Author's Note :
Title : A Poor Life.
Part : 13 (Thirteen).
Genre : Romance, General.
Warning : BL,R-18,Maybe Typo (s)
Summary :
Jaejoong dan Yunho adalah namja yang hidup dalam takdir yang berbeda. Namun, jalan lain mempertemukan mereka dalam keadaan yang buruk. Malam itu,Yunho yang rupanya adalah salah satu faktor semangat Jaejoong, namun, namja itu justru adalah yang pertama kali 'menyentuh' dirinya.
Disclaim : SME Present.
Author : DrarryLova.
"Aku memang mutiara untuk tuan Shin… Mereka semua menganggap aku adalah yang paling dipelihara. Tahukah, kalian? Heechul-hyung? Yoochun-hyung? Jaejoong-hyung? Aku punya masa lalu yang lebih mengerikan dari kalian… laki-laki yang kucintai itu seorang brengsek… bahkan dia ingin mencoba membunuhku berkali-kali… dia lebih sadis dari Yunho, dia lebih mesum dari Junsu, dan dia lebih tidak berperasaan dari laki-laki yang menjajah Heechul-hyung… sampai matipun, aku benar-benar ingin membalasnya, benar ingin membunuhnya…"
KB-POV
Aku masih berdiam duduk di ruang ini. Ruang yang biasanya hanya ditempati olehku dan ketiga pegawai yang lain…
Ya, ini ruang khusus untukku dan mereka. Ruangan yang memang disediakan tuan Shin dahulu padaku. Namun, kini aku punya teman… aku punya orang yang mengerti dan mendukungku selain tuan Shin… orang yang merasakan jua kepedihanku. Kesedihan pekerjaan ini…
Mereka Heechul-hyung, Yoochun-hyung, dan Jaejoong-hyung…
Aku Kim Kibum. Sebatang kara, tidak jelas siapa keluargaku… waktu aku tersadar, aku hanya seorang anak kecil yang sedang tertidur di trotoar jalanan yang bersalju. Dengan pakaian dan keadaan diri yang lusuh.
Lalu kemudian, laki-laki itu datang…
Laki-laki yang kutahu ternyata masih menduduki bangku sekolah menengah atas…Ya, dia laki-laki yang melindungi sekaligus memberi luka yang amat dalam pada diriku. Aku tak pernah melihatnya lagi ketika aku sudah bersama Tuan Shin.
Tapi aku masih mendengar keberadaannya…
"Haafft…" Aku menghela nafas. Rasanya, dua hari ini, ruangan ini terasa begitu luas.
Aku sendirian… aku kesepian…
Heechul-hyung tidak datang karena adiknya menghilang. Yoochun-hyung juga tidak datang, tapi katanya dia sedang bersama Junsu. Jaejoong-hyung juga, aku tidak tahu dia kenapa, tapi, semenjak orang bernama Yunho itu kemari, Jaejoong-hyung benar-benar amat trauma sepertinya…
Kudengar juga, dia akan keluar dari pub ini.
Brengsek, kau Yunho! Kau mengambil lagi temanku! Siapapun kau asal bermarga Choi, aku benar-benar BENCI!
Daripada itu, lebih baik aku berjalan di diskotik, siapa tahu, aku bisa melihat lagi wajah kawan-kawanku…
0o0
Aku berjalan di keramaian remang-remang pub. Suara diskotik menyeruak di telingaku. Namun beberapa saat, aku melihat laki-laki itu tengah meneguk whisky di dekat meja bar. Kulihat mata lelaki biadab itu terus meneliti keberbagai arah ruangan.
Sial kau Yunho! Untuk apa dia kembali kemari?! Akupun menghampirinya. Dan sepertinya, dia tahu kehadiranku karena saat aku berjalan menuju kepadanya, matanya tak berpaling dariku.
"Mau apa kau kemari?" Tanyaku ketus.
