'Siapa dia?'

Jung Yunho melayangkan pandangan bertanya kepada namja yang masih duduk bergeming di belakangnya. Namja tampan yang sejak tadi menatap keluar jendela itu teralihkan perhatiannya saat sesuatu terlihat dimatanya.

Awalnya Yunho hanya berniat melamunkan perkataan Kibum saat mereka menghadiri 'undangan'nya itu. Masalah Cardinal dan Ordinal ini membuatnya pusing. Dan sepertinya teman-temannya yang lain juga terlihat pusing sepertinya. Para Cardinal di kelasnya istimewa itu juga terlihat melamun hingga membuat Kyuhyun, Ryeowook, Heechul, dan Hyukjae terlihat bingung dengan kelakuan namja-namja yang biasanya sangat ramai itu. Park Sonsaengnim sedang meninggalkan kelas untuk mengambil biola di ruang musik saat ini, membuat kelas istimewa itu menjadi semakin hening.

Apalagi masalah Poros Cardinal yang tidak memiliki Poros Ordinal.

Yunho kembali memperhatikan Siwon yang duduk tak jauh di bangku sampingnya. Temannya itu hanya menatap kosong keluar jendela. Ia tahu, Poros-nya itu pasti masih belum bisa menerima semua ini.

Ini semua terlalu berat untuk umur mereka yang seharusnya masih berhura-hura menikmati masa remaja, begitu batinnya.

Kembali kepada sesuatu jauh di bawah sana, Yunho memperhatikan seseorang―yang lebih tepatnya seorang siswa Spamcos, karena namja itu memakai seragam sekolah Spamcos―yang duduk di bangku taman di sisi lapangan yang terlihat jelas dari jendela tempat Yunho duduk saat ini. Yunho tidak mengenal namja itu, namun namja itu menatap tepat kearahnya. Setidaknya itu yang bisa dilihat matanya yang setajam musang. Atau jangan-jangan namja yang masih duduk diam di bangku taman itu menatap kearah―

'Jangan lihat matanya.'

Yunho tahu benar pemilik suara dingin dan pendek yang baru saja terdengar di dalam kepalanya itu. Namja bersorot musang itu sudah akan bergerak untuk menoleh ke arah belakangnya sebulum―

'Tetap di tempatmu, Yunho.'

Jaejoong kembali memperingatkan Cardinal-nya untuk tidak bergerak di tempatnya. Doe eyes-nya masih menatap sosok siswa dibawah sana. Namja yang masih duduk di bawah kerindangan taman Spamcos itu kini mulai menggerakkan tangannya dan menunjuk tepat ke arah jendela kelas istimewa ini.

'Apa yang dilakukannya? Dia menunjukmu?'

'Tidak―' balas Jaejoong mulai bergerak dari kursinya lalu berdiri dan berjalan keluar bangkunya, '―Dia sedang menandai tempat kita.'

'Apa?'

"Jae-jaejoong-ssi? Apa yang―"

"Ikut aku!"

Dan Yunho hanya bisa menyaksikan Jaejoong yang menarik Kyuhyun keluar kelas. Namja itu sama sekali tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Terlalu banyak hal rumit yang disembunyikan Jaejoong. Dan, sorot musang itu sukses melebar saat melihat kursi taman yang tadi berpenghuni itu, kini kosong.

"Jaejoong-ssi, jangan berbuat kasar―"

"Diamlah."

Jaejoong segera menarik Kyuhyun yang masih bingung dengan apa yang terjadi sesaat setelah Hankyung kembali duduk di tempatnya. Yunho yang mulai merasa khawatir, kini ikut menyusul Ordinal-nya itu keluar kelas.

"Jaejoong-ssi, mengapa kau membawaku keluar?!" seru Kyuhyun saat tangannya masih diseret dengan sedikit paksa oleh namja cantik di belakangnya.

"Tenanglah, Kyuhyun-ah." sahut Yunho yang sudah tiba disamping Kyuhyun yang masih berontak berusaha melepaskan tangannya. "Tidak apa-apa, tenanglah~"

"Tapi sebentar lagi, Guru Park akan datang dan jika kita keluar kelas, Yunho Hyung. Kita akan―"

Bruk

Yunho dan Jaejoong sontak membelalakkan matanya saat tubuh Kyuhyun ditarik paksa oleh sesuatu tak terlihat dan dalam sekejab mata sudah berpindah di dalam rengkuhan namja asing yang dilihatnya tadi.

"Apa yang kau lakukan padanya?" sergah Yunho sambil berusaha mendekat dan merampas tubuh Kyuhyun yang sudah tidak sadarkan diri itu dari namja di depannya. "Berikan dia padaku!"

Yunho menatap tajam iris hitam namja di depannya yang hanya menyeringai mendengar kalimatnya.

"Suatu kehormatan bagiku bertemu salah satu Cardinal disini, sang Utara."

Jaejoong yang masih terdiam di sudut tangga hanya menggigit bibirnya saat iris hitam pekat itu menatapnya. Yunho yang masih memproses apa yang terjadi hanya menatap namja asing yang masih berdiri di depannya itu dengan sorot bingung.

"Apa dia Cardinal-mu, Jaejoong-ah? Mengejutkan sekali~"

'Siapa dia, Jae?'

Yunho kini menatap Ordinal-nya yang masih menunduk di tempatnya. Namja cantik itu terlihat bergetar di tempatnya.

'D-dia―'

"Dan siapa pula namja ini? Mengapa kau membawanya dari kelas seperti sedang menghindariku, Jaejoong?" lanjut namja asing tadi kini mengamati Kyuhyun yang masih terpejam di pelukannya, "Dia manis dan hmmm… Aku suka aroma tubuhnya~"

"Hentikan perbuatanmu, brengsek!" seru Yunho masih dalam taraf suara yang pelan saat namja asing itu mulai menghirup daerah sekitar leher Kyuhyun. Iris musangnya berkilat terang sesaat sebelum tubuhnya bergerak menerjang namja di depannya. Namun namja itu berhasil berkelit dengan cepat menghadapi serangan Yunho.

"Tentu saja, aku bisa mencium sesuatu yang istimewa di tubuh ini."

"Lepaskan dia."

Kali ini Jaejoong yang berbicara. Namja asing berseragam Spamcos itu kembali tersenyum sambil memeluk tubuh lemas Kyuhyun semakin erat.

"Ada sesuatu di dalam tubuh namja manis ini. Siapa namanya―"

'BERSIHKAN YANG KOTOR! BERSIHKAN YANG BERDOSA! BERSIHKAN SEMUA YANG TIDAK PANTAS HIDUP DI DUNIA INI!'

'YUNHO!'

Yunho paham makna panggilan itu. Ketika rasa sakit kembali memenuhi kepalanya, namja bersorot musang itu segera mencekal tangan namja yang kini mulai memeriksa name-tag Kyuhyun dan berniat akan membacanya.

