Read And Comment, Hope You Enjoyed

Title : You Belong To Me

Chapter 5

Rating : K+

Genre : Drama,Romance,Slice of life, A bit Of Mistery (?)

Warning : Yaoi, Typo Bertebaran, Cerita Aneh, Abal, dan Gaje.

Gaya bahasa disesuaikan Mood Author
Cast : BAP Member

Main Pair : Jaedae / Daejae

Author : Han Dalgi

Disclaimer THIS FANFICTION IS MINE

Don't Like, Don't Read

.

.

.

Chapter 5 : Unexpected

.

Daehyun membuka matanya, masih dengan terkantuk-kantuk ia merapikan kasurnya dan menuju kamar mandi. Dia memakai kemeja putih dan skinny jeans, lalu mematut dirinya di cermin sambil menyisir rambut dan melangkahkan kakinya keluar dari kamar. Daehyun menuju dapur dan melihat Youngjae sedang menyajikan sarapan, ia berhenti dan memperhatikan Youngjae sampai terdengar suara yang keluar dari perutnya. Youngjae mendongak dan menggerakkan kepalanya memberi isyarat agar Daehyun duduk, Daehyun menarik kursi dan duduk.

"Eomonim mana?"

"Menemui client"

"Di hari minggu seperti ini?"

Youngjae mengangguk. Mata daehyun membulat 'hei, masakan ini enak' batinnya dan Daehyun pun menambah kecepatan makannya.

"Hei, pelan-pelan"

Daehyun tersedak, mulutnya menganga. Youngjae menyodorkan air padanya. 'ini pasti mimpi, ada apa ini? Kenapa Youngjae jadi baik dan perhatian?' Daehyun meminum airnya dan menepuk-nepuk pipinya kemudian mencubit pipinya keras. "Aww… apppo" ujarnya setengah berteriak

"Apa kau gila?!" ucapnya dingin sambil mengeryitkan alisnya.

'Oke, ini lebih terlihat seperti Youngjae' Daehyun mengangguk.

"Aku hanya heran dengan sikapmu, ternyata kau bisa peduli dan baik padaku ya?"

"Jangan salah paham Jung, aku hanya menuruti apa kata Eomma-ku supaya bersikap baik padamu"

Daehyun akan membuka mulutnya untuk berbicara namun terpotong oleh suara dering di sakunya. Ia melihat layarnya dan mengangkatnya.

"Eoh…Junhong-ah"

Mmmm, aku hanya ingin mengingatkan tentang hari ini

"Tentu…aku akan datang, kau tenang saja"

Daehyun menutup telepon dan tersenyum lalu meletakkan handphone di saku celananya. Youngjae melirik Daehyun, dan bertanya "kau tidak bekerja?"

"Aku ada janji hari ini"

"dengan Junhong?"

"Iya" ucap Daehyun sambil mengangguk

"Sebaiknya kau tidak usah datang"

"Kenapa? Aku sudah berjanji padanya. Kenapa kau menyuruhku menjauh dari Junhong dan mengatakan aku akan terluka kalau dekat dengannya?"

"Lupakan" jawab Youngjae malas

Suasana menjadi hening dan canggung sekarang, Daehyun ingin bertanya lebih lanjut namun sepertinya Youngjae tidak ingin membahasnya sama sekali. Ia menggaruk tenguknya yang tak gatal sambil sesekali mencuri lirik ke arah Youngjae.

"Youngjae-ah siapa yang memasak makanan ini?" ujar Daehyun mencoba mencairkan suasana

"Aku, kenapa? Kau mau protes atau meled- "

"Masakannya enak, aku tak tau kalau kau bisa memasak" ucap Daehyun sambil menyungginggkan senyumnya

Rona merah menjalari pipi chubby Youngjae

"Eomma sibuk, jadi aku sering memasak sendiri"

Daehyun menatap Youngjae lalu melihat ke arah jam dinding.

"Wah, sudah jam segini?!" ucap Daehyun sambil meletakkan sendoknya

Daehyun beranjak dari kursinya dan berjalan, Youngjae mengambil jus mangganya dan berdiri. Mereka bertubrukkan dan Jus mangga yang Youngjae pegang tumpah mengenai kemeja yang Daehyun kenakan.