"Aku ingin bertemu Jaejoong, cepat panggil dia untukku!" Perintahnya. Ck, aku menatap tajam padanya, aku benar-benar benci pada namja dihadapanku ini.
"Aku sarankan, kau cepat pergi dari tempat ini." Ungkapku.
"Apa urusanmu? Aku membawa uang untuk membayarnya!—"
BUAGGH!
Aku benar-benar tak bisa menahan amarahku. Dan langsung saja aku membogemnya hingga ia tersungkur dan jatuh dari kursinya.
"Cepat pergi dari sini! Jaejoong-hyung sudah dua hari tidak ada disini, bodoh! Pergi kau direktur brengsek! Aku muak melihat wajahmu!" Bahkan aku sekarang sudah mulai menangis.
Dan saat itu, Yunho beranjak dari jatuhnya dan kemudian berlari meninggalkanku. Dia pergi meninggalkan bar ini.
Sial! Sial! Aku tak ingin siapapun yang bermarga CHOI menyakitiku atau temanku lagi!
Aku benci kau! Aku BENCI KAU CHOI SIWON!
0o0
Flashback
Hari itu musim salju. Butiran bola putih yang dingin itu masih berjatuhan di sekitar kota ini. Aku masih bergemul di dekat tempat sampah yang ada di trotoar ini. Aku mencari kehangatan. Dimana rumahku? Dimana ibuku?
Dan yang pasti, siapa aku?
Dan hari yang semakin gelap dengan hanya di terangi sinar rembulan yang menguning, tak berapa lama, aku mendengar suara derap kaki.
Aku melihat sosok seseorang berjalan di trotoar bersalju ini.
Aku menggulung diriku. aku takut, aku takut akan bertemu orang yang jahat. Aku berharap, sosok itu hanya berjalan lewat saja, tapi perkiraanku salah. Sosok laki-laki itu berhenti ketika tepat berada disampingku. Laki-laki berbadan jangkung itu berjongkok untuk melihatku.
"Kau kedinginan?" Tanyanya. Saat itu, aku melihat ada kebaikan di matanya. Dari sekian banyak orang yang tiap hari berlalu lalang dihadapanku, hanya orang ini yang menyapaku.
Saat itu, aku yakin dia adalah laki-laki yang baik dan penolongku…
0o0
"Ini, minumlah." Ucapnya sambil memberi secangkir susu hangat padaku.
Saat ini, aku sedang berada di sebuah rumah kecil yang terdapat perapian yang hangat dan perabotan yang sederhana. Ya, aku mengikuti laki-laki itu. Bahkan, saat ini, aku diberi selimut yang tebal dan kini sudah menggelung pada tubuhku.
Aku menerima cangkir itu dan mulai meminumnya perlahan. Aku memang tenang bertemu dengannya, tapi aku masih ragu dengan kebaikan orang itu. Apalagi, saat ini aku hanya anak kecil yang sekiranya masih berumur 7 tahun.
"Siapa namamu?" Tanyanya setelah aku mulai menyesap susu hangat itu. Aku juga lihat, mata lembutnya itu tak berhenti menatapku.
Aku terdiam. Bahkan, aku juga tidak tahu siapa namaku… aku juga ingin menangis saja, sebenarnya, siapa diriku? mengapa aku dibuang seperti ini?
"Aku tidak tahu…" Ungkapku lirih.
Laki-laki itu tersenyum. Memperlihatkan lesung pipinya. Lalu, tiba-tiba aku merasakan ada sebuah lengan besar yang menyentuh pipiku.
"Kau cantik sekali… kalau begitu, aku berikan namamu, Kibum… wajahmu seputih salju di musim ini, kau snow white." Ucapnya lembut.
Seketika, wajahku memerah mendapat kelembutan dari sikapnya.
"Namaku Choi Siwon, mulai sekarang, kau akan menjadi keluargaku." Senyumnya.