"Kembalikan dia padaku!"

Iris setajam musang itu berkilat terang, sedangkan namja asing di depannya hanya menyeringai.

"Baiklah~" ucap namja asing itu sambil menyerahkan tubuh lemas di dalam dekapannya, "Kita lihat siapa yang akan datang sambil kesakitan saat ini."

'CEPAT AMBIL KYUHYUN―'

BRUK

Yunho sudah akan menangkap tubuh lemas itu sebelum tubuh itu di dorong begitu saja dari bibir tangga. Jaejoong menatap tubuh yang jatuh menyusuri tangga itu dengan gerakan cepat dan suara berdebam yang mengerikan. Yunho sudah akan menyerang namja asing itu, namun saat ia sudah akan menggunakan kekuatannya, namja itu tidak ada.

"Cho Kyuhyun!"

Dan Jaejoong hanya bisa ambruk di lantai tepi tangga itu saat Yunho bergerak secepat kilat menuju Kyuhyun yang kini sudah sampai di dasar tangga lantai 2.

'BERSIHKAN YANG KOTOR! BERSIHKAN YANG BERDOSA! BERSIHKAN SEMUA YANG TIDAK PANTAS HIDUP DI DUNIA INI!'

'Perang ini hampir dimulai.'

.

.

THE POWER OF HIGH POLAR

Chapter 6: THE MELODY OF FUR ELISE

Genre: Romance, Friendship, Fantasy, Supranatural, School-life

Rating: T

Main Pair: WONKYU

Other Pair: YUNJAE, HANCHUL, HAEHYUK, YEWOOK

Warning: YAOI, BOYSLOVE, OOC, TYPOS

Summary:

Kekuatan matahari ada di tangan mereka. Namun persahabatan dan cinta sejatilah yang menjadi kekuatan terbesar yang mereka miliki nantinya.

DON'T LIKE DON'T READ

BabyWonKyu proudly presents

.

.

_Wonkyu_

Pagi hari belum pernah sedingin ini. Angin musim gugur yang dingin sudah mulai berhembus di ibukota Korea Selatan itu. Membuat suasana pagi yang biasanya sangat panas, kini mulai dingin. Bahkan beberapa warga Negara yang terkenal dengan Hallyu Wave-nya itu lebih memilih bergelung dibawah selimut tebalnya daripada memulai kegiatan pagi mereka.

"Emmmh~ Dingiiiin~"

Sama hal-nya dengan siswa baru yang berhasil masuk ke sekolah elit beberapa hari yang lalu itu. Seharusnya dirinya masih duduk di bangku tingkat tiga Middle School. Namun salahkan saja otak cerdasnya yang membuatnya dapat melompati kelas dua dan langsung masuk jalur Akselerasi ke kelas tiga tahun lalu. Jadilah tahun ini ia lulus bersama Sunbae-sunbae-nya di kelas tiga dan berhasil lolos ujian saringan masuk Spamcos High School dengan nilai tertinggi.

Cho Kyuhyun memeluk selimut yang ia gapai di samping tubuhnya erat-erat. Kedua matanya masih enggan terbuka. Namja manis itu mengubah posisi tidurnya menjadi meringkuk menyamping dengan selimut yang membungkus tubuhnya, kecuali kepala.

Berkas-berkas cahaya itu berhasil menembus kelopak matanya yang terpejam, membuatnya menggeliat sambil meregangkan kedua tangannya ke atas. Namja manis itu kemudian menyingkirkan selimut di tubuhnya dengan kakinya sambil mengusap kedua matanya yang masih terpejam.

Persis seperti anak kecil yang baru bagun tidur.

"Hihihihihi~"

Kyuhyun mengernyitkan dahinya begitu suara kikikan pelan itu terdengar di telinganya. Namja manis itu melepaskan kedua tangan yang masih mengusap matanya untuk melihat siapa yang terkikik di pagi buta seperti ini.

"Selamat Pagi, Nona Cho~"

Deg

Kyuhyun segera membuka lebar kedua matanya yang tadi masih setengah terbuka. Dan kedua iris sewarna lelehan caramel itu sukses hampir melompat keluar melihat siapa yang sedang berbaring di sampingnya sambil terkekeh pelan.

"C-CH-CHOI S-SI-SIWON?! SE-SEDANG A-APA KAU DISINIII?!" seru Kyuhyun sambil bangun dengan kecepatan luar biasa dari posisi tidurnya lalu menunjuk namja yang masih bertahan dengan kikikannya itu.

Choi Siwon tersenyum simpul sambil menopang kepalanya yang tadi terbaring di atas bantal bergambar Pikachu itu dengan sebelah tangannya. Namja tampan itu menggerakkan tangannya lalu menepuk-nepuk bantal kosong yang tadi digunakan Kyuhyun untuk berbaring.

"Ssstt! Kemari, tidurlah lagi. Ini masih terlalu pagi, My Sleeping Beauty~"

Kyuhyun yang masih memproses apa yang sedang terjadi, hanya menatap bingung sosok di depannya.

"Aku pasti mimpi buruk! Ya, benar mimpi buruk. Saat aku bangun, semua ini akan hilang. Ayo bangun, Cho Kyuhyun!" ucap Kyuhyun sambil menepuk-nepuk kedua pipinya yang memerah karena dingin.

Siwon kembali tertawa geli melihat tingkah konyol namja manis di depannya.

"Sekarang kau sudah bangun, Nona Cho. Sambutlah dunia indahmu ini~" ucap Siwon masih menatap Kyuhyun yang kini terlihat sedang berusaha mencubit tangannya sendiri.

"Sudah bangun?" sahut Kyuhyun sambil menghentikan kegiatan 'cubit-cubitan'nya. Kedua iris coklat bulat itu menatap horror ke arah Siwon yang masih berbaring santai di ranjangnya. "Tapi mengapa kau tidak menghilang?"

"Kau mau aku menghilang?"

Kyuhyun spontan mengangguk dan sesaat kemudian tawa keras Siwon memenuhi kamar yang lumayan luas itu, membuat Kyuhyun memiringkan kepalanya bingung.

"Ja-jadi, aku tidak sedang mimpi buruk?" tanya Kyuhyun dengan wajah bodoh. Siwon di depannya menggeleng masih menahan tawa. "AAANDWAEEEE! YA! APA YANG KAU LAKUKAN DI KAMARKU?! BAGAIMANA KAU BISA MASUK? SUDAH BERAPA LAMA KAU DISINI? DAN DIMANA SUNGMIN HYUUUUUNG?!"

Kali ini namja manis itu seakan meledak. Wajahnya sukses merah padam setelah sadar bahwa dirinya tidak sedang bermimpi. Siwon di depannya malah semakin tertawa terpingkal-pingkal melihat tingkah menggemaskan di depannya.

