Author's Note :

Ah! Aku sibuk sekali cari kerja. Sampai fic terbengkalai~ mari kita lanjut!

Jangan mengharapkan aku bakal apdate asap ya~

Title : A Poor Life.

Part : 8 (Eight).

Genre : Romance, General.

Warning : BL,PG-17,Maybe Typo (s).

Summary :

Jaejoong dan Yunho adalah namja yang hidup dalam takdir yang berbeda. Namun, jalan lain mempertemukan mereka dalam keadaan yang buruk. Malam itu,Yunho yang rupanya adalah salah satu faktor semangat Jaejoong, namun, namja itu justru adalah yang pertama kali 'menyentuh' dirinya.

Disclaim : SME Present.

Author : DrarryLova.

"Hiks, kenapa harus dia? Kenapa yang aku lihat adalah dia? Apa salahku Tuhan? Sekarang, aku harus serahkan tubuhku untuk namja yang kukagumi selama ini? Untuk namja yang selama ini kukira adalah orang yang baik hati? Dan, dugaanku lebih nyata dari apa yang aku rasakan! Dia, Choi Yunho. Ternyata adalah U-Know!"

JJ-POV

Part : I

Aku melamun di meja ini. Pekerjaan kami di kedai Sungmin Ahjusshi sudah selesai secepat ini hari ini. Mungkin, aku juga akan cepat-cepat datang ke klub nanti sore. Huft, klub… aku masih mengingat kejadian tadi malam. Kemarin, aku hanya mendapat lembaran-lembaran uang dari Sungmin Ahjusshi. Sungguh, aku benar-benar shock saat namja bernama Choi Yunho itu menciumku. Rasa dan bau alkoholnya menyengat sekali. Aku kaget karena ulahnya. Masih terasa jelas kepalaku pusing saat ia menciumku. Alcohol yang di minumnya bukan alcohol rendah! Ya, karena malam itu, aku sama sekali tidak melayani satu pelangganpun. Choi Yunho itu… dia menciumku dengan gratis?

"Hyung." Changmin meleburkan lamunanku. Ash, apa yang kupikirkan? Kenapa kejadian semalam menghantuiku terus? "Apa yang sedang hyung pikirkan?"

"Ah, ne. aku, aku hanya memikirkan bagaimana cara berterima kasih dan melunasi hutang pada teman Taemin. Sepertinya, dia baik sekali sudah meminjami uang pada Taemin." Akh. Jaejoong paboya! Apa yang aku katakan barusan? Kenapa malah bicara tentang Taemin dan hutang itu? Changmin kan belum tahu apa-apa. Dia juga pasti belum tahu kalau umma sedang di rumah sakit.

"Oh, aku juga baru dengar dari Taemin. Katanya, umma hyung sakit, ya? Mian, aku tidak tahu…"

"Nde. Gwenchana, Changmin. Tidak usah khawatir. Umma sudah agak baikkan… tapi, aku heran, kenapa temannya Taemin mau meminjamkan uang sebesar itu ya? Aku benar-benar harus berterima kasih padanya." Aku mengalihkan topic pembicaraan. Ya, aku juga heran dengan Taemin. Kok bisa temannya meminjamkan uang 1,5 juta won dengan cuma-Cuma? Aku harus berterima kasih dengan teman Taemin itu. Haish, tapi bagaimana pula aku akan membayar hutangnya?

"Oh ya, hyung, ini, ambillah." Changmin memberiku sebuah amplop.

"Apa ini?"

"Itu uang yang kukumpulkan untuk membantu hyung, terimalah."

Uang? Uang katanya? Agh! Mimpi apa lagi ini! "Andwae! Apa-apaan ini, Changmin-ah! Tidak usah repot-repot seperti ini! Lebih baik ini untuk biaya sekolahmu!" saranku. Ya, sebenarnya aku tidak mau mendapat uang dengan cara seperti ini. Aku tidak ingin semua orang hanya bisa mencemaskan keadaanku dan kekuranganku. Aku masih sanggup mencari uang sendiri, Changmin-ah…

"Ara-ara! Ini memang untuk keluarga hyung, kok. Aku mohon terimalah~~ uang biayaku ada kok, tenang saja. Mian, aku hanya bisa bantu sedikit."

