Read And Comment, Hope You Enjoyed

Title : You Belong To Me

Chapter 3

Rating : T

Genre : Slice of life

Warning : Yaoi, Typo Bertebaran, Cerita Aneh, Abal, dan Gaje.

Gaya bahasa disesuaikan Mood Author
Cast : BAP Member

Main Pair : Jaedae / Daejae

Author : Han Dalgi

Disclaimer THIS FANFICTION IS MINE

Don't Like, Don't Read

.

.

Chapter 3 : Mistery

.

.

.

Suasana kamar Youngjae benar-benar sepi, Daehyun tak berani lagi mengangkat kepalanya setelah mendapat death glare dari sosok didepannya itu. Tak lama hujan pun turun, angin berhembus menggoyangkan jendela yang terbuka. Youngjae bangkit dari duduknya dan menutup jendela. Hujan semakin deras dan mulai terdengar petir yang menyambar. Daehyun menggigil, ia merasa melihat sosok bayangan di depan jendela kamar Youngjae. Daehyun tercekat….Sosok itu kian mendekat, siluetnya terlihat seperti seorang wanita berambut panjang.

"J..Jae…" cicitnya

"Jangan sok akrab denganku" ketusnya tanpa menatap Daehyun

Dengan ragu Daehyun menepuk tangan Youngjae "Apa?" bentaknya

Daehyun mengangkat jarinya, mengarahkannya ke arah jendela. Kepala Youngjae mengikuti gerakan jari Daehyun dan matanya terbelalak. Pelan tapi pasti sosok itu terseok dan semakin mendekati jendela kamar. Keduanya mematung dan menahan napas. Ketika sosok itu sudah benar-benar tepat di depan jendela kamar, sosok itu mengangkat tangannya. Kilat dan petir menyambar membiaskan cahaya yang menyebabkan wajah dari sosok itu terlihat. Wajahnya sangat putih dan sesuatu yang merah menetes dari atas kepalanya. Sosok itu mengetuk kaca jendela dengan keras.

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" keduanya berteriak.

Daehyun langsung berlari ke pojokan kamar diikuti Youngjae, keduanya berpelukan karena ketakutan. Sosok itu semakin mengetuk dengan keras sambil memanggil nama mereka berdua.

"Youngjae…..Daehyun…"

"Youngjae…..Daehyun…."

"Dingin…..cepat buka pintunya…"

Keduanya meringkuk ketakutan dan semakin merapatkan pelukan dengan erat

"Youngjae…Daehyun… cepat buka pintunya, Aku kedinginan disini….."

"Pe..pergi kau, jangan ganggu aku! Kalau kau mau ganggu saja dia!" ucap Daehyun menunjuk Youngjae. Youngjae kaget dan mengalihkan pandangannya pada Daehyun. Ia menjitak kepala Daehyun "Ya! Jangan seenaknya" Hardiknya.

Daehyun kaget ia merasa sedikit senang Youngjae menjitaknya, seolah mereka adalah teman akrab. Tapi hanya sedikit, karena jitakan Youngjae lumayan keras yang menyebabkan Daehyun mengaduh kesakitan. Sambil mengusap kepalanya yang sakit Daehyun mengamati sosok itu yang masih terus memanggil nama mereka berdua. Ia terdiam, dan merasa mengenali suara itu.

Daehyun mendadak bangkit dan hendak meraih jendela untuk membukanya, tapi tangannya ditahan oleh Youngjae. Daehyun menoleh dan mendapati lengannya dipegang oleh Youngjae dengan erat sambil menggelengkan kepalanya melarang Daehyun untuk membuka jendela itu. Daehyun merasa dadanya sesak, ia kesulitan bernapas seakan-akan ada jutaan kupu-kupu keluar dari perutnya. Ia merasa Youngjae sangat imut, memegang lengannya dengan pandangan memelas. Dengan tangan gemetar Daehyun mengangkat tangan Youngjae dari lengannya, begitu tangan Youngjae terlepas tangan tersebut kembali mencengkram lengan Daehyun dengan keras, tapi kini Youngjae ada disampingnya dan menempel pada Daehyun. Perlahan-lahan Daehyun membuka kaitan jendela dan membukanya, mereka terbelalak melihat sosok yang berada di depannya dengan jelas.

"Eomma…..?!/Eomonim…..?!"

.

.

.

Daehyun memberikan teh hangat kepada . Ya, sosok wanita berambut panjang berkulit putih dan ada sesuatu yang menetes di wajahnya (selai stroberi) adalah . Dalam perjalanan pulang melihat Vanilla Strowberry Cake dan ia pun membeli kue tersebut. Di jalan, ia membuka kardus penutup cake itu untuk mengamati cake itu. Luarnya dilapisi oleh krim vanilla putih dan didalamnya terdapat selai stroberi yang pekat. tidak menyadari didepannya ada batu, yang menyebabkan ia tersandung dan wajahnya tepat mendarat di kue itu. Dengan cepat ia berlari karena hujan sudah mulai turun. Ia sampai di depan pintu rumah,merogoh tasnya untuk mencari kunci. Ia tersadar kunci rumahnya tertinggal di kantornya, ia tetap tenang karena mengingat di dalam rumah itu ada orang. Maka ia pun mengetuk pintu, namun tak ada jawaban. Hujan semakin keras dan petir mulai saling menyambar. Maka pun memutuskan untuk mengetuk jendela kamar Youngjae.

.

ooooooOOOOOOOoooooooOOOOOOOooooooo

.

.

