami pendarahan dan membuatnya gegar otak―"Ryeowook kembali berujar mengerikan, membuat Siwon yang masih menatapnya sengit itu menjadi membelalakkan matanya tak percaya, "―Tapi sekarang Kyuhyunnie sudah baik-baik sajaa~"
Heechul hampir saja kehilangan keseimbangan tubuhnya begitu menyaksikan luka-luka di tubuh Kyuhyun mulai menghilang tanpa bekas seluruhnya. Bahkan wajah manis yang masih terpejam itu sudahtidak penuh dengan bercak darhdan terlihat seperti wajah normal yang sedang tidur nyenyak dengan nafas teratur.
"Kyuhyun?"
Siwon menepuk-nepuk pipi pucat di tangannya yang masih diam tak bergerak. Dirinya merasa lega saat rasa sakit yang sejak tadi masih menguasai tubuhnya itu sekarang sudah berangsur-angsur pergi.
"Heechul-ssi dan Hyukjae-ssi, bawa Kyuhyun ke ruang kesehatan." Ucap Yunho sambil menatap Hyukjae dan Heechul yang terlihat masih speechless dengan apa yang telah terjadi. Kedua namja itu mengangguk kemudian saat mata musang itu berkilat terang. "Dan lupakan semua yang telah terjadi." Tambah Yunho ketika Hyukjae dan Heechul mulai bergerak menuju Kyuhyun yang masih terbaring lemah di dekapan Siwon.
"Tidak akan kubiarkan tangan-tangan kalian menyentuhnya!"
"Siwon! Biarkan Kyuhyun memulihkan diri di ruang kesehatan! Kita perlu bicara." Sergah Yunho sambil menahan tangan Siwon yang sudah akan menyerang Hyukjae dan Heechul.
Hankyung memberikan komando kepada Yesung dan Donghae yang langsung mengangguk paham dan segera mencekal kedua tangan Siwon yang masih berontak, sementara Hankyung mulai mengambil alih tubuh Kyuhyun dan menyerahkannya kepada Heechul.
Heechul meletakkan tubuh lemas itu di punggungnya dan mulai membawanya ke ruang kesehatan bersama Hyukjae yang mengekor di belakangnya.
'LEPASKAN AKU, BRENGSEK!'
'Bawa dia ke atap.'
Donghae dan Yesung mengangguk mendengar suara Yunho di dalam kepalanya. Dan dengan secepat kilat, mereka berdua melesat membawa Siwon yang masih berontak. Hankyung menyusul kemudian, meninggalkan Yunho, Jaejoong dan Ryeowook di depan tangga besar itu.
"Ryeowook-ah, kau bisa ke ruang kesehatan sekarang. Dan temani Kyuhyun. Gomawo atas bantuanmu."
Ryeowook mengangguk saat Yunho tersenyum kepadanya sambil mengacak rambutnya pelan. Setelah Ryeowook sudah menghilang di tikungan koridor, Yunho menolehkan pandangannya ke namja yang masih terdiam di sampingnya.
'Mengapa kau tidak menghapus ingatannya?'
Yunho tersenyum sambil menarik lengan rapuh itu untuk mendekat ke arahnya, namun gerakannya terhenti saat Jaejoong menepis tangannya dengan sedikit kasar.
'Sudah saatnya dia tahu kekuatannya, Jae. Mereka semua pasti akan tahu. Aku bisa merasakannya.'
Jaejoong hanya menatap datar Cardinal-nya yang kini mulai 'memperbaiki' pecahan kaca jendela disampingnya hanya dengan sekali gerakan tangan.
_Wonkyu_
Ceklek
"YA! Wookie-ah! Apa yang terjadi dengan Kyuhyun? Mengapa ia tidak sadarkan diri disini? Dan… mengapa kami ada disini?!"
Ryeowook menatap kedua Sunbae di depannya itu dengan tatapan bingung. Namja mungil itu berlari kecil ke arah ranjang dan memeriksa tubuh Kyuhyun yang masih diam tak bergerak.
"Kami seperti tidak ingat apapun." Ucap Heechul lagi sambil beralih ke samping ranjang bergabung dengan Ryeowook dan menatap Kyuhyun bingung.
Kim Ryeowook tahu dan mengingat dengan jelas apa yang telah terjadi beberapa menit yang lalu itu. Namja itu gemetar.
"Kyuhyun… jatuh dari tangga."
"MWO?!" seru Heechul lagi. Namja cantik itu menatap Ryeowook tidak percaya.
Ryeowook mengangguk kalut lalu menangkup wajahnya ke dalam kedua telapak tangannya sendiri. Namja bersuara tinggi itu kini bingung. Bahkan ia masih tidak mempercayai dirinya sendiri yang mengerikan. Bayangan luka-luka Kyuhyun yang menghilang di depan matanya sendiri, masih tergambar begitu jelas di ingatannya.
