Author's Note :

Aku ga bisa bicara banyak, di lanjoot aja nyoook~~

Title : A Poor Life.

Part : 7 (Seven).

Genre : Romance, General.

Warning : BL,PG-17,Maybe Typo (s).

Summary :

Jaejoong dan Yunho adalah namja yang hidup dalam takdir yang berbeda. Namun, jalan lain mempertemukan mereka dalam keadaan yang buruk. Malam itu,Yunho yang rupanya adalah salah satu faktor semangat Jaejoong, namun, namja itu justru adalah yang pertama kali 'menyentuh' dirinya.

Disclaim : SME Present.

Author : DrarryLova.

"Sejak awal, aku sudah menyukai tubuh mungil dan kebaikannya. Sejak pertama bekerja di sini, aku selalu bersemangat dan bahagia karena kehadirannya. Ash, tapi karena rutinitas 'rahasia'ku, aku jadi jarang melihat wajah cantikknya lagi. Dia namja dan kakak kelasku, apa taka pa dengan perasaan ini? Dalam kata-kata mutiara, cinta tak kenal siapa orangnya bukan? Ya, dari situasi keluarga dan kehidupannya, aku jadi semakin ingin melindunginya."

CM-POV

Akhirnya kedai tutup juga. Aku mendudukkan diri di sembarang kursi meja caffee. Kulihat Sungmin Ahjusshi sedang menutup jendela dan Wookie-hyung tengah membereskan meja-meja. Aku baru saja selesai membereskan dapur.

Aku menghela nafas berat. Aku masih kepikiran Jae-hyung. Hari ini dia aneh sekali. Kudengar dari Ahjusshi, dia sedang butuh uang. Tapi, untuk apa? Dan tumben sekali dia pulang cepat hari ini.

"Changmin-ah. Lekas ganti seragam kerjamu dan cepat pulang. Hari sudah semakin malam." Saran Ahjusshi yang tengah membereskan kursi-kursi untuk di rapikan di atas meja. Ya, kedai ini punya tampilan dekorasi kuno namun coffeenya yang enak membuat banyak pelanggan datang kemari.

Akupun beranjak dan menuruti apa yang di sarankan Sungmin ahjusshi. Semoga Jae-hyung baik-baik saja. Aku tidak mau terlalu mengkhawatirkannya. Karena, Jae-hyung tidak suka pada orang yang terlalu berlebihan mencemaskannya. Tapi, bukankah dia butuh uang? Aku rasa, meskipun dia orang yang hidup dalam ekonomi sulit, ini terlalu mencurigakan! Jae-hyung itu tisak panik seperti tadi! Apa sebaiknya aku…

0o0

"Tabunganku,,, rekeningku, sisa paruh waktu… dan.." Aku menghentikan langkahku. Rasanya, ada yang aneh dengan siswa yang lain di sekitarku. Kulihat, semua pandangan murid-murid tertuju pada 1 arah di depan sana, dan saat aku menoleh, aku tersentak. Aku terpaku di tempatku. Itu Taemin, kan? Adik Jae-hyung?

Tapi, ada apa ini? Kenapa dia berjalan bergandengan dengan Choi Minho? BERGANDENGAN? Ck, ini ada yang tidak beres. Taemin berjalan dengan namja model dia? Ada apa gerangan? Taemin tidak suka dekat dengan namja lain di SMA ini selain aku, kan? Ini ANEH!

Taemin sepertinya menyadari keberadaanku dan sayangnya, Taemin tak mau melihatkan wajahnya terhadapku. Ash, aku yakin ada yang tidak beres. Kemarin Jae-hyung dan sekarang Taemin? Pasti ada apa-apa dengan keluarga Kim. Lama kelamaan, langkah 4 namja itu mulai menghampiriku.

"Hai, kakak kelas." Aku tahu Minho menyapaku, tapi, aku tak meresponnya. Pikiranku banyak sekali tanda Tanya dan aku tetap terfokus memandangi Taemin. Ingin menanyakan, apa yang sebenarnya terjadi?

