Hola Amigo xD
Author balik lagi nih dan membawa chap 2nya yang selesai sehari,ya mumpung otak lg connect. Oh ya,makasih banget yang udh review *liat reviewer* *Cuma 1 reviewer* Cuma 1…*mojok* oh ya gpp deh yang penting ada daripada gak ada sama sekali xD
Special thank's to Ashidaakane7 yang udh review *tebar bunga*
Daripada nunggu lama,yuk langsung aja baca ceritanya
Sing & Love Conflict
Crossover Vocaloid & Brother Conflict
Disclaimer : Vocaloid atau Brother Conflict bukan punya saya
Conflict 2
-Idol School -
Normal P.O.V
Sinar matahari pagi menyinari Sunrise Resident. Burung berkicauan dan hembusan angin pagi yang sejuk.
"Ohayou,Miku…Ohayou,Miku…Ohayou,Miku"
TIIK
Miku baru saja mematikan Alarm Handphonenya. Ia bangkit dari posisi tidurnya dan duduk di pingggiran kasur sambil meregangkan tubuhnya. Miku bangun dari kasurnya dan berjalan menuju jendela dan membuka jendela itu. Ia menghirup udara pagi yang sejuk.
Miku melihat ke arah jam dinding yang berada tepat di atas pintu kamarnya.
Pukul 05.30
Di Jepang, jam segini sudah terang karena itu Jepang disebut Negeri Matahari Terbit
Miku segera bergegas mengambil pakaiannya dan mandi
10 Menit kemudian
Miku kembali ke kamarnya dengan membawa handuk dan sekarang Miku sudah mengenakan seragam sekolah,ia melihat ke kaca yang terdapat di meja rias. Kemeja putih dengan blazer biru tua,dasi merah kotak-kotak dan rok biru tua selutut.
Miku P.O.V
Aku memakai kemeja putih dengan blazer biru tua,dasi merah kotak-kotak dan biru tua selutut. Ada yang berbeda dari diriku hari ini yaitu, aku memakai pita merah di rambutku. Aku ingin terlihat manis hari ini di depan teman-temanku.
Setelah semua rapih,aku mengambil tas ku,keluar kamar dan berjalan menuju dapur. Sesampainya di dapur,aku melihat Ukyo-san dan Masaomi-san sedang memasak. Aku menaruh tas ku di kursi dan menyapa Ukyo dan Masaomi
"Ohayou,Ukyo-san,Masaomi-san" ucapku dengan senyuman. Ukyo dan Masaomi membalas dengan senyuman. "pagi-pagi sudah semangat,ada apa?" tanya Ukyo-san,aku hanya memberikan senyuman lebar "tidak ada,aku setiap hari seperti ini kok" jawabku.
"Ohayou,Miku Onee-san" sapa Wataru yang menguap. "Eh? Wataru masih mengantuk?" tanyaku pada Wataru. Wataru duduk di kursi meja makan "iya…" ucapnya singkat.
Subaru,Kaname,Natsume,Tsubaki,Azusa,Fuuto,Iori,Yusuke,Hikaru,Louis dan Ema turun bersamaan menuju dapur
"Ohayou,Masaomi,Ukyo,Wataru dan Miku" sapa Subaru,Kaname,Natsume,Tsubaki,Azusa,Fuuto,Iori,Yusuke,Hikaru,Louis dan Ema bersamaan
Aku tertawa kecil yang membuat semua orang bingung "kau kenapa?" tanya Subaru. Aku berhenti tertawa " tidak ada,hanya saja…kalian selalu kompak dalam sesuatu. Kekuatan keluarga yang sebenanrnya" ucapku.
"ahh…apa kau membuat sarapan pagi,Miku?" tanya Ema. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala "tidak,Ukyo dan Masaomi-san lah yang membuat sarapan" Ema hanya ber'oh' ria. Setelah semua sudah Asahina bersaudara duduk di kursi meja makan,aku membawa piring makan
Tak selang lama,mama dan Rintarou-san datang dan duduk di kursi meja makan. "Ohayou,semua" ucap Rintarou-san "Ohayou" ucap Asahina bersaudara kompak.