Daehyun bergegas ke ruang guru, ia dipanggil untuk membantu Hak saem membawa tumpukan buku. Daehyun terus berjalan melewati koridor tanpa disadari ada seseorang dari arah berlawanan sedang berjalan ke arahnya. Orang tersebut pun tidak melihat Daehyun yang berjalan berlawanan arah dengannya,tak ayal keduanya pun bertubrukan dan mengakibatkan buku-buku dan map yang berisi kertas-kertas yang dibawa oleh orang itu berhamburan.

"Maaf" cicitnya

Orang itu mendongak dan melihat Daehyun di hadapannya, ia terbelalak dan dengan cepat membereskan kertas-kertas yang berhamburan lalu memasukkan ke dalam map yang selalu ia bawa dan bergegas pergi. Daehyun melongo, tak menyangka orang itu akan meninggalkannya tanpa membantunya membereskan buku-buku yang ia bawa. Dengan kesal ia memungut buku-buku itu dan mendapati sehelai kertas berisikan sketsa wajahnya. 'Apa ini milik orang yang tadi?' batinnya 'ia sekelas denganku kan… dan kalau tak salah, namanya Choi Junhong?' tambahnya lagi.

.

Daehyun masuk ke kelas dan menyimpan buku-buku itu di meja guru. Ia melirik ke arah Choi Junhong sambil menuju kursinya.

.

.

.

Istirahat telah tiba, Junhong bergegas bangkit dari kursinya dan pergi ke halaman belakang sekolah tempat dimana ia selalu menyendiri di sana sambil tak lupa membawa map yang selalu ia bawa. Ia duduk dibawah pohon besar yang rindang dan membuka mapnya. Ia mengamati hasil karyanya satu persatu dan tercekat, ada satu halaman yang hilang. Ia menyerakkan kertas-kertas itu dan memeriksa ulang, siapa tahu kertas itu terselip diantara kertas lainnya namun hasilnya nihil. Sketsa wajah Daehyun telah hilang!, dengan panik Junhong buru-buru membereskan kertas-kertasnya melupakan niatnya untuk membuat karya lainnya dan bergegas ke koridor tempat dimana ia dan Daehyun tadi bertabrakan, berharap tidak ada seorang pun yang menemukan kertas itu (terlebih jika Daehyun yang menemukan).

.

.

"Himchan-ah, apa Junhong pandai menggambar?" Tanya Daehyun

"Entahlah Dae" jawab Himchan "Memangnya kenapa?" tambahnya lagi

"Tidak…eh, Aku bisa kan kerja paruh waktu di kafe Eomma-mu?"

"Tentu saja" balas Himchan sambil tersenyum.

.

.

.

ooooooOOOOOOOooooooOOOOOOOooooooo

.

Daehyun melemparkan tas sekolahnya ke kasur. Ia mengambil secarik kertas dari saku celananya dan mengamati sketsa wajah dirinya. 'Aku memang tampan…' batinnya sambil melihat sketsa itu.

'Ia menggambar dengan teliti sekali, oh…apa ini?'

'Jerawat?What the Hell…. Bagaimana ia bisa tahu, apa dia begitu memperhatikanku?berbeda sekali dengan seseorang yang sedingin es itu'

Daehyun melihat ke arah bawah pojok kanan kertas yang bertuliskan ZELO.

'Zelo?bukankah itu nama seorang penulis?'

.

.

"Youngjae,Daehyun…. Waktunya makan malam" memanggil

Daehyun meletakkan kertas itu di meja belajar, meraih gagang pintu dan berpapasan dengan Youngjae yang sedang membuka pintu juga. Keheningan menyelimuti dan keduanya saling menatap. "Ehemmm…" Youngjae berdehem dan melangkahkan kakinya menuruni tangga yang hanya ada dua anak tangga itu. Ia tersandung kakinya sendiri, "Hmpfft" Daehyun berusaha menahan tawanya namun masih bisa terdengar oleh Youngjae. Youngjae berbalik melirik Daehyun dengan death glarenya, namun samar-samar terlihat semburat merah di kedua pipinya.

.

.

Keduanya telah selesai makan malam, dan Daehyun berada di kamar Youngjae (lagi) untuk melanjutkan kerja kelompok mereka.

"Youngjae-ya?" Daehyun memulai percakapan

"Hmmmmm" balas Youngjae

"Apa kau kenal Choi Junhong?" Tanya Daehyun

Youngjae terkesiap, menjatuhkan buku yang ia baca dan menelan ludahnya pelan.

"Tidak" ucapnya

Daehyun mengernyitkan keningnya, 'Ada apa ini? Kenapa ia terlihat aneh?' batinnya

"Bukankah ia sekelas dengan kita?"

"Iya, kau sudah selesai dengan rangkumanmu? Sebaiknya kita lanjutkan besok saja, ini sudah malam dan aku mau tidur" ucapnya sambil naik ke atas kasur dan menyelimuti dirinya.

Daehyun hanya termenung dan membereskan buku lalu meninggalkan kamar Youngjae.

"Selamat malam" Ucap Daehyun

Terdengar Pintu kamar Youngjae ditutup,setelah itu terdengar suara pintu kamar Daehyun membuka dan menutup. Youngjae mendesah lega, kemudian giginya terkatup mengingat memori yang ingin ia buang dan ia hapus.

'Choi Junhong…..' desisnya

.

.

.

TBC

Mind To Review?

Hai,hai,hai

Makasih udah pada mau baca n review, adakah yang menunggu FF gaje ini? Author balas review-annya.

Kekematodae : thanks dah review, gimana part ini?kkkkk

Ngiweung : Thanks dah review. Bisa jadi, bisa jadi… hehe

WhielDaejae : Iya, dia kan temennya Cuma gadget n komik, jadi sulit berbaur (bersosialisasi)
makasih. Kita liat aja ntar.

Ibob : Blog misterius yang bisa mengubah pola pikir orang, thanks dah mampir