Aku terdiam. Aduuh, aku jadi ingin nangis, kan. Kenapa ada lagi orang baik disini sih? Dan tanpa sadar, aku hanya bisa meneteskan air mata. "Gomawo-yo, Changmin-ah." Ungkapku. Ah, aku menangis nih, huhuhu, cengeng sekali….

"Sudahlah, hyung tak usah menangis seperti itu." Changmin mengusap air mataku dengan ibu jarinya. Sentuhannya terasa hangat dan lembut… dan tiba-tiba, mata kami saling bertatap dan kami saling terdiam memandang kearah bola mata satu sama lain. Yak! Ada apa ini? ,

~Dare mo ga dare kani aisareru tameni
Kono youni inochi wo kirameka seru no sa
Sorega moshi mo boku nara
Mouichido kimi no kokoro wo
Towa no yasashisade atata meruyo~

Suara dering ponsel menghentikkan keheningan kami. Ah leganya, rasanya tadi terasa tabu sekali. Omo! Ada apa ini? Kenapa jantungku berdebar-debar! Changmin kan hanya dongsaengku, huweee…

"Ah, mian hyung." Ujarnya sambil meninggalkan jari-jarinya dari wajahku. Dia segera mengangkat panggilan entah dari siapa itu pada ponselnya. ! Wae, hyung? Hah? Ara-ara, aku akan datang besok!" Tutupnya.

Dia menelpon dengan siapa sih?

0o0

TAP. Everlasting Choi Corporation.

Setelah pulang dari kedai, sore ini, aku sudah berdiri di depan perusahaan itu. Perusahaan yang di direkturi oleh namja brengsek yang membuatku kacau, Choi Yunho! Hah, untung aku menelpon Kibum tadi, jadi aku tahu di mana namja itu berada. Kalian ingin tahu mengapa aku disini? Tentu saja aku akan menagih hutangnya! Aku langsung bergegas untuk masuk kedalam.

"Ada yang bisa kami bantu?" aku menghampiri resepsionist. "Anyeong. Jessica imnida." Ujarnya. Eoh? Yeoja aneh. Apakah setiap resepsionist memperkenalkan diri mereka di akhir kalimat? Oh, maklum, aku belum pernah memasuki perusahaan sebesar ini sebelumnya.

"Apakah Choi Yunho ada? Apakah ada orang yang bernama Yunho disini?" Tanyaku antusias. Aku takut kalau aku salah kantor.

"Ah. Emm, tuan sudah buat janji dengan pak direktur?" tanyanya. Ash, aku rasa aku benar ini perusahaannya. Tapi, janji apa? Aku kan tidak buat janji apa-apa dengan dia? "Pak direktur Choi Yunho banyak pertemuan hari ini. Mungkin, anda sudah buat janji?" Jelas yeoja itu lagi. Akh, apakah bertemu orang di perusahaan akan sulit begini?

"Andwae. Aku belum membuat janji. Tapi, aku benar-benar ada keperluan dengannya. Ini masalah uang. Direktur kalian itu punya hutang padaku!" Jelasku. Yeoja bernama Jessica itu mengerutkan alisnya tidak percaya. Hei, aku tidak bohong, kan? Memang Choi Yunho itu punya hutang padaku!

"…Kalau begitu, tuan harap menunggu di ruang tunggu. Ruang tunggunya ada di lantai satu. Aku akan mencoba menghubungi pak Direktur. Siapa nama tuan dan dari perusahaan mana?"

Eh? Perusahaan katanya? "Emm, bilang saja dari Kim Jaejoong."