Bruk

Satu bantal berbentuk kepala Pikachu mendarat di depan wajah Siwon hingga menghentikan tawanya. Beberapa bantal lain menyusul menjatuhi wajah dan tubuhnya kemudian.

"Pergilah! Kau penyusup, Choi Siwon! Pergii! Sungmin Hyung! Sungmin Hyuuuung!"

"Nona Cho~ Dengarkan aku." Siwon sudah kewalahan dengan bantal-bantal yang dilempar terus-menerus kearahnya, sementara Kyuhyun masih mengomel di depannya.

"Dasar tidak sopan! Apa yang kau lakukan saat aku tidur, hah?! Dasar―

Sret

Bruk

Kyuhyun tidak sempat melanjutkan kalimatnya begitu tubuhnya ditarik dan dihempaskan ke ranjangnya dengan begitu cepat. Beberapa saat kemudian tubuhnya sudah diperangkap dibawah tubuh tegap yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya itu. Sepasang iris coklat karamelnya membulat saat kedua tangannya di perangkap dengan erat di sisi tubuhnya.

"A-apa yang―"

"Sssst!" ucap Siwon sambil menampilkan senyum terbaiknya kepada namja yang masih menatapnya horror di bawahnya itu, "Bagaimana aku bisa menjawab semua pertanyaanmu jika kau terus bertanya tanpa henti, Nona Cho?"

Kyuhyun menelan ludah gugup saat suara berat itu sampai di telinganya. Wajahnya sudah semerah kepiting rebus saat ini, jangan lupa degub jantungnya yang seakan bisa terdengar dari radius 100 meter itu.

"Wo-wonnie Hyung―"

"Pertama, aku berniat menjemputmu untuk berangkat sekolah. Lalu saat akan masuk ke rumahmu, Sungmin Hyung menyuruhku untuk langsung saja membangunkanmu karena dia harus berangkat pagi-pagi sekali. Kedua, aku berniat membangunkanmu, tapi aku tidak tega. Jadilah aku hanya memandangimu sambil menunggu kau terbangun. Ketiga, uhmmm… Apa pertanyaanmu tadi?"

Kyuhyun sweat drop mendengar penuturan itu. Bisa-bisanya Sungmin meninggalkannya dengan namja menjengkelkan ini?! Begitu batinnya.

"Benarkah kau tidak melakukan apapun padaku saat aku tidur?" ucap Kyuhyun yang terdengar semakin lirih di akhir kalimat. Siwon hanya menatapnya dengan sebelah alis terangkat.

"Tidak. Atau kau mau aku melakukan sesuatu yang macam-macam padamu saat ini―"

"ANDWAE!" sahut Kyuhyun segera sambil mendorong tubuh di atasnya agar menyingkir dari atasnya, namun tentu saja dia gagal. "Bisakah kau menyingkir dari atas tubuhku, Choi Siwon?!"

Siwon kembali tersenyum geli melihat wajah kesal di bawahnya. "Aku tidak mengenal seseorang bernama Choi―"

"Bisakah kau menyingkir dari atas tubuhku, WONNIE HYUNG?!"

"Tapi aku suka dengan posisi kita seperti ini, Nona Cho~"

"AKU YANG TIDAK SUKA, PABBO!"

"Kau tahu bahwa wajahmu itu sangat menggemaskan saat tidur, Nona Cho?"

"Ck! Wonnie Hyung! Menyingkirlah~ Aku harus mandi. Kita bisa terlambat ke sekolah!"

"Ini masih jam 6 pagi, Nona Cho~"

"MANDIKU 2 JAM, TUAN CHOI!"

Ya sudahlah, itulah yang dipikirkan Siwon begitu melihat wajah frustasi Kyuhyun di bawahnya. Namja tampan itu beranjak dengan sangat tidak rela dari ranjang setelah memberikan kecupan kilat di pipi gemuk yang memerah itu.

"Ck! Bisakah kau tidak mencium pipiku, Hyung!" ucap Kyuhyun sambil memberikan death glare gratisnya sambil mengusap pipinya kasar. Siwon hanya menatapnya sambil tersenyum miring.

"Ah, kau benar. Morning kiss biasanya dilakukan langsung di bibir. Kemarilah, aku akan―"

Tap tap tap

BLAM

Siwon kembali tersenyum geli melihat Kyuhyun yang berlari secepat kilat menuju kamar mandi di sudut kamarnya lalu membanting pintunya keras-keras sesaat sebelum kalimatnya selesai.

Entah mengapa Siwon sangat menyukai berbagai ekspresi yang ada di wajah menggemaskan namja manis yang baru dikenalnya itu. Dan hal ini terjadi lagi. Sesuatu jauh di dalam dirinya terasa begitu damai jika ia bersama dengan Kyuhyun. Hanya dengan Kyuhyun. Siwon tak tahu apa. Orang bilang itu perasaan suka atau cinta. Namun, istilah itu masih begitu awam di umurnya yang masih belum menginjak dewasa. Entahlah, Siwon juga tidak tahu. Biarlah waktu yang nanti menjawabnya.

Dan tentang Poros Ordinal, namja tampan itu kembali menghela nafas panjang. Kakinya bergerak menyusuri kamar yang terkesan rapi namun kekanakan itu. Tidak bisa dipercaya bahwa namja polos dan galak itu menanggung sebuah gelar besar, sebagai Pemimpin dan pusat mata angin pendukung. Kata-kata Jaejoong masih terngiang jelas di telinganya.

'Aku masih belum melihat sesuatu yang mengerikan di dalam dirinya.'

Siwon bergumam pada dirinya sendiri seiring langkahnya menuju meja belajar yang dipenuhi ornament game itu. Meja itu rapi sekali. Semua benda diletakkan dengan teratur di tempatnya masing-masing. Beberapa bingkai foto diletakkan secara rapi diatas dan disamping kanan-kiri meja belajar itu. Siwon mengambil salah satu bingkai kecil itu dan senyumnya merekah melihat wajah Kyuhyun yang terpampang disana sambil tersenyum lebar. Namja manis itu terlihat sedang berpose di samping sebuah pohon natal dengan dua jarinya yang mengacung.

"Kau manis, Nona Cho. Apa benar kau menyimpan sesuatu yang mengerikan di balik wajah manismu ini, hmm?"

Siwon kembali bermonolog sambil menatap foto di depannya. Bingkai-bingkai yang lain juga berisi foto Kyuhyun dengan berbagai gaya dan tempat. Ada juga foto Kyuhyun dan Sungmin. Kebanyakan memang foto mereka berdua dan Kyuhyun sendirian.

Masih dengan senyum yang menghiasi wajahnya, perhatian teralih pada sebuah buku diary kecil berwarna biru di atas tumpukan buku-buku yang Siwon tak mau tau itu buku apa. Tangannya kemudian meraih diary itu dan berniat membukanya, namun buku kecil itu terkunci.

Klik

Dengan mudah, kunci itu terbuka sesaat setelah kilatan terang itu terpantul dari iris kelam Siwon. Tangan besar itu membuka cover buku dan sukses terkikik setelahnya.

CHO KYUHYUN'S DIARY

SIAPAPUN TIDAK BOLEH MEMBACA BUKU INI. KAU TIDAK AKAN PERNAH BISA MEMBUKA DAN MENEMUKAN KUNCINYA KARENA AKU SELALU MELETAKKANNYA DI BAWAH BANTALKU!

Peringatan macam apa ini? batin Siwon sambil menggelengkan kepalanya geli. Bagaimana bisa Kyuhyun menulis peringatan ini jika seseorang sudah berhasil membuka kuncinya? Lagipula, apa itu? Namja manis itu dengan gamblangnya memberitahu letak kunci diary-nya sendiri!

"Lama-lama aku ingin memakanmu, Nona Cho~" Gumam Siwon sambil membuka halaman pertama diary konyol itu.

20/05

Yeay! Final Exam-nya tidak terlalu sulit. Aku berhasil menyelesaikan semuanya, walaupun ada beberapa yang harus menebak. Kurasa Sungmin Hyung harus mentraktirku, kekeke. Ah! Andwae! Aku akan minta dongeng yang lebih panjang dari Sungmin Hyung saja nanti malam. (LOCK)

Siwon kembali tersenyum membaca tulisan rapi di atas kertas itu. Sepertinya tulisan pertama itu ditulis setelah ujian akhir di Middle School Kyuhyun, begitu pikirnya. Namja tampan itu kembali membuka halaman secara acak.

04/06

Aish! Hari ini hujan deras. Aku takut listrik akan padam lagi. Tapi sepertinya Sungmin Hyung lebih takut, kekeke. Tak apa! Yang penting, Sungmin Hyung tidak lupa dengan dongengnya, wkwkwk (LOCK)

07/06

Hiks. Sungmin Hyung lupa dongeng sebelum tidurnya hari ini. Aku membencimu, Minne Hyung! (LOCK)

"Berapa umurmu sebenarnya, Nona Cho? Mengapa kau masih butuh dongeng sebelum tidur? Ckckck!"

Siwon kembali bermonolog sambil menutup diary kecil itu dan meletakkannya kembali di atas meja. Namja tampan itu kembali akan menyusuri kamar itu lagi, namun suara shower yang sudah tidak terdengar di kamar mandi membuatnya mengurungkan niatnya. Siwon berjalan ke arah ranjang dan dengan sekali gerakan tangannya, ranjang yang tadinya berantakan karena 'pergulatan' mereka itu kini rapi seketika.

Blam

Pintu kamar itu tertutup saat tubuh Siwon sudah tidak terlihat dibaliknya. Namja tampan itu tidak menyadari sesuatu yang terjatuh dari sela-sela diary yang tadi dibacanya. Kertas kecil itu tergeletak begitu saja di lantai lalu sedikit tertiup angin dan bergeser ke bawah ranjang.

07/05

SUNGMIN HYUNG BOHONG! Aku tahu dia sedang berbohong! Suatu saat aku akan mengetahuinya, Minnie Hyung! (LOCK)

_Wonkyu_

Kyuhyun keluar dari kamarnya dalam keadaan rapi beberapa menit kemudian. Begitu kaki-kaki jenjangnya mencapai ruang tengah rumahnya, namja manis itu memutar matanya malas saat melihat Siwon yang sedang tiduran di sofa depan TV dengan PSP hitam miliknya di tangan namja menjengkelkan itu.

Pukul 06.15. Masih satu jam lebih bel sekolahnya berbunyi.

"Nona Cho, aku lapar~ Buatkan sarapan untukku, please~" ucap Siwon dengan nada malas masih fokus dengan permainan di kotak hitam dalam genggamannya itu.

Kyuhyun kembali menghela nafas keras dan mulai melangkahkan kakinya menuju dapur tak jauh dari ruang TV dengan kaki menghentak-hentak dan gumaman tak jelas. Namja manis itu menaruh ransel dan jas-nya sembarangan begitu ia sampai di dapur minimalis itu. Sungmin memang sering memasak saat akhir pekan atau ketiga libur bekerja. Hyung berwajah kelinci-nya itu memang tidak terlalu ahli dalam memasak, namun rasa masakan Sungmin selalu cocok di lidahnya.

Kyuhyun tersenyum melihat catatan kecil yang ditempel di pintu kulkas. Disana, Sungmin mengatakan bahwa sarapan untuknya sudah siap di meja makan, ia tinggal menghangatkannya. Kyuhyun melangkah menuju meja makan kecil itu dan menemukan dua piring Sandwich disana bersama dengan segelas susu dan sebuah gelas lain yang sudah kosong. Mungkin Sungmin begitu terburu-buru hingga hanya sarapan dengan meminum susunya tanpa menyentuh Sandwich-nya.

Trang! Trang!

Suara backsounds game itu terdengar dari ruang tengahnya, membuat Kyuhyun kembali menghela nafas panjang sambil membawa gelas kosong ke tempat cuci piring.

"Awas saja jika dia mengacaukan level game-game-ku!" gumam Kyuhyun sambil memutar kran air dan sedikit melipat lengan kemeja putihnya.

Namja manis itu mulai mencuci gelas kosong itu, lalu menuangkan susu bubuk yang baru ke dalam gelas kosong.

Grep

"Kau sedang membuat apa untuk sarapanku, Nona Cho~"

"Lepaskan tanganmu, Woonie Hyung!"

Serbuk susu itu hampir saja melenceng tertuang ke samping gelas saat lengan kekar itu melingkar di pinggang Kyuhyun. Berbanding terbalik dengan Kyuhyun yang merasa tidak nyaman, Siwon malah tersenyum sambil menumpukan dagunya ke bahu Kyuhyun. Membuat namja manis yang masih sibuk menuang susu itu menggeliat tak nyaman.

"Apa yang kau lakukan?! Lepaskan, Pabbo!" seru Kyuhyun sambil mencoba menyingkirkan tangan Siwon yang masih melingkari pinggangnya.

"Bukankah ini yang biasanya dilakukan suami kepada istrinya saat menyiapkan sarapan pagi?" sahut Siwon santai masih bertahan dengan posisinya.

"AKU BUKAN ISTRIMU, CHOI SIWON!"

"Kau akan menjadi istriku suatu saat nanti, Nona Cho~"

Siwon hanya mengangkat bahunya tidak peduli dan masih menumpukan dagunya di bahu yang lebih pendek darinya itu. Kyuhyun yang sepertinya sudah kehabisan tenaga untuk mencoba melepaskan diri, kini hanya bisa pasrah sambil menuangkan air hangat ke dalam gelas susunya.

"Aku tidak suka susu yang terlalu manis, Nona Cho. Pastikan dulu dengan mencicipinya."

Kyuhyun merengut mendengar kalimat menjengkelkan di belakangnya. Mau tidak mau, namja manis itu meminum sedikit susu buatannya. Siwon hanya memperhatikan dengan diam di belakangnya.

"Ini tidak terlalu manis." Ucap Kyuhyun sambil mengusap bibirnya yang terkena nosa susu, "Sekarang minggir! Aku mau menaruh susu ini di meja makan!"

Siwon melepaskan tangannya saat suara galak itu kembali terdengar. Namun namja tampan itu hanya melepaskannya sekilas, dan begitu tubuh Kyuhyun berbalik untuk menuju meja makan, Siwon kembali memerangkap tubuh itu di depan meja dapur. Gerakan cepat itu membuat gelas susu yang sejak tadi dipegang Kyuhyun meluncur jatuh begitu saja dari tangannya.

"Gelasnya―"

Cup

Tepat beberapa millimeter sebelum gelas itu menyentuh lantai, benda itu kembali melayang ke tangan Siwon bersamaan dengan diraihnya bibir merah muda yang selalu menggodanya itu. Kyuhyun yang sepertinya masih terlalu terkejut, hanya membeku di tempatnya saat ciuman ketiganya kembali dicuri oleh orang yang sama.

"Hmm… rasanya manis. Susu yang tersisa di bibirmu ini terlalu banyak gula, Nona Cho~" ucap Siwon ketika tautan kedua bibir itu terlepas. Kyuhyun hanya mendelik menatapnya sementara Siwon masih menatapnya tanpa dosa. "Tapi aku suka rasa manisnya, boleh aku mencicipinya lagi?"

Pisau mana pisau?! Batin Kyuhyun sambil mengutuk senyum menjengkelkan namja 'jelek' di depannya itu.

_Wonkyu_

"Kalian tahu melodi terkenal berjudul Fur Elise?"

"Ah! Aku tahu, Saem. Bukankah itu melodi yang biasanya ada di dalam kotak musik?"

Park Yoochun tersenyum sambil menatap salah satu muridnya yang baru saja menjawab pertanyaannya. Guru muda itu memberikan jentikan jarinya sebagai apresiasi.

"Benar, Ryewook-ah. Melodi ini memang biasanya digunakan di kotak musik. Sangat unik dan terkenal." Ucap Yoochun sambil berjalan mengelilingi kelas kecil itu. Tangannya sesekali mengetuk meja Yesung sedikit keras saat namja berkepala besar yang duduk di deretan belakang itu terlihat masih terkantuk-kantuk di kursinya.

"Yesung-ah, bisakah kau sebutkan keistimewaan Fur Elise yang lain?"

Yesung membuka matanya yang masih berat dan menatap guru musiknya dengan tatapan malas. Namja berkepala besar itu mengangkat bahunya asal.

"Uhm, mungkin melodi itu diciptakan untuk seseorang bernama Elise atau siapalah aku tidak tahu, Saem~"

Beberapa kikikan terdengar kemudian. Yang paling keras berasal dari Donghae dan Hyukjae yang duduk di deretan tengah. Yesung menatap kedua temannya itu dengan sorot tidak suka.

"Jawabanmu memang asal, Yesung-ah! Tapi itu memang benar, lagu ini diciptakan untuk seseorang yang diduga bernama Elise. Setidaknya begitulah pendapat para ahli."

"Saem, siapa yang menciptakan melodi Fur Elise?" tanya Donghae sambil mengangkat tangannya.

"Hei, Donghae-ah! Kau tidak ingat bahwa aku yang menciptakannya kemarin malam?" sahut Siwon yang langsung dihadiahi pukulan ringan di kepalanya oleh penggaris plastic Yoochun yang berjalan di samping bangkunya. Dongahe menatapnya iba dengan seringaiannya. Ryeowook dan Kyuhyun yang duduk di depannya hanya menahan tawa sebisanya.

"Kalian semua ini Pabbo atau apa?" sahut Heechul sambil berdiri dai kursinya dengan bangga. Yang lain menatapnya aneh. Bahkan Jaejoong yang sejak tadi menatap keluar jendela kini mulai mengalihkan pandangannya ke namja yang terkesan cantik itu. "Tentu saja Wolfgang Amadeus Mozart."

"Oooooh~"

Suara koor itu terdengar di seluruh penjuru kelas. Heechul hanya menatap teman-temannya itu dengan sorot bangga. Donghae dan Hyukjae kembali berdiskusi mengenai Mozart, Siwon hanya berdecih pelan sementara Jaejoong dan Yunho hanya menggelengkan kepalanya.

"Fur Elise atau yang dulu sempat dikenal dengan Bagatelle in A minor adalah lagu klasik yang sudah ada sejak 1700 tahun yang lalu. Original versi piano ini ditulis dan diperkenalkan pertama kali ke dunia oleh penciptanya yang terkenal, Ludwig van Beethoven, dan bukan W. A. Mozart."

Semua perhatian kini tertuju kepada namja yang sejak tadi terdiam di tempat duduk deretan depan. Hankyung hanya menatap remeh kepada namja yang kini melotot di samping bangkunya.

"Yah, sepertinya jawabanmu sudah dibenarkan oleh Hankyung, Heechul-ah. Haha!" ucap Yoochun sambil sedikit menahan tawanya melihat wajah Heechul yang memerah.

Tawa keras membahana di kelas itu kemudian, membuat Heechul menenggelamkan kepalanya di meja karena malu. Hankyung hanya menggeleng sebentar melihat kelakuan namja cantik itu.

"Mengapa Hankyung sunbae bisa mengetahui hal sedetail itu? Dia pintar sekali~" bisik Kyuhyun ke arah Ryeowook yang hanya mengangguk menatap Hankyung.

"Kalian tahu? Hankyung itu suka memasukkan buku-buka tebalnya ke dalam blender lalu meminumnya ketika sudah menjadi jus." Sahut Yunho yang duduk tak jauh di samping bangku Kyuhyun dan Ryeowook. Namja itu mengedipkan matanya sambil tersenyum jahil, membuat dua siswa tingkat pertama itu tertawa.

"Hei, Nona Cho, aku juga tidak kalah pintar dengan Hankyung Hyung itu!" sahut Siwon sambil mencondongkan tubuhnya ke depan. "Kau mau lihat?"

Kyuhyun memutar matanya malas, sedangkan Ryeowook dan Yunho mulai membuat gerakan dengan tangannya untuk memilih tidak ikut campur dengan urusan dua orang itu.

"Apa aku mengenalmu?" sahut Kyuhyun galak. Sepertinya namja manis itu masih marah karena perlakuan Siwon yang membuatnya jengkel setengah mati tadi pagi.

Siwon hanya menyeringai lalu mengangkat tangannya.

"Saem, Aku juga tahu banyak tentang musisi yang namanya susah itu?" ucap Siwon yang langsung menarik perhatian Yoochun, semua yang ada disana juga menatapnya aneh sambil terkikik. "Berikan pertanyaan yang susah kepadaku!"

"Kau tumben sekali, Siwon-ah." sahut Yoochun sambil mendekat ke meja Siwon. Hankyung dan Heechul yang ada di bangku deretan depan sampai berbalik menghadap belakang.

'Ck! Menjawab pertanyaan apanya? Bahkan kau tidak mengingat nama Beethoven sendiri, Siwon!'

Siwon menyeringai menatap Yunho yang duduk tak jauh disampingnya. Namja bermata musang itu menatapnya dengan mata berputar.

"Menyambung dari jawaban Yesung tadi, siapa Elise yang dimaksudkan Beethoven?"

'Mati kau, Choi Siwon!'

'Kau terlalu berani, Siwon-ah~'

Siwon tersenyum sekilas mendengar beberapa suara yang terdengar di dalam kepalanya. Para Cardinal disana menatapnya remeh. Dan yang menurutnya adalah para Ordinal, hanya menggeleng sambil menatapnya kasihan.

Ck! Apa mereka lupa, anugerah istimewa yang diberikan hanya untuk sang Poros Cardinal? Kekuatan membaca pikiran.

"Tidak ada yang namanya Elise." Jawab Siwon yang membuat semua mata disana menatapnya, "Elise adalah kekeliruan. Seharusnya melodi itu berjudul Fur Therese, di dasarkan kepada seorang wanita bernama Therese Malfatti von Rohrenbach zu Dezza. Tulisan tangan Beethoven membuat semua orang susah membaca judul melodi itu."

"Kau luar biasa, Siwon." puji Yoochun sambil memberikan applause. Semua yang ada disana hanya menghela nafas panjang melihat senyum Siwon. Heechul dan Kyuhyun hanya menatap Siwon dengan pandangan tak percaya.

'Dasar tukang pamer!'

'Aku tahu kekuatanmu, brengsek~'

Siwon hanya mengangkat bahu tak peduli, dan namja tampan itu memberikan Wink-nya kepada Kyuhyun saat namja manis itu menatapnya tak percaya.

"Bahkan aku tidak tahu jawaban pertanyaanku sendiri, Siwon-ah. Darimana kau tahu semua itu?"

Deg

Tujuh pasang mata itu terhenyak mendengar kalimat guru musik mereka. Mereka kira Yoochun memberikan pertanyaan yang ia sudah tahu jawabannya, lalu Siwon akan dengan mudah membaca pikiran guru itu dan menjawabnya persis dengan jawaban yang diinginkan sang guru. Tapi―

"Tentu saja, aku belajar semalam, Sonsaengnim."

Yoochun tersenyum lagi sambil berjalan menuju depan kelas. Guru muda itu menatap semua murid 'istimewa'nya dengan senyumnya.

"Belajar musik itu menyenangkan. Kalian bisa mempelajarinya dimanapun dan kapanpun. Jika kalian menganggap musik itu indah, maka musik akan mengindahkan kalian." Ucap Yoochun sambil mondar-mandir di depan kelas. Kesepuluh pasang mata itu menatapnya tenang. "Musik itu menyenangkan, seperti perasaan ketika kita bertemu dengan teman baru."

Donghae menatap Hyukjae yang duduk di sampingnya. Namja berwajah ikan itu tersenyum kecil lalu menatap semua temannya yang masih serius memperhatikan sang guru.

"Musik itu menggelikan, seperti sensasi ribuan kupu-kupu di dalam perutmu saat melihat orang yang kalian sukai diam-diam."

Hankyung menolehkan pandangannya begitu merasa ada yang menatapnya dengan intens. Dan namja cina itu tertawa kecil melihat Heechul yang―ia tahu sedang berpura-pura―membaca bukunya dengan wajah memerah. Dan saat mata mereka bertemu, Heechul hanya memasang wajah cemberut yang lucu.

"Musik itu menyatukan perbedaan, seperti api yang bersifat merusak yang akan membutuhkan pemulih berupa angin atau air untuk memadamkannya."

Yesung sedikit terhenyak mendengar penjelasan yang ini. namja berkepala besar itu menatap punggung Ryeowook di depannya. Mungkinkah namja yang berkekuatan menyembuhkan itu adalah Ordinal-nya? Bukankah api memang bersifat merusak, dan lawan dari merusak adalah menyembuhkan? Iris kelam Yesung meredup saat Ryeowook diam-diam menatapnya takut-takut. Namja yang sering dijuluki 'aneh' itu tersenyum lembut kemudian, membuat semburat merah menghiasi wajah Ryeowook.

"Musik itu misterius, seperti rahasia besar yang disimpan rapat-rapat yang selalu membuatmu penasaran."

Yunho mendengarkan penjelasan itu dengan diam. Namja bermata musang itu ingin sekali menumpahkan semua pertanyaan yang ada di dalam pikirannya kepada namja yang masih duduk diam di belakangnya. Tapi ia tahu, sebagai pengusas kekuatan pikiran, Yunho harus pandai-pandai menyembunyikan apapun yang sekiranya berbahaya jika Siwon tahu. Sedangkan Jaejoong, namja cantik itu hanya menggigit bibirnya sendiri saat sepasang mata musang itu menatapnya sendu. Tapi jaejoong sudah berjanji kepada dirinya sendiri, bahwa ia tidak akan percaya kepada siapapun lagi, walau itu termasuk kepada Cardinal-nya sendiri.

"Musik itu manis, semanis ciuman pertama yang kalian dapatkan."

"Tapi aku belum pernah berciuman dengan siapapun, Saem." Sahut Ryeowook sambil mengangkat tangannya.

"Aku juga."

"Ya, aku juga."

Heechul dan beberapa suara lain pun ikut terdengar. Suasana kelas itu menjadi ramai, bahkan Yunho dan Hankyung yang tenang sejak tadi, kini mulai ikut berdebat.

Kyuhyun?

Namja manis itu kini hanya menundukkan kepalanya sambil menggigit bibir bawahnya keras-keras. Siwon yang melihat tingkah imut itu, hanya terkikik geli lalu mengangkat tangannya.

"Aku sudah! Bahkan 3 kali."

Ucapan santai itu membuat Kyuhyun menolehkan kepalanya tiba-tiba ke belakang secara tiba-tiba. Wajahnya merah padam sempurna. Siwon yang melihatnya semakin menahan tawa. Namun, Kyuhyun sempat menatap wajah menjengkelkan itu sebentar, jika Siwon memang telah berciuman 3 kali, bukankah berarti ciuman pertamanya yang direnggut Siwon juga merupakan ciuman pertama bagi Siwon? Kyuhyunkembali ke posisi duduknya semula saat semua mata tertuju kepadanya.

"Hei, aku bertanya-tanya. Ada apa sebenarnya diantara kalian?" tanya Yoochun yang hanya dibalas tawa tertahan yang lain.

"Dia istriku, Sonsaengnim." Sahut Siwon santai sambil menunjuk Kyuhyun yang membeku di depannya.

"MWO? SEJAK KAPAN AKU MENIKAH DENGANMU?!"

HAHAHAHA!

Kyuhyun hanya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya ketika semua orang menertawainya. Bahkan Ryeowook yang biasanya ada di pihaknya, kini malah tertawa paling keras diantara yang lain.

Yoochun mengangkat tangannya untuk menenangkan suasana kelasnya yang gaduh. Guru muda itu masih tersenyum melihat wajah Kyuhyun yang lucu saat kesal.

"Ada satu lagi sifat musik yang perla kalian tahu―"

TRIIIING

Suara bel pergantian pelajaran itu terdengar. Namun kesepuluh siswa itu masih bergeming di tempatnya memperhatikan sang guru yang juga masih bertahan di posisinya.

"―Musik adalah sebuah keteraturan dari nada-nada yang punya karakteristik dan kekuatan yang berbeda-beda. Namun jika salah satu diantara nada itu rusak, musik akan menjadi kacau dan mengerikan."

_Wonkyu_

Suasana kantin Spamcos saat jam makan siang seperti ini sangat ramai. Walau pembagian makan berlangsung tertib dan lancar, namun suasana tempat makan yang lebih menyerupai café itu ramai dengan berbagai obrolan dan celotehan para siswa disana.

"Hei, bukankah mereka murid-murid kelas special itu?"

"Cih! Kelas special apanya?! Jangan sebut kelas itu sebagai kelas special, itu hanya tambahan. Karena ilmu musik mereka masih sangat kurang dibanding kita semua. Mereka sama saja dengan pecundang."

"Kurasa kau benar, hahahaha!"

Kyuhyun menghentikan kegiatan makannya begitu mendengar percakapan di belakangnya. Ryeowook yang ada disampingnya juga melakukan hal yang sama. Heechul yang baru akan memasukkan suapan nasinya, segera menggebrak meja di depannya membuat empat namja yang duduk di meja yang sama dengannya menjadi terkejut.

"YA! KAU BILANG APA TADI?!"

Jika saja bukan karena Park Sonsaengnim yang menyuruh mereka berkumpul sebelum jam makan siang untuk mengambil tugas aransemen Fur Elise untuk mereka, pasti mereka tidak akan memutuskan untuk makan siang bersama seperti sekarang.

"Kami bilang kalau kalian pecundang apa itu salah?" sahut namja berwajah menyebalkan di belakang mereka dengan muka angkuh.

"Hei, jaga ucapanmu. Tidak seharusnya kalian berkata seperti itu kepada orang yang baru kalian kenal." Kali ini Hyukjae yang menyahuti. Namja itu tampak kesal, terlihat dari wajahnya yang memerah.

Semua yang ada di kantin itu mulai mengalihkan perhatiannya kepada perdebatan kecil itu. Suasana ramai itu berangsur-angsur mereda.

"Kelas itu dibentuk karena kemampuan musik kalian memang dibawah rata-rata dari pada semua siswa lama disini. Jadi tidak salah jika kami menyebut kalian pecun―"

"Ck! Memangnya kalian tahu apa mengenai kemampuan kami, hah?! Bisa saja kemampuan kami yang lebih baik dari kalian!"

Ryeowook berusaha menarik lengan Kyuhyun yang kini sudah berdiri dari kursinya dan menatap lima namja yang berdiri di depannya itu. Kyuhyun menatap name-tag namja berwajah menjengkelkan itu. Kwon Jiyoung.

"Ow ow ow~ Semua siswa baru disini, memang sama saja. Terlalu percaya diri! Mengapa kalian tidak pindah saja ke sekolah lain, huh?!" kali ini namja bername-tag Seungri yang berbicara.

Sreeet

Jaejoong akhirnya berdiri dari kursinya setelah lama terdiam. Namja cantik itu meletakkan alat makannya dan berniat pergi dari sana. Namun lengannya ditahan oleh namja tinggi bername-tag Kang Daesung hingga membuat nampan yang sedang dibawanya itu terjatuh dan isinya berserakan di lantai kantin.

"Lepaskan."

Daesung menyeringai mendengar kalimat bernada pendek dingin itu. jaejoong berusaha menepis tangan itu namun gagal. Kyuhyun yang melihat temannya diperlakukan seperti itu, segera menepis tangan daesung dari Jaejoong. Namun Jiyoung yang menyadari pergerakan Kyuhyun, segera menyeret lengan namja manis itu dan mendorongnya sedikit keras hingga tubuh Kyuhyun limbung dan―

Bruk

"KYUHYUNNIE!"

Kyuhyun membuka matanya yang tadi sempat terpejam saat tubuhnya yang disangkanya akan jatuh ke lantai yang keras, kini seperti ditahan. Dan benar saja, kini tubuhnya sedang di topang oleh namja yang sangat dikenalnya.

"Siwon Hyung?"

Siwon tersenyum sekilas kearahnya lalu membantunya berdiri. Yunho, Hankyung, Donghae, dan Yesung terlihat di sampingnya kemudian.

"Waah~ senang bertemu dengan kalian lagi~ Apa kalian sudah mengganti nama genk kalian yang norak itu?"

Kelima namja yang masih berdiri angkuh itu berdecih pelan ketika kalimat Siwon terdengar. Namja tinggi bernama Choi Seunghyun itu mulai berjalan maju lagi.

Yunho berjalan maju dan menepis tangan Daesung yang masih mencengkeram Jaejoong dengan sekali gerakan. Namja bermata musang itu kemudian menarik Ordinal-nya itu untuk menjauh dari kelompok yang dikenal dengan nama Big Bang itu.

"Jangan bicara seolah-olah kau yang berkuasa, Choi Siwon!" sahut Seunghyun dengan tatapan tajam kearah Siwon dan yang lain.

"Kalian mencari masalah dengan teman-teman kelas special kami? Berarti kalian juga mencari masalah dengan kami." Yunho menyeringai menatap kelima namja angkuh di depannya. Jaejoong disampingnya hanya menghela nafas pelan. Keributan ini sama sekali tidak penting, begitu pikir namja cantik itu.

"Yah~ sebenarnya kami memang ingin mencari masalah dengan kalian." Ucap Jiyoung atau yang lebih dikenal dengan GD itu. "Kami ingin menantang kalian para murid kelas special di konser musik tahunan Spamcos nanti."

"Dengan kemampuan kalian yang masih kurang seperti ini, kami yakin bisa mengalahkan kalian dan memperbaiki nama Big Bang."

Yesung tertawa kecil mendengar kalimat yang diucapkan Seungri. Sang pemegang kekuatan Barat itu menatap geli kelima namja di depannya.

"Kalian yakin dengan ide konyol kalian itu? Apa nama big Bang begitu tercemar setelah kalian kalah dari kami?" ucap Yesung, membuat Donghae terkikik disampingnya.

Kyuhyun bergidik melihat tatapan mematikan dari kesepuluh pasang mata di depannya. Hyukjae dan Ryeowook hanya saling menatap lalu menggeleng, sedangkan Heechul masih saja bertahan dengan wajah jengkelnya.

"Kalian boleh saja sombong dengan skill basket kalian, tapi jangan harap menandingi kemampua musik, koreo, vocal dan acting yang kami miliki!"

Ucapan Seunghyun membuat kesepuluh siswa kelas special itu menatap namja tinggi itu dengan tatapan yang tak bisa diartikan.

"Kalian meragukan kemampuan musik kami?" sahut Ryeowook tiba-tiba sambil menatap kelima namja di depannya tak percaya.

"Kalian berpikir kami benar-benar tidak bisa koreografi?" kali ini Hyukjae yang menyahut. Namja penguasa kekuatan waktu itu menyeringai menatap Donghae, Hankyung, dan Yunho yang juga menyeringai menatapnya.

"Dan vocal?" ulang Jaejoong yang kali ini berani mengeluarkan suaranya. Namja cantik itu terlihat menyeringai menatap Yesung dan Ryeowook di sampingnya. Namja cantik itu tersenyum sekilas menatap Kyuhyun yang masih berdiri di samping Siwon.

'Show them, Poros Cardinal.'

Siwon tersenyum tipis mendengar kalimat para Cardinal dan Ordinal di dalam kepalanya. Namja tampan itu maju selangkah mendekat di depan Seunghyun.

"Kau kira kami tidak bisa berakting? Dan melakukan semua itu?" ucap Siwon masih dengan senyum mautnya, "Kita lihat saja nanti."

_Wonkyu_

Tap tap tap

Namja itu keluar dari mobilnya dengan sedikit tergesa saat melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 10 malam. Namja berwajah kelinci itu sedikit berlari dari garasi menuju pintu depan rumah minimalisnya.

"Ck! Sudah malam sekali. Kyuhyun pasti marah kepadaku!"

Sungmin melangkahkan kakinya menuju ruang tengah dan menaruh tas dan jas kerjanya di sofa. Setelah melonggarkan ikatan dasinya sebentar, namja itu bergerak menuju dapur untuk mengambil minum.

LHAAP!

Belum sempat Sungmin mengambil gelas kaca di depannya, kegelapan lebih cepat mengambil penglihatannya.

Mati lampu.

Ini terjadi lagi. Hal yang paling ditakutinya terjadi lagi. Namja itu membeku di tempatnya sambil meraba-raba sekitarnya untuk menemukan jalan menuju satu tempat yang terpikir di pikirannya. Kamar Kyuhyun.

Mencoba mengatasi rasa paniknya, Sungmin meraih ponselnya di dalam saku celananya lalu memilih menu senter untuk menerangi jalannya. Langkahnya gemetar menuju pintu kamar bercat putih yang terletak di ujung ruang tengah itu.

"SUNGMIN HYUUUUNG!"

"Semuanya baik-baik saja, Kyu. Ada Hyung disini." Ucapnya lirih dengan bibir yang sedikit gemetar. Keringat dingin mengalir dari dahinya.

PRANG!

Namja berjuluk 'Bunnie' itu hampir melompat di tempatnya saat suara pecahan benda itu terdengar di balik pintu bertuliskan 'KYU'S ROOM' di depannya. Jantungnya berdegup kencang hampir keluar.

"Kau akan baik-baik saja, Cho Kyuhyun. KAU AKAN BAIK-BAIK SAJA!"

PRANG!

Bersamaan dengan kalimat itu, Sungmin memutar kunci kamar dongsaeng-nya itu. namja itu sesekali menutup telinganya saat mendengar barang pecah di dalam kamar Kyuhyun. Butir-butir air mata mengalir dari mata Sungmin bersamaan dengan tubuhnya yang merosot di depan pintu putih itu.

"Semuanya akan baik-baik saja. Kau harus bahagia, Kyu. Kau harus melawan semua itu agar kau bisa bahagia, Cho Kyuhyun~"

.

Segalanya yang tidak diketahui belum tentu tidak berharga

Segalanya yang tidak dikatakan belum tentu tidak mempunyai kebenaran mutlak

Segalanya yang tidak terlihat belum tentu tidak mengerikan

System mata angin seperti musik, tersusun atas mata angin yang mempunyai karakteristik dan kekuatan yang berbeda-beda

Namun, jika salah satunya rusak, melodi yang seharusnya terdengar indah itu akan berubah menjadi kacau dan mengerikan

Seperti Fur Elise, melodi yang lembut namun penuh dengan misteri yang tak terduga di dalamnya

Perang itu sudah pasti akan terjadi

Suatu saat nanti

.

.

.

Annyeong, my dear Readers

Another chapter is up. Just enjoy ^^

Sepertinya Big bangkembali menantang para Cardinal. Tapi sekarang, sudah ada Ordinal yang akan membantu mereka. Sepertinya kata 'bunuh diri' kurang kejam untuk mengapresiasi tekad Big bang. Kita lihat saja.

Siapa namja asing yang mencelakai Kyuhyun? Apa arti tulisan di diary Kyuhyun? Apa yang akan direncanakan Siwon dkk untuk melawan Big Bang? Apa yang sedang terjadi pada Sungmin dan Kyuhyun di akhir cerita?

Sabar, semua misteri akan dijawab satu-satu. Jadi ikuti saja alur ceritanya dan pasti ada jawaban yang tidak terduga disana.

Wait next Chapter ;)

Saya sudah berusaha update kilat, tapi FF ini jujur lebih membutuhkan pemerasan otak yang lebih. Hehehe

Tunggu FF saya yang lain, my dear readers #kiss

Setiap review readers adalah sumber perbaikan bagi saya. Jadi jangan sungkan bila ada yang tidak berkenan. XOXO for you all ^3^

Fic ini murni BOYSLOVE/YAOI bukan GENDERSWITCH, dan main pair disini adalah WONKYU ^^

FEEL FREE TO REVIEW ^^

Wonkyu is Love,

BabyWonKyu