Guilty Hand : Right Hand Of King
Disclaimer : Naruto by Mashashi Kisimoto & Highchool DxD by Ichie Ishibumi
Genre : Adventure,Fantasy,Supranatural
Rated : T
Pair : Naruto x ?
Warning : Gaje,Abal,Typo
Summary : Dia bukanlah pahlawan, dia hanyalah seorang pendosa yang ingin menyelamatkan orang yang di sayanginya. Apapun akan ia lakukan demi menyelamatkan orang dia sayangi.
Guilty Hand : Right Hand Of King
Disclaimer : Naruto by Mashashi Kisimoto & Highchool DxD by Ichie Ishibumi
Genre : Adventure,Fantasy,Supranatural
Rated : T
Pair : Naruto x ?
Warning : Gaje,Abal,Typo
Summary : Dia bukanlah pahlawan, dia hanyalah seorang pendosa yang ingin menyelamatkan orang yang di sayanginya. Apapun akan ia lakukan demi menyelamatkan orang dia sayangi.
Chapter 3 : New Guidelines
Naruto telah menentukan rencana selanjutnya, ya dia berencana merekrut orang yang Ino katakan. Saat ini Naruto sedang berjalan keluar sekolahnya, ya pelajaran hari ini telah selesai dan dia berencana melancarkan serangannya hari ini juga(?). Dia berjalan sambil melihat ke layar ponselnya.
"Jadi gadis ini yang Ino katakan! Ino salah menilainya! Gadis ini Loli!" ucap Naruto entah pada siapa. "Yosha! Ini saatnya untuk ke SMP Kuoh!" sambungnya. Dia terus berjalan menuju keluar sekolah tapi saat hendak melangkah lebih jauh,sebuah suara feminim mengintrupsi pendengarannya.
"Naruto-Senpai!" ucap suara feminim nan datar yang datang di pendengaran Naruto. Naruto menoleh dan mendapati seorang gadis loli berada tak jauh darinya.
"Koneko-chan? Ada apa?" Tanya Naruto pada gadis loli yang ternyata Koneko. Koneko berdiri di depan Naruto,wajahnya terlihat sedikit memerah ketika Naruto menatapnya.
"A-ano..a-apa Senpai bisa menemaniku ke toko buku hari ini?" ucap Koneko dengan sedikit gugup. Naruto mengangkat sebelah alisnya ketika melihat gadis didepannya itu gugup tapi wajah dan perkataannya masih tetap datar.
"Etto.. Sumimasen Koneko-chan! Tapi hari ini aku tidak bisa,aku ada sedikit urusan Hari ini! Go-gomenasai!" ucap Naruto yang sedikit tidak enak dengan gadis di depannya ini.
"O-oh souka!" terlihat Raut datar Koneko mulai berubah,raut wajah kecewalah yang sekarang terpajang di wajah Moe itu. Naruto yang menyadari perubahan raut Koneko pun merasa sedikit bersalah karena menolak ajakan gadis loli itu.
"Go-gomen Koneko-chan! Tapi aku janji lain kali pasti akan menemanimu!" ucap Naruto mencoba menghibur Koneko.
"kalau begitu aku pergi dulu Koneko-chan! Aku janji lain kali aku akan menemanimu ke toko buku dan mengajakmu kencan!" sambung Naruto. Dia mengusap kepala Koneko dan pergi meninggalkan gadis loli itu. Terlihat semburat merah muncul di wajah Koneko.
Naruto pun meninggalkan Koneko yang menatap kepergian dirinya. Dia memasukan tangannya ke dalam saku celananya dan berjalan dengan tenang. Kali ini tujuannya adalah SMP Kuoh. Dia terus berjalan menyusuri jalanan kota Kuoh.
"Sebenarya apa yang terjadi dengan Koneko-chan ya? Apa dia sakit?" Tanya Naruto entah pada siapa. Dia merasa sedikit aneh dengan perubahan sifat Koneko hari ini.
Dia terus berjalan menuju tempat yang ia inginkan dan tak lama setelah itu dia pun sampai di depan gerbang SMP Kuoh.
"Sepertinya dia belum keluar! Lebih baik aku menunggunya disini!"ucap Naruto, dia menyenderkan dirinya di sebuah beton yang terdapat di sebelah gerbang itu. Dia memasukan tangannya ke saku celana dan memejamkan matanya.