Aku segera duduk dan menemukan kedua tanganku bersama "Ittadakimasu" aku langsung menyantap sarapan pagi. "bagaimana makananku?" tanya Ukyo. Aku menelan makanan dan mataku berbinar "Oishii" ucapku semangat.
"nee,Miku…nanti Mama dan Rintarou-san akan mengantarmu sekolah bersama yang lain" saat mendengar perkataan itu,aku langsung tersedak
"bersama yang lain?tapi jika Rin atau IA melihatku bersama Asahina mereka bisa-bisa menjadi Stalkerku" ucapku sambil mengambil segelas air. Mamaku tampak berpikir sesuatu tapi aku tidak tau apa yang mamaku pikirkan
"Miku,kau pilih diantar oleh Mama,Rintarou dan semuanya atau harus Kaito menjemputmu disini?" tanya Mamaku sambil tersenyum.
WUT?
Pipiku memerah,aku menundukkan kepalaku dan jantungku berdetak begitu kencang saat mendengar kata Kaito. Ternyata Mama tau kelemahanku…oh yaa,Kaito adalah temanku sejak SD hingga sekarang,ia sangat baik dan murah senyum. Aku masih ingat saat Kaito mencoba menyelamatkan ku dari gank preman jalanan,ia sangat berani. Saat lulus SMP,Kaito berkata bahwa ia mati-matian ingin berada di SMA yang sama denganku.
Akhirnya aku dan Kaito masuk di Yumeiru Gakuen,yaitu sekolah khusus Idol. Karena seperti yang kalian tau, Kaito adalah Idol dari Vocaloid. Yumeiru Gakuen adalah sekolah Idol khusus untuk para Idol yang direcruit oleh Yamaha dan Crypton inc. atau istilahnya yang masuk di manajemen Yamaha dan Crypton inc.
Saat di Yumeiru Gakuen,aku bertemu para anggota Vocaloid yang lain. Vocaloid terdiri dari 3 Generasi. Generasi 1 atau Pembangun Vocaloid adalah Aku,Meiko dan Kaito. Aku bertemu Meiko ditaman saat bernyanyi,aku terpukau mendengar suara Meiko dan akhirnya aku dan Meiko menjadi teman.
Karena hobby ku menyanyi,aku dan Meiko selalu latihan bernyanyi di taman dan meng-cover lagu. Tapi saat aku dan Meiko latihan menyanyi,Kaito mengintipku. Aku sangat malu tetapi Kaito bilang bahwa suaraku merdu. Aku bertanya pada Kaito,apakah ia suka bernyanyi? Dan tidak kusangka Kaito suka bernyanyi
Akhirnya aku mempunyai ide cemerlang yaitu membuat Idol group bersama Kaito dan Meiko. Kaito dan Meiko setuju dan kami pun membuat Vocaloid hingga ke generasi 3
Saat aku membayangkan diriku dengan Kaito,mamaku mencubitku
"Aww" aku mengusap tanganku yang dicubit mama. Mamaku menghela nafas "Kau ini…pagi-pagi sudah nge-fly…pikirkan dulu pelajaran baru berpacaran" Pipiku semakin merah. "A-apa? A-a-aku tidak nge-fly,maa"
"ehh? Miku sudah punya pacar? Siapa dia?" tanya Rintarou. Aku menggelengkan kepala "aku belum punya p-pacar"
"Ehh? Miku nee-san punya pacar?" ucap Fuuto. Ok,I'm out. Aku bangkit dari kursiku "untuk terakhir kalinya,aku tidak punya pacar,mengerti?" ucapku yang masih malu.
"ehh?benarkah itu nee-san?~" tanya Tsubaki. Aku menyilangkan tanganku di dada "Iya…dan jangan pernah memanggilku nee-san" sungguh luar biasa…di pagi hari aku bisa Tsundere. Asahina bersaudara berbisik-bisik tentang diriku.