Namun, ada satu perasaan yang sejak tadi mengganggunya. Ia dapat merasakannya. Dan, namja mungil itu melepaskan wajahnya dari tangkupan telapak tangannya lalu menatap Sunbae-nya yang masih berdiri tanpa mengeluarkan sepatah katapun sejak tadi itu.
'H-hyukjae H-yung!'
Dan Ryeowook membelalak tidak percaya ketika namja ber-gummy smile di depannya itu merespon panggilan 'abstrak'nya dengan menatapnya.
'K-kau juga―'
_Wonkyu_
BRAK!
Siwon melepaskan kedua cekalan di lengan kanan dan kirinya dengan keras, membuat dua namja di kanan-kirinya itu tersungkur di lantai.
"KALIAN MAU MELAWANKU?!"
Sret
Brak
"Tenangkan dirimu, Siwon!" ucap Hankyung setelah menebas potongan kayu di depannya dengan pisau es yang dibuatnya. Kedua mata sipitnya yang berkilat terang itu menatap tajam namja di depannya.
"Kau tenang dulu, kami juga butuh penjelasan sepertimu!" kali ini Yesung yang berbicara. Namja berkepala besar itu bangkit dari jatuhnya lalu mengibaskan seragamnya yang kotor terkena debu di atap sekolah elit itu.
"Dan jangan merusak apapun! Ingat posisimu sebagai Poros. Harusnya kau memberi contoh yang baik."
Siwon berdecih mendengar kalimat Donghae. Ketiga namja di depannya itu berdiri dengan kekuatan masing-masing. Keempat pasang mata itu berkilat terang.
'Kau kira aku akan diam saja jika ada yang menyakiti Ordinal-ku?!'
'Tidak ada Ordinal untukmu, Siwon. Kau terlalu terobsesi!'
Dan bersamaan dengan kalimat yang diucapkan Yesung berakhir, batang-batang besi bekas bangku yang telah usang itu melayang kearah namja berkepala besar itu. Donghae segera menghentikan dengan kilatan cahaya hingga besi-besi itu jatuh sebagai serpihan kecil di lantai. Yesung yang marah pun langsung mengarahkan bunga api birunya ke arah Siwon, namun ditepis begitu saja oleh Siwon hingga hilang tanpa bekas.
'Sudah kubilang kalian bukan tandinganku! Kalian harusnya tunduk dibawah perintahku!'
'Kami tidak mudah tunduk kepada orang emosional sepertimu, Choi Siwon. Walau kau poros Cardinal sekalipun.'
Siwon mengalihkan pandangannya ke arah pintu di sampingnya. Disana, Yunho menatapnya dengan tajam. Disampingnya berdiri Jaejoong yang masih bertahan dengan ekspresi datarnya.
"Kau berhutang penjelasan kepadaku sekarang juga, Jung Yunho!" ucap Siwon sambil melemparkan jas-nya sembarangan.
Yunho tersenyum simpul lalu berjalan santai menuju tengah atap luas itu. Menjadi pemisah diantara sang Poros dan tiga mata angin yang lain. Namja bersorot musang itu berusaha mengontrol semua yang ada di dalam pikirannya.
Ia tahu, Siwon sedang berusaha membaca pikirannya saat ini.
"Oke. Kejadian Kyuhyun tadi memang sebuah kecelakaan." Ucap Yunho lalu memejamkan matanya sesaat, memastikan semua yang ada di pikirannya terbuang jauh-jauh, "Dia terjatuh dari tangga."
"KAU BERBOHONG!"
"Apa kau melihat tanda-tanda kebohongan padaku?"
Yunho kembali tersenyum ketika sang Poros hanya terdiam sambil menatapnya tajam.
"Kau membuangnya."
"Aku tidak membuang apapun, Siwon."
"Kau membuang semua pikiran yang sengaja kau sembunyikan, Brengsek!"
"CUKUP!" sahut Hankyung yang sudah tidak tahan mendengar perdebatan di depannya. "Siwon, kendalikan emosimu!"
"Bagaimana aku bisa menahan emosiku jika Ordinal-ku disakiti, huh?!" ucap Siwon lagi sambil menatap keempat namja yang berdiri di depannya.
"Tidak ada Poros Ordinal untuk―"
"Oke! Oke!" potong Siwon saat Hankyung sudah akan berbicara lagi, "Lalu mengapa aku bisa merasakan sakitnya? Lalu mengapa aku bisa nyaman jika berada di sisinya?"
Semua yang ada di ruangan itu terdiam. Angin musim gugur yang dingin mengiringi keheningan di atap luas sekolah elit itu.