"Ah, baiklah. Lift menuju lantai 1 ada di ujung sana." Jelasnya sambil menunjuk kearah lorong lift. Akupun pergi untuk menuju lift kelantai satu. Ah, kenapa aku ada di tempat formal seperti ini? Tahu begitu, aku pakai baju yang lebih sopan lagi =.=

0o0

Lagi-lagi aku menghentakkan kakiku dengan kesal di ruangan ini. Jam 16.31, ck, sudah 1 jam 47 menit aku ada di sini. Sebenarnya resepsionist itu menyampaikan pesanku tidak sih? Katanya aku suruh menunggu disini? Tahu begini, lebih baik aku cari-cari kerjaan lain untuk mendapatkan uang. Bagiku, TIME is MONEY, U-know!

Ash, kenapa ada kata namja itu barusan? U-know… hm, biarlah. Aku lalu beranjak pergi untuk ke toilet, dari tadi rupanya aku menahan ingin buang air kecil.

Ketika baru sampai di tepi koridor di dekat toilet yang cukup dekat dari ruang tunggu tadi, aku terkesiap! Ya, aku tertegun! Apa aku salah lihat? Barusan, aku melihat U-Know, namja bertopeng itu! Aku melihatnya memasuki toilet yang sedang aku tuju ini! Andwae! Apakah aku bermimpi!

Aku mengusap mataku berulang-ulang dan mencubit pipiku. Akh, sakit! Ya, aku benar-benar melihatnya! Aku tidak bermimpi!

Dengan perasaan senang yang tertekan, aku melangkah setengah berlari menuju toilet. Aku tidak menyangka bisa bertemu U-Know disini! Akh, bahagianya…

Aku tepat berada di depan pintu toilet. Aku gugup untuk membuka pintunya. Aduuh, apa aku masuk lalu memeluknya? Atau buru-buru minta foto berdua dan tanda tangannya? Haaaa, bagaimana cara untuk memulai pembicaraan dengannya ya?

Perlahan, kugenggam knop pintu dan memutarnya pelan dengan hati yang berdebar-debar…

"Manager Cho, aku minta daftar untuk menghadiri acara nanti malam di batalkan saja, aku ada urusan." Seorang namja membuka topengnya hanya untuk sekedar membasuh mukanya di wastafel.

"Baik, tuan Jung."

BRAAK. Pandangan Yunho dan Manager Cho teralih kearah pintu yang baru saja terbuka dengan suara yang tak bersahabat itu.

"U-U-Know?" Ujarku shock.

"Kim Jaejoong?" Ucapnya.

Gawat! Aku telah mengetahuinya! Dia, namja itu… U-know?

Tanpa banyak berkata, aku meninggalkan tempat ini. Berlari sejauh mungkin untuk pergi menjauhinya.

"Hei! Kim Jaejoong!" Kudengar Yunho menyahutku dengan suara yang terdengar marah.

"Tuan Jung, anda mau kemana?" Tanya Manager Cho, ketika Yunho tengah bergegas mengejarku.

"Manager Cho! Simpan topengku baik-baik." Perintah Yunho ketika tepat membelok kearah koridor lain.

Ya! DIA MENGEJARKU!

0o0

Aku berlari menuju lift. "Ayolah lift! Ayolah cepat terbuka lift! Bukalah!" aku memencet tombol lift dengan panic.

"Kim Jaejoong!" Yunho terlihat jauh disana. Ash! Aku mulai terkejar! Aku harus segera menghindar darinya! Aku lalu berlari menuju tangga tapi Yunho masih terus berlari mengejarku. "Joongie!" Sahutan menggema di atas tangga sana yang memang sepi ini membuatku keringat dingin. Aku bisa merasakan nada yang amat marah dari teriakan Yunho barusan. Aku terus menuruni anak tangga secepat mungkin dan tak mau menggubris sahutannya.

Aku takut.

Hanya itu yang kurasakan saat ini. Aku panik! Aku kaget! Aku tidak mau percaya kalau U-Know yang menjadi pujaanku adalah CHOI YUNHO!