"Hei,ini baju terbaik yang aku punya" ucap Daehyun histeris

"aku tidak sengaja" jawab Youngjae cuek

Daehyun menatap mata youngjae, sorot matanya berubah. Youngjae yang melihat itu perlahan mundur.

"aku kan sudah bilang,aku tidak sengaja"

"kalau begitu kau harus tanggung jawab"

Suaranya terdengar berat dan mendominasi , sambil membuka kemejanya Daehyun mendekat dengan tatapan tajam, matanya berkilat. Youngjae semakin mundur dan punggungnya terasa dingin, ia terpojok di dinding. Youngjae menahan napasnya, entah mengapa ia merasa cemas. Daehyun melirik ke arah Sweater hitam yang dikenakan Youngjae, Sweater itu sedikit kebesaran dan mengekspos sedikit bahu putih Youngjae. Daehyun semakin mendekat dan menjejalkan kemejanya pada tangan Youngjae, sementara tangannya yang lain berada di tembok disamping kepala Youngjae . Harum Vanilla menguar, menusuk indra penciuman Daehyun. Ia memiringkan kepalanya,meraih tenguk Youngjae dengan tangannya yang bebas dan mempertemukan bibir tebalnya dengan bibir plum milik yang dipegang Youngjae terjatuh. Daehyun melumat bibir milik Youngjae, menggigit pelan bibir Youngjae dan mulai memasukkan lidahnya. Kemudian ciumannya perlahan turun ke arah bawah, menuju perpotongan leher Youngjae. Daehyun menjilatnya, mencium lembut lalu menggigit pelan sampai terdengar lenguhan Youngjae.

"Eunghhh…."

Bagai tersambar petir Daehyun menghentikan aktifitasnya dan mematung sejenak, kemudian dia langsung berlari menuju kamarnya. Sementara itu Youngjae terdiam, matanya menerawang lurus ke depan dan jarinya terulur menyentuh bibirnya

'My…First….KISS!'

Youngjae tersadar dan mengambil kunci, lalu mengunci pintu kamar yang Daehyun tempati. Di dalam kamar, Daehyun memegang Dadanya yang bergemuruh hebat.

'Apa yang…?' Ia menggasak rambutnya frustasi.

'Awalnya aku hanya ingin menggoda dan melihat reaksinya, TAPIIII?'

Daehyun menggeleng-gelengkan kepalanya, meraih baju lain di lemari dan memakainya lalu tangannya memutar kenop pintu tapi tak dapat membuka.

Clek…Clek..Clek

'Kenapa ini?Apa pintunya rusak?'

Tok….Tok…Tok…..

"Yo…Youngjae-ah, apa kau diluar? Bantu aku membuka pintu ini?!"

Hening, tak ada jawaban. Daehyun pun menggedor lebih keras.

"Yoo Youngjae, aku minta maaf atas yang tadi. Tolong buka pintunya, aku harus bertemu Junhong?!"

'Apa ku dobrak saja?Hei, apa kau punya uang untuk menggantinya Jung Daehyun?Lagipula sepertinya akan percuma karena pintunya membuka ke arah dalam ruangan dan bukannya ke luar'. Daehyun berbalik dan melihat jendela yang berteralis dan menghela nafas, tak ada jalan keluar lain di ruangan itu kecuali pintu dibelakangnya. Daehyun menyerah dan mengeluarkan ponselnya, menghubungi Junhong.

Halo?

"Junhong-ah, maaf… sepertinya aku tidak bisa datang"

Kenapa?

"Aku tak bisa keluar sekarang, sepertinya Youngjae mengunciku"

Tenanglah, ambil cadangannya di kotak pensil kayu bergambar beruang yang ada di meja belajar.

Daehyun menautkan alisnya heran namun ia menuju meja belajar dan merogoh kotak pensil kayu itu dan mendapati sebuah kunci ditangannya.

"Junhong, bagaimana kau bisa-"

Datanglah, akan kuakhiri dan kujelaskan semuanya

.

.

.

Daehyun sedang duduk di taman sekarang, melirik ke arah jam besar yang berada di tengah taman dan bertanya-tanya mengapa Junhong belum datang. Lima menit kemudian Junhong datang, ia memakai topi hitam, hoodie hitam dan kacamata hitam sambil membawa sebuah paper bag.