"Ta-Taemin-ah?" tak ada respon darinya saat aku berdesis kecil. Saengku, ada apa? Apa yang sebenarnya terjadi pada hyung-mu dan kau? Adakah yang tidak aku ketahui? Kenapa kalian seperti ini? Ini aneh rasanya bagiku…

"Ada apa, kak? Oh ya, aku sampai lupa. Aku dan Taemin sudah jadian. Dia menerima pernyataan cintaku." Jelas Minho. Sungguh, aku mendengar kata-katanya, tapi aku tak pedulikan itu. Aku hanya ingin mendengar ucapan yang keluar dari mulut Taemin. Tolong, jangan buat aku bingung!

"Ya! Changmin-ah~~Hari ini juga kau masuk! Ah kangen sekali padamu~!" Onew menepuk bahuku. Itu membuatku tersadar dari keegoisan pikiranku. Saat aku merespon teman sekelasku itu, kulihat Taemin menarik Minho pergi. Apa jangan-jangan Taemin menjadi…. Seperti Key?

0o0

"…M-Minho-ya~, aku mohon, ja-jangan disini…" Pinta Taemin ketika Minho mendorong tubuh kurusnya dan menguncinya di sisi dinding.

"Wae, Taemin-ah? Aku tak bisa tahan kalau tidak menciummu lewat satu jam saja, hm?"

"Tapi, Minho— mmnhh, ckccp, hhnnhh~~"

Cukup lama kudengar suara aneh itu. Ya, saat ini aku berhasil keluar dari jeratan Onew dan membuntuti pasangan baru ini. Minho dan Taemin yang ada di dalam kamar mandi ini. Aku mengupingnya dari luar. Mereka hebat, ya, Minho yang hebat bisa menarik Taemin ke tempat yang sepi begini. Aku jadi tahu. Aku bisa menyimpulkan semuanya. Hanya tinggal menunggu kepastian dari mulut Taemin saja setelahnya.

"Mnnnh~ aggghht! Aggh~~"

"Hm, juniormu sudah mulai nakal, baby, hh." Kudengar suara Minho juga mendesah kecil. Apa yang mereka lakukan? Aku masih tidak percaya ini. Ya, aku tidak percaya kalau yang aku simpulkan ini benar, kalau… Taemin menjual tubuhnya pada Choi Minho?

0o0

"Terima kasih atas kunjungannya." Ujarku pada pelanggan yang baru saja keluar dari Kedai. Itu pelanggan terakhir kami hari ini. Padahal, jam masih menunjukkan pukul 14.28, tapi, Sungmin Ahjusshi sudah mau menutup kedainya. Biasanya, kami menutup kedai pada pukul 21.00, tapi karena Ahjusshi bilang ada acara, jadi kami cepat menutup kedai.

Aku lalu melihat ke sekeliling. Ada Wookie-hyung yang sedang sibuk membereskan meja, Ahjusshi yang membereskan dapur dan Jae-hyung yang tengah melamun di salah satu bangku sambil mengetuk-ngetuk jarinya di meja. Huft, apa aku beritahu saja soal Taemin padanya?

Flashback

"…ah, agght, sudah Minho, sakit! Uggh…"

"sst, baby. Hh, aku belum puas, tenang sedikit, hum?"

Tuhan, apa yang di lakukan mereka di dalam? Aku tidak tahan! Sepertinya, Taemin tersiksa di sana. Tapi, aku tidak berhak mencampuri urusan mereka begitu saja. Dia Choi Minho, adiknya Yunho-hyung, bukan tandinganku!

PRANGG.

Suara pot bunga jatuh ketika aku tak sengaja menyenggolnya saat melangkah mundur tadi.

"Siapa di sana?" ash, gawat. Itu suara Minho. Aku mengganggu kesenangannya!

Belum sempat aku kabur, Minho sudah membuka pintu duluan dan memergokiku. "KAU? Changmin-hyung?" Geramnya tak percaya ketika melihatku. Aku lihat keadaannya. Namja itu tidak mengenakan seragam atasnya, yang biasa di sebut bertelanjang dada. Tak berapa lama, Taemin keluar dari balik punggung Minho dengan wajah yang basah air mata. Sepertinya, dia tahu kalau aku yang di pergoki Minho.