0o0
Saat itu, aku tinggal bersama Choi Siwon. Aku tak tahu jelas asal-usulnya. Namun yang kutahu, dia sekolah di SMA Tohoshinki dan dia juga tinggal dirumah ini sendirian sebelum diriku datang. Aku saat itu tak tahu bahwa marga Choi amat berpengaruh di kota ini.
"Bummie~ aku pulang~"
Aku tersentak dari acara masak-memasakku dan mulai menghampiri pintu depan. Kulihat, Siwon sedang membuka sepatunya.
"Aku kangen~" Kini namja jangkung itu mulai memelukku dan menciumku.
Ya, aku tidak tahu apa yang bermasalah dengannya, namun, kami berdua berpacaran. Memang, kami sama-sama namja. Aku juga tidak tahu kenapa aku berpacaran dengannya, tapi, aku memang menyukainya..
Aku berharap, selamanya, aku akan bersamanya seperti ini…
0o0
"Ahh, ahh~ Siwonnie~~" Aku mengerang sakit ketika Siwon menghantamku. "Siwonnie~Haah, berhenti…" Pintaku.
Tak ada respon darinya. Dia masih asik dengan kegiatannya sendiri. Kalau saja tanganku tak terikat seperti ini, aku pasti sudah memukulnya.
Aku lelah. Bagaimana tidak? Sudah tiga kali dia menyiksaku dengan hubungan intim ini. Bahkan, ini sudah hari ketujuh. Seminggu sudah dia melakukan itu padaku dan tetap menyiksaku. Aku benci saat dia seperti ini.
Aku benci saat dia melakukan 'hal' itu padaku.
"Uooght, Bummie!" Erangnya dan dia mengeluarkannya di dalamku lagi.
"Hah..hahh.." Nafasku terengah-engah.
Siwon saat itu meninggalkanku dalam keadaan menjijikkan dan pergi kekamarnya.
Aku tidak tahu. Lama-kelamaan, perlakuan Siwon mulai berubah.
Dia sekarang suka menggoda yang berujung dengan penyiksaan untukku. Aku tak tahu, apa yang diinginkannya? Apa yang dipikirkannya?
Padahal, kukira, dia sayang padaku, hingga saat itu,,, aku tahu ada apa dibalik perubahannya…
0o0
DORR DORR
Aku terpaku di tempatku. Mataku melotot sempurna dan tak henti-hentinya mengeluarkan air mata. Petirpun menggelegar malam itu.
Sudah 2 tahun aku hidup bersamanya.
Dan aku juga masih merasakan bagaimana peluru itu meleset menembus dinding kayu yang ada di samping kepalaku.
"Aku mencintaimu, Bummie.." Ungkap Siwon jauh di depan sana dengan seringaian mengerikannya. Dan aku juga bisa melihat jelas dia tidak meragu memegang pistol itu. Bahkan berkali-kali menarik pelatuk namun selalu meleset tak mengenaiku.
"Siwonnie… a-aku juga mencintaimu… tapi kenapa kau lakukan ini?" Isakku.
DORR!
Satu peluru lagi melesat tepat menggores lenganku.
"Kau tahu, Bummie! Kita tak mungkin bersama! Aku akan menikah dan orang lain suatu saat akan memilikimu! Aku akan membunuhmu! Hiks! Aku akan membunuhmu! Kau hanyalah untukku!" Kini badan besar itu terjatuh setelah melempar pistol kecil itu dari tangannya. Dan juga, aku bisa lihat bahu bidangnya mulai bergetar.
Siwonnie? Ada apa denganmu?
Aku terseok-seok menghampirinya. Dan saat aku berhasil memegang bahunya yang kucintai… aku bisa lihat wajahnya yang sembab itu. Dan tak berapa lama, aku merasakan tamparan yang keras hingga aku tak sadarkan diri.
0o0
Saat ini, aku terdiam dibalik sebuah pohon sambil menatap sebuah pesta pernikahan di kejauhan sana. Sekarang, aku tepat berada di sekitar kediaman keluarga Choi. Ya, rumah keluarga Siwon. Aku melihat dirinya yang tengah melaksanakan upacara pernikahan bersama seorang wanita yang tidak kukenal.