"hey,apa yang-"
"Aitai no chuu~
kimi wa ima kara atashi no iki o sutte ikiteku no
kotoba wa mou daeki de sabi tsuita"
Aku mengambil Handphone yang berada di atas meja,aku melihat layar Handphoneku
Incoming Call
Kaito
Pipiku semakin merah,aku menggeser icon telepon berwarna hijau lalu aku menempelkan Handphoneku di telinga.
"Ohayou gozaimasu" ucapku
"Ohayou,Miku. Apa kau sudah berangkat?"
Ahh bahasa yang terlalu formal
"umm…iie,aku sedang sarapan"
"ehh,maaf aku tidak tau kalau Miku sedang sarapan"
"hehe..tak apa"
"ohh yaa…kau berangkat bersama Mamamu?jika kau berangkat sendiri,akan aku jemput"
Mamaku menyikut tanganku. Mamaku merebut teleponnya dan menyalakan system speaker. Aku ingin merebut Handphone itu dari mamaku tapi mamaku mencoba meninggikan Handphone itu agar aku tidak sampai.
Karena pasrah aku menghela nafas
TIIK
"maaf tadi kaito bicara apa?"
"hahaha kau ini Miku… kau berangkat bersama Mamamu?jika kau berangkat sendiri,akan aku jemput"
"tidak perlu repot-repot,Kaito. Aku diantar mamaku kok"
"ehh? Baiklah jika kau berangkat bersama mamamu,berhati-hatilah"
"a-a… kenapa kau begitu pe-peduli denganku?"
"karena…"
"karena?"
"karena kau orang yang peduli dan kusayangi saat ini"
DEG
DEG
DEG
"…"
Semua orang terlihat kaget mendengar perkataan Kaito. Nafasku mulai memburu,pipiku memerah dan detak jantungku berdetak begitu kencang
"Miku?"
"ehh?"
"kau tak apa?"
"iya…aku baik-baik saja kok"
"ok,jaa nee"
"jaa…"
TIIK
Aku menaruh Handphoneku didadaku. Aku melihat semua orang 'smirk' kepadaku. Aku sweatdrop
"sepertinya 'pangeran'mu menelponmu"
"ternyata Miku nee-san,benar-benar punya pacar"
"anakku sudah dewasa ya?"
Aku hanya menghela nafas panjang "kalian ini.." semua orang tertawa. Aku hanya menggembungkan pipi.
*SKIP*
Aku dan Asahina bersaudara pergi ke sekolah dengan limosin yang panjang. Saat di mobil Asahina pada sibuk dengan pekerjaannya masing-masing,ada yang bermain Handphone,membaca buku dll. Pada saat itu,aku mendengar lelucon Yuusuke yang membuat semua orang tertawa bersama. Aku iri dengan mereka…
"Miku,kita sampai…" ucap Mamaku. Aku segera melihat ke luar jendela,semua murid yang berada di pagar sepertinya kaget. Mana ada Kaito dan teman-temannya,disana juga ada IA dan yang lain. Ahh lupakan
Aku segera keluar dari limosin,betapa terkejutnya mereka saat melihatku keluar dari limosin. IA dan yang lainnya segera menyapaku
"Mii-chan,ini mobilmu?" tanya IA. Aku hanya menggelengkan kepala "tidak". IA bingung " lalu ini milik siapa?" tanyanya lagi
Mamaku membuka kaca jendela "Hey,IA dan yang lainnya"
"woow sugoi,ini limosin punya tante?" tanya IA. Aku memukul kepalaku.
"Tidak, mobil limosin ini punya calon su-"aku langsung membekap mulut mamaku. "yaa..ini punya mamaku hehe" ucapku. Mereka semua seperti tidak percaya padaku.
"apakah benar?" tanya seorang lelaki berambut ungu,Gakupo. "ten-tentu saja" aku melepas bekapanku "lagipula,aku ini Idol. Apakah ada yang mustahil bagiku?"tanyaku. mereka semua sweatdrop
"kami semua juga Idol,Miku…ingat" ucap gadis berambut blonde yang memakai bando pita putih,Rin. Seketika aku tertawa tidak jelas "ahahahaha"
"dasar Miku" ucap Luka sambil sweatdrop
Mamaku menengok kearah belakang atau yang lebih tepatnya menengok ke Asahina bersaudara dan aku mendengar sedikit pembicaraan "bagaimana kalau kita melihat sekolah ini?" tanya mamaku.