"Jika begitu, mungkin itu hanya perasaan suka." Sahut Donghae sambil memasukkan telapak tangannya ke dalam saku blazernya untuk menghalau keadaan yang mulai dingin. "Hati-hati, Siwon. Kau bisa meletakkannya ke dalam bahaya jika kau teruskan semua ini."
Siwon menghela nafas panjang. Namja tampan itu berusaha mengatur emosinya yang masih membara. Semua yang ada disana menatapnya was-was.
"Pikirkan keselamatan Kyuhyun jika kau memang menyukainya, Choi Siwon. Dia tidak tahu apa-apa tentang kita."
Siwon mengusap wajahnya kasar mendengar ucapan Yunho. Semua yang dikatakan teman-temannya itu benar. Jika Poros Ordinal memang tidak ada, maka ia hanya akan menyakiti Kyuhyun pada akhirnya. Mungkin sebaiknya jika dirinya membuang jauh perasaannya pada namja manis itu.
"Akan kulakukan apapun asal Kyuhyun baik-baik saja." Kalimat lirih itu akhirnya mengalun juga, membuat semua yang ada disana menatap sang Poros dengan tatapan terkejut. "Ck! Semua ini menggelikan! Awalnya aku hanya berniat menjadikannya 'mainan'ku, tapi setelah aku sadari, ternyata aku… mencintainya."
Ucapan itu diikuti tawa miris seorang Choi Siwon. Kelima namja di depannya itu kini membeku sambil menatapnya tak percaya. Namja yang mereka kenal sebagai berandalan dan pembangkang itu, kini menunjukkan sisi lemahnya.
"Kurasa orang sepertiku memang tidak pantas untuk mendapatkan cinta―"
"Kau berbohong."
Kini semua pandangan teralih kepada namja cantik yang sejak tadi terdiam itu. Satu-satunya Ordinal diantara mereka itu kini berjalan lalu berhenti tepat di depan Siwon.
Siwon menatap namja di depannya dengan senyum miring. Yunho mulai bergerak dari tempatnya.
"Ya, aku memang berbohong." Ucap Siwon masih menatap tajam Doe Eyes di depannya. "Aku sedang membohongi diriku sendiri seolah-olah aku tidak merasakan sesuatu menggelikan yang disebut Cinta."
Jaejoong masih bertahan di posisinya saat Yunho tiba di sisinya dan berniat menarik lengannya untuk menjauh dari Siwon yang mungkin saja akan menyakitinya. Namja cantik itu masih menatap tajam iris kelam namja yang lebih tinggi darinya itu. Berusaha mencari kebohongan dan dusta.
Namun di dalam mata yang masih menatapnya remeh itu hanya ada keyakinan dan perasaan yang dalam.
Inikah cinta sejati yang membentuk ikatan terkuat High Polar ? Kini Jaejoong melihatnya dengan mata kepalanya sendiri, tepat di depannya.
"Apa aku bisa mempercayaimu, Choi Siwon?"
Bahkan Hankyung, Donghae dan Yesung tidak pernah mendengar kata sebanyak itu keluar dari mulut Jaejoong. Yunho disampingnya pun juga terkejut melihat Ordinalnya, tanpa terkecuali Siwon.
'Apa yang sebenarnya sedang kau bicarakan―'
'Dia memang Poros Ordinal.'
Jaejoong masih menatap iris kelam di depannya ketika kata-kata itu ia ucapkan di dalam kepalanya. Semua yang ada disana memandangnya tak percaya. Namja cantik itu memejamkan matanya saat suara-suara yang tak asing itu kembali terdengar di dalam kepalanya samar-samar. Rasa sakit itu kembali datang.
"Jaejoong-ah!"
Jaejoong masih bergeming di tempatnya saat Yunho menggenggam tangannya erat. Ia tahu, Cardinal-nya itu pasti merasakan sakit yang kini menguasai kepalanya.
"T-tapi bukankah―"
"Percayalah padaku!" potong Jaejoong ketika Hankyung sudah akan berbicara lagi. "Cho Kyuhyun adalah Poros Ordinal. Dan kalian tidak tahu seberapa mengerikannya sesuatu yang ada di dalam dirinya."
_Wonkyu_
Heechul menatap kedua Hoobae-nya yang masih saling menatap itu dengan pandangan aneh. Sementara Ryeowook masih menatap tidak percaya kepada Hyukjae yang kini mulai berjalan mendekat ke arahnya.
"Wookie-ah, aku―"
Ryeowook menggeleng lalu melesat ke samping tubuh Kyuhyun yang masih 'tertidur'. Heechul yang bingung semakin mengerutkan dahinya melihat kelakuan dua teman barunya itu.
"Ada apa dengan kalian?" tanya Heechul lalu menangkap lengan Hyukjae yang masih menatap Ryeowook di depannya.