Kini aku tahu alasan dia meninggalkanku.
Aku amat marah. Aku benar-benar marah. Tanpa sadar aku berlari kepadanya. Dan ketika aku tepat berada di hadapannya, Siwon melotot sempurna. Seperti dia tidak menyangka aku bisa berada di sini.
Kehadiranku saat ini juga, seperti mengagetkan semua sanak dan saudaranya yang ada di pesta.
"Jadi ini alasanmu?! Kau bodoh, Siwon-hyung!" Teriakku. Aku benar-benar kesal. Padahal, sudah selama apa aku begitu mencintai namja brengsek itu.
Siwon yang sepertinya merasa kedatanganku akan mengacaukan pesta pernikahannya, kemudian dia menghampiriku dan menyeretku pergi dari sekitar keramaian ini.
0o0
Sekarang, kami berdua. Kami tengah berada di sebuah tebing yang tak jauh dari kediaman Siwon dan meriahnya tempat pesta pernikahan. Tapi, disini, hanya aku dan Siwon saja yang tahu. Aku ingin penjelasan lebih detail lagi dari mulutnya. Aku ingin tahu alasan pasti kenapa dia sampai ingin membunuhku.
Padahal, kau tahu Siwon-hyung, aku begitu mencintaimu…
Dan aku berharap, sampai saat ini, kita bisa mengubah pernikahanmu dan akan hidup bersama-sama lagi…
Siwon memijat keningnya. "Aku tidak tahu apa alasanmu datang kemari. Tapi, kumohon Bummie, pergi jauh dari hidupku. Aku tidak membutuhkanmu lagi."
Deg. Perkataannya itu amat menusuk hatiku. Alasan aku datang kemari? Itu karena aku membutuhkanmu…
Dan saat itu aku tak sadar telah memegang tangannya ketika dia akan melangkah pergi meninggalkanku…
"Hyung,,Hyung… aku mohon, jangan tinggalkan aku…" Cegahku sambil menangis-nangis.
Siwon menghentikkan langkahnya dan berbalik menghadapku. Wajahnya begitu amat dingin melihatku.
"Maafkan aku, Kibum-ah…" Ungkapnya sambil menapik tanganku dan mendorongku hingga jatuh dari tebing.
Dan Siwon melihat dengan tenang peristiwa mengerikan itu...
Flashback End
0o0
Aku takkan pernah melupakan masa lalu itu! Tak akan pernah!
Sampai matipun, aku membencimu Choi Siwon! Aku benar-benar ingin membalas semua kejahatanmu padaku!
Tapi, bagaimana?
Aku memang selalu mendengar tentang keberadaannya. Sekarang, dia adalah presdir perusahaan Everlasting. Dan anaknya, Yunho, adalah direktur perusahaan itu!
Aku memang pernah membogem Yunho, tapi itu takkan puas untukku. Karena, yang aku benci adalah Choi Siwon! Aku ingin membalas dendam padanya, tapi kapan?
Aku masih belum siap untuk bertemu dengannya!
Aku tersadar dari lamunan masa laluku. Suara alunan diskotik takkan pernah padam di setiap malam. Daripada itu, ada satu hal yang sangat kukhawatirkan saat-saat ini ketimbang kebencianku pada Choi Siwon.
Keberadaan ketiga temanku…
Kemana kau, Heechul-hyung? Yoochun-hyung? Jaejoong-hyung?
Ini sudah seminggu kalian tidak datang padaku… katakan, apa yang terjadi? Satu sms balasanpun tak pernah kudapatkan dari kalian…
Tuan Shin… kuatkan aku…
"Ah, permisi, apakah pegawai yang bernama Kim Jaejoong bekerja disini?" Pertanyaan seseorang dari depan meja bar menghilangkan rasa gundahku. Siapa lagi yang mencari Jae-hyung?