Semua Asahina berteriak "EEH?! KAMI BISA TELAT". Mamaku wink "aku yakin hari ini kalian libur" setelah Mamaku berbicara seperti itu semua Handphone Asahina bersaudara bunyi
"Ehh?Libur?"
"gurunya ada rapat?"
"Producer sakit?"
"Bos,sedang berlibur?"
"Pelatih sedang kerumah sakit?"
Dan benar kata Mamaku,semua Asahina bersaudara libur hari ini.
Mamaku tertawa kecil "benarkan kataku,sekarang keluarlah dan mari kita lihat sekolah ini…ayo Rintarou-san". Rintarou mengangguk mantap dan keluar dari mobil.
"Ehh?siapa dia Miku?" tanya Len saudara Rin. Keringat turun dari mukaku,kenapa hidupku seperti ini? Bagaimana aku harus menjawabnya? Apa aku bilang paman? Tapi tidak mungkin…apa aku harus bilang sebenarnya?
Semua Asahina bersaudara keluar dari mobil beserta mama. SHIT
Semua temanku terpukau dan lagi semua perempuan disini penggemar Fuuto kecuali aku. Ahh tidak
"Miku?siapa dia?" tanya Luka yang wajahnya memerah. Gakupo tampak emosi karena wajar Gakupo pacarnya Luka "Luka,kau selingkuh denganku?"
Aku menghela nafas "baiklah…semuanya perkenalkan Kaname,Iori,Subaru,Yusuke,Ema,Tsubaki,Azusa,Ukyo,Masaomi,Natsume,Wataru,Hikaru,Louis dan Fuuto.
"Ehh?Fuuto?ASAKURA FUUTO?" teriak IA dengan semangat. Aku hanya mengangguk. Fuuto berjalan mendekati IA lalu memegang tangan IA.
"iya,ini aku,pangeranmu" lalu Fuuto mencium tangan IA. Pipi IA memerah melebihi tomat sampai IA memegang pipinya. Fuuto terus mencium tangan IA sampai berselang lebih dari 20 detik. aku mencoba menjauhi muka Fuuto dengan tangan IA
"baiklah…sudah cukup,tidak boleh ada yang bermesraan di lingkungan sekolah ini" ucapku. Fuuto tersenyum padaku "apa kau mau juga diperlakukan seperti itu?" tanyanya. Otakku mulai konslet
"Aku tidak mau BakaIdol!" ucapku dengan nada tinggi. Sungguh ini sangat memalukan,harga diriku bisa jatuh begitu saja.
"umm…mereka siapa tante?"tanya Kaito yang akhirnya angkat bicara. Mamaku tersenyum dan menyelip di antara Asahina bersaudara "mereka semua ini adalah keluarga Asahina dan mereka akan menjadi ka-"
"MAMA SUDAH CUKUP" teriakku. Mamaku tertawa lalu melanjutkan kata-katanya "mereka ini akan menjadi kakak tiri,Miku" sungguh tidak dipercaya. Mamaku baru saja membeberkan rahasiaku. Sungguh diluar dugaan
Tiba-tiba aku melihat seorang lelaki berkacamata sambil membawa tas,menghampiriku
"Hatsune-san,aku mencarimu kemana-mana ternyata kau disini" ucap lelaki itu. Suara yang berat,tubuh yang tinggi,kacamata yang khas…yup,dia guruku,Yamamoto-sensei.