"A-ku―"
"Tidak ada apa-apa, Heechul Hyung!" sahut Ryeowook sebelum Hyukjae menyelesaikan kalimatnya. Hyukjae menatapnya tak percaya.
"Wajah dan tingkah kalian aneh sekali, tahu!" sahut Heechul sambil menghempaskan tubuhnyadi ranjang UKS yang kosong, "Sekarang bisakah kalian jelaskan padaku mengapa bocah evil itu terbaring tak sadarkan diri disana?"
"Dia sakit―"/"Dia terjatuh―"
Ryeowook menatap tajam Hyukjae yang kini menggigit bibirnya, sedangkan Heechul menatap bingung dua temannya yang memberikan jawaban berbeda di waktu bersamaan itu.
"Oke! Dia terjatuh lalu sakit dan pingsan. Atau dia sakit, lalu terjatuh dan pingsan. Sangat mudah dimengerti." Ucap Heechul sambil menatap malas kedua namja yang masih terdiam di depannya. "Kemana dokter sekolah ini! Mengapa sepi sekali disini!"
Hyukjae masih mengalihkan pandangannya ke arah lain sedangkan Ryeowook masih menatapnya tajam. Namja mungil itu yakin sekali, baru saja ia melihat kilatan terang di mata Hyukjae. Sekilas saja.
"Wookie?"
Ryeowook mengalihkan pandangannya sesaat setelah suara berat dan serak itu terdengar di sampingnya. Namja mungil itu melebarkan matanya saat melihat Kyuhyun yang mulai bangkit dari posisi berbaringnya.
"Kyu! Syukurlah kau sudah sadar~"
Kyuhyun hampir saja terjungkal lagi ke bantalnya saat tubuhnya diterjang begitu saja oleh teman sebangkunya itu. Hyukjae di belakangnya tersenyum kepadanya ketika matanya bertemu. Heechul kemudian bangkit dari posisi tidurnya lalu mendekat ke arah ranjang dan mengacak surai ikalnya hingga membuat rambutnya yang memang sudah berantakan kini menjadi semakin berantakan.
"Ya! Bocah evil! Kau membuat kita semua khawatir, tau!" ucap Heechul sambil terkekah pelan melihat Kyuhyun yang masih sibuk melepaskan pelukan Ryeowook di tubuhnya. Sedangkan Ryeowook masih saja berusaha mempertahankan kedua lengannya yang memeluk erat leher Kyuhyun yang kini mulai tampak jengkel.
"Hey, Wookie! Kau bisa membuat Kyuhyun pingsan lagi karena cekikanmu itu, ahaha!"
Ryeowook melepaskan 'pelukan'nya kemudian setelah mendengar kata-kata Hyukjae. Kyuhyun yang seakan terbebas kini hanya menghela nafas keras-keras.
"Kau… mau membunuhku!" ucap Kyuhyun sambil menunjuk Ryeowook yang masih nyengir tak jelas di depannya. "Mengapa aku ada disini LAGI?!"
"Kau sakit lalu terjatuh. Atau sebaliknya, entahlah! Jja, kita kembali ke kelas sebelum Park Sonsaengnim marah-marah!" Heechul tertawa geli melihat wajah Kyuhyun yang kesal. Ryeowook sudah akan menghentikan Kyuhyun yang kini mulai turun dari ranjang, namun lengannya ditahan oleh Hyukjae di belakangnya.
'Apa yang kau lakukan, Hyung!'
'Dia baik-baik saja, Wookie. Kau jangan meragukan hasil kekuatanmu.'
Heechul sudah menuntun Kyuhyun keluar dari ruang kesehatan, namun Kyuhyun menolak bantuannya sambil melangkahkan kakinya dengan angkuh menuju keluar.
Ryeowook berbalik menatap Hyukjae yang masih menatapnya sendu.
'Kau juga harus menghentikan kekuatanmu, Hyung! Sebelum mereka semua menyadarinya.'
_Wonkyu_
Tap tap tap
Beberapa langkah kaki itu menggema di lantai koridor tingkat 3 yang sepi. Suasana kelas di samping kanan kirinya yang hening membuat suasana pagi itu menjadi semakin dingin.
"Ada apa denganmu?"
Donghae menggeleng pelan saat namja berkepala besar yang berjalan di sampingnya menatapnya curiga. Namja berwajah ikan itu merasakan sesuatu yang aneh sejak tadi, sejak mereka semua menolong Kyuhyun yang tak sadarkan diri. Namun Donghae hanya mencoba berpikir positif dan menganggap bahwa suasana sekolahnya yang aneh ini hanya perasaannya saja.
Bukannya apa, tapi sejak kejadian Kyuhyun tadi pagi, semuanya terasa begitu hening dan dingin.