"Sandiwara lagi ya?" ucap Naruto. Beberapa saat setelahnya suara bel pun terdengar. Naruto membuka matanya dan melihat murid SMP itu mulai keluar dari sekolah. Naruto mengambil ponselnya dan melihat foto seorang gadis berambut merah. Cukup sulit menemukan seorang gadis yang tidak dikenal jika hanya mengandalkan ingatan bukan?
Terlihat beberapa murid SMP heran dengan keberadaan Naruto. Mungkin mereka bertanya-tanya kenapa seorang murid SMA berada di depan gerbang sekolah mereka. Dan juga terjadi hal yang tidak Naruto inginkan yaitu tatapan kagum dari beberapa gadis SMP itu ketika melihat seorang Naamikaze Naruto, tak hanya itu beberapa Uke dari SMP itu juga menatap Naruto dengan tatapan mata berbentuk hati dan itu membuat Naruto ingin muntah. Beberapa menit pun telah berlalu, dan Naruto belum menemukan orang yang di carinya.
'Apa dia tidak masuk hari ini?' batin Naruto. Dia berpikir mungkin hari ini bukan hari keberuntungannya dan berniat untuk pergi. Tapi langkahnya terhenti saat melihat pembullyan tak jauh dari tempatnya berdiri. Beberapa murid laki-laki tengah mengelilingi seorang gadis yang Naruto cari, dia sedikit menyeringai melihat pembullyan itu. 'ini kesempatan ku!' batin Naruto.
"Oi Sara! Bagaimana kalau malam ini kami membayarmu?" ujar seorang siswa. Sementara itu yang di tanya hanya diam dan menunjukan ekperesi yang entah bagaimana mengartikannya.
"Ayolah! Kau sering bermain dengan paman-paman tua kan?" Tanya seorang siswa lagi.
"Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan!" kini sang gadis mulai berbicara dengan nada datarnya.
"Oh ayolah tidak usah berpura-pura! Katsuko bilang kau sering pergi ke hotel dekat rumahnya bersama dengan paman-paman tua! Oh aku ingin mendengar desahanmu! Apakah akan tetap datar seperti ini?" ucap siswa lain dengan wajah mesum.
"Tidak, aku tidak pernah melakukan itu" balas Sara datar. Seorang murid mendekat dan memegang pundak Sara. Dia mendekatkan wajahnya pada telinga Sara. "Ayolah! Kau tidak perlu malu mengatakannya pada kami!" ucap Murid tadi tepat di telinga Sara,dia lalu meniup telinga Sara dan membuat gadis itu sedikit bergidik. Naruto yang melihat kelakuan bocah di depannya mulai jengkel.
"Oi oi oi! Apa yang kalian lakukan padanya?" ucap Naruto. dia memasukan tangannya ke saku agar terlihat lebih cool. Siswa yang mengelilingi Sara menoleh ke arah Naruto,terlihat tatapan tak suka tepampang di wajah mereka.
"Haaahh?! Apa urusanmu Nii-san?! Kami hanya ingin bermain dengan gadis ini saja! Apa itu masalah untukmu? Atau kau juga ingin bermain dengan dia?" ucap salah seorang dari mereka.
"Lagi pula apa yang dilakukan anak SMA sepertimu disini? " Tanya murid yang lain. Naruto mengangkat sudut bibirnya mendengar perkataan bocah kurang ajar di depannya ini. 'Cih Bocah bocah ini benar-benar membuatku jengkel! Mungkin mereka telah terpengaruh oleh GGS!' batin Naruto. Sementara itu Sara masih memasang wajah datarnya ketika melihat Naruto menuju ke arah mereka.
"Tentu saja masalah Gaki! Aku memiliki urusan penting disini! Yaitu…." Naruto mendekati Sara dan dengan paksa menjauhkan bocah-bocah belum sunat yang telah terpengaruh GGS ini. Naruto memeluk Sara dari belakang dan meletakan kepalanya di pundak gadis itu.
"…menjemput pacarku! Jadi jika kalian macam-macam dengannya,akan ku hajar kalian!" ucap Naruto dengan nada yang mengintimidasi. Sementara itu Sara terlihat terkejut ketika mendengar pernyataan dari pria yang sama sekali tidak dikenalinya ini.
"Ku-kuso! Teryata dia sudah punya pacar! Katsuko sialan! Dia telah membohongi kita!" ucap salah satu murid tadi.
"Ne Gaki! Bisakah kau pergi sekarang?!" ucap Naruto dengan Nada yang semakin menyeramkan.