"ahh..gomen Sensei" ucapku sambil terkekeh dan menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Yamamoto-sensei mengalihkan pandangannya ke Mamaku yang masih berada di tengah Asahina sambil memegang pundak Tsubaki dan Ema
"Yumika,sudah lama tidak bertemu ya" sapa sensei. Mamaku yang asik memegang pundak Ema dan Tsubaki akhirnya melepaskan pegangan itu dan berjalan ke sensei. "ahh Yamamoto-san,hisashiburi…bagaimana perkembangan Miku selama ini?" tanya mamaku
"perkembangan Miku sangat baik malah luar biasa,ia selalu mendapat ranking pertama disekolah,dan aktif dalam ekstrakulikuler. Belakangan ini sekolah kami mengikuti beberapa lomba salah satunya lomba basket yang akan diadakan Minggu depan" saat sensei berkata basket,Subaru langsung bertanya ke sensei.
"anoo…apakah pertandingan basket itu perlawanan campuran?maksudku team perempuan akan melawan team laki-laki?" tanya Subaru yang ikut campur. Sensei mengangguk "ya itu benar dan kebetulan sekolah kita akan melawan sekolah Kaijyuu Academy" Subaru terlihat syok
"A-apa?!Kaijyuu Academy?sekolahku?"tanya Subaru. Sensei memetikkan jari "yup itu benar. Kami mengirim team basket perempuan yang diketuai Miku. Jangan salah Miku ini jago dalam basket apalagi Three Point…Miku bisa memasukkan Three Point dengan mata tertutup dan melemparnya kebelakang.
Subaru tampak cemberut saat mendengar Miku jago dalam basket "aku..bisa-bisa kalah" ucapnya dengan sedih. Tiba-tiba Fuuto merangkulnya "tidak usah khawatir Suba-nii,kau pasti bisa mengalahkan Miku,aku yakin" Aku yang mendengar perkataan itu menjadi panas.
"maaf? Tapi aku tidak bisa dikalahkan ya, " ucapku sinis. Sensei hanya tertawa "dan lagi…Miku adalah ketua osis yang baik" mamaku tertawa kecil
"syukurlah…umm,bolehkah kami melihat sekeliling sekolah" tanya Mamaku. Sensei tersenyum "tentu saja,silahkan"
TENG TONG
Bel sekolah berbunyi,aku dan kawan-kawanku berlari "IIE!"
"KITA TELAT! YAMAMOTO-SENSEI,JAA NEE"
*SKIP*
Saat istirahat aku melihat mama,Asahina bersaudara dan Rintarou sedang berada di bawah pohon sakura sambil berpiknik dengan guru-guru yang ada. Ugghhh…sungguh menyebalkan tempat favoritku sudah diambil.
Aku membalikkan tubuhku untuk pergi dari area tersebut tapi saat aku baru melangkahkan kakiku,seseorang berteriak memanggilku.
"MIKUNEE-SAN!"
Aku membalikkan lagi badanku,aku melihat Wataru melambaikan tangan kepadaku. Aku hanya tersenyum
"ONEE-SAN,KOCCHI"
Aku dipanggil oleh Wataru untuk kesana,aku melangkahkan kakiku menuju bawah pohon sakura itu. Setelah berada di pohon sakura dan mellihat keluarga Asahina dengan para guru piknik, aku membungkukkan badanku memberi hormat
"Gomen nee…ada yang bisa saya bantu?"tanyaku sopan. Semua orang langsung menggelengkan kepalanya,aku menggigit bibir bawahku.
"Hatsune-san,ayo makan bersama kami" ucap guruku, Shihara-sensei. Aku menggelengkan kepala lalu tersenyum kepada Shihara-sensei "tidak usah sensei,aku sudah makan kok" ucapku lagi.
"tidak usah malu-malu,lagipula mereka kan keluargamu…mengapa Hatsune-san mesti malu berpiknik dengan keluarga sendiri?" tanya Shihara-sensei. Oh…jadi semua guru disini tau kalau aku akan menjadi anggota Asahina?
"Oh." Aku hanya ber 'oh' ria.
"mari duduk,Hatsune-san" ucap guru lelaki yang sedang memegang secangkir the,Kujikawa-sensei. Aku tersenyum lalu duduk di dekat Ema dan Yusuke. Ema menyodorkanku teh dengan senyuman,lalu aku membalasnya dengan senyuman lagi.