Ketika aku menoleh kearah orang itu untuk menjawab pertanyaannya. Aku kaget!
Aku melotot! Namja berkaca-mata itupun melotot!
Tuhan… apa maksud dari semua ini?! Kenapa bisa dia berada disini?!
"Kibum-ah?!" Ungkapnya. Tidak! Aku mohon! Jangan panggil namaku!
Akupun berlari darinya untuk pergi kearah ruanganku. Dan dia berusaha mengejarku!
Di tengah jalan, tepat di koridor pub, aku menabrak tuan Shin.
"Kibum, ada apa?!" Tanyanya cemas.
Seluruh badanku bergetar. Aku benar-benar ingin menangis. Tuhan, jauhkan namja itu dari hidupku sekarang juga!
"Kibum-ah?! Jawab aku!"
"Si-Siwon… Choi Siwon ada disini! Dia melihatku tuan Shin! Dia tengah mengejarku…"
"Brengsek. Cepat pergi kekamarmu! Aku yang akan mengurusnya!" Tuan Shin terlihat marah. Sudah cukup! Choi Yunho sudah tidak bisa dimaafkan! Sekarang, yang datang adalah appa-nya?! Aku tahu Tuan Shin benar-benar marah.
Ketika aku berlari meneruskan tujuanku. Terakhir kulihat, Tuan Shin memanggil beberapa namja besar yang kutahu mereka penjaga di bar ini.
Tuhan, aku berharap, namja itu pergi…
0o0
Aku terbangun dari tidurku…
Suara nyanyian burung bercicit tenang di pagi ini. Ya, akibat insiden itu, Tuan Shin mengamankanku untuk tidak pergi ke bar. Dan aku sekarang sedang beristirahat dirumah. Aku tinggal bersama Tuan Shin. Letak kediaman kami juga cukup jauh dari Bar.
Aku akhirnya bertemu namja itu tepat didepan kedua mataku. Tapi, kenapa hatiku belum siap untuk membalas dendamku padanya?
Aku takut, dia akan berusaha membunuhku lagi…
Beruntunglah, Tuhan masih menyelamatkanku dan mempertemukanku dengan tuan Shin yang memahami keadaanku…
Bremm Bremm Bremm…
Suara motor matik membuatku menoleh kearah jendela. Aku tahu siapa pemilik motor tua berwarna putih itu. Akupun keluar untuk menemuinya. Alangkah baiknya aku ngobrol sebentar dengannya untuk mengusir kejenuhanku…
Ketika aku membuka pintu, kulihat seorang yang tengah berdiri di pintu pagar hanya untuk menaruh seikat surat di kotak surat kediaman kami.
Dia pak Pos yang amat di senangi orang-orang…
"Donghae-ya!" Sapaku sambil menghampirinya.
Namja muda itu menoleh padaku dan menampakkan senyum merekah seperti biasanya.
"Tumben kau ada di rumah hari ini, Kibum-ah?" Tanyanya.
Aku tersenyum sambil mengambil surat-surat di kotak surat. "Ya, aku sedang tidak bekerja. Aku sedang beristirahat." Jawabku. "Tak ada surat untukku?"
"Hahaha, seperti biasa, semuanya surat untuk tuan Shin." Tawanya.
"Payah…" Ungkapku tertawa.
"Donghae-aaaaaah~~~" Tiba-tiba terdengar lengkingan yang mengusik kita berdua. Dan dari kejauhan sana, terlihat Eunhyuk, si preman jalanan, tengah berlari menghampiri Donghae.
"Haish… bocah sial itu.." Ujar Donghae sambil bersiap menaiki motornya. "Mianhae, Kibum-ah, aku harus pergi." Ujarnya sambil menjalankan mesin motor.
"Tunggu, Donghae!" Enhyuk berhasil memegang pundak Donghae sebelum Donghae kabur. Donghae mendecak kesal karena dia tak sempat pergi.