Yunho yang berjalan di depan kini menghentikan langkahnya saat Siwon berbelok ke arah yang salah. Namja bersorot musang itu segera menahan bahu sang poros yang sudah akan berjalan cepat ke arah kanan.
"Kelas kita ke arah kiri, Choi Siwon."
"Lepaskan. Aku mau melihat Kyu―"
"YA! Apa yang kalian lakukan disini? Kalian membuntuti kami, ya?" seru Heechul sambil berkacak pinggang menatap keenam namja di depannya.
Siwon segera melesat menuju namja yang masih berdiri di belakang Heechul lalu menariknya ke dalam dekapannya.
"Y-ya! Apa yang kau lakukan, Wonnie Hyung! Lepaskan aku!"
Kyuhyun serta merta memberontak saat tubuhnya di dekap dalam tubuh tegap di depannya. Beberapa pasang mata di sekelilingnya menatapnya geli.
'Wonnie Hyung? Cukup imut.'
Siwon tidak menggubris ejekan Yunho di belakangnya. Bahkan namja tampan itu tidak sadar jika Yesung dan Donghae mulai tertawa mengejek menatapnya.
"Nona Cho, Gwaenchana? Apa ada yang sakit?" tanya Siwon sambil memeriksa seluruh tubuh Kyuhyun yang kini wajahnya mulai memerah karena malu.
"HEY~ Aku baik-baik saja! Jangan memegang-megang tubuhku secara sembarangan!" sahut Kyuhyun ketika Siwon mulai memeriksa seluruh tubuhnya, "Hentikan, Choi Siwon!"
Beberapa kikikan terdengar di belakang mereka, membuat Kyuhyun semakin salah tingkah dan dengan sisa tenaganya mendorong tubuh Siwon untuk menjauh darinya.
Siwon menatap namja manis di depannya dalam-dalam. Mencoba menembus isi pikirannya sekali lagi, namun tidak ada yang ditemukannya. Pikiran Poros Ordinal-nya itu masih tidak bisa dibacanya.
Grep
Siwon menatap tajam namja cantik di depannya yang kini mulai menyeret Kyuhyun lagi untuk melangkah meninggalkannya. Namun belum beberapa langkah, Siwon segera menepis tangan itu dari Kyuhyun.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Siwon dingin dengan pandangan menusuk.
"Kita harus kembali. Sebelum Park Sonsaengnim menyadari kita telah menghilang begitu lama." sahut Jaejoong dengan nada datarnya yang biasa. Kyuhyun yang masih bingung hanya ternganga mendengar sunbae pendiamnya itu mengucapkan kalimat panjang yang utuh.
'Tidak akan aku biarkan kau membawa dan menyakitinya lagi, Kim Jaejoong.'
Yunho yang mulai merasakan aura gelap, kini mulai menarik tangan Ordinal-nya dan menyeretnya untuk berdiri di sisinya. Sedangkan Siwon kembali menggandeng Kyuhyun yang masih berusaha mencerna apa yang terjadi.
"Cukup! Jaejoong-ssi benar. Sebaiknya kita kembali sebelum kelas berakhir―"
"Apa yang berakhir, Tan Hankyung?"
Sebuah suara tepat di belakang tubuh Hankyung mengagetkan mereka semua. Disana, guru muda itu sedang menatap mereka dengan tangan kiri menenteng tas biolanya. Kedelapan murid beru itu membungkuk hormat.
"Mianhanda, Sonsaengnim. Kami telah meninggalkan jam pelajaran anda cukup lama." ucap Hankyung sesopan mungkin mewakili para Hoobae di belakangnya. "Kami ada urusan mendadak."
Park Yoochun tersenyum mendengar penuturan muridnya itu. Guru muda itu kemudian menepuk bahu Hankyung pelan, membuat semua yang ada disana menatapnya bersalah.
"Apa yang kalian bicarakan, hah? Meninggalkan jam pelajaran cukup lama apanya?" sahut Yoochun sambil mengedarkan pandangannya ke semua murid istimewanya itu. "Bahkan aku baru saja kembali mengambil biola ini di ruang musik."
"Baru saja?"
Yoochun mengangguk menanggapi kalimat Yesung yang kini menatapnya tidak mengerti.
"Benar. Mengapa kalian keluar kelas? Jja! Kita lanjutkan pelajarannya, Kita sudah membuang waktu 10 menit lebih pagi ini."
Heechul memilih tidak peduli dan mulai berjalan mengikuti sang guru menuju kelas. Kyuhyun yang kini berhasil melepaskan diri dari Siwon, juga memilih berjalan menyusul Heechul menuju kelas di ujung koridor.
Meninggalkan keenam namja yang masih terdiam disana.
Tap
Tepat ketika Yoochun dan kedua murid di belakang memasuki kelas, dua namja muncul di depan mereka.
