Author's Note :

Title : A Poor Life.

Part : 11 (Eleven).

Genre : Romance, General.

Warning : BL,PG-18,Maybe Typo (s)

Summary :

Jaejoong dan Yunho adalah namja yang hidup dalam takdir yang berbeda. Namun, jalan lain mempertemukan mereka dalam keadaan yang buruk. Malam itu,Yunho yang rupanya adalah salah satu faktor semangat Jaejoong, namun, namja itu justru adalah yang pertama kali 'menyentuh' dirinya.

Disclaim : SME Present.

Author : DrarryLova.

"Terkadang, aku bingung harus melakukan apa. Ayahku pergi entahlah kemana, ibuku frustasi dan menikah lagi. Aku diperebutkan oleh kedua orang yang tak jelas itu! Aku benci! Aku pergi! Hingga aku menemukannya…"

YC-POV

"hhh…Su-ie…" rintihku pelan. Kurasakan usapan tangan halus di sekitar pipiku.

"sst…Chunnie, sabar sayang…" suara khasnya yang selalu kuharapkan tiap detiknya selalu mengusir tiap kejenuhanku. Rasa perih lagi-lagi menerjang di bawah sana. Tapi asal Dia, asal Dia saja, aku mau…

"ahh…su— su—" aku mendesah lebih dalam. Alami sih, tapi aku ingin memancing lebih nafsunya. Kubiarkan Dia menjamahku, sepuasnya sepanjang hari ini…

0o0

Aku Park Yoo Chun. Anak tunggal dari Park Dong Ho dan Choi Min Ki. Ayahku seorang bapak bengal yang suka keluyuran dan berandalan, bahkan di kampungku dulu ayahku adalah preman terkenal dengan julukan Baek Ho. Ibuku, Yeoja cantik di kampungku, ibu yang bosan dengan tingkah appa, Dia yang cantik menjajakan diri untuk menjadi istri orang lain, dan pada akhirnya, ibuku diketahui dekat dengan duda kaya bernama Kim Jong Hyun, Dia direktur Perusahaan JR, dan ibu kaya mendadak karena laki-laki baik itu.

Aku tahu ibu bahagia dan ayah juga terlalu cuek dengan sepeninggalan ibu. Aku diperebutkan oleh mereka untuk tinggal bersama. Aku sedih, aku bingung ketika harus memilih. Aku benci mereka berdua dan aku juga tak bisa bohong kalo aku sayang mereka. Aku juga tahu kebahagiaan ibu karena lahirnya adik tiriku, Namja bernama Ren…

0o0

Aku bergemul dalam selimutku dan memandang wajah namja yang tertidur lelap di sampingku. Kim Junsu, orang yang mengambilku dari kegelapan teka teki rumah tangga ayah ibuku. Aku menjajakan diri juga bukan karena aku mau. Aku bosan dengan kehidupanku, aku muak dengan celotehan mereka! Aku sengaja masuk di Pub itu hanya memang karenanya… karenamu, Kim Junsu…

"mmm…" Junsu mengejap-mengejapkan matanya. Ahh, Dia terbangun. Mata sipitnya yang makin sipit itu menoleh ke arahku. Aku tersenyum tulus. "Selamat pagi, my dolphin…"

"Selamat pagi, Chunnie~" ungkapnya sambil mencium dahiku yang nyaris menyapa bibirku kalo saja…

ting tong ting tong ting tong—

suara bel apartemen brengsek itu tidak mengganggu sekeras itu!

Buru-buru Junsu yang hanya mengenakan celana pendek beranjak dari ranjang dan meninggalkanku menuju suara bising pagi itu.

Ahh, aku tidak tahu siapa yang datang, tapi alangkah baik aku bersiap-siap untuk pergi.

0o0

"Gila! Aku akan benar-benar gila!"

Ketika aku baru keluar dari kamar Junsu, hanya suara frustasi itu yang kudengar. Ahh, itu Namja yang menyiksa Jae Hyung!

Kedua Namja itu sontak menoleh ke arahku. Seakan aku menginterupsi obrolan mereka.

"Pagi" bungkukku pada Yunho. Benci sekali melihatnya! Tapi memang sudah sifatku sejak lahir tak bisa mengungkapkan perasaanku.

"Kau sudah mau pergi, Chunnie?" Tanya Junsu datar. Aku mengangguk pelan dan kulihat tubuh gumpal orang yang kucintai itu pergi ke suatu meja untuk membuka laci dan kulihat Dia mengambil seikat uang dan buru-buru memberikan padaku.

Ahh…ini pekerjaanku ya?

"Hati-hati ya, Chunnie~" usapnya sambil mencium dahiku. Aku bisa lihat tatapan merendahkan dari sudut mata Yunho yang diam melihat tingkah kami.

"Aku permisi" ungkapku ketika sampai di pintu masuk untuk meninggalkan kediaman orang yang kucintai itu.

Kim Junsu… tahukah kau kalau aku mencintaimu?

0o0

Aku pulang ke apartemenku. Baru di koridor menuju depan apartemen, kulihat barang-barangku dilempar keluar. Jangan-jangan…! Astaga aku lupa!

Aku berlari kecil untuk mengetahuinya.

"Ada apa ini?" tanyaku ketika melihat segerombolan pria besar mengacak-acak apartemenku. Aku juga lihat seorang wanita di antara pria-pria berbaju hitam itu.

"Ohh. Kau sudah datang rupanya" ucap wanita itu. Dia Im Yoo Na. Pemilik apartemen ini, rentenir, wanita galak berdarah dingin.