Buru-buru Eunhyuk duduk di belakang Donghae sambil menepuk-nepuk pundaknya. "Ya! Ya! Cepat bawa aku pergi! Preman yang lain mengejarku!" Ungkapnya dengan nafas terengah-engah.
"Jinjja?! Haissh." Rutuk Donghae. Begini pada akhirnya, kalau berurusan dengan Eunhyuk. Selalu saja jadi masalah.
"JAAAAA! Hyukiie-yaaa!" Terdengar segerombolan namja yang mengamuk di kejauhan sana.
"WAE?!" Ungkap Donghae dan Eunhyuk bersamaan. Kemudian, Donghae segera menghidupkan motor tuanya dan menancapkan gas. "KAMI PERGI DULU, KIBUM-AAAAAH~~~" Terang mereka berdua bersamaan sambil berlalu.
Dan tak berapa mereka menghilang dari pandanganku, gerombolan namja melewatiku begitu saja. Aku sempat kaget dan akhirnya aku terkikik geli.
Melihat Donghae dan Eunhyuk, aku begitu iri. Mereka berdua selalu akrab dengan cara seperti itu, aku berharap, mereka akan menjadi pasangan…^^
Ketika aku baru saja akan berjalan masuk, kudengar derap kaki yang agak terdengar aneh di telingaku. Saat aku menoleh, aku melihat namja berkulit putih dengan rambut pirang berlari tergesa-gesa, tak berapa lama, aku lihat Yunho tengah mengejarnya.
Yunho? Kenapa dia ada di sekitar sini?
Tapi, pakaian yang di kenakan Yunho terlihat begitu santai, seperti baru saja dia keluar dari kediamannya.
Tapi, siapa yang tengah di kejarnya?
"Jaejoong! Aku bilang berhenti!"
Aku melotot. Kedua namja itu memang sudah lewat dari tadi. Tapi, tunggu, yang di kejar Yunho, namja berambut pirang itu, Jaejoong-hyung?!
Aku langsung membuka pintu pagar dan berlari mengejar mereka.
Bisa kulihat Jae-hyung masih berlari tergesa-gesa di depan Yunho. Dan aku berusaha keras berlari di belakang Yunho.
Dan saat itu, aku melihat Jaejoong-hyung kemudian berbelok ke kanan. Tunggu, jalan itu buntu Hyung! Jeritku dalam hati. Aku mempercepat lariku dan kini aku berhasil tepat di mulut gang.
Aku tersentak saat melihat adegan mengerikan itu…
"Ku-kumohon, Yunho…biarkan aku pergi…" Isak Jae-hyung sambil memohon di pojok gang sana. Sepertinya, mereka berdua tak menyadari keberadaanku…
Aku tak bisa berkata apa-apa karena aku terlalu lelah berlari. Aku memang memiliki fisik yang lemah.
Jae-hyung! Tunggu, aku akan menolongmu…
"Tidak, Boo… kau itu akan selamanya ada disampingku…" Ungkap Yunho posesif sambil perlahan memojokkan Jae-hyung.
"ARGH!" Kudengar Jae-hyung berteriak kesakitan ketika Yunho menjambak rambutnya dan menghadapkan wajah dan tubuh depan Jae-hyung kearah dinding.
Sial, sebenarnya, kenapa komplek ini sepi sekali?! "Jae-hyung!"
"Ki-Kibum-ah…Ugght!" Erang Jae-hyung karena kulihat Yunho menatapku sambil membuka paksa celana Jae-hyung.
Keparat macam apa laki-laki itu, memperkosa Jae-hyung di tempat ini!
"Hoho si snow white rupanya… tak disangka ternyata kau tinggal di sekitar sini…ooggh.." Ungkap Yunho dengan nada berat. Tentu saja, karena saat ini, dia tengah berada di dalam Jaejoong-hyung!
Sial! Aku harus menolongnya! Tapi, apa yang kulakukan?
"Ah, tunggu disini, hyung! Aku akan menolongmu!" Baru saja aku akan pergi untuk memanggil orang-orang sekitar, tiba-tiba saja punggungku di pukul tongkat kayu yang aku tidak tahu oleh siapa.