'Aku yang telah menghentikan waktu sejak kita keluar kelas pagi tadi.'
Dan keenam pasang mata itu menatap tak percaya dengan apa yang mereka dengar dari namja yang masih berdiri di depan mereka itu.
_Wonkyu_
"Minggir! Minggir! Kalian menghalangi jalanku!"
Bruk
Kim Heechul mengusap pantatnya sambil menggumam tak jelas saat tubuhnya terjatuh di lapangan. Bel pulang sekolah baru saja berbunyi beberapa menit yang lalu, jadilah lapangan yang ukurannya cukup luas itu penuh dengan para siswa yang 'berlomba' pulang ke rumah masing-masing.
"Cepat berdiri, kau menghambat yang lain."
Namja berwajah cantik itu memberikan death glare-nya ketika namja yang ia ketahui bernama Tan Hankyung itu melewatinya begitu saja. Heechul berdiri dari posisi tidak elitnya lalu berjalan dengan wajah tertekuk dan muka sebal.
"Mengapa kau tidak menolongku, Hankyung-ssi? Kau ini memang tidak setia kawan!" ucap Heechul sambil mengimbangi langkah lebar Hankyung di depannya.
"Memangnya kau kawanku?"
Ucapan bernada datar itu membuat Heechul mendesis pelan lalu berjalan cepat mendahului namja cina di depannya dengan kaki menghentak-hentak. Hankyung tersenyum tipis melihat kelakuan konyol namja di depannya itu.
"Hei, Ryeowook Uisa-nim. Bisakah kau menyembuhkan lukaku juga?"
Ryeowook yang sedang berjalan santai di menuju gerbang sekolah itu terkejut ketika bisikan itu sampai di telinga kirinya. Setelah ditolehkan kepalanya, seorang namja berkepala besar menatapnya sambil menyeringai aneh.
"A-apa yang kau lakukan, Yesung-ssi?!" ucap Ryeowook sambil sedikit mendorong tubuh Yesung agar menjauh darinya. Matanya menatap waspada kepada Kyuhyun yang berjalan disampingnya. Untung saja teman sebangkunya itu masih sibuk dengan PSP di tangannya.
"Lihat hasil kerjamu. Bahkan anak itu terlihat seperti tidak terjatuh dari tanggammpptt―"
Ryeowook segera membekap mulut Sunbae anehnya itu sebelum Kyuhyun mendengar kalimat 'berbahaya' yang diucapkannya. Sedangkan Yesung hanya nyengir tidak jelas setelah Ryeowook melepaskan tangannya.
"Kau pengganggu! Pergilah!" desis Ryeowook sambil mendorong tubuh yesung disampingnya agar menjauh. Beberapa siswa lain menatapnya aneh.
Donghae menatap namja yang berjalan tak jauh di depannya dengan sorot sendu. Dirinya sama sekali tidak menyangka bahwa teman barunya itu mempunyai kekuatan yang menakjubkan, sang Pengendali Waktu. Dan satu hal yang ia ketahui, bahwa namja yang berjalan lunglai di depannya itu mungkin saja Ordinal yang tersisa.
Setelah membuang nafas panjang, namja berwajah ikan itu berlari kecil ke arah namja yang masih berjalan pelan di depannya lalu merangkul bahunya.
"Hyukkie, mau pulang bersamaku? Mengapa kau lemas seperti ini?!" seru Donghae sambil tersenyum lebar menatap wajah terkejut Hyukjae di sampingnya.
"Donghae-ah? K-kau―"
"Sudahlah~ Jangan pikirkan yang tadi. Kami hanya terkejut tadi."
Hyukjae menundukkan wajahnya begitu Donghae berbicara padanya masih dengan senyum cerianya. Namja berjuluk 'monyet' itu masih terbebani sepertinya.
"Kau tahu berapa kecepatan cahaya?" tanya Donghae ketika melihat wajah Hyukjae yang mendung.
Hyukjae menatapnya aneh lalu menggeleng.
"Err… sebenarnya aku juga tidak tahu. Hankyung Hyung yang tahu persisnya, hehehe~" lanjut Donghae sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Hyukjae spontan tertawa ringan di sampingnya. "Bagaimana jika kita berlomba lari sampai ke gerbang Spamcos?"
"Kau bercanda?" tanya Hyukjae tidak percaya.
"Kau takut? Yang terakhir sampai adalah telur busuk! Hahaha~"
"YA! LEE DONGHAE!"
Jaejoong menghentikan langkahnya ketika merasa langkah kaki di belakangnya masih terdengar.
"Pergilah."
Yunho tersenyum tipis sambil mengangkat bahunya tak peduli. Namja bersorot musang itu kini malah ikut berhenti, membuat Jaejoong menghela nafas jengah. Tak mau membuang waktu percuma Jaejoong kembali melanjutkan langkahnya, namun langkah di belakangnya juga kembali berlanjut. Membuatnya kembali menghentikan jalannya.