Aku meneguk secangkir teh yang diberikan oleh Ema. Aku menaruh cangkir itu di atas keranjang piknik yang tepat berada di depanku.
Aku memejamkan mataku,lalu melihat ke langit yang biru. Hembusan angin membuat rambutku yang diikat dua terbawa olehnya. Sekelopak bunga sakura jatuh di tanganku. Aku melihat baik-baik kelopak bunga itu,lalu aku menemukan hal yang unik yaitu kelopak bunga ini berbentuk hati.
Aku memegang kelopak bunga itu lalu ku angkat tanganku bersama kelopak tadi dan kelopak itu terbang terbawa angin bersama kelopak lainnya. Bunga sakura yang indah di musim ini…
"Hatsune-san"
Aku menengok ke orang yang memanggilku ternyata Yamamoto-sensei
"ada apa sensei?" tanyaku
"umm..begini,apa kau bisa membuat lagu untuk anak kelas IX? Umm..lagu perpisahan,gitu." Ucap Yamamoto-sensei.
Aku berpikir sejenak lalu memejamkan mataku selama 5 detik dan melihat ke pohon sakura yang indah. Lagu perpisahan ya? Sekolah ini kan identik dengan pohon sakura yang indah,mungkin saja aku bisa membuat lagu berhubungan pohon sakura ini.
"Sakura no Ame" ucapku pelan
"Ehh?" Ema sepertinya mendengar perkataanku.
"Ya,Sakura No Ame…aku akan membuat lagu perpisahan untuk kakak kelas dengan judul Sakura No Ame" ucapku semangat. Yamamoto memiringkan kepalanya "Kenapa judulnya Sakura No Ame?"tanya Yamamoto-sensei
"karena sekolah ini identik dengan pohon sakura nan indah ini,kan? Dan aku tau kalau semua murid disini sangat senang berada di pohon sakura ini. Aku pernah melihat kakak kelas beramai-ramai mengambil photo disini,karena itu pohon sakura ini bagus untuk menjadi latarnya" ucapku
"waah…seperti biasa,Miku yang cerdas dan think positive" goda Shihara-sensei. Aku tertawa kecil "terima kasih Shihara-sensei" kataku.
"apa kau bisa membuat satu lagi?mungkin yang satu ini untuk kelulusanmu tahun depan" ucap Yamamoto-sensei. Aku mengangguk mantap "sebenarnya aku sudah menyiapkan lagu untuk kelulusanku dan angkatan lainnya"
"ohh ya? Judulnya apa? Menceritakan apa?" tanya Yamamoto-sensei bertubi-tubi. Aku pun tertawa
"ya,lagu ini kuberi judul Aishiteru Banzai. Menceritakan tentang usaha susah payah kita untuk bisa lulus bersama. Karena itu,di lyricsnya aku beri kata-kata 'Hajimatta bakari,Ashita mo yoroshiku ne..Mada GOORU ja nai' yang artinya 'ini baru permulaan,aku bergantung padamu esok,kita belum mencapai goalnya'" ucapku. Semua orang terpukau,aku berdiri dan membungkuk
"maaf sensei,aku ada urusan osis" ucapku. Mereka semua mengangguk "aku pergi Asahina" kataku sambil berlari kedalam gedung sekolah.
*SKIP*
Pukul 17.00
Matahari senja yang berwarna oranye,menyinari sekolah dan diriku. Aku berjalan dengan diiringi oleh baying-bayangku. Sambil membawa tas sekolah dan gitar,aku berjalan ke pintu gerbang. Aku menghela nafas panjang lalu aku melihat 'keluarga baruku' menungguku
"Ayo cepat,Miku-san" teriak mamaku
Dan aku menghampiri mamaku dan segera pulang
TO BE CONTINUE
Akhirnya Chap 2 selesai dalam sehari juga…wow ternyata Author kuat ya nulisnya xD
ohh yaa,BTW,author lagi butuh kritik atau saran untuk Chap 3…ada yang bisa ngasih author kritik atau saran? Kalau ada yang bisa tinggal nulis di kotak review. Ok jaa nee~