"Agght! Tertangkap kau!" Tiba-tiba kurasakan tanganku di tarik dan tubuhku terhempas begitu saja kearah dinding di tengah jalan tangga. Sekarang, aku bisa melihat tubuh Yunho berada di hadapanku. Nafasku tersengal-sengal begitupun dirinya. Tuhan… aku tertangkap… "Haa, haa, heh, berani juga kau datang kemari…" Seringainya kesal.

"U-U-U-know… U-know?" Hanya itu yang berhasil keluar dari mulutku. Tangan dan tubuhku semua bergetar. Aku takut pada tatapannya itu.

Disini sepi….aku takut. Aku takut pada semua yang ada di namja ini.

"Bahkan… kau memergokiku dan tahu bahwa aku adalah U-Know? Lancang sekali kau, Boo?" Ungkapnya kesal. Aku tak mau melihat wajahnya. Pasti mengerikan karena dia marah. Aku tak tahu harus melakukan apa di saat setakut ini selain menunduk dan bergetar hebat. "Heh, Boo-ku sayang~ kau itu—" Dia tak meneruskan kalimatnya dan langsung merengkuh kepalaku dengan kasar.

Dia menjambak rambutku dan memaksa menciumku dengan brutal. Aku mencoba mendorongnya namun dia tak mau melepasnya. Gerak bibirnya yang kejam dan genggaman tangannya yang kuat, membuatku yakin bahwa ia benar-benar dalam keadaan emosi.

"—mmnhhn—mnhhn!" Aku mencoba berontak lagi kali ini dengan gerakan kepalaku. Namun, di jawab Yunho dengan menekan tubuh kurusku kedinding dan menggigit bibirku. Hingga aku merasakan sakit dua kali lipat. Ia semakin menjambak rambutku hingga aku menengadah dengan tak nyaman namun nyaman untuk posisi ciuman Yunho.

Sesak. Aku tak bisa lepas dari ruang lingkup Yunho yang menangkapku…

Dia menyesap bibirku dan melumatnya kasar bahkan ia berhasil menggigitku berkali-kali. Yunho, sudahlah… aku mohon, aku tidak bisa bernafas…

Saat bibirku sudah tak kuasa bergerak untuk menolak Yunho dan kaki-kakiku yang tiba-tiba melemah dan perlahan terjatuh kelantai, Yunho baru menghentikannya. Aku hampir kehilangan kesadaran akibat ulahnya itu dan buru-buru mengambil nafas sepuasnya. Aku yakin, pria yang berdiri didepanku ini sedang merasa terpuaskan! Brengsek!

Yunho menyeringai menang. Kemudian dia mensejajarkan dirinya dengan diriku yang bersimpuh lemah dan menarik daguku dengan kasar. "Itu balasan karena kau mengetahui siapa U-Know sebenarnya! Kalau aku tahu kau membocorkan hal ini, tak segan-segan aku menyiksamu, Kim Jaejoong!" Ancamnya sambil mendorong daguku untuk melepas tangannya. "Ingat! Ini belum berakhir, Boo. Tunggu aku nanti malam. Pastikan kau ada di klub kalau kau tak ingin cari mati denganku."

Kini, tubuhnya mulai menaiki tangga dan menjauhiku. Hiks, aku tidak bisa menahan tangis memilukan ini. Jesus, kenapa ini harus tertimpa padaku? Menjijikannya aku yang seperti ini… di jajah oleh pria brengsek macamnya…

Hiks, apakah benar namja itu yang berada dibalik topeng U-Know? Yang selama ini kukagumi dan menjadi semangat hidupku selama ini? Kenapa harus dia? Kenapa?...