"Maafkan aku. Aku lupa membayar sewa apartemen tapi ini aku akan bayar—" aku buru-buru mengeluarkan uang yang kudapat dari Junsu untuk menghitung tunggakanku membayar apartemen.

Tapi tiba-tiba saja uang yang tengah kuhitung berserakkan karena elakkan tangan nyonya menjijikan itu.

"Aku sudah tahu! Aku baru tahu kalau kau adalah laki-laki penjual diri! Aku tidak mau ada orang semenjijikkan dirimu di apartemenku! Masalah uang sewa, aku sudah memindahkan barang-barang bernilai mahal dari apartemenmu ini! Pergi kau jauh-jauh dari apartemenku ini sekarang juga!"

Aku diam. Sedih memang tapi aku berusaha bermuka Stoic. Aku tak mau direndahkan oleh wanita brengsek seperti dia! Baiklah, aku juga sudah muak dengar celotehan istri ke-3 Direktur perusahaan SM tua Bangka itu! Aku akan pergi!

0o0

Aku mengotak-atik ponselku. Hash! Kemana aku harus pindah?!

Aku menarik koperku lagi. Pagi sudah menjelang siang, jalanan ini juga terlihat ramai. Kemana aku harus pergi?

~guapun gaji saranghangoya…~

Nada dering ponselku tiba-tiba berdering. Anak itu…

"Kau dimana?!" lengkingan langsung terdengar ketika panggilan itu aku angkat!

"Mau dimana saja terserah aku dong!" kesalku. Adik tiri sialan!

"K-kau! Aku mencarimu tau! Bisa-bisa aku yang dimarahi—tut—."

Dan aku mulai berjalan menyusuri lagi. Malas sekali kalau menghabiskan waktu dengan Ren. Omelan laki-laki itu sama mautnya dengan omelan ibuku.

Hmm… bagaimana kalau aku ke apartemen Su-ie ya?

0o0

"Heebon! Aku mohon~"

"Aku malas! Kau bohong lagi!"

Aku terkesiap. Itu Su-ie, kan?! Siapa? Gadis itu siapa?

"Aku mohon, maafkan aku~ Aku janji lain kali akan datang tepat waktu, ne? Su-ie mengusap pundak gadis itu berkali-kali. Gadis manis itu masih cemberut menghadapi Su-ie. Kebetulan apa ini?

Tidak! Hatiku sakit, aku tidak mau lihat!

Akupun bergegas untuk menjauh dari jalanan café itu. Siapa gadis itu? Kenapa Su-ie tidak pernah bercerita padaku? Kenapa aku tidak tahu?

Bruuk.

Aku menubruk seseorang hingga aku terpental jatuh.

"Heh, kau?" orang yang berdiri di hadapanku mengerutkan alisnya.

Ahh! Aku menubruk Yunho. Aku terdiam, aku ingin menangis… Dan aku hanya bisa menutupi sebagian wajahku. Aku tidak mau Yunho melihat aku seperti ini. Dan tiba-tiba saja, kurasakan lenganku ditarik begitu juga koperku. Aku tidak tahu kenapa, tapi aku mengikuti tiap langkah kaki Yunho.

0o0

Aku masih diam. Aku tetap tak bergerak dari dudukku dan tak berniat untuk menatap wajah orang yang duduk di hadapanku ini.

"Heh…" kudengar hela nafas pelan. Aku yakin orang itu akan mulai berbicara padaku. Yunho membenarkan posisi duduknya. Aku tahu dari suara decit sofa yang Dia duduki. "Aku tidak tahu apa masalahmu, tapi aku rasa kau itu tengah cemburu." Ungkapnya tak peduli.

Brengsek. Tepat sekali kesimpulannya!

"Wanita itu tunangan Junsu." tambahnya lagi. Sial, kenapa dia seperti tahu kalau aku ingin mengetahui gadis itu. "Kau Yochun kan? Sepertinya kau ada masalah, kau boleh tinggal sementara di sini." ucapnya sambil lalu, sepertinya dia tahu aku mencari tempat tinggal karena koperku ini.

0o0

Sudah dua hari aku tinggal di apartemen milik Yunho ini. Dia tidak tinggal di sini, tapi dia suka berkunjung kemari. Entahlah, aku membencinya, tapi aku juga bingung dengan kebaikannya. Sebenarnya dia itu kenapa? Sudah dua hari ini juga aku memutuskan komunikasi dengan Su-ie, aku juga memohon pada Yunho untuk tidak memberitahu hal ini pada Junsu, dan entah mengapa dia mengiyakan.

Bagaimana ini? Aku rindu pada Su-ie tapi aku juga masih sakit hati dengan gadis itu!

Braak.

Aku tersentak ketika mendengar suara pintu yang terbuka rusuh tidak seperti biasanya. Akupun menghampiri dan kulihat Yunho tengah menggendong seseorang. Tunggu, siapa orang itu? Jae-Hyung? Omo! Kenapa kepala Jae-Hyung berdarah?!

Astaga, sudah dua hari ini juga aku tidak datang ke Bar. Aku panik, ada apa dengan Jae-Hyung?! kulihat Yunho juga panik!

-TBC-

MIANHAEEEEEEEEEEE X3

Maaf, aku kerja dan sudah lammmmmmmmaaaa buaaaangeet aku Hiatus, aku baru 4 bulan kerja udah ga betah ==, jadi sekitar 4 bulan juga aku hiatus, dan maaf kalau fic lanjutannya juga kurang memuaskan.

Terima kasih bebih bebihku sayang sudah mau nyempetin ngetik fic ini karena aku sibuk kerja TT,TT, walaupun ketika aku baca ulang kok rasanya kata-katanya agak aneh ==

Untuk READER TERCINTAAAH, Mind to repiu? :3