"A-ayo pergi!" murid yang tadi mengelilingi Sara pun berlari meninggalkan Naruto dan Sara yang menjadi pusat perhatian karena kemesraan mereka. Merasa tidak nyaman menjadi pusat perhatian Naruto menarik Sara menjauhi tempat itu dan berhenti tepat di depan sebuah Toko besi- ralat maksudnya toko Shushi. Naruto menarik Sara masuk ke toko Sushi itu dan duduk disebuah meja dekat jendela.
"Ah Gomen tiba-tiba melakukan hal yang aneh tadi!" ucap Naruto sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.
"Tidak apa-apa! Aku juga berterima kasih pada Nii-san karena telah menyelamatkanku!" balas Sara dengan Nada datar.
"Kau tidak apa-apa kan?" Tanya Naruto pada gadis yang lebih muda darinya itu.
"Hai' aku baik-baik saja!" balas Sara.
"Oh ya kau benar Sara kan?" Tanya Naruto dan di jawab anggukan oleh Sara.
"Kenapa Nii-san tahu namaku? Apa kita pernah bertemu sebelumnya Nii-san? Dan apakah Nii-san memiliki urusan denganku?"
"A-ah soal itu.. Se-sebenarnya aku sering melihatmu saat pulang sekolah! D-dan aku bertanya pada teman-temanmu tentang namamu! Se-sebenarnya a-aku tertarik padamu saat pertama kali melihatmu! Ahahaha" ucap Naruto sedikit gugup.
"Oh Souka! Jadi Nii-san tertarik pada gadis SMP sepertiku ya?" Tanya Sara datar dan di jawab anggukan oleh Naruto.
"jadi benar dugaanku Nii-san Lolicon kan?" Tanya Sara tanpa dosa. Bagaikan di sambar petir milik Akeno Naruto membulatkan matanya mendengar perkataan gadis di depannya ini. 'A-apa!? A-apakah aku benar-benar terlihat seperti lolicon? TIDAAAKKK!' batin Naruto nista.
"J-jadi kau menganggapku lolicon ya?" Tanya Naruto yang tengah menangis ala anime.
"Ya! Aku pernah membaca tentang seorang pria yang menyukai gadis dibawah umur adalah lolicon! Sudah jelas bukan jika Nii-san adalah lolicon karena menyukaiku?!" Naruto kembali membulatkan matanya.
"TIDAAAKKKKK!" Teriak Naruto Gaje, kali ini bukanlah sandiwara belaka tapi teriakan itu benar-benar berasal dari hati Naruto, dia tidak menyangka ternyata sandiwaranya ini membuat dia menjadi lolicon. Para pengunjung tempat itu menatap Naruto dengan tatapan berbeda-beda karena teriakan Gaje Naruto.
Sementara Ino yang tengah mengawasi masternya kembali Sweetdrop melihat masternya. 'Itu bukan sandiwara ya?' batin Ino. Dia menundukan kepalanya,dia meletakan tangannya di dada 'Semoga kau diampuni master! Ku harap tuhan menuntunmu ke jalan lolicon yang benar!' batin Ino semakin nista.
…Back to Naruto….
"Sara! Aku tidak peduli jika menjadi lolicon! Tapi aku ingin bilang jika aku menykaimu! Apa kau mau berpacaran denganku?" ucap Naruto dengan keyakinan penuh. Sara terdiam sejenak.
"Gomenasai Nii-san! Tapi aku tidak bias! Aku tidak yakin bila harus berpacaran dengan Lolicon! Gommenasai!" ujar Sara enteng. Beda lagi dengan Naruto yang membulatkan Matanya.
"A-apa? K-kau menolaku? TIDAAAAKKKK!" Untuk kedua kalinya Naruto menjadi pusat perhatian di toko itu. 'Sa-sandiwara ku gagal? Ti-tidak mungkin! Gadis ini benar-benar hebat! KUSOO! Dia juga telah mengalahkanku dengan menurunkan mentalku' batin Naruto.
"Ya… secara tidak langsung aku menolakmu Nii-san!" ucap Sara sembari bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menjauhi Naruto. Naruto maengejar Sara yang telah keluar dari toko itu.
"Sara! Tolong berikan aku satu kesempatan lagi!"ucap Naruto. Sara yang mendengar ucapan dari Naruto pun membalika tubuhnya.
"Nii-san! Jika kau benar menyukaiku sebaiknya kita harus lebih mengenal lagi! Aku akan memberimu satu kesempatan untukmu dengan syarat kau harus bias membuatku tertarik padamu!" ucap Sara dan langsung melenggang pergi meninggalkan Naruto yang tengah menatapnya dengan mulut terbuka.