Kulihat Taemin maju kedepan sambil membetulkan letak kemejanya. Rambutnya berantakan dan tak ada senyum di wajahnya, tepatnya, dia ingin menangis lagi.

"ASH!" Minho menggebrak pintu dengan wajah kesal. Mungkin ia tidak tenang jika ada orang yang mengetahui hubungan sesungguhnya antara dia dengan Taemin.

"Hiks. Minho-ya, beri aku waktu untuk bicara dengan Changmin-hyung, kumohon." Pinta Taemin. Minho berdecak kecil dan masuk ke dalam. Aku hanya bisa terpaku ketika Taemin mendekatiku. "Hiks, hyung.." ujarnya di paksa tenang. Tapi, masih terdengar nada serak di pembicaraannya.

"Taemin-ah! Katakan padaku! Apa yang kau lakukan? Kenapa? Kenapa ada Minho? Kenapa dia melakukan itu padamu!" Bentakku sambil mencengkram bahu Taemin erat.

"Aku tahu! Hiks… Aku tahu, hyung!" Taemin mulai menangis keras. Aku yakin, Minho pasti mendengar kami dari dalam. "Tapi maafkan aku, hyung… ini sudah terlambat, hanya ini yang bisa kulakukan,,, umma sakit, kami sudah membawa umma ke rumah sakit tapi umma belum sadar,,Jae-hyung pasti akan kesusahan…"

Aku terdiam shock. Jadi, nyonya Kim masuk rumah sakit? "Ke-kenapa kau tidak tahu, Taemin? Tapi, kalau kau melakukan ini, kakakmu… Jae-hyung pasti akan terluka!"

"Maka dari itu! Hiks, aku mohon… jangan katakan ini pada Jae-hyung. Aku mohon…hiks, please.." Ratap Taemin, ah, kenapa jadi seperti ini? Kau menjual tubuhmu untuk Choi Minho? Aku tidak ingin melihatmu seperti ini… kau juga dongsaengku…

"Sebaiknya kita pergi!" Minho yang sudah mengenakan seragam atasnya menghampiri Taemin. "Aku harap kau pegang permintaan Taemin." Ancamnya padaku dan mencengkram tangan Taemin lalu menariknya pergi dariku.

Taemin-ah… kenapa kau lakukan itu? Kasihan Jae-hyung jika mengetahuinya…

Flashback Off

"Hyung." Aku duduk dibangku seberang meja Jae-hyung. Sepertinya, ia tersadar dari lamunannya karena sahutanku tadi. Ya, hari ini, dia terlihat banyak melamun. "Apa yang sedang hyung pikirkan?" Tanyaku seperti biasanya, dengan gaya kekanak-kanakan.

"Ah, ne. aku, aku hanya memikirkan bagaimana cara berterima kasih dan melunasi hutang pada teman Taemin. Sepertinya, dia baik sekali sudah meminjami uang pada Taemin." Ujarnya gugup.

Taemin. Aku yakin itu adalah akal-akalannya saja. Andai kau tahu uang itu bukan dari hasil hutang, hyung…

"Oh, aku juga baru dengar dari Taemin. Katanya, umma hyung sakit, ya? Mian, aku tidak tahu…"

"Nde. Gwenchana, Changmin. Tidak usah khawatir. Umma sudah agak baikkan… tapi, aku heran, kenapa temannya Taemin mau meminjamkan uang sebesar itu ya? Aku benar-benar harus berterima kasih padanya."

Hyung, andai kau tahu siapa orang yang kau maksud. Dia adalah namja brengsek yang selama ini kutahu. Dia itu membayar tubuh Taemin, dongsaeng kita…

"Oh ya, hyung." Ujarku sambil mengeluarkan sesuatu dari sakuku. "Ini, ambillah." Aku meletakkan amplop itu di tangannya.

"Apa ini?" Tanyanya polos.

"Itu uang yang kukumpulkan untuk membantu hyung, terimalah."

"Andwae! Apa-apaan ini, Changmin-ah! Tidak usah repot-repot seperti ini! Lebih baik ini untuk biaya sekolahmu!" tolak Jae-hyung sambil menyodorkan kembali amplop yang kuberi.