'Berhenti mengikutiku atau kakimu kubuat sakit.'
"Kau yakin? Jika kakiku sakit, kau juga akan kesakitan dan malah tidak bisa pulang, Jae." Sahut Yunho yang hanya direspon dengan tatapan tajam namja cantik di depannya. "Kita pulang bersama."
"Lepaskan, Jung Yunho!"
Yunho hanya tersenyum miring melihat Jaejoong yang masih berusaha melepaskan tangannya dari genggamannya. Namja bermata musang itu kembali menyusuri lapangan dengan senyumnya yang mengembang, berbanding terbalik dengan namja cantik di belakangnya yang kini hanya bisa pasrah saat Cardinal-nya itu menariknya.
'Jangan bertindak seolah aku ini milikmu.'
'Kau memang milikku, Ordinal-ku. Kita ditakdirkan untukku, Kim Jaejoong.'
Grep
"HEI! A-APA YANG KAU LAKUKAN, CHOI SIWON?!"
Kyuhyun tersentak saat merasakan sesuatu melingkar di pinggangnya. PSP yang sejak tadi dipegangnya itu hanpir saja meluncur dari tangannya sebelum bertuliskan 'GAME OVER!'.
"Kau memanggil siapa, Nona Cho~ Aku tidak mengenal orang bernama Choi Siwon disini~"
Kyuhyun memutar matanya malas lalu menyentakkan lengan besar yang masih melingkari pinggangnya, namun ia gagal. Namja pengganggu ini kembali lagi, begitu batinnya.
"Hehe, Bisa kau lepaskan tanganmu dari pinggangku, Wonnie Hyung~" ucap Kyuhyun dengan nada manis yang dibuat-buat sambil tersenyum paksa menatap namja yang masih menempel di sampingnya.
"Aku tidak mau, Nona Cho. Bagaimana ini?" sahut Siwon masih terus berjalan sambil melingkarkan satu tangannya di pinggang ramping itu.
"CK! LALU APA MAUMU?!" seru Kyuhyun sambil mengacak rambutnya frustasi. Beberapa siswa yang berjalan di sekitarnya menatapnya aneh sedangkan Siwon hanya tersenyum geli melihat wajah kesal di sampingnya.
"Mulai sekarang kau harus berangkat dan pulang sekolah bersamaku, Nona Cho. Dan aku akan menemanimu selama istirahat. Itu ide yang bagus, kan?"
"MWO?! Kau gila ya?!" seru Kyuhyun lagi sambil memberikan injakan keras di kaki Siwon. Perlakuannya itu membuat namja tampan itu melepaskan tangannya lalu mengaduh pelan sambil mengelus kakinya. "Rasakan itu! Jangan sembarangan me―Aissh!"
Siwon mengalihkan perhatiannya menatap namja manis yang kini juga mengelus kakinya sendiri. Namja tampan itu kemudian menarik tangan Kyuhyun lalu membawa tubuh ringan itu diatas punggungnya dan menggendongnya Piggy Back.
"Apa yang kau lakukan, Wonnie Hyung?! Cepat turunkan aku!" ucap Kyuhyun sambil berusaha turun dari punggung Siwon namun perlakuannya itu membuatnya limbung dan menatap horror lapangan di bawahnya. Pasti sakit jika terjatuh, begitu batinnya. Namja manis itu otomatis mengalungkan kedua lengannya di leher namja di depannya.
"Kakimu sakit, kan? Aku akan menggendongmu sampai di mobil." Ucap Siwon santai kembali melanjutkan langkahnya. Beberapa siswa menatap mereka sambil terkikik geli, membuat Kyuhyun menundukkan wajahnya yang memerah.
"Kakiku sakit karena menginjak kakimu terlalu keras, Pabbo!"
Siwon tersenyum tipis mendengar ucapan pedas itu. Namja tampan itu tahu benar bahwa sakit yang dirasakan namja manis yang masih mengomel di belakangnya ini bukan akibat dari menginjak kakinya, tapi rasa sakit itu adalah rasa sakitnya yang mereka rasakan bersama. Beruntung posisi Kyuhyun yang ada di belakangnya, hingga Siwon bebas tersenyum lembut yang belum pernah ditunjukkannya kepada orang lain itu.
"Wonnie Hyung, kita sudah sampai di gerbang! Cepat turunkan aku!" seru kyuhyun sambil mengeratkan lingkaran lengannya di leher Siwon hingga membuat namja tampan itu sedikit tercekik dan tersadar dari lamunannya.