Sementara Ino yang melihat masternya di perlakukan seperti itu hanya menatap tak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Tak ku sangka! Master kalah telak,kau hebat Sara Uzumaki! Kau dapat menundukan sang Raja!" ujar Ino entah pada siapa. "Tapi aku yakin master tidak akan menyerah begitu saja! Jadi…." Ino menatap sang master yang sekarang tengah menyeringai dengan bengis seakan dia berkata 'Lihat saja Sara! Akan ku buat kau bertekuk lutut padaku' Ino meletakan tangan kanannya di dada dan memejamkan matanya.
"Semoga kau selamat Sara!"
Ino membuka matanya "Yosh, saatnya melanjutkan tugas!" gumam Ino dan segera pergi untuk mengawasi Sara lagi.
Sementara Naruto yang merasa misinya telah gagal pun memilih untuk kembali ke apartementnya untuk merenungkan sifat loliconnya ini.
Naruto's apartement….
Terlihat Naruto tengah berada di dekat jendela apartementnya, dia menatap ke langit yang di hiasi bintang-bintang dan bulan purnama yang indah. Dia memejamkan matanya dan mencoba merasakan dinginnya udara malam yang menerpa wajahnya.
DRRTTT DRRRTTT DRRTTT
Getaran dari ponselnya membuatt dia haruss menghentikan aktivitasnya. Dia menatap ke layar ponselnya,alisnya terangkat ketika melihat Nama orang yang menelpon.
"Ino? Jarang-jarang dia menelponku" Naruto mengangkat telepon dari Ino.
"Moshi mosh-"
{Master! Sara sedang dalam bahaya!}
"Bahaya? Apa maksudmu Ino?"
{Dia tiba-tiba di kejar oleh orang-orang misterius! Mereka mengenakan topeng tengkorak! Aku akan menahan mereka sebisaku sampai anda datang Master!}
"Dimana Posisi kalian Ino?"
{Pabrik tua di pinggiran kota Kuoh! Aku akan pergi master!}
"Tungg-"
Tuuutt tuuut tuuuuut
Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Ino sudah menutup teleponya. Naruto memasukan ponselnya kedalam saku. Dia berjongkok dan meletakan tangan kanannya di lantai. Sebuah lingkaran sihir berwarana biru muncul di bawah kakinya.
[Void Activated]
Sebuah cahaya berwarna biru membungkus kakinya dan menjadi sebuahIron Legging berwarna hitam. Dia membuka jendela apartementnya dan berdiri tepat di pinggir jendela itu. Naruto memejamkan matanya dan menyeringai,sebuah seringaian yang dapat membuat seorang bocah menangis.
"Ini adalah kesempatanku mendapatkan Sara!" ucap Naruto, dia membuka matanya dan melompat dari jendela apartementnya. Dia melompat dari atap ke atap seperti seorang Shinobi. Naruto menuju ke pabrik yang di beritahukan Ino, tak lama kemudian dia melihat pabrik yang ia cari. Dia dapat merasakan Aura malaikat jatuh disana tapi ada aura lain yang sepertinya tidak asing baginya. Dia mendekat ke pabrik itu dan berdiri di depan gerbang pabrik itu.
"Di sini ya? Yosh! Game Hajimemasho!"
Naruto melangkah masuk kedalam pabrik itu, membuka pintu dengan perlahan dan saat dia telah masuk terlihat Ino dan Sara telah dikepung oleh 9 orang dengan topeng tengkorak. Seketika itu ke 9 orang tadi mengalihkan pandangannya pada Naruto. Begitu juga dengan Sara dan Ino mereka melihat Naruto yang berdiri di depan pintu masuk pabrik itu dengan sebuah Iron Legging berwarna hitam yang menghiasai kakinya. Ino terlihat senang saat masternya datang tapi berbeda dengan Sara dia terlihat terkejut dengan kedatangan lolicon yang di temuinya tadi siang. Naruto menyeringai tatapannya sangat tajam ketika menatap ke 9 orang bertopeng tadi.
"Siapa kau bocah?" Tanya salah satu orang bertopeng tadi. seringaian Naruto semakin lebar saat mendengar pertanyaan bodoh pria bertopeng itu.
"Aku adalah Raja yang akan menghukum kalian!" balas Naruto, dia meletakan tangan kananya di wajahnya. Sebuah lingkarang sihir berwarna biru tercipta di wajahnya dan sepersekian detik kemudian sebuah topeng muncul menutupi wajah Naruto(bayangin topeng hollow Ichigo). Ke Sembilan orang bertopeng itu terkejut ketika melihat sedikit kemampuan Naruto.