Aku tersungkur tepat menghadap Yunho dan Jae-hyung. Punggungku sakit sekali, aku sulit untuk bergerak…
Aku lihat mata Jae-hyung yang berair dan terlihat kosong itu…
Hyung… mianhae…
"Yoo-Yoochun-ah…" Rintih Jae-hyung sambil menatap orang yang berdiri di belakangku.
Aku berusaha memutar kepalaku untuk memastikan, kalau itu benar Yoochun-hyung, dia pasti akan menolongku dan juga Jae-hyung.
Tapi aku tersentak ketika aku melihat Yoochun-hyung tengah memegang tongkat kayu dan berekspresi dingin seperti itu…
Sebenarnya, ada apa dengan kalian, Jaejoong-hyung? Yoochun-hyung? Kenapa ini begitu rumit sekali…
-TBC-
Selesai, ini chapter milik Kibum punya Siwon! :3
Ini sedikit menjawab pertanyaan meyy-chaan ya, ini loh peran Kibum di FF ini, ya, semua pair punya cerita masing-masing yang sebenarnya saling berhubungan satu-sama lain dengan karakter yang lain…
Satu-persatu chapter juga sebenarnya saling berhubungan, mungkin agak sedikit beribet buat reader, mianhae~ tapi coba deh, di baca chap sebelumnya biar nyambung…
Mian ya, reader kalau author ceritanya beribet (_,_)
Dan untuk masalah Jae jatuh kejurang, itu ga sengaja karena saking takutnya sama Yunho, Jae lari-lari terus jatuh kejurang, begitchuu :3
Untuk violin diaz, author mau sedikit jelasin…
Untuk Kibum di POV Jonghyun, itu memang Kibum yang Key, karena nama asli Key itu adalah Kim Kibum, dan Jonghyun manggil Key tetep dengan sebutan Kibum karena Key teman kecilnya. Memang ada banyak cast, tapi, itu ga jauh-jauh dari DBSK, SU-JU DAN SHINEE, dan dari berbagai cast, semua berhubungan kok satu sama lain ^^
Untuk Dong Ho dkk (NU'EST) Karena author bingung siapa yang bakal ada di posisi Orang-orang tua, ya, disempilin mereka begitu…
Nahhh, Untuk lebih jelas synopsis ceritanya :
Jaejoong itu Kakak Taemin, anak dari Kangin dan Leeteuk (disini Leeteuk Yeoja). Dia kerja di bar bareng Heechul, Kibum dan Yoochun pada malam hari. Memang kerjanya 'jual diri' tapi itu berlaku untuk Heechul dan Yoochun aja. Kalau Jae, dia kerja 'jual ciuman'. Kibum, Cuma nemenin Tuan Shin aja, tapi status sebagai pekerja, padahal dia ga 'dijual' sama tuan Shin. Yoochun baru kerja 'jual diri' dan udah lakunya di Junsu.
Nah, kalo siangnya Jae kerja di kedai kopi punya Sungmin bareng Changmin dan Wookie. Selain kerja di bar, Changmin itu punya pekerjaan lain yaitu jadi Max, penyanyi bertopeng bareng Yunho.
Jae kuliah, Changmin kelas tiga dan Taemin kelas dua, tapi di satu lingkungan, SD, SMP, SMA dan Universitasnya namanya 'Tohoshinki', jadi berhubungan semua deh.
Ya kalo di jelasin emang panjaaaang banget, jadi, kalau ada yang ga dingerti posisi siapa-siapanya, nanti juga di jelasin di Chap berikutnya…
Kalau lupa, ya tinggal baca aja chap sebelum-sebelumnya, ga bakal ngilang kok ^^
Okkeh, kalau ada yang mau di Tanya, silakan Tanya, dan author berusaha untuk membalas lewat PM ya, kalau begitu, ripiyu aja dulu :**