"Sudah kubilang aku akan mengantarmu sampai ke rumah, Nona Cho~"
Jengkel dengan sifat keras kepala namja menjengkelkan di depannya, Kyuhyun menggembungkan pipinya mencari ide agar ia bisa terbebas dari namja tampan namun sialan ini. Dan seringaian terpampang di wajahnya kemudian.
Grak
"AKH! Ya! Nona Cho!"
Siwon sontak melepaskan kedua tangannya yang masih menahan tubuh dibelakangnya saat telinganya digigit dengan sedikit keras. Kyuhyun langsung saja melesat kabur dan bergabung dengan Ryeowook yang menghilang sejak tadi. Namja manis itu terlihat sempat mengusap telingan kanannya sebentar lalu kembali melanjutkan jalannya bersama Ryeowook. Terlihat juga Heechul dan Hyukjae yang bergabung kemudian. Keempat namja itu tertawa-tawa menatap Siwon yang masih mengusap telinganya kesal.
"Kau dipermainkan Ordinal-mu sendiri, Siwon-ah~"
Siwon menolehkan kepalanya ke samping, dan disana Hankyung menatapnya dengan senyum tipis. Dongahe dan Yesung muncul di sebelahnya kemudian, dengan tawa geli masing-masing.
"Jaejoong-ssi, mau pulang bersama? Kajja!"
Dan keempat namja tampan itu menatap Kyuhyun yang kini menyeret Jaejoong yang berjalan di samping Yunho di depan mereka. Terkihat Jaejoong yang melepaskan tangannya dari genggaman Yunho dengan kasar lalu berjalan mengikuti Kyuhyun dan ketiga namja lainnya menyusuri trotoar yang masih penuh dengan siswa Spamcos itu. meninggalkan Yunho yang terlihat tidak rela melepaskan Ordinal-nya. Namun namja bermata musang itu tetap tersenyum sambil membalas lambaian tangan Kyuhyun yang kini mulai berjalan dengan keempat namja yang lain.
"Lihat, kekuatan sang Poros Ordinal itu? Dia merampas Ordinal-ku begitu saja." Ucap Yunho setelah sampai di samping Siwon yang masih menatap punggung Kyuhyun yang mulai terlihat kecil di depannya.
Kelima Cardinal itu berdiri berjajar di gerbang Spamcos yang mulai berbias sinar kemerahan matahari yang terbenam.
'Akan aku lindungi dia dengan seluruh kekuatanku.'
Semuanya menatap sang poros yang masih menatap lurus ke depan hingga punggung kelima namja itu menghilang di tikungan trotoar.
'Jangan beritahu Kibum masalah Kyuhyun. Ini hanya diantara kita, Axis.'
Yunho, Hankyung, Yesung, dan Donghae mengangguk mendengar kaliamat 'Abstrak' itu. kelima pasang mata itu berkilat terang.
Tap
"Ada yang ingin kalian ceritakan kepadaku, Sunbae-nim?"
Dan, kelima Cardinal itu sontak membalikkan tubuhnya begitu kalimat dingin itu terdengar di belakang mereka.
Disana, namja bertubuh pendek dengan seragam tingkat satu itu menatap mereka dengan seringaiannya.
"Sepertinya kalian menyimpan cerita yang menarik."
.
Para Cardinal sekarang telah mengetahui
Kekuatan apa yang dimiliki para Ordinal
Namun, mereka salah mengartikan. Masih ada hal mengerikan yang menanti mereka di depan.
Kekuatan Ordinal yang terlihat, belum semuanya.
Disamping kekuatan hebat itu, tersimpan sesuatu yang mengerikan.
Dan para Cardinal harus mencari tahu sendiri kebenarannya.
Saat High polar menunjukkan kekuatannya, saat itulah kehancuran yang mengerikan menanti mereka.
.
.
.
Annyeong, my dear Readers
Another chapter is up very very very late (ToT). Just enjoy ^^
Ryeowook dan Hyukjae sudah menunjukkan kekuatannya. Tinggal Heechul dan Kyuhyun.
Kekuatan apa yang mereka miliki? Apa maksud perkataan Jaejoong, siapa yang akan memusnahkan mereka semua? Kekuatan mengerikan apa yang dimiliki Kyuhyun? Siapa yang menyapa para Cardinal di akhir cerita?
Wait next Chapter ;)
Saya sudah berusaha update kilat, tapi FF ini jujur lebih membutuhkan pemerasan otak yang lebih hehehe
Tunggu FF saya yang lain, my dear readers #kiss
Setiap review readers adalah sumber perbaikan bagi saya. Jadi jangan sungkan bila ada yang tidak berkenan. XOXO for you all ^3^
Fic ini murni BOYSLOVE/YAOI bukan GENDERSWITCH, dan main pair disini adalah WONKYU ^^
FEEL FREE TO REVIEW ^^
Wonkyu is Love,
BabyWonKyu