"Maaf aku telat"

"Tidak apa-apa"

Daehyun mengisyaratkan Junhong untuk duduk disebelahnya, Junhong tersenyum dan duduk disebelah Daehyun.

"Kau tahu mengapa novelku selalu best seller?" Tanya Junhong

"Tidak, kenapa?"

"Karena semuanya Based On True Story"

Daehyun terlonjak kaget dari tempat duduknya dan memandang Junhong sangsi, kemudian menenggak salivanya pelan.

"Jadi, kau benar-benar Vampir?"

Junhong memiringkan kepalanya menatap Daehyun, melihat gaya berpakaiannya hari ini serta mengingat satu karyanya yang berjudul Mokpo's Vampir , terkekeh pelan dan menggeleng.

"Tidak, itu karya Fiksi Fantasiku".

Daehyun mendesah lega dan kembali duduk disamping Junhong.

"Kau ingat Brain's Love?" Daehyun mengangguk "Itu kisah tentang Youngjae"

Daehyun terperangah "apa Youngjae tahu hal ini?sehingga menyuruhku menjauh darimu?"

"Tidak, tak ada seorang pun yang tahu. Alasannya untuk menjauh dariku karena ia takut aku melukai hatimu. Kau pasti sudah membaca novelku kan?"

Daehyun mengangguk, 'jadi ia bukan menjadikan diriku model untuk karakter novelnya melainkan ingin menulis cerita tentang diriku?Wah debak! Eomma, Daehyun masuk kedalam novel ma (?)'. Daehyun senyum-senyum sendiri membayangkan dirinya akan seterkenal Harry Potter, Edward Cullen, atau pun Cristian Grey. Kemudian ia Mendengar Junhong Bersuara.

"Saat membuat Brain's love aku tahu aku tak seharusnya menulis cerita tentang sahabatku sendiri tanpa meminta persetujuan darinya, maka dari itu aku memutuskan untuk pergi ke Amerika untuk menjernihkan pikiran. Tanpa aku tahu Lelaki yang Youngjae sukai itu pun Pergi ke Amerika pada hari yang sama dengan keberangkatanku, dan sepertinya ia salah paham akan hal itu. Ia pikir aku menghianatinya dengan pergi bersama dengan lelaki itu. Aku tinggal di Amerika selama setahun dan mengetahui bahwa Lelaki yang Youngjae sukai itu bukan pria baik-baik, aku bersyukur lelaki itu tidak menyadari perasaan Youngjae dan menjadi kekasihnya. Jadi Aku menulis tentang pria itu, dan kuberi judul Badman. Tapi sekembalinya aku dari Amerika, Youngjae benar-benar menjauh dariku sepertinya ia membenciku" Ucap Junhong menunduk, suaranya mengecil dan matanya berkaca-kaca.

Daehyun menepuk-nepuk pundak Junhong untuk menenangkannya. Kemudian Junhong mengambil paper bag yang ia bawa dan memberikannya pada Daehyun. Daehyun mengambilnya, tersenyum berterima kasih dan melihat isinya yang ternyata novel terbaru Zelo yang berjudul Mianhae.

.

.

.

TBC

Gimana? Ada yang bisa nebak siapa Penulis Blog itu? Kalau ada, ntar Han Dalgi usahain bikinin Sequelnya tapi pake pairing Couple lain (tapi gak janji loh ya :P ). Di next Chap Ada jawabannya siapa Bloggernya Lho, Jadi tunggu aja ya (^_^). Cluenya : Perhatiin aja nama blog-nya.

Pssst, ini My Favorite Chapt Lho. Wkwkwkwk

Balasan review :

Ttaya Arien : Ni dah lanjut, disini dah ke-jawabkan?untuk bloggernya tolong tebak aja ya, kkk

Kekematodae : Wah, senangnya ada yang nungu-nunggu FF ini, kkkk. Disini udah kejawab kan….

Maaf ya, dae disini bukan uke-nya :3

JokoMato DaeJae : Disini dah kejawab kan? Dan emang terpengaruh,wkwkwk

Ibob : Bloggernya tolong ditebak dulu aja ya, Disini dah kejawabkan kenapa Youngjae bilang gitu ke Daehyun. Ojel baik hati dan suka menolong kok

Just DaeJae : Tebak dulu aja ya, di chapt ini dah kejawabkan? Ga papa kok.