0o0

"Joongie, ada apa denganmu?" Aku tersadar dari lamunanku ketika Heechul-hyung duduk di sampingku. "Kau kenapa? Kau pucat begini, lingkar matamu membengkak…" Heechul begitu khawatir dengan keadaanku. Dia mencoba mengguncang-guncangkan tubuhku yang masih tak mau bergerak ini. Aku benar-benar ingin mati saja…

Ada dua namja masuk ketika Heechul-hyung panic dan juga berlari menghampiriku. Mereka tentu adalah Yoochun dan Kibum. Aku terus diam sehingga membuat mereka tambah khawatir.

Semuanya… mianhae, hanya ada dia yang ada dalam kepalaku saat ini, hanya ada dia… hanya dia, dia yang selama ini tak kuduga memiliki sifat seperti itu…

"Jaejoong, Choi Yunho sudah datang." Tuan Shin masuk. Aku yang mendengar nama itu langsung beranjak berdiri dan seketika tubuhku bergetar hebat. "Hei! Kau kenapa?" Kulihat kini tuan Shin yang panic dan langsung menghampiriku. Begitupun mereka bertiga yang langsung mengamankan reaksiku.

Ternyata, mala mini dia datang! Dia kemari! Dia mencariku! U-Know is Yunho! Dia akan menyiksaku lagi seperti tadi siang… apa yang harus aku lakukan?

"Joongie, apa kau baik-baik saja? Lebih baik kau tak usah bertemu dengannya! Beristirahatlah!" Saran Heechul sambil memaksa menarik tubuhku untuk beristirahat. Tapi aku tetap diam di tempat ini dengan membisu.

"Hyung, apa kau takut karena mala mini harus maksud ke pub?" pertanyaan miris Yoochun di jawab dengan berhentinya getaran tubuhku. Apakah karena itu juga? Apakah karena U-know yang merupakan malaikatku itu yang akan menyiksaku mala mini karena dia adalah Choi Yunho yang bagiku sudah di anggap sebagai iblis? Yoochun-ah… bagaimana suasana di dalam pub? Heechul-hyung… apakah di dalam sana begitu mengerikan?

"Sudahlah, hyung. Aku mohon jangan paksakan dirimu. Lebih baik kita usir saja namja itu." Pinta Kibum yang kini mulai meneteskan air mata. Tuan shin menghela nafas pelan. Aku tahu, aku tahu di lain sisi tuan Shin juga tak ingin membiarkanku bertemu dengannya, tapi disisi lain, mengusir Choi sama saja kita cari mati.

Aku menelan ludah. Baiklah, aku ingin menolong bar ini. Aku berharap, tidak ada dari mereka bahwa Yunho adalah U-know yang slalu kupuja. Karena, kalau mereka tahu, mereka takkan membiarkanku menemuinya.

Ya, aku akan menemuinya sekarang…

-EIGHT (PART I)-

REPLAY

DYNAmite's : *chingu di tabok Taemin* No… saya gak mau kalau Changmin ama Umma~ Jae is Yunho's Own, xixixi

MermutCS : hehehe, Yunho Minho itu sama-sama kejem, mian ya aku baru update *sob*

Kitsune Shyufellrs : Makasih :3~~~ masalah ending, blum tau Chingu TT-TT

min neul rin : Sipp ~~

farihadaina : anyeong~ arigachu arigachu, iya iya, bang Minho gimana sih! Tenang kok, aku mau buat Tetem bakal jatuh cinta ma Minho :3, YunJae? Lagi di garap nih ching~

LEETEUKSEMOX : Huwaaa, Mianhae~~ iya iya, Chap besok umma appa NC~

js-ie : loh loh, bukan sist, Min itu bukan sodara Yunho, Yunho nemu Changmin di jalan =="

maslah YJ, Masi garapp~~

Tao bbuingbbuing : SIAP!

Guest (?) : hmmm, makanya ane bingung gimana ya kalao Jae tahu juga, mana itu orang sih Minho lagi! Adik musuhnya!

blue : hahaha, sip sip sip, besok YUNJAE NC!

I'M BEAT! AKH! TUNGGU CHAPTER BESOK!

YUNJAE –RAPE-

*langsung mimisan*