"Ara-ara! Ini memang untuk keluarga hyung, kok. Aku mohon terimalah~~ uang biayaku ada kok, tenang saja. Mian, aku hanya bisa bantu sedikit." Tambahku. Jae-hyung terdiam dan matanya membulat dan mulai berkaca-kaca.

"Gomawo-yo, Changmin-ah." Ungkapnya. Akhirnya, ia menerimanya juga. Kulihat air matanya mulai turun dari pelupuk matanya.

"Sudahlah, hyung tak usah menangis seperti itu." Terangku sambil mengusap air matanya dengan ibu jariku. Aku terdiam ketika menyentuh wajahnya itu. Ah, Jae-hyung, kau membuatku gila, aku menginginkanmu Jae-hyung… aku mau memilikimu…

~Dare mo ga dare kani aisareru tameni
Kono youni inochi wo kirameka seru no sa
Sorega moshi mo boku nara
Mouichido kimi no kokoro wo
Towa no yasashisade atata meruyo~

Ah. Yunho-hyung call. Tidak tahu apa kalau aku sedang senang karena tengah menyentuh pipi mulus Jae-hyung!

"Ah, mian hyung." Terangku pada Jae-hyung dan mengangkat telepon. "Ya! Wae, hyung? Hah? Ara-ara, aku akan datang besok!" aku langsung menutup telepon. Ah, ada acara apa lagi ya? Bodo ah, sore ini aku ingin menghabiskan waktu bersama orang yang kusayangi di hadapanku ini.

-SEVENTH-

REPLAY

Cho minyoung : ne, iya makasih kalao ngerti ma alur ceritanya *sebenarnya, author sendiri aga ribet ama POV-POV nya, huehehe* terima kasih udah semangatin aku, big thanks! *HUG*

Soal KyuMin? Lagi gak mau nambahin FF selain 3 ini, mianhae~~ tapi, di usahakan di kasih moment KyuMin manis di di "KSdD"~~ *tapi sabar ya, utamain SiBum dan Hanchul dulu, hehe*

Jung yeora : Hehehe, JEONGMAL MIANHAE~~ Dngan keterlambatan post ini, aku minta maaf, Yeora jangan kapok repiu lagi ya~~ TT,TT

Ne, Suie yang jadi Seme, bis Uchun cuantieeek *menurut author loh, ya*

Shippo Baby YunJae : iya-iya, gapapa, tenang-tenang, YunJae bakal bercahaya kok di FF ini, sebentar lagiii~~ *Khukhukhu*

Yunjae always : hehehe, ga kakak tiri, gak adeknya, sama sama pocecif~~ ahhh, suka deh ma couple yang semenya pcyko~~~ ;3 *YUNJAE 2MIN, FIGHTING!"

Lee Shurri : salam kenal juga :3, ahahahaha, maaf maaf, habis kan yang jadi manager Yunho itu Kyu, jadi nanti Kyu bakal jatuh cinta ama Umin karena sering jemputin Changmin di kedai cafee, *Yunho ga pernah ke kedai kaffe, nyuruh Kyu mulu* masa yang punyanya keddainya Shindong? Nti KyuMin ga ada dwoong~~ *hehe*

Ryu : Hehehe, emang reader tercinta ini, repiunya puanjaaang 0,oa *jangan kapok repiu fic amatir aku ya say* TT~TT

AKU BAKAL LEBIH OPTIMIS LAGI! Thanks semangatnya :*

MermutCS : THANKS REPIU MANISNYA :3, heheheh aku juga pualingg suka seme-seme yang kasar kek Minho, ma Yunho di sini, tenang ching~ 2Min tak buat OKKEH!

Aaaaaaaaaa, mianhe~~~ jeongmal mianhae~~

Author lagi demam komik ampe beli komik nya ratusan jiwaa *seerius pesen komik di online*

Mian ya kalo sempet dibilang hiatus TT,TT, mungkin soal update cerita-cerita bakal sue, osh, idenya juga jarang muncul, hiks

Mind To Review?

SPOILER : 2 PART selanjutnya Udah menuju YunJae NC! SOO. Tunggu ceritaku ya Lovely Readers~~~~