"Game! Hajimemasho!" ucap Naruto. dia mengeluarkan pancaran energy yang cukup besar dan membuat beberapa orang bertopeng itu berlutut. Hal yang sama terjadi juga pada Sara dan Ino mereka menjadi lemas saat Naruto mengeluarkan pancaran itu.
"A-apa ini? Si-siapa kau?" teriak salah satu pria bertopeng. Bukannya menjawab, tapi Naruto malah melesat ke pria itu dan memukulnya tepat di perutnya dan menyebabkan pria itu terpental puluhan meter. Tak hanya itu tiba-tiba saja tubuh pria itu sedikit demi sedikit berubah menjadi Kristal dan hancur begitu saja. 8 orang yang tersisa melompat menjauhi Naruto.
"Kekuatan itu? mi-mirip dengan milik Eve-sama!" gumam salah satu pria bertopeng dan di jawab anggukan oleh ke 7 orang lainnya.
"Kita harus berhati-hati! Dia berbahaya!" ucapnya lagi.
Naruto berjalan mendekati Ino dan Sara. Dia menghilangkan topengnya dan menatap Ino sejenak. Ino yang mengerti maksud Masternya mendekati sang master.
"Master! silahkan gunakan Voidku!" ucap Ino. Naruto menatap Ino,dia sedikit mengangkat sudut bibirnya.
"Dengan senang hati,aku akan menggunakanmu!" ucap Naruto. Dia mengarahkan tangan kanannya ke dada Ino, sebuah cahaya berwarna biru muncul di dada Ino. Naruto melesatkan tangannya ke dalam cahaya itu dan melakukan gerakan menarik.
"Ah…" Suara desahan Ino terdengar ketika Sebuah pedang besar muncul dari tarikan tangan Naruto (Apa Cuma Author yang ngerasa klo adegan ini mirip scence Hentai? -_-) sebuah pedang yang dipenuhi oleh duri di seluruh bagianya muncul. Tepat setelah pedang itu selesai di tarik keluar oleh Naruto, tiba-tiba Ino tak sadarkan diri dengan sigap Naruto menangkap tubuh Ino dan mendekapnya denga tangan kiri. Naruto mengacungkan pedangnya ke 8 orang bertopeng tadi,dia memejamkan matanya dan membukanya secara perlahan. Dia meletakan tubuh Ino di sebelah Sara yang masih menatap Naruto dengan tatapan tak percaya.
"Akan segera kuselesaikan! Ayo SAMEHADA!"
Naruto melesat menuju 8 orang tadi, dia mengayunkan pedangnya. Tiga dari mereka terkena sayatan pedang Naruto dan menyebabkan tubuh mereka terkoyak dan beberapa saat kemudian berubah menjadi Kristal.
"Kuso! Kalau begini kita tidak bias bermain-main lagi! gunakan Segel Gaib kalian!" ucap Salah satu dari 5 pria bertopeng yang selamat. Mereka mengeluarkan sebuah pisau kecil dari saku mereka dan secara bersamaan menusukan pisau itu pada tangan kiri mereka, setelah itu tiba-tiba saja tubuh mereka diselimuti aura berwarna ungu gelap. Naruto dapat merasakan kekuatan mereka meningkat drastic.
"Aku bias merasakannya! Kekuatan Ini mengalir dalam diriku! Hahaha! Kau akan segera mati bocah!" ucap salah satu dari pria tadi.
"A-aura ini? Nee-chan? Ini aura yang sama dengan yang Nee-chan pancarkan dulu! Itu artinya, mereka ada hubungannya dengan Nee-chan!" Naruto menyadari hal yang cukup penting, dia baru sadar jika kekuatan mereka sama dengan kekuatan yang di pancarkan kakaknya.
"Bersiaplah bocah!"
Seseorang dari mereka tiba-tiba saja melesat menuju Naruto, kecepatan mereka meningkat 5 kali lipat. Untunglah reflek Naruto sudah terlatih jadi dia bias menghidarinya dengan bermanuver ke kiri, tapi dia melakukan kesalahan yang fatal. Dia melupakan ke 4 orang lainnya yang entah bagaimana sudah berada beberapa di belakang Naruto. Ke 4 orang itu menembakan sebuah bola energy berwarna hitam secara bersamaan pada Naruto. 'Ini buruk, aku melupakan mereka ber empat!' batin Naruto. Saat bola itu telah dekat dengan Naruto, dia menggunakan Void Ino untuk menangkisnya, dan tiba-tiba saja semua bola energy itu menghilang atau tepatnya terhisap kedalam Samehada. Naruto menyeringai.
"Maaf saja tapi, Samehadaku bias menyerap serangan jenis apapun!" ucap Naruto dengan tenang, sementara itu para pria bertopeng itu hanya berdecak kesal melihat serangannya di hentikan dengan mudah oleh Naruto. Naruto menatap tajam orang di depannya. 'setidaknya aku akan menyisakan satu dari mereka!' batin Naruto.
Ke 5 pria bertopeng itu mengeluarkan pedang dari sebuah lingkaran sihir, pedang itu terlapis dengan aura hitam keunguan yang cukup pekat. Mereka mengambil posisi untuk menyerang, dan benar saja tiba-tiba mereka menghilang dari tempat mereka dan muncul di sekitar Naruto. Naruto yang melihat perubahan kecepatan musuhnya hanya dapat membulatkan matanya. ke 5 pria bertopeng tadi menyerang Naruto secara bersamaan, Naruto dapat menghindari serangan itu dengan melompat ke atas. Tapi dia kembali membuat kesalahan dia telah masuk perangkap pria bertopeng itu, dia baru saja menyadari jika serangan pertama hanyalah pengalihan agar dia melompat dan yang dia pikirkan memang benar tiba-tiba sesorang berada di belakang Naruto dan menebaskan pedangnya, membuat sebuah luka yang cukup dalam pada lengan kiri Naruto.
"Kuso! Aku masuk perangkap mereka!" ucap Naruto yang langsung melompat mundur menjauhi ke 5 orang tadi. 'Kecepatan dan kekuatan mereka meningkat dengan pesat! Ini sedikit sulit!' batin Naruto, saat hendak membuat sebuah rencana penyerangan tiba-tiba saja tubuh salah satu dari mereka berubah menjadi Kristal dan hancur. 'A-apa itu? mu-mungkinkah ini efek sampingnya?' Naruto terlihat tengah memikirkan sesuatu dan dia dapat melihat ke 4 orang lainnya sedikit terkejut dengan hal yang dialami rekannya. Naruto membulatkan matanya ketika menyadari satu hal yang menurutnya penting. 'Benar! Aku mengerti, jika itu adalah kekuatan yang sama dengan kekuatan Nee-chan maka sesuai dugaanku itu adalah kekuatan yang diberikan Nee-chan pada mereka! Dan efek sampingnya akan terjadi jika tubuh mereka menolak kekuatan itu!' Naruto menyeringai
'Aku dan Nee-chan memiliki kemampuan yang sama yaitu membuat seseorang menjadi Kristal! Kalau begitu, akan mudah untuk mengalahkan mereka sekarang!'
Tiba-tiba saja sebuah pedang terbang melesat ke arahnya, Naruto menggunakan Samehadanya untuk menangkisnya. Dia meletakan Samehadanya di tanah dan setelah itu pedang besar tersebut menghilang atau tepatnya kembali ke tubuh Ino. Naruto menyeringai, dia meletakan tangan kanannya di wajahnya dan sebuah topeng tiba-tiba muncul di wajahnya. Ke empat pria bertopeng yang melihat Naruto menghilangkan pedangnya sedikit heran, mereka bertanya-tanya kenapa Naruto memilih menghadapi mereka dengan tangan kosong. Tapi tak lama setelah itu mereka mendapat alasan kenapa Naruto melepas pedangnya. Naruto yang tadi berdiri agak jauh dari mereka tiba-tiba saja berada di depan mereka, dia mencengkram wajah dua dari 4 pria bertopeng itu.
"Matilah!" gumam Naruto pelan, dan tiba-tiba saja tubuh dua orang yang di cengkramnya tadi berubah menjadi Kristal. Naruto menatap dua orang lain yang tersisa, dia kembali menghilang dan muncul di depan salah satu dari dua orang tadi. Dia mencoba mencengkram wajah orang itu dengan tangan kirinya, berkat reflek yang cukup bagus pria tadi dapat menepis tangan Naruto. Naruto menyeringai, dia menghantamkan tangan kananya ke dada pria tadi dan dapat dilihat tubuh pria tadi berubah menjadi Kristal.
"Aho! Kau kira aku hanya akan mengincar wajah saja? Dasar Naif!" ucap Naruto pada tubuh mati yang telah menjadi Kristal itu. Sementara satu orang yan tersisa terlihat begitu ketakutan, dia tidak menyangka mereka bias dikalahkan oleh bocah tengik ini. Naruto menatap pria yang tersisa tadi, dia menghilangkan topengnya tadi.
"Ne aku akan membebaskanmu jika kau mau menjawab semua pertanyaanku!" ucap Naruto. Pria yang tersisa tadi terlihat bergetar.
"B-baik a-aku akan melakukannya!" ucap pria tadi dengan gemetar.
"Yosh, pertaman! Apa tujuan kalian kemari?"
"K-kami di perintahkan untuk membawa gadis berambut merah itu" ucap pria tadi sambil menunjuk Sara.
"Pilihan yang buruk! Kau tau gadis itu adalah pacarku!" ucap Naruto dengan santai, sementara itu Sara terlihat sedikit malu mendengar kata 'pacar' pada Naruto dan hal yang berbeda terjadi pula pada pria yang tersisa tadi, dia terlihat sangat gemetaran.
"Yosh kita lanjut Pertanyaan kedua! Siapa yang memerintahkanmu?"
"S-seorang pria bertopeng spiral dan seorang gadis dengan topeng yang menutupi bagian atas wajahnya!" Naruto menajamkan matanya menatap pria tadi.
"apa gadis yang kau maksud memiliki rambut pirang?" Tanya Naruto dan di balas anggukan oleh pria tadi.
"Dimana mereka? Cepat katakan!" teriak Naruto.
"A-aku tidak tahu! Kami selalu datang ke tempat mereka dengan sihir panggilan! T-tapi tempat itu sangat jauh dari sini!" ucap pria tadi. Naruto memejamkan matanya dan membukannya secara perlahan, dia menatap pria bertopeng tadi dengan tersenyum
"Souka! Arigatou untu informasinya paman! Baiklah aku akan membebaskanmu!"
Naruto mencemgkram kepala pria tadi dan menunjukan senyuman yang mengerikan.
"Aku akan membebaskanmu dari dunia ini!" ucap Naruto,seketika itu tubuh pria di depannya berubah menjadi Kristal dan hancur. Naruto menepukan tangannya.
"Selesai juga!" ucapnya, Ino yang tadi tak sadarkan diri kini mulai membuka matanya, dia melihat masternya yang tengah menepukan tangannya dan di sebelahnya dia dapat melihat seorang gadis berambut merah yang melihat sang master dengan tatapan aneh, entah takut, kagum atau yang lain Ino tak dapat menebaknya.
Naruto berjalan mendekati ke dua gadis yang tengah terduduk tak jauh darinya. Dia melihat ke arah Ino dan Sara secara bergantian.
"Kalian tidak apa-apa?" Tanya Naruto dan hanya di balas anggukan oleh Ino. Dia mendekati Sara yang masih terduduk saat hendak menyentuhnya, tiba-tiba Sara menepis tangan Naruto.
"Ja-jangan mendekat!" Naruto dan Ino terkejut melihat perilaku Sara.
"E-eh? kenapa? A-apa aku melakukan hal yang buruk padamu?" ucap Naruto yang kembali mendekati Sara. Dia mengira Sara takut karena kekuatan Naruto yang dapat mengubah seseorang yang di sentuhnya menjadi Kristal.
"Ku-kubilang jangan mendekat LOLICON!" Teriak Sara yang menekankan kata Lolicon. Ino sweetdrop saat mengetahui alasan kenapa Sara tidak memperbolehkan Naruto mendekat. Berbeda dengan Naruto yang saat ini malah pundung di pojok ruangan sambil menggambar sesuatu yang ambigu di lantai ruangan itu dengan jari telunjuknya. Ino yang melihat sang master pundung kini memasang wajah face palm. Merasa kasihan pada masternya Ino pun mencoba untuk berbicara pada Sara.
"S-sara-Chan! A-apa kau segitunya membenci master?" Tanya Ino. Sara menatap Ino sejenak
"Aku tidak membencinya! Hanya saja, Nii-san itu Lolicon yang sangat buruk!" jawab Sara dengan nada datarnya. Mendengar kata 'buruk' dari gadis merah itu membuat Naruto semakin pundung, kini di kepalanya mengepul sebuah awan hitam.
"Bu-buruk bagaimana? Sara-chan?"
"Nee-san coba bayangkan saja, tiba-tiba Nii-san itu mengatakan jika dia menyukaiku padalahal aku tidak mengenal dia sama sekali! Bagaimana jika dia type lolicon mesum? dia pasti akan melakukan hal yang mesum padaku jika aku menjadi pacarnya bukan?"
Ya, kata-kata manis dari mulut Sara benar-benar lebih mematikan dari pada bisa ular kobra. Buktinya adalah Naruto, kondisinya semakin buruk dengan adanya aura hitam yang kini menyelubungi tubuhnya. Ino semakin prihatin dengan keadaan masternya saat ini, dia tidak menyangka perkataan dari gadis ini dapat membuat masternya seperti ini. Sementara itu Sara yang melihat Naruto yang pundung sedikit mengangkat sudut bibirnya, dia berpikir jika Naruto bukanlah lolicon seperti yang dia bayangkan sebelumnya.
"Nii-san…." Sara memanggil Naruto. Naruto yang merasa di panggil mengalihkan pandangannya pada Sara dengan tatapan yang menyeramkan khas sesorang yang tengah frustasi, Sara memasang wajah face palm ketika melihat Naruto tapi detik berikutnya dia tersenyum.
"….Aku akan memberikan kesempatan padamu! Kau masih ingat syarat yang ku bilang tadi kan?" Tanya Sara dengan senyum manisnya. Naruto mengangguk pelan, dia tak percaya gadis ini akan mengatakan hal ini. Naruto tersenyum.
"Ya aku mengingatnya!" balas Naruto. Naruto yang merasa semangatnya telah kembali pun mulai berdiri, dia menatap Sara dan Ino bergantian.
"Yosh! Untuk malam ini kau menginap di apartementku Ino itu lebih baik daripada kau harus kembali ke tempat ayahmu! Dan untuk Sara aku akan mengantarmu pulang setelah ini!" terlihat wajah Ino sedikit mengeluarkan semburat merah mendengar ucapan sang master, tapi berbeda dengan Sara yang menatap Naruto dengan mulut sedikit terbuka.
"Hentai….." gumam Sara yang masih dapat di dengar Naruto.
"Eh? kau mengatakan sesuatu Sara?" Tanya Naruto mencoba memastikan, Sara menunjuk wajah Naruto dan membuat orang yang di tunjuk sedikit terkejut.
"NII-SAN HENTAI! Ternyata Nii-san bukan hanya Lolicon, tapi Nii-san juga orang cabul! Kau mengajak Nee-chan ini untuk tidur di apartementmu dan saat Nee-chan ini tidur kau akan melakukan hal maesum padanya kan? KAU MEMANG LOLICON CABUL NII-SAN!" teriak Sara di akhir kalimatnya.
Setelah itu terjadi perdebatan singkat antara Naruto dan Sara tapi detik berikunya mereka tertawa besama. Sementara itu tak jauh dari tempat mereka berada terdapat seorang pria dengan rambut Raven tengah yang sedari tadi melihat pertarungan Naruto,dia menyeringai ketika melihat hiburan yang cukup menyenangkan.
"Jadi itu ya Sang Raja yang Mereka katakana! Ini menari, sangat menarik!'" ucap pria tadi.
O
O
O
O
O
O
To Be Continue…..
Yo Reader-san! Sankyuu buat Review kritik maupun saran di chap sebelumnya!
Gommen kalau chap sebelumnya kurang memuaskan dan masih banyak typo yang bertebaran! Tapi perasaan kemarin sebelum Author post ch 2 udah Author benerin deh -_- Tapi kok masih ada typo ya?
Dan soal kekuatan Naruto Author bakal jelasin dikit…
Soal Gauntlet yang di kaki itu, Voinya ayase kalian pasti tau kan? Nah di sini Naruto punya kemampuan buat nyimpen Void dari orang orang di sekitarnya yang udah mati, mirip kemampuan Shu yang bisa nyimpen Void temen-temennya di tangan kanannya.
Jadi Iron Legging yang di pake Naruto itu punya temen atau kenalan Naruto yang udah mati (Penjelasannya masuk ngga? -_-)
Begitupun sama topengnya, itu juga Void sama kaya Iron Leggging tadi….
Dan soal kekuatan Naruto yang ngubah orang jadi Kristal saya ambil dari kekuatan Scourge Guilty Crown OVA…
Oh ya kemarin juga ada yang req disini pairnya yang loli soal itu akan saya pertimbangkan…
Dan soal Accursed Ablility Gravity tentu ada,…
YOSH cukup sekian sambutan dari saya!
Semoga reader menikmati Fic ini… Sampai ketenu lagi di chap selanjutnya….
SANKYUU BUAT PARA READER!
Kaburagi Ogami